Anda di halaman 1dari 18

SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

MENEJEMEN STRESS
PRAKTIK PROFESI KEPERAWATAN JIWA DI RUANG WIJAYA KUSUMA
RSJ MENUR

DISUSUN OLEH:

Novianah, S.Kep. 181004039


Sri Hari Utami, S.Kep. 181004051
Lailifil Mudhalofah, S.Kep. 1810040
Lutfi Maghfirudin, S.Kep. 181004034
Iftakhul Khoir, S.Kep. 181004027

PROGRAM PENDIDIKAN PROFESI NERS


SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN PEMKAB
JOMBANG
2019
SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP)

Topik : Stres
Sub Topik : Manajemen Stres
Hari/Tanggal : Rabu, 08 Mei 2019
Waktu : 30 Menit
Pelaksana : Kelompok 6 Stase Keperawatan Jiwa
Tempat : Ruang Wijaya Kusuma RSJ Menur Surabaya
Sasaran : Keluarga Pasien Ruang Wijaya Kusama RSJ Menur Surabaya

I. Tujuan InstruksionalUmum
Setelah diberikan penyuluhan, diharapkan keluarga dapat memahami tentang
manajemen stres
II. Tujuan InstruksionalKhusus
Setelah mendapatkan penjelasan tentang manajemen stres, peserta penyuluhan
diharapkan mampu:
1. Mengetahui pengertian stress
2. Mengetahui tanda dan gejala stres
3. Mengetahui penyebab stress
4. Mengetahui dampak stress
5. Mengetahui tentang manajemen stres
III. Sasaran
Sasaran dari kegiatan penyuluhan ini adalah keluarga pasien diruang Jiwa Wijaya
Kusuma RSJ Menur Surabaya
IV. Materi
Terlampir
V. Metode
Metode dalam penyuluhan ini adalah :
a. Ceramah
b. Diskusi
c. Tanya jawab
VI. Media
Media yang digunakan dalam kegiatan penyuluhan ini adalah:
1. Leaflet
VII. Setting Tempat

VIII. Pengorganisasian Kegiatan


Moderator : Novianah, S. Kep
Penyuluh : Sri Hari Utami, S.Kep
Observer : Lutfi Maghfirudin, S.Kep
Notulen : Lailifil Mudhalofah, S.Kep
Fasilitator : Iftakhul Khoir, S. Kep
IX. Job Description
Pengorganisasian
1. Moderator
a. Bertanggung jawab atas kelancaran acara
b. Membuka dan menutup acara
c. Mengatur waktu penyajian sesuai dengan rencanakegiatan
d. Mengatur jalannya diskusi
2. Penyuluh
a. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan bahasa yang mudah dipahami oleh peserta
b. Memotivasi peserta untuk tetap aktif danmemperhatikan proses penyuluhan
c. Menjawab pertanyaan peserta.
3. Fasilitator
a. Ikut bergabung dan duduk bersama di antara peserta
b. Menjawab pertanyaan jika ada peserta yang bertanya kepadanya.
c. Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas
d. Menjelaskan tentang istilah atau hal-hal yang dirasa kurang jelas bagi peserta
e. Memotivasi peserta untuk aktif dalam prosesdiskusi
f. Membagikan leaflet kepada peserta.
4. Observer dan Notulen
a. Mencatat nama, alamat dan jumlah peserta, serta menempatkan diri sehingga memungkinkan
dapatmengamankan jalannya proses penyuluhan
b. Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta
c. Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses penyuluhan.
d. Mengevaluasi hasil penyuluhan dengan rencana penyuluhan
X. PlanofAction (POA) Tahapan dan Waktu Kegiatan Penyuluhan Kegiatan Peserta

