Anda di halaman 1dari 12

AUDIT ENERGI LISTRIK GEDUNG INDOMARET

TAMANTIRTO, KASIHAN, BANTUL

Disusun oleh :

ALVIAN DEPI ARIANTO

20160120036
PROGRAM STUDI TEKNIK ELEKTRO FAKULTAS
TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH
YOGYAKARTA

2019
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Seiring dengan peningkatan konsumsi energi listrik oleh masyarakat, maka pihak
penyedia energi listrik, dalam hal ini Perusahaan Listrik Negara (PLN), harus
meningkatkan pasokan energi listrik atau kapasitas pembangkitannya. Hal ini
dimaksudkan agar jumlah daya listrik yang tersedia dapat memenuhi permintaan
konsumen akan energi listrik. Namun, banyak permasalahan yang muncul di dalam
peningkatan kapasitas pembangkit antara lain besarnya biaya investasi dalam
pembangunan pembangkit baru, sulitnya menyelesaikan masalah penerbitan izin lokasi
dan penerbitan izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH), serta masalah pembebasan
lahan. Hal tersebut yang menjadi penyebab terjadinya krisis energi listrik. Salah satu
upaya yang dapat dilakukan dalam mengatasi masalah tersebut adalah dengan
melakukan penghematan (mengefisiensikan) pemakaian energi listrik atau yang
dikenal dengan istilah konservasi energi. Pelaksanaan konservasi di Indonesia diatur
dalam Peraturan Pemerintah No. 70 Tahun 2009 tentang Konservasi Energi. Dengan
diberlakukannya peraturan ini maka kegiatan konservasi energi di Indonesia bersifat
wajib (mandatory), terutama bagi pengguna energi dalam jumlah besar . Oleh sebab
itu konservasi energi dapat dilakukan melalui kegiatan audit energi.
1.2 Rumusan Masalah
a. Memperhitungkan energi listrik Gedung indomart untuk mewujudkan pemakaian
energi yang lebih hemat.
b. Menentukan banyaknya energi listrik yang di butuhkan Gedung indomart.
1.3 Tujuan
a. Untuk mewujudkan pemakaian energi listrik yang lebih hemat pada Gedung
indomart.
b. Mempermudah pengoprasian alat-alat pada Gedung indomart.
BAB II
TINJAU PUSTAKA

2.1 Manajemen Energi dan Audit Energi


Manajemen energi didefinisikan sebagai pendekatan sistematis dan terpadu untuk
me aksanakan pemanfaatan sumber daya energy secara efektif, efisien dan rasional tanpa
mengurangi kuantitas maupun kualitas fungsi utama gedung.
Langkah pelaksanaan manajemen energi yang paling awal adalah audit energi.
Audit energi ini meliputi analisis profil penggunaan energi, mengidentifikasi pemborosan
energi dan menyusun langkah pencegahan. Dengan audit energi, dapat diperkirakan
energi yang akan dikonsumsi sehingga dapat diketahui pengematan yang bisa dilakukan.
Audit energi yang paling mudah dilakukan adalah pada penggunaan listrik suatu
bangunan. Data yang dibutuhkan adalah luas total bangunan, tingkat pencahayaan ruang,
intensitas daya terpasang, konsumsi energi, juga biaya energi bangunan. Dari prosedur
audit yang telah dilakukan selama ini, ada sejumlah aksi yang direkomendasikan.
Misalnya dengan menseting thermostat ke angka tertentu untuk mendapatkan
pengehematan pada suatu ruangan dengan AC. Atau langkah sederhana lain, mengganti
lampu pijar dengan lampu fluorescence bisa menekan 15-20 persen penggunaan listrik.
Biaya operasional perkantoran dan industri untuk penggunaan energi saat ini
mencapai rata-rata 30-40 persen dari total biaya energi yang digunakan .Melalui program
audit energi, penggunaan energi tersebut umumnya masih dapat ditekan. Bahkan, hanya
dengan perubahan perilaku, penghematan bisa dicapai minimal 5 persen.
Audit energi dan manajemen induksi motor dengan menggunakan uji lapangan
dan genetik alogaritma merupakan suatu metode yang dapat digunakan oleh industri
untuk mengambil keputusan yang tepat dalam penggantian motor induksi yang tidak
efisien dengan yang efisien. Hasil percobaan menunjukkan bahwa metode ini memiliki
akurasi yang tinggi, maka sangat cocok melakukan audit energi pada motor dalam proyek
agar menghemat biaya dan memberikan perhatian pada penggunaan motor dengan
efisiensi yang lebih tinggi.
2.2 Energi, Daya dan Faktor Daya
Energi didefinisikan sebagai kemampuan untuk melakukan kerja. Energi memiliki
satuan Joule atau Btu. Sedangkan daya didefinisikan sebagai laju energi yang
dibangkitkan atau dikonsumsi. Satuan dari daya adalah Joule/detik atau watt. Maka
satuan energi listrik adalah watt-detik atau lebih populer dengan watt-hour. Daya ada 3
macam antara lain daya aktif (P), daya reaktif (Q), dan daya semu (S). Hubungan antara
daya aktif (P) daya reaktif (Q) dan daya semu (S) dapat dilihat pada gambar 1 berikut

