Anda di halaman 1dari 2

menurut Angelier (2003) dalamSiahaan et al (2011)Kecepatan arus penting diamati sebab

merupakan faktor pembatas kehadiran organisme di dalam sungai. Kecepatan arus juga
menjadi suatu faktor yang mempengaruhi keberlangsungan kehidupan organisme yang ada
di sungai. Arus yang ada pada perairan sungai tidak selalu sama kecepatannya, tergantung
dari debit air sungai tersebut. Kecepatan arus sungai berfluktuasi (0,09 - 1,40 m/detik) yang
semakin melambat ke hilir. Faktor gravitasi, lebar sungai dan material yang dibawa oleh air
sungai membuat kecepatan arus di hulu paling besar. Kecepatan arus sungai di hulu,
tengah dan hilir berturut-turut yaitu 0,58 - 1,40 m/detik, 0,13 m/detik – 1,0 m/detik dan 0,09 -
0,27 m/detik. Faktor fisika yang mempengaruhi ekosistem sungai adalah suhu, kecepatan
arus, dan kecerahan. Faktor-faktor tersebut sangat mempengaruhi keberadaan dan
perkembangan organisme yang hidup didalam ekosistem sungai.

menurut Sinambela dan Sipayung (2015) Suhu/ temperatur Suhu atau temperatur di suatu
sungai akan berfluktuasi mengikuti aliran air mulai dari hulu menuju hilir/muara. Daerah hulu
(rhithal) mempunyai fluktuasi tahunan yang paling kecil, sepanjang aliran sungai fluktuasi
tahunan akan semakin besar dan mencapai maksimum di daerah hilir (potamal). Suhu
perairan mengalami fluktuasi setiap hari, terutama mengikuti pola suhu udara lingkungan,
intensitas cahaya matahari, letak geografis, penaungan, dan kondisi internal perairan seperti
kekeruhan, kedalaman, kecepatan arus, dan timbunan bahan organik di dasar perairan.
Meningkatnya suhu sebesar 10°C akan meningkatkan laju metabolisme sebesar 2–3 kali
lipat. Naiknya suhu menyebabkan kelarutan oksigen dalam air menurun, sehingga
organisme air sulit untuk respirasi. Suhu udara yang baik untuk perkembangan organisme
akuatik dan tidak menimbulkan tekanan yang berbahaya berkisar antara 24°C-27°C.
Kekeruhan/turbiditas. Ekosistem sungai adalah salah satu jenis ekositem air tawar yang
memiliki ciri khas berupa aliran air yang searah. Di Indonesia sendiri, ekosistem sungai
banyak kita temukan hampir di seluruh wilayah daratan. Faktor suhu sangat mempengaruhi
keberadaan organisme yang hidup dalam ekosistem sungai. Maka dari itu faktor suhu
berperan penting.

Referensi :
Siahaan, Ratna., Indrawan, Andry, Dedi Soedarma, dan Prasetyo BL.2011. Kualitas Air
Sungai Cisadane, Jawa Barat - Banten (Water Quality of Cisadane River, West
Java - Banten). Vol 11(2) hal : 269. Jurnal Ilmiah Sains
Sinambela, Masdiana., Sipayung ,Mariaty .2015. Makrozoobentos Dengan Parameter Fisika
dan Kimia di Perairan Sungai Babura Kabupaten Deli Serdang. Vol 1(2) hal : 45.
Jurnal Biosains