Anda di halaman 1dari 19

MAKALAH

TEKNIK PENGERINGAN

“DRYER : ROTARY DRYER DAN TRY DRYER”

Disusun Oleh :

Arrya Deva A.F. (NIM 171910101080)


Gusranda Rachman (NIM 171910101082)
Muhammad Hasby Alifka R (NIM 171910101087)
Rendra Fitrah Prananda (NIM 171910101088)
Irvan Septianto P (NIM 171910101093)
Anang Rifai S. (NIM 171910101094)
Yogi Mahardika (NIM 171910101089)

Dosen Pengampu :
Intan Hardiatama, S.T., M.T.

FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS JEMBER
2018

i
DAFTAR ISI

Halaman

DAFTAR ISI .................................................................................. ii


KATA PENGANTAR ................................................................... iii
BAB I. PENDAHULUAN ............................................................. 1
1.1 Latar Belakang .......................................................................................... 1
1.2 Tujuan ....................................................................................................... 2
BAB II. PEMBAHASAN .............................................................. 3
2.1 Pengertian.................................................................................................. 3
2.2 Faktor yang Mempengaruhi Pengeringan ................................................. 4
2.3 Prinsip Dasar Pengeringan ........................................................................ 6
2.4 Jenis-jenis Mesin Pengering ..................................................................... 7
2.4.1 Rotary Dryer ........................................................................................... 7
2.4.2 Tray Dryer .............................................................................................. 12
BAB III. PENUTUP ...................................................................... 15
3.1 Kesimpulan ............................................................................................... 15
BAB IV. DAFTAR PUSTAKA .................................................... 16

ii
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT Yang Maha Esa karena
dengan rahmat, karunia, serta taufik dan hidayah-Nya kami dapat menyelesaikan
makalah tentang Rotary Dryer dan Try Dryer ini dengan baik meskipun banyak
kekurangan didalamnya. Dan juga kami berterima kasih kepada Ibu Intan
Hardiatama, S.T., M.T., selaku Dosen mata kuliah Teknik Pengeringan yang telah
memberikan tugas ini kepada kami.

Kami sangat berharap makalah ini dapat berguna dalam rangka menambah
wawasan serta pengetahuan kita mengenai Mesin Pengering Rotary Dryer dan Try
Dryer. Kami juga menyadari sepenuhnya bahwa di dalam makalah ini terdapat
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Oleh sebab itu, kami berharap adanya
kritik, saran dan usulan demi perbaikan makalah yang akan kami buat di masa yang
akan datang, mengingat tidak ada sesuatu yang sempurna tanpa saran yang
membangun.

Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih


yang sebesar-besarnya kepada pihak-pihak yang membantu dalam menyelesaikan
makalah ini, khususnya kepada Dosen kami yang telah memberikan tugas dan
petunjuk kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan tugas ini.

Sebelumnya kami mohon maaf apabila terdapat kesalahan kata-kata yang


kurang berkenan dari kami, semoga makalah sederhana ini dapat dipahami bagi
siapapun yang membacanya dan laporan yang telah disusun ini dapat berguna bagi
kami sendiri maupun orang yang membacanya.

Jember, November 2018

Penulis

iii
BAB I. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pengeringan merupakan salah satu unit operasi energi paling intensif
dalam pengolahan pasca panen. Unit operasi ini diterapkan untuk mengurangi
kadar air produk seperti berbagai buah-buahan, sayuran, dan produk pertanian
lainnya setelah panen. Pengeringan adalah proses pemindahan panas dan uap
air secara simultan yang memerlukan panas untuk menguapkan air dari
permukaan bahan tanpa mengubah sifat kimia dari bahan tersebut. Dasar dari
proses pengeringan adalah terjadinya penguapan air ke udara karena
perbedaan kandungan uap air antara udara dan bahan yang dikeringkan. Laju
pemindahan kandungan air dari bahan akan mengakibatkan berkurangnya
kadar air dalam bahan tersebut.
Pengeringan adalah pemisahan sejumlah kecil air dari suatu bahan
sehingga mengurangi kandungan sisa zat cair di dalam zat padat itu sampai
suatu nilai rendah yang dapat diterima, menggunakan panas. Kandungan zat
cair dalam bahan yang dikeringkan berbeda dari satu bahan ke bahan lain.
Ada bahan yang tidak mempunyai kandungan zat cair sama sekali (bone dry).
Pada umumnya zat padat selalu mengandung sedikit fraksi air sebagai air
terikat. Kandungan air dalam suatu bahan dapat dinyatakan atas dasar basah
(% berat) atau dasar kering, yaitu perbandingan jumlah air dengan jumlah
bahan kering.
Dasar pengeringan adalah terjadinya penguapan air ke udara karena
perbedaan kandungan uap air antara udara dengan bahan yang dikeringkan.
Dalam hal ini, kandungan uap air udara lebih sedikit atau udara mempunyai
kelembaban nisbi yang rendah sehingga terjadi penguapan. Kemampuan
udara membawa uap air bertambah besar jika perbedaan antara kelembaban
nisbi udara pengering dengan udara sekitar bahan semakin besar. Salah satu
faktor yang mempercepat proses pengeringan adalah kecepatan angin atau
udara yang mengalir. Udara yang tidak mengalir menyebabkan kandungan
uap air di sekitar bahan yang dikeringkan semakin jenuh sehingga
pengeringan semakin lambat.