Untuk memperbaiki faktor daya dari suatu beban yang mempunyai faktor daya
yang rendah, perlu dipasang kapasitor pada masing-masing beban atau secara
tersentralisir melalui kapasitor bank. Dengan pemasangan kapasitor tersebut selain untuk
memperbaiki factor daya juga dapat memperbaiki pengaturan tegangan dan
meningkatkan efisiensi transformator. Hubungan antara daya, tegangan, arus dan faktor
daya dapat dituliskan dengan rumus sebagai berikut:
P = V.I cos φ
Sedangkan energi yang dibutuhkan dapat diukur dengan membandingkan P dan t
sesuai dengan rumus
W = P.t
Keterangan:
P = daya yang dibutuhkan (watt)
V = tegangan (volt)
I = arus yang mengalir (ampere)
cos φ = faktor daya
W = energi yang dibutuhkan (joule)
t = waktu yang dibutuhkan (sekon)
BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Pengumpulan Data


Pengumpulan data dilakukan dengan metode observasi dan wawancara.
Pengambilan data awal atau observasi ini dilakukan untuk mendapatkan data mengenai
perangkat elektronik yang ada dan konsumsi energi listrik rata-rata.
Hasil observasi lapangan yang didapatkan dibandingkan dengan perhitungan teori
dimana dalam perhitungan secara teori ini digunakan prinsip management energi
sehingga gambaran tentang penghematan energi listrik dapat dilakukan
Dari survey yaitu melalui observasi dan wawancara yang dilaksanakan, dapat
diperoleh data sebagai berikut :
Rata-rata biaya listrik per bulan : Rp20.000.000,00
Daya listrik yang digunakan : 33.000 VA

Pada pengumpulan data ini, akan dibagi menjadi 2 bagian yaitu bagian dalam toko
dan bagian luar toko
3.1.1 Bagian dalam toko dengan rincian sebagai berikut :
 Lampu neon 18 watt : 40 buah
 AC 1900watt : 5 buah
 TV 50 inch (130 watt) : 1 buah
 Freezer 160 watt : 5 buah
 CCTV 60 watt : 7 buah
 Mesin ATM 250 watt : 1 buah
 Kulkas 70 watt : 3 buah
 Oven 100 watt : 2 buah
 Komputer 450 watt : 3 buah
 Mixer ice 200 watt : 1 buah
 Mesin kopi 250 watt : 1 buah
 Freezer buah 200 watt : 1 buah
 Freezer ice cream 610 watt : 3 buah
 Speaker 6 watt : 2 buah
 Heater 320 watt : 1 buah
 Wifi router 9 watt : 1 buah
 Monitor 220 watt : 2 buah
 Printer kasir 40 watt : 3 buah
 Pemanggang 450 watt : 1 buah
3.1.2 Bagian luar toko dengan rincian sebagai berikut :
 TV 50 inchi dengan daya 130 watt sebanyak 1 buah
 Lampu neon dengan daya 18 watt sebanyak 25 buah
BAB IV
PEMBAHASAN
4.1 Hasil dan Pembahasan
4.1.1 Audit Energi Awal
Daya Waktu Total Energi
No Nama Barang Jumlah
(W) Penggunaan (h) (Wh)
1 Lampu dalam 40 18 24 17280
2 Lampu luar 15 18 12 3240
3 Tv 2 130 24 6240
4 Freezer 5 160 24 19200
5 AC 5 1900 24 228000
6 Cctv 7 60 24 10080
7 ATM 1 250 24 6000
8 Kulkas 3 70 24 5040
9 Oven 2 100 24 4800
10 Komputer 3 450 24 32400
11 Mixer Ice 1 200 12 2400
12 Mesin kopi 1 250 12 3000
13 Freezer Buah 1 200 24 4800
14 freezer ice cream 3 610 24 43920
15 Speaker 2 6 12 144
16 Heater 1 320 12 3840
17 Wifi 1 9 24 216
18 monitor 2 220 24 10560
19 Printer 3 40 24 2880
20 pemanggang 1 450 12 5400

