Anda di halaman 1dari 21

2.

2 Uraian Teknik Aktualisasi (Tabel 2)

Unit Kerja : Puskesmas Mersip, Kec. Limun. Sarolangun

Isu Yang Diangkat : Belum Optimalnya Penyusunan Sediaan Obat di Apotek Puskesmas Mersip

Gagasan Pemecahan Isu : Mengoptimalkan Penyusunan Sediaan Obat Di Apotek Puskesmas Mersip Dengan
Menggunakan Metode FIFO FEFO Dan High Alert.
NO Kegiatan Tahapan kegiatan Output/hasil Nilai-Nilai Dasar Kontribusi Penguatan nilai Analisi
terhadap visi misi organisasi dampak
organisasi
1 2 3 4 5 6 7 8
1 Konsultasi a. Menghubungi dan a. Draf rencana dan Akuntabilitas Melaksanakan Dalam merancang Jika
dengan kepala membuat janji jadwal Dengan konsultasi dengan rencana kegiatan ini
puskesmas konsultasi dengan penyusunan SOP menggunakan kepala puskesmas aktualisasi untuk tidak
kepala puskesmas penyimpanan teknik kejelasan dengan jelas, penyusunan dilakukan
obat saat berkonsultasi saling sediaan obat di maka akan
b. Melakukan b. Tersedianya hasil dengan kepala menghormati, apotek Puskesmas terjadi
koordinasi dan konsultasi dan puskesmas menjaga tatakrama Mersip, selaku perbedaan
konsultasi berbagai ide Nasionalisme dan disiplin dapat koordinator di persepsi
mengenai Saya akan meningkatkan Visi apotek tentang isu
penyusunan SOP menggunakan Puskesmas Mersip berkonsultasi dan kegiatan
penyimpanan obat teknik saling dalam menata dengan kepala yang akan
menghormati dan manajemen puskesmas untuk dilakukan
menggunakan puskesmas mersip meyelenggarakan dan bisa
bahasa yang baik yang lebih baik. rencana mengakibat
saat berkonsultasi aktualisasi kan tidak
dengan kepala dengan prinsip adanya
puskesmas Akuntabilitas, dukungan
Etika Publik nasionalisme, dari Kepala
Saya akan menjaga etika publik dan Puskesmas
tata karma saat komitmen mutu terhadap
berkoordinasi dan tercermin tata kegiatan
berkonsultasi nilai Puskesmas yang akan
dengan kepala mersip yang dilakukan.
puskesmas efektif dan
Komitmen Mutu profesional
Saya akan
berkomunikasi
secara efektif dan
efisien dengan
kepala puskesmas
saat proses
konsultasi dan
koordinasi
Anti Korupsi
Saya akan disiplin
dan datang tepat
waktu pada saat
berkonsultasi
dengan kepala
puskesmas
2 Merancang SOP a. Mencari literatur a. Tersedianya Akuntabilitas Dengan adanya Dalam merancang Jika
penyimpanan obat tentang literature yang Dalam membuat SOP penyimpanan SOP kegiatan ini
penyimpanan obat tepat atau merancang obat maka dapat penyimpanan tidak
yang baik SOP saya akan memberikan obat, selaku dilakukan
b. Memahami dan b. Tersusunnya transparan dalam pelayanan yang koordinator di maka
merancang rancangan sesuai membuat suatu lebih mudah apotek puskesmas apoteker
literatur literature prosedur dan alur sehingga mersip dengan dan anggota
penyimpanan obat penyimpanan obat pelayanan lebih prinsip pegawai
yang baik serta efektif, cepat dan Akuntabilitas, apotek tidak
c. Konsultasi c. Tersedianya konsisten dalam pegawai tidak nasionalisme, memahami
bersama Kepala pengarahan dan menerapkan terbebani sehingga etika publik dan pedoman
Puskesma saran dari Kepala dikemudian hari. mendukung komitmen mutu dan
puskesmas. terwujudnya visi tercermin tata prosedur
Nasionalisme puskesmas untuk nilai Puskesmas tetap yang
d. Memperbaiki dan d. Tersedianya SOP Dalam membuat menata mersip yang akan
mencetak SOP. dalam bentuk SOP ini saya manajemen efektif dan dilakukan
lembaran
menerapkan sikap puskesmas mersip profesional
hardcopy.
menghargai dan yang lebih baik.
e. Meminta
e. SOP di setujui tidak lupa meminta
persetujuan untuk diterapkan
dari persetujuan
Kepala Puskesmas
Kepala puskesmas.
f. Tempelkan f. Pegawai

didinding apotek puskesmas dapat


Etika publik
puskesmas membaca
Saya akan
g. Memberikan g. Diharapkan
melakukan
pemahaman paham dan
prosedur
kepada pegawai di menerapkan
penyimpanan obat
apotek
dengan teman kerja
h. Menerapkan h. Mendapatkan
dengan ramah dan
system dengan hasil kerja yang
sopan sehingga
benar baik
pekerjaannya lebih
efektif.
Komitmen mutu
Dalam membuat
SOP dibuat dengan
efisien dan sesuai
dengan prosedur

