Anda di halaman 1dari 16

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Keperawatan adalah pelayanan professional yang merupakan bagian
integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan ilmu dan kiat keperawatan,
berbentuk pelayanan bio psiko sosio spiritual yang komprehensif yang ditujukan
kepada individu, kelompok dan masyarakat baik sakit maupun sehat yang
mencakup seluruh proses kehidupan manusia (Lokakarya Nasional Perawat,
1983).
Asmadi (2008) mendefinisikan keperawatan sebagai suatu bentuk layanan
kesehatan profesional yang merupakan bagian integral dari layanan kesehatan
yang didasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan. Keperawatan memiliki suatu
cara pandang mendasar yang disebut sebagai paradigma. Paradigma keperawatan
merupakan suatu pandangan global yang dianut oleh mayoritas kelompok ilmiah
(keperawatan) atau hubungan berbagai teori yang membentuk suatu susunan yang
mengatur hubungan di antara teori tersebut guna mengembangkan model
konseptual dan teori-teori keperawatan sebagai kerangka kerja perawat.
Paradigma keperawatan terdiri atas empat unsur, yaitu keperawatan, manusia,
sehat-sakit, dan lingkungan.

B. Sejarah dan Perkembangan Keperawatan di Dunia


Sejarah keperawatan di dunia diawali pada zaman purbakala (Primitive
Culture) sampai pada munculnya Florence Nightingale sebagai pelopor
keperawatan yang berasal dari Inggris. Perkembangan keperwatan sangat
dipengaruhi oleh perkembangan struktur dan kemajuan peradaban manusia.
Perkembangan keperawatan diawali pada :
1. Zaman Purbakala (Primitive Culture)
Manusia diciptakan memiliki naluri untuk merawat diri sendiri (tercermin
pada seorang ibu). Harapan pada awal perkembangan keperawatan adalah perawat
harus memiliki naluri keibuan (Mother Instinc). Dari masa Mother Instickemudian
bergeser ke zaman dimana orang masih percaya pada sesuatu tentang adanya

1
kekuatan mistik yang dapat mempengaruhi kehidupan manusia. Kepercayaan ini
dikenal dengan nama Animisme. Mereka meyakini bahwa sakitnya seseorang
disebabkan karena kekuatan alam/pengaruh gaib seperti batu-batu, pohon-pohon
besar dan gunung-gunung tinggi. Kemudian dilanjutkan dengan kepercayaan pada
dewa-dewa dimana pada masa itu mereka menganggap bahwa penyakit
disebabkan karena kemarahan dewa, sehingga kuil-kuil didirikan sebagai tempat
pemujaan dan orang yang sakit meminta kesembuhan di kuil tersebut. Setelah itu
perkembangan keperawatan terus berubah dengan adanya Diakones & Philantrop,
yaitu suatu kelompok wanita tua dan janda yang membantu pendeta dalam
merawat orang sakit, sejak itu mulai berkembanglah ilmu keperawatan.
2. Zaman Keagamaan
Perkembangan keperawatan mulai bergeser kearah spiritual dimana
seseorang yang sakit dapat disebabkan karena adanya dosa/kutukan Tuhan. Pusat
perawatan adalah tempat-tempat ibadah sehingga pada waktu itu pemimpin agama
disebut sebagai tabib yang mengobati pasien. Perawat dianggap sebagai budak
dan yang hanya membantu dan bekerja atas perintah pemimpin agama.

3. Zaman Masehi
Keperawatan dimulai pada saat perkembangan agama Nasrani, dimana
pada saat itu banyak terbentuk Diakones yaitu suatu organisasi wanita yang
bertujuan untuk mengunjungiorang sakit sedangkan laki-laki diberi tugas dalam
memberikan perawatan untuk mengubur bagi yang meninggal.

Pada zaman pemerintahan Lord-Constantine, ia mendirikan Xenodhoecim


atau hospes yaitu tempat penampungan orang-orang sakit yang membutuhkan
pertolongan. Pada zaman ini berdirilah Rumah Sakit di Roma yaitu Monastic
Hospital.