No. Tahap Waktu Kegiatan Tugas peserta penyuluhan Media


1. Pra kegiatan Mahasiswa profesi menyiapkan fasilitas Mengisi daftar hadir dan duduk di tempat
penyuluhan seperti: daftar hadir, yang telah disediakan
ruangan, dan tempat untuk peserta
penyuluhan
2. Pembukaan 5 menit a. Mengucapkan salam pembuka dan a. Menjawab salam
memperkenalkan diri b. Mendengarkan tujuan dan maksud
b. Menyampaikan tujuan dan penyuluhan
maksud penyuluhan c. Mendengarkan dan menyetujui
c. Menjelaskan kontrak waktu dan kontrak waktu penyuluhan
mekanisme d. Mendengarkan materi penyuluhan
d. Menyebutkan materi penyuluhan yang disampaikan
3. Pelaksanaan 20 a. Menggali pengetahuan dan a. Menjawab pertanyaan yang diajukan Leaflet
menit pemahaman peserta penyuluhan oleh penyuluh Lembar
mengenai manajemen stres b. Mendengarkan materi penyuluhan balik
b. Memberikan penjelasan terkait : c. Memberikan pertanyaan terkait
1. Pengertian tentang stres materi preoperasi yang dijelaskan.
2. Penyebab terjadinya stres
3. Mengetahui tanda dan gejala
stres
4. Mengetahui tentang manajemen
stres
c. Diskusi tanya jawab
4. Penutup 10 a. Melakukan evaluasi pemahaman a. Menjawab pertanyaan yang diajukan
menit akan materi kepada peserta b. Mendengarkan kesimpulan
penyuluhan c. Menjawab salam penutup
b. Menyimpulkan materi
c. salam penutup
XI. Evaluasi
1) Kriteria Struktural:
a. Kontrak waktu dan tempat diberikan satu hari sebelum acara dilaksanakan
b. Pengumpulan SAP dilakukan satu hari sebelum pelaksanaan penyuluhan
c. Peserta hadir pada tempat yang telah ditentukan
d. Penyelenggaraan penyuluhan dilakukan oleh mahasiswa yang bekerja sama
dengan Tim Perawat Ruang Wijaya Kusuma RSJ Menur Surabaya
e. Pengorganisasian penyelenggaraan penyuluhan dilakukan sebelum dan saat
penyuluhan dilaksanakan.
2) Kriteria Proses:
a. Acara dimulai tepat waktu
b. Peserta antusias terhadap materi penyuluhan
c. Peserta mengikuti kegiatan sesuai dengan aturan yang telah dijelaskan
d. Peserta mendengarkan dan memperhatikan penyuluhan
e. Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan POA (Plan of Action)
f. Pengorganisasian berjalan sesuai dengan job description
3) Kriteria Hasil:
a. Peserta yang datang sejumlah 50% dari jumlah pasien di Ruang Wijaya
Kusuma RSJ Menur Surabaya
b. Ada umpan balik positif dari peserta, seperti dapat menjawab pertanyaan yang
diajukan oleh pemateri (penyaji)
c. Peserta ikut aktif dalam proses diskusi
d. Peserta mampu menjawab dengan benar sebanyak 75% dari pertanyaan
penyaj
MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian Stress
Stress merupakan ketidakmamuan mengatasi ancaman yang dihadapi oleh
mental, fisik, emosional, dan spiritual manusia yang pada suatu saat data
mempengaruhi kesehatan fisik manusia tersebut (Jonnes & Bartlett, 2000). Stres
diawali dengan adanya ketidakseimbangan antara tuntutan dan sumber daya yang
dimiliki individu, semakin tinggi kesenjangan terjadi semakin tinggi pula tingkat
stres yang dialami individu dan akan merasa terancam. Stres merupakan respon
adaptif yang dipengaruhi oleh karakteristik individual dan atau proses psikologis,
yaitu akibat situasi atau kejadian eksternal yang menyebabkan tuntutan fisik dan
atau psikologis terhadap seseorang (Ivancevich & Matteson, 1980 dalam Kreitner &
Kinicki, 2004).
2. Penyebab Terjadinya Stres
Stresor psikososial adalah setiap keadaan atau peristiwa yang menyebabkan
