Anda di halaman 1dari 3

1.

PT TMR memiliki 132 orang karyawan (100 wanita & 32 laki-laki)


PT TMR sudah memiliki struktur P2K3 yang diketuai MGR SDM
Sekretaris P2K3 belum pernah mengikuti pelatihan K3
Jadi kesimpulannya :
- PT TMR berkewajiban memiliki oraganisasi P2K3 sesuai dengan (Permen 04/1987 pasal 2
ayat 2) yaitu : Tempat kerja dimana pengusaha atau pengurus mempekerjakan 100 orang
atau lebih
- PT TMR yang seharusnya menjadi ketua P2K3 adalah pimpinan tertinggi perusahaan
berdasarkan (Lamp. II Peraturan pemerintahan RI no. 50/2012 Pedoman A point 1.4.4) yaitu
Ketua P2K3 adalah pimpinan puncak atau pengurus bukan MGR SDM.
- PT TMR berkewajiban mengikut sertakan Sekretaris P2K3 pada pelatihan AK3 umum sesuai
dengan (Permen 04/1987 pasal 3 ayat 2) yaitu : Sekretaris P2K3 ialah Ahli K3 dari
perusahaan yang bersangkutan.
2. PT TMR menyimpan bahan kimia EO dengan kuantitas 75 ton jadi PT TMR berkewajiban sesuai
dengan (Kepmen 187/1999 pasal 2) yaitu pengusaha yang memiliki atau menyimpan bahan kima
berbahaya wajib mengendelaikan bahan kimia untuk mencegah kecelakaan kerja dan PAK. Maka
untuk mengendalikan sebagaimana dalam pasal 3 perusahaan harus :
- Menyediakan LDKB dan label
- Melakukan penunjukan Petugas K3 Kimia dan AK 3 kimia.

Sesuai Lamp. III Kepmen 187/1999 bahan kimia EO tergolong bahan kimia yang sangat reaktif
dengan nilai NAK 50 ton sehingga PT TMR tergolong sebagai perusahaan dengan potensi bahaya
besar sesuai dengan (Pasal 15 Kepmen 187/1999) yaitu perusahaan yang memiliki bahan kimia
melebihi NAK dikategorikan sebagai perusahaan yang memiliki potensi bahaya besar dan
berkewajiban yang tercantum pada (Pasal 16 Kepmen 187/1999)

3. Listrik:
Berdasarkan pasal 7 permenaker no 12 th 2015 perusahaan yang memiliki pembangkit listrik
lebih dari 200 kVa wajib mempunyai ahli k3 bidang listrik. PT TMR wajib memiliki ahli k3 bidang
listrik sesuai pasal 4 permenaker no 12 th 2015 perusahaan wajub melakukan pemeriksaan per 1
tahun dan uji per 5 tahun dan melaporkan pemeriksaan dan pengujian kepada dinas provinsi.
Pemeriksaan dan pengujian dilakukan oleh pegawai pengawas K3 bidang listrik atau PJK3 ahli K3
listrik.

Pemadam kebakaran:
Sesuai kepmen no 186 tahun 1999 pasal 2, perusahaan TMR harus memiliki buku rencana
penanggulangan kebakaran karena mempekerjakan lebih dari 50 orang tenaga kerja

Dan juga sesuai kepmen no 186 tahun 1999 pasal 6, perusahaan TMR harus memiliki minimal 11
orang petugas peran kebakaran, 1 regu penanggulangan kebakaran, 1 koordinator
penanggulangan kebakaran, dan 1 ahli K3 kebakaran.
4. Sesuai permenaker no 1 tahun 1980 pasal 2, perusahaan wajib melaporkan pekerjaa renovasi
gudang kepada direktur atau pejabat yang ditunjuk.

Sesuai permenaker no 1 tahun 1980 pasal 13 ayat 2, lantai perancah harus diberi pagar
pengaman karena tingginya melebihi 2 meter.

berdasarkan kep dirjen pembinaan pengawasan ketenagakerjaan no 20 tahun 2004 point


pertama, kontraktor harus memiliki sekurang-kurangnya 1 orang ahli K3 konstruksi, 1 orang ahli
madya konstruksi dan 2 orang ahli muda konstruksi.

5. PT TMR Harus melaksanakan kegiatan pemeriksaan kesehatan kepada seluruh karyawan secara
berkala mengacu pada UU No.1 / 1970 pasal 8 ayat 1 dimana pengurus diwajibkan memeriksa
kesehatan badan, kondisi mental dan kemampuan fisik dari tenaga kerja dan ayat 2 pengurus
diwajibkan memeriksa semua tenaga kerja yang berada dibawah pimpinannya.

Dokter spesialis tersebut diwajibkan memiliki pelatihan hiperkes dan keselamatan kerja sesuai
permenakertrans No.1 tahun 1967 perusahaan diwajibkan mengirimkan setiap dokter
perusahaannya mendapatkan pelatihan di bidang hygine.

PT TMR berkewajiban mengikut sertakan Sekretaris P2K3 pada pelatihan AK3 umum sesuai
dengan (Permen 04/1987 pasal 3 ayat 2) yaitu : Sekretaris P2K3 ialah Ahli K3 dari perusahaan
yang bersangkutan.

6. Sesuai PP No.01/ Tahun 1988 lampiran 1 No.2, PT TMR diwajibkan memilki 2 orang operator
dengan kwalifikasi kelas I.
PT TMR diwajibkan memiliki 1 orang operator overhead crane yang memiliki kualifikasi ke 2
sesuai dengan permen NO.09/MEN/VII/2010 Bab IV kewenangan operator dan petugas pasal 28
ayat 2 yang berisi:
a. Mengoperasikan peralatan angkat sesuai dengan jenisnya dengan kapasitas lebih dari 25
ton sampai kurang dari 100 ton atau tinggi menara lebih dari 40 meter hingga kurang
dari 60 meter, dan
b. Mengawasi dan membimbing kegiatan operator kelas III apabila perlu didampingin oleh
operator kelas III
PT TMR diwajibkan memiliki 1 orang operator mobil crane yang memiliki kualifikasi ke 3 sesuai
dengan permen NO.09/MEN/VII/2010 Bab IV kewenangan operator dan petugas pasal 28 ayat 3
yang berisi:
c. Berwenang mengoperasikan peralatan angkat angkut sesuai jenisnya dengan kapasitas
kurang dari 25 ton atau tinggi menara sampai dengan 40 meter
Untuk forklift 1 orang operator berkualifikasi kelas 2 sesuai dengan permen
NO.09/MEN/VII/2010 Bab IV kewenangan operator dan petugas pasal 30 ayat 3 yang berisi:
- Operator forklift dan/atau lif truck kelas 2 sebagaimana yang dimaksud dalam pasal 12 huruf
b, berwenang mengoperasikan forklift dan/atau lift truck sesuai jenisnya dengan kapasitas
maksimum 15 ton
7. PT. TMR diwajibkan menerapkan SMK3 karena perusahaan mempekerjakan lebih dari 100 orang
dan mempunyai tingkat potensi bahaya tinggi, sebagaimana disampaikan dalam PP RI No. 50
Tahun 2012 Pasal 5

Anda mungkin juga menyukai