Anda di halaman 1dari 79

LAPORAN PRAKTIKUM DIETETIK 2

TATA LAKSANA DIET PADA PASIEN


“CHF (Congestive Heart Failure)’’
DI RUANG UTAMA MERPATI 4
RSUD Dr. TJITROWARDOJO

DisusunOleh :
Nurul Perbriani
NIM. 170400387

PROGRAM STUDI S1 GIZI


FAKULTAS ILMU-ILMUKESEHATAN
UNIVERSITAS ALMA ATA YOGYAKARTA
2018
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN PRAKTIKUM DIETETIK 2

TATA LAKSANA DIET PADA PASIEN


“CHF (Congestive Heart Failure)’’
DI RUANG UTAMA MERPATI 4
RSUD Dr. TJITROWARDOJO

DisusunOleh :
Nurul Pebriani
170400387
DisetujuiOleh :

Menyetujui, Menyetujui,
Supervisor/LNO Blok Pembimbing Lahan Rumah Sakit

Mengetahui,
Kepala Instalasi Gizi RSUD
BAB 1

PENDAHULUHAN

1. ASSESMEN GIZI
A. ANAMNESIS
1. Identitas Subyek
Nama : Tn S No RM : 00505568
Umur : 64 th Ruang :Merpati 04
Jenis kelamin : Laki-Laki TglMasuk : 26 November2018
Pendidikan : Tgl Kasus : 28 November 2018
Suku : Jawa Alamat : Burat RT 02/03
Kepil Wonosobo
Agama : Islam Klasifikasialamat:
Kebiasaan merokok: Ya/tidak Perkotaan/perdesaan
Jika ya, frekuensi: … x/hari Diagnosis medis: CHF
Sudah berhenti merokok selama 7 tahun (Congestive Heart Failure )
sebelumnya merupakan perokok
Keterbatasan fisik:
Gangguan penglihatan (ya/tidak),
gangguan pendengaran(ya /tidak),
lainnya…………………………
Kemampuan mobilitas:
Mobilitas di sekitar rumah / mobilitas
di sekitar tempat tidur atau kursi
…………………………………………

Pasien sebelum nya sudah pernah


mendapatkan konseling gizi tetapi tidak
patuh karena pasien masih suka
mengonsumsi gorengan dan makan yang
asin
Kesimpulan: seorang pasien berusia 64 tahun datang kerumah sakit untuk
check up penyakit terdahulu karena sebelumnya merasakan mual, sesak
nafas dan nyeri dada sebelah kiri kemudian di anjurkan untuk rawat inap di
rumah sakit. Pasien mengalami gangguan mobilitas, lemas dan tidak bisa
berdiri terlalu lama serta hanya beraktifitas di tempat tidur. Diagnosa
medis pasien sekarang adalah CHF (Congestive Heart Failure)
2. Data Sosio Ekonomi
Pekerjaan Petani

Penghasilan -

Jumlah anggota 4 Orang


Keluarga
Kondisi yang Kehilangan pekerjaan (ya/tidak), kehilangan
mempengaruhi anggota keluarga (ya/tidak), trauma (ya/tidak),
psikologis riwayat operasi (ya/tidak), lainnya(-) tidak ada
Kesimpulan : pasien seorang petani dan di rumah pasien tinggal bersama
anak perempuannya dan menantu dan 1 orang cucu jumlah anggota
keluarga dalam rumah berjumlah 4 orang. Pasien sebelumnya sudah
bekerja sebagai petani sejak muda.

3. Data Berkaitan dengan Riwayat Penyakit


Keluhan Utama Mual, batuk dan sesak nafas sejak 1 hari dan nyeri di
dada seblah kiri sebelum masuk rumah sakit, namun
pasien mengaku asupan makannya baik dan tidak ada
masalah saat makan karena keluaraga pasien
memberikan dukungan untuk asupan makan pasien
dengan cara menyuapi pasien
Riwayat Penyakit CHF (Congestive Heart Failure)
Sekarang
Riwayat Penyakit Paru-paru sudah sembuh sejak 1 tahun yang lalu dan
Dahulu kemudian timbul riwayat Jantung sejak 1 tahun setelah
sembuh dari sakit paru-paru
Riwayat Penyakit Hipertensi
Keluarga
Kesimpulan: pasien mengeluh mual, batuk dan sesak nafas sejak 1 hari dan nyeri
dada sebelah kiri. Asupan makan pasien bagus dikarenakan pasien disuapi saat
makan dan pasien sudah lama menderita penyakit jantung yaitu sudah dari 1 tahun
yang lalu dan pasien juga punya riwayat keluarga hipertensi.
4. BerkaitanDenganRiwayatGizi
Alergi makanan -
Masalah Nyeri ulu hati (ya/tidak), Mual (ya/tidak),
gastrointestinal Muntah (ya/tidak), Diare (ya/tidak), Konstipasi
(ya/tidak ), Anoreksia (ya/tidak)
Perubahan pengecapan/penciuman (ya/tidak )
Kesehatan Sulit menelan(ya/tidak),
Mulut Stomatitis (ya/tidak),
Gigi lengkap(ya/tidak)
Aktifitasfisik Aktifitas SMRS :
Jumlah jam tidur sehari : 10 jam
Jenis olahraga :-
Frekuensi :
Pengobatan Vitamin/mineral/suplemengizi lain :
Frekuensi dan jumlah : 2 x sehari
Perubahan Bertambah/berkurang: berkurang
Beratbadan (ya/tidak), lamanya : kg/
(minggu/bulan), disengaja/tidakdisengaja.
Riwayat / Makan utama …x/haridan ..x/hariselingan.
polamakan Makananpokok : 3x/hari
Lauk hewani : 2x/hari
Lauk nabati: 3x/hari
Buah: 3-4x/minggu
Sayur:3x/hari
Minum: 5-4 gelas dan minum teh 2x/hari
Umbi umbian: 3 x/minggu
Pasien suka makan makanan asin dan suka sekali
gorengan terutama tempe goreng yg di beli diluar
Kesimpulan : pasien tidak memiliki alergi terkait makanan. Pola makan
pasien sudah baik tetapi asupan buah dan protein hewani pasien masih
kurang. Pasien masih suka mengonsumsi gorengan dan makan makanan asin

Berarti ini kesimpulannya dia patuh nggak sama dietnya?


B. ANTROPOMETRI
ULNA LILA

27cm 22cm

Rumus Perkiraan TB dengan ULNA (rumus ilayperuma)


= 97,252 + (2,645 x ULNA)
= 97,252 + (2,645 x 27)
=97,252 + (2,645 x27)
= 97,252 + 71,415
= 169 cm
BBI = (TB – 100) x 0,9
= (169 – 100) x 0,9
= 69 x 0,9
= 62kg

Kesimpulan :
- Tinggi badan pasien di hitung dengan menggunakan ULNA karena
pasien tidak dapat berdiri terlalu lama dan terlalu lemas.
- Berat badan pasien dihitung berdasarkan LILA karena keadaan pasien
yang tidak dapat di timbang.
Setatus gizi

% LILA = 22 x 100% Kategori Status Gizi Menurut LILA


30,7 Gizi Baik >85%
Gizi Kurang 70,1 – 84,9%
= 71% (gizi kurang)
Gizi Buruk <70%

Kesimpulan : Dari hasil prtitungan % percentile LILA yang


didapatkan adalah 71% dengan katagori Gizi Kurang (WHO
NCHS).
C. PEMERIKSAAN BIOKIMIA
Tanggal Pemeriksaan Satuan/Nilai
Nilai Keterangan
Pemeriksaan Biokimia Normal
26-11-2018 Hemoglobin 15,3 gr% 12-16gr% Normal
A. Leukosit 6100/µL 4300-11400/µL Normal
Trombosit 152/µL 150-400/µL Normal
Gula Dara Sewaktu 115 mg/d 74-106 mg/d Tinggi
Asam Urat 8,5mg/dl 3,4-mg/dl Tinggi
Creatinin O,95 0,6-10 Normal
Ureum 38,7 10-50 Normal
Albumin 3,6g/dl 3,4-4,8 Normal
Netrofil 66,10 50-70 Normal
Limfosit 21,00 25-40 Normal
Monosit 11,10 2-12 Normal
Basofit 0,20 0-1 Normal
28-11-2018 Albumin 3,4g/dl 3,4-4,8g/dl Normal
Kesimpulan: Berdasarkan hasil pemeriksaan biokimia pada tanggal 26
November 2018 di dapatkan nilai GDS tinggi yaitu 115 mg/d
dan Asam Urat tinggi yaitu 8,5 mg/dl

D. PEMERIKSAAN FISIK
1. Kesan Umum : CM (Composmentis)
Tanggal Satuan/Nilai
Vital sign Nilai Keterangan
Pemeriksaan Normal
27-11-2018 pagi Tekanan darah 90/60 mmhg 120/80 mmhg Rendah
Nadi 80x/menit 80-100 x/ menit Normal
Suhu 36 ͦ C 36-37 ͦ C Normal
RR 29x/menit 18-24x /menit Tinggi
28-11-2018 sore Tekanan darah 120/80 mmhg 120/80 mmhg Normal
Nadi 88x/menit 80-100 x/ menit Normal
Suhu 36,9 ͦ C 36-37 ͦ C Normal
RR 26x/menit 18-24x /menit Tinggi
29-11-2018 Tekanan darah 130/80 mmhg 120/80 mmhg Tinggi
Nadi 80x/menit 80-100 x/ menit Normal
Suhu 36,9 ͦ C 36-37 ͦ C Normal
RR 24x/menit 18-24x /menit Normal
30-11-2018 Tekanan darah 90/80mmhg 120/80 mmhg Renda
Nadi 80x/menit 80-100 x/ menit Normal
ͦ
Suhu 36 C 36-37 ͦ C Normal
RR 24x/menit 18-24x /menit Normal
Kesimpulan: dari hasil klinis pasien terdapat data yang mempunyai
keterangan rendah pada tanggal 27 yaitu TD90/80 mmHg dan RR tinggi yaitu
29x/menit dan tanggal 28 RR 26x/menit tinggi dan pada tanggal 29 TD 130/80
tinggi di tanggal 30 TD 90/80 rendah

E. ASUPAN ZATGIZI.
Hasil Recall 24jam diet : Rumah/ Rumah sakit + Makanan luar
RS Tanggal : 26 November 2018
Diet RS : Diet yang diberikan saat ini apa?
Implementasi Energi (kcal) Protein (g) Lemak (g) KH (g)
Asupan 1593,3Kcal 59,1 g 33,3g 268,7g
Standar RS 1716,8Kcal 61,4g 43,4g 276,3g
% Asupan/Standar RS 92% 96,2% 76,72% 97,24%
Kebutuhan gizi 1768,5Kcal 64g 39,3g 289,7g
% Asupan/Kebutuhan 90% 92% 84% 92%
Kesimpulan : Dari hasil recall T S kebutuhan asupan makan pasien baik
karna dari % asupan di dapat kan nilai ≥80%
Klasifikasi asupan menurut WHO 2005

Kategori Persen Asupan


Kurang < 80%
Baik 80%-110%
Lebih >110%
Sumbe WNPG, 2013
F. Terapi Medis
Interaksi dengan
Jenis Obat Fungsi Solusi
zat gizi
Amilodipine Adalah obat calcium Di konsumsi tanpa makan Penggunaan obat
channel blockers sesuwai anjuran dokter diiringi dengan
untuk menurunkan
tekanan dara tinggi
pemeriksaan teratur ke
amlodipine bekerja dokter dan jangan
melebarkan pembulu melewati dosis yang
darah sehingga darah sudah ditentukan
dapat mengalir lebih
mudah
Alapurinol Untu menurunkan - Penggunaan obat
kadar asam urat di diiringi dengan
dalan darah
pemeriksaan teratur ke
dokter dan jangan
melewati dosis yang
sudah ditentukan
Fursemide Mengurangi cairan Nyeri kepala, pusing, Penggunaan obat
berlebih dalam tubuh vertigo,pandangan buram diiringi dengan
(edema) yang dan sering buang air kecil
disebabkan oleh
pemeriksaan teratur ke
kondisi gagal jantung dokter dan jangan
dan tekanan dara melewati dosis yang
tinggu sudah ditentukan
Ranitidin Mengatasi dan  Nyeri dada,demam, napas Penggunaan obat
mencegah rasa panas pendek, batuk dengan diiringi dengan
perut lendir hijau atau kunging
(heartburn),maag, dan
pemeriksaan teratur ke
sakit perut yang dokter dan jangan
disebabkan oleh tukak melewati dosis yang
lambung sudah ditentukan
Bisoprolol Penghambat beta (beta Pusing,gangguan tidur, Penggunaan obat
blockers) yang bradikardia, diare,infeksi diiringi dengan
digunakan untuk saluran pernapasan sesak
mengobati beberapa napas, jari tangan dan
pemeriksaan teratur ke
jenis penyakit,seperti kaki terasa dingin dokter dan jangan
hipertensi atau melewati dosis yang
tekanan darah sudah ditentukan
tinggi,angina pectori
G. Diaknosa Gizi
(NI) Domain intek
NI.5.4. Penurunan kebutuhan zat gizi Natrium Berkaitan dengan ketidak
seimbangan cairan dan elektrolit ditandai dengan ada nya edema di
pergelangan tangan
NI 5.4 Penurunan kebutuhan zat gizi purin berkaiatan dengan penumpukan
purin ditandai dengan asam urat 8,5 mg/dl

(NC) Domain Klinis

NC.3.2. Berat badan kurang/underweight berkaitan dengan penyakit yang di


derita di tandai dengan status gizi 71% (gizi kurang) berdasarkan %
LILA

Ada domain behaviour lho, cek kepatuhan dietnya gimana? Diakan


sudah pernah dapat konseling gizi sebelumnya, tapi tetep
makan asin dan gorengan kan?

1. Tujuan diet:
 Memberikan makanan cukup gizi tanpa memberatkan kerja
jantung
 Mengilangkan edema atau mengurangi edema
 Mempertahan kan berat badan pasien
apakah berat badan pasien diketahui?

Tujuan untuk masalah purin gimana?


