Anda di halaman 1dari 33

MAKALAH KONSELING KEBIDANAN

TEKNIK KOSELING KEBIDANAN

Oleh : Kelompok 2

1. Darma Yunita
2. Femilya Sri Utama
3. Fitri Ramadani
4. Herni Kurnia
5. Ika Belia Pratiwi
6. Indah Tri Septia
7. Mila Prima Deka
8. Umi Yanti
9. Vivi Anggraini

Dosen Mata Kuliah : Nurul Amalina, S.ST, M.Keb

PROGRAM STUDI KEBIDANAN PROGRAM SARJANA


TERAPAN STIKES FORT DE KOCK BUKITTINGGI
TAHUN 2019
KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah SWT, yang telah memberikan rahmat, taufik,

nikmat dan hidayah-Nya, sehingga penulis mampu menyelesaikan Makalah ini

dengan lancar. Shalawat dan juga salam-Nya semoga selalu tercurah limpahkan

kepada Rasul utusan Allah SWT, Muhammad SAW kepada keluarganya,

sahabatnya, serta umatnya yang selalu istiqomah di jalannya.

Makalah ini penulis buat dalam rangka memenuhi salah satu syarat

penilaian tugas matakuliah konseling kebidanan. Makalah ini membahas tentang

“Teknik Konseling Kebidanan”. Pembuatan makalah ini menggunakan metode

studi pustaka, yaitu mengumpulkan dan mengkaji materi kebidanan dan

bimbingan konseling dari referensi.

Penulis mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah

membantu kesempurnaan makalah ini, terutama kepada Dosen Pembimbing

matakuliah yang telah memberikan pencerahan dan telah membimbing penulis

dalam pembelajaran dan diskusi. Penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat

bagi diri pribadi penulis dan para pembaca. Penulis menyadari bahwa dalam

makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, maka penulis mengharapkan kritik

yang membangun dan saran dari para pembaca agar makalah ini menjadi lebih

baik dan sempurna.

Bukittinggi, Februari 2019

Penulis

i
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR ......................................................................................... i

DAFTAR ISI ........................................................................................................ ii

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah ..................................................................................... 2
1.3 Tujuan........................................................................................................ 2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Defenisi Konseling Kebidanan ................................................................. 3
2.2 Tujuan Konseling Kebidanan .................................................................... 5
2.3 Teknik Konseling Kebidanan .................................................................... 7
2.4 Langkah- langkah konseling dalam praktek kebidaanan .......................... 23
2.5 Hambatan konseling dalam praktek kebidanan......................................... 25
2.6 Bentuk layanan konseling dalam praktek kebidanan ................................ 25

BAB III PENUTUP


3.1 Kesimpulan............................................................................................... 30
3.2 Saran ......................................................................................................... 30

DAFTAR PUSTAKA

ii
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Dalam praktik kebidanan, pemberian pelayanan kebidanan yang

berkualitas sangat dibutuhkan. Kualitas kebidanan ditentukan dengan cara

bidan membina hubungan baik dengan sesama rekan sejawat maupun dengan

yang diberi layanan. Upaya meningkatkan kualitas pelayanan kebidanan juga

ditentukan oleh keterampilan bidan berkomunikasi secara efektif dan

melakukan konseling yang baik dengan pasien. Kadang-kadang apa yang kita

ingikan orang lain tahu maksud kita, tetapi pada kenyataannya tidak semua

orang yang kita harapkan mengerti. Begitu juga jika kita berhadapan dengan

pasien maka yang perlu kita tanyakan apakah yang dimaksud pasien sama

dengan yang kita pikirkan. Karena persepsi yang salah dapat menyebabkan

seseorang menjadi tegang, tidak suka, tidak nyaman dan tidak puas. Untuk itu

perlunya kita memahami persepsi agar orang menjadi senang, bahagia dan

puas. Dengan demikian, maka menjadi keharusan adanya media yang

menjebatani hal tersebut, yaitu komunikasi. Dalam dunia kebidanan dikenal

dengan Komunikasi dan Konseling Kebidanan. Karena melalui komunikasi

dan konseling yang baik, maka kelangsungan penggunaan jasa pelayanan

kesehatan menjadi berkesinambungan.

Dalam melakukan komunikasi dan konseling diperlukan teknik-teknik

tertentu untuk membantu memberikan layanan kepada pasien mengenai

permasalahannya. Dalam makalah ini akan disajikan secara lebih mendalam

1
tentang konsep konseling kebidanan serta teknik-teknik yang digunakan

dalam konseling kebidanan.

1.2 Rumusan Masalah

1) Apa yang dimaksud dengan konseling kebidanan?

2) Apa tujuan dilakukannya teknik konseling dalam kebidanan?

3) Bagaimana teknik konseling dalam kebidanan?

4) Apa lanhkah-langkah yang harus dilakukan dalam koseling kebidanan?

5) Apa saja hambatan-hambatan yang ditemukan dalam konseling

kebidanan?

6) Bagaimana bentuk layanan bidan pada pasien dalam koseling kebidanan?

1.3 Tujuan

1) Tujuan Umum

Mahasiswa mampu menerapkan konseling pada pasien sesuaii

dengan masalah yang dihadapi oleh pasien.

2) Tujuan Khusus

Setelah membaca makalah teknik konseling dalam kebidanan,

diharapkan mahasiswa dapat:

a) Memahami defenisi konseling kebidanan

b) Memahami tujuan dilakukannya konseling kebidanan

c) Mengetahui teknik-teknik konseling kebidanan

d) Mengetahui langkah-langkah dan hambatan konseling kebidanan

e) Mengetahui bentuk layanan konseling kebidanan

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi Konseling Kebidanan

Istilah konseling berasal dari bahasa Inggris “to counsel”. yang secara

etimologis konseling berarti “to give advice” atau memberi saran dan nasihat.

