Anda di halaman 1dari 3

NOTULA PERTEMUAN

Agenda : Pembahasan Mengenai Evaluasi Pelaksanaan Madin


Tempat : Kantor Pusat
Hari : Selasa
Mulai : 21.00 WIB
Hadir : P Imron Ali, P Dicky, P Karni, P Pudhail, P Musthofa, P Agustin,
P. Wakit, P Jarwo.

Topik yang akan dibahas:


a. Ijin Peserta
b. Tugas Porto Folio
c. Tugas Penggalian Data
d. Pelaksanaan Pembelajaran Kelas
e. Pelaksanaan Kegiatan Kemandirian
f. Pelaksanaan Kelas Musyawarah
g. Administrasi pelaporan ke pimpinan
h. Kebutuhan fungsi

Data Perkembangan/Perubahan Jumlah Peserta Madin


Akhir Nopember 2016 : data pendaftar terakhir 160 orang,
Awal Desember 2016/Pembukaan : 148 orang
Januari 2017 : 115 orang
Pebruari 2017 : 111 orang

Diantara penyebab perkembangan/perubahan jumlah Peserta Madin


- Pendaftar Tidak daftar ulang
- Penetapan jumlah overload,
- Gugur tengah jalan, karena beberapa hal: [1] Alpha, tidak masuk tanpa
keterangan lebih dari 10 kali pertemuan; [2] Mengundurkan diri karena
Orang Tua sakit; [3] Tidak kerasan.

- Yang dari Sumatera pulang 2, alasan: [1] orang tuanya sakit, [2] tidak
kerasan.
- Kegiatan kemandirian yang masih berjalan: [1] lanceng; [2] lele

Menyikapi adanya kecenderungan peserta yang ijin tidak masuk, maka


diajukan ketentuan Kehadiran (alpha/ijin), alternative langkah:
- Perlu ada tindak lanjut, pembatasan maksimal ijin, apalagi alpha.
- Tindak lanjut berupa himbauan, diingatkan kembali.
- Perlu ada konversi ijin-alpha.
- Adanya surat pemberitahuan kepada Kepala UPT agar mendorong SDM
(yang ikut Madin di UPT yang bersangkutan) untuk aktif mengikuti kegiatan
Madin.
- Ada kejelasan, tingkat kekuatan/keurgenan ijin atau alasan ijin [alasan
yang bersifat pribadi atau kegiatan yang bersifat insidental].
- Ijin ada 2 : [1] karena tugas UPT: [a] kegiatan rutin atau [b] insidental
[2] Ijin pribadi.
- Diusulkan dalam sebulan maksimal ijin 5 TM [dari 20 TM].
- Kategori ijin pribadi antara lain: ijin selain pernikahan, kematian, sakit
[keluarga].
Berkaitan dengan Tugas Rutin Mingguan Porto Folio.
- Adanya ketentuan dalam: mengikuti PBM, mengerjakan tugas, dan
mengumpulkan tugas.
- Perlu tidaknya batasan minimal jumlah pengumpulan tugas.
- Waktu pengumpulan, diharapkan secara rutin per pekan pada pertemuan
berikutnya. Tidak diropel atau didobel.
- Karakter yang bisa diamati dari pengumpulan tugas antara lain:
kesungguhan, tertib, komitmen, menghargai sistem.
- Kalau tidak mengumpulkan tugas, pada dasarnya tidak berefek pada
asesmen keaktifan mengikuti PBM Madin. Namun akan berpengaruh
terhadap asesmen keseluruhan.
- Tim Kelompok, fix 18 kelompok.