1
Tujuan pengeringan untuk mengurangi kadar air bahan sampai batas
perkembangan organisme dan kegiatan enzim yang dapat menyebabkan
pembusukan terhambat atau bakteri terhenti sama sekali. Dengan demikian
bahan yang dikeringkan mempunyai waktu simpan lebih lama.
Proses pengeringan diperoleh dengan cara penguapan air. Cara tersebut
dilakukan dengan menurunkan kelembapan nisbi udara dengan mengalirkan
udara panas di sekeliling bahan, sehingga tekanan uap air bahan lebih besar
dari tekanan uap air di udara. Perbedaan tekanan itu menyebabkan terjadinya
aliran uap air dari bahan ke udara.
Di Industri kimia proses pengeringan adalah salah satu proses yang
penting. Proses pengeringan ini dilakukan biasanya sebagai tahap akhir
sebelum dilakukan pengepakan suatu produk ataupun proses pendahuluan
agar proses selanjutnya lebih mudah, mengurangi biaya pengemasan dan
transportasi suatu produk dan dapat menambah nilai guna dari suatu bahan.
Dalam industri makanan, proses pengeringan ini digunakan untuk
pengawetan suatu produk makanan. Mikroorganisme yang dapat
mengakibatkan pembusukan makanan tidak dapat dapat tumbuh pada bahan
yang tidak mengandung air, maka dari itu untuk mempertahankan aroma dan
nutrisi dari makanan agar dapat disimpan dalam waktu yang lebih lama,
kandungan air dalam bahan makanan itu harus dikurangi dengan cara
pengeringan.

1.2 Tujuan
Tujuan disusunnya makalah ini adalah agar mahasiswa lebih
memahami tentang berbagai jenis mesin pengering (dryer) khususnya tray
dryer dan rotary dryer, meliputi penampakan mesin dan spesifikasi masing-
masing masing mesin, membedakan masing-masing mesin sesuai dengan
fungsi, kapasitas, dan karakteristik bahan yang dapat ditangani oleh mesin
tersebut, dan mempelajari cara pengoperasian mesin dan aplikasinya dalam
industri.

2
BAB II. PEMBAHASAN

2.1 Pengertian
Bahasa ilmiah pengeringan adalah penghidratan, yang berarti
menghilangkan air dari suatu bahan. Proses pengeringan atau penghidratan
berlaku apabila bahan yang dikeringkan kehilangan sebagian atau
keseluruhan air yang dikandungnya. Proses utama yang terjadi pada proses
pengeringan adalah penguapan. Penguapan terjadi apabila air yang dikandung
oleh suatu bahan teruap, yaitu apabila panas diberikan kepada bahan tersebut.
Panas ini dapat diberikan melalui berbagai sumber, seperti kayu api, minyak
dan gas, arang baru ataupun tenaga surya.
Pengeringan juga dapat berlangsung dengan cara lain yaitu dengan
memecahkan ikatan molekul-molekul air yang terdapat di dalam bahan.
Apabila ikatan molekul-molekul air yang terdiri dari unsur dasar oksigen dan
hidrogen dipecahkan, maka molekul tersebut akan keluar dari bahan.
Akibatnya bahan tersebut akan kehilangan air yang dikandungnya.
Cara ini juga disebut pengeringan atau penghidratan. Untuk
memecahkan ikatan oksigen dan hidrogen ini, biasanya digunakan gelombang
mikro. Gelombang mikro merambat dengan frekuensi yang tinggi. Apabila
gelombang mikro disesuaikan setara dengan getaran molekul-molekul air
maka akan terjadi resonansi yaitu ikatan molekul-molekul oksigen dan
hidrogen digetarkan dengan kuat pada frekuensi gelombang mikro yang
diberikan sehingga ikatannya pecah.
Hal ini yang menyebabkan air tersebut menguap. Proses yang sama
terjadi pada oven gelombang mikro (microwave) yang digunakan untuk
memasak makanan.Pada pembahasan selanjutnya kita tidak akan
menyinggung proses pengeringan menggunakan gelombang mikro, tetapi
difokuskan pada pengeringan menggunakan tenaga panas. Hal ini disebabkan
sistem pengeringan gelombang mikro mahal dan tidak digunakan secara luas
untuk mengeringkan suatu bahan terutama dalam sektor pertanian.
Dalam sektor pertanian sistem pengeringan yang umum digunakan
adalah tenaga surya. Pada sistem tenaga surya ini, bahan diexpose ke sinar
surya secara langsung maupun tidak langsung. Uap air yang terjadi