2. Syarat / prinsip diet :
 Energi diberikan sesuai kebutuhan
 Protein diberikan sedang 1,0 g/kg BB
 Lemak diberikan sedang yaitu 20-25%
 Karbohidrat cukup dari energi total
 Garam rendah, 2-3g/hari, jika (jika????? Bukannya dia udah
jelas ada edema ya?) disertai hipertensi dan edema.
 Makan makanan mudah dicerna dan tidak menimbulkan gas
 Serat cukup untuk mengatasi konstipasi
 Rendah purin, bagaimana prinsipnya
 Kolesterol dibatasi < 300 mg
 Bentuk makanan menyesuaikan kemampuan pasien
 Ada pembatasan cairan tidak untuk edema nya?
3. Perhitungan kebutuhan energi dan zat gizi
a. Energi :
BMR = 66+ (13,5 x BBI) + (5 x TB) – (6,8x U)
LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
= 66 + (13,5 x 62) + (5 x 169) – (6,8x 64)
= 66 + 837 + 845 – 421,6
= 1326,4kkal
TEE = BMR x FA x FS
= 1326,4 x 1,1 x 1.2
= 1750,8 kkal
b. Protein = 1.0 x BB
= 1 x 62
= 62 gr x 4
= 256,1 kkal

c. Lemak = 20% x 1750,8


9
= 350,16 = 39 gram
9
d. Karbohidrat = % K = T Energi – ( T Protein + T Lemak)
= 1750,8 – (256,1 + 350,16)
= 1750.8 – 606,26
= 1144 = 286 kkal
4
4. Terapi diet, bentuk makanan dan cara pemberian
TerapiDiet : DJ III RG II

Bentuk Makanan : Nasi TIM

Cara Pemberian : Oral


Frekuensi : 3x makanan utama, 2x makanan selingan

5. Saran Intervensi Gizi antar Profesi

Dokter : Mekajai??? perkembangan diagnose medis


Perawat : Memberikan pelayanan yang lebih dan menyarankan
kepada pasien dalam menjalankan diet yang dianjurkan
LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
oleh ahli gizi
Farmasi :Memberikan obat sesuai dengan penyakit pasien atau
interaksi obat dan makanan

6. Rencana monitoring dan evaluasi


Yang diukur Pengukuran Evaluasi/target
Biokimia Glukosa sesaat Sesuai jadwal Normal
Asam urat pemeriksaan
laboratorium
Fisik klinik Tekanan darah ,RR dan Setiap hari Normal
edema
Asupan Energi,Protein,Lemak,K Setiap hari Hingga mencapai
H 80%-110%

Masalah gizi : Berat badan kurang

Tujuan :

a. Memberiakan edukasi mengenai diet DJ

b. Memberiakan edukasi agar dapat memahami gizi seimbang

c. Memberiakan edukasi mengenai pola makan yang baik bagi pasein

Sasaran : pasien dan keluarga pasien

Metode : Diskusi dan Tanya Jawab

Media : Leaflet diet jantung

Waktu :+10 menit

Tempat : Ruang Perawatan Utama Merpati 4

Materi konseling gizi :


a. Pengertian mengenai tujuan dan syarat diet jantung.
b. Tujuan dari diet DJ , RG dan RP
c. Makanan yang dianjurkan dan tidak dianjurkan pada penyakit
LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
jantung

A. Impementasi
1. KajianTerapi Diet RumahSakit
Jenis Diet/BentukMakanan/Cara Pemberian: DJ III RG II/Nasi
Tim/Oral
/
Energi (kcal) Protein (g) Lemak (g) KH (g)

Standar diet RS 1716,5g 61,4g 43,4g 276,3g


Kebutuhan 1750,8g 62 g 39g 286g
% Standar/Kebutuhan 97,05% 95,31% 110% 95%

Ini recall kapan????? Tanggal???

2. Rekomendasi Diet
STANDAR DIET RS REKOMENDASI DIET
Makanpagi Beras 50 gram Beras 50gram
Lauk hewani 50gram Lauk hewani 40gram
Lauk nabati 25gram Lauk nabati 50gram
Sayur 75gram Sayur 75gram
Minyak 5 gram Minyak 3gram
Gula pasir 10gram Gula Pasir 20gram
Susu 25gram The manis 200gram
Selingan Buah 100 gram Snack 50garam

Makan siang Beras 75gram Beras 75gram


Lauk hewani 40gram Lauk hewani 50gram
Lauk nabati 25 gram Lauk nabati 50gram
Sayur 75gram Sayur 75gram
Minyak 5gram Minyak 3 gram
Buah 100gram Buah 100gram
Selingan Senek 1pc Snack 75gram
Makanmalam Beras 50gram Beras 50 gram
Lauk hewani 40gram Lauk hewani 40 gram
Lauk nabati 25gram Lauk nabati 50gram
Sayur 75gram Sayur 75gram
Minyal 5 gram Minyak 5 gram
Buah 100gram Buah 100 gram

NilaiGizi Energi : 1716,8 kcal ( 97%) Energi :1767,1 kcal (99%)


Disbanding Protein :61,4 g(95,93%) Protein : 64,9g(101%)
Kebutuhan Lemak : 43,4g(110%) Lemak :41,8g(106%)
Karbohidrat :276,3g (95%) Karbohidrat : 290,0g ( 100%)

c.Penerapan diet berdasarkan rekomendasi


Pemesanan Diet: T DJ III RG

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
BAB 2

DASAR TEORI

A. Pengertian Congestive Heart Failure (CHF)

Congestive Heart Failure (CHF) merupakan suatu keadaan

patologis di mana kelainan fungsi jantung menyebabkan kegagalan

jantung memompa darah untuk memenuhi kebutuhan jaringan, atau hanya

dapat memenuhi kebutuhan jaringan dengan meningkatkan tekanan

pengisian.Gagal jantung dikenal dalam beberapa istilah yaitu gagal jantung

kiri, kanan, dan kombinasi atau kongestif.Pada gagal jantung kiri terdapat

bendungan paru, hipotensi, dan vasokontriksi perifer yang mengakibatkan

penurunan perfusi jaringan.Gagal jantung kanan ditandai dengan adanya

edema perifer, asites dan peningkatan tekanan vena jugularis.Gagal

jantung kongestif adalah gabungan dari kedua gambaran tersebut.Namun

demikian, kelainan fungsi jantung kiri maupun kanan sering terjadi secara

bersamaan (McPhee & Ganong, 2010).

Umur ≥75 tahun (1,1%) (Riskesdas, 2013) Pasien gagal jantung

mengalami peredaran darah sistemik dan sirkulasi yang berjalan lambat.

Pemindahan O2 dan CO2 dalam paru-paru berlangsung sukar, seluruh

organ dan jaringan tubuh tidak dapat di penuhi kebutuhannya akan oksigen

dan zat-zat makanan. Terjadi awitan kesulitan nafas mendadak dan

perasaan tercekik Kecemasan yang terjadi pada kebanyakan pasien gagal

jantung dikarenakan mereka mengalami kesulitan mempertahankan

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
oksigenasi yang adekuat sehingga mereka cenderung sesak nafas dan

gelisah Kecemasan yang dialami ketika terjadi serangan adalah kecemasan

berat sehingga memerlukan bantuan untuk oksigenasi dan konseling yang

tepat. (Idhaniyati, 2010)

B. Patofisilogi Congestive Heart Failure (CHF)

Udjianti (2011) menyatakan bahwa Insidensi CHF sulit ditentukan

karena CHF adalah suatu simtom atau gejala dan bukan suatu

diagnosis.Data pada simtom ini biasanya berhubungan dengan penyebab

yang mendasari.Masalah kesehatan dengan gangguan sistem

kardiovaskular termasuk CHF masih menduduki peringkat yang tinggi,

CHF telah melibatkan 23 juta penduduk di dunia. Sekitar 4,7 orang

menderita CHF di Amerika (1,5-2% dari total populasi) dengan tingkat

insiden 550.000 kasus per tahun. Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh

Darah Harapan Kita Jakarta melaporkan sekitar 400-450 kasus infark

miokard setiaptahunnya (Irnizarifka, 2011).

CHF menimbulkan berbagai gejala klinis diantaranya;dipsnea,

ortopnea, pernapasan Cheyne-Stokes, Paroxysmal Nocturnal Dyspnea

(PND), asites, piting edema, berat badan meningkat, dan gejala yang

paling sering dijumpai adalah sesak nafas pada malam hari, yang mungkin

muncul tiba-tiba dan menyebabkan penderita terbangun (Udjianti, 2011).

Munculnya berbagai gejala klinis pada pasien gagal jantung tersebut akan

menimbulkan masalah keperawatan dan mengganggu kebutuhan dasar

manusia salah satu diantaranya adalah tidur seperti adanya nyeri dada pada
LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
aktivitas, dyspnea pada istirahat atau aktivitas, letargi dan gangguan tidur.

Gangguan tidur adalah simptom yang paling sering dilaporkan pada

pasien CHF dan dirasakan oleh 75% penderitanya. Faktor yang

berhubungan dengan gangguan tidur pada kelompok ini multidimensional

seperti karakteristik demografi (jenis kelamin, umur), perjalanan penyakit

CHF, beberapa masalah kesehatan (nyeri, depresi), simptom dari CHF,

medikasi, stress dan kecemasan (Nancy & Kathy, 2012).Pasien dengan

CHF juga sering merasa cemas, ketakutan dan depresi.Hampir semua

pasien menyadari bahwa jantung adalah organ yang penting dan ketika

jantung mulai rusak maka kesehatan juga terancam. Ketika penyakit

meningkat dan manifestasinya memburuk, terjadi stres (ketegangan)

sampai mengalami kecemasan yang berat dan hal ini apabila dibiarkan

akan mengganggu status mental seseorang.

Dampak gagal jantung telah banyak menimbulkan masalah fisiologis

maupun psikologis. Penurunan curah jantung adalah salah satu masalah

keperawatan yang ditemukan berkaitan dengan gangguan Kerusakan

difusi Gas selain disebabkan oleh infark sendiri, tetapi juga oleh

penurunan curah jantung sebagai akibat infark tadi. Dengan demikian

penurunan curah jantung dapat dinyatakan sebagai masalah ataupun

menjadi penyebab atau faktor pencetus terjadinya masalah keperawatan

lain seperti masalah intoleransi aktivitas. Ada dua perubahan patofisologis

yang terjadi yaitu: 1) penurunan curah jantung menimbulkan respon cepat

lelah (fatiq) dan 2) Bendungan pada paru menimbulkan respon gejala

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
sesak nafas sebagai efek Backward. Penurunan curah jantung merupakan

masalah serius pada gangguan fungsi kardiovaskuler. Hal ini karena

penurunan curah jantung secara patofisiologi dapat menimbulkan dampak

atau gangguan pada organ-organ vital diluar jantung sebagai akibat defisit

sirkulasi. Misalnya sirkulasi otak, paru, ginjal, hati, limpha dan jantung itu

sendiri. Kematian klien dapat terjadi karena kerusakan sel otak, edema

paru, gagal ginjal, dan gangguan fungsi hepar.(Halimudia 2006) Gagal

jantung ditandai dengan penurunan curah jantung dan aktivasi yang

dihasilkan dari renin-angiotensin-aldosteron sistem. Tingkat sirkulasi

aldosteron yang tinggi merangsang ginjal untuk menahan garam dan

air. Dalam keadaan seperti itu, pembatasan garam muncul untuk membuat

perasaan fisiologis, dengan pemahaman bahwa air mengikuti garam,

menyebabkan edema interstisial. Percobaan-Bukti tal, bagaimanapun,

menunjukkan bahwa setidaknya untuk subjek yang tidak natrium dicabut,

asupan natrium tinggi memperluas intra- volume vaskular melalui

pergeseran cairan dari ruang interstisial tanpa meningkatkan total air

tubuh. Sebaliknya, dalam pengaturan dari rejimen obat yang mencakup

agen yang menghalangi sistem renin-angiotensin-aldosteron serta loop

dosis tinggi diuretik, ada sedikit bukti langsung bahwa pembatasan

natrium dapat memperbaiki gejala gagal jantung. Bahkan, peningkatan

dosis diuretik dapat merusak perfusi ginjal, lebih merangsang sistem renin-

angiotensin-aldosteron dan edema yang memburuk. Aktivasi aktif

vasopresin menyebabkan retensi bebas air, menyebabkan hiponatremia.

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
C. Etiologi

Kondisi-kondisi penyebab gagal jantung secara umum dapat terjadi oleh

mekanisme sebagai berikut

a. Penyempitan pembuluh darah koroner

Kelainan fungsi otot jantung disebabkan oleh penyempitan

pembuluh darah koroner. Ini mengakibatkan otot jantung tidak

berfungsi karena terganggunya aliran darah ke otot jantung.

Ketidakmampuan otot jantung untuk melakukan gerakan memompa

seperti biasanya mengakibatkan isi cairan darah dan curah jantung

menurun.

b. Tekanan darah tinggi

Penyebab utama gagal jantung adalah tekanan darah tinggi. Hipertensi

sistemik meningkatkan beban kerja jantung dan pada gilirannya

mengakibatkan kelainan serabut-serabut otot jantung. Perubahan otot

jantung tersebut dianggap sebagai mekanisme kompensasi karena akan

meningkatkan kontraksi jantung. Beban tekanan dari sistol yang

berlebihan di luar kemampuan ventrikel sehingga menyebabkan

hambatan pada pengeluaran aliran darah dari ventrikel yang

menurunkan curah ventrikel.

c. Volume cairan berlebihan

Jika volume cairan berlebihan maka curah jantung mula-mula akan

meningkat sesuai dengan besarnya regangan otot jantung, tetapi bila

beban terus bertambah hingga melampaui batas maka curah jantung

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
justru akan menurun. Hal ini terjadi karena otot jantung rusak akibat

tekanan volume yang melebihi batas sehingga tidak mampu memompa

lagi sesuai volume yang ada.

d. Penyakit penurunan fungsi otot jantung

Peradangan dan penyakit miokardium degenerative berhubungan

dengan gagal jantung. Demikian juga akibat bertambahnya usia, jantung

mengalami degenerasi. Kerusakan serabut otot jantung menyebabkan

penurunan fungsi bahkan mungkin tidak bisa berfungsi sama

sekali.(suryani dkk 2018)

D. Hasil kebutuhan

BMR = 66+ (13,5 x BBI) + (5 x TB) – (6,8x U)


= 66 + (13,5 x 62) + (5 x 169) – (6,8x 64)
= 66 + 837 + 845 – 421,6
= 1326,4kkal
TEE = BMR x FA x FS
= 1326,4 x 1,1 x 1.2
= 1750,8 kkal

Dari hasil kebutuhan pasien menggunakan faktor aktifitas 1,1 dikarnakan

pasien istirahat bed rest hanya beraktifitas di tempat tidur saja sedangkan

faktor stress menggunakan 1.2 karna pasien dalam keadan stress ringan

E. Diet Yang Diberikan

Diet Jantung III

Diet Jantung III diberikan dalam bentuk makanan lunak atau biasa. Diet

diberikan sebagai perpindahan dari Diet Jantung II atau kepada pasien


LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
jantung dengan kondisi yang tidak terlalu berat. Jika disertai dengan

hipertensi dan/atau edema, diberikan sebagai Diet Jantung III (sunita

almatsier 2006).

