Anda di halaman 1dari 12

MAKALAH

“Pemeriksaan Tinja Menggunakan Metode Stoll”

Makalah ini dikumpulkan guna memenuhi tugas mata kuliah

Dosen :

Yugi Hari Candra P., S.Kep., Ns., M.Si

Disusun oleh :

Ayasah Pratita Kirana (18010054)


Nur Abidin (18010076)
Wahyu Aji Pramono (18010079)
Bias Chika P. S. (18010080)
Gisela Putri Ayu Laksita (18010089)
Hofifatul Lailiyah (18010094)
Andini Putri Prasasti (18010097)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

STIKES dr. SOEBANDI JEMBER


2019

1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya sehingga
makalah ini dapat tersusun hingga selesai. Tidak lupa kami mengucapkan
terimakasih terhadap bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan
memberikan sumbangan baik pikiran maupun materinya.

Kami berharap semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan


pengalaman untuk para pembaca. Bahkan kami berharap lebih jauh lagi agar
makalah ini bisa pembaca praktekkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kami yakin masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini


karena keterbatasan pengetahuan dan pengalaman kami. Untuk itu kami sangat
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca demi
kesempurnaan makalah ini.

Jember, 29 April 2019

Penyusun

2
DAFTAR ISI
SAMPUL ....................................................................................................... 1

KATA PENGANTAR .................................................................................. 2

DAFTAR ISI ................................................................................................. 3

BAB I. PENDAHULUAN ............................................................................ 4

1. Latar Belakang ...................................................................................... 4

2. Rumusan Masalah ................................................................................. 5

3. Tujuan ................................................................................................... 5

BAB II. PEMBAHASAN ............................................................................. 6

1.Pengertian Pemeriksaan Tinja Metode Stoll .......................................... 6

2.Cara Pemeriksaan Tinja ........................................................................ 6

BAB III. PENUTUP ................................................................................... 10

1. Kesimpulan ........................................................................................ 10

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................. 11

3
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Pemeriksaan feses (tinja) adalah salah satu pemeriksaan laboratorium yang
telah lama dikenal untuk membantu klinisi menegakkan diagnosis suatu
penyakit. Meskipun saat ini telah berkembang berbagai pemeriksaan
laboratorium yang modern , dalam beberapa kasus pemeriksaan feses
masih diperlukan dan tidak dapat digantikan oleh pemeriksaan lain.
Pengetahuan mengenai berbagai macam penyakit yang memerlukan
pemeriksaan feses , cara pengumpulan sampel yang benar serta
pemeriksan dan interpretasi yang benar akan menentukan ketepatan
diagnosis yang dilakukan oleh klinisi.
Parasitologi adalah ilmu yang mempelajari organisme parasit yang hidup
di dalam tubuh atau pada permukaan tubuh organisme lain yang menjadi
tempat mendapatkan makanan untuk mempertahankan hidupnya. Parasit
adalah organisme yang kelompok hewan yang membutuhkan
makanan sehingga dapat merugikan kehidupan bahkan dapat
menimbulkan kematian induk semag (hospes) tempatnya
menumpang hidup (soedarto 2008).
Ilmu tentang parasit telah lama menunju kkan peran pentingnya
dalam bidang kedokteran hewan dan manusia namun masih
banyak penyakit baik pada hewan dan manusia yang merupakan
masalah kesehatan di Indonesia. Pertumbuhan penduduk yang
tinggi dan terjadinya urbanisasi yang tidak diimbangi saranna
dan prasaranan, telah menambah banyaknya daerah kumuh di
perkotaan. Makin kurangnya air bersih, pencemaran air dan
tanah menciptakan kondisi lingkungan fisik yang memungkinkan
perkembangan vektor dan sumber infeksi termasuk oleh penyakit
parasitik.

4
Identifikasi parasit yang tepat yaitu dengan cara membedakan
sifat berbagai parasit,kista, telur, larva dan juga pengetahuan
tentang berbagai bentuk pseudoparasitdan artefak mungkin
dikira suatu parasit. Teknik pemeriksaan secara laboratoris
beberapapenyakit parasit yang lazim digunakan dalam praktikum
yakni pemeriksaan kualitatif dan kuantitatif. Pemeriksaan yang
digunakan pada praktikum ini menggunkan metode stall.

1.2 Rumusan Masalah


Rumusan masalah yang akan di bahas pada makalah ini antara lain:
a) Apa pengertian dari pemeriksaan tinja dengan metode
Stall?
b) Cara pemeriksaan tinja dengan metode Stall ?
c) Indikasi di lakukan pemeriksaan tinja dengan metode stall
?
d) Hasil pemeriksaan

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dari penyusunan makalah ini adalah untuk:
1) Untuk mengetahui pengertian dari metode Stall
2) Untuk mempelajari cara pemeriksaan tinja dengan metode
stall
3) Untuk mengetahui indikasi pemeriksaan tinja dengan
menggunakan metode Stall
4) Untuk mengetahui hasil dari pemeriksaan tinja

5
BAB II

PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Pemeriksaan Tinja Metode Stoll
Metode stall adalah metode yang menggunakan larutan NaOH
o.IN sebagai pelarut feses. Cara ini sangat baik di gunakan
unruk infeksi berat dan sedang. Akan tetapi untuk infeksi
ringan kurang baik. Feses di larutkan d an di kocok hingga
homegen dan di diamkan semalam,setelah itu di lakukan
pemeriksaan dibawah mikroskop,lalu di hitung jumlah telurnya.
2.2 Cara pemeriksaan tinja dengan metode Stall
Ilmu tentang parasit telah lama menunjukan peran pentingnya
dalam bidang kedokteran hewan dan manusia namun masih banyak
penyakit baik pada hewan dan manusia yang merupakan masalah
kesehatan di Indonesia.Pertumbuhanpenduduk yang
tinggidanterjadinyaurbanisasi yang tidakdiimbangisaranadanprasarana,

6
telah menambah banyaknya dearah kumuh di perkotaan.Makin
berkurangnya air bersih, pencemaran air dan tanah menciptakan kondisi
lingkungan fisik yang memungkinkan perkembangan vektor dan sumber
infeksi termasuk oleh penyakit parasitik. Pemeriksaan feses dimaksudkan
untuk mengetahui ada tidaknya telur cacing ataupun larva infektif.
Pemeriksaan ini juga dimaksudkan untuk mendiagnosa tingkat
infeksi cacing parasit usus pada orang yang di periksa fesesnya
(Gandahusada.dkk, 2000). Pemeriksaan feses dapat dilakukan dengan
metode kualitatif dan kuantitatif. Secara kualitatif dilakukan dengan
metode natif, metode apung, metode hara damori, dan Metode kato.
Metode ini digunakan untuk mengetahui jenis parasit usus, sedangkan
secara kuantitatif dilakukan dengan metode kato untuk menentukan
jumlah cacing yang ada di dalam usus. Prinsip dasar untuk diagnosis
infeksi parasit adalah riwayat yang cermat dari pasien. Teknik diagnostik
merupakan salah satu aspek yang penting untuk mengetahui adanya
infeksi penyakit cacing, yang dapat ditegakkan dengan cara melacak dan
mengenal stadium parasit yang ditemukan.
Sebagian besar infeksi dengan parasit berlangsung tanpa gejala
atau menimbulkan gejala ringan. Oleh sebab itu pemeriksaan
laboratorium sangat dibutuhkan karena diagnosis yang hanya
berdasarkan pada gejala klinik kurangdapat dipastikan. Misalnya, infeksi
yang disebabkan oleh cacing gelang (Ascarislumbricoides). Infeksi ini
lebih bamyak ditemukan pada anak-anak yang sering bermain di tanah
yang telah terkontaminasi, sehingga mereka lebih mudah terinfeksi oleh
cacaing-cacing tersebut. Biasanya hal ini terjadi pada daerah di mana
penduduknya sering membuang tinja sembarangan sehingga lebih mudah
terjadi penularan. Pengalaman dalam hal membedakan sifat berbagai
spesies parasit, kista, telur, larva, dan juga pengetahuan tentang bentuk
pseudo parasit dan artefak yang dikira parasit, sangat dibutuhkan dalam
pengidentifikasian suatu parasit.

7
Tujuan :

1) Mengetahui pemeriksaan feses kuantitatif.


