Anda di halaman 1dari 24

MEKANIKA TANAH 2

Distribusi Tegangan Dalam Tanah dan


Keruntuhan Mohr - Coulomb
20 APRIL 2019

FAHMI, ST, MT.


CONTOH SOAL
Susunan fondasi diperlihatkan dalam Gambar C1 Beban kolom A = 400kN,
kolom B = 200kN dan kolom-kolom C = 100kN. Bila beban kolom dianggap
sebagai beban titik, hitung tambahan tegangan dibawah pusat fondasi-
fondasi A,B, dan C, pada kedalaman 6m dibawah pondasi.
Penyelesaian :
Beban-beban kolom dianggap sebagai beban titik, karena itu tambahan
tegangan dibawah masing-masing fondasi dapat dihitung dengan persamaan
:

Fondasi-fondasi diberi nama menurut nama kolom. Dalam soal ini, karena
susunan fondasi simetri, tambahan tegangan dibawah pondasi B dan C, pada
kedalaman yang sama akan menghasilkan yang sama.
1) Untuk fondasi-fondasi B:
 z (B1) =  z (B2) =  z (B3) =  z (B4)

(2) Untuk fondasi-fondasi C:


 z (C1) =  z (C2) =  z (C3) =  z (C4)

(a) Tambahan tegangan dibawah pusat pondasi A


Hitung faktor pengaruh I pada kedalaman 6 m
dibawah fondasi A, dilakukan dalam Tabel C1a.

Gambar C1
Hitung faktor pengaruh I pada kedalaman 6 m dibawah fondasi A, dilakukan dalam Tabel C1a.
Tabel C1a. Faktor pengaruh I dibawah fondasi A

Tambahan tegangan akibat beban fondasi A


= 1 x 400/6² x 0,478 = 5,2 kN/ m2
Tambahan tegangan akibat beban fondasi B
= 4 x 200/6² x 0,273 = 6,0 kN/ m2
Tambahan tegangan akibat beban fondasi C
= 4 x 100/6² x 0,172 = 1,9 kN/ m2
Tambahan tegangan dibawah fondasi A pada kedalaman 6 m:
(A) = 5,2 + 6,0 + 1,9 = 13,1 kN/m2
(b) Tambahan tegangan dibawah pusat pondasi B
Ditinjau fondasi B1. Dihitung jarak-jarak antara pusat fondasi B1
dengan yang lain:
BC1 = B1C2 = B1A = 3 m

B1B2 = B1B3 = 32 + 32 = 4,24 m

B1C3 = B1C4 = 6 2 + 32 = 6,71 m

B1B4 = 6,0 m

Hitung I dibawah pusat pondasi B1, pada kedalaman z = 6 m, oleh


akibat beban-bebanseluruh pondasi diletakkan pada Tabel C.1b
Tabel C.1b Faktor pengaruh I dibawah fondasi B1

Tambahan tegangan dibawah pusat pondasi C1, akibat beban fondasi A

= 400/62 x 0,172 = 1,19 kN/ m2

Tambahan tegangan dibawah pusat pondasi C1, akibat beban fondasi B

= = 200/62 x (0,273 + 0,273 + 0,063 +0,063) = 3,73 kN/ m 2


Tambahan tegangan dibawah pusat pondasi C 1, akibat beban fondasi C

= 100/62 x (0,478 + 0,084 + 0,084 +0,031) = 1,88 kN/ m 2

Tambahan tegangan dibawah pusat pondasi C 1, pada kedalaman 6m:

 z (C1) = 1,91 + 3,73 + 1,88 = 7,52 kN/ m 2

Jadi tegangan-tegangan dibawah masing-masing pusat pondasi C1 sampai C4, pada


kedalaman 6m:

 z (C1) =  z (C2) =  z (C3) =  z (C4) = 7,52 kN/ m2


KRITERIA KERUNTUHAN MOHR - COULOMB
Dalam teorinya kekuatan geser dinyatakan dalam tegangan utama
besar 𝜎′1 dan 𝜎′3 dan pada kekuatan runtuh titik yang ditinjau. Garis
yang dihasilkan oleh persamaan 2. Pada keadaan runtuh merupakan
garis singgung terhadap lingkaran Mohr yang menunjukkan keadaan
tegangan dengan nilai positif untuk tegangan tekan, seperti
diperlihatkan pada gambar 4. Koordinat titik singgungnya adalah τf dan
σ'f , dimana :
𝜃 adalah sudut teoritis antara bidang utama besar dan bidang runtuh.
Persamaan tersebu disebut kriteria keruntuhan Mohr-Coulomb.
Asumsinya bahwa bila sejumlah kedaaan tegangan diketahui, di mana
masing-masing menghasilkan keruntuhan geser pada tanah, sebuah
garis singgung akan dapat digambarkan pada lingkaran Mohr garis
singgung tersebut dinamakan selubung keruntuhan (failure evenlope)
tanah. Keadaan tegangan tidak mungkin berada di atas selubung
keruntuhannya.
Dengan memplot ½(𝜎 ′ 1 − 𝜎 ′ 3) terhadap ½(𝜎 ′ 1 + 𝜎 ′ 3), Maka setiap
kondisi tegangan dapat dinyatakan suatu titk tegangan (stress Point),
yang lebih baik dari pada lingkaran Mohr, seprti diperlihatkan pada
gambar berikut. Setelah itu dapat dibuat selubung keruntuhan yang
dimodifikasi, yang dinyatakan dengan persamaan :

Dimana a’ dan a’ adalah parameter-parameter kekuatan geser yang


dimodifikasi. Kemudian parameter-parameter c’ dan 𝜑 ′ didapat dari :

dan
Garis-garis yang digambar dari titik tegangan pada sudut 45° terhadap
horizantal, sepertu pada gambar diatas, berpotongan dengan sumbu
horisontal di titik-titik yang menyatakan nilai-nilai tegangan utama.
Pada gambar dapat menggambarkan dalam kondisi tegangan total,
dengan koordinat-koordinat vertikal dan horisontal bertutut-turut.
½(𝜎 ′ 1 − 𝜎 ′ 3) terhadap ½(𝜎 ′ 1 + 𝜎 ′ 3)
Perlu diperhatikan bahwa :
½(𝜎 ′ 1 − 𝜎 ′ 3) = ½(𝜎 ′ 1 − 𝜎 ′ 3)
½(𝜎 ′ 1 + 𝜎 ′ 3) = ½(𝜎 ′ 1 − 𝜎 ′ 3) – u
PRINSIP TEKANAN EFEKTIF PADA TANAH JENUH
Tanah jenuh tersusun dan rangkaian butir mineral padat yang
rongganya terisi penuh dengan air. Keseimbangan vertikal dari suatu
bagian kecil tanah merupakan persinggungan antara butiran yang
digambar dalam gambar ini.
Beban vertikal total yang disalurkan = W
Luas penampang total = A
Luas bidang kontak = a
Tekanan air dalam pori = 𝜇
Tegangan dalam bidang kontak = S
Tegangan total adalah beban total per satuan luas penampang total :
𝑊
𝜎=
𝐴
Untuk keseimbangan vertikal :
W = (A-a)𝜇 + S.a
𝑊 𝑎 𝑆𝑎
𝜎= = (1 - 𝜇 + )
𝐴 𝐴 𝐴
a/A sangat kecil sehingga (1 – a/A) mendekati 1.
𝑆𝑎
𝜎= 𝜇+
𝐴
S a / A adalah gaya butir persatuan luas total. Dengan demikian ini
merupakan tekanan semu yang berbeda dari titik lainnya. Nilai rata-
rata keseluruhan dikenal sebagai tegangan efektif 𝜎 ′ .
Dengan :
𝑆𝑎
𝜎=
𝐴
Persamaan ini merupakan dasar utama dalam mekanika tanah dan
menyatakan bahwa tegangan total 𝜎 terdiri dari tekanan air pori 𝜇 dan
tegangan efektif maya 𝜎 ’ merupakan beban yang disalurkan oleh
butiran tanah.
Tegangan 𝜎’ = ( 𝜎 - 𝜇 ) adalah tegangan tanah efektif, yang menentukan
semua sifat tanah terpenting. Tegangan total (𝜎) tidak berpengaruh bila
tidak menyebaban perubahan pada 𝜎’.
Berarti kuat geser tanah S = c’ + ’ tan 𝜑‘ dan untuk peruhahan volume
V/V = c 𝜎’