Diet garam rendah III (1000-1200 mg Na)

Diet garam rendah III diberikan kepada pasien dengan edema dan/atau

hipertensi ringan.pemberian diberikan makanan sehari sama dengan diet

garam rendah I pada pengolahan makanannya boleh menggunakan 1 sdt (4

g) gram (sunita almatsier 2006). Diet rendah garam merupakan diet yang

dimasak menggunakan namun denagn pembatasan tertentu. Garam rendah

yang digunakan adalah natrium. Natrium merupakan kation utama cairan

ekstraselular tubuh yang berfungsi menjaga keseimbangan cairan. Asupan

natrium berlebih dapat menyebabkan gangguan keseimbangan cairan

tubuh sehingga menyebabkan edema atau asites (palimbong sarlina 2018)

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
BAB 3
PEMBAHASAN

A. Monitoring, EvaluasidanTindakLanjut
MONITORING DAN EVALUASI KESIMPULAN & TINDAK
TGL DIAGNOSIS LANJUT
Antropometri Biokimia Fisik dan Asupan
(ASSESMEN,DIAGNOSIS GIZI,
klinis INTERVENSI GIZI
27/11/2018 CHF LILA = 22 cm Gula Dara T:90/60 mmHg - Energi : 1593,3kcal (%) A : data antropometri
(Congestive ULNA=27cm Sewaktu N : 80x/menit - Protein : 59,1g(88%) diukur hari pertama
Heart Failure) BB = 51,89cm 115mg/d R : 29 x/menit t - Lemak :33,3g(89%) kasus
TB = 169cm Asam Urat 8,5 S: 36 ºC - KH : 268,7g(79%) B :berdasarkan data fisik dan
mg/dl kelinis didapatkan TD 90/60
mmHg dan RR 29x/menit
dikarnakan penyakit jantung
yang diderita yaitu CHF
(Congestive Heart Failure) Dan
hasil biokimiam didapatkan
Gula dara sewaktu tinggi yaitu
115mg/dl dan asam urat 8,5
mg/dl
C : kesanumum: Composmentis
D : Asupan energi, protein, lemak,
dan KH tergolong baik (80%-
110%) karna pasien tidak ada
gangguan untuk makan
Diagnosis Gizi : (NI 5.4)(NC 3.2)
Intervensi Gizi : Nasi TIM
28/11/2018 CHF LILA = 22 cm T: 120/80 mmhg Energi : 1530,0kcal A. Data antropometri diukur hari
(Congestive ULNA=27cm N : 88x/menit (86,51%) pertama kasus
Heart Failure) BB = 51,89cm S : 36,9 ͦ C Protein : 54,2g(84,51%) B. Tidak ada hasil pemeriksaan
TB = 169cm R : 26x/menit Lemak : 28,9g(73%) biokimia dari hasil fisik dan
KH :262,1g(90%) klinis pasien RR 26x/menit
tinggi
C. Kesan umum : Composmentis
D. Asupan energi, protein, lemak,
dan KH tergolong baik (80%-
110%) karna pasien tidak ada
gangguan untuk makan
Diagnosis Gizi : (NI-5.3), (NC-3.2)

Intervensi Gizi : Nani TIM


29/11/2018 CHF LILA = 22 cm - T : 130/80 mmhg Energi : 1441,0kcal (81%) Data antropometri diukur hari
(Congestive ULNA=27cm N : 80x/menit Protein : 53,1g(82%) pertama kasus
Heart Failure) BB = 51,89cm S : 36,9 ͦ C
R : 24x/menit
Lemak : 33,9g(86%) B. Tidak ada hasil pemeriksaan
TB = 169cm KH :276,1g(95,3%) biokimia dari hasil fisik dan
klinis pasien RR 26x/menit
tinggi
C. Kesan umum : Composmentis
D. Asupan energi, protein, lemak,
dan KH tergolong baik (80%-
110%) karna pasien tidak ada
gangguan untuk makan
Diagnosis Gizi : (NI-5.3), (NC-3.2)
Intervensi Gizi : Nani TIM

30/11/2018 CHF LILA = 22 cm - T : 90/80 mmhg Energi : 1051,5kcal (59%) A. Data antropometri diukur hari
(Congestive ULNA=27cm N : 80x/menit Protein : 41,8g(65%) pertama kasus
Heart Failure BB = 51,89cm S : 36,9 ͦ C
R : 24x/menit
Lemak : 20,4g(51,9%) B. Tidak ada hasil pemeriksaan
TB = 169cm KH :176,9g(61,0%) biokimia dan dari fisik/klinis
TD 90/80 rendah
C. Kesan umum : Composmentis
D. Asupan energi, protein, lemak,
dan KH tergolong kurang
karna pasien dalam keadaan
bingung dan ningin pulang
kerumah dan sedikit sesak
sehingga didak nafsu makan
Diagnosis Gizi : (NI-5.3), (NC-3.2)

Intervensi Gizi : Nani TIM


B. Pembahasan

Dihadapkan pada subyek berusia 69 tahun dengan diagnosis medis CHF

(Congestive Heart Failure ) . Pasien mengalami sesak nafas karena riwayat

sakit paru-paru pasien dan tekanan dara pasien yang naik turun.

1. Antropometri

Penilaian antropometri yaitu suatu metode penilaian status gizi

dengan cara menilai ukuran tubuh manusia. Ukuran tubuh seseorang

sangat erat kaitannya dengan status gizi, atas dasar hal tersebut,

antropometri diakui sebagai indeks yang baik dan dapat diandalkan

sebagai penentuan status gizi.

Evaluasi hasil pengukuran antropoometri yaitu dengan cara

membandingkan hasil yang diperoleh dengan normal reference values

atau dengan menggunakan angka pembatas/cut off point (Wahyuningsih,

2013).

Berat badan pasien diukur menggunakan estimasi LLA (lingkar

lengan atas) saat assessment awal dengan LLA sebesar 22 cm dengan

estimasi berat badan sebesar 5 7 , 2 7 kg. Pengukuran menggunakan berat

badan dapat dipergunakan untuk melihat status gizi pasien dan untuk

menghitung kebutuhan gizi pasien. Tinggi badan pasien didapatkan

menggunakan rumus estimasi tinggi badan dengan mengukur ULNA

Perhitungan menggunakan ULNA yaitu 27 cm dan hasil estimasi tinggi

badan pasien sebesar 166 cm. Berdasarkan hasil perhitungan % Percentile

LILA didapatan hasil sebesar 71% yang digunakan untuk penentuan status

gizi pasien dan dikategorikan Gizi Kurang (% Percentile LILA = 70,1 –

84,9 %). Pasien diukur deangan menggunakan LILA dan ULNA dikarnakan

keadaan pasien yang sngat lemas dan tidak mampu untuk berdiri terlalu lama
dan pasien lebih sering tidur. Tidak ada perubahan berat badan pada pasien.

Antropometri berat badan pasien tidak dilakukan pada saat pemberian

intervensi selama 3 hari. Dampak dari kemampuan fungsi fisik yang

menurun akan mempengaruhi derajat GJK seseorang. Menurut NYHA (New

YorkHeart Assosiation) GJK dibagi berdasarkan 4 derajat kemampuan fisik.

Derajat I menunjukkan seseorang bisa beraktifitas secara normal, pada

derajat II pasien menunjukan gejala ringan saat melakukan aktivitas

sehingga pasien merasa lebih nyaman bila beristirahat, pada derajat III

pasien sudah mulai menunjukan adanya keterbatasan fisik, dan pada derajat

IV pasien sudah tidak bisa melakukan aktivitas apapun tanpa keluhan

2. Biokimia

Pemeriksaan biokimia merupakan pemeriksaan spesimen yang diuji

secara laboratoris yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh.

Metode ini digunakan untuk suatu peringatan bahwa kemungkinan akan

terjadi keadaan malnutrisi yang lebih parah lagi. Banyak gejala klinis

yang kurang spesifik maka penentuaan kimia faali dapat lebih banyak

menolong untuk menentukan kekurangan gizi yang spesifik

(Wahyuningsih, 2013).

Parameter biokimia yang telah diperiksa menunjukkan hasil pada

tanggal 27 GDS 115mg/d tinggi dan Asam urat 8,5mg/dl dan pada hari ke 1

dan 3 intervensi tidak ada pemeriksaan biokimia lanjutan. Hal ini karena

penurunan curah jantung secara patofisiologi dapat menimbulkan dampak

atau gangguan pada organ-organ vital diluar jantung sebagai akibat defisit

sirkulasi. Misalnya sirkulasi otak, paru, ginjal, hati, limpha dan jantung itu

sendiri. Kematian klien dapat terjadi karena kerusakan sel otak, edema paru,

gagal ginjal, dan gangguan fungsi hepar (Halimudia 2006)


3. Fisik Klinis

Penilaian fisik yaitu suatu metode penentuan status gizi dengan

melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan), dan melihat perubahan

struktur dan jaringan. Sedangkan pemeriksaan klinis yaitu suatu metode

penentuan status gizi yang didasarkan atas perubahan-perubahan yang

terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Penggunaan

metode ini umumnya untuk survei klinis secara cepat (rapid clinical

surveys) yang dirancang untuk mendeteksi secara cepat tanda-tanda klinis

umum dari kekurangan salah satu atau lebih zat gizi. Disamping itu

digunakan untuk mengetahui tingkat status gizi seseorang dengan

melakukan pemeriksaan fisik yaitu tanda (sign) dan gejala (symptom) atau

riwayat penyakit.

Evaluasi hasil pengukuran fisik dan klinis yaitu dengan cara

membandingkan hasil yang diperoleh dengan normal reference values atau

dengan menggunakan angka pembatas/cut off points untuk beberapa

pemeriksaan pada klinis (Wahyuningsih, 2013).

Tanda fisik klinis yang diamati adalah vital sign (tekanan darah,

nadi, RR dan suhu). Pada saat pengukuran di awal masuk rumah sakit

tekanan darah pasien rendah yaitu 90/80 mmHg, nadi pasien normal

yaitu 80x/menit, suhu tubuh pasien normal yaitu 36oC dan RR pasien tinggi

yaitu 29x/menit. Pada hari ke 1 intervensi diamati vital sign tekanan

darah pasien sudah setabil menjadi 120/80 mmHg (normal), nadi pasien

meningkat yaitu 88x/menit (normal), suhu tubuh pasien yaitu 36,9oC

(normal) dan RR pasien menurun menjadi 26x/menit (tinggi). Pada hari ke

2 intervensi diamati vital sign tekanan darah pasien meningkat

menjadi 130/80 mmHg (tinggi), nadi pasien yaitu 80x/menit (normal),


suhu tubuh pasien yaitu 36,9oC (normal) dan RR pasien turun yaitu

24x/menit (normal). Pada hari ke 3 intervensi diamati vital sign tekanan

darah pasien menurun menjadi 90/80 mmHg (rendah), nadi pasien menetap

80x/menit (normal), suhu tubuh pasien yaitu 36,9oC (normal) dan RR

pasien tetap 24x/menit (rendah). Terjadinya TD yang tidak stabil

dikarnakan indikatorindikator tersebut adalah satu indikator Yang

mengambarkan perkembangan masalah penurunan curah jantung pada klien

gagal jantung. Hal ini karena, secara mekanik Tekanan darah memegang

peran penting dalam sistem pompa jantung. Gagal jantung berkaitan

langsung dengan penurunan toleransi aktivitas sebagai akibat dari penurunan

curah jantung oleh karena disfungsi ventrikel kiri, peningkatan

neurohormonal, dan kongesti pembuluh darah vena sistemik dan pulmoner

sehingga kerja jantung menjadil lambat untuk menyalurkan CO2 dalam

paru-paru berlangsung sukar, seluruh organ dan jaringan tubuh tidak

dapat di penuhi kebutuhannya akan oksigen dan zat-zat makanan

(Halimudia 2006)

4. Dietary/Asupan Makan

Pasien diberikan diet T DJ III RG III dengan bentuk Nasi TIM

melalui oral. Makanan yang diberikan mengandung energi sebesar

1768,5 kkal protein 64gr, lemak 39,3gr dan karbohidrat 289,7gr,

frekuensi makan pasien yang diberikan adalah 3 kali makanan utama dan 2

kali selingan. Menurt jurnal (Nutrition Guideline Cardiovascular Care

Heart Failure) Diet RG diberikan hanya untuk pasien dalam tahap III dan

IV untuk gejala peningkatan Diet yang mengandung 2 g natrium dikaitkan

dengan pengurangan asupan kalori dan nutrisi. Pembatasan asupan garam

hanya 3g menguntungkan pasien dengan gagal jantung lanjut Penggunaan

garam kalium klorida dapat dipertimbangkan, dengan pemantauan serum


potasium pada pasien dengan penyakit ginjal dan penggunaan bersamaan

dari diuretik hemat kalium kadar vitamin siklus menu yang ada Penilaian

konsumsi makan yaitu suatu metode penentuan status gizi secara tidak

langsung dengan melihat jumlah zat gizi yang dikonsumsi, sehingga dapat

memberikan gambaran tentang konsumsi zat gizi pasien, apakah dalam

kondisi kekurangan ataupun kelebihan zat gizi. Metode penilaian

konsumsi makan yang digunakan adalah sebagai berikut :

a. Metode Recall 1 × 24 jam yaitu dilakukan dengan mencatat jenis dan

jumlah bahan makanan yang dikonsumsi pada periode 24 jam yang lalu

meliputi makanan dan minuman yang dikonsumsi dan cara

memasaknya.

b. Metode Comstock yaitu penilaian konsumsi makan dengan cara

visual atau melihat sisa makanan pasien selama dirawat di rumah

sakit kemudian dikonversi ke nilai gizi (Wahyuningsih, 2013).