Konseling merupakan salah satu teknik dalam pelayanan bimbingan dimana

proses pemberian bantuan itu berlangsung melalui wawancara dalam

serangkaian pertemuan langsung dan tatap muka antara bidan/konselor

dengan klien itu mampu memperoleh pemahaman yang lebih baik terhadap

dirinya, mampu memecahkan masalah yang dihadapinya dan mampu

mengarahkan dirinya untuk mengembangkan potensi yang dimiliki kearah

perkembangan yang optimal, sehingga ia dapat mencapai kebahagiaan pribadi

dan kemanfaatan sosial.

Menurut Burks dan Stefflre, konseling merupakan suatu hubungan

profesional antara seorang konselor terlatih dan seorang klien. Hubungan ini

biasanya dilakukan orang perorang. Menurut American Psychological

Assosation (APA), konseling merupakan suatu hubungan timbal balik antara

konselor (bidan) dengan konseli yang bersifat profesional baik secara individu

ataupun kelompok,yang dirancang untuk membantu konseli mencapai

perubahan yang berarti dalam kehidupan.

Menurut Gustad (1953), konseling merupakan suatu proses yang

mempunyai orientasi pada belajar,dilakukan dalam lingkungan sosial dari

seseorang kepada orang lain (konselor kepada konseli), dengan memberikan

bantuan secara profesinal (memilki pengetahuan dalam bidangnya), serta

3
membantu konseli dengan metode yang disesuaikan kebutuhan masalah yang

dihadapi klien, agar klien dapat memahami dan menggunakan pengertiannya

atas tujuan yang ditetapkan bersama dalam proses konseling secara wajar dan

dihayati, akhirnya konseli dapat menjadi anggota masyarakat yang lebih

produktif dan bahagia. Konseling merupakan proses pemberian informasi

obyektif dan lengkap, dilakukan secara sistematik dengan panduan

komunikasi interpersonal, teknik bimbingan dan penguasaan pengetahuan

klinik yang bertujuan untuk membantu seseorang mengenali kondisinya saat

ini, masalah yang sedang dihadapi, dan menentukan jalan keluar atau upaya

mengatasi masalah tersebut.

Menurut Kamus Bahasa Indonesia konseling berarti pemberian bimbingan

oleh orang yang ahli kepada seseorang dengan menggunakan metode

psikologis. Sedangkan dalam situs Wikipedia bahasa Indonesia, konseling

adalah “proses pemberian bantuan yang dilakukan oleh seorang ahli

(konselor) kepada individu yang mengalami sesuatu masalah (konsele) yang

bermuara pada teratasinya masalah yang dihadapi klien. Istilah ini pertama

kali digunakan oleh Frank Parsons di tahun 1908 saat ia melakukan konseling

karier. Selanjutnya juga diadopsi oleh Carl Rogers yang kemudian

mengembangkan pendekatan terapi yang berpusat pada klien (client

centered).

Shertzer dan Stone telah membahas berbagai definisi yang terdapat di

dalam literatur tentang konseling. Dari hasil bahasannya itu, mereka sampai

pada kesimpulan, bahwa Counseling is an interaction process which

facilitates meaningful understanding of self and environment and result in the

4
establishment and/or clarification of goals and values of future behavior.

Konseling adalah upaya membantu individu melalui proses interaksi yang

bersifat pribadi antar konselor dan konseli agar konseli mampu memahami

diri dan lingkungannya, mampu membuat keputusan dan menentukan tujuan

berdasarkan nilai yang diyakininya sehingga konseli merasa bahagia dan

efektif perilakunya

Konseling kebidanan adalah suatu proses pembelajaran, pembinaan

hubungan baik, pemberian bantuan, dan bentuk kerja sama yag dilakukan

secara proffesional (sesuai dengan bidangnya) oleh bidan kepada pasien untuk

memcahkan masalah, mengatasi hambatan perkembangan, dan memenuhi

kebutuhan pasien.

2.2 Tujuan Konseling Kebidanan

Tujuan konseling diarahkan sebagai layanan yang membantu masalah

yang dihadapi pasien yang meliputi :

a. Mencapai kesehatan psikologi yang positif.

b. Memecahkan masalah meningkatkan efektifitas pribadi individu.

c. Membantu perubahan pada diri individu yang bersangkutan.

d. Membantu mengambil keputusan secara tepat dan cermat.

e. Adanya perubahan prilaku dari yang tidak menguntungkan menjadi

menguntungkan.

Oleh karena itu, bidan sebagai konselor harus berusaha

mengambangkan potensi yang ada agar dapat digunakan pasien secara

efektif. Berdasarkan hal tersebut, ada dua fungsi dalam tujuan konseling

kebidanan yang harus diperhatikan bidan, yaitu sebagai berikut:

5
a) Fungsi kuratif

Bertujuan membantu memecahkan masalah yang dihadapi pasien

dalam proses perkembanganya. Dimana pasien tidak dapat

mengembangkan dirinya karena beberapa alasan yang diterima, maka

pasien dibantu untuk memahami dan menyelesaikan perkembanganya.

b) Fungsi preventif

Fungsi prenventif tidak hanya mengatasi masalah yang telah

terjadi, tetapi juga menjaga agar masalah tidak bertambah serta

muncul masalah baru yang dapat mengganggu diri pasien dan orang

lain. Fungsi preventif dapat diberikan dengan beberapa terapi yang

sesuai dengan masalah dan keadaan pasien itu sendiri.

Sedangkan secara garis besar tujuan konseling kebidanan adalah

mengubah pengetahuan, sikap, dan perilaku pasien.