Berkaitan dengan Tugas Kelompok Penggalian Data


- Tim kelompok sudah ada yang mulai bergerak melakukan tugas kelompok
observasi untuk penggalian data. Beberapa sudah share dokumentasi pada
grup Madin.
- Ada yang terjun di tingkat desa, namun ada juga yang terjun di tingkat RT.
Saat di RT ada pertanyaan dari RT, apa sudah direkom oleh Kades. Untuk
itu perlu disusuli surat ijin melakukan observasi.
- Beberapa tim kelompok belum berpikir dari beberapa sisi
- Goal setting, outcome pendataan adalah mendampingi warga menyusun
proposal untuk diajukan ke pemda, atau provinsi.
- Perlu ada pendamping untuk mendampingi kelompok, hingga sampai
memenuhi goal setting tugas kelompok penggalian data, yaitu menyusun
proposal.
- 4 poin titik tekan tugas pendamping, dalam pembekalan: [1] akses masuk
desa, [2] proses penggalian data, [3] pelaporan, [4] Rencana Tindak Lanjut
(RTL), penyusunan proposal ke pemda/pemprov. Sebagai catatan: pada
tugas pembekalan penggalian data; perlu hati-hati agar peserta untuk
tidak menjanjikan sesuatu kepada masyarakat.
- Surat Ijin observasi dibuatkan secara generic, disediakan oleh kantor
pusat.
- Tugas pendamping kelompok: secara umum adalah 4 poin tersebut.
- Ancar-ancar waktu penyelesaian tugas penggalian data:
a. Akses masuk sampai dengan penggalian => deadline sekarang sd
minggu I Maret 2017
b. Pelaporan => minggu II sd III Maret 2017
Proposal sebagai Tindak Lanjut bersifat tentatif.
- Pendamping Kelompok diusulkan:
a. P. Agstin, mendampingi dan melayani konsultasi kelompok 1,2;
b. P. Jarwo, mendampingi dan melayani konsultasi kelompok 3,4;
c. P. Sukarni, mendampingi dan melayani konsultasi kelompok 5,6;
d. P. Hendry, mendampingi dan melayani konsultasi kelompok 7,8;
e. P. Agus K, mendampingi dan melayani konsultasi kelompok 9,10;
f. P. Imron, mendampingi dan melayani konsultasi kelompok 11,12;
g. P. Onggo, mendampingi dan melayani konsultasi kelompok 13,14;
h. P. Dicky, mendampingi dan melayani konsultasi kelompok 15,16;
i. P. Arifin, mendampingi dan melayani konsultasi kelompok 17,18.

Berkaitan dengan Pelaksanaan Pembelajaran di Kelas.


- Ada masukan bagaimana jika silabi / garis besar konten pembelajaran
diinformasikan terlebih dahulu kepada peserta Madin agar saat sebelum
masuk kelas sudah mempunyai gambaran mengenai hal yang akan
dibahas, sehingga ada kesiapan peserta Madin dalam pembelajaran.
- Setidaknya daftar bahan pelajaran per pertemuan.
Evaluasi masukan:
a. Pola pembelajaran: tujuan-konten-tanya jawab-kesimpulan-penutup;
antusias peserta: ada 3 penanya. Waktu ada yang melebihi [dari 90
menit], Tingkat kehadiran; kursi penuh. Contoh administrasi minta
diprintout.
b. Mengusulkan adanya Tandem Tim Pemateri. Mengusulkan pola
Pendekatan andragogi, karena melihat interval/rentang umur peserta
Madin yang beragam. Bisa menggunakan pola Permainan, misalnya
game warna. Memberikan tugas, mencari 4 orang ahli di sekitar tempat
tinggal peserta.
c. Dengan menerapkan pola musyawarah, waktu tidak terasa berjalan,
serasa cepat, peserta antusias.
d. Jika belum bisa mengelola kelas dalam jumlah yang besar. Dapat
diusulakn Diskusi kelompok untuk mengondisikan. Mengintegrasikan
beberapa konten yang sudah disampaikan
e. Mencangking pemateri yang lain melalui komunikasi.Yang memproses
ikut terproses

Agenda yang belum terbahas:


a) Pelaksanaan Kegiatan Kemandirian
b) Pelaksanaan Kelas Musyawarah
c) Administrasi pelaporan ke pimpinan
d) Kebutuhan fungsi

Nganjuk, Pebruari 2017


Pemimpin Pertemuan Notulis,

M. IMRON ALI JARWO