Anti korupsi
Dalam membuat
SOP saya
menerapkan dengan
jujur dan sesuai
dengan ketentuan
yang ada.
3 Melakukan a. Mengumpulkan a. Anggota apotek Akuntabilitas Dengan Berkoordinasi Jika tidak
konsultasi dan anggota pegawai tidak Dalam melaksanakan dengan anggota dilakukan
koordinasi apotek terlewatkan berkoordinasi koordinasi anggota pegawai di apotek maka
tentang rencana diskusi dengan anggota pegawai di apotek Puskesmas pegawai
penyusunan b. Mendiskusikan b. Semua anggota pegawai apotek dapat Mersip melalui apotek tidak
sedian obat rencana paham dengan saya menerapkan menumbuhkan prinsip memahami
dengan pegawai penyusunan obat rencana yang jiwa rasa disiplin, akuntabilitas, kegiatan dan
di apotek sesuai dengan akan dilakukan kepemimpinan mengemukakan nasionalisme, tidak
Puskesmas metode untuk memimpin pendapat dan etika public disiplin.
Mersip c. Membuat catatan c. Dokumentasi dalam diskusi dan mengkoordinasika sesuai dengan tata Selain itu
hasil diskusi kegiatan memberikan n tiap tugas nilai Puskesmas adanya
respon saat adanya sehingga Mersip yang pendapat
pendapat mendukung professional, peka yang
terwujudnya visi terhadap masalah berbeda -
Nasionalisme puskesmas untuk dan kerja sama. beda
Saya tidak akan menata
membedakan manajemen
golongan pegawai puskesmas mersip
apotek saat yang lebih baik.
berdiskusi. Dan
menerima semua
pendapat.

Etika publik
Dalam mengajak
saya menggunakan
bahasa yang sopan
dan ramah
sehingga tidak ada
yang salah paham.

Komitmen mutu
Agar pemberian
informasi lebih
efektif, saya akan
membuat poin –
poin yang akan
disampaikan dan
selesai dengan
tepat waktu

Anti korupsi
Saya akan
Melakukan diskusi
dengan jelas dan
tepat waktu
sehingga tepat
sasaran