3
dipindahkan dari tempat pengeringan melalui aliran udara. Proses aliran udara
ini terjadi karena terdapat perbedaan tekanan. Perbedaan tekanan udara ini
dapat terjadi secara konveksi bebas maupun konveksi paksa. Konveksi bebas
terjadi tanpa bantuan luar, yaitu pengaliran udara hanya bergantung pada
perbedaan tekanan yang disebabkan oleh perbedaan densitas udara,
sedangkan pada konveksi secara paksa digunakan kipas untuk memaksa
gerakan udara.
Pada sistem pengeringan yang bersumberkan tenaga minyak, bahan
yang akan dikeringkan diletakkan di dalam suatu ketel tertutup. Udara panas
hasil pembakaran minyak dialirkan mengenai permukaan bahan tersebut.
Akhir-akhir ini, cara tersebut diatas juga digunakan dalam teknologi tenaga
surya. Udara yang dipanaskan oleh pengumpul surya digunakan untuk
menguapkan air pada bahan.
Udara merupakan medium yang sangat penting dalam proses
pengeringan, untuk menghantar panas kepada bahan yang hendak
dikeringkan, karena udara satu-satunya medium yang sangat mudah diperoleh
dan tidak memerlukan biaya operasional. Oleh karena itu untuk memahami
bagaimana proses pengeringan terjadi, maka perlu ditinjau sifat udara.

2.2 Faktor yang Mempengaruhi Pengeringan


2.2.1 Luas Permukaan
Makin luas permukaan bahan makin cepat bahan menjadi kering Air
menguap melalui permukaan bahan, sedangkan air yang ada di bagian tengah
akan merembes ke bagian permukaan dan kemudian menguap. Untuk
mempercepat pengeringan umumnya bahan pangan yang akan dikeringkan
dipotong-potong atau di iris-iris terlebih dulu. Hal ini terjadi karena :
2.2.1.1 Pemotongan atau pengirisan tersebut akan memperluas permukaan bahan
dan permukaan yang luas dapat berhubungan dengan medium pemanasan
sehingga air mudah keluar.
2.2.1.2 Potongan-potongan kecil atau lapisan yang tipis mengurangi jarak dimana
panas harus bergerak sampai ke pusat bahan pangan. Potongan kecil juga

4
akan mengurangi jarak melalui massa air dari pusat bahan yang harus
keluar ke permukaan bahan dan kemudian keluar dari bahan tersebut.
2.2.2 Perbedaan Suhu dan Udara Sekitarnya
Semakin besar perbedaan suhu antara medium pemanas dengan bahan
pangan makin cepat pemindahan panas ke dalam bahan dan makin cepat pula
penghilangan air dari bahan. Air yang keluar dari bahan yang dikeringkan
akan menjenuhkan udara sehingga kemampuannya untuk menyingkirkan air
berkurang. Jadi dengan semakin tinggi suhu pengeringan maka proses
pengeringan akan semakin cepat. Akan tetapi bila tidak sesuai dengan bahan
yang dikeringkan, akibatnya akan terjadi suatu peristiwa yang disebut "Case
Hardening", yaitu suatu keadaan dimana bagian luar bahan sudah kering
sedangkan bagian dalamnya masih basah.
2.2.3 Kecepatan Aliran Udara
Makin tinggi kecepatan udara, makin banyak penghilangan uap air dari
permukaan bahan sehinngga dapat mencegah terjadinya udara jenuh di
permukaan bahan. Udara yang bergerak dan mempunyai gerakan yang tinggi
selain dapat mengambil uap air juga akan menghilangkan uap air tersebut dari
permukaan bahan pangan, sehingga akan mencegah terjadinya atmosfir jenuh
yang akan memperlambat penghilangan air. Apabila aliran udara disekitar
tempat pengeringan berjalan dengan baik, proses pengeringan akan semakin
cepat, yaitu semakin mudah dan semakin cepat uap air terbawa dan teruapkan.
2.2.4 Tekanan Udara
Semakin kecil tekanan udara akan semakin besar kemampuan udara
untuk mengangkut air selama pengeringan, karena dengan semakin kecilnya
tekanan berarti kerapatan udara makin berkurang sehingga uap air dapat lebih
banyak tetampung dan disingkirkan dari bahan pangan. Sebaliknya jika
tekanan udara semakin besar maka udara disekitar pengeringan akan lembab,
sehingga kemampuan menampung uap air terbatas dan menghambat proses
atau laju pengeringan.
2.2.5 Kelembapan Udara
Makin lembab udara maka Makin lama kering sedangkan Makin kering udara
maka makin cepat pengeringan. Karena udara kering dapat mengabsobsi dan

