Anda di halaman 1dari 6

Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar

Melalui Metode Pemberian Tugas Untuk Usia 3-4


Tahun
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Anak usia 3-4 tahun adalah pembelajar yang alami. Menurut Maria Montessori, seorang ahli
pendidikan anak dari italia, anak yang masih berada dalam ruang lingkup anank usia dini
sedang berada dalam masa peka (senditive period). Masa peka merupakan suatu masa yang
ditandai dengan pesatnya perkembangan suatu fungsi jiwa yang dimiliki anak, seperti
kemampuan membaca, menulis, dan berbicara. Ketika muncul masa peka ini, anak sangat
membutuhkan adanya suatu stimulasiyang dapat mengoptimalkan perkembangannya. Jika
kita sebagai pendidik kurang memperhatikan kemunculan masa peka anak maka bukan tidak
mungkin anak akan kehilangan masa emasnya untuk mempelajari sesuatu.
Oleh karena itu, Montessori menekankan pentingnya peran pendidik dalam memberikan
simulasi berupa kesempatan dan bahan latihan agar dapat mengoptimalkan perkembangan
pada masa peka tersebut.

1.2 Rumusan Masalah


Dari uraian latar belakang , maka rumusan masalah dalam makalah ini ialah :
1.2.1 Hal apa saja yang perlu di deperhatikan dalam memberikan tugas?
1.2.2 Teknik apa saja yang digunakan untuk mengembangkan perilaku dan kemampuan dasar anak
usia 3-4 tahun melalui metode pemberian tugas?
1.2.3 Bagaimana cara penilaian pada metode pemberian tugas?

1.3 Tujuan
Adapun tujuan dalam makalah ini ialah :
1.3.1 dalam rangka memenuhi tugas Ujian Akhir Semester 1 tahun ajaran 2012/2013 pada mata
kuliah Belajar Pembelajaran;
1.3.2 mengetahui hal-hal yang penting dalam memberikan tugas;
1.3.3 mengetahui teknik yang digunakan untuk mengembangkan perilaku dan kemampuan dasar
anak usia 3-4 tahun dalam metode pemberian tugas;
1.3.4 mengenali cara penilaian pada metode pemberian tugas.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Landasan Teori

Pemberian tugas kepada anak ditujukan untuk mengembangkan secara lebih optimal
seluruh aspek pengembangan perilaku dan kemampuan dasar anak. Pemberian tugas dapat
diberikan secara individual maupun kelompok. Tugas yang bersifat individual dikerjakan
oleh anak sendiri, sedangkan tugas kelompok dikerjakan oleh anak dalam kelompok kecil (3-
4 anak) maupun dalam yang lebih besar (misalnya proyek kelas yang harus diselesaikan
bersama). Anak memiliki minat yang berbeda satu sama lain, oleh karena itu pendidik dapat
saja tugas yang berbeda, meskipun sedang mempelajari suatu tema yang sama. Sebagai
contoh, dengan tema kegiatan : hewan peliharaan. Pendidikan dapat menyiapkan tugas untuk
Ani berupa membuat lukisan cat air, Tata membuat kolase, Arsyad membuat anyaman, dan
Keysya membuat lipatan origami yang kesemuanya bertema hewan peliharaan.
Pendidik juga dapat melakukan individualisasi pengalaman belajar dengan memilih
bentuk kegiatan yang sama namun bahan-bahan yang digunakan oleh masing-masing anak
berbeda, misalnya kegiatan membuat kolase .

2.2 Hal-hal yang perlu Diperhatikan dalam Pemberian Tugas

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pemberian tugas kepada anak adalah
(Moeslichatoen, 2004) sebagai berikut :
1) Pemberian tugas adalah proses integral dalam kegiatan pengembangan maka tujuan tugas
merupakan bagian penting sehingga tugas yang diberikan dapat terlaksanakan dengan sebaik-
baiknya;
2) Pemberian tugas tidak tidak sekedar menyibukkan anak melainkan harus dapat memberikan
sumbangan terhadap tujuan belajar yang diharapkan;
3) Pemberian tugas harus memberikan pengenalan kepada anak untuk bekerja dengan lebih
baik;
4) Pemberian tugas harus menantang pengembangan kreativitas;
5) Pemberian tugas harus menumbuhkan kesadaran diri sendiri, bukan untuk pendidik.

2.3 Teknik Pengembangan Perilaku dan Kemampuan Dasar Melalui Metode Pemberian
Tugas

Beberapa teknik yang dapat digunakan untuk mengembangkan perilaku


Dan kemampuan dasar anak usia 3-4 tahun melalui metode pemberian tugas, antara lain
sebagai berikut .

