Anda di halaman 1dari 4

Laporan Pelaksanaan

Kegiatan Pemantapan Komisi Investasi Desa (KID) Program P4MI Kabupaten Lombok
Timur
Periode Anggaran Tahun 2008

1. PENDAHULUAN
Buruknya kondisi pertumbuhan sektor pertanian dalam rangka menopang pembangunan
ekonomi masyarakat tidak bisa kita pungkiri yang dikarenakan oleh beberapa faktor seperti :
(a) pengembangan teknologi kurang mencukupi, (b) kekurangan infrastruktur sosial dan fisik,
(c) kelembagaan yang lemah, dan (d) insentif yang tidak memadai dan membatasi kemampuan
petani untuk meningkatkan pendapatannya.
Untuk menanggulangi permasalahan ini maka deregulasi kebijakan bidang pertanian terus
diupayakan melalui berbagai program seperti Program Peningkatan Pendapatan Petani Melalui
Inovasi (P4MI). Dan salah satu upaya untuk menekan faktor-faktor penyebab rendahnya
pertumbuhan sektor pertanian di tingkat desa maka dibentuklah Komis Investasi Desa yang
anggota dan kepengurusannya berasal dari Kelompok Tani di Desa bersangkutan.
Dalam aktivitasnya sebagai Komisi Investasi Desa para pengurus dituntut mampu menjadi
wadah dan inisiator terbentuknya sarana dan prasarana pendukung dalam menopang
peningkatan pendapatan petani, untuk itu pelatihan bagi para pengurus Komis Investasi Desa
(KID) akan sangat mendukung.

2. TUJUAN
Untuk memberikan bekal kepada Komite Investasi Desa (KID) di masing-masing desa dalam
melaksanakan tugas dan fungsinya dalam memelihara, menjaga dan mengembangkan hasil
investasi yang telah dilaksanakan.

3. PESERTA KEGIATAN
Yang menjadi peserta dari kegiatan ini adalah para Komisi Investasi Desa (KID) yang telah
ditetapkan melalui proses pemilihan ditingkat desa dari 55 Desa yang menjadi sasaran program
tahun 2008 sebanyak 30 orang (Daftar Hadir Terlampir)

4. PENDANAAN
Pendanaan kegiatan Pelatihan Fasilitator Desa bersumber dari dana program P4MI yang
berasal dari pemerintah (rupiah murni APBN, pinjaman luar negeri : ADB Loan 1909 – INO
SF).
5. PELAKSANAAN

A. WAKTU DAN TEMPAT PELAKSANAAN


Pelaksanaan kegiatan Pemantapan bagi pengurus KID program tahun 2008 dilaksanakan di
6 wilayah dari tanggal 7 Juni s/d 10 Juni 2008 :

B. FASILITATOR/TUTOR
Fasilitator berjumlah orang tediri dari :
1. Bappeda Kabupaten Lombok Timur
2. Koordinator SLK Kabupaten Lombok Timur
3. 2 orang SLK
4. 9 Orang Anggota Konsorsium YP3M Lotim

C. METODE PELATIHAN
Kegiatan Pelatihan FD mempergunakan Metode Partisifatif yang terdiri dari :
1. Pemaparan Materi Pelatihan
Penyampaian gambaran umum tentang materi yang diberikan oleh fasilitator
(instruktur) dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada peserta pelatihan
kemudian para peserta dituntun untuk lebih aktif (partisipatif) dalam mengulas dan
membahas materi yang diberikan.
2. Penugasan
Untuk lebih membangun partisipasi peserta dalam pelatihan, para peserta diberi tugas
secara berkelompok tentang apa dan bagaimana mereka nantinya di tingkat lapang.
3. Diskusi kelompok dan diskusi pleno.
4. Kunjungan lapangan
5. Rencana Tindak Lanjut.
D. MATERI PELATIHAN
Adapun materi pelatihan yang diberikan adalah sebagai berikut :
No. Materi Pelatihan
1 Kebijakan Program P4MI
2 Kajian Dasar Investasi
3 Pelaksanaan Investasi
4 Administrasi Kontribusi Masyarakat
5 Pemeliharaan Investasi
6 Profile KID dan FAD
7 Revie
8 Administrasi Keuangan
9 Evaluasi RTL
10 Study Lapangan
11 Post Test