5
menahan uap air Setiap bahan mempunyai keseimbangan kelembaban nisbi
masing-masing. kelembaban pada suhu tertentu dimana bahan tidak akan
kehilangan air (pindah) ke atmosfir atau tidak akan mengambil uap air dari
atmosfir.

2.3 Prinsip Dasar Pengeringan


Proses pengeringan pada prinsipnya menyangkut proses pindah panas
dan pindah massa yang terjadi secara bersamaan (simultan). Pertama panas
harus di transfer dari medium pemanas ke bahan. Selanjutnya setelah terjadi
penguapan air, uap air yang terbentuk harus dipindahkan melalui struktur
bahan ke medium sekitarnya. Proses ini akan menyangkut aliran fluida di
mana cairan harus di transfer melalui struktur bahan selama proses
pengeringan berlangsung. Jadi panas harus di sediakan untuk menguapkan air
dan air harus mendifusi melalui berbagai macam tahanan agar supaya dapat
lepas dari bahan dan berbentuk uap air yang bebas. Lama proses pengeringan
tergantung pada bahan yang di keringkan dan cara pemanasan yang
digunakan. Makin tinggi suhu dan kecepatan aliran udara pengeringan makin
cepat pula proses pengeringan berlangsung. Makin tinggi suhu udara
pengering, makin besar energi panas yang di bawa udara sehingga makin
banyak jumlah massa caiMetode Umum Peran yang di uapkan dari
permukaan bahan yang dikeringkan. Jika kecepatan aliran udara pengering
makin tinggi maka makin cepat massa uap air yang dipindahkan dari bahan
ke atmosfer. Kelembaban udara berpengaruh terhadap proses pemindahan
uap air. Pada kelembaban udara tinggi, perbedaan tekanan uap air didalam
dan diluar bahan kecil, sehingga pemindahan uap air dari dalam bahan keluar
menjadi terhambat. Pada pengeringan dengan menggunakan alat umumnya
terdiri dari tenaga penggerak dan kipas, unit pemanas (heater) serta alat-alat
kontrol. Sebagai sumber tenaga untuk mengalirkan udara dapat digunakan
blower. Sumber energi yang dapat digunakan pada unit pemanas adalah
tungku, gas, minyak bumi, dan elemen pemanas listrik.