1. Pengembangan Fisik
a. Senam
Senam merupakan kegiatan yang dapat dilakukan dengan metode demonstrasi dan pemberian
tugas. Metode demonstrasi digunakan ketika pendidik memberikan contoh cara melakukan
gerakan senam, sedangkan metode pemberian tugas dapa diberikan setelah demonstrasi
selesai.
b. Eksplorasi gerak lokomotor, non-lokomotor, dan manipulatif
Gerakan lokomotor berkaitan dengan gerakan yang berpindah tempat, seperti berjalan,
berlari, menaiki tangga.. sementara gerakan non-lokomotor merupakan gerakan yang
dilakukan oleh anak tanpa berpindah tempat, seperti jongkok, angkat tumit, duduk, dan
merentangkan tangan. Selanjutnya gerakan manipulatif adalah gerakan yang melibatkan
memberi dan atau menerima suatu objek. Misalnya menangkap, melempar, dan mendorong.
Pada eksplorasi gerak, pendidik memberikan tugas pada anak untuk mengembangkan
gerakan-gerakan tersebut.
c. Gerak Kreatif
Pemberian tugas dengan menyimak suara musik dan meminta anak menggerakkan badan
sesuai dengan irama musik merupakan salah satu teknik yang dapat diterapkan untuk
mengembangkan kemampuan fisik anak. Anak dapat bergerak sendiri ataupun berpasangan.
Musik yang dapat dipilih untuk kegiatan gerak kreatif dapat berupa musik instrumental yang
dimainkan menggunakan beragam alat musik.
2. Pengembangan Kognitif
a. pengembangan matematika permulaan
1) Mengklasifikasi Benda
2) Membuat Pola
3) Mengenali konsep angka (mengenali arti angka,korespondensi satu-satu,menghitung)
4) Kegiatan Mengukur
5) Mengenal bentuk geometri

b. Pengembangan Sains Permulaan


1) Eksplorasi sensori
2) Kegiatan mengambil kesimpulan
3) Cooking experience
4) Mengkomunikasikan hasil observasi
3. Pengembangan Bahasa
a. Puisi atau sajak sederhana
b. Membaca dengan kartu kata
c. Membaca buku
d. Menulis permulaan

4. Pengembangan Seni
a. Menggambar dan mewarnai
b. Kolase
c. Melukis
d. Mencetak atau stempel
e. Menggunting dan menempel
f. Membangun dengan adonan dan benda-benda
5. Pengembangan Moral dan Sikap Beragama
a. Mengenal dan menyayangi ciptaan Tuhan
b. Berdoa sebelum dan sesudah kegiatan
c. Melaksanakan ritual keagamaan sesuai dengan keyakinannya

6. Pengembangan Sosial Emosional


a. Mempelajari artifak
b. Merayakan hari ulang tahun
c. Buletin bantuan

2.4 Penilaian Kemampuan dalam Metode Tugas

Penilaian terhadap aspek dalam pengembangan perilaku dan kemampuan dasar anak
usia 3-4 tahun bertujuan untuk mengamati bagaimana kemajuan perkembangan yang telah
dicapai oleh anak. Beberapa teknik yang dapat digunakan sebagai umpan balik dan penilaian
pengembangan perilaku dan kemampuan dasar melalui metode pemberian tugas, antara lain :
1. Portofolio
Portofolio merupakan salah satu cara mendokumentasikan tugas-tugas yang telah
diselesaikan oleh anak secara sistematis. Tugas yang telah diselesaikan anak dari waktu ke
waktu dimasukkan ke dalam map khusus.
Pendidik bertugas untuk mengarsip dan menganalisis kemajuan perkembangan yang dicapai
oleh anak. Portofolio dapat disusun dalam binder,box file, map atau digital computer
document.
2. Checklist Perkembangan
Checklist merupakan teknik yang dilakukan dengan memberikan tanda checklist ( )
pada setiap item yang mengindikasikan daftar dari karakter, sikap/perilaku, konsep dan
ketrampilan yang diobservasi yang telah ditentukan sebelumnya. Checklist sangat penting
karena checklist cara sederhana untuk menemukan ketrampilan dan pengetahuan apa saja
yang telah dicapai oleh anak yang didemonstrasikan dan dikerjakan di sekloah. Pendidik
dapat membuat checklist untuk mendokumentasikan setiap tugas yang telah dikerjakan oleh
anak.

BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Dari pembahasan tentang permasalahan yang sudah kita bahas di atas dapat disimpulkan
bahwa :
1. Pemberian tugas kepada anak ditujukan untuk mengembangkan secara lebih optimal seluruh
aspek pengembangan perilaku dan kemampuan dasar anak.
2. teknik yang dapat digunakan untuk mengembangkan perilaku
3. Dan kemampuan dasar anak usia 3-4 tahun melalui metode pemberian tugas, yaitu meliputi :
pengembangan fisik, kognitif, bahasa,seni, moral beragama dan sosial emosional.
4. Penilaian terhadap aspek dalam pengembangan perilaku dan kemampuan dasar anak usia 3-4
tahun bertujuan untuk mengamati bagaimana kemajuan perkembangan yang telah dicapai
oleh anak
DAFTAR PUSTAKA
Gunarti Winda,Suryani Lilis, Muis Azizah.(2008). Metode Pengembangan Perilaku dan
Kemampuan Dasar Anak Usia Dini. Jakarta : Universitas Terbuka.