Fungsi Konseling Kebidanan secara umum:

a) Pencegahan : mencegah timbulnya masalah kesehatan.

b) Penyesuaian : membantu klien mengalami perubahan biologis,

psikologis, kultural dan lingkungan.

c) Perbaikan : perbaikan bila terjadi penyimpangan perilaku klien/ pasien

dan lingkungan yang menyebabkan terjadinya masalah kesehatan

d) Pengembangan : meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dan

peningkatan derajat kesehatan

6
2.3 Teknik Konseling Kebidanan

2.3.1 Teknik Psikodinamika

Teknik psikodinamika juga dikenal dengan istilah psikoanalisis

yang dikembagkan oleh Sigmun Freud. Teknik psikodinamika atau

psikoanalisis menganggap bahwa tingkah laku abnormal disebakan oleh

fakor-faktor intrapsikis atau konflik tak sadar, represi, mekanisme

defensive yang mengganggu penyesuaian diri.

Psikodinamika merupakan sebuah teknik yang sangat berpengaruh

mengobati gangguan mental, dibentuk oleh teori psikodinamika yag

menekankan proses mental bawah sadar dan kadang-kadang

digambarkan sebagai psikologi mendalam.

Teknik ini jelas terkait dengan tradisi jerman yang menyatakan

bahwa pikiran adalah entitas yang aktif, dinamis dan bergerak dengan

sendirinya. Psikodinamika merupakan psikologi ketidaksadaran.

Kesadaran tertuju kearah bidang motivasi, emosi, konflik, symptom,

neorotic, mimpi-mimpi dan sifat-sifat karakter. Psikodinamika dahulu

lahir bukan dari psikologi melainkan dari kedokteran, yakni kedokteran

bidang sakit jiwa.

Kata dinamika dimaksudkan sebagai istilah psikologis yang paralel

dengan dinamika fisik, yang berhubungan dangan berbagai kekuatan

yang mengubah sebuah benda dari inertia (kelembaman) dan

equilibrium (kesetimbangan) yang terus menerus. Psikoterapis

psikodinamika tertarik dengan kekuatan-kekuatan perubahan.

7
Teknik konseling kebidanan psikodinamika merupakan suatu

teknik yang dilakukan bidan untuk membantu pasien dalam pemilihan

dan pengambilan keputusan dengan menggunakan metode

penyembuhan yang lebih bersifat psikologis atau psikis daripada

dengan menggunakan cara-cara fisik, pasien mengalami ketergatungan-

ketergatungan terhadap orang lain sehingga menjadikan orang lain itu

sebagai perantara kebutuhan pesien. Selain itu, hal lain yang membuat

pasien mengalami kesulitan adalah konflik diri atau pertentangan dari

diri pesien antara konsep diri yang ia pegang sebagai tuntunan hidup

dengan harapan untuk masa depan, sehingga menimbulkan kecemasan

pada pasien berimbas pada kemantapan dalam memilih dan

memutuskan keputusan yang akan diambil untuk masa depannya.

Konseling kebidanan psikodinamika berguna untuk membantu

menyesuaikan dan menyeimbangkan aspek-aspek dorongan dan

kebutuhan dalam diri pasien dengan tuntutan dan kebutuhan. Maka dari

itu dalam hal ini peran bidan adalah membantu dalam pemilihan dan

pembuatan keputusan yang dapat dilakukan dengan teknik

psikodinamika.

Peran bidan diantaranya adalah memberikan masukan-masukan

kepada konseli dan lebih bersifat klinis. Pandangan psikodiamika

mengungkap bahwa pemilihan keputusan adalah salah satu dari sekian

banyak keputusan penting yang harus dibuat seseorang didalam

hidupnya.

8
Teori psikodinamika atau tradisi klinis berangkat dari dua asumsi

dasar. Pertama manusia adalah bagian dari dunia binatang kedua,

manusia adalah bagian dari system energy. Kunci utama untuk

memahami manusia menurut paradigma psikodinamika adalah

mengenali semua sumber terjadinya prilaku, baik itu berupa dorongan

yang disadari maupun yang tidak disadari.

Tujuan dari konseling kebidanan psikodinamika adalah untuk

membantu psen mencapai kedaran dan pemahaman teradap alasan di

balik masalahnya, dan kemudian menerjemahkan kesadaran ini kedalam

kemampuan yang matang dalam menghaddapai masalah pasien yang

akan datang. Agar proses ini dapat berjalan lancer, bidan diisyaratkan

mampu menawarkan kepada pasien lingkungan yang cukup aman dan

konsisten agar pasien bsa mengekspresikan fantasi dan dorongan yang

mengakibatkan atau memalukan secara aman.

Kelebihan teknik psikodinamika

- Waktu yang dibutuhak dalam konseling relatif singat

dibandingkan dengan teknik lainnya.

- Teknik ini memliki dasar yang kuat

- Teknik ini bidan bisa lebih megetahui masalah pada diri pasien,

karena prosesnya dimuai dari mecai tahu pengalaman-pengalam

masa lalu pada diri pasien

- Teknik ini bisa membuat pasien mengetahui masalah apa yang

selama ini tidak diketahuinya

- Mengarahkan pada pengurangan keluhan-keluhan klien

9
Kekurangan teknik psikodinamika

- Dengan waktu terbatas klien tidak memperoleh kesempatan untuk

melakukan sesuatu yang ingin mereka lakukan.

- Untuk klien yang mengalami gangguan kronik tentang self,

konseling singkat (brief counselling) hanya dapat dianggap sebagai

suatu bentuk “pengantar menuju konseling”

- Memakan banyak biaya pada pasien

- Dipelukan teknik yang benar-benar terlatih untuk melakuakn teknik

ini.

2.3.2 Eksistensial Humonistik

Teknik konseling eksistensial humanistic berfokus pada diri

manusia. Teknik ini mengutamakan suatu sikap yang menekankan pada

pemahaman atas manusia, kemampuan kesadaran diri, kebebasan untuk

memilih, bertanggung jawab atas diri, dan menentukan nasib sendiri

pada situasi kehidupan alam. Teknik ini berusaha membuka pikiran dan

persaan individu, bagaimana melakukan penghayatan dan meresapi

kehidupan, individu harus sadar atas kemampuannya dalam mengatur

serta menentukan arah hidupnya sendiri secara bebas dan bertanggung

jawab. Sehingga individu akan menjadi dirinya sendiri dan mengalami

keberadaannya secara autentik.

Kelebihan teknik eksistensial humanistik:

- Teknik ini dapat digunakan bagi klien yang mengalami kekurangan

dalam perkembangan dan kepercayaan diri

- Adanya kebebasan klien untuk mengambil keputusan sendiri

10
- Memanusiakan manusa

- Bersifat pembentuk kepribadian, hati nurani, erubahan sikap, analisi

terhadap fenomena social

- Pendekatan terapi eksistensial lebih cocok digunakan pada

perkembangan klien sepertii masalah karir, kegagalan dalam

perawinan, pengucilan dalan pergaulan ataupun masa transisi alam

perkembangan dari remaja menjadi dewasa

Kelemahan Eksistensial humanistik:

- Dalam metodologi, bahasa dan konsepnya yang mistikal

- Dalam pelaksanaanya tidak memiliki teknik yang tegas

- Terlalu percaya pada kemampuan klien dalam mengatasi

masalahnya (keputusan ditentukan oleh klien sendiri)

- Memakan waktu yang lama

- Adanya kebebasan klie untuk mengambil kputusan sendiri

2.3.3 Client Centered

Pada teknik ini klien diberi kesempatan untuk memimpin

wawancara dan memikul sebagian besar dari tanggung jawab atas

pemecahan masalahnya. Beberapa ciri-cirinya antara lain : (a) klien

bebas untuk mengekspresikan dirinya, (b) klien menerima, mengetahui,

menjelaskan, mengulang lebih secara objektif pernyataan-pernyataan

dari klien, (c) klien ditolong untuk makin mengenal diri sendiri dan, (d)

klien membuat asal-usul yang berhubungan dengan pemecahan

masalahnya. Salah satu keuntungan terbesar dari metode ini adalah

mengurangi ketergantungan klien. Bahkan memberikan pelepasan

11
emosi yang dalam dan memberi lebih banyak kesempatan untuk

pertumbuhan.

Kelebihan teknik konseling client-centered

- Mereka bisa menjadi diri sendiri, sebab mereka tahu bahwa mereka

tidak akan di evaluasi dan dihakimi.

- Mereka akan merasa bebas untuk bereksperimen dengan tingkah

laku baru.

- Mereka dapat diharapkan memikul tanggung jawab atas diri

mereka sendiri, dan merekalah yang memasang langkah dalam

konseling.

- Mereka yang menetapkan bidang-bidang apa yang mereka ingin

mengeksplorasinya di atas landasan tujuan-tujuan bagi perubahan.

- Pendekatan Client-Centered menyajikan kepada klien umpan balik

langsung dan khas dari apa yang baru dikomunikasikannya.

- Terapis bertindak sebagai cermin, mereflesikan perasaan-perasaan

kliennya yang lebih dalam.

Kelemahan teknik konseling client-centered

- Cara sejumlah pemratek menyalahtafsirkan atau menyederhanakan

sikap-sikap sentral dari posisi Client-Centered.

- Tidak semua konselor bisa mempraktikan terapi Client-Centered,

sebab banyak konselor yang tidak mempercayai filsafat yang

melandasinya.

- Membatasi lingkup tanggapan dan gaya konseling mereka sendiri

pada refleksi-refleksi dan mendengar secara empatik.

12
- Adanya jalan yang menyebabkan sejumlah pemraktek menjadi

terlalu terpusat pada klien sehingga mereka sendiri kehilangan rasa

sebagai pribadi yang unik.

2.3.4 Trasacsional

Teknik koseling transaksional adalah salah satu teknik

Psychotherapy yang menekankan pada hubungan interaksional.

Transaksional maksudnya ialah hubungan komunikasi antara seseorang

(bidan) dengan orang lain (pasien). Adapun hal yang dianalisis yaitu

meliputi bagaimana bentuk cara dan isi dari komunikasi mereka. Dari

hasil analisis dapat ditarik kesimpulan apakah transaksi yang terjadi

berlangsung secara tepat, benar dan wajar. Bentuk, cara dan isi

komunikasi dapat menggambarkan apakah seseorang tersebut sedang

mengalami masalah atau tidak

Teknik transaksioanal terletak pada pola interaksi baik verbal

maupun nonverbal antara individu yang satu dengan yang lainnya.

Pendekatan ini sangat baik digunakan pada kelompok, dimana

kelompok konselor dapat mengamati dan memanipulasi interaksi antara

anggota kelompok. Teknik trasnsaksional berpandangan bahwa masing-

masing individu mempunyai tiga prilaku atau unsur ego states, yaitu

unsur anak-anak, dewasa dan orang tua.

Unsur anak-anak ditandai dengan tindakan yang didasarkan pada

reaksi emosional dan spontan, reaktif, humor, penuh kreativitas dan

inisiatif. Unsur anak terbagi menjadi tiga macam, yaitu spontan,

pemberontak, penurut. Perilaku yang biasanya muncul adalah

13
menggigit kuku, alu-alu, kalem, berisik, cengen dan merengek. Anak-

anak biasanya mengatakan kepunyaanku, waw, eng-ing-eng, malu ah,

dll

Unsur dewasa ditandai dengan pemikiran rasional dan objektif,

serta kemampuan mengolah data. Keterampilan perseptif dan

kemampuan sosial merupakan atribut orang dewasa. Kalimat yang

umum digunakan adalah saya pikir, mengapa, apa, kapan, dimana dan

bagaimana.

Unsur orang tua dipelajari dari tindakan dan perasaan diri kita

seperti yang dilakukan orang tua membesarkan kita. Unsur orang tua

dapat didefenisikan dari perilaku bijaksana, adil, kritis, murah hati,

sopan dan pandai. Unsur orang tua tercagi menjadi dua macam, yaitu

pengencam dan penolong. Kalimat yang umum digunakan adala berapa

lama saya bertemu denganmu, kasihan sekali kamu, awas, jangan,

pokoknya, dan lainnya.

Teknik transaksional dibedakan mekadai transakisi komplementer

(complementary transaction), transaksi siang (crossed transacsional)

dan trasaksi sembunyi (Ulterior transaction)

Transaksi komplementer disebut juga dengan transaksi sejajar.

Transaksi ini terjadi apabila penerima pesan memberi respons yang

sesuai dengan ego states yang diharapkan oleh pengirim pesan (bidan).

Misalnya, pada situasi di mana ibu hamil takut disuntik tetanus teksoid

(TT), maka pasien berperilaku sebagai anak-anak dan bidan diharapkan

berperan sebagai orang tua.

14
Transaksi silang terjadi apabila penerima pesan memberikan

respon diluar ego state yang diharapkan oleh pengirim pesan (bidan).

Misalnya, bidan mengatakan, “ambilkan KMS (kartu menuju sehat)”

tetapi pesien menerima pesan. “Saya mau periksa kencing”.

Transaksi tersembunyi apabila pengirim pesan menyampaikan

pesan dari ego state, tetapi dibalik itu ia menyampaikan pesan dari ego

state yang lain, maka transaksi itu disebut transaksi tersembunyi atau

terselubung. Misalnya bidan mengatakan,”besok ujian, kita belajar

bersama ya sore ini”. Sebenarnya ada maksud tersembunyi dari

pernyataan tersebut, yaitu bidan ingin bertemu dengan pasien .Dalam

proses konseling, individu dituntut untuk belajar mengidentifikasi ke

dalam dirinya, melihat keadaan diri sendiri, menyadari keadaan diri

yang dominan, dan menentukan pola interaksi dengan orang lain.

Kelebihan Teknik Transacsional:

- Sangat berguna dan para konselor dapat dengan mudah

menggunakannya.

- Menantang konseli untuk lebih sadar akan keputusan awal mereka.

- Integrasi antara konsep dan praktik analisis transaksional dengan

konsep tertentu amat berguna karena konselor bebas menggunakan

prosedur dari teknik lain.

- Memberikan sumbangan pada konseling multikultural karena

konseling diawali dengan larangan mengaitkan permasalahan pribadi

dengan permasalahan keluarga dan larangan mementingkan diri

sendiri

15
Kelemahan teknik trasacsional:

- Banyak Terminologi atau istilah yang digunakan dalam analisis

transaksional cukup membingungkan.

- Penekanan Analisis Transaksional pada struktur merupakan aspek

yang meresahkan.

- Konsep serta prosedurnya dipandang dari perspektif behavioral,

tidak dapat di uji keilmiahannya.

- Konseli bisa mengenali semua benda tetapi mungkin tidak

merasakan dan menghayati aspek diri mereka sendiri.

2.3.5 Behavior

Pengambilan keputusan atau pengambilan sikap yang salah

dipandang sebagai suatu permasalahan yang dihadapi oleh individu.

Pendekatan behavioral menekankan pada perilaku spesifik, yaitu

perilaku yang memang berbenturan dengan lingkungan dan diri klien.

Dalam pendekatan ini, sebagai konselor, bidan menekankan pada

teknik dan prosedur untuk memfasilitasi perubahan perilaku klien

dengan cara memodifikasinya hingga perilaku klien berubah (behavior

modification). Bidan lebih berperan sebagai bagi klien dari pada

kualitas hubungan konseling. Pendekatan behavioral menekankan pada

behavioristic, yaitu perilaku dapat diubah melalui proses belajar;

reality, menekankan pada realitas atau kenyataan yang dihadapi

individu; multimodal, menekankan pada beberapa pendekatan yang

sudah ada dan terpusat pada tujuh komponen pola kehidupan dimana

16
klien diarahkan untuk fokus pada salah satu komponen saja.

Komponen tersebut adalah sebagai berikut :

Tujuh komponen menurut A.Lazarus (BASIC-IB/D)

B : Behavior(perilaku nyata)

A : Affect (alam sperasaan)

S : Sensation (proses persepsi melalui alat indra)

I : Imagery ( kponsep diri dalam berbagai aspek)

C : Cognition (keyakinan dan nilai-nilai dasar dalam berfikir dan

bersikap)

I : interpersonal relationship (hubungan antar pribadi dengan

orang terdekat)

B/D: biological functioning drug (kesehatan jasmani dan kesehatan

fisik atau penggunaan obat-obatan)

Sedangkan menurut ahli lain, tujuh komponen tersebut adalah sebagai

berikut:

H : health (komponen kesehatan)

E : emotion (perasaan)

L : learning (belajar)

P : personal (bersifat pribadi)

I : imagination (pandangan dan bayangan mengenai diri sendiri)

N : need to know (kebutuhan untuk mengetahui)

G : guidance of behaviors (pendamping serta bimbingan)

17
Kelebihan teknik konseling behavioral

- Dengan memfokuskan pa perilaku khusus bhewa klien apat berubah,

konselor dapat membantu klien kearah yang lebih baik terhadap apa

yang harus dilakukan sebagai bagian dari konseling

- Dengan menitikberatkan pada tingah laku khusu, memudahkan

dalam menentukan kriteria keberhasilan proses konseling

- Memberikan peluang pada konselor untuk menggunakan berbagai

tekknik khusu guna menghasilkan perubahan prilaku

Kekurangan teknik koseling behavioral

- Kurangnya kesempatan bagi klien untuk terlibat kreatif dengan

keseluruha enemuan diri atau aktualisasi diri

- Kemungkinan terjadi bahwa klien mengalami “depersonalized”

dengan interaksinya dengan koselor.

