Anda di halaman 1dari 15

Laporan Lengkap

BOTANI TUMBUHAN RENDAH

“LICHEN”

DISUSUN OLEH

KELOMPOK II

MIKI DIANTI A 221 17 087

RIZKY NURWANA A 221 17 090

RIRIN APRIANI NINGSI A 221 17 098

EVI WARDANI A 221 17 100

LINDA M.DAWA A 221 17 101

MOH TRI RAMADHAN A 221 17 107

EKA WIDYANI A 221 17 110

WINDA YANI A 221 17 114

FEMMY ATALLASARI A 221 17 121

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI

JURUSAN PENDIDIKAN MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

FAKULTAS KEGURURAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNUVERSITAS TADULAKO

2019
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah

1.3 Tujuan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

BAB III METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat

3.2 Alat dan Bahan

3.3 Prosedur Kerja

BAB IV Hasil Pengamatan

BAB V PENUTUP

5.1 Kesimpulan

5.2 Saran

Daftar Pustaka
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Lichenes dikenal dengan nama lumut kerak, karena bentuknya menyerupai


kerak yang menempel di pohon-pohon, tebing atau batuan. Lichenes (lumut
kerak) sebenarnya bukan golongan lumut, tetapi merupakan tumbuhan perintis
hasil simbiosis antara golongan algae (Cyanophyta atau Chlorophyta) dan jamur
(Ascomycota atau Basidiomycota). Apabila sayatan tubuh Lichenes disayat tipis
dan dilihat menggunakan mikroskop maka akan terlihat adanya jalinan hifa atau
miselium jamur yang teratur dan di bagian lapisan permukaanya terdapat
kelompok algae bersel satu atau benang yang dijalin oleh hifa itu. Pada Lichenes
jamur berperan untuk mengokohkan tubuh dan menghisap air dan nutrisi,
sedangnya algae berperan untuk melakukan fotosintesis. Karena itu simbiosis
antara kedua jenis tumbuhan tersebut bersifat simbiosis mutualisme (Yudianto,
1992)

Lumut kerak atau Lichen adalah salah satu organisme yang digunakan sebagai
bioindikator pencemaran udara. Hal ini disebabkan Lichen sangat sensitif terhadap
pencemaran udara, memiliki sebaran geografis yang luas (kecuali di daerah
perairan), keberadaannya melimpah, sesil, perennial, memiliki bentuk morfologi
yang relatif tetap dalam jangka waktu yang lama dan tidak memiliki lapisan
kutikula sehingga Lichen dapat menyerap gas dan partikel polutan secara
langsung melalui permukaan talusnya. Penggunaan Lichen sebagai bioindikator
dinilai lebih efisien dibandingkan menggunakan alat atau mesin indikator ambien
yang dalam pengoperasiannya memerlukan biaya yang besar dan penanganan
khusus (Loopi et.al 2002).
Praktikum dilakukan didanau tambing karena didanau tambing adalah
tempat yang dianggap sangat baik untuk melakukan percobaan ini, dan danau
tambing terdapat berbagai macam jenis lichen.

1.2 Rumusan Masalah


1. Mahasiswa mengamati morfologi lichen
2. Mahasiswa mampu menjelaskan kondisi lingkungan habitat
3. Mahasiswa mampu mengidentifikasi dan klasifikasi lichen yang
ditemukan dilokasi pengamatan

1.3 Tujuan
Tujuan dari praktikum ini yaitu:
1. Untuk mengetahui morfologi lichen
2. Untuk mengetahui kondisi lingkungan habitat
3. Untuk mengetahui klasifikasi lichen
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