Pada saat awal pengambilan kasus, dilakukan wawancara dengan

metode recall untuk mengetahui asupan pasien. Bila dibandingkan

dengan Standar Diet RS maka diketahui asupan energy dan karbohidrat

tergolong baik yaitu tergolong baik asupan suda (80% - 110%) Diet

yang diberikan sebelum dilakukan intervensi adalah Diet T DJ.

Terapi diet yang diberikan saat intervensi adalah Diet T.DJ III

RG III yang disesuaikan dengan hasil pemeriksaan nilai laboratorium.

Tujuan dari diberikan diet tersebut adalah agar kerja jantung tidak

terlalu berat dan untuk menurunkan retensi garam atau air dalam tubuh

karena pasien menderita edema. Untuk mengintervensi pada kasus ini,

maka dilakukan pembatasan bahan makanan yang dimasak dengan

garam dapur dan natrium. Energi diberikan sesuai dengan kebutuhan

gizi pasien sehingga status gizi pasien tetap normal, protein sedang
yaitu 1 gr/kg BB, lemak sedang yaitu 20% dari kebutuhan energi

total, karbohidrat sebanyak sisa kebutuhan energi dari protein dan

lemak.

Berdasarkan hasil pengamatan selama dilakukan intervensi

dengan menggunakan metode Comstock selama 3 hari (9 kali

makan). Hasil asupan makanan di hari 1 intervensi yaitu energi 1530,0

kcal (86,51%), protein 54,2 g (84,51%), lemak 28,9 g (73%) dan

karbohidrat 262,1 g (90%). Asupan makanan di hari 2 intervensi yaitu

energi 1441,0 kcal (81%), protein 53,1g (82%), lemak 33,9 g (86%) dan

karbohidrat 276,1 g (95,3%). Asupan makanan di hari 3 intervensi

yaitu energi 1051,5 kcal (59%), protein 41,8 g (65%), lemak 2 0 , 4 g

(61,0%) dan karbohidrat 176,9 g (61,0%).

Berdasarkan hasil asupan perhitungan kebutuhan monitoring

evaluasi selama pada hari ke 1dan 2 intervensi. Pasien mengkonsumsi

makanan dengan asupan baik yaitu 80%-110%. Sedangkan pada hari ke

3 interven si asupan makan pasin menurun dikarnakan pasian dalam

keadan bingung, cemas ingin pulang kerumah dan sedikit sesak nafas

sehingga pasien tidak nafsu makan menuruat. Pasien gagal jantung

mengalami peredaran darah sistemik dan sirkulasi yang berjalan

lambat. Pemindahan O2 dan CO2 dalam paru-paru berlangsung

sukar, seluruh organ dan jaringan tubuh tidak dapat di penuhi

kebutuhannya akan oksigen dan zat-zat makanan. Terjadi

awitan kesulitan nafas mendadak dan perasaan tercekik

Kecemasan yang terjadi pada kebanyakan pasien gagal jantung

dikarenakan mereka mengalami kesulitan mempertahankan oksigenasi

yang adekuat sehingga mereka cenderung sesak nafas dan gelisah

Kecemasan yang dialami ketika terjadi serangan adalah kecemasan berat


sehingga memerlukan bantuan untuk oksigenasi dan konseling yang

tepat. (Idhaniyati, 2010)

5. Diagnosa Medis dan Diagnosa Gizi

Selama studi kasus, tidak terjadi perubahan diagnosa medis pada

pasien CHF (Congestive Heart Failure ). Sejak awal masuk rumah sakit

sampai akhir intervensi, diagnosa medis pasien adala CHF (Congestive Heart

Failure ). Sedangkan diagnosa gizi pasien yang menjadi intervensi NI 5.4

penurunan natrimu dan purin karna natrium berfungsi menjaga

keseimbangan cairan dan pasien mengalami edema sedangkan penuruan zat

gizi purin dikarnakan dari data biokimia didapatkan asam urat rtinggi yaitu

8,5 mg/dl dan NC 3.2 berat badan kurang/anderweight di dapatkan dari hasil

status gizi menggunakan LILA yaitu 71% (gizi kurang) di pergelanagn

tangan dan yaitu ada atau tidak ada perubahan dikarenakan tidak ada

pemeriksaan biokimia saat atau setelah intervensi dilakukan.


BAB 4.
KESIMPULAN DAN SARAN

A.KESIMPULAN

1. Antropometri

Perhitungan menggunakan ULNA sebesar 27 cm dan hasil estimasi


tinggi badan pasien sebesar 166 cm. Berdasarkan hasil perhitungan %
Percentile LILA didapatan hasil sebesar 71% yang digunakan untuk
penentuan status gizi pasien dan dikategorikan Gizi Kurang (%
Percentile LILA = 70,1 – 84,9 %). Tidak ada perubahan berat badan pada
pasien. Antropometri berat badan pasien tidak dilakukan pada saat
pemberian intervensi selama 3 hari.

2. Biokimia

Parameter biokimia yang telah diperiksa menunjukkan hasil GDS


115 mg/d dan asam urat 8,4 mg/d. Pada saat intervensi selama 3 hari, tidak
ada pengukuran untuk hasil biokimia pada pasien.dikarnakan fungsi
ajantung yang tidak setabil untuk menyalurkan oksigen keseluruh tubuh
sehingga fungsi dari organ lain juga ikut terganggu.

3. Klinis
Tanda fisik klinis yang diamati adalah vital sign (tekanan darah, nadi,
RR dan suhu). Pada hari 1 tekanan darah rendah, nadi normal, suhu
normal dan RR tinggi, pada hari 2 tekanan darah tinggi, nadi normal, suhu
normal, dan RR normal, pada hari 3 tekanan darah rendah, nadi normal, nadi
normal dan RR normal.

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
4. Dietary

Terapi diet yang diberikan diet JD III RG dengan bentuk makanan


Nasi TIM untuk memudahkan pasien dalam mengkonsumsinya frekuensi
makanan utama 3x dan makanan selingan 2x. Perhitungan kebutuhan zat
gizi pasien sebesar energi 1768,5 kcal, protein 64 g, lemak 39,3 g,
karbohidrat 289,7 g. Asupan pasien baik 80%-110% pada hari ke 1 ke 2 dan
ke 3, kondisi pasien bingung dan gelisa inging pulang kerumah dan sedikit
sesak sehingga pasien tidak mengabiskan makanaan nya di berikan .

5. Diagnosa Medis dan Diagnosa Gizi

Selama studi kasus, tidak terjadi perubahan diagnosa medis pada


pasien. Sejak awal masuk rumah sakit sampai akhir intervensi, diagnosa
medis pasien adalah CHF (Congestive Heart Failure ) Sedangkan
diagnosa gizi pasien yang menjadi intervensi yaitu NI 5.4 dan NC 3.2
tidak ada perubahan dikarenakan tidak ada pemeriksaan biokimia saat atau
setelah intervensi dilakukan.

B. Saran
a. Asupan makanan harus di pantau agar peroses penyembuhan bisa
maksimal dan pengulangan kembali penyakit bisa lebih berkurang dan
bisakan untuk cek kesehatan rutin agar pencegahannya bisalah lebih
mudah di atasi
b. Pasien diharuskan mengkonsumsi makanan yang kaya akan omega 3
seperti minyak ikan, alpukat dan mengkonsumsi kacang -kacangan dan
banyak mengkonsumsu buah dan sayur hindari makanan yang di goreng
dan terlalu asin usahakan untuk lebih memilih makanan yang di rebus dan
di kukus agar tidak memicu penyakit penyerta dari penyakit jantung

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
DAFTAR PUSTAKA

McPhee, S. J., & Ganong, W. F. (2010). Patofisiologi penyakit: Pengantar


menuju kedokteran klinis. Jakarta: EGC.
Plazak P and W Plazak.Orthostatic hypotension in elderly women with
congestive heart failure. J Aging 2001; 13(5): 378- 84.
Isselbacher.Harrison principle of internal medicine.Edisi Jakarta:
EGC, 1981.
Setiati S, Sutrisna B and Prodjusudjadi W.The prevalence of orthostatic
hypotension and its risk factors among 40 years and above adult
population in Indonesia. Med J Indonens 2004; 13: 180-9.
Udjianti, W. J. (2011). Keperawatan kardiovaskular. Jakarta: Salemba Medika.
Vani, S. C. (2011). Penyakit penyerta dan gaya hidup pada penyakit
Congestive Heart Failure (CHF) di RS. Dr. Wahidin Sudirohusodo
dan RS.Stella Maris Makasar tahun 2011.Diperoleh pada tanggal 21
Juni 2015 dari http://respiratory.unhas.ac.id/
Kusuma, D. (2007) Olahraga untuk orang sehat dan penderita penyakit
jantung.Jakarta: Universitas Indonesia.

Ihdhaniyai,(2010) Hubungan Tingkat Kecemasan Dengan Mekanisme


Koping Pada Pasien Gagal Jantung Kongestif Di RSU Pandan
Arang Boyolali.https://publikasiilmiah.ums.ac.id.Diakses 30
November2018

Halimuddin (2006) Pengaruh Model Aktivitas dan Latihan Intensitas


Ringan Klien Gagal Jantung Terhadap Tekanan Darah Idea
Nursing Journal ISSN: 2087-2879 volum. III No. 3
Suryani dkk 2018. Diettik Penyakit Tidak Menular. Bahan Ajar Gizi
Agustus

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
LAMPIRAN 1.HASIL RECALL

% Sisa Makanan

0% 25% 50% 75% 95% 100%

Hari Jenis
Tanggal Makanan

Pa Si So Pa Si So Pa Si So Pa Si So Pa Si So Pa Si So

28/11/18 Nasi √ √ √
L.Hewani √ √ √
L.Nabati √ √ √ √
Sayur √ √
Buah √ √
29/11/18 Nasi √ √ √
L.Hewani √ √ √
L.Nabati √ √ √
Sayur √ √ √
Buah √ √
30/11/18 Nasi √ √ √
L.Hewani √ √ √
L.Nabati √ √ √
Sayur √ √ √
Buah √ √

Keterangan : Pagi
Siang
Sore

Habis Sisa

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
SKRINING GIZI

A. Simple Nutrition Screening Tool (SNST)


Nama : Tn S
Usia : 64 thn
Diagnosa medis : CHF (Congestive Heart Failur)
Tanggal skrinning : 26 November 2018

1. SkriningAwal

Jawaban (Skor)
No. Pertanyaan
Ya Tidak (0)
(1)
1 Apakah pasien terlihat kurus √

2 Apakah pakaian pasien terasa lebih longgar? √ √


3 Apakah 6 bulan terakhir ada penurunan berat badan? √

4 Apakah pasien mengalami penurunan asupan makan √


selama 1 minggu terakhir ?
5 Apakah pasien menderita suatu penyakit yang √
mengakibatkan perubahan jumlah atau jenis makanan
yang dimakan?
6 Apakah pasien terlihat lemas? √

TOTALSKOR 6
Kesimpulan :
Skor 0-2 = Tidak beresiko malnutrisi
Skor ≥ 3 = Beresiko malnutrisis
Sumber :Data Primer Terolah (2018)

Berdasarkan hasil skrining gizi, pasien beresiko malnutrisi sehingga


membutuh kan terapi gizi khusus untuk pasien.

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
HASIL PERHITUNGAN DIET
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.

REKOMENDASI DIET PASIEN

MAKAN PAGI
beras putih giling 50 g 180.4 kcal 39.8 g
daging ayam 40 g 114.0 kcal 0.0 g
tahu 50 g 38.0 kcal 0.9 g
sayur bayam wortel 75 g 14.2 kcal 3.1 g
minyak kelapa sawit 3g 25.9 kcal 0.0 g
gula pasir 20 g 77.4 kcal 20.0 g
teh manis 200 g 25.8 kcal 6.4 g

Meal analysis: energy 475.6 kcal (27 %), carbohydrate 70.2 g (24 %)

SELINGAN
Kue bolu kukus 50 g 103kcal 23.4 g

Meal analysis: energy 92.0 kcal (5 %), carbohydrate 23.4 g (8 %)

MAKAN SIANG
beras putih giling 75 g 270.7 kcal 59.6 g
telur ayam 50 g 77.6 kcal 0.6 g
tempe kedele murni 50 g 99.5 kcal 8.5 g
sayur gambas 75 g 22.6 kcal 5.8 g
minyak kelapa sawit 3g 25.9 kcal 0.0 g
semangka 100 g 48.0 kcal 10.8 g

Meal analysis: energy 544.3 kcal (31 %), carbohydrate 85.3 g (29 %)

SELINGAN
kue bolu kukus 75 g 155.2 kcal 32.2 g

Meal analysis: energy 155.2 kcal (9 %), carbohydrate 32.2 g (11 %)

MAKAN MALAM
beras putih giling 50 g 180.4 kcal 39.8 g
daging sapi 40 g 107.6 kcal 0.0 g
tahu 50 g 38.0 kcal 0.9 g
toge kacang hijau mentah 10 g 6.1 kcal 0.5 g
wortel 30 g 12.6 kcal 2.8 g
minyak kelapa sawit 2g 17.2 kcal 0.0 g
pisang ambon 150 g 138.0 kcal 35.1 g

Meal analysis: energy 500.0 kcal (28 %), carbohydrate 79.1 g (27 %)

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
HASIL PERHITUNGAN
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan

energy 1767.1 kcal 1900.0 kcal 93 %


protein 64.9 g(15%) 48.0 g(12 %) 135 %
fat 41.8 g(20%) 77.0 g(< 30 %) 54 %
carbohydr. 290.0 g(65%) 351.0 g(> 55 %) 83 %
dietary fiber 12.7 g 30.0 g 42 %
PUFA 9.0 g 10.0 g 90 %
cholesterol 327.6 mg - -
Vit. A 1741.7 µg 800.0 µg 218 %
carotene 0.0 mg - -
Vit. E 0.0 mg - -
Vit. B1 0.7 mg 1.0 mg 69 %
Vit. B2 1.0 mg 1.2 mg 87 %
Vit. B6 2.5 mg 1.2 mg 212 %
Vit. C 44.6 mg 100.0 mg 45 %
sodium 177.5 mg 2000.0 mg 9%
potassium 2148.4 mg 3500.0 mg 61 %
calcium 283.8 mg 1000.0 mg 28 %
magnesium 343.8 mg 310.0 mg 111 %
phosphorus 760.9 mg 700.0 mg 109 %
iron 12.0 mg 15.0 mg 80 %
m.uns.f.acids 12.1 g - -
sat. FA 16.7 g - -
tot. fol.acid 172.3 µg 400.0 µg 43 %
zinc 7.7 mg 7.0 mg 110 %

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
HASIL PERHITUNGAN DIET/
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.

