Anda di halaman 1dari 16

0

ENERGI LISTRIK

LAPORAN PRAKTIKUM ENERGI DAN ELEKTRIFIKASI PERTANIAN

Oleh

Nama : Chusnul Chotimah


NIM : 171710201026
Kelas : TEP B

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2019
1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Energi listrik merupakan salah satu kebutuhan manusia yang sangat penting
dan vital yang tidak dapat dilepaskan dari keperluan sehari-hari. Manusia hampir
tidak dapat melakukan pekerjaan yang ada dengan baik ataupun memenuhi
kebutuhannya. Saat ini kebutuhan energi listrik semakin meningkat seiring dengan
pertambahan jumlah penduduk dan kemajuan teknologi serta informasi.
Energi listrik dapat diubah menjadi energi panas, cenergi cahaya, energi kalor,
energi kinetik serta masih banyak yang lainnya. Bila kita perhatikan di rumah kita
saja, semuanya sudah menggunakan listrik contohnya, lampu penerangan, magic
com, kompor listrik, setrika, mesin cuci, bahkan juga terdapat motor yang
menggunakan listrik.
Energi listrik yang dibutuhkan dan dikonsumsi oleh setiap peralatan
elektronik dapat diketahui dengan melakukan perhitungan, Oleh karena itu,
praktikum ini dilakukan untuk mengetahui jumlah energi listrik yang digunakan
oleh peralatan listrik.

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum energi manusia adalah untuk mengetahui jumlah
energi listrik yang digunakan oleh peralatan listrik.
1.3 Manfaat
Berdasarkan tujuan yang ada, manfaat dari praktikum perhitungan energi
listrik adalah dapat menghitung jumlah energi listrik yang digunakan oleh
peralatan listrik.
2

BAB 2. METODOLOGI

2.1 Waktu dan Tempat


Praktikum energi manusia dilaksanakan pada Hari Rabu, 24 April 2019 pukul
09.40 WIB - Selesai yang bertempat di Laboratorium Energi Otomasi dan
Instrumentasi, Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian Universitas
Jember.
2.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum energi listrik adalah sebagai
berikut :
1. Papan Praktikum
2. Digital Voltmeter
3. Amperemeter
4. KWH meter
5. 1 buah Elemen Pemanas
6. 1 buah Lampu 40 Watt
7. 1 buah Bor Listrik
1

2.3 Flowchart
2.3.1 Prosedur kerja Pengamatan Energi Listrik dengan beban lampu dan
Pemanas
2

Gambar 2.1 Diagram Alir Pengamatan Energi Listrik dengan beban Lampu dan
Pemanas

2.3.2 Prosedur kerja Pengamatan Energi Listrik Menggunakan Bor Listrik


Tanpa Beban
3

Gambar 2.2 Diagram Alir Pengamatan Energi Listrik Menggunakan Bor


Listrik Tanpa Beban
4

2.3.3 Prosedur kerja Pengamatan Energi Listrik Menggunakan Bor Listrik


Dengan Beban

Gambar 2.3 Diagram Alir Pengamatan Energi Listrik Menggunakan Bor


Listrik dengan Beban
5

BAB 3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Hasil dan Analisis Data Pengamatan Energi Listrik dengan Beban
Lampu dan Pemanas
Tabel 3.1 Data Pengamatan Energi Listrik dengan Beban Lampu dan Pemanas
Waktu
Tegangan Arus Perubahan kWh Energi
(detik
(V) (I) meter (putaran) (joule/putaran)
ke)
0 191 0 0 0
30 187 1,51 2 4235,55
60 188 1,52 4,5 3810,13
90 188 1,52 6,5 3956,68
Berdasarkan tabel diatas dapat dijelaskan bahwa kuat arus dan tegangan
yang digunakan mengalami perubahan, namun perbedaan nya hanya sedikit.
Perubahan energi listrik atau kwh meter per putaran merupakan jumlah energi
yang dibutuhkan sistem untuk mengoperasikan lampu dan pemanas untuk bekerja
selama satu putaran kwh meter. Berdasarkan Tabel 3.1 nilai energi listrik tertinggi
pada detik ke 30, sedangkan energi listrik terendah terdapat pada detik ke 60. Hal
ini disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah putaran setiap selang waktu.