Lumut kerak merupakan simbiosis antara jamur dari golongan


Ascomycotina atau Basidiomycotina (mikobion) dengan Chlorophyta atau
Cyanobacteria bersel satu (fikobion). Tumbuhan ini tergolong tumbuhan perintis
yang ikut berperan dalam pembentukan tanah. Lumut kerak bersifat endolitik
karena dapat masuk pada bagian pinggir batu. Dalam hidupnya lichenes tidak
memerlukan syarat hidup yang tinggi dan tahan terhadap kekurangan air dalam
jangka waktu yang lama. Lichenes yang hidup pada batuan dapat menjadi kering
karena teriknya matahari, tetapi tumbuhan ini tidak mati, dan jika turun hujan bisa
hidup kembali (Indah, 2009 : 41).
Lichenes (lumut kerak) merupakan gabungan dua tanaman yang hidup
bersama (bersimbiosis), yaitu antara fungi (jamur) dan yang berwarna hijau
disebut ganggang (alga) sehingga secara morfologi dan fisiologi merupakan suatu
kesatuan. Ganggang membuat makanan untuk jamur. Sebab utama hijau yang
dimilikinya memungkinkan ganggang melakukan proses fotosintesis, memasak
makanan. Sementara itu, tugas jamur adalah member perlindungan terhadap
kekeringan. Lichenes adalah tanaman yang hebat. Berbeda dari lumut biasa yang
tumbuh di tempat lembap, lichenes bias tumbuh di tempat-tempat yang sulit,
tempat yang sangat dingin dan kering. Lichenes ini hidup secara epifit pada
pohon-pohonan tetapi dapat juga hidup di atas tanah terutama di daerah sekitar
kutub utara, di atas batu cadas, di tepi pantai dan juga gunung-gunung yang tinggi
(Tjitrosoepomo, 1989).
Tubuh lichenes dinamakan thalus yang secara vegetative mempunyai
kemiripan dengan alga dan jamur. Thalus ini berwarna abu-abu atau abu-abu
kehijauan. Beberapa spesies ada yang berwarna kuning, oranye, coklat atau merah
dengan habitat yang bervariasi. Bagian tubuh yang memanjang secara seluler
dinamakan hifa. Hifa merupakan organ vegetative dari thalus atau miselium
yang biasanya tidak dikenal pada jamur yang bukan lichenes. Alga selalu berada
pada bagian permukaan dari thalus (Hawksworth, 1984).
Menurut bentuk pertumbuhannya, lumut kerak terbagi menjadi tiga tipe
yaitu (Indah, 2009:42) :
a.Crustose, jika talus terbentuk seperti kerak (kulit keras), berukuran kecil, datar
dan tipis. melekat erat pada substratnya (batu, kulit pohon atau tanah). Contohnya
: Physcia,Graphis scipta, Haematomma puniceum, Acarospora atau Pleopsidium.
Lichen krustos yang tumbuh terbenam di dalam batu hanya bagian tubuh buahnya
yang berada di permukaan yang biasanya disebut endolitik.
b.Foliose, jika talus berbentuk seperti daun. Thallusnya datar, lebar, banyak
lekukan seperti daun yang mengkerut berputar. Bagian permukaan atas dan bawah
berbeda. Lichenes ini melekat pada batu, ranting dengan rhizines. Rhizines ini
juga berfungsi sebagai alat untuk mengabsorbsi makanan. Contohnya :
Umbillicaria, Parmelia, Xantoria, Physcia, Peltigera.
c.Frutikose, jika talus tegak seperti semak atau menggac ntung seperti jumbai
atau pita. Thallus tumbuh tegak atau menggantung pada batu, daun-daunan atau
cabang pohon. Contohnya : Usnea longissima.
d.Squalumose, Lichen ini memiliki lobus-lobus seperti sisik, lobus ini disebut
squamulus yang biasanya berukuran kecil dan saling bertindih dan sering
memiliki struktur tubuh buah yang disebut podetia. Contoh : Psora
pseudorusselli, Cladonia carneola.

Secara anatomi lichenes juga memiliki bagian-bagian yang menarik karena


adanya lapisan fungi atau lapisan luar korteks yang tersusun atas sel-sel jamur
yang tidak rapat dan menempel kuat untuk menjaga agar lumut kerak tetap
tumbuh dan lapisan alga yang mengandung ganggang serta terdapat rhizome yang
tersusun atas sel-sel jamur yang tidak rapat dan menempel kuat pada substrat yang
dikenal sebagai rhizoid atau lapisan lichens yang paling kuat melekat atau
menempel pada substrat ini yang paling terkenal adalah pyrenolichenes
(Campbel,2004).
BAB III