MAKAN MENU 1 HARI SEBELUM MASUK RUMAH SAKIT 26


MAKAN PAGI
bubur ayam 200 g 317.9 kcal 57.2 g
teh manis 200 g 25.8 kcal 6.4 g
gula pasir 10 g 38.7 kcal 10.0 g

Meal analysis: energy 382.4 kcal (26 %), carbohydrate 73.6 g (30 %)

MAKAN SIYANG
beras ketan putih giling 50 g 180.4 kcal 39.8 g
daging ayam 40 g 114.0 kcal 0.0 g
tahu 25 g 19.0 kcal 0.5 g
wortel 3g 1.3 kcal 0.3 g
gambas / oyong mentah 50 g 10.0 kcal 2.2 g
toge kacang hijau mentah 50 g 30.5 kcal 2.4 g
pisang ambon 100 g 92.0 kcal 23.4 g

Meal analysis: energy 447.2 kcal (31 %), carbohydrate 68.5 g (28 %)

SELINGAN
kue bolu kukus 75 g 155.2 kcal 32.2 g

Meal analysis: energy 155.2 kcal (11 %), carbohydrate 32.2 g (13 %)

MAKAN MALAM
beras putih giling 50 g 180.4 kcal 39.8 g
daging sapi 40 g 107.6 kcal 0.0 g
tahu 25 g 19.0 kcal 0.5 g
buncis mentah 35 g 12.2 kcal 2.8 g
wortel 40 g 16.8 kcal 3.7 g
minyak kelapa sawit 5g 43.1 kcal 0.0 g
pisang ambon 100 g 92.0 kcal 23.4 g

Meal analysis: energy 471.2 kcal (32 %), carbohydrate 70.1 g (29 %)

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
HASIL PERHITUNGAN
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan

energy 1456.0 kcal 1900.0 kcal 77 %


protein 51.9 g(14%) 48.0 g(12 %) 108 %
fat 31.5 g(19%) 77.0 g(< 30 %) 41 %
carbohydr. 244.3 g(67%) 351.0 g(> 55 %) 70 %
dietary fiber 9.3 g 30.0 g 31 %
PUFA 6.1 g 10.0 g 61 %
cholesterol 131.6 mg - -
Vit. A 1126.1 µg 800.0 µg 141 %
carotene 0.0 mg - -
Vit. E 0.0 mg - -
Vit. B1 0.5 mg 1.0 mg 51 %
Vit. B2 0.7 mg 1.2 mg 57 %
Vit. B6 1.8 mg 1.2 mg 153 %
Vit. C 31.1 mg 100.0 mg 31 %
sodium 97.6 mg 2000.0 mg 5%
potassium 1631.9 mg 3500.0 mg 47 %
calcium 164.1 mg 1000.0 mg 16 %
magnesium 240.7 mg 310.0 mg 78 %
phosphorus 584.2 mg 700.0 mg 83 %
iron 7.7 mg 15.0 mg 51 %
m.uns.f.acids 9.9 g - -
sat. FA 12.5 g - -
tot. fol.acid 134.7 µg 400.0 µg 34 %
zinc 6.3 mg 7.0 mg 90 %

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
HASIL PERHITUNGAN DIET/
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.

MAKAN TANGGAL 27
MAKAN PAGI
beras putih giling 50 g 180.4 kcal 39.8 g
telur ayam 50 g 77.6 kcal 0.6 g
tempe bacem 25 g 59.3 kcal 4.4 g
bayam segar 50 g 18.5 kcal 3.7 g
wortel 25 g 10.5 kcal 2.3 g
teh manis 200 g 25.8 kcal 6.4 g

Meal analysis: energy 372.1 kcal (23 %), carbohydrate 57.1 g (21 %)

SELINGAN
kue bolu kukus 50 g 103 kcal 32.2 g
pisang ambon 100 g 92.0 kcal 23.4 g

Meal analysis:energy 247.3 kcal (16 %), carbohydrate 55.6 g (21 %)

MAKAN SIANG
beras putih giling 50 g 180.4 kcal 39.8 g
daging ayam 40 g 114.0 kcal 0.0 g
tahu 25 g 19.0 kcal 0.5 g
wortel 75 g 31.5 kcal 7.0 g
pisang ambon 100 g 92.0 kcal 23.4 g

Meal analysis: energy 437.0 kcal (27 %), carbohydrate 70.6 g (26 %)

SELINGAN
kue bolu 75 g 155.2 kcal 32.2 g

Meal analysis: energy 155.2 kcal (10 %), carbohydrate 32.2 g (12 %)

MAKAN MALAM
beras putih giling 50 g 180.4 kcal 39.8 g
daging ayam 40 g 114.0 kcal 0.0 g
tahu 25 g 19.0 kcal 0.5 g
wortel 50 g 21.0 kcal 4.7 g
toge kacang hijau mentah 25 g 15.2 kcal 1.2 g
semangka 100 g 32.0 kcal 7.2 g

Meal analysis: energy 381.7 kcal (24 %), carbohydrate 53.3 g (20 %)

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
HASIL PERHITUNGAN
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan

energy 1593.3 kcal 1900.0 kcal 84 %


protein 59.1 g(15%) 48.0 g(12 %) 123 %
fat 33.3 g(18%) 77.0 g(< 30 %) 43 %
carbohydr. 268.7 g(67%) 351.0 g(> 55 %) 77 %
dietary fiber 8.7 g 30.0 g 29 %
PUFA 9.2 g 10.0 g 92 %
cholesterol 383.2 mg - -
Vit. A 3187.0 µg 800.0 µg 398 %
carotene 0.0 mg - -
Vit. E 0.0 mg - -
Vit. B1 0.7 mg 1.0 mg 66 %
Vit. B2 1.1 mg 1.2 mg 88 %
Vit. B6 2.2 mg 1.2 mg 181 %
Vit. C 55.5 mg 100.0 mg 56 %
sodium 175.4 mg 2000.0 mg 9%
potassium 1790.4 mg 3500.0 mg 51 %
calcium 334.2 mg 1000.0 mg 33 %
magnesium 267.3 mg 310.0 mg 86 %
phosphorus 707.3 mg 700.0 mg 101 %
iron 10.7 mg 15.0 mg 71 %
m.uns.f.acids 11.0 g - -
sat. FA 8.7 g - -
tot. fol.acid 179.3 µg 400.0 µg 45 %
zinc 5.6 mg 7.0 mg 80 %

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
Recall Hari Ke-1 Tabel Hasil Asupan Intervensi
Tanggal (28/11/2018)

Energi Protein Lemak


Waktu Menu KH (g)
(kcal) (g) (g)
Nasi Tim 33
Pagi Opor telur 339,85 17,8 20,6 69,5
(07.00) Sup wortel bakso
The manis
Selingan The Manis
Teh manis
181,0 5,1 0,5 38,6
(10.00) Bolu kikus

Nasi tim
Siang Telur bb kare
430,0 13,3 10,1
(12.30) Ayam masak kecap
Tahu
56,8
Soto Kediri
Semangka

Selingan Kue bolu


155,2 2,5 6,0 32,2
(14.30)

Nasi tim
Sore Daging rawon
423,5 13,5 7,1 65,4
(17.30) Tahukalio
Sup :wortel, labu siam
Pisang ambon
Total 1530,0 54,2 28,9 262,1
Asupan
% Asupan/kebutuhan 86,51% 84,34% 73% 90%

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
HASIL PERHITUNGAN DIET/
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.

MENU MAKAN HARI KE 1 PERMORSIAN


MAKAN PAGI
nasi tim 200 g 234.2 kcal 51.4 g
telur ayam 20 g 31.0 kcal 0.2 g
tahu 5g 3.8 kcal 0.1 g
wortel 10 g 4.2 kcal 0.9 g
labu siam mentah 10 g 2.0 kcal 0.4 g
teh manis 200 g 25.8 kcal 6.4 g
gula pasir 10 g 38.7 kcal 10.0 g

Meal analysis: energy 339.8 kcal (22 %), carbohydrate 69.5 g (27 %)

SELINGAN
kue bolu kukus 50 g 103 kcal 32.2 g
teh manis 200 g 25.8 kcal 6.4 g

Meal analysis: energy 181.0 kcal (12 %), carbohydrate 38.6 g (15 %)

MAKAN SIANG
nasi tim 150 g 175.7 kcal 38.6 g
daging ayam 50 g 142.4 kcal 0.0 g
tahu 50 g 38.0 kcal 0.9 g
wortel 10 g 4.2 kcal 0.9 g
bihun 10 g 38.1 kcal 9.1 g
semangka 100 g 32.0 kcal 7.2 g

Meal analysis: energy 430.4 kcal (28 %), carbohydrate 56.8 g (22 %)

SELINGAN
kue bolu kukus 75 g 155.2 kcal 32.2 g

Meal analysis: energy 155.2 kcal (10 %), carbohydrate 32.2 g (12 %)

MAKAN MALAM
nasi tim 150 g 175.7 kcal 38.6 g
daging sapi 40 g 107.6 kcal 0.0 g
tahu 50 g 38.0 kcal 0.9 g
wortel 10 g 4.2 kcal 0.9 g
labu siam mentah 30 g 6.0 kcal 1.3 g
pisang ambon 100 g 92.0 kcal 23.4 g

Meal analysis: energy 423.5 kcal (28 %), carbohydrate 65.1 g (25 %)

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
HASIL PERHITUNGAN
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan

energy 1530.0 kcal 1900.0 kcal 81 %


protein 54.4 g(14%) 48.0 g(12 %) 113 %
fat 28.9 g(17%) 77.0 g(< 30 %) 38 %
carbohydr. 262.1 g(69%) 351.0 g(> 55 %) 75 %
dietary fiber 7.2 g 30.0 g 24 %
PUFA 6.6 g 10.0 g 66 %
cholesterol 262.3 mg - -
Vit. A 702.1 µg 800.0 µg 88 %
carotene 0.0 mg - -
Vit. E 0.0 mg - -
Vit. B1 0.5 mg 1.0 mg 48 %
Vit. B2 0.7 mg 1.2 mg 60 %
Vit. B6 1.4 mg 1.2 mg 115 %
Vit. C 23.2 mg 100.0 mg 23 %
sodium 139.3 mg 2000.0 mg 7%
potassium 1246.0 mg 3500.0 mg 36 %
calcium 206.1 mg 1000.0 mg 21 %
magnesium 257.8 mg 310.0 mg 83 %
phosphorus 611.0 mg 700.0 mg 87 %
iron 10.0 mg 15.0 mg 67 %
m.uns.f.acids 10.3 g - -
sat. FA 9.1 g - -
tot. fol.acid 84.9 µg 400.0 µg 21 %
zinc 6.5 mg 7.0 mg 93 %

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
Recall Hari Ke-2 Tabel Hasil Asupan Intervensi
Tanggal (29/11/2018)

Energi Protein Lemak


Waktu Menu KH (g)
(kcal) (g) (g)
Nasi Tim 33
Pagi 422,6
Rorade ayam
18,8 22,6 61,5
(07.00) Sup wortel bakso
The manis
Selingan The Manis
Teh manis
25,8 5,1 0,5 6,4
(10.00) Roti bakar

Nasi tim
Siang Telur bb kecap
300,9 13,3 10,1
(12.30) Tempe
Bening bayam 50,9
wortel
Melon

Selingan Teh manis


185,3 2,5 6,0 31,5
(14.30) Naga sari

Nasi tim
Sore Daging rawon
476,2 13,5 7,1 77,4
(17.30) Tahukalio
Sup :wortel, labu siam

Total 1441,1 53,1 33,9 276,1


Asupan
% Asupan/kebutuhan 81% 82% 86% 95,3%

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
HASIL PERHITUNGAN DIET/
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.

MENUMAKAN HARI KE 2
MAKAN PAGI
nasi tim 200 g 234.2 kcal 51.4 g
rolade daging 50 g 122.5 kcal 2.1 g
tahu 50 g 38.0 kcal 0.9 g
wortel 5g 2.1 kcal 0.5 g
teh manis 200 g 25.8 kcal 6.4 g

Meal analysis: energy 422.6 kcal (30 %), carbohydrate 61.4 g (27 %)

SELINGAN
teh manis 200 g 25.8 kcal 6.4 g
roti bakar meises 0g 0.0 kcal 0.0 g

Meal analysis: energy 25.8 kcal (2 %), carbohydrate 6.4 g (3 %)

MAKAN SIANG
nasi tim 150 g 175.7 kcal 38.6 g
telur ayam 25 g 38.8 kcal 0.3 g
tempe 50 g 38.0 kcal 0.9 g
bayam segar 30 g 11.1 kcal 2.2 g
wortel 10 g 4.2 kcal 0.9 g
melon 100 g 33.1 kcal 8.0 g

Meal analysis: energy 300.9 kcal (21 %), carbohydrate 50.9 g (22 %)

SELINGAN
teh manis 200 g 25.8 kcal 6.4 g
nagasari 75 g 159.7 kcal 25.1 g

Meal analysis: energy 185.5 kcal (13 %), carbohydrate 31.5 g (14 %)

makan malam
MAKAN MALAM
nasi tim 200 g 234.2 kcal 51.4 g
daging sapi 40 g 107.6 kcal 0.0 g
tahu 45 g 34.2 kcal 0.9 g
wortel 10 g 4.2 kcal 0.9 g
labu siam mentah 20 g 4.0 kcal 0.9 g
pisang ambon 100 g 92.0 kcal 23.4 g

Meal analysis: energy 476.2 kcal (34 %), carbohydrate 77.4 g (34 %)