4 Mengelompokan a. berkoordinasi a. Pekerjaan akan Akuntabilitas Dengan Mengelompokan Jika tidak


jenis - jenis dengan anggota di lebih mudah Saya akan teliti mengelompokan jenis sediaan obat dilakukan
sediaan farmasi apotek dan konsisten jeni – jenis sediaan di Puskesmas akan sulit
dan BMHP b. membuat list obat b. Memudahkan dalam farmasi dapat Mersip melalui dalam
berdasarkan abjad penyusunan mengelompokan memudahkan prinsip penyusunan
dan obat jenis – jenis sediaan pegawai apotek akuntabilitas, sehingga
mencantumkan dan memisahkan untuk menyusun nasionalisme, pelayan
kadarluasa obat obat yang obat sehingga etika public, menjadi
tersebut berbahaya pelayanan lebih komitmen mutu tidak efektif
c. mengelompokan c. Penyusunan Nasionalisme efektif, cepat dan dan antikorupsi
obat yang obat tersebut Menggunakan pegawai tidak sesuai dengan tata
termasuk high dipisahkan sikap bekerja terbebani sehingga nilai Puskesmas
alert, elektrolit sehingga sama dengan mendukung Mersip yang
pekat dan LASA. mengurangi anggota pegawai terwujudnya visi professional.
kesalahan. yang lain dan puskesmas untuk
mengelompokan menata
obat-obat saya manajemen
mengunakan puskesmas mersip
bahasa Indonesia yang lebih baik.
yang baik
Etika public
Dalam melakukan
pengelompokan
saya akan
bekerjasama
dengan rekan kerja
secara beretika
untuk membuat
sesuai dengan
kode etik dan
peraturan dalam
penyimpanan obat
Komitmen mutu
Dengan
mengelompokan
jenis-jenis sediaan
obat menjadi lebih
efektif dalam
penyusunan obat
sesuai dengan
prosedur
Anti korupsi
Dengan ini saya
menerapkan dengan
menggunakan
metode yang
sederhana dan
bekerja optimal
5 Menyiapkan alat a. Menyiapkan a. Tersediannya Akuntabilitas Menyiapkan Menyiapkan alat Jika tidak
dan bahan untuk keranjang sesuai tempat obat Dalam menyiapkan keranjang obat dan dan bahan dengan dilakukan
pembuatan label banyak nya alat dan bahan saya tersediannya logo prinsip maka proses
nama dan stiker sediaan obat akan menanamkan untuk obat high akuntabilitas, kegiatan
LASA b. Membuat nama- b. Tersediannya rasa professional alert dapat nasionalisme dan penyusunan
nama obat lalu di nama yang siap sebagai rasa mengurangi komitmen sesuai menjadi
cetak ditempel di tanggung jawab medication error dengan tata nilai lambat
keranjang dalam sehingga puskesmas mersip
c. Nama obat LASA c. Terlihat menyiapkannya mendukung yang professional.
diberi perbedaan, perbedaan nama Nasionalisme terwujudnya visi
huruf kapital pada yang Menggunakan dari Puskesmas
perbedaan nama. pengucapannya sikap bekerja Mersip yaitu
mirip sama dengan meningkatkan
anggota pegawai mutu pelayanan
d. Menempel label d. Tersediannya yang lain dalam kesehatan dasar
nama – nama obat tempat obat penyiapan bahan yang efektif dan
yang telah dicetak yang siap di dan menggunakan efisien di wilayah
di bagian depan susun produk dalam Puskesmas Mersip
keranjang negeri
menggunakan Etika publik
selotip. Dalam menyiapkan
e. Mencetak logo e. Tersedianya bahan dan alat saya
LASA dan high stiker dalam menerapkan sikap
alert dari literatur. bentuk softcopy sabar dan
f. Mencetak stiker di f. Tersedianya menyelesaikan
jasa percetakan stiker yang siap dengan baik
untuk ditempel Komitmen mutu
g. Menempel stiker g. Tersedianya Saya akan
pada keranjang keranjang obat Menggunakan alat
obat untuk obat high dan bahan yang
alert bermutu dan
berinovasi
sehingga
memudahkan dalam
pekerjaan
Anti korupsi
Saya akan
mencetak stiker dan
nama obat secara
mandiri.