6
2.4 Jenis-jenis Mesin Pengering
2.4.1 Rotary Dryer
Rotary dryer atau bisa disebut drum dryer merupakan alat pengering
berbentuk sebuah drum yang berputar secara kontinyu yang dipanaskan
dengan tungku atau gasifier. Alat pengering ini dapat bekerja pada aliran
udara melalui poros silinder pada suhu 1200-1800 ℉ tetapi pengering ini
lebih seringnya digunakan pada suhu 400-900 ℉.
Rotary dryer sudah sangat dikenal luas di kalangan industri karena
proses pengeringannya jarang menghadapi kegagalan baik dari segi output
kualitas maupun kuantitas. Namun sejak terjadinya kelangkaan dan mahalnya
bahan bakar minyak dan gas, maka teknologi rotary dryer mulai
dikembangkan untuk berdampingan dengan teknologi bahan bakar substitusi
seperti burner batubara, gas sintesis dan sebagainya.
Pengering rotary dryer biasa digunakan untuk mengeringkan bahan
yang berbentuk bubuk, granula, gumpalan partikel padat dalam ukuran besar.
Pemasukkan dan pengeluaran bahan terjadi secara otomatis dan
berkesinambungan akibat gerakan vibrator, putaran lubang umpan, gerakan
berputar dan gaya gravitasi. Sumber panas yang digunakan dapat berasal dari
uap listrik, batubara, minyak tanah dan gas. Debu yang dihasilkan
dikumpulkan oleh scrubber dan penangkap air elektrostatis.
Secara umum, alat rotary dryer terdiri dari sebuah silinder yang berputar
di atas sebuah bearing dengan kemiringan yang kecil menurut sumbu
horisontal, rotor, gudang piring, perangkat transmisi, perangkat pendukung,
cincin meterai, dan suku cadang lainnya.. Panjang silinder biasanya bervariasi
dari 4 sampai lebih dari 10 kali diameternya (bervariasi dari 0,3 sampai 3 m).
Feed padatan dimasukkan dari salah satu ujung silinder dan karena rotasi,
pengaruh ketinggian dan slope kemiringan, produk keluar dari salah satu
ujungnya. Pengering putar ini dipanaskan dengan kontak langsung gas
dengan zat padat atau dengan gas panas yang mengalir melalui mantel luar,
atau dengan uap yang kondensasi di dalam seperangkat tabung longitudinal
yang dipasangkan pada permukaan dalam selongsong.

7
Pada alat pengering rotary dryer terjadi dua hal yaitu kontak bahan
dengan dinding dan aliran uap panas yang masuk ke dalam drum.
Pengeringan yang terjadi akibat kontak bahan dengan dinding disebut
konduksi karena panas dialirkan melalui media yang berupa logam.
Sedangkan pengeringan yang terjadi akibat kontak bahan dengan aliran uap
disebut konveksi karena sumber panas merupakan bentuk aliran. Pada
pengeringan dengan menggunakan alat ini penyerapan panas mudah
dilakukan dan terjadi penyusutan bobot yang lebih tajam dibandingkan
dengan penurunan pembobotan yang dialami tray dryer.
Pengeringan pada rotary dryer dilakukan pemutaran berkali-kali
sehingga tidak hanya permukaan atas yang mengalami proses pengeringan,
namun juga pada seluruh bagian yaitu atas dan bawah secara bergantian,
sehingga pengeringan yang dilakukan oleh alat ini lebih merata dan lebih
banyak mengalami penyusutan. Selain itu rotary ini mengalami pengeringan
berturut-turut selama satu jam tanpa dilakukan penghentian proses
pengeringan. Pengering rotary ini terdiri dari unit-unit silinder, dimana bahan
basah masuk diujung yang satu dan bahan kering keluar dari ujung yang lain.
Proses pengeringan terjadi ketika bahan dimasukkan ke dalam silinder
yang berputar kemudian bersamaan dengan itu aliran panas mengalir dan
kontak dengan bahan. Didalam drum yang berputar terjadi gerakan
pengangkatan bahan dan menjatuhkannya dari atas ke bawah sehingga
kumpulan bahan basah yang menempel tersebut terpisah dan proses
pengeringan bisa berjalan lebih efektif. Pengangkatan memerlukan desain
yang hati-hati untuk mencegah dinding yang asimetri. Selain itu bahan
bergerak dari bagian ujung dryer keluar menuju bagian ujung lainnya akibat
kemiringan drum. Bahan yang telah kering kemudian keluar melalui suatu
lubang yang berada di bagian belakang pengering drum. Sumber panas
didapatkan dari gas yang diubah menjadi uap panas dengan cara pembakaran.
Kontak yang terjadi antara padatan dan gas pada alat pengering rotary
dryer dilengkapi dengan flights, yang diletakkan di sepanjang silinder rotary
dryer. Volume material yang ditransport oleh flights antara 10 sampai 15 %
dari total volume material yang terdapat di dalam rotary dryer.