perubahan dalam kehidupan seseorang, sehingga orang itu terpaksa mengadakan
adaptasi atau mengulangi stresor yang timbul. Penyebab terjadinya stresor
psikososial adalah :
a. Adanya masalah perkawinan
b. Problem orangtua
c. Hubungan interpersonal berupa konflik dengan kawan dekat, kekasih, atasan
atau pun bawahan
d. Masalah pekerjaan
e. Kondisi lingkungan yang buruk dimana seseorang merasa tercekam atau tidak
aman yang mengganggu ketenangan dan ketentraman hidup.
f. Masalah keuangan yang tidak sehat
g. Ada masalah hukum
h. Perkembangan
i. Penyakit fisik dan cedera
j. Faktor keluarga dimana stres dialami oleh anak dan remaja yang disebabkan
karena kondisi keluarga yang tidak baik
Sesuatu yang merupakan akibat pasti memiliki penyebab atau yang disebut
stressor, begitupula dengan stress, seseorang bisa terkena stress karena menemui
banyak masalah dalam kehidupannya. Seperti yang telah diungkapkan di atas, stress
dipicu oleh stressor. Tentunya stressor tersebut berasal dari berbagai sumber, yaitu:
a. Lingkungan
Yang termasuk dalam stressor lingkungan di sini yaitu:
1) Sikap lingkungan, seperti yang kita ketahui bahwa lingkungan itu memiliki
nilai negatif dan positif terhadap prilaku masing-masing individu sesuai
pemahaman kelompok dalam masyarakat tersebut. Tuntutan inilah yang
dapat membuat individu tersebut harus selalu berlaku positif sesuai dengan
pandangan masyarakat di lingkungan tersebut.
2) Tuntutan dan sikap keluarga, contohnya seperti tuntutan yang sesuai
dengan keinginan orang tua untuk memilih jurusan saat akan kuliah,
perjodohan dan lain-lain yang bertolak belakang dengan keinginannya dan
menimbulkan tekanan pada individu tersebut.
3) Perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK), tuntutan untuk
selalu update terhadap perkembangan zaman membuat sebagian individu
berlomba untuk menjadi yang pertama tahu tentang hal-hal yang baru,
tuntutan tersebut juga terjadi karena rasa malu yang tinggi jika disebut
gaptek.
4) Tidak mampu beradaptasi dengan tempat baru, daerah tempat tinggal
mengalami bencana, pekerjaan rumah dan kantor menumpuk.
b. Diri sendiri, terdiri dari:
1) Kebutuhan psikologis yaitu tuntutan terhadap keinginan yang ingin dicapai
2) Proses internalisasi diri adalah tuntutan individu untuk terus-menerus
menyerap sesuatu yang diinginkan sesuai dengan perkembangan.
3) Perubahan bentuk tubuh (yang dulunya kurus jadi gemuk, muda menjadi
tua), mengidap suatu penyakit, pola makan yang kurang sehat.
c. Pikiran
Pikiran yang berkaitan dengan penilaian individu terhadap lingkungan dan
pengaruhnya pada diri dan persepsinya terhadap lingkungan. Misalnya
memikirkan masalah ekonomi, kuran percaya diri, merasa tidak disukai oleh
orang lain.
Penyebab-penyebab stress di atas tentu tidak akan langsung membuat sesorang
menjadi stress. Hal tersebut dikarenakan setiap orang berbeda dalam menyikapi
setiap masalah yang dihadapi, selain itu stressor yang menjadi penyebab juga dapat
mempengaruhi stress. Menurut Kozier & Erb, dikutip Keliat B.A dampak stressor
dipengaruhi oleh berbagai faktor yaitu:
1) Sifat stressor. Pengetahuan individu tentang bagaimana cara mengatasi dan
darimana sumber stressor tersebut serta besarnya pengaruh stressor pada
individu tersebut, membuat dampak stress yang terjadi pada setiap individu
berbeda-beda.