Berarti perubahan dalam tegangan efektif dan juga sifat tanah dapat
terjadi baik oleh perubahan maupun perubahan Δ𝜎 maupun
perubahan Δ𝜇 .
Model terzaghi mengenai sifat konsolidasi diperlihatkan dibawah ini.
Hasil pengujian kuat geser pada alat triaksial dapat dinyatakan dalam
tekanan total ataupun tekanan efektif seperti digambarkan di atas,
namun pemecahan yang paling mendasar dinyatakan dalam tekanan
efektif.
Telah jelas bahwa perlu dimiliki sejumlah pemahaman timbulnya
tekanan pori akibat perubahan tekanan total. Dalam hal ini umumnya
dipakai parameter A dan B dan tekanan pori Skempton.
Pembahasan berikut ini merupakan penjelasan singkat mengenai
tegangan efektif pada pengujian triaxial yaitu :
a. Pengujian Undrained
b. Pengujian Consolidated Undrained
c. Pengujian Drained
PENGUJIAN UNDRAINED
Tiga contoh tanah jenuh diletakkan dalam tiga sel triaxial dan air tidak
diijinkan terdrainasi ke luar. Contoh tanah tersebut telah terkonsolidasi
di lapangan dengan tegangan efektif Δ𝜎 ′ 0 dan pada saat
pengambilannya diasumsikan bahwa tegangan ini dijaga dengan
tekanan pori 𝜇0 = 𝜎0 .
Dengan memberikan tekanan sel sebesar Δ𝜎3 akan terjadi perubahan
tekanan pori sebesar . Karena tanah jenuh dan B = 1 maka Δ𝜇 = Δ𝜎3
dan perubahan tegangan efektif Δ𝜎3 = Δ𝜎3 – Δ𝜇 = 0
Berarti berapapun nilai tekanan sel 𝜎3 , tegangan efektif akan tetap
sebesar 𝜎 ′ 0 . Untuk rneruntuhkan contoh tanah dengan memperbesar
tegangan antara (deviator stress, 𝜎1 − 𝜎3 ), ketiga contoh tanah akan
memberikan reaksi yang sama sehingga kuat tekan ( 𝜎1 − 𝜎3 ) tidak
tergantung pada tekanan sel.
Hasil penggambaran Lingkaran Mohr terlihat sebagai berikut.
Berarti Kuat Undrained dinyatakan dengan cu dan 𝜙𝑢 = 0 dan nilai ini
berlaku selama tidak terjadi perubahan kadar air. Dalam praktek, akibat
perbedaan dalam contoh tanah, ketiga lingkaran takkan sama dan
harus dilakukan penarikan garis mendatar secara rata—rata. Karena
kuat tekan tidak tergantung pada tekanan sel maka pengujian tekanan
unconfined dapat dilakukan dengan 𝜎3 = 0.
Untuk tanah yang jenuh sebagian, B < 1 dan akibat penggunaan
tekanan sel 𝜎3 akan rneningkatkan 𝜎′.

Berdasarkan alasan ini ketiga contoh tanah tersebut tidak akan tetap
sama dan hasilnya akan terlihat seperti di bawah ini dengan 𝜙𝑢 = 0 .
Karena tekanan sel meningkat, udara mencair dan B mendekati satu
yang menghasilkan 𝜙𝑢 = 0 pada tekanan tinggi. Hal ini rnenunjukkan
pentingnya pengujian dengan tingkatan tekanan yang tepat.

Anda mungkin juga menyukai