4. Pertengahan abad VI Masehi


Pada abad ini keperawatan berkembang di Asia Barat Daya yaitu Timur
Tengah, seiring dengan perkembangan agama Islam. Pengaruh agama Islam

2
terhadap perkembangan keperawatan tidak lepas dari keberhasilan Nabi
Muhammad SAW menyebarkan agama Islam.

5. Abad VII Masehi


Di Jazirah Arab berkembang pesat ilmu pengetahuan seperti Ilmu Pasti,
Kimia, Hygiene dan obat-obatan. Pada masa ini mulai muncul prinsip-prinsip
dasar keperawatan kesehatan seperti pentingnya kebersihan diri, kebersihan
makanan dan lingkungan. Tokoh keperawatan yang terkenal dari Arab adalah
Rufaidah.

6. Permulaan abad XVI


Pada masa ini, struktur dan orientasi masyarakat berubah dari agama
menjadi kekuasaan, yaitu perang, eksplorasi kekayaan dan semangat kolonial.
Gereja dan tempat-tempat ibadah ditutup, padahal tempat ini digunakan oleh orde-
orde agama untuk merawat orang sakit. Dengan adanya perubahan ini, sebagai
dampak negatifnya bagi keperawatan adalah berkurangnya tenaga perawat. Untuk
memenuhi kurangnya perawat, bekas wanita tuna susila yang sudah bertobat
bekerja sebagai perawat. Dampak positif pada masa ini, dengan adanya perang
salib, untuk menolong korban perang dibutuhkan banyak tenaga sukarela sebagai
perawat, mereka terdiri dari orde-orde agama, wanita-wanita yang mengikuti
suami berperang dan tentara (pria) yang bertugas rangkap sebagai perawat.

3
BAB II

PEMBAHASAN

A. Kredensial dan Latar Belakang Teoris

Martha Elizabeth Rogers, anak tertua dari 4 bersaudara dari


pasanagn Bruce Taylor Rogers dan Lucy Mulhulland Keener Rogers,
dilahirkan pada 12 mei 1914, di Dallas, Texas. Segera setelah Rogers di
lahirkan, keluarganya kembali ke Knoxville, Tennesse. Rogers memulai
studinya pada tahun 1931 sampai tahun 1933 untuk mempelajari ilmu
keperawatan di University of Tennesse. Rogers memperoleh gelar
diploma Keperawatan dari Knoxville General Hospital School of Nursing
pada tahun 1936. Rogers memperoleh gelar sarjana dengan singkat dari
George Peabody Colleage di Nasville, Tennesse pada tahun 1937. Gelar
lain Roger adalah Master of Art di bidang keperawatan kesehatan
masyarakat yang di peroleh dari Teaches Collage, Columbia University,
New York pada tahun 1945, dan Master of Public Health pada tahun 1952
dan gelar ScD pada tahun 1954 dari Johns Hopkins University di
Baltimore.
Roger mengawali praktik Keperawatannya dengan melakukan
kunjungan dan supervise, memberikan edukasi, dan praktik Keperawatan
di daerah masyarakat pedesaan Michigan di Connecticut, selanjutnya,