METODOLOGI

3.1 Waktu dan Tempat


Waktu dan tempat dilaksanakannya praktikum yaitu:
Hari/tanggal : Jum’at, 19 April 2019
Waktu : 15.00 wita-selesai
Tempat : Kawasan Danau Tambing Taman Nasional Lore Lindu

3.2 Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum ini yaitu:

1. Alat 2. Bahan
-Kater -Alkohol 70%
-Kamera Hp -Lichen
-Plastik sampel
-Kertas label

3.3 Prosedur kerja


Prosedur kerja pada praktikum ini yaitu:
1. Menyiapkan alat dan bahan
2. Menuju lokasi pengamatan
3. Mengambil gambar spesimen yang ditemukan pada substrat dengan
kamera
4. Menyayat spesimen dengan kater secara hati-hati, dan menyemprot
spesimen dengan alkohol
5. Memasukan spesimen kedalam plastik sampel
6. Memberi label pada setiap spesimen
7. Membawa spesimen untuk diidentifikasi
8. Membuat laporan sementara
BAB IV

HASIL PENGAMATAN

Hasil pengamatan

-Lecanora muralis

Regnum Fungi
Divisio Lichenes
Classis Lecanoramycetes
Ordo Lecanorales
Familia Lecanoraceae
Genus Lecanora
Spesies Lecanora muralis

Deskripsi

Lichen ini tumbuh secaraepifit dengan substrat dipohon, berwarna putih,


ukuran diameter 5 cm dengan panjang 10 cm, hidup ditempat lembap ataupun
kering.

-Arthonia sp.

Regnum Fungi
Divisio Ascomycota
Classis Ascilichen
Ordo Cyanophyaless
Familia Peltigeraceae
Genus Arthonia
Spesies Arthonia sp.
Deskripsi

Jenis ini merupakan lichen dengan tipe talus crustose memiliki talus yang
tumbuh tidak beraturan, tumbuh tipis diatas permuakaan substratnya, memiliki
hifa yang memanjang sehingga membentuk tekstur yang halus dan lembut, serta
berwarna hijau terang perlu ketelitian dan kesabaran untuk mengambil jenis lichen
yang satu ini dari substratnya agar tidak merusak permukaan lichen, lichen ini
hanya berukuran 1 cm.

-Dirinaria appalanata

Regnum Fungi
Divisio Ascomycota
Classis Lecanoromycetes
Ordo Telosehistales
Familia Caliciaceae
Genus Dirinaria
Species Dirinaria appalanata

Deskripsi

Dirinaria appalanata merupakan jenis lichen yang memilki tipe talus


foliose dengan lebar 2-7 cm, memiliki struktur seperti daun. Lichen ini relatif
lebih longgar melekat pada substatnya, memilki talus datar, lebar, dan banyak
lekukan seperti daun yang mengkerut. Lichen ini melekat pada batu, pohon, dan
serasah dengan rhizines.
-Peltigera malacea
Regnum Fungi
Divisio Thallophyta
Classis Ascolichen
Ordo Cyanophylales
Familia Peltigeraceae
Genus Peltigera
Species Peltigera malacea
Deskripsi

Lichen follose memiliki struktur seperti daun yang tersusun oleh lobus-
lobus, lichen ini relatif lebih longgar dan melekat pada substratnya memiliki talus
yang datar, lebar dan memiliki talus banyak lekukan seperti daun yang mengkerut.

-Physcia sp.

Regnum Fungi
Divisio Lichenes
Classis Ascolichen
Ordo Lecanorales
Familia Physciaceae
Genus Physcia
Species Physcia sp.

Deskripsi

Lichen foliose memiliki struktur seperti daun yang terstruktur dan tersusun
oleh lobus-lobus, lichen ini relatif lebih longgar melekat pada substratnya,
talusnya datar, lebar, banyak lekukan seperti daun yang mengkerut berputar
bagian permukaan atas dan bawah berbeda, lichen ini melekat pada batu, ranting
dengan rhizenes. Rhizenes juga berfungsi sebagai alat untuk mengabsorbsi
makanan.

-Usnea subfloridana

Regnum Fungi
Divisio Lichenes
Classis Acnolichenes
Ordo Lecahorinaceae
Familia Usnaceae
Genus Usnea
Species Usnea subfloridana
Deskripsi

Lumut kerak ini termasuk kedalam fructicese dengan morfologi tubuhnya


yang tegak berumbai, bercabang banyak, berwarna kuning abu-abu kehijauan,
ditemukan menggantung pada substrat yaitu batang pepohonan.

-Phaeographis sp

Regnum Fungi
Divisio Ascomycota
Classis Leanoromycetes
Ordo Ostropales
Familia Graphidaceae
Genus Phaeographis
Species Phaeographis sp

Deskripsi

Merupakan lichen yang memilki tipe talus crustose, memiliki bentuk yang
sangat halus, berwarna hitam, tumbuh terbenam pada jaringan tumbuhan disebut
endolatikatau endopadal terdapat pada substrat kulit pohon. Dan talus dapat
tumbuh pada berbagai jeni kulit pohon, garis tepi berwarna dan terlihat jelas
berwarna hitam berukuran kisaran antara 1-3 cm.

-Pxrenula dermatodes

Regnum Fungi
Divisio Ascomycota
Classis Enratyomxcetes
Ordo Pxrenulales
Familia Pxrenulaceae
Genus Pxrenula
Species Pxrenula dermatodes
Deskripsi

Lichen ini termasuk dalam jenis lichen crustose, bentuk lichen tidak
teratur talusnya juga tumbuh sangat tipis pada permukaan kulit pohon, berwarna
orange kecoklatan garis tepi sangat jelas berwarna hitam sehingga mudah
dibedakan dengan species lainnya.

-Aspicillia calcarea

Regnum Fungi
Divisio Ascomycota
Classis Leanoromycetes
Ordo Purtasairales
Familia Magasporaceae
Genus Aspacillia
Species Aspicillia calcarea

Deskripsi

Lichen ini termasuk dalam lichen crustose dengan ciri talusnya berukuran
kecil datar dan tumbuh sangat tipis pada kulit pohon, bentuk lichen ini tidak
beraturan berwarna putih keabu-abuan pada permukaan talus terdapat bintik-
bintik berwarna putih sehingga tekstur agak besar.

-Usnea sp.

Regnum Fungi
Divisio Thalicphyta
Classis Ascolichenes
Ordo Lecanarates
Familia Parnelicieae
Genus Usnea
Species Usnea sp.
Deskripsi

Jenis lichen ini berbentuk seperti akar yang berserabut, berwarna merah
dan memiliki bau seperti tanah, panjang lichen ini berkisar 5-6 cm dan memiliki
banyak cabang.
BAB V

PENUTUP

5.1 Kesimpulan

Tubuh lichen disebut talus yang secara vegetatif memiliki kemiripan


dengan alga dan jamur, talus pada lichen mempunyai warna abu-abu atau abu-abu
kehijauan.

Lichen memiliki substrat atau habitat yaitu pada tanah yang lembab.
Lichen hidup secara epifit pada pohon-pohonan.

Berdasarkan hasil pengamatan lichen yang ditemukan yaitu Lecanora


muralis, Arthonia sp, Dirinaria appalanata, Peltigera malacea, Physcia sp, Usnea
subfloridana, Phaeographis sp, Pxrenula dermatodes, Aspicillia calcarea, dan
Usnea sp.

5.2 Saran

Untuk praktikum berikutnya agar lebih teliti dalam mengambil spesimen


dan mengikuti arahan dari asisten, agar praktikum berikutnys lebih efektif waktu
keberangkatan harus tepat waktu agar saat penelitian tidak terburu-buru.
DAFTAR PUSTAKA

Campbel dkk, (2004). Biologi Edisi Kedelapan Jilid 2. Jakarta: Erlangga

Hawksworth, 1984. The Lichen-Forming Fungi. Malang: UB Press

Indah, (2009:42. Taksonomi Tumbuhan Rendah. Bogor : Citra Karya

Indah, (2009 : 41). Biologi Jilid 3. Jakarta : Erlangga

Tjitrosoepomo, (1989). Botani Tumbuhan Rendah. Bandung: ITB