Total Energi tiap


hari 409440
Total energi tiap hari = 409,44kWh

Biaya listrik per kWh = Rp 1467.28

Biaya listrik per hari = 409,44 x 1467.28

= Rp. 600.763,0464

Biaya per bulan = Rp 18.022.893,7

4.1.2 Audit Energi Setelah Penghematan


Waktu Total Energi
No Nama Barang Jumlah Daya (W)
Penggunaan (h) (Wh)
1 Lampu dalam 20 13 24 6240
2 Lampu luar 8 18 12 1728
3 TV 1 130 24 3120
4 TV 1 130 12 1560
5 Freezer 5 160 24 19200
6 AC 3 1900 24 136800
7 AC 2 1900 12 45600
8 Cctv 7 60 24 10080
9 ATM 1 250 24 6000
10 Kulkas 3 70 24 5040
11 Oven 2 100 24 4800
12 Komputer 3 450 24 32400
13 Mixer Ice 1 200 12 2400
14 Mesin kopi 1 250 12 3000
15 Freezer Buah 1 200 24 4800
freezer ice
16 cream 3 610 24 43920
17 speaker 2 6 12 144
18 Heater 1 320 12 3840
19 Wiffi 1 9 24 216
20 monitor 2 220 24 10560
21 Printer 3 40 24 2880
22 pemanggang 1 450 12 5400

Total Energi
tiap hari 349722

Total energi tiap hari = 349,722 kWh

Biaya listrik per kWh = Rp 1467.28

Biaya listrik per hari = 349,722 x 1467.28

= Rp 513.140,096

Biaya per bulan = Rp 15.394.202,9

4.2 Rekomendasi Peluang Hemat


Dari perhitungan energi listrik secara teori yang ditung dengan mempertimbangkan
prinsip management energi ini maka didapatkan beberapa rekomendasi yang dapat
dilakukan untuk melakukan penghematan energi listrik. Dari hasil pembahasan,
penghematan energi listrik yang dapat kami rekomendasikan sebagai berikut :
4.2.1 Lampu

Menurut kelompok kami penggunaan lampu neon dengan daya sebesar 18 Watt
sebanyak 105 buah lampu pada Indomaret Garuda Mas terlalu berlebihan. Jumlah
lampu didalam ruangan sebanyak 80 buah dan hidup selama 24 jam sehingga
berdasarkan pengamatan ini maka dirasa banyak energi yang terbuang sia-sia dan
menyebabkan biaya listrik yang besar. Berdasarkan hasil pengamatan tersebut maka
kelompok kami merekomendasikan untuk mengganti jenis lampu neon dengan lampu
LED, mengurangi jumlah lampu karena kondisi pencahayaan yang terlalu terang,
mengurangi lamanya pemakaian lampu misalnya dengan mematikan beberapa lampu
disiang hari.

4.2.2 AC

Berdasarkan pengamatan kelompok kami penggunaan Air Conditioning sebanyak


5 buah selama 24 jam di Indomaret Garuda Mas merupakan salah satu penyebab
biaya listrik yang besar. Oleh karena itu, kami merekomendasikan untuk pengurangan
jumlah penggunaan AC pada malam hari karena suhu pada malam hari cenderung
lebih dingin sehingga penggunaan AC dapat diminimalkan dan dapat menghemat
energi listrik.

4.2.3 Televisi

Berdasarkan hasil pengamatan kelompok kami, terdapat 2 televisi dengan daya


sebesar 130 watt di Indomaret Garuda Mas. Televisi tersebut digunakan selama 24 jam
sehingga menyebabkan biaya pengunaan listrik yang besar . Berdasarkan pengamatan
tersebut maka kami merekomendasikan untuk pengurangan lamanya waktu
penggunaan televisi misalnya dengan mematikan salah satu televisi pada siang hari.
Dengan cara ini maka diharapkan dapat mengurangi biaya pengunaan listrik.
BAB V

KESIMPULAN

Kesimpulan yang diperoleh dari penelitian ini adalah :


1. Penggunaan energi listrik di Indomaret Garuda Mas, Pabelan, Kartasura adalah
sebesar 12866.4 kWh setiap bulannya dengan biaya penggunaan listrik sebesar Rp
18.878.611,392
2. Setelah dilakukan perhitungan untuk penghematan energi listrik, konsumsi energi
listrik turun menjadi 10679,04 kWh setiap bulannya dengan biaya penggunaan
listrik sebesar Rp 15.669.141,811
3. Peluang konsumsi energi listrik yang dapat dihemat adalah sebesar 17% tiap
bulan.
DAFTAR PUSTAKA

Catur Trimunandar,dkk. 2015. Audit Energi untuk Efisiensi Listrik di Gedung B


Universitas Dian Nuswantoro Semarang. Semarag: Universitas Dian Nuswantoro.
Hadiputra, Hendra Rizki. 2007. Audit Energi pada Gedung Rumah Sakit Dr,Karyadi
Semarang. Semarang : UNDIP.
Marzuki, Achmad dan Rusman. 2012. Audit Energi pada Bangunan Gedung Direksi
PT.Perkebunan Nusantara XIII(Persero). ISSN 1693-9085.
Purbaningrum, Sanurya Putri. 2014. Audit Energi dan Analsisis Peluang Penghematan
Konsumsi Energi Listrik Pada Rumah Tangga.ISSN 1411-4348.