4
Rogers mendirikan layanan kesehatan dengan melakukan kunjungan
rumah di Phoenix, Arizona. Selama 21 tahun yaitu dari tahun 1954 sampai
1975, Roger menjadi professor dan kepala divisi keperawatan di New
York University. Setelah tahun 1975, Rogers melanjutkan tugasnya
sebagai professor sampai menjadi professor emeritus pada tahun 1979.
Roger menyandang gelar tersebut hingga meninggal dunia pada tanggal 13
maret 1994, pada usia 79 tahun.
Publikasi Roger terdiri dari 3 buku dan lebih dari 200 artikel.
Roger memberikan kuliah pada 46 negara, di distrik Columbia, Puerto
Rico, Mexico, Belanda, China, Newfoundland, Columbia, Brazil dan
Negara Negara lainnya (M. Rogers, komunikasi pribadi, Maret 1988).
Rogers memperoleh gelar doctor Honoris Causa dari berbagai konstitusi
terkenal seperti, Duquesne University, University of San Diego, Iona
Collage, Fairfield University, Adelphi University, Mercy Collage, dan
Washburn University of Topeka.
Sejumlah penghargaan di terima Rogers atas konstribusi dan
kepimpinannya di bidang keperawatan melalui berbagai sitasi yang
menginspirasi kepemimpinan relasi inter-kelompok yang dilakukan oleh
Chi Eta Phi Sorerity “konstribusi yang besar pada keperawatan” dari New
York University dan “pelayanan yang luar biasa untuk keperawatan” oleh
Teachers College. Selanjutnya New York University membangun pusat
ilmu Keperawatan Martha E. Rogers. Pada tahun 1996, Rogers
memperoleh gelar anumerta dari the American Nurses Association Hall of
Fame.

B. Konsep Teori Martha E. Rogers


Dasar teori Rogers adalah ilmu tentang asal usul manusia dan alam
semesta seperti antropologi, sosiologi, agama, filosofi, perkembangan
sejarah dan mitologi. Teori Rogers berfokus pada proses kehidupan
manusia secara utuh. Ilmu keperawatan adalah ilmu yang mempelajari

5
manusia, alam dan perkembangan manusia secara langsung. (Tomey &
Alligood, 1998).
Keperawatan adalah ilmu humanisti/humanitarian yang
menggambarkan dan memperjelas bahwa manusia dalam strategi yang
utuh dan dalam perkembangan hipotesis secara umum dengan
memperkirakan prinsip - prinsip dasar untuk ilmu pengetahuan praktis.
Ilmu keperawatan adalah ilmu kemanusiaan yang mempelajari tentang
alam dan hubungannya dengan perkembangan manusia. Rogers
mengungkapkan bahwa aktivitas yang di dasari prinsip - prinsip
kreatifitas, seni dan imaginasi. Aktifitas keperawatan merupakan kegiatan
yang bersumber pada ilmu pengetahuan abstrak, pemikiran intelektual, dan
hati nurani. Rogers menekankan bahwa keperawatan adalah disiplin ilmu
yang dalam aktifitasnya mengedepankan aplikasi keterampilan, dan
teknologi. (McEwen & Wills, 2011).

C. Asumsi Utama Konsep Sentral dari Model Konseptual Martha E.


Rogers
Rogers meletakan sekumpulan asumsi-asumsi dasar yang
menggambarkan proses kehidupan manusia. Asumsi-asumsi yang
merupakan kunci utama Martha E. Rogers terhadap empat konsep sentral
adalah sebagai berikut :
- Keperawatan
Rogers menyatakan bahwa ilmu keperawatan adalah Unitary Human
Being, yaitu manusia sebagai unit. Dia mengartikan bahwa tidak ada ilmu
lain yang mempelajari manusia secara keseluruhan atau utuh. Rogers
menjelaskan keperawatan sebagai profesi yang menggabungkan unsur
ilmu pengetahuan dan seni. Keperawatan adalah ilmu pengetahuan
humanistik yang didedikasikan untuk menghibur agar dapat menjaga dan
memperbaiki kesehatan, mencegah penyakit, dan merawat serta
merehabilitasi seseorang yang sakit dan cacat. Praktek professional
keperawatan bersifat kreatif, imajinatif, eksis untuk melayani orang, hal