8
Mekanismenya sebagai berikut, pada saat silinder pengering berputar,
padatan diambil keatas oleh flights, terangkat pada jarak tertentu kemudian
terhamburkan melalui udara. Kebanyakan pengeringan terjadi pada saat
seperti proses ini, dimana padatan berkontak dengan gas. Flights juga
berfungsi untuk mentransfer padatan melalui silinder.
Proses yang terjadi di dalam rotary dryer sangat kompleks dan masih
sedikit dimengerti dengan baik sehingga menjadi obyek penelitian dari
banyak peneliti. Untuk dapat menganalisis dan mendesain sistem rotary dryer
secara benar dan meyakinkan, perlu difahami fenomena perpindahan panas,
perpindahan massa dan transportasi partikel padat di dalam rotary dryer.
Mula-mula panas dipindahkan dari gas ke padatan basah, karena adanya
driving force suhu, dan temperatur padatan akan naik dan kehilangan uap air.
Uap air berpindah ke aliran gas karena adanya gradien tekanan uap. Hal ini
merupakan proses simultan dari perpindahan massa dan perpindahan panas
yang terjadi pada saat partikel padat bergerak secara kontinyu membentuk
pancaran berputar di seluruh silinder dari masukan sampai keluaran
(Earle,1989). Metoda perpindahan panas yang terjadi adalah konveksi dan
konduksi.
Pada umumnya kebanyakan alat pengering, panas dipindahkan dengan
lebih dari satu cara, tetapi pengering industri tertentu (misalnya pengeringan
makanan) mempunyai satu metoda perpindahan panas yang dominan.
Sedangkan pada rotary dryer, perpindahan panas yang dominan adalah
perpindahan panas konveksi, panas yang diperlukan biasanya diperoleh dari
kontak langsung antara gas panas dengan padatan basah. Pengeringan dalam
rotary dryer menggunakan suhu tidak lebih dari 70oC dengan lama
pengeringan 80-90 menit, dan putaran rotary dryer 17-19 rpm. Untuk
memperoleh hasil pengeringan yang baik selain ditentukan oleh suhu dan
putaran mesin juga ditentukan oleh kapasitas mesin pengering. Kapasitas per
batch mesin pengering ditentukan oleh diameter mesin itu.
Rotary dryer diklasifikasikan sebagai direct, indirect-direct, indirect
dan special types. Istilah tersebut mengacu pada metode transfer panasnya,
istilah direct digunakan pada saat terjadi kontak langsung antara gas dengan

9
solid. Peralatan rotary dryer dapat diaplikasikan untuk pemrosesan material
solid secara batch maupun kontinyu. Material solid harus mempunyai sifat
dapat mengalir bebas dan berwujud granular.
Dalam merencanakan alat pengering rotary dryer hendaklah diketahui
kadar air input, kadar air output, densiti material, ukuran material, maksimum
panas yang diijinkan, sifat fisika atau kimia, kapasitas output, dan
ketersediaan jenis bahan bakar sehingga dapat ditentukan dimensi rotary
dryer, sistem pemanas (langsung atau tidak langsung), arah gas panas (co-
current atau counter current), volume dan tekanan udara, kecepatan dan
tenaga putar, dan dimensi siklon.
Pengering rotary telah menjadi andalan bagi banyak industri yang
menghasilkan produk dalam tonase yang tinggi. Pengeringan ini biasanya
membutuhkan modal yang besar dan kurang efisien, tetapi sangat fleksibel.
Penggunaan tabung uap yang dibenamkan dalam sel yang berputar membuat
pengeringan pancuran (cascanding rotary dryer) lebih efisien secara termal.
Pengering rotary memiliki keuntungan dari struktur yang wajar,
manufaktur yang sangat baik, output tinggi, konsumsi energi yang rendah,
operasi yang mudah digunakan dan sebagainya. Pengering rotary berlaku
untuk bahan partikel, dan juga berlaku untuk bahan pasta dan kental yang
bercampur dengan bahan partikel, atau bahan yang kadar air tinggi. Ini
memiliki keuntungan dari volume produksi yang besar, berbagai aplikasi,
hambatan aliran kecil, rentang disesuaikan besar, dan operasi yang mudah
digunakan, dll.
Secara umum, unit pemanas langsung merupakan unit yang sederhana
dan paling ekonomis. Unit ini digunakan pada saat kontak langsung antara
padatan dan flue gas dapat ditoleransi. Karena beban panas total harus
diberikan dan diambil, sejumlah volume total gas yang besar dan kecepatan
yang tinggi diperlukan. Kecepatan gas yang ekonomis biasanya kurang dari
0,5 m/s.
Bagian dalam alat yang berbentuk silindris ini, semacam sayap yang
banyak. Melalui antara sayap-sayap tersebut dialirkan udara panas yang
kering sementara silinder pengering berputar. Dengan adanya sayap-sayap