2) Jumlah stressor yaitu banyaknya stressor yang diterima individu dalam waktu
bersamaan. Jika individu tersebut tidak siap menerima akan menimbulkan
perilaku yang tidak baik. Misalnya marah pada hal-hal yang kecil.
3) Lama stressor, maksudnya seberapa sering individu menerima stressor yang
sama. Semakin sering individu mengalami hal yang sama maka akan timbul
kelelahan dalam mengatasi masalah tersebut.
4) Pengalaman masa lalu, yaitu pengalaman individu yang terdahulu
mempengaruhi cara individu menghadapi masalahnya.
5) Tingkat perkembangan, artinya tiap individu memiliki tingkat perkembangan
yang berbeda.
3. Tanda dan Gejala Stres
1. Stres ringan
Stesor yang dihadapi bisa berlangsung beberapa menit atau jam. Contohnya
adalah dimarahi dosen, kemacetan. Stesor inni dapat menimbulkan gejala
antara lain kesulitan bernafas, bibir kering, lema, keringat berlebihan ketika
temperature tidakk panas, takut tanpa ada alas an yang jelas, merasa lega jika
situasi berakhir (Psychology Foundation of Australia, 2010).
2. Stres sedang
Stres yang berlangsung beberapa jam sampai beberapa hari . Contohnya
adalah perselisishan yang tidak dapat diselesaikan dengan seseorang. Stesor ini
dapat menimbulkan gejala yaitu mudah merasa letih, mudah marah, sulit
beristirahat, mudah tersinggung, gelisah (Psychology Foundation of Australia,
2010).
3. Stres berat
Situasi kronis yang terjadi dalam beberapa minggu, seperti perselisihan
dengan dosen atau teman secara terus menerus, penyakit fisik jangka panjang
dan kesulita finansial. Stesor ini dapat menimulkan gejala yaitu, merasa tidak
kuat lagi untuk melakukan kegiatan, mudah putus asa, kehilangan minat akan
segala hal, merasa tidak dihargai, merasa tidak ada hal yang bisa diharapkan
dimasa depan (Psycology Foundation of Auustralia, 2010).
4. Dampak Stress
Menurut Haryono (2018), dampak yang ditimbulkan oleh stress adalah sebagai
berikut
1. Indikator fisiologis
 Sakit kepala
 Jantung berdebar
 Tekanan darah tinggi
 Nafas pendek
 Gangguan encernaan
 Kelelahan
 Sering berkeringat
 Nyeri otot
 Mengepal tangan
 Mudah terserang penyakit
2. Indikator psikologis
 Tidak sabaran
 Mudah marah
 Gangguan nafsu makan
 Konsumsi alkhohol
 Merokok
 Menarik diri dari social
 Menunda-nunda
 Mengabaikan kebersihan
 Meninggalkan tanggung jawab
3. Indikator perilaku
 Depresif
 Merasa tak berguna
 Merasa taka da harapan
 Sulit berpikir rsional
 Cemas
 Marah
 Sensitive
 Lesu sedih
5. Mekanisme Koping
Mekanisme koping menurut Haryanti (2018), yaitu terdiri dari :
1. Emotional-Focused Coping
Usaha untuk mengontrol emosi dari stressor dengan relaksasi
2. Problem-Focused Coping
Cara ini sering terlewatkan, meskipun terpenting dalam mencegah distress yang
merupakan uaha memfokuskan diri untuk menemukan dan menyelesaikan
penyebab stress. Dapat dilakukan dengan membuat strategi, rencana
selanjutnya dll.
6. Manajemen Stres
1. Jaga selalu kondisi tubuh dan perkuatlah dengan cara mengkonsumsi makanan
dan minuman 4 sehat 5 sempurna secara disiplin
2. Tidur dan istirahat yang cukup, karena tidur merupakan salah satu terapi untuk
mengurangi kemarahan, kesedihan, karena tidur memberi kesempatan pada
otak untuk relax.
3. Lakukan Olah raga teratur, karena gerak tubuh akan merangsang keluar
zat”endorphine” yaitu zat yang membuat tubuh merasa nyaman. Orang yang
senang berolahraga umumnya tampak lebih fit dan bahagia.