6
tersebut berakar dalam keputusan intelektual, pengetahuan abstrak dan
perasaan mahkluk. (Rogers,1992 dalam Meleis 2007).
- Kesehatan
Istilah kesehatan digunakan sebagai terminologi nilai yang ditentukan oleh
budaya atau individu.Kesehatan dan penyakit merupakan manifestasi pola
dan diangap menunjukkan pola perilaku yang nilainya tinggi dan rendah.
Rogers memandang konsep sehat-sakit sebagai suatu ekspresi dari
interaksi manusia dengan lingkungannya dalam proses yang mendasar
(Fitzpatrick dan Whall, 1986).
- Lingkungan,
Lingkungan sebagai empat bangunan energi yang tidak dapat direduksi
yang diidentifikasi dengan pola dan manifestasi karakteristik yang
spesifik. Lingkungan mencakup segala sesuatu yang berada diluar yang
diberikan oleh bangunan manusia. (Meleis 2007)
- Manusia
Manusia merupakan satu kesatuan yang utuh dan memiliki sifat dan
karakter yang berbeda-beda. Proses kehidupan manusia dinamis selalu
berinteraksi dengan lingkungan, saling mempengaruhi dan dipengaruhi
atau sebagai system terbuka. Rogers juga mengkonsepkan manusia sebagai
unit yang mampu berpartisipasi secara kreatif dalam perubahan. (Meleis,
2007).

D. Kegunaan Prinsip Rogers bagi Konsep Keperawatan


Jika profesi keperawatan dipandang sebagai kepedulian pada
umat manusia, prinsip-prinsip homeodynamics memberikan pedoman
untuk memprediksi sifat dan arah perkembangan individu sebagairespon
terhadap masalah kesehatan.
Diharapkan, praktik keperawatan profesional kemudian akan
meningkatkan dinamika integrasi manusia dan lingkungannya, untuk
memperkuat hubungan dan integritas bidang manusia, dan untuk
mengarahkan pola dari bidang manusia dan lingkungan untuk realisasi

7
maksimum kesehatan (Rogers, 1992). Tujuan ini akan tercermin dalam
proses keperawatan. Untuk berhasil menggunakan prinsip-prinsip
homeodinamik, diperlukan pertimbangan perawat dan melibatkan perawat
dan klien dalam proses keperawatan. Jika sesuatu atau seseorang di luar
individu adalah bagian dari lingkungan, maka perawat akan menjadi
bagian dari lingkungan klien. Maka tersirat bahwa
klien berpartisipasi, serta bersedia maju dalam proses keperawatan.
Akibatnya, hasil keperawatanmandiri, yang Rogers (1992),
mempertahankan diperlukan jika klien berusaha mencapai potensi
maksimal dengan cara yang positif.Keperawatan, adalah bekerja
dengan klien, bukan kepada atau untuk klien. Keterlibatan ini dalam
proses keperawatan oleh perawat menunjukkan kepedulian terhadap semua
orang bukan dari satu aspek, satu masalah, atau segmen terbatas
pemenuhan kebutuhan.
Dalam tahap keperawatan, semua fakta dan opini tentang klien dan
lingkungan dikumpulkan. Karena keterbatasan kita dalam mengukur dan
alat pengumpulan data, informasi yang dikumpulkan sesering mungkin
dari suatu pemisahan diri atau bagian lainnya. Namun, untuk
melaksanakan pedoman, analisis data harus dalam keadaan yang
mencerminkan keutuhan, yang mungkin dicapai dengan menanyakan
beberapa pertanyaan dan mendapat respon dari data yang ada.
Pertanyaan seri pertama mencerminkan prinsip Integrasi. Seri
berikutnya akan mencerminkan prinsip resonancy. Seri terakhir dari
pertanyaan akan dipengaruhi oleh prinsip helicy.
Untuk mencerminkan pola gagasan, terkadang akan ditambahkan
beberapa pertanyaan untuk prinsip helicy sebagai pertimbangan. Harus
diingat bahwa tanggapan klien merupakan cerminan suatu titik tertentu
dalam ruang-waktu. Akibatnya, pola yang diidentifikasi ini tidak statis
tetapi terus berubah, mencerminkan perubahan waktu dan menambahkan
pengalaman masa lalu. Bukan berarti pertanyaan-pertanyaan ini memuat
semua, tetapi menggunakan mereka sebagai referensi akan membantu