6 Menyusun obat a. Meletakan a. Tersusun rapi dan Akuntabilitas Menyusun obat Menyusun obat Jika tidak
sesuai dengan keranjang di teratur Dalam Menyusun sesuai dengan jenis sesuai jenis dilakukan
jenis sediaan, lemari obat sesuai dengan sediaan, FIFO sediaan, FIFO maka
FIFO FEFO, high b. Menyusun obat b. Memudahkan jenis sediaan, FIFO FEFO, high alert FEFO, high alert anggota di
alert berdasarkan sesuai abjad pegawai dalam FEFO, high alert berdasarkan abjad berdasarkan apotek akan
abjad. bekerja berdasarkan abjad dapat mengurangi abjad melalui sulit dalam
c. Meletakan obat c. Mencegah terjadi saya akan medication error prinsip pelayanan
dengan metode medication error menanamkan rasa sehingga Akuntabilitas,etik dan sering
FIFO FEFO pemberian obat professional mendukung a public,anti terjadi
kadarluasa sebagai rasa terwujudnya visi korupsi kesalahan
tanggung jawab dari Puskesmas mencerminkan pengambila
d. Memberi jarak d. Meminimalkan dalam Mersip yaitu terhadap tata nilai n obat
pada obat kategori kesalahan menyiapkannya meningkatkan Puskesmas sehingga
LASA pengambilan obat Nasionalisme mutu pelayanan Mersip yang pelayan
Saya akan bersikap kesehatan dasar professional dan menjadi
sportif dengan yang efektif dan peka terhadap tidak efektif
anggota pegawai efisien di wilayah masalah
yang lain dalam Puskesmas Mersip
penyusunan sediaan
obat
Etika publik
Saya akan meminta
bantuan dengan
anggota di apotek
dengan sopan
santun
Komitmen mutu
Dengan
menggunakan
metode FIFO FEFO
penyiapan obat
menjadi lebih
efisien
Anti korupsi
Dalam penyusunan
obat saya harus
disiplin
7 Mengisi kartu a. Tiap sediaan obat a. Terlihat Akuntabilitas Mengisi kartu stok Megisi kartu stok Jika tidak
stok diberi kartu stok perbedaan jenis Dalam mengisi obat dilakukan dengan prinsip dilakukan
yang berbeda sediaan obat kartu stok saya dengan transparan Akuntabeilitas, akan sulit
warna lakukan dengan dan teliti agar obat nasionalisme,etik memperhitu
b. Sediaan padat b. Mengelompokan penuh tanggung yang masuk dan a public, ngkan obat
warna merah, cair jenis sediaan jawab dan keluar sesuai komitmen mutu yang masuk
warna kuning, farmasi transparan dengan persediaan dan anti korupsi dan
semipadat warna Nasionalisme obat di apotek mencerminkan pelaporan
biru jika ada kendala sehingga terhadap tata nilai tiap
c. Mengisi kartu c. Tersedianya data saya mencari jalan mendukung Puskesmas bulannya
stok sesuai nama persediaan dan solusinya dengan terwujudnya visi Mersip yang tidak teliti.
obat, jumlah, no pengeluaran obat menulusuri masuk dari Puskesmas professional
batch, obat masuk yang akurat dan keluarnya obat Mersip yaitu
dan keluar, dan dari apotek meningkatkan
tanggal Etika publik mutu pelayanan
kadarluasa obat Dalam pengisian kesehatan dasar
kartu stok saya yang efektif dan
akan efisien di wilayah
mengutamakan Puskesmas Mersip
kode etik apoteker
dengan bersikap
jujur dengan
sesama apoteker
Komitmen mutu
dalam pengisian
kartu stok saya
akan berkoordinasi
dengan anggota
pegawai di apotek
sehingga kerja
menjadi efektif.
Anti korupsi
Pengisian kartu
stok dibuat harus
teliti dan tidak
memanipulasi data
yang ada