Hubungan Energi Listrik dengan Waktu


5000
Energi (joule/putaran)

4000
3000
2000
1000
0
0 10 20 30 40 50 60 70 80 90 100
Waktu (detik)

Gambar 3.1 Grafik Hubungan Energi Listrik dengan Waktu


Menurut Wariyono dan Muharomah (2008), besar energy litrik dapat ditulis
dalam bentuk persamaan berikut :
W =V x I x t
6

Dengan : W = Besar energy listrik (joule)


V = Besar tegangan listrik (volt)
I = Besar kuat arus listrik (ampere)
t = selang waktu (sekon)
Berdasarkan rumus diatas dapat dikatakan bahwa besar energi listrik
bergantung oleh tegangan listrik, kuat arus, dan waktu listrik mengalir. Energi
listrik akan semakin besar, jika tegangan dan kuat arus semakin besar serta selang
waktu makin lama (Wariyono dan Muharomah, 2008). Namun pada grafik diatas,
hubugan antara waktu dan energi listrik tidak stabil. Hal ini dikarenakan karena
dibagi dengan perubahan jumlah putaran pada KWH meter.
3.2 Hasil dan Analisis Data Pengamatan Energi Listrik dengan
Menggunakan Bor Listrik Tanpa Beban
Tabel 3.2 Data Pengamatan Energi Listrik dengan Menggunakan Bor Listrik
Tanpa Beban
Banyaknya Tegangan Arus Waktu Energi/Putaran Energi Daya
Putaran (V) (I) (detik) (joule/putaran) (joule) (watt)
0 putaran 191 0 0 0 0 0
2 putaran 189 0,59 72,32 4032,20 8064,40 111,51
4 putaran 190 0,57 145,93 3951,05 15804,22 108,3
5 putaran 189 0,57 183,15 3946,15 19730,75 107,73
7 putaran 190 0,58 258,09 4063,07 28441,52 110,2

Berdasarkan tabel diatas, waktu yang diperlukan semakin menigkat.


Semakin banyak jumlah putaran maka semakin lama waktu yang dihasilkan. Hal
itu berpengaruh juga energi yang dihasilkan. Semakin lama waktu maka semakin
besar energi yang hasilkan. Untuk jumlah energi/putaran memeiliki nilai tidak
konstan dikarenakan harus dibagi dengan jumlah putaran yang dibutuhan. Untuk
nilai tegangn dan arus selalu naik turun, hal itu dapat berpengaruh pada daya yang
dibutuhkan juga.

3.3 Hasil dan Analisis Data Pengamatan Energi Listrik dengan


Menggunakan Bor Listrik dengan Beban
7

Tabel 3.2 Data Pengamatan Energi Listrik dengan Menggunakan Bor Listrik
Tanpa Beban
Banyaknya Waktu Energi/Putaran Energi Daya
Tegangan Arus
Putaran (detik) (joule/putaran) (joule) (watt)
0 putaran 188 0 0 0 0 0
2 putaran 188 0,86 51,88 4193,98 8387,96 161,68
4 putaran 186 0,82 105,12 4008,23 16032,90 152,52
5 putaran 188 0,8 133,56 4017,48 20087,42 150,4
7 putaran 189 0,85 187,31 4298,76 30091,35 160,65
Berdasarkan tabel diatas, waktu yang diperlukan semakin menigkat.
Semakin banyak jumlah putaran makan semakin lama waktu yang dihasilkan. Hal
itu berpengaruh juga energi yang dihasilkan. Semakin lama waktu maka semakin
besar energi yang hasilkan. Untuk jumlah energi/putaran memeiliki nilai tidak
konstan dikarenakan harus dibagi dengan jumlah putaran yang dibutuhan. Untuk
nilai tegangn dan arus selalu naik turun, hal itu dapat berpengaruh pada daya yang
dibutuhkan juga.