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
HASIL PERHITUNGAN
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan

energy 1411.1 kcal 1900.0 kcal 74 %


protein 53.1 g(15%) 48.0 g(12 %) 111 %
fat 33.1 g(20%) 77.0 g(< 30 %) 43 %
carbohydr. 227.6 g(65%) 351.0 g(> 55 %) 65 %
dietary fiber 10.7 g 30.0 g 36 %
PUFA 5.9 g 10.0 g 59 %
cholesterol 136.0 mg - -
Vit. A 671.5 µg 800.0 µg 84 %
carotene 0.0 mg - -
Vit. E 0.0 mg - -
Vit. B1 0.4 mg 1.0 mg 44 %
Vit. B2 0.6 mg 1.2 mg 51 %
Vit. B6 1.5 mg 1.2 mg 129 %
Vit. C 63.5 mg 100.0 mg 64 %
sodium 546.9 mg 2000.0 mg 27 %
potassium 1744.3 mg 3500.0 mg 50 %
calcium 553.1 mg 1000.0 mg 55 %
magnesium 317.7 mg 310.0 mg 102 %
phosphorus 544.2 mg 700.0 mg 78 %
iron 12.0 mg 15.0 mg 80 %
m.uns.f.acids 9.2 g - -
sat. FA 8.4 g - -
tot. fol.acid 126.6 µg 400.0 µg 32 %
zinc 6.0 mg 7.0 mg 86 %

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
Recall Hari Ke-3 Tabel Hasil Asupan Intervensi
Tanggal (30/11/2018)

Energi Protein Lemak


Waktu Menu KH (g)
(kcal) (g) (g)
Nasi Tim 33
Pagi Telur ayam 422,6 15,8 22,6 61,4
(07.00) Soto
The manis
Selingan The Manis
Bolu kukus
25,9 5,1 0,5 6,4
(10.00) The manis

Nasi tim
Siang Rolade daging
13,3 10,1
(12.30) Tempe 300,9
Sup: wortel kentang 50,9
Jeruk manis

Selingan Teh manis


208,0 2,5 6,0
(14.30) Kue bolu 320

Nasi tim
Sore Daging ayam
181,0 13,5 7,1 38,6
(17.30) Tahu kalio
Bening bayam wortel
Jeruk manis
Total 1051,5 kcal 41,8 g 20,4 g 176,9 g
Asupan
% Asupan/kebutuhan 59% 65% 51,9% 61,0%

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
HASIL PERHITUNGAN DIET/
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr

MENU MAKAN HARI KE 3


MAKAN PAGI
nasi tim 50 g 58.6 kcal 12.9 g
telur ayam 25 g 38.8 kcal 0.3 g
kentang 5g 4.6 kcal 1.1 g
wortel 5g 2.1 kcal 0.5 g
bihun 5g 19.0 kcal 4.6 g
teh manis 100 g 12.9 kcal 3.2 g

Meal analysis: energy 136.0 kcal (13 %), carbohydrate 22.4 g (13 %)

SELINGAN
kue bolu kukus 25 g 51.7 kcal 10.7 g
teh manis 100 g 12.9 kcal 3.2 g

Meal analysis: energy 64.7 kcal (6 %), carbohydrate 13.9 g (8 %)

MAKAN SIANG
nasi tim 50 g 58.6 kcal 12.9 g
rolade daging 20 g 49.0 kcal 0.9 g
tempe kedele murni 20 g 39.8 kcal 3.4 g
kentang 10 g 9.3 kcal 2.2 g
wortel 10 g 4.2 kcal 0.9 g
jeruk manis 100 g 47.1 kcal 11.8 g

Meal analysis: energy 208.0 kcal (20 %), carbohydrate 32.0 g (18 %)

SELINGAN
kue bolu 75 g 155.2 kcal 32.2 g
teh manis 200 g 25.8 kcal 6.4 g

Meal analysis: energy 181.0 kcal (17 %), carbohydrate 38.6 g (22 %)

MAKAN MALAM
nasi tim 200 g 234.2 kcal 51.4 g
daging ayam 40 g 114.0 kcal 0.0 g
tahu 50 g 38.0 kcal 0.9 g
bayam segar 60 g 22.2 kcal 4.4 g
wortel 15 g 6.3 kcal 1.4 g
jeruk manis 100 g 47.1 kcal 11.8 g

Meal analysis: energy 461.8 kcal (44 %), carbohydrate 69.9 g (40 %)

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
HASIL PERHITUNGAN
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan

energy 1051.5 kcal 1900.0 kcal 55 %


protein 41.8 g(16%) 48.0 g(12 %) 87 %
fat 20.4 g(17%) 77.0 g(< 30 %) 26 %
carbohydr. 176.9 g(67%) 351.0 g(> 55 %) 50 %
dietary fiber 8.0 g 30.0 g 27 %
PUFA 4.9 g 10.0 g 49 %
cholesterol 209.6 mg - -
Vit. A 962.7 µg 800.0 µg 120 %
carotene 0.0 mg - -
Vit. E 0.0 mg - -
Vit. B1 0.5 mg 1.0 mg 48 %
Vit. B2 0.6 mg 1.2 mg 52 %
Vit. B6 0.9 mg 1.2 mg 74 %
Vit. C 129.6 mg 100.0 mg 130 %
sodium 283.3 mg 2000.0 mg 14 %
potassium 1276.8 mg 3500.0 mg 36 %
calcium 337.0 mg 1000.0 mg 34 %
magnesium 188.1 mg 310.0 mg 61 %
phosphorus 452.1 mg 700.0 mg 65 %
iron 7.5 mg 15.0 mg 50 %
m.uns.f.acids 5.8 g - -
sat. FA 4.3 g - -
tot. fol.acid 171.6 µg 400.0 µg 43 %
zinc 3.7 mg 7.0 mg 54 %

LaporanPraktikumLapanganDietetik 2
Program Studi S1 GiziFakultasIlmu-
IlmuKesehatanUniversitas Alma Ata Yogyakarta
LAMPIRAN 1 Format Kasus Harian

Nama : Tn A No RM :00505887
FORM Bangsal/Kamar: Cempaka
ASUHAN GIZI kamar 23

Umur :78Tahun Tanggal masuk:29-11-2018


Diagnosa Medis : -
I. PENGKAJIAN/ASSESSMENT GIZI
A. Antropometri
BB: kg TB: cm IMT: LLA: 21 cm Lpi:- RL:- ULNA : 26

Status Gizi: Status gizi : LILA = LILA diukur x 100


Standa LILA
= 21 x100 = 68,4% (Gizi Buruk)
30,7
Kategori Status Gizi Menurut LILA

Gizi Baik >85%


Gizi Kurang 70,1 – 84,9%
Gizi Buruk <70%

TB Estimasi ULNA = 97,252 + (2,645 x ULNA) BBI =(TB-100)x 90%

= 97,252 + (2,645 x 26) = (166-100) x 0.9

= 97,252 + 68,77 = 59,4

= 166 cm
B. Biokimia
Hb 12 g/dl Normal
Netrofil 85-90 % Tinggi
Limfosit 9-70% Tinggi
Monosit 4-30%
C. Clinis/Fisik
KU :Sedang, composmentis, Vital Sign: TANGGAL 30 TANGGAL 1
mobilisasi pasien TD: 157/70mmHg TD: 110/80
lemas,mual muntah terasa (Tinggi) S: 37 C
sekak Normal (120/80mmHg)
HR : 85x/menit (Normal)
RR : 20x/menit (Normal)
Gangguan GIT:  tidak ada √ mual muntah  diare  konstipasi  sulit mengunyah/menelan 
lain-lain: Sesak nafas
Pemeriksaan Penunjang: -

D. Dietary History
1. Alergi makanan tidak  ya, jenis:
2. Pantangan makanan tidak  ya, jenis:
3. Diet yang dijalani tidak  ya, jenis:
4. Asupan makanan
a. Dietary History
Frekuensi makan pasien sebelum masuk rumah sakit yaitu 2-3x/hari Makanan
pokok : nasi 2x/hari
 Lauk hewani : 4 x/ minggu
 Lauk nabati : 2x/hari
 Sayuran : 5x/mmg
 Buah : 4x/minggu
 Minuman : 3-4 gelas 1x/hari
 Kopi 2x/hari
 Merokok 2x/hari
 Dan suaka mengkonsumsi gorengan dan makanan yang asin
b. Food Recall 24 jam
Implementasi Energi (kcal) Protein (g) Lemak (g) KH (g)
AsAupan 415,6 14,9 9,7 65,6
Kebutuhan gizi 1523,28 59,4 33,85 245,27
% Asupan/kebutuhan 27,28 25,08 28,65 26,74
Keterangan Kurang Kurang Kurang Karang
Kesimpulan : Asupan makan Tn A untuk energi, protein, lemak dan karbohidrat dengan
kategori kurang
Klasifikasi tinggi kecukupan energi menurut WNPG,2014 yaitu

Baik : 80-110% AKG


Kurang : < 80% AKG
Lebih : > 110% AKG

E. Riwayat Penyakit Pasien : Hipertensi

II. DIAGNOSIS GIZI


A. Domain Intake
NI 2.1 Aupan oral inadekuat berkaitan dengan pasien mual muntah di tandai dengan hasil recall
Energi : 27,28%, Perotein 25,08%, Lemak 28,65% , KH 26,74%
NI 5.1 Peningkatan kebutuhan zat gizi berkaitan dengan adanya infeksi di tandai dengan netrofil 85-
90% limfosit 9-70% monosit 4-30%
B. Domain Behavior
 N.B 1.1 Kurangnya pengetahuan tentang makanan dan gizi berkaitan dengan pemilihan makanan
yang salah ditandai suka gorengan dan makanan yang asin

III. INTERVENSI GIZI

A. Planning

Tujuan diet:
 Memberikan makanan cukup gizi tanpa memberatkan kerja jantung
 Menurunkan kadar lemak dan kolesterol untuk mencegah terjadinya plak baru
 Mencegah/mengilangkan edema bila ada
Syarat / prinsip diet :
 Energi diberikan sesuai kebutuhan
 Protein sedang 1,0 g/kg BB
 Lemak sedang yaitu 20-25%
 Karbohidrat cukup dari energi total
 Garam rendah, 2-3g/hari, jika disertai hipertensi dan edema.
 Makan makanan mudah dicerna dan tidak menimbulkan gas
 Serat cukup untuk menghindari konstipasi.
 Kolesterol dibatasi < 300 mg
 Bentuk makanan menyesuwaikan kemampuan pasien

1. Perhitungan Kebutuhan Energi dan Zat Gizi

(Perhitungan kebutuhan gizi menggunakan rumus Harris Benedict)

a. Energi
 BEE = 66 + (13,5x BBI) + (5 x TB) – (6,8x U)
= 66 + (13,5 x 59,4) + (5 x 166) – (6,8 x 78)
= 66+ 801,9 + 830– 230,4
= 1154kcal
 TEE = BEE x FA x FS
= 1154 x 1,1 x 1,2
= 1523,28kcal

b. Protein
 Protein = 1 x g/kg BB
= 1 x 59,4 kg
= 59,4 gr x 4
= 237,6 kcal
c. Lemak
 Lemak = 20% x TEE
= 20% x 1523,28kcal
= 304,6kcal : 9
= 33,5 gr

d. Karbohidrat
 KH = Total energi - ( T protein + T lemak)
= 1523,28 – (237,6 + 304,6)
= 1523,28 – 542,2
= 981,08 : 4 = 245,27 kcal

Implementasi/Pemesanan Diet
a. Terapi diet : Diet DJ
b. Bentuk makanan : Makanan bubur sumsum
c. Cara pemberian : Oral
d. Frekuensi : 3x makanan utama 1 kali selingan

IV. RENCANA MONITORING EVALUASI

Parameter Pengukuran/Pengamatan Waktu Target terukur


Awal dan akhir
Antropometri BB Normal
kasus
Netrofil Sesuai jadwal
Biokimia Menedekati normal
Limfosit pemeriksaan
Fisik/Klinik TD Setiap Hari Normal
Dietary E,P,L,KH Setiap Hari Asupan >80

V. RENCANA KONSULTASI GIZI


Masalah gizi : Asupan Rendah , Berat Badan Kurang
Tujuan :
a. Mengedukasi pasien dan keluarga mengenai diet DJ
b. Mengedukasi pasien dan keluarga dapat memahami gizi seimbang
c. Mengubah persepsi pasien dan keluarga mengenai pola makan yang baik bagi
pasien.
Sasaran : Pasien dan keluarga pasien
Media : Leafleat DJ
Waktu : 10 menit
Materi :
a. Gizi seimbang untu pasien DJ
b. Contoh makanan 1 hari untuk ibu hamil

2. Bentuk Motivasi dan Dukungan


Memberikan edukasi secara lisan mengenai diet pasien
B. Monitoring, Evaluasi dan Tindak Lanjut
MONITORING DAN EVALUASI KESIMPULAN & TINDAK
TGL DIAGNOSIS LANJUT
Antropometri Biokimia Fisik dan Asup
(ASSESMEN,DIAGNOSIS GIZI,
klinis an INTERVENSI GIZI
28/11/2018 CHF LILA = 21 cm Hb 12 g/dl TD: - Energi :Normal
406,4kcal A : data antropometri
(Congestive ULNA= 26cm Netrofil 85- 157/70mmHg (26,67%) diukur hari pertama
Heart Failure) BBI = 54cm 90 HR : 85x/menit - Protein :22,0g(37,03%) kasus
TB = 166cm Limfosit 9-70 RR : 20x/menit - Lemak :14,9g(44,4%) B :berdasarkan data fisik dan
- KH: 48,9g(19,9%) kelinis didapatkan TD
157/70) Dan hasil biokimiam
didapatkan Netrofil 85-90
tinggi dam limfosit 9-70 tinggi
C : kesanumum: CM
D : Asupan energi, protein, lemak,
dan KH tergolong rendah
karena kurang dari (80%-
110%) karna pasien merasa
mual dan muntah serta sesak
nafas
Diagnosis Gizi : (NI 21)
Intervensi Gizi : bubur sumsusm

29/11/2018 CHF LILA = 22 cm TD: 110/80 - Energi : 834,6kcal A : data antropometri


(Congestive ULNA=27cm S: 37 C (54%) diukur hari pertama
Heart Failure) BB = 51,89cm - Protein : 49,6g(83,5%) kasus
TB = 169cm - Lemak :38,5g(114%) B :berdasarkan data fisik dan
- KH : 72,2g(30,25%) kelinis didapatkan Suhu: 37 ͦ C
Dan tidak ada perubahan dari
nilai biokimia
C : kesanumum: CM
D : Asupan energi,dan KH
tergolong rendah karena
kurang dari (80%-
110%) karna pasien merasa
mual dan muntah serta sesak
nafas
Diagnosis Gizi : (NI 21)
Intervensi Gizi : bubur sumsusm
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
a. Antropometri
Dengan LILA 21 cm dan hasil estimasi berat badan pasien dengan
LILA sebesar 68,4 % berdasarkan hasil persen IMT menggunanakn %LILA
status guzi pasien (gizi buruk) selama intervensi tidak lakukan
antoropometri selama 3 hari

b. Biokimia
Parameter biokimia menunjukan pada hari ke 1 yaitu netrofil 85-90%

dan limfosit 9-70% dan monosit 4-30% dan hari kedua tidak di dapatkan

data biokimia

c. Klinis
Tanda fisik klinis yang diamati adalah vitalsign tekanan darah,nadi,

RRdan suhu.Rendahnya tekanan darah menjadikan pasien hipotensi pada

saat pengamatan hari 1 pada hari ke dua keadaan pasien baik

d. Dietary

Terapi diet yang diberikan diet DJ dengan bentuk makanan BB untuk

memudahkan pasien dalam mengkonsumsinya frekuensi makanan utama 3x

dan makanan selingan 2x. Perhitungan kebutuhan zat gizi pasien sebesar

energi : 1523,28kcal, protein : 59,4gram, lemak :33,5gram, karbohidrat:

245,2gram. Asupan pasien kurang <80% pada hari ke 1 ke 2 dikarenakan

kondisi pasien yang mual,muntah sehingga asupan rendah.

e. Diagnosa Gizi dan Diagnosa Gizi

Selama studi kasus tidak terjadi perubahan dignosa medisis yang

signifikan begiti juga dengandiagnosa pada pasien


SARAN

a. Asupan makan pasien harus di pantau terutama kebiasaan makan

pasien yang suka mengkonsusmsi gorengan,makanan asin dan

verkuensi merokok pada pasien harus bisa di hilangkan


HASIL PERHITUNGAN DIET/
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.