8 Melakukan a. Mengucapkan a. Pasien merasa di Akuntabilitas Melakukan Pengkajian resep Jika tidak
Pengkajian Resep salam pada pasien hargai Dalam menjalankan pengkajian resep dilakukan untuk dilakukan
b. Mengumpulkan b. Pasien merasa pengkajian resep dilakukan dengan meminimalkan maka pasien
resep yang dilayani saya menanamkan menerapkan sikap medication error kemungkina
diberikan oleh rasa peduli dan profesional dan dengan prinsip n besar akan
pasien. tanggung jawab teliti agar resep Akuntabelitas, mendapatka
c. Mengkonfirmasi c. Mengetahui dalam melayani dan terapi nasionalisme,etik n kesalahan
data pasien masalah yang Pasien pengobatan pasien a public, dalam terapi
ada pada pasien tepat sehingga komitmen mutu sehingga
d. Bertanya pada d. Dapat Nasionalisme mendukung dan anti korupsi tidak
pasien perihal membandingkan Memberikan terwujudnya visi mencerminkan tercapai
hasil diagnose dari dengan terapi pelayanan kepada dari Puskesmas terhadap tata nilai tujuan
dokter. yang diberikan pasien hendaknya Mersip yaitu Puskesmas pengobatan.
e. Melakukan e. Tindakan yang diperlakukan sama meningkatkan Mersip yang
pengkajian resep, dilakukan untuk tanpa membeda mutu pelayanan professional, peka
dari administrasi, mengamati bedakan status kesehatan dasar terhadap masalah
kesesuaian adanya sosial dan saya yang efektif dan dan kerja sama
farmasetik, dan kesalahan dalam akan memberikan efisien di wilayah
pertimbangan terapi yang kesamaan hak dan Puskesmas Mersip
klinis diberikan kewajiban kepada
f. Apabila ada f. Menghargai pasien.
masalah dalam dokter, meminta Etika publik
pengkajian, saran dan Saya akan
konfirmasi ulang meminta memberikan
ke dokter pemberi persetujuan pelayanan kepada
resep. untuk menggati pasien dengan sikap
terapi yang ramah dan
sopan. Kepada
dokter saya
bersikap
professional dan
mengormati
keputusannya.
Komitmen mutu
Melakukan skrining
resep dengan
menggunakan
lembaran
pengkajian resep
menjadi lebih
efektif
Anti korupsi
saya akan
melakukan
pelayanan kepada
pasien dengan baik
dan menanamkan
sikap peduli
9 Menyiapkan dan a. Meriksa kembali a. Memastikan resep Akuntabilitas Menyiapkan dan Menyiapkan dan Jika tidak
menyerahkan resep yang diambil Saya akan menyerahkan menyerahkan dilakukan
sediaan obat b. Mengambil obat b. Melakukan melakukan sediaan obat sediaan obat maka pasien
kepada pasien atau meracik obat prosedur yang menyiapkan dan kepada pasien kepada pasien tidak paham
serta memberikan yang diminta diminta menyerahkan serta serta memberikan serta memberikan penggunaan
informasi obat member informasi informasi obat informasi obat obat yang
c. Memastikan nama c. Adanya ketepatan obat dengan dilakukan dengan tepat.
Dengan prinsip
obat, jenis sediaan, terapi tanggung jawab menerapkan sikap
Akuntabelitas,
kadarluasa dan dan professional profesional agar
nasionalisme,etik
banyak obat sesuai Nasionalisme pasien paham cara
a public,
resep. Saya akan menggunakan obat
komitmen mutu
d. Memberi etiket d. pasien mengerti Memberikan yang tepat dan
cara pakai obat dan anti korupsi
dan aturan pakai informasi obat terapi pengobatan
mencerminkan
obat. kepada pasien pasien tercapai
e. terapi yang dengan terhadap tata nilai
e. Memastikan tidak sehingga
Puskesmas
kembali obat yang diberikan sudah membedakan mendukung Mersip yang
diberikan tepat tepat status sosial (BPJS terwujudnya visi professional
(double check) dan Umum) dari Puskesmas
f. Memberikan obat f. pasien mengerti Etika publik Mersip yaitu
kepada pasien cara Dalam meningkatkan
sekaligus menggunakan penyampaian mutu pelayanan
informasi obat obat informasi obat kesehatan dasar
kepada pasien saya yang efektif dan
menggunakana efisien di wilayah
bahasa sopan dan Puskesmas Mersip
sederhana
Komitmen mutu
Saya akan
memberikan
pemahaman yang
tepat dan jelas
sesuai terapi
pengobatan
Anti korupsi
Kegiatan
penyerahan obat
dilakukan dengan
jujur, disiplin dan
tidak menghabiskan
banyak waktu
10. Memberikan PIO a. Membuat a. Tersusunnya Akuntabilitas Memberikan PIO Memberikan PIO Jika tidak
(Pelayanan rancangan poster rancagan Dalam menyiapkan (Pelayanan (Pelayanan dilakukan
Informasi Obat) sementara poster saya akan Informasi Obat) Informasi Obat) maka
melalui poster b. Konsultasi dan b. Saran dan menanamkan rasa melalui poster melalui poster informasi
meminta masukan persetujuan dari integritas, memberikan Dengan prinsip kepada
dari mentor mentor tanggung jawab informasi Akuntabelitas, pasien tidak
c. Mencetak poster c. Tersedianya dan kejelasan penggunaan obat nasionalisme,etik tersampaika
poster yang siap sehingga informasi yang tepat dan a public, n untuk
di pajang dalam poster terapi pengobatan komitmen mutu mencegah
d. Memajang poster d. Informasi dapat tersampaikan pasien tercapai dan anti korupsi terjadinya
di dinding ruang tersampaikan Nasionalisme sehingga mencerminkan kesalahan
tunggu baik ke Informasi yang mendukung terhadap tata nilai dalam terapi
masyarakat disampaikan dalam terwujudnya visi Puskesmas pengobatan.
poster dari Puskesmas Mersip yang
menggunakan Mersip yaitu professional, peka
bahasa Indonesia meningkatkan terhadap masalah
dengan baik dan pelayanan dan kerja sama.
benar sehingga kesehatan promotif
informasi mudah dan preventif di
dimengerti wilayah
Etika publik Puskesmas Mersip.
Dalam pembuatan
poster saya akan
berkonsultasi
bersama percetakan
dengan ramah dan
sabar untuk
meletakkan
ditempat yang tidak
menggangu
pelayanan di
Puskesmas
Komitmen mutu
Dengan poster
pasien dapat
memahami
informasi yang
diberikan dengan
cepat dan efisien
karena dapat dibaca
oleh keluarga yang
berkunjung
Antikorupsi
Dalam menyiapkan
poster, saya akan
bersikap bekerja
keras dan jujur
agar tujuan
informasi tercapai.

Anda mungkin juga menyukai