E. RENCANA TINDAK LANJUT


Sesuai hasil kesepakatan para peserta pelatihan maka rencana tindak lanjut yang akan
dilakukan dirumuskan sebagai berikut :
Persiapan
- Koordinasi dengan pemerintah desa terkait dengan hasil pelatihan
- Sosialisasi program P4MI di tingkat Kelompok Tani dan Dusun
- Identifikasi kelompok tani dan pembentukan/refitalisasi kelompok tani.
- Pemetaan kelompok tani berdasarkan peta kemiskinan di tingkat dusun (kelompok
tani laki-laki dan kelompok tani perempuan)
- Identifikasi calon-calon pengurus KID dari kelompok tani, tokoh masyarakat dan
tokoh pemuda dan pemudi.
- Bersama SLK dan aparat desa menginisiasi pembentukan KID.
- Pembentukan KID dengan segala perlengkapannya melalui musyawarah desa.
Perencanaan
- Sosialisasi ditingkat kelompok tani terkait dengan RID dan berdasarkan hasil kajian
sosial desa bersama SLK
- Mendampingi proses RID yang bermanfaat untuk meningkatkan pendapatan petani.
- Mendampingi KID dan Kelompok tani untuk penentuan skala prioritas usulan
dengan berpedoman pada dampak sosial, ekonomi, lingkungan dan gender.
- Mendampingi keluarga tani dan kelompok tani 2 mingguan dan penilaian
kemiskinan, kegiatannya dan keterlibatannya dalam investasi.
- Mendampingi KID dalam penyusunan proposal RID.
- Bersama KID untuk mengundang tim teknis di tingkat Kabupaten untuk melihat
kelayakan teknis RID.
- Bersama KID menyampaikan proposal Investasi Desa ke Komite Koordinasi
Daerah (KKD) melalui PIU Kabupaten.
- Mendampingi KID dalam pengusulan dana RID.
Pelaksanaan Pendampingan
- Mendampingi KID untuk persiapan pelaksanaan Investasi Desa
- Mendampingi KID dalam pembentukan Tim Pelaksana RID dengan keterlibatan
kelompok tani.
- Bersaman dengan KID untuk membuat prioritas kegiatan Investasi dan membuat
jadwal kegiatan.
- Mendampingi pelaksanaan kegiatan investasi desa.
- Mendampingi pembuatan administrasi KID
- Memantau keterlibatan kelompok tani pada pelaksanaan investasi.
- Memastikan keterlibatan perempuan dalam pengambilan keputusan investasi desa.
- Memastikan kegiatan investasi telah sesuai dengan rencana usulan dalam proposal
investasi desa.
- Membuat jadwal bersama dengan KID untuk pertemuan kelompok tani secara
berkala minimal 3 bulan sekali.
- Mengadakan pelatihan kelompok tani laki-laki dan perempuan dari dana investasi
yang diusulkan.
- Memastikan kegiatan Demplot dilaksanakan oleh Kelompok Tani binaan KID dan
berkelanjutan dengan pola revolping
- Memfasilitasi KID dalam membuat laporan kemajuan kegiatan dan administrasi
setiap minggu.

6. PENUTUP
Demikian Laporan kegiatan Pelatihan Komisi Investasi Desa Tahun 2008 Program P4MI di
Kabupaten Lombok Timur telah di laksanakan dengan baik sesuai dengan ketentuan yang
berlaku yang di tetapkan dalam PAM, TOR dan PANDUM sesuai dengan tujuan yang telah
ditetapkan.

Koordinator SLK Lombok Timur

Ir. Agus Purbathin, M.Si


Leader