Anda di halaman 1dari 51

1 Kriteria Desain Perencanaan Struktur

Puskesmas Sