Anda di halaman 1dari 4

BAB 3.

PEMBAHASAN

3.1 Aspek finansial


Investasi yang dilakukan dalam berbagai bidang bisnis (usaha) sudah barang
tentu memerlukan sejumlah modal (uang), di samping keahlian lainnya. Modal
yang digunakan untuk membiayai suatu bisnis, mulai dari biaya prainvestasi,
biaya investasi dalam aktiva tetap, hingga modal kerja.
Aspek keuangan merupakan aspek yang digunakan untuk menilai keuangan
perusahaan secara keseluruhan. Aspek ini sama pentingnya dengan aspek lainnya,
bahkan ada beberapa pengusaha menganggap justru aspek inilah yang paling
utama untuk dianalisis karena dari aspek ini tergambar jelas hal-hal yang
berkaitan dengan keuntungan perusahaan, sehingga merupakan salah satu aspek
yang sangat penting untuk diteliti kelayakannya.
Secara keseluruhann penilaian dalam aspek keuangan meliputi hal-hal seperti :
 Sumber-sumber dana yang akan diperoleh.
 Kebutuhan biaya investasi.
 Estimasi pendapatan dan biaya investasi selama beberapa periode termasuk
jenis-jenis dan jumlah biaya yang dikeluarkan selama umur investasi.
 Proyeksi neraca dan laporan laba/rugi untuk beberapa periode kedepan
 Kriteria penilaian investasi.
 Rasio keuangan yang digunakan untuk menilai kemampuan perusahaan.

3.2 Biaya – biaya


Berikut ini merupakan contoh data finansial dalam Analisis Usaha Budidaya
Jamur Tiram “DS” di Desa Sidodadi Kecamatan Tempurejo Kabupaten Jember.
Tabel 1. Biaya Variabel Dalam 1 Kali Proses Budidaya Jamur Tiram “DS”
No Keterangan Satuan Jumlah Harga Satuan Jumlah
1 2 3 4 5 6=4x5
1 Baglog Buah 400 Rp. 2.000 Rp. 800.000
2 Paku Kg 1 Rp. 7.000 Rp. 7.000
3 Kawat Kg 1 Rp. 7.000 Rp. 7.000
4 Bambu Batang 30 Rp. 10.000 Rp. 300.000
5 Stik kemasan Lusin 100 Rp. 1.000 Rp. 100.000
Total Biaya Variabel Rp.1.214.000
Sumber : Data Primer 2013

Tabel 2. Biaya Tetap Dalam 1 Kali Proses Budidaya Jamur Tiram “DS”
No Uraian Volume Harga Satuan Jumlah Nilai Depresi
1 Gergaji 1 Rp 30.000 Rp 30.000 Rp 1.875
2 Palu 1 Rp 25.000 Rp 25.000 Rp 1.562
3 Tang 1 Rp 15.000 Rp 15.000 Rp 937
4 Parang 1 Rp 20.000 Rp 20.000 Rp 1.675
5 Meteran 1 Rp 7.000 Rp 7.000 Rp 575
6 Sprayer 1 Rp 8.000 Rp 8.000 Rp 2.000
7 Gunting 1 Rp 3.000 Rp 3.000 Rp 375
8 Keranjang 1 Rp 3.000 Rp 3.000 Rp 750
9 Timbangan 1 Rp 100.000 Rp 100.000 Rp 6.250
10 Tenaga Kerja 1 Rp 500.000 Rp 500.000
Total Biaya Tetap Rp 711.000 Rp 15.993
Total Biaya(Biaya Variabel+Biaya Tetap+Biaya Tenaga Kerja) Rp 1.729.993
Pendapatan 800 bungkus Rp 250 Rp 2.000.000
Sumber : Data Primer 2013

Tabel 3. Hasil Budidaya Jamur Tiram “DS”


No Keterangan Jumlah
1 Pendapatan = 80 Bungkus x Rp 2.500,- Rp 2.000.000
2 Total Biaya Variabel Rp 1.210.000
3 Biaya Variabel Per Unit Rp 1.518
Rp 1.210.000 : 800 Bungkus
4 Biaya Variabel Tetap + Biaya Tenaga Kerja Rp 515.993
5 Total Biaya Rp 1.729.993
6 Laba Rp 270.007

3.3 Metode Perhitungan


a) Break Event Point (BEP)
Total Biaya
BEP =
Harga
Rp 1.729.993
=
Rp 2.500
= 691,997
= 692 bungkus (dibulatkan)
Jadi, BEP (unit) = 692 bungkus

b) Break Event Point (BEP) harga


Total Biaya
BEP(Harga) = Jumlah Produksi
𝑅𝑝 1.769.993
=
800
= Rp 2.162
= Rp 2.200 (dibulatkan)
Jadi, BEP (harga) = Rp 2.200

Total Pendapatan (TR)


c) R/C Ratio =
Total Pustaka (TC)
Rp 2.000.000
=
Rp 1.729.993

= 1,156
Jadi, ROI Ratio = 1,16

d) Perhitungan Return On Investment (ROI)


𝐿𝑎𝑏𝑎 𝐵𝑒𝑟𝑠𝑖ℎ
ROI = 𝑥 100%
𝑇𝑜𝑡𝑎𝑙 𝐴𝑘𝑡𝑖𝑣𝑎
𝑅𝑝 270.007
= 𝑥 100%
𝑅𝑝 1.729.993

= 15,60%
= 16% (dibulatkan)
Jadi, nilai ROI = 16%
Adanya aspek finansial ini dapat menentukan rencana investasi melalui
perhitungan biaya dan manfaat yang diharapkan, dengan membandingkan antara
pengeluaran dan pendapatan, seperti ketersediaan dana, biaya modal, kemampuan
proyek untuk membayar kembali dana tersebut dalam waktu yang telah ditetapkan
menilai apakah proyek akan dapat berkembang terus. Bagi pemilih usaha, didak
hanya memberi proyeksi keuntungan, tapi juga berapa besar tingkat pengembalian
usaha terhadap modal yang diinvestasikan.