Anda di halaman 1dari 2

PEMERINTAH KOTA SUBULUSSALAM

PUSKESMAS BAKAL BUAH


JL.Belimbing Makmur Jaya Kec.Simpang kiri
KOTA SUBULUSSALAM

KERANGKA ACUAN KERJA

PELACAKAN KEMATIAN IBU DAN BAYI &AUTOPSI VERBAL

A.Pendahuluan

Angka Kematian Ibu (AKI) juga menjadi salah satu indikator penting
dari derajat kesehatan masyarakat. AKI menggambarkan jumlah
wanita yang meninggal dari suatu penyebab kematian terkait dengan
gangguan kehamilan atau penanganannya (tidak termasuk kecelakaan atau
kasus insidentil) selama kehamilan, melahirkan dan dalam masa nifas (42
hari setelah melahirkan) tanpa memperhitungkan lama kehamilan per
100.000 kelahiran hidup. AKI juga dapat digunakan dalam pemantauan
kematian terkait dengan kehamilan. Indikator ini dipengaruhi status
kesehatan secara umum, pendidikan dapelayanan selama kehamilan dan
melahirkan.Sensitivitas AKI terhadap perbaikan pelayanan kesehatan
menjadikannya indikator keberhasilan pembangunan sektor kesehatan.
Angka Kematian Bayi (AKB) adalah jumlah penduduk yangmeninggal
sebelum mencapai usia 1 tahun yang dinyatakan dalam 1.000 kelahiran
hidup pada tahun yang sama. Usia bayi merupakan kondisi yang rentan
baik terhadap kesakitan maupun kematian.
Angka Kematian Neonatal (AKN) adalah jumlah penduduk yang
meninggal satu bulan pertama setelah kelahiran (0-28 hari) yang
dinyatakan dalam 1.000 kelahiran hidup pada tahun yang sama. Saat ini
status kesehatan ibu dan anak di Indonesia masih jauh dari harapan,
ditandai dengan masih tingginya angka kematian ibu(AKI)

B.Latar Belakang

Beberapa program penurunan AKI dan AKN di Indonesia telah


dilakukan melalui kebijakan Making PregnancySafer (MPS). Salah satunya
adalah dengan meningkatkanmutu dan menjaga kesinambungan
pelayanan kesehatan ibu serta neonatal di tingkat pelayanan dasar dan
pelayanan rujukan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan mengembangkan
konsep Audit Maternal Perinatal/ Neonatal(AMP)t ingkatKabupaten/
Kota.Ruang lingkup AMP yang dikembangkan dalam pedoman ini
mencakup audit untuk ibu, bayi pada masa perinatal, hingga neonatal.
AMP dapat dimanfaatkan untuk menggali permasalahan yang berperan atas
kejadian morbiditas maupun mortalitas yang berakar pada pasien/
keluarga, petugas kesehatan, manajemen pelayanan, serta kebijakan
pelayanan. Melalui kegiatan ini diharapkan para pengelola program KIA di