4. Selalu berfikir positif, karena cerminan dari tindakan, tindakan positif berasal
dari pikiran positif, tindakan negatif berasal dari pikiran negatif……tidak ada
orang yang berhasil dalam hidupnya kalau selalu berfikiran negatif baik pada
diri sendiri maupun orang lain.
5. Lakukan “HOBBY” atau hal-hal yang menyenangkan, karena hobby membuat
rilex dan sejenak melupakan rutinitas atau masalah yang ada.
6. Jangan terpaku pada rutinitas, harus berani berubah, tidak malu dan ragu,
sebagai contoh : merubah penampilan yang secara phsikologis hal ini
menambah semangat baru.
7. Berkomunikasi secara asertih atau bertutur kata baik.
8. Murah senyum, tertawa lepas, bersenandung/ bernyanyi dan bersosialisasi
dengan teman/lingkungan(perlu teman curhat, tidak memendam masalah
sendiri)
9. Beribadah dan berdoa (tidak hanya pada masa sulit saja, berbuat pada semua
orang, bersyukur pada setiap usaha kita, baik yang berhasil atau tidak tetaplah
bersyukur.
7. Cara Penanggulangan Stres
Cara penanggulangan stress menurut Musradinur (2016), diantaranya adalah:
1. Cara Fisik
a. Relaksasi Progresif
Gejala yang dialami: lelah, kram otot, nyeri leher punggung, tegang, sukar
tidur, cemas.
 Lama latihan 15 menit/hari
 Langkah-langkah : Prinsip :
 Tegangkan dan lemaskan otot tubuh
 Fokuskan pikiran pada perbedaan tegang dan lemas
 Kepalkan kedua telapak tangan, kencangkan lengan bawah dan
atas…..lemaskan
 Kerut dahi, tekan kepala sejauh mungkin kebelakang, putar searah
jarum jam da sebaliknya
 Kerutkan otot muka, pejamkan mata kencang, mulut monyong
kedepan, lidah tekan ke langit-langit…..lemaskan
 Lengkungkan punggung ke belakang, nafas dalam dari hidung, tahan
dan keluarkan dari perut dan tiupkan dari mulut….lemaskan
 Tarik ibu jari kaki, kencangkan betis, paha,
bokong….lemaskan.
 Teruskan putaran 5 kali lalu dapat ditambah secara bertahap.
b. Latihan Nafas
Gejala yang dialami: cepat marah, cepat tersinggung, tegang dan lelah Nafas
lega
 Duduk atau berdiri tegak
 Hela nafas dalam dan tahan ( sampai hitungan ke tiga )
 Keluarkan nafas melalui mulut dengan suara kelegaan
 Ulangi 5 – 10 kali Nafas
alternative
 Duduk dengan sikap nyaman
 Letakan jari telunjuk dan dan tengah tangan kanan di dahi
 Tutup lubang hidung kanan dengan ibu jari
 Tarik nafas pelan –pelan dari lubang hidung kiri
 Tutup lubang hidung kiri denga jari manis dan buka lubang hidung
kanan bersamaan
 Hembuskan nafas melalui lubang hidung kanan pelan pelan
 Tarik nafas pelan-pelan dari lubang hidung kanan
 Tutup lubang hidung kanan dan buka lubang hidung kiri bersamaan
 Hembuskan nafas melalui lubang hidung kiri
 Teruskan putaran 5kali lalu dapat ditambah secara bertahap
2. Cara Pikiran
a. Hipnosis lima jari
Hafalkan langkah-langkah berikut:
1. Sentuh ibu jari dengan telunjuk. Kenang saat anda sehat, fisik
menyenangkan, segar, habis olahraga, jalan-jalan (kenang semua
keadaan fisik yang menyenangkan )
2. Sentuh ibu jari dengan jari tengah. Kenang saat anda jatuh cinta,
kasmaran, kehangatan, atau percakapan intim ( kenang manis dengan
orang yang dicintai)
3. Sentuh ibu jari denga jari manis. Kenang saat anda mendapat pujian,
penghargaan, prestasi dan anda sangat berterima kasih ( kenang semua
keberhasilan dan prestasi)
4. Sentuh ibu jari dengan kelingking. Kenang semua tempat terindah yang
pernah dikunjungi, bayangkan anda disana beberapa saat
b. Stop Berpikir Langkah – langkah:
1. Buat daftar pikiran yang menegangkan/dikhawatirkan
2. Nilai yang paling tidak menyenangkan
3. Tarik nafas dalam dan kosongkan pikiran
4. Bayangkan pikiran yang paling tidak menyenangkan, cobalah berpikir
yang rasional dan normal ( sambil pejam )
5. Putuskan dengan bantuan set alarm jam 3 menit, atau hitung 1 sd 5 atau
10. Pada saat alarm atau hitungan akhir katakana “STOP”
6. Putuskan tanpa bantuan. Pada saat membayangkan pikiran yang tidak
menyenangka, katakana “STOP”
7. Ganti pikiran: pada saat muncul pikiran yang tidak menyenangkaan lalu
dilawan atau diganti secara atentif/positif/rasional. Misalnya : saya
selalu gagal ujian, langsung katakana pada diri, “Tapi ada ko yang saya
lulus”.
c. Berpikir Positis – Afirmasi
Langkah – langkah:
1. Buat daftar pengalaman, kemampuan dan semua hal positif yang
dimiliki (dapat ditambah setiap hari )
2. Lakukan afirmasi. Katakan pada diri sendiri afek positiif yang saudara
miliki, “saya mampu berkhotbah” Afirmasi dapat diulang beberapa kali
sehari
3. Cara Lingkungan
Lingkungan yang terdiri dari lingkungan fisik dan lingkungan sosial.
Lingkungan Fisik:
 Rumah yang rapi, bersih, tenang dan nyaman akan membantu mengatasi
situasi stress
 Warna- warna yang sejuk dan indah juga dapat memberi ketenangan
 Musik, suara yang lembut akan juga memberi perasaan rileks
 Pemandangan yang hijau, bunga yang indah dapat memberi ketenangan.
Lingkungan Sosial:
Lingkungan social yang terdekat dengan kita adalah suami/istri dan anak.
Untuk itu dalam keluarga perlu saling mengenal satu dengan yang lain . Jika
istri melihat suami sedang stress maka sebaiknya tidak mena,bah stimulus
yang menambah stress tetapi mendorong menggunakan cara penanggulangan
stress.
Berperan serta pada kegiatan lingkungan, ibadah bersama, kebersihan
llingkungan, pada pengungsian ikut membantu kegiatan dapur umum,
kegiatan social juga.
Semua cara diatas dapat membuat stress teratasi, tetapi sumber masalah
mungkin belum selesai. Oleh karena itu dianjurkan menggunakan langkah-
langkah penyelesaian masalah:
1. Identifikasi masalah secara obyektif
2. Identifikasi beberapa alternative penyelesaian masalah
3. Pilih dan laksanakan satu alternative
4. Evaluasi jika belumberhasil coba cara-cara lain
Alternatif tidak boleh satu, dan tidak boleh habis. Prinsipnya : Selalu ada
harapan.
DAFTAR PUSTAKA

Deborah Antai-Otong. 1995. Psychiatric Nursing: Biological and Behavioral


Concepts. W.B. Saunders Company, Phildelphia.

Depkes RI. Petunjuk Teknis Terapi Kelompok Pasien Mental di RS Jiwa.


Direktorat Kesehatan Jiwa, Jakarta.

Hayes R.E dan Joyce L. Kee. 1996. Farmakologi, Pendekatan Proses


Keperawatan. EGC. Jakarta.

Keliat Budi Ana. 1999. Proses Keperawatyan Kesehatan Jiwa. Edisi 1. EGC.
Jakarta.

Musradinur, 2016, Stres Dan Cara Mengatasinya Dalam Perspektif Psikologi,


Jurnal edukasi vol 2 No 2 Juli 2016, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan
Universitas Islam Negeri Ar-Raniry.

Stuart, G.W. dan Sundeen, S.J. 2002. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi 3.
Jakarta: EGC.

Stuart, Gail W. 2007. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Edisi5. Jakarta: EGC.

Stuart dan Laraia. 2005. Principles and Practice of Psychiatric Nursing. 8th
Edition. St Louis: Mosby.

Yosep, Iyus, 2009, Keperawatan Jiwa, Revika Aditama, Jakarta.