8
memberikan perawat dengan melihat klien seutuhnya. Ini akan
mengidentifikasi perbedaan individu dan pola pertukaran bagian-bagian
secara berurutan dalam proses kehidupan. Penilaian keperawatan adalah
penilaian dari seluruh keadaan manusia dan bukan penilaian yang hanya
berdasarkan fisik atau status mental. Ini merupakan penilaian potensi sehat
dan sehat secara mandiri dan bukan penilaian dari suatu penyakit atau
proses penyakit. Hasilnya ialah bahwa kemandirian memiliki kedudukan
lebih tinggi dibandingkan penyakitnya.
Sebagai hasil dari penilaian keperawatan, ditarik kesimpulan
tentang kemandirian. Kesimpulannya adalah diagnosis keperawatan,
langkah kedua dalam proses keperawatan, dan itu mencerminkan prinsip-
prinsip homeodynamik. Irama, pola, keanekaragaman, interaksi, dan
variasi proses kehidupan terlihat dengan jelas. Diagnosis keperawatan
bertujuan untuk mengetahui pola pertukaran bagian-bagian tersebut dalam
proses kehidupan yang mencakup hubungan manusia-lingkungan (Roger,
1970). Meskipun tidak sempurna, diagnosa keperawatan berdasarkan pola
kesehatan fungsional Gordon memiliki potensi yang lebih besar
kegunaannya dengan kerangka Roger karena cenderung mencerminkan
pandangan yang lebih tentang keutuhan individu. Mengingat bersifat statis
dan kehilangan tradisi sepanjang diagnosa, sehingga penggunaannya
dalam sistem abstrak dinamis bahkan mungkin tidak tepat (Smith, 1988).
Dengan membuat diagnosis keperawatan, mengarahkan perawat
memberikan asuhan keperawatan. Fokus pada perkembanagn yang
membutuhkan implementasi dalam lingkungan maupun di dalam individu.
Diharapkan bahwa perubahan yang satu ini akan terkait dengan perubahan
simultan lainnya. Karena integrasi individu dengan lingkungan, masalah
kesehatan tidak dapat dipisahkan dari penyakit sosial di dunia. Oleh karena
itu, masalah ini tidak bisa ditangani dengan efektif dengan cara yang
umumnya diterima secara umum, transisi, tindakan penyakit berorientasi
(Rogers, 1992). Dibutuhkan daya imajinasi dan kreatifitas.

9
Resonansi mensyaratkan bahwa rencana keperawatan diarahkan
untuk mendukung atau memodifikasi variasi proses kehidupan seluruh
manusia. karena proses kehidupan manusia merupakan fenomena searah,
sehingga tidak bisa mengembalikan individu ke tingkat mantan
keberadaan, melainkan, perawat membantu individu bergerak maju ke
tingkat yang lebih tinggi lebih beragam eksistensi.
Program keperawatan di bidang helicy membutuhkan penerimaan
perbedaan individu sebagai ungkapan munculnya evolusi, untuk
mendukung atau memodifikasi irama dan tujuan hidup. Untuk melakukan
ini membutuhkan partisipasi dan aktif dari klien dalam asuhan
keperawatannya. Kesehatan tidak hanya tercapai dengan mempromosikan
homeostasis dan keseimbangan, melainkan mengambil langkah-langkah
untuk meningkatkan dinamika dan keragaman dalam individu.
Contoh:
HUBUNGAN PRINSIP HOMEODINAMIK PADA PROSES
KEPERAWATAN

Prinsip Homeodinamik
Komponen proses
keperawatan
Integrasi Resonansi Helicy

Perawatan Lihatlah interaksi Melihat variasi yang terjadi Lihatlah pola irama
penilaian individu dan selama proses kehidupan kehidupan individu
komponen lingkungan – manusia seluruh dan lingkungan.
Bagaimana kerja keberadaan Perkembangan waktu
sama mereka dari kebutuhan
pada mereka di menciptakan
isolasi. perubahan pola irama
kehidupan manusia
seluruh keberadaan.
Lihatlah tujuan

10
hidup. Waspadai
Perawatan Mencerminkan variasi kompleksitas
komponen dalam proses kehidupan berkembang dari
diagnosis Mencerminkan seluruh individu seluruh manusia.
integrasi bidang
individu dan Mendukung atau Mencerminkan pola
Perawatan rencana lingkungan memodifikasi variasi irama individu dan
untuk komponen proses kehidupan seluruh bidang lingkungan.
implementasi Campur tangan individu.
dalam lingkungan
serta kemandirian. Promosikan kembali
Mengubah pola ritmis dinamis
promosikan dalam baik dari individu
satu area akan dan lingkungan.
menyebabkan Menerima perbedaan
perubahan simultan sebagai ungkapan
lain dan hasil munculnya evolusi.
simultan Promosikan
Perawatan Evaluasi modifikasi dibuat dinamika dan
evaluasi dalam variasi proses kompleksitas
komponen kehidupan manusia seluruh daripada homeostatis
keberadaan dan keseimbangan.
Dukungan atau
Evaluasi intregration memodifikasi tujuan
perubahan yang telah hidup.
terjadi 1. Apakah cerita masa lalu ?
Perawatan 2. Apa deviasi dari norma Mengevaluasi
penilaian sangkaan yang terjadi? kembali pola ritmis
komponen 3. Adakah hubungan deviasi individu dan
individu atau lingkungan? lingkungan. Evaluasi

11
4. Apakah alasan dari tujuan - directedness.
1. Bagaimana melihat pengopnamean? Mengevaluasi
lingkungannya? 5. Bagaimana ini akan hubungan tujuan
2. Apa perbedaan berakibat padanya? untuk seluruh
antara rumah sakit individu.
dan rumah?
3. Bagaimana dia 1. Apakah pola
bereaksi pada tingkah laku
perubahan normal dan
lingkungannya? rutinitasnya?
4. Bagaimana dia 2. Apakah tingkah
mengatasi masalah laku atau rutinitas
kesehatan dan sikap mengalami
pada lingkungannya perubahan
terhadap lainnya? sebelumnya pada
haknya?
3. Rutinitas apa saja
Apa saja gangguan Rumah yang dapat dia
Sakit ini dalam kehidupan tampilkan?
? 3. Pengalaman masa
Komponen lalu apa yang dia
diagnosa 1. Bagaimanamenyemangati miliki?
keperawatan perkembangan normal ? 4. Bagaimana
2. Bagaimana dapat mungkin pengalaman
Perencanaan Apakah sifat dari meminimalkan efek itu mempengaruhi
keperawatan untuk interaksi antara dan gangguannya? situasinya yang
komponen Rumah sakit? sekarang?
implementasi 5. Bagaimanakah
1. Bagaimana bisa perkembangan level
lingkungan rumah ?

12
sakit dimodifikasi 6. Akankah
untuk mengurangi lingkungan rumah
perbedaan identitas? sakit mensupport
2. Bagaimana atau memperlambat
membantu memaham kemajuan
i perbedaan yang perkembang?
tidak bisa 7. Apakah tujuan-
dihilangkan? tujuan ?
3. Bagaimana
meningkatkan
potensi
kesehatandengan 1. Apakah berkembang
memanipulasi secara normal sesuai Pola ritme apa yang
lingkungan? dengan teori? ditunjukkan?
2. Apakah ada gangguan
dengan perkembanagn
Komponen yang sulit berkembang? 1. Bagaimana
evaluasi pola perilakunormal
keperawatan 1. Apakah dan
perilaku berubah seb rutinitasnyadipromos
agai akibat dari ikan di rumah sakit?
modifikasi 2. Apakah jenis
lingkungan? modifikasi dapat
2. Apakah jenis reaksi dibuat untuk
baru sekarang dipromosikan pola-
terjadi? pola perilaku normal
dan rutinitas?
3. Apa jenis ketentuan
yang dapat
memotivasinya

13
kembali tumbuhn
normal dan
berkembang?
4. Bagaimana
membantu untuk
mengembangkan
pola mithin berhasil
berirama perilaku
lingkungan rumah
sakit?
5. Bagaimana
membantu mencapai
tujuannya?