3.4 Analisis Perbandingan Antara Energi Listrik Yang Dibutuhkan Antara


Bor Listrik Tanpa Beban Dan Bor Listrik Dengan Beban

Perbandingan Energi Listrik Bor tanpa Beban dan Bor dengan Beban
35000
30000
Energi (Joule)

25000
20000
tanpa Beban
15000
10000 dengan Beban
5000
0
0 1 2 3 4 5 6 7 8
Putaran

Gambar 3.2 Grafik Perbandingan Antara Energi Listrik Bor Tanpa Beban Dan
Bor Dengan Beban
Berdasarkan grafik pada Gambar 3.2 energi listrik yang digunakan Bor listrik
dengan beban lebih besar daripada bor listrik tanpa beban. Hal ini disebabkan
karena daya yang dibutuhkan bor listrik dengan beban lebih besar daripada tanpa
beban. Menurut Roby (2013), beban yang didapat akan mempengaruhi nilai arus
8

listrik dan tegangan yang terjadi. Nilai arus listrik dan tegangan akan
mempengaruhi nilai daya yang dibutuhkan.

3.5 Analisis Perbandingan Antara Daya Listrik Yang Dibutuhkan Antara


Bor Listrik Tanpa Beban Dan Bor Listrik Dengan Beban

Perbandingan Daya Bor tanpa Beban dan Bor dengan Beban


180
160
140
120
Daya (Watt)

100
tanpa Beban
80 dengan Beban
60
40
20
0
0 1 2 3 4 5 6 7 8
Putaran

Gambar 3.3 Grafik Perbandingan Antara Daya Listrik Bor Tanpa Beban Dan Bor
Dengan Beban
Berdasarkan grafik pada Gambar 3.3 daya listrik yang digunakan Bor listrik
dengan beban lebih besar daripada bor listrik tanpa beban. Menurut Roby (2013),
beban yang didapat akan mempengaruhi nilai arus listrik dan tegangan yang
terjadi (Roby, 2013). Nilai arus listrik dan tegangan akan mempengaruhi nilai
daya yang dibutuhkan.

3.6 Sistem Kerja KWH Meter


3.6.1 Sistem Kerja KWH Meter Digital

KWh-meter digital merupakan suatu alat pengukuran yang memiliki fungsi


utama sama seperti kWh-meter analog yakni mengukur jumlah pemakaian energi
9

atau jumlah pemakaian daya dalam satuan waktu. Jika pada kWh-meter analog
bekerja berdasarkan induksi, kWh-meter digital bekerja berdasarkan program yang
dirancang pada mikroprosesor yang terdapat di dalam piranti kWh-meter digital
tersebut. Berikut gambar prinsip kerja dari kWh-meter digital :

Tegangan dan arus yang diterima oleh kWh-meter digital ini akan dibaca
terpisah. Tegangan yang masuk akan dibaca dan kemudian akan diteruskan ke dalam
suatu mikrokontroler. Arus yang dibaca juga akan diteruskan ke dalam
mikrokontroler. Di dalam mikrokontroler sudah di atur suatu program untuk
mengolah tegangan dan arus yang masuk menjadi suatu besaran. Besaran yang
dimaksud adalah daya aktif dan energi. Sehingga dengan kWh-meter digital ini dapat
dibaca jumlah pemakaian energi yang terpakai.

Kelebihan kWh-meter digital ini dibandingkan kWh-meter analog adalah


kemampuan untuk membaca daya reaktif dan jumlah pemakaian daya reaktif per
satuan waktu (energi reaktif). Di dalam mikrokontroler ini juga terdapat program
untuk mengukur besaran tegangan (voltmeter), arus (amperemeter), dan faktor daya
(cos ⱷ meter). Sehingga untuk pengukuran menggunakan kWh-meter digital, tidak
perlu menggunakan piranti tambahan untuk mengukur besaran-besaran tersebut
(Wibisana, 2008).

3.6.2 Sistem Kerja KWH Meter Analog

Penggunaan daya di Indonesia menggunakan satuan kilowatt hour, dimana


KWH adalah sama dengan 3.6 MJ. Bagian utama dari sebuah KWH meter adalah
10

kumparan tegangan, kumparan arus, piringan aluminium, magnet tetap dan gear
mekanik yang mencatat jumlah perputaran piringan aluminium. Apabila meter
dihubungkan ke daya satu phasa maka piringan mendapat torsi yang dapat
membuatnya berputar seperti motor dengan tingkat kepresisian yang tinggi. Berikut
diberikan gambar konstruksi KWh meter analog tipe induksi (Wibisana, 2008).

Dari gambar tersebut di atas dapat dijelaskan bahwa arus beban I menghasilkan
fluks bolakbalik Φc, yang melewati piringan aluminium dan menginduksinya,
sehingga menimbulkan tegangan. Kumparan tegangan Bp juga mengasilkan fluks
bolak-balik Φp yang memintas arus If. Karena itu piringan mendapat gaya, dan
resultan dari torsi membuat piringan berputar. Torsi ini sebanding dengan fluks Φp
dan arus IF serta harga cosinus dari sudut antaranya. Karena Φp dan IF sebanding
dengan tegangan E dan arus beban I, maka torsi motor sebanding dengan EI cos θ,
yaitu daya aktif yang diberikan ke beban. Karena itu kecepatan putaran piringan
sebanding dengan daya aktif yang terpakai. Semakin besar daya yang terpakai,
kecepatan piringan semakin besar, demikian pula sebaliknya. Secara umum
perhitungan untuk daya listrik dapat di bedakan menjadi tiga macam, yaitu:

Daya kompleks : S(VA) = V.I


Daya reaktif : Q(VAR) = V.I sin φ
Daya aktif : P(Watt) = V.I cos φ

BAB 4. PENUTUP
11

4.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum energi listrik yang telah
dilakukan antara lain:
1. Hubungan antara energi listrik dengan waktu yaitu semakin lama waktu yang
digunakan, maka semakin besar juga energi yang dihasilkan.
2. Semakin banyak jumlah putaran maka semakin lama waktu yang dihasilkan
3. Energi listrik yang dibutuhkan oleh suatu alat tanpa beban akan semakin
besar dibandingkan kebutuhan energi listrik menggunakan beban.
4. Hubungan Daya Listrik dengan Energi yaitu berbanding lurus, sedangkan
berbanding tebalik dengan waktu. Semakin besar energi maka semakin besar
pula daya nya, dan semakin besar waktu maka semakin kecil daya nya.
4.2 Saran
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka saran untuk kegiatan
praktikum selanjutnya adalah sebaiknya pada saat mencatat tegangan dan arus,
sebaiknya memakai tombol hold saja, agar tidak terjadi kekeliruan.

DAFTAR PUSTAKA
12

Roby, F. 2013. Tanpa Judul. https://lppm.Trigunadharma .ac.id/public/


fileJurnal/hplk6-NEW-Jurnal-MhdKifli-PencatatanKWHWireless.pdf.
[Diakses pada 14 April 2019].

Wariyono, S. dan Muharomah, Y. 2008. Mari Belajar Ilmu Alam Sekitar 3:


Panduan belajar IPA terpadu/ Untuk kelas IX SMP/MTS. Pusat Perbukuan
Departemen Pendidikan Nasional : Jakarta

Wibisana, B.S. 2008. Analisis Perbandingan Pembacaan KWH Meter Analog


dengan KWH Meter Digital Pada Ketidakseimbangan Beban. Skripsi.
Depok: Fakultas Teknik Universitas Indonesia
13

LAMPIRAN