2) Mengetahui pemeriksaan sediaan tinja basah dengan kaca tutup.
3) Mengetahui adanya telur parasit dalam sampel feses.

Alat & Bahan Pemeriksaan Sediaan Tinja Basah Dengan Tutup


Kaca:

o Tinja yang akan diperiksa


o Lidi (5cm)
o Object glass
o Kaca penutup
o Air

Alat & Bahan Pemeriksaan Kuantitatif:

o Cellophane tape selebar 2,5 x 3 cm


o Larutan kato
o Kawat selebar 3x4 cm untuk menyaring tinja
o Kertas karton tebal 3x4 cm ditengah berlubang. Dimana isi lubang
karton telah diketahui sebelumnya kurang lebih 50 mg
o Kaca benda
o Tutup botol karet
o Kertas saring ukuran 10 x 10
o Kertas berminyak tidak tembus air ukuran 10 x 10
o Potongan lidi / bambu
o Tinja yang akan diperiksa

Cara Kerja Pemeriksaan Sediaan TinjaBasah Dengan Tutup Kaca:


a) Letakkan setetes larutan zat warna diatas object glass
b) Ambil sedikit tinja dengan lidi

8
c) Hancurkan tinja diatas kaca bendah ingga terdapat suspensi yang
berhomogen. Keluarkan bahan yang kasar (sisa makanan, pasir)
d) Tutuplah dengan kaca penutup
e) Periksa dibawah mikroskop dengan pembesaran 10 x 10

Cara Kerja Pemeriksaan Kuantitatif:

 Letakkan kertas saring diatas kertas berminyak di mejala


boratorium
 Ambil tinja yang banyak dengan lidi dan letakkan kertas karton
diatas kaca benda, lubang kertas karton harus ditengah kaca benda
 Letakkan kawat kasa diatas tinja
 Ambil kaca benda/ object glass dan letakkan kertas kartondi atas
kaca benda, lubang kertas karton harus ditengah kaca benda
 Dengan lidi tekan kawat kasa diatas tinja. Kemudian dengan lidi
tinja diatas kawat kasa dimasukkan kedalam lubang kertas karton
 Isilah lubang karton sampai rata dengan permukaan kertas karton
 Angkatlah kertas karton, dan tinja dalam lubang akan tertinggal di
atas kaca benda
 Tutuplah kaca benda dengan cellophane tape.
 Hitunglah telur cacing ,jumlah telur cacing dikali 1000/50 sama
dengan jumlah telur cacing dalam 1 gram tinja.

Kesimpulan:

Kurangnya kualitas dari preparat membuat saya tidak dapat melihat telur
cacing secara akurat.

9
Berikut adalah gambar hasil pemeriksaan tinja dengan menggunakan
metode stall :

10
BAB III

PENUTUP

1.1.1 Kesimpulan
Feses untuk pemeriksaan sebaiknya yang berasal dari defekasi
spontan; jika pemeriksaan sangat diperlukan, boleh juga sample fese
diambil dengan jari bersarung dari rectum. Untuk pemeriksaan biasa
dipakai feses sewaktu, jarang diperlukan feses 24 jam untuk pemeriksaan
tertentu. Bahan-bahan untuk pemeriksaan feses harus melalui salurab yang
bersih tanpa bercampur dengan urin. Diperlukan dalam jumlah kecil
kecuali beberapa keadaan. Ditampung dalam wadah sekali pakai, harus
dilakukan pemeriksaan dalam beberapa jam setelah pengambilan, untuk
pemeriksaan amuba specimen harus segar.

Hasil pemeriksaan tinja dengan menggunakan metode dapat di


simpulkan bahwa kurangnya kualitas dari preparat membuat saya tidak
dapat melihat telur cacing secara akurat.

11
DAFTAR PUSTAKA

https://www.academia.edu/35103680/PEMERIKSAAN_FESES.docx

https://www.academia.edu/19669009/LAPORAN_PRAKTIKUM_PEME
RIKSAAN_FESES

https://www.academia.edu/31880909/LAPORAN_PRAKTIKUM_PARAS
ITOLOGI_Pemeriksaan_Tinja_Untuk_Infeksi_Cacing

12

Anda mungkin juga menyukai