1. Apa jenis alur


kembali yang terjadi?
2. Apakah didukung
untuk berkembang?
3. Apakah ia bergerak
kepada tujuannya?

(George, Julia B.1995:241)

14
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Martha Elizabeth Rogers, anak tertua dari 4 bersaudara dari
pasanagn Bruce Taylor Rogers dan Lucy Mulhulland Keener Rogers,
dilahaikan pada 12 mei 1914, di Dallas, Texas. Segera setelah Rogers di
lahirkan, keluarganya kembali ke Knoxville, Tennesse.
Roger mengawali praktik Keperawatannya dengan melakukan
kunjungan dan supervise, memberikan edukasi, dan praktik Keperawatan
di daerah masyarakat pedesaan Michigan di Connecticut, selanjutnya,
Rogers mendirikan layanan kesehatan dengan melakukan kunjungan
rumah di Phoenix, Arizona. Selama 21 tahun yaitu dari tahun 1954 sampai
1975, Roger menjadi professor dan kepala divisi keperawatan di New
York University. Setelah tahun 1975, Rogers melanjutkan tugasnya
sebagai professor sampai menjadi professor emeritus pada tahun 1979.
Roger menyandang gelar tersebut hingga meninggal dunia pada tanggal 13
maret 1994, pada usia 79 tahun.
empat konsep sentral adalah sebagai berikut :
- Keperawatan
Rogers menyatakan bahwa ilmu keperawatan adalah Unitary Human
Being, yaitu manusia sebagai unit. Dia mengartikan bahwa tidak ada ilmu
lain yang mempelajari manusia secara keseluruhan atau utuh.Rogers
menjelaskan keperawatan sebagai profesi yang menggabungkan unsur
ilmu pengetahuan dan seni. Keperawatan adalah ilmu pengetahuan
humanistik yang didedikasikan untuk menghibur agar dapat menjaga dan
memperbaiki kesehatan, mencegah penyakit, dan merawat serta
merehabilitasi seseorang yang sakit dan cacat. Praktek professional
keperawatan bersifat kreatif, imajinatif, eksis untuk melayani orang, hal
tersebut berakar dalam keputusan intelektual, pengetahuan abstrak dan
perasaan mahkluk. (Rogers,1992 dalam Meleis 2007).

15
Empat Konseptual menurut Rogers:
- Kesehatan
Istilah kesehatan digunakan sebagai terminologi nilai yang ditentukan oleh
budaya atau individu.Kesehatan dan penyakit merupakan manifestasi pola
dan diangap menunjukkan pola perilaku yang nilainya tinggi dan rendah.
Rogers memandang konsep sehat-sakit sebagai suatu ekspresi dari
interaksi manusia dengan lingkungannya dalam proses yang mendasar
(Fitzpatrick dan Whall, 1986).
- Lingkungan,
Lingkungan sebagai empat bangunan energi yang tidak dapat direduksi
yang diidentifikasi dengan pola dan manifestasi karakteristik yang
spesifik. Lingkungan mencakup segala sesuatu yang berada diluar yang
diberikan oleh bangunan manusia. (Meleis 2007)
- Manusia
Manusia merupakan satu kesatuan yang utuh dan memiliki sifat dan
karakter yang berbeda-beda. Proses kehidupan manusia dinamis selalu
berinteraksi dengan lingkungan, saling mempengaruhi dan dipengaruhi
atau sebagai system terbuka. Rogers juga mengkonsepkan manusia sebagai
unit yang mampu berpartisipasi secara kreatif dalam perubahan. (Meleis,
2007).

16