- Keseluruhan proses mungkin tidak dapat digunakan bagi klien yang

memiliki permassalahanyang tidak dapat dikaitkan dengan tingkah

laku yang jelas.

- Bagi klien yang berpotensi cukup tinggi dan sedang mencari arti dan

tujuan hidup mereka, tidak dapat berarap bayak dari konseling

behavioral.

2.3.6 Rational Emotive

Istilah Rational Emotive sukar diganti dengan istilah bahasa

Indonesia yang mengena; paling-paling didiskripsikan dengan

mengataka; corak konseling yang menekankan kebersamaan dan

interaksi antar berpikir dan akal sehat (rational thinking), berperasaan

18
(emoting), dan berprilaku (acting), serta sekaligus menekankan bahwa

suatu perubahan yang mendalam dalam cara berpikir dapat

menghasilkan perubahan berarti dalam cara berperasaan dan berprilaku.

Maka, orang yang mengalami gangguan dalam alam perasaannya, harus

dibantu untuk meninjau kembai caranya dan memanfaatkan akal sehat.

Pelopor dan sekaligus promotor utama dari teknik konseling

Rational Emotive ini adalah Albert Ellis pada tahun 1962. Sebagaimana

diketahui aliran ini dilatarbelakangi oleh filsafat eksistensialisme yang

berusaha memahami manusia sebagaimana adanya. Manusia adalah

subjek yang sadar akan dirinya dan sadar akan objek-objek yang

dihadapinya. Manusia adalah makhluk yang berbuat dan berkembang

dan merupakan individu dalam satu kesatuan yang berarti; manusia

bebas, berpikir, beernafsu, dan berkehendak.

Rational Emotive Therapy yang menolak pandangan aliran

psikoanalisis yang berpandangan bahwa peristiwa dan pengalaman

individu menyebabkan terjadinya gangguan emosional. Menurut Ellis

bukanlah pengalaman atau peristiwa eksternal yang menimbulkan

emosional, akan tetapi tergantung kepada pengertian yang diberikan

terhadap peristiwa atau pengalaman itu. Gangguan emosi terjadi

disebabkan pikiran-pikiran seorang yang bersifat irrasional terhadap

peristiwa dan pengalaman yang dilaluinya.

Teknik rasional emotif lebih menekankan kepada kebersamaan

interaksi antara berfikir dan akal sehat perasaan (emosi), prilaku atau

tindakan (attack). Sebagai konselor, bidan harus dapat mengubah cara

19
berfikir, bidan memberikan petunjuk bahwa berfikir irasional atas

kejadian atau perasaan klien akan membahayakan dirinya sendiri.

Berpikir secara irasional akan tercermin dari kata-kata yang digunakan.

Kata-kata yang tidak logis menunjukkan cara berpikir yang salah dan

kata-kata yang tepat menunjukkan cara berpikir yang tepat. Perasaan

dan pikiran negatif serta penolakan diri harus dilawan dengan cara

berpikir yang rasional dan logis, yang dapat diterima menurut akal

sehat, serta menggunakan cara verbalisasi yang rasional. dengan

berfikir rasional, individu dapat menjalankan aktifitas yang lain dan

melupakan permasalahannya.

Kelebihan teknik rasional emotif

- Pendekatan ini cepat sampai kepada masalah yang dihadapi oleh

klien. Dengan itu perawatan juga dapat dilakukan dengan cepat.

- Kaedah pemikiran logik yang diajarkan kepada klien dapat

digunakan dalam menghadapi gejala yang lain.

- Klien merasakan diri mereka mempunyai keupayaan intelektual dan

kemajuan dari cara berfikir.

Kelemahan teknik rasional emotif

- Ada klien yang boleh ditolong melalui analisa logik dan falsafah,

tetapi ada pula yang tidak begitu sulit otaknya untuk dibantu

dengan cara yang sedemikian yang berasaskan kepada logika.

- Ada setengah klien yang begitu terpisah dari realita sehingga usaha

untuk membawanya ke alam nyata sukar sekali dicapai.

20
- Ada juga klien yang terlalu berprasangka terhadap logik, sehingga

sukar untuk mereka menerima analisa logik.

- Ada juga setengah klien yang memang suka mengalami gangguan

emosi dan bergantung kepadanya di dalam hidupnya, dan tidak

mau membuat apa-apa perubahan lagi dalam hidup mereka.

2.3.7 Realitas

Teknik konseling realitas adalah suatu teknik koseling yang

difokuskan kepada tingkah laku sekarang. Terapis berfungsi sebagai

bidan dan model serta mengkonfrontasikan klien dengan cara-cara yang

bisa membantu menghadapi kenyataan dan memenuhi kebutuhan-

kebutuhan dasar tanpa merugikan dirinya sendiri ataupun orang

latherapyin. Inti terapi realitas adalah penerimaan tanggung jawab

pribadi, yang dipersamakan dengan kesehatan mental. Terapi realitas

yang menguraikan prinsip-prinsip dan prosedur-prosedur yang

dirancang untuk membantu orang-orang dalam mencapai sua tu

“identitas keberhasilan” dapat diterapkan pada psikoterapi, konseling,

pengajaran, kerja kelompok, konseling perkawinan, pengelolaan

lembaga dan perkembangan masyarakat. Terapi realitas meraih

popularitas di kalangan konselor sekolah, para bidan dan pimpinan

sekolah dasar dan menengah, dan para pekerja rehabilitasi.

Sedangkan menurut Paul D. Meier, dkk., terapi realitas yang

diperkenalkan oleh William Glasser memusatkan perhatiannya terhadap

kelakuan yang bertanggung jawab, dengan memperhatikan tiga hal (3-

21
R): realitas (reality), melakukan hal yang baik (do right), dan

tanggungjawab (responsiblility).

Konseling Realita bertujuan membantu individu untuk mencapai

otonomi, dengan identitas berhasil sebagai tujuan khususnya. Konselor

dalam prosedur konseling berusaha membantu klien menemukan

pemenuhan kebutuhan dasarnya dengan Right, Responsibility dan

Reality. Dalam hal ini Klien belajar ketrampilan umum, ketrampilan

kognitif/ intelektual, dan ketrampilan menghadapi masalah

kehidupannya.

Pengalaman klien yang diperlukan untuk mencapai tujuan itu

adalah pengalaman memusatkan pada tingkah laku, membuat rencana,

mengevaluasi tingkah laku sendiri, belajar kecanduan positif (positive

addiction) sebagai puncak pengalaman.

Tujuan umum konseling realita dan sudut pandang konselor

menurut Burks (1979) menekankan bahwa konseling realita merupakan

bentuk mengajar dan latihan individual secara khusus. Secara luas,

konseling ini membantu konseli dalam mengembangkan sistem atau

cara hidup yang kaya akan keberhasilan.

Pelaksanaan Konseling realita, menurut Corey (1982) ada beberapa

teknik yang dapat dilaksanakan yaitu : (a) Melakukan main peran

dengan klien. (b)Menggunakan humor. (c) Mengkonfrontasi klien

dengan tidak memberikan ampunan / tidak menerima dalih. (d)

Membantu klien merumuskan rencana perubahan. (e) Melayani klien

sebagai model peranan dan bidan. (f) Menentukan batas-batas dan

22
struktur konseling yang tepat dan jelas. (g)Menggunakan verbal shock

atau sarkasme yang tepat untuk menentang klien dengan tingkah

lakunya yang tidak realistis. (h)Terlibat dengan klien dalam mencari

hidup yang lebih efektif.

Kelebihan Teknik Realitas:

- Asumsi mengenai tingkah laku merupakan hasil belajar.

- Asumsi mengenai kepribadian dipengaruhi oleh lingkungan dan

kematangan.

Kelemahan Teknik Realitas

- Teori ini mengabaikan tentang intelegensi manusia, perbedaan

individu dan factor genetic lain.

- Dalam konseling kurang menekankan hubungan baik antara

konselor dan konseli, hanya sekedarnya.

- Pemberian reinforcement jika tidak tepat dapat mengakibatkan

kecanduan/ketergantungan.

2.4 Langkah-Langkah Konseling Kebidanan.

a) Langkah awal

Merupakan langkah penting dalam proses konseling dalam kebidanan,

keberhasilan langkah awal akan mempermudah langkah berikutna dalam

proses konseling dalam kebidanan. Pada langkah awal tugas bidan sebagai

seorang konselor adalah sebagai berikut.

- Mengeksplorasi perasaan,fantasi, dan ketakutan sendiri.

- Menganalisis kekuatan dan kelemahan diri.

- Menentukan alasan klien minta pertolongan.

23
- Membuat kontrak bersama.

- Mengeksplorasi pikiran, perasaan, dan perbuatan klien.

- Mengidentifikasi masalah klien.

- Merumuskan tujuan bersama klien.

b) Langkah inti

Langkah kedua dari proses konseling kebidanan adalah langkah inti atau

langkah pokok.Langkah ini menentukan apakah bantuan yang diberikan

benar-benar sesuai dengan kebutuhan klien dan apakah konseling berhasil

dengan baik.Tugas bidan pada langkah inti adalah sebagai beikut:

- Mengeksplolarasi stressor yang tepat.

- Mendukung perkembangan kesadaran diri klien dan pemakain koping

mekanisme yang konstruktif.

- Mengatasi penolakan prilaku maladaptif.

- Memberikan beberapa berapa alternatif pilihan pemecahan masalah

- Melaksanakaan alternative yang dipilih klien.

- Merencanakan tindak lanjut dari alternatif pilihan.

c) Langkah Akhir

Setelah melakuka kegiatan pokok dalam proses konseling, meskipun

bidan bukan orang yang paling berhak untuk mengakhiri proses konseling,

akan tetapi bidan harus dapat melakukan terminasi atau pengakhiran. Tugas

bidan pada langkah akhir adalah :

- Menciptakan realitas perpisahan.

- Membicarakan proses terapi dan pencapaian tujuan.

24
- Saling mengeksplorasi perasaan, kehilangan, sedih, marah, dan perilaku

lain.

- Mengevaluasi kegiatan dan tujuan konseling.

- Apabila masih diperlukan, melakukan rencana tindak lanjut dengan

membuat kontrak untuk pertemuan berikutnya.

2.5 Hambatan-hambatan konseling kebidanan

a) Hambatan Internal

Merupakan hambatan pribadi yang berasal dari diri bidan sebagai

konselor.Hambatan pribadi yang sering muncul adalah bidan kurang

percaya diri, kurang pengetahuan, dan keterampilan tentang konsling, serta

kjetidakmampuan dalam membentuk jejaring.

b) Hambatan Eksternal

Ini sering muncul pada organisasi yaitu dari mitra kerja bidan.

Persaingan-persaingan dalam pekerjaan, fasilitas (keuangan, alat

peraga,dsb), dan budaya seringkali menjadi faktor pemicu hambatan

eksternal dalam proses pemberiaan konseling.

2.6 Bentuk Layanan Konseling Kebidanan

Konseling kebidanan dibagi menjadi 6 bentuk, yaitu:


1) Konseling remaja dan kesehatan reproduksi remaja

Istilah reproduksi mempunyai arti suatu proses kehidupan manusia.

Dalam menghasilkan keturunan demi kelestarian hidupnya. Kesehatan

reproduksi remaja adalah suatu kondisi sehat yang menyangkut sistem

fungsi, dan proses reproduksi remaja. Biasanya dipengaruhi oleh

25
masalah menikah dan melakukan hubungan seksual pada usia dini,

akses pendidikan dan pekerjaan, ketidaksetaraan gender, kekerasan

seksual, dan pengaruh media massa. Kualitas sumber daya manusia

ditentukan oleh anak-anak dan remaja.Karena ini sangat berkualitas

pada kepribadian, kesehatan, maupun pendidikan.

Topik konseling remaja melipurti:

a) Remaja dan kesehatan reproduksinya.

b) Seksualitas.

c) Infeksi menular seksual.

d) Isu gender.

e) Narkoba dan zat adiktif.

2) Konseling Ibu Hamil

Tingginya kematian ibu merupakan permasalahan, karena kematian

ibu akan berdampak pada seluruh keluarga. Ini dikarenakan adanya

komplikasi dari kehamilan.Di Indonesia angka kematian ibu sangat

tinggi. Mengingat masih tingginya AKI, diperlukan suatu kerja sama

bidan dengan ibu. Salah satu upaya yang dilakukan bidan adalah

konseling.

- Konseling kunjungan pertama :

a) Pentingnya 7T

b) Perlunya pendampingan

c) Kebutuhan gizi ibu

d) Beban kerja ibu

e) Program KB

26
f) Senggama pada saat kelahiran.

g) Kunjungan ulang

- Kunjungan Kehamilan 36 minggu:

a) Kesehatan ibu dan janin

b) Tanda-tanda persalinan dini

c) Rencana persalinan

d) Persiapan bayi

e) Pentingnya kolostrum

f) Keuntungan ASI

- Kunjungan Kehamilan >36 minggu:

a) Tanda-tanda persalinan

b) Tempat persalinan

c) Pentingnya persalinan di fasilitas kesehatan

3) Konseling Pada Ibu Bersalin

Merupakan proses alamiah, teapi meskipun proses alamiah, tidak

semua ibu bersalin mampu beradaptasi dengan persalinan terutama

pada kala 1 yang merupakan nyeri hebat bagi si ibu. Karena pada tahap

ini resiko komplikasi yang dapat mengancam keselamatan ibu dan

bayi. Lancarnya persalinan ditentukan oleh faktor psikologis.

- Konseling tahap I:

a) Masalah dalam persalinan

b) Tindakan selama persalinan

c) Menganjurkan ibu tidak menahan BAK

d) Menganjurkan ibu untuk istirahat

27
e) Menganjurkan keluarga untuk mendampingi ibu.

- Konseling tahap II

a) Mengajari cara meneran yang baik.

b) Menganjurkan ibu untuk meneran pada saat his.

c) Memberikan semangat dan dukungan.

- Konseling Tahap III :

a) Mengajari ibu untuk mesasi uterus.

b) Memberikan informasi ibu tentang pendarahan.

- Konseling Tahap IV :

a) Memberikan informasi erawatan tentang alat kelamin.

b) Menganjurkan ibu sering mengganti pembalut.

c) Memberikan informasi dan memotifasi ibu utuk

melakukanmobilisasi.

d) Memberikan informasi tentang pentingnya kebutuhan nutrisi.

e) Koseling Ibu Nifas

- Konseling pada ibu

a) proses masa nifas.

b) Keluhan umum 1-72 jam masa nifas.

c) Tanda-tanda kegawatan masa nifas pada ibu.

d) Tanda komplikasi masa nifas.

e) Kebersihan ibu.

f) Kolostrum dan pemberian ASI.

g) Teknik menyusui

h) Kebutuhan nutrisi ibu pada masa nifas.

28
- Konseling pada bayi

a) Tanda-tanda kegawatan masa nifas pada bayi.

b) Kebersihan bayi.

c) Perawatan tali pusat bayi.

d) Imunisasi.

e) Status kesehatan bayi.

f) Penilaian pertumbuhan dan perkembangan bayi.

- Konseling KB

a) Memperlakukan klien dengan baik.

b) Interaksi dengan klien.

c) Menghindari pemberian informasi yang berlebihan.

d) Menyediakan metode yang diinginkan klien.

e) Membantu klien mengerti dan mengingat.

29
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan

Konseling kebidanan adalah suatu proses pembelajaran, pembinaan

hubungan baik, pemberian bantuan, dan bentuk kerja sama yang dilakukan

secara professional (sesuai dengan bidangnya) oleh bidan kepada klien untuk

memecahkan masalah, mengatasi hambatan perkembangan, dan memenuhi

kebutuhan klien. Tujuan konseling diarahkan sebagai layanan yang

membantu masalah yang dihadapi klien.Oleh karna itu, bidan sebagai

konselor harus berusaha mengambangkan potensi yang ada agar dapat

digunakan klien secara efektif.

Dalam mengatasi masalah klien, konseling kebidanan terdiri dari tujuh

teknik yaitu teknik psikodinamika, eksistensial humanistik, client centered,

transactional, behavior, rational emotive dan realitas. Tiap-tiap teknik

memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing tergantung masalah yang

dikonsulkan dan kebutuhan.

3.2 Saran

a. Agar institusi lebih sabar serta telaten dalam membimbing mahasiswa.

b. STKIP dapat menerapkan teori dan teknik konseling kebidanan dengan

lapangan/lahan praktik sesuai dengan standart kesehatan.

c. Mahasiswa dapat menggali ilmu lebih dalam lagi dalam memahami teori

konseling kebidanan sehingga dapat diterapkan di lahan praktik.

d. Supaya mahasiswa lebih disiplin serta mengefisienkan waktu dalam

menjalankan tugasnya

30