10
tersebut bahan seolah-olah diaduk sehinga pemanasan meratadan akhirnya
diperoleh hasil yang lenih baik. Alat ini dilengkapi 2 silinder, yang satu
ditempatkan di bagian dekat pemasukan bahan yang akan dikeringkan, dan
yang satu lagi di bagian dekat tempat pengeluaran bahan hasil pengeringan.
Masing- masing silinder tersebut berhubungan dengan sayap-sayap (kipas)
yang mengalirkan secara teratur udara panas disamping berfungsi pula
sebagai pengaduk dalam proses pengeringan, sehingga dengan cara demikian
pengeringan berlangsung merata.
Keuntungan penggunaan rotary/drum dryer sebagai alat pengering adalah :
1. Dapat mengeringkan baik lapisan luar ataupun dalam dari suatu padatan
2. Penanganan bahan yang baik sehingga menghindari terjadinya atrisi
3. Proses pencampuran yang baik, memastikan bahwa terjadinya proses
pengeringan bahan yang seragam/merata
4. Efisiensi panas tinggi
5. Operasi sinambung
6. Instalasi yang mudah
7. Menggunakan daya listrik yang sedikit
Kekurangan dari penggunaan pengering rotary/drum diantaranya adalah :
1. Dapat menyebabkan reduksi kuran karena erosi atau pemecahan
2. Karakteristik produk kering yang inkonsisten
3. Efisiensi energi rendah
4. Perawatan alat yang susah
5. Tidak ada pemisahan debu yang jelas
Aplikasi Rotary/Drum Dryer
Drum dryer antara lain diaplikasikan pada pengeringan produk pangan
seperti, susu, makanan bayi, sereal, buah dan sayuran, pure kentang, pati
masak, dan lain-lain.

11
2.4.2 Tray Dryer
Pengering baki (tray dryer) disebut juga pengering rak atau pengering
kabinet, dapat digunakan untuk mengeringkan padatan bergumpal atau pasta,
yang ditebarkan pada baki logam dengan ketebalan 10-100 mm. Pengeringan
jenis baki atau wadah adalah dengan meletakkan material yang akan
dikeringkan pada baki yang lansung berhubungan dengan media pengering.
Cara perpindahan panas yang umum digunakan adalah konveksi dan
perpindahan panas secara konduksi juga dimungkinkan dengan memanaskan
baki tersebut.
Rangka bak pengering terbuat dari besi, rangka bak pengerik di bentuk
dan dilas, kemudian dibuat dinding untuk penyekat udara dari bahan plat seng
dengan tebal 0,3mm. Dinding tersebut dilengketkan pada rangka bak
pengering dengan cara di revet serta dilakukan pematrian untuk menghindari
kebocoran udara panas. Kemudian plat seng dicat dengan warna hitam
buram,agar dapat menyerap panas dengan lebih cepat. Pada bak pengering
dilengkapi dengan pintu yang berguna untuk memasukan dan mengeluarkan
produk yang dikeringkan. Di pintu tersebut dibuat kaca yang mamungkinkan
kita dapat mengetahui temperature tiap rak, dengan cara melihat thermometer
yang sengaja digantungkan pada setiap rak pengering. Di bagian atas bak
pengering dibuat cerobong udara, bertujuan untuk memperlancar sirkulasi
udara pada proses pengeringan.
Spesifikasi Alat dan Cara Kerja Alat Alat
Tipe rak (tray dryer) mempunyai bentuk persegi dan di dalamnya berisi
rak-rak yang digunakan sebagai tempat bahan yang akan dikeringkan. Pada
umumnya rak tidak dapat dikeluarkan. Beberapa alat pengering jenis itu rak-
raknya mempunyai roda sehingga dapat dikeluarkan dari alat pengering. Ikan-
ikan diletakkan di atas rak yang terbuat dari logam dengan alas yang
berlubang-lubang. Kegunaan dari lubang tersebut untuk mengalirkan udara
panas dan uap air.
Ukuran rak yang digunakan bermacam-macam, ada yang luasnya 200
cm2 dan ada juga yang 400 cm2. Luas rak dan besar lubang-lubang rak
tergantung pada bahan yang akan dikeringkan. Selain alat pemanas udara,

12
biasanya juga digunakan kipas (fan) untuk mengatur sirkulasi udara dalam
alat pengering. Kipas yang digunakan mempunyai kapasitas aliran 7-15 fet
per detik. Udara setelah melewati kipas masuk ke dalam alat pemanas, pada
alat tersebut udara dipanaskan lebih dahulu kemudian dialirkan diantara rak-
rak yang sudah berisi bahan. Arah aliran udara panas di dalam alat pengering
dapat dari atas ke bawah dan juga dari bawah ke atas. Suhu yang digunakan
serta waktu pengeringan ditentukan menurut keadaan bahan. Biasanya suhu
yang digunakan berkisar antara 80-1800C. Tray dryer dapat digunakan untuk
operasi dengan keadaan vakum dan seringkali digunakan untuk operasi
dengan pemanasan tidak langsung. Uap air dikeluarkan dari alat pengering
dengan pompa vakum.
Alat tersebut juga digunakan untuk mengeringkan hasil pertanian
berupa bijibijian. Bahan diletakkan pada suatu bak yang dasarnya berlubang-
lubang untuk melewatkan udara panas. Bentuk bak yang digunakan ada yang
persegi panjang dan ada juga yang bulat. Bak yang bulat biasanya digunakan
apabila alat pengering menggunakan pengaduk, karena pengaduk berputar
mengelilingi bak. Kecepatan pengadukan berputar disesuaikan dengan bentuk
bahan yang dikeringkan, ketebalan bahan, serta suhu pengeringan. Biasanya
putaran pengaduk sangat lambat karena hanya berfungsi untuk
menyeragamkan pengeringan.
Alat Pengering Tipe Bak Terdiri atas Beberapa Komponen Sebagai Berikut :
a. Bak pengering yang lantainya berlubang-lubang serta memisahkan bak
pengering dengan ruang tempat penyebaran udara panas (plenum
chamber).
b. Kipas, digunakan untuk mendorong udara pengering dari sumbernya ke
plenum chamber dan melewati tumpukan bahan di atasnya.
c. Unit pemanas, digunakan untuk memanaskan udara pengering agar
kelembapan nisbi udara pengering menjadi turun sedangkan suhunya naik.

13
Keuntungan penggunaan tray dryer sebagai alat pengering adalah :
1. Laju pengeringan lebih cepat
2. Kemungkinan terjadinya over drying lebih kecil
3. Tekanan udara pengering yang rendah dapat melalui lapisan bahan yang
dikeringkan.

14
BAB III. PENUTUP

3.1 Kesimpulan
3.1.1 Pengeringan adalah pemisahan sejumlah kecil air dari suatu bahan sehingga
mengurangi kandungan sisa zat cair di dalam zat padat itu sampai suatu nilai
rendah yang dapat diterima, menggunakan panas.
3.1.2 Kriteria pemilihan alat pengering adalah sifat bahan yamg dikeringkan,
keadaan bahan yang dikeringkan, sifat cairan yang ada dalam bahan, cara
pengoperasianya kontinu atau batch, dan banyaknya bahan yang akan
dikeringkan.
3.1.3 Faktor- faktor yang mempengaruhi pengeringan adalah luas Permukaan,
perbedaan suhu dan udara sekitar, kecepatan aliran udara, tekanan udara dan
kelembapan udara.
3.1.4 Proses pengeringan pada prinsipnya menyangkut proses pindah panas dan
pindah massa yang terjadi secara bersamaan (simultan). Pertama panas harus
di transfer dari medium pemanas ke bahan. Selanjutnya setelah terjadi
penguapan air, uap air yang terbentuk harus dipindahkan melalui struktur
bahan ke medium sekitarnya. Proses ini akan menyangkut aliran fluida di
mana cairan harus di transfer melalui struktur bahan selama proses
pengeringan berlangsung. Jadi panas harus di sediakan untuk menguapkan air
dan air harus mendifusi melalui berbagai macam tahanan agar supaya dapat
lepas dari bahan dan berbentuk uap air yang bebas. Lama proses pengeringan
tergantung pada bahan yang di keringkan dan cara pemanasan yang
digunakan.
3.1.5 Rotary dryer atau bisa disebut drum dryer merupakan alat pengering
berbentuk sebuah drum yang berputar secara kontinyu yang dipanaskan
dengan tungku atau gasifier dan digunakan untuk mengeringkan bahan yang
berbentuk bubuk, granula, gumpalan partikel padat dalam ukuran besar.
3.1.6 Pengering baki (tray dryer) disebut juga pengering rak atau pengering
kabinet, dapat digunakan untuk mengeringkan padatan bergumpal atau pasta,
yang ditebarkan pada baki logam dengan ketebalan 10-100 mm.

15
BAB IV. DAFTAR PUSTAKA

Abrianti, Maulia. Dryer. Diperoleh 21 November 2018 dari


https://s3.amazonaws.com/ppt-download/mauliaabrianti-1513043dryer-
150721170154-lva1-app6892.pdf?response-content-
disposition=attachment&Signature=JmuyAOG8EOTvG9KD3iGy8Wz4nws%3D
&Expires=1542791958&AWSAccessKeyId=AKIAIA5TS2BVP74IAVEQ

16