Anda di halaman 1dari 4

Nama : Triyani Lubriyana

NIM : 25000117130169

Kelas : B

RESUME TM 4 SURVEILANS KESEHATAN MASYARAKAT

SENSITIVITY DAN SPESIFISITY

Test skrining adalah sebuah cara untuk mengetahui atau mengidentifikasi apakah
seseorang yang masih asimtomatik menderita suatu penyakit atau tidak. Test skrining
merupakan cara untuk mengelompokkan seseorang yang benar-benar sakit di antara yang
sakit dan mengelompokkan seseorang yang benar-benar sehat di antara yang sehat. Cara
yang dilakukan dengan mencari suspek yang ditandai adanya indikasi penyakit tertentu.

Kesahihan Alat ukur


 Suatu alat ukur yang baik harus memiliki sensivisitas dan spesifisitas yang tinggi.
Karena itu berarti memiliki validitas yang tinggi.
 Sensivisitas adalah kemampuan tes untuk menunjukkan individu mana yang
menderita sakit dari seluruh populasi yang benar-benar sakit.
 Spesifisitas adalah kemampuan tes untuk menunjukkan individu mana yang tidak
menderita sakit dari mereka yang benar-benar tidak sakit.

Sebuah tes skrining untuk mendapatkan kevalidan dan akurasi yang tinggi, maka harus
dibandingkan dengan sebuah atau beberapa gold standard test yang menyatakan bahwa
seseorang benar-benar sakit atau tidak sakit.

Tes baru (tes Gold Standard Test


Total
diagnostik) Sakit Tidak Sakit
Positif a c a+c
Negatif b d b+d
Total a+b c+d N

 Sensivisitas/True Positive Rate (TPR) : tes yang menyatakan mereka positif dan
berpenyakit. Rumus: TPR = a/(a+b)
 False postitive : mereka yang tesnya postif padahal sebenarnya mereka tidak sakit.
Rumus: FPR = c/(c+d)
 Spesifisitas/True Negative Rate (TNR) : mereka yang tesnya negatif dan benar-benar
tidak sakit. Rumus : TNR = d/(c+d)
 False Negative : mereka yang tesnya negative padahal mereka sebenarnya berpenyakit.
Rumus : FNR = b/(b+d)
 Positive Predictive Value (PPV) : proporsi pasien yang tesnya positif dan betul menderita
sakit. Rumus: PPV = a/(a+c)
 Negative Predictive Value (NPV) : proporsi pasien yang tesnya negatif dan betul-betul
tidak menderita sakit. Rumus: NPV = d/(b+d)
Contoh :

Tes baru (tes Gold Standard Test


Total
diagnostik) HIV Infected HIV Uninfected
Positif 370 2 372
Negatif 4 624 628
Total 374 626 1000

Tentukan sensivisitas, spesifisitas, PPV dan NPV!


1. Sensivisitas = 370 ÷ 374 = 98,9%
2. Spesifisitas = 624 ÷ 626 = 99,7%
3. PPV = 370 ÷372 = 99,5%
4. NPV = 626 ÷ 628 = 99,4%
Kesimpulan : pada tes ini dihasilkan sensivisitas dan spesifisitas yang tinggi (mendekati
100%), sehingga tes ini memiliki keakuratan dan kevalidan yang baik.
PERTANYAAN

1. Cara untuk mengetahui atau mengidentifikasi apakah seseorang yang masih asimtomatik
menderita suatu penyakit atau tidak dengan cara mengelompokkan seseorang yang
benar-benar sakit di antara yang sakit dan mengelompokkan seseorang yang benar-
benar sehat di antara yang sehat disebut?
A. Skrining
B. Analisis
C. Sensitivitas
D. Spesifisitas
E. Predicitve Value
2. Salah satu ciri kevalidan suatu tes alat ukur dilihat dari sensivisitas yang .... dan
spesifisitas yang ....
A. Sensivisitas tinggi dan spesifisitas rendah
B. Sensivisitas rendah dan spesifisitas tinggi
C. Sensivisitas tinggi dan spesifisitas tinggi
D. Sensivisitas rendah dan spesifisitas rendah
E. Sensivisitas dan spesifisitas yang sama

Hasil evaluasi test gula darah puasa untuk Diabetes Mellitus terbaru pada suatu daerah.
Tes baru (tes Gold Standard Test
Total
diagnostik) DM Tidak DM
Positif A B E
Negatif C D F
Total 100 9900 10000

Diketahui : Sensivisitas = 98% , Spesifisitas = 99%

3. Berapakah jumlah mereka yang tes hasilnya positif dan benar menderita DM?
A. 89
B. 87
C. 99
D. 98
E. 95

Jawab : mereka yang hasil tesnya positif dan benar-benar menderita diabetes disebut
sensivisitas/true positive rate (TPR).
Diket : sensivisitas = 98%
Sensivisitas = a/(a+c)
98% = a/100
Sensivisitas = 98

4. Berapakah jumlah mereka yang hasil tesnya negatif dan benar-benar tidak menderita
DM?
A. 98
B. 9601
C. 99
D. 990
E. 9801

Jawab : mereka yang hasil tesnya negatif dan benar-benar tidak menderita diabetes
disebut spesifisitas/ true negative rate (TNR)
Diket : Spesifisitas = 99%
Spesifisitas = d/(b+d)
99% = b/9900
Spesifisitas = 9801

5. Berapakah Positive Predictive Value (PPV) dari test tersebut?


A. 80%
B. 75%
C. 45%
D. 49%
E. 30%

Jawab : PPV adalah proporsi pasien yang tesnya positif dan betul menderita sakit.
Rumus: PPV = a/(a+b)
Diket : A = 98, D = 9801
B = 9900 – 9801 = 99
PPV = 98/(99+98) = 0,497 = 49%