RIKOL HARI PERTAMA


MAKAN PAGI
bubur ayam 50 g 79.5 kcal 14.3 g
teh manis 100 g 12.9 kcal 3.2 g

Meal analysis: energy 92.4 kcal (22 %), carbohydrate 17.5 g (27 %)

SELINGAN
roti manis 50 g 142.4 kcal 28.4 g

Meal analysis: energy 142.4 kcal (34 %), carbohydrate 28.4 g (43 %)

MAKAN SIANG
nasi putih 20 g 26.0 kcal 5.7 g
telur ayam 25 g 38.8 kcal 0.3 g

Meal analysis: energy 64.8 kcal (16 %), carbohydrate 6.0 g (9 %)

MAKAN MALAM
bubur nasi 35 g 25.5 kcal 5.6 g
telur ceplok 30 g 57.3 kcal 0.3 g
bayam segar 20 g 7.4 kcal 1.5 g
teh manis 200 g 25.8 kcal 6.4 g

Meal analysis: energy 116.0 kcal (28 %), carbohydrate 13.8 g (21 %)
HASIL PERHITUNGAN
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan

energy 415.6 kcal 1900.0 kcal 22 %


protein 14.9 g(15%) 48.0 g(12 %) 31 %
fat 9.7 g(21%) 77.0 g(< 30 %) 13 %
carbohydr. 65.6 g(65%) 351.0 g(> 55 %) 19 %
dietary fiber 1.7 g 30.0 g 6%
PUFA 2.2 g 10.0 g 22 %
cholesterol 230.9 mg - -
Vit. A 207.6 µg 800.0 µg 26 %
carotene 0.0 mg - -
Vit. E 0.0 mg - -
Vit. B1 0.1 mg 1.0 mg 13 %
Vit. B2 0.4 mg 1.2 mg 31 %
Vit. B6 0.3 mg 1.2 mg 21 %
Vit. C 6.6 mg 100.0 mg 7%
sodium 355.1 mg 2000.0 mg 18 %
potassium 323.4 mg 3500.0 mg 9%
calcium 82.9 mg 1000.0 mg 8%
magnesium 48.5 mg 310.0 mg 16 %
phosphorus 199.0 mg 700.0 mg 28 %
iron 1.7 mg 15.0 mg 12 %
m.uns.f.acids 3.6 g - -
sat. FA 2.6 g - -
tot. fol.acid 60.6 µg 400.0 µg 15 %
zinc 1.5 mg 7.0 mg 22 %
HASIL PERHITUNGAN DIET/
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.

MAKAN HARI KE 1 PENGAMATAN


MAKAN PAGI
bubur sumsum/bubur belohok 50 g 17.4 kcal 3.3 g
telur ayam 20 g 31.0 kcal 0.2 g
tahu 10 g 7.6 kcal 0.2 g
wortel 10 g 4.2 kcal 0.9 g
bakso pentol 5g 18.5 kcal 0.0 g
teh manis 200 g 25.8 kcal 6.4 g
kue bolu 20 g 41.4 kcal 8.6 g

Meal analysis: energy 146.0 kcal (36 %), carbohydrate 19.7 g (40 %)

MAKAN SIANG
bubur sumsum/bubur belohok 60 g 20.9 kcal 4.0 g
rolade daging 20 g 49.0 kcal 0.9 g
tempe kedele murni 10 g 19.9 kcal 1.7 g
bayam segar 15 g 5.6 kcal 1.1 g
melon 50 g 16.6 kcal 4.0 g

Meal analysis: energy 112.0 kcal (28 %), carbohydrate 11.7 g (24 %)

SELINGAN
teh manis 100 g 12.9 kcal 3.2 g

Meal analysis: energy 12.9 kcal (3 %), carbohydrate 3.2 g (7 %)

MAKAN MALAM
bubur sumsum/bubur belohok 30 g 10.5 kcal 2.0 g
rolade daging 20 g 49.0 kcal 0.9 g
wortel 10 g 4.2 kcal 0.9 g
tempe kedele murni 20 g 39.8 kcal 3.4 g
semangka 100 g 32.0 kcal 7.2 g

Meal analysis: energy 135.5 kcal (33 %), carbohydrate 14.4 g (29 %)
HASIL PERHITUNGAN
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan

energy 406.4 kcal 1900.0 kcal 21 %


protein 22.0 g(21%) 48.0 g(12 %) 46 %
fat 14.9 g(31%) 77.0 g(< 30 %) 19 %
carbohydr. 48.9 g(47%) 351.0 g(> 55 %) 14 %
dietary fiber 2.5 g 30.0 g 8%
PUFA 2.0 g 10.0 g 20 %
cholesterol 104.4 mg - -
Vit. A 520.1 µg 800.0 µg 65 %
carotene 0.0 mg - -
Vit. E 0.0 mg - -
Vit. B1 0.2 mg 1.0 mg 18 %
Vit. B2 0.2 mg 1.2 mg 18 %
Vit. B6 0.4 mg 1.2 mg 31 %
Vit. C 34.5 mg 100.0 mg 35 %
sodium 409.7 mg 2000.0 mg 20 %
potassium 617.2 mg 3500.0 mg 18 %
calcium 239.4 mg 1000.0 mg 24 %
magnesium 64.8 mg 310.0 mg 21 %
phosphorus 164.7 mg 700.0 mg 24 %
iron 2.6 mg 15.0 mg 17 %
m.uns.f.acids 2.3 g - -
sat. FA 3.2 g - -
tot. fol.acid 47.5 µg 400.0 µg 12 %
zinc 1.4 mg 7.0 mg 20 %
HASIL PERHITUNGAN DIET/
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.

MAKAN HARI KE 2 PENGAMATAN


MAKAN PAGI
bubur sumsum/bubur belohok
telur asin 200 g 310.2 kcal 2.2 g
tahu 25 g 19.0 kcal 0.5 g
wortel 10 g 4.2 kcal 0.9 g
kentang 10 g 9.3 kcal 2.2 g
teh manis 200 g 25.8 kcal 6.4 g
roti manis 50 g 142.4 kcal 28.4 g

Meal analysis: energy 511.0 kcal (61 %), carbohydrate 40.5 g (56 %)

MAKAN SIANG
bubur sumsum/bubur belohok 150 g 52.3 kcal 10.1 g
rolade daging 30 g 73.5 kcal 1.3 g
tahu 20 g 15.2 kcal 0.4 g
wortel 25 g 10.5 kcal 2.3 g

Meal analysis: energy 151.6 kcal (18 %), carbohydrate 14.0 g (19 %)

SELINGAN
teh manis 100 g 12.9 kcal 3.2 g

Meal analysis: energy 12.9 kcal (2 %), carbohydrate 3.2 g (4 %)

MAKAN MALAM
bubur sumsum/bubur belohok 100 g 34.9 kcal 6.7 g
telur ayam 50 g 77.6 kcal 0.6 g
tahu 25 g 19.0 kcal 0.5 g
labu siam mentah 20 g 4.0 kcal 0.9 g
wortel 10 g 4.2 kcal 0.9 g
papaya 50 g 19.5 kcal 4.9 g

Meal analysis: energy 159.2 kcal (19 %), carbohydrate 14.4 g (20 %)
HASIL PERHITUNGAN
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan

energy 834.6 kcal 1900.0 kcal 44 %


protein 49.6 g(24%) 48.0 g(12 %) 103 %
fat 38.5 g(41%) 77.0 g(< 30 %) 50 %
carbohydr. 72.2 g(35%) 351.0 g(> 55 %) 21 %
dietary fiber 4.5 g 30.0 g 15 %
PUFA 5.7 g 10.0 g 57 %
cholesterol 1060.0 mg - -
Vit. A 1358.3 µg 800.0 µg 170 %
carotene 0.0 mg - -
Vit. E 0.0 mg - -
Vit. B1 0.3 mg 1.0 mg 34 %
Vit. B2 1.4 mg 1.2 mg 114 %
Vit. B6 0.4 mg 1.2 mg 36 %
Vit. C 36.2 mg 100.0 mg 36 %
sodium 867.5 mg 2000.0 mg 43 %
potassium 873.9 mg 3500.0 mg 25 %
calcium 246.9 mg 1000.0 mg 25 %
magnesium 132.4 mg 310.0 mg 43 %
phosphorus 595.3 mg 700.0 mg 85 %
iron 7.8 mg 15.0 mg 52 %
m.uns.f.acids 11.6 g - -
sat. FA 11.0 g - -
tot. fol.acid 160.9 µg 400.0 µg 40 %
zinc 4.1 mg 7.0 mg 59 %
LAMPIRAN 2. Format Kasus Harian

Nama : Nn Rn No RM :
FORM Bangsal/Kamar: Bugenfil
ASUHAN GIZI kamar 38

Umur :18 Tahun Tanggal masuk: 28-11-2018


Diagnosa Medis : Bedah Koleksistektomi
II. PENGKAJIAN/ASSESSMENT GIZI
F. Antropometri
BB: 43kg TB: 151 cm IMT: - LLA: - Lpi:- RL:-

Status Gizi: Status gizi IMT = BB = 43 = 43 = 19,5 kg/m2 (Gizi baik)


TB (m) 1512 2,2
2

G. Biokimia
Hb 10,4 g/dl Rendah
Leokosit 6,8 /ml
H. Clinis/Fisik
KU :Composmentis Vital Sign: Tanggal 29/11/2018 Tanggal 30/11/2018
TD: 98/43 mmhg (renda) TD : 110/80 mmhg
S : 36 ͦ C N: 88x/menit
N : 88x/menit S: 36x/menit
RR : 28 x/menit RR : 28x/menit

Gangguan GIT:  tidak ada √ mual muntah  diare konstipasi  sulit mengunyah/menelan 
lain-lain:
Pemeriksaan Penunjang: pasien merasakan nyeri bahu kanan dan pasien merasa cemas

Kesimpulan : berdasarkan hasil pemeriksaan klinis dan fisik, keadaan umum pasien composmentis
tekanan dara pasisen rendah pada tanggal 29 di karnakan pasien cemas untuk melakukan
oprasi, nadi normal,suhu normal, nadi normal, respirasi normal.

I. Dietary History
5. Alergi makanan tidak  ya, jenis:
6. Pantangan makanan tidak  ya, jenis:
7. Diet yang dijalani tidak  ya, jenis:
8. Asupan makanan
a. Dietary History
Frekuensi makan pasien sebelum masuk rumah sakit yaitu
Makanan pokok :
 Makanan pokok 2x/hari
 Lauk hewani 4-5x/hari
 Lauk Nabati 2x/hari
 Sayur 2x/minggu pasien hanya sukan makan sayur kanggkung buancis,
sawi
 Buah 1x/hari pasien suka minum jus mangga,melon

b. Food Recall 24 jam


Implementasi Energi (kcal) Protein (g) Lemak (g) KH (g)
Asupan 576,6 kcal 22,5 g 20,8 g 75,6 g
Kebutuhan gizi 2089 kcal 64,4 g 34,5 g 379,5 g
% Asupan/kebutuhan 27,60 % 34,98% 60 60,20% 19,92%
Keterangan Kurang Kurang Kurang Kurnag
Kesimpulan : Asupan makan Nn Rn untuk energi, protein, lemak dan karbohidrat di kata gorikan
kuarang
Klasifikasi tinggi kecukupan energi menurut WNPG,2014 yaitu

Baik : 80-110% AKG


Kurang : < 80% AKG
Lebih : > 110% AKG

J. Riwayat Penyakit Pasien -

VI. DIAGNOSIS GIZI

NI 2.1 Aupan oral inadekuat berkaitan dengan pasien lemas dan masi merasakan nyeri di bagian bahu kanan
di tandai dengan hasil recall Energi : 27,6%, Perotein 34,98%, Lemak 60,20% , KH19,92 %

VII. INTERVENSI GIZI

C. Planning
3. Tujuan Diet

a. Memenuhi kebutuhan engergi dan protein yang meningkatkan untuk mencegah dan mengurani
kerusakan jaringan tubuh
4. Syarat/Prinsip Diet

a. Energi sesuai kebutuhan diberikan dengan menambah faktor aktivitas dan faktor stress sehingga
tersedia cadangan untuk mengatasi penyembuhan
b. Protein diberikan 1,5gr/kg BB
c. Lemak cukup diberikan yaitu 15% dari total kebutuhan energi
d. Karbohidrat cukup diberikan dari total kebutuhan energi
e. Vitamin dan mineral cukup
f. Makanan diberikan dalam bentuk mudah cerna
5. Perhitungan Kebutuhan Energi dan Zat Gizi

(Perhitungan kebutuhan gizi menggunakan rumus Harris Benedict)


e. Energi
 BEE = 665 + (9,6 x BB) + (1,8 x TB) – (4,7 x U)
= 665 + (9,6 x 43) + (1,8 x 151) – (4,7 x 18)
= 665 + 401,28+ 271,8 – 84,6
= 1243,48kcal
 TEE = BEE x FA x FS
= 1250 x 1,2 x 1,4
= 2089kcal

f. Protein
 Protein = 1,5g/kg BB
= 1,5g x 43 kg
= 64,4 kg
= 64,4 x 4
= 257,6 kcal
g. Lemak
 Lemak = 15% x TEE
= 15% x 2089 kcal
= 313,35kcal : 9
= 34,81gram

h. Karbohidrat
 KH = Total energi - ( T protein + T lemak)
= 2089– (257,6 + 313,35)
= 2089 – 570,95
= 1518,05 : 4 = 379.51 kcal

Implementasi/Pemesanan Diet
e. Terapi diet : Diet TKTP
f. Bentuk makanan : Nasi Tim
g. Cara pemberian : Oral
h. Frekuensi : 3x makanan utama 2 kali selingan

VIII. RENCANA MONITORING EVALUASI

Parameter Pengukuran/Pengamatan Waktu Target terukur


Awal dan akhir
Antropometri BB Normal
kasus
Sesuai jadwal
Biokimia Hemoglobin Menedekati normal
pemeriksaan
Fisik/Klinik TD Setiap Hari Normal
Dietary E,P,L,KH Setiap Hari Asupan >80

IX. RENCANA KONSULTASI GIZI


Masalah gizi : Asupan Rendah
Tujuan :
d. Mengedukasi pasien dan keluarga mengenai diet TKTP
e. Mengedukasi pasien dan keluarga dapat memahami gizi seimbang
f. Mengubah persepsi pasien dan keluarga mengenai pola makan yang baik bagi
pasien.
Sasaran : Pasien dan keluarga pasien
Media : Leafleat
Waktu : 10 menit
Materi :
c. Gizi seimbang untu pasien
d. Makanan yang di anjurkan dan tidak di anjurkan

e. Contoh makanan 1 hari untuk pasien


6. Bentuk Motivasi dan Dukungan
Memberikan edukasi secara lisan mengenai diet TKTP
D. Monitoring, Evaluasi dan Tindak Lanjut
MONITORING DAN EVALUASI KESIMPULAN & TINDAK
TGL DIAGNOSIS LANJUT
Antropometri Biokimia Fisik dan klinis Asupan
(ASSESMEN,DIAGNOSIS GIZI,
INTERVENSI GIZI
28/11/2018 Bedah BB = 43kg Hb 10,4g/dl TD: 98/43 - Energi :1051,8kcal
Normal A : data antropometri
Koleksistekto TB = 151cm Limfosit mmhg (50,3%) diukur hari pertama
mi 6,8/ml S : 36 ͦ C - Protein :55,3g(85%) kasus dengan hasil BB
N : 88x/menit - Lemak :25,3g(72%) 43kg dan TB 151 cm
RR : 28 x/menit - KH: 148,5g(39,13%) B :berdasarkan data fisik dan
kelinis didapatkan TD
98/43mmhg (rendah) Dan
hasil biokimiam didapatkan
limfosit 6,8 rendah
C : kesanumum: CM
D : Asupan energi, lemak, dan KH
tergolong rendah karena
kurang dari (80%-
110%) dangkan protein
Diagnosis Gizi : (NI 21)
Intervensi Gizi : bubur
29/11/2018 Bedah BB = 43kg TD : 110/80 - Energi : 1121.9kcal A : data antropometri
Koleksistekto TB = 151cm mmhg (53%) diukur hari pertama
mi N: 88x/menit - Protein : 49,2g(76%) kasus
S: 36x/menit - Lemak :26,7g(76%) B :berdasarkan data fisik dan
RR : 28x/menit - KH : 171,2g(45%) kelinis didapatkan normal
Dan tidak ada perubahan dari
nilai biokimia
C : kesanumum: CM
D : Asupan energi,dan KH
tergolong rendah karena
kurang dari (80%-
110%) karna pasien merasa
masi merasakan nyaeri di
bagian lengannya
Diagnosis Gizi : (NI 21)
Intervensi Gizi : bubur
KESIMPULAN DAN SARAN

KESIMPULAN
a. Antropometri
Dari hasil antropometri didapatkan BB 43 kg dan TB 151 cm pasien datang dengan
keadaan sakit di bagian bahu karana jatuh dari motor
b. Biokimia
Parameter biokimia menunjukan pada hari ke 1 yaitu HB 10,4gr/dl dan limfosit 6,4%

dan hari kedua tidak di dapatkan data biokimia

c. Klinis
Tanda fisik klinis yang diamati adalah vitalsign tekanan darah 98/43 Rendah dan hari

ke dua keadaan pasien baik

d. Dietary

Terapi diet yang diberikan diet TKTP dengan bentuk makanan BB untuk

memudahkan pasien dalam mengkonsumsinya frekuensi makanan utama 3x dan makanan

selingan 2x. Perhitungan kebutuhan zat gizi pasien sebesar energi : 2089kcal, protein :

64gram, lemak :34,81gram, karbohidrat: 379,51gram. Asupan pasien kurang <80% pada

hari ke 1 ke 2 renda dikarenakan kondisi pasien yang masi lemas dan masi merasakan

nyeri dibagian punggungnya tetapi mengalami peningkatan dari hari pertama dan kedua

e. Diagnosa Gizi dan Diagnosa Gizi

Selama studi kasus tidak terjadi perubahan dignosa medisis yang signifikan begitu

juga diaknosa gizi pasien adalah NI 2.1 asupan oral tidak adekuat

SARAN

a. Diharapkan pasien menjaga pola makan dan meningkatkan asupan makana yang di

konsumsi dengan pola makan menu seimbang agar proses penyembuhan luka bisa

lebih maksimal
HASIL PERHITUNGAN DIET/
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.

MAKAN SEBELUM MASUK RS


MKAN PAGI
nasi putih 30 g 39.0 kcal 8.6 g
telur ceplok 25 g 47.7 kcal 0.3 g
tumis kangkung belu 30 g 27.6 kcal 0.6 g
teh manis 100 g 12.9 kcal 3.2 g

Meal analysis: energy 127.3 kcal (22 %), carbohydrate 12.6 g (17 %)

MAKAN SIANG
nasi putih 20 g 26.0 kcal 5.7 g
telur ceplok 50 g 95.5 kcal 0.5 g
roti manis 20 g 57.0 kcal 11.3 g

Meal analysis: energy 178.5 kcal (31 %), carbohydrate 17.6 g (23 %)

MAKAN MALAM
nasi tim 50 g 58.6 kcal 12.9 g
daging sapi 25 g 67.2 kcal 0.0 g
tahu 25 g 19.0 kcal 0.5 g
wortel 20 g 8.4 kcal 1.9 g
jus melon 250 g 117.7 kcal 30.3 g

Meal analysis: energy 270.9 kcal (47 %), carbohydrate 45.4 g (60 %)
HASIL PERHITUNGAN
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan

energy 576.6 kcal 1900.0 kcal 30 %


protein 22.5 g(16%) 48.0 g(12 %) 47 %
fat 20.8 g(32%) 77.0 g(< 30 %) 27 %
carbohydr. 75.6 g(53%) 351.0 g(> 55 %) 22 %
dietary fiber 2.2 g 30.0 g 7%
PUFA 4.3 g 10.0 g 43 %
cholesterol 321.0 mg - -
Vit. A 784.7 µg 800.0 µg 98 %
carotene 0.0 mg - -
Vit. E 0.0 mg - -
Vit. B1 0.2 mg 1.0 mg 18 %
Vit. B2 0.5 mg 1.2 mg 41 %
Vit. B6 0.3 mg 1.2 mg 28 %
Vit. C 35.9 mg 100.0 mg 36 %
sodium 225.6 mg 2000.0 mg 11 %
potassium 523.3 mg 3500.0 mg 15 %
calcium 106.4 mg 1000.0 mg 11 %
magnesium 70.0 mg 310.0 mg 23 %
phosphorus 279.1 mg 700.0 mg 40 %
iron 3.6 mg 15.0 mg 24 %
m.uns.f.acids 6.5 g - -
sat. FA 8.0 g - -
tot. fol.acid 75.1 µg 400.0 µg 19 %
zinc 2.8 mg 7.0 mg 41 %
HASIL PERHITUNGAN DIET/
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.

MAKAN HARI KE 1 PENGAMATAN


MAKAN PAGI
nasi tim 100 g 117.1 kcal 25.7 g
telur ayam 50 g 77.6 kcal 0.6 g
wortel 20 g 8.4 kcal 1.9 g
kentang 10 g 9.3 kcal 2.2 g
roti manis 50 g 142.4 kcal 28.4 g
tahu 20 g 15.2 kcal 0.4 g
teh manis 100 g 12.9 kcal 3.2 g

Meal analysis: energy 382.9 kcal (36 %), carbohydrate 62.2 g (42 %)

MAKAN SIANG
nasi tim 100 g 117.1 kcal 25.7 g
rolade daging 25 g 61.2 kcal 1.1 g
tempe kedele murni 20 g 39.8 kcal 3.4 g
telur ayam 25 g 38.8 kcal 0.3 g

Meal analysis: energy 257.0 kcal (24 %), carbohydrate 30.4 g (21 %)

MAKAN MALAM
nasi tim 150 g 175.7 kcal 38.6 g
daging ayam 25 g 71.2 kcal 0.0 g
abon 20 g 63.0 kcal 0.0 g
tempe kedele murni 25 g 49.8 kcal 4.3 g
wortel 10 g 4.2 kcal 0.9 g
labu siam mentah 10 g 2.0 kcal 0.4 g
pisang ambon 50 g 46.0 kcal 11.7 g

Meal analysis: energy 411.9 kcal (39 %), carbohydrate 55.9 g (38 %)
HASIL PERHITUNGAN
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan

energy 1051.8 kcal 1900.0 kcal 55 %


protein 55.6 g(21%) 48.0 g(12 %) 116 %
fat 25.3 g(21%) 77.0 g(< 30 %) 33 %
carbohydr. 148.5 g(57%) 351.0 g(> 55 %) 42 %
dietary fiber 4.9 g 30.0 g 16 %
PUFA 5.4 g 10.0 g 54 %
cholesterol 364.0 mg - -
Vit. A 699.6 µg 800.0 µg 87 %
carotene 0.0 mg - -
Vit. E 0.0 mg - -
Vit. B1 0.4 mg 1.0 mg 36 %
Vit. B2 0.7 mg 1.2 mg 61 %
Vit. B6 1.0 mg 1.2 mg 80 %
Vit. C 8.2 mg 100.0 mg 8%
sodium 637.8 mg 2000.0 mg 32 %
potassium 1003.8 mg 3500.0 mg 29 %
calcium 140.5 mg 1000.0 mg 14 %
magnesium 150.2 mg 310.0 mg 48 %
phosphorus 565.9 mg 700.0 mg 81 %
iron 5.5 mg 15.0 mg 37 %
m.uns.f.acids 7.5 g - -
sat. FA 5.7 g - -
tot. fol.acid 96.7 µg 400.0 µg 24 %
zinc 6.0 mg 7.0 mg 86 %
HASIL PERHITUNGAN DIET/
Nama Makanan Jumlah energy carbohydr.

MAKAN HARI KE 2 PENGAMATAN


MAKAN PAGI
nasi tim 150 g 175.7 kcal 38.6 g
daging sapi 25 g 67.2 kcal 0.0 g
tempe bacem 25 g 59.3 kcal 4.4 g
buncis mentah 25 g 8.7 kcal 2.0 g
roti manis 50 g 142.4 kcal 28.4 g

Meal analysis: energy 453.3 kcal (40 %), carbohydrate 73.3 g (43 %)

MAKAN SIANG
nasi tim 150 g 175.7 kcal 38.6 g
daging ayam 25 g 71.2 kcal 0.0 g
tahu 20 g 15.2 kcal 0.4 g
labu siam mentah 20 g 4.0 kcal 0.9 g
wortel 10 g 4.2 kcal 0.9 g

Meal analysis: energy 270.3 kcal (24 %), carbohydrate 40.7 g (24 %)

MAKAN MALAM
nasi tim 100 g 117.1 kcal 25.7 g
tempe kedele murni 35 g 69.7 kcal 5.9 g
bayam segar 40 g 14.8 kcal 2.9 g
wortel 10 g 4.2 kcal 0.9 g
apel 100 g 59.0 kcal 15.3 g
daging sapi 40 g 107.6 kcal 0.0 g
teh manis 200 g 25.8 kcal 6.4 g

Meal analysis: energy 398.2 kcal (35 %), carbohydrate 57.2 g (33 %)
HASIL PERHITUNGAN
Zat Gizi hasil analisis rekomendasi persentase
nilai nilai/hari pemenuhan

energy 1121.9 kcal 1900.0 kcal 59 %


protein 49.2 g(18%) 48.0 g(12 %) 103 %
fat 26.7 g(21%) 77.0 g(< 30 %) 35 %
carbohydr. 171.2 g(61%) 351.0 g(> 55 %) 49 %
dietary fiber 7.4 g 30.0 g 25 %
PUFA 6.6 g 10.0 g 66 %
cholesterol 68.5 mg - -
Vit. A 605.3 µg 800.0 µg 76 %
carotene 0.0 mg - -
Vit. E 0.0 mg - -
Vit. B1 0.4 mg 1.0 mg 38 %
Vit. B2 0.5 mg 1.2 mg 38 %
Vit. B6 0.9 mg 1.2 mg 79 %
Vit. C 24.1 mg 100.0 mg 24 %
sodium 342.8 mg 2000.0 mg 17 %
potassium 1111.1 mg 3500.0 mg 32 %
calcium 215.8 mg 1000.0 mg 22 %
magnesium 187.1 mg 310.0 mg 60 %
phosphorus 535.1 mg 700.0 mg 76 %
iron 7.2 mg 15.0 mg 48 %
m.uns.f.acids 9.4 g - -
sat. FA 8.6 g - -
tot. fol.acid 111.9 µg 400.0 µg 28 %
zinc 6.5 mg 7.0 mg 93 %