Anda di halaman 1dari 9

PANDUAN PENGELOLAAN LIMBAH INFEKSIUS

DAN CAIRAN TUBUH

RUMAH SAKIT MULYASARI JAKARTA


Jl. Raya Plumpang Semper No. 19 Jakarta Utara 14260
Telp. (021) 43931111 – 43939999, Fax. (021) 43934369
E-mail : info.rsmulyasari@gmail.com
Kata Pengantar

Puji syukur kami panjatkan kepada Allah Swt, karena atas berkat dan rahmat-
Nya, buku Panduan Pengelolaan Limbah Infeksius dan Cairan Tubuh dapat terselesaikan.
Penulisan Panduan Pengelolaan Limbah Infeksius dan Cairan Tubuh ini dilakukan dalam
rangka untuk menjawab tantangan semakin meningkatnya tuntutan masyarakat akan
mutu pelayanan rumah sakit.

Baik atau tidaknya mutu pelayanan di rumah sakit sangat tergantung kepada
seluruh karyawan dan dokter sebagai pelaku utama dalam memberikan pelayanan. Oleh
karena itu kami berharap melalui Buku Panduan Pengelolaan Limbah Infeksius dan
Cairan Tubuh ini dapat membantu terhadap upaya peningkatan proses pelayanan di
Rumah Sakit Mulyasari Jakarta.

Pembuatan buku panduan ini tentunya masih jauh dari sempurna, baik secara
konteks maupun konten, untuk itu kami membuka diri untuk saran dan kritik demi
perbaikan ke depan.

Terima kasih kami ucapkan kepada semua pihak yang telah banyak memberikan
konstribusi dalam penyusunan buku panduan ini, semoga Allah Swt membalas segala
kebaikan semua pihak yang telah membantu. Semoga buku panduan ini bermanfaat bagi
peningkatan pelayanan bermutu di Rumah Sakit Mulyasari Jakarta.

Jakarta, 20 April 2019

Tim Penyusun

Daftar isi

Kata Pengantar...........................................................................................................................
BAB I ..............................................................................................................................................
BAB II ............................................................................................................................................
BAB III ...........................................................................................................................................
BAB IV ...........................................................................................................................................
BAB V .............................................................................................................................................
BAB I
DEFINISI

Limbah infeksius adalah limbah yang terkontaminasi dengan darah, cairan tubuh
pasien, ekskresi, sekresi yang dapat menularkan kepada orang lain atau limbah
medis yang dapat menyebabkan penyakit infeksi.

Tujuan Pengelolaan limbah adalah untuk melindungi penyebaran infeksi terhadap


para petugas kesehatan, mencegah penularan infeksi pada masyarakat sekitarnya
dan membuang bahan-bahan berbahaya (bahan toksik dan radio aktif) dengan
aman. Penanganan sampah terkontaminasi yang tepat akan meminimalkan
penyebaran infeksi pada petugas kesehatan dan masyarakat setempat. Pengelolaan
limbah infeksius meliputi :

A. Pengelolaan limbah dapat dilakukan mulai dari indentifikasi limbah padat,cair,


tajam infeksius, non infeksius
B. Pemisahan
C. Labeling
D. Packing
E. Pengangkutan
F. Treatment

Panduan Panduan Pengelolaan Limbah Infeksius dan Cairan Tubuh |1


BAB II

RUANG LINGKUP

A. Panduan ini dibuat sebagai acuan unuk semua pekerja yang berada
dilingkungan rumah sakit, terutama dukungan dari pimpinan ,manajemen dan
merupakan salah satu upaya kegiatan pencegahan dan pengendalian infeksi di
rumah sakit.
B. Panduan ini dapat diterapkan kepada semua pekerja yang berada dilingkungan
rumah sakit.
C. Panduan ini dapat menggunakan teknik sosialisasi

Panduan Panduan Pengelolaan Limbah Infeksius dan Cairan Tubuh |2


BAB III
TATA LAKSANA

A. Penatalaksanaan Limbah Infeksius


1. Pemakaian APD
Petugas memakai APD : sarung tangan karet rumah tangga,celemek, dan
sepatu pelindung.
2. Limbah Infeksius
Limbah Infeksius dipisahkan dan dimasukan kedalam kantong /plasik warna
kuning dan di ikat diberi label misal dari ruangan.
3. Ditempatkan setiap kontainer limbah pada jarak dari ruangan ke tempat
pembuangan sementara (TPS) 10 – 29 meter
4. Penyimpanan limbah di tempat penampungan sementara :
a. Tempatkan limbah dalam kantong plastik kuning dan ikat dengan
kuat.
b. Setiap hari limbah diangkat dari tempat penampungan sementara.
c. Tempat penampungan sementara harus di area tertutup ,aman dan
selalu dijaga kebersihannya dan kondisi kering.
d. Cara pembersihannya :
Wadah limbah dicuci dengan larutan pembersih desinfektan clorin 0,5
% plus ( sabun netral ) setiap hari setelah limbah dibuang.
5. Pengangkutan
a. Mengangkutan limbah harus menggunakan kereta dorong khusus.
Kereta dorong harus kuat mudah diberisihkan,tertutup
b. Tidak boleh ada yang tercecer
c. Sebaiknya lift pengangkut limbah berbeda dengan lift pasien, lift
dibersihkan dengan cairan clorin 0,5% dan di campur dengan air
sabun.
d. Gunakan alat pelindung diri ketika menangani limbah.
6. Treatment
a. Treatment limbah infeksius dan benda tajam dilakukan kerjasama
dengan pihak ketiga.
b. Dilakukan pengambilan setiap 2 hari sekali dari TPS ( Tempat
c. Pembuangan Sementara ) oleh pihak ketiga.
d. Limbah cair dalam wastafel di ruang spoelhok
e. Limbah feses urin kedalam WC
B. Penanganan Limbah Terkontaminasi/Infeksius
1. Untuk limbah terkontaminasi ,pakailah sarung tangan rumah tangga yang
tebal sewaktu memindahkan sampah padat
2. Buang sampah padat dalam wadah plastik dengan tutup yang rapat,
kantong plastik warna kuning .
3. Limbah yang terkumpul dilakukan pengangkatan dari ruangan sebanyak 3
kali yaitu pada shift pagi, siang, sore serta ekstra diangkat bila telah tempat

Panduan Panduan Pengelolaan Limbah Infeksius dan Cairan Tubuh |3


sampah telah penuh
4. Cuci semua wadah limbah dengan larutan pembersih desinfektan (larutan
klorin 0,5% + sabun) dan bilas dengan air secara teratur
5. Lepaskan sarung tangan rumah tangga setelah selesai digunakan dan
lakukan pencucian yang selanjutnya dikeringkan.
6. Cuci tangan dengan antiseptik / chlorheksidin 2%

C. Pembuangan Limbah Cairan Tubuh


1. Limbah cairan tubuh dibuang melalui saluran spoelhok yang ada disetiap
ruangan
2. Limbah tersebut dialirkan kesistem pembuangan kotoran tertutup yang
selanjutnya mengalir ke IPAL RS.

BAB IV
DOKUMENTASI

A. Pimpinan dan manajemen telah membuat kebijakan kepada Komite PPIRS


bahwa pekerja/petugas kebersihan di rumah sakit wajib melakukan
pengelolaan sampah infeksius dan cairan tubuh.
B. Tim PPIRS memberikan sosialisasi kepada pekerja dan petugas kebersihan
untuk melaksanakan pengelolaan sampah/limbah infeksius dan cairan tubuh;
C. Tim PPI membuat pemantauan pengelolaan sampah infeksius dan cairan
tubuh.

Panduan Panduan Pengelolaan Limbah Infeksius dan Cairan Tubuh |4


Panduan Panduan Pengelolaan Limbah Infeksius dan Cairan Tubuh |5
REFERENSI

1. Pedoman Sanitasi Rumah Sakit di Indonesia


2. Pedoman Penatalaksanaan Pengelolaan Limbah Padat dan Limbah Cair di
Rumah Sakit, Depkes.
3. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas
Pelayanan Kesehatan Lainnya , PERDALIN , Jakarta 2007
4. Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Rumah Sakit dan Fasilitas
Pelayanan Kesehatan lainnya ,Tahun 2017

Panduan Panduan Pengelolaan Limbah Infeksius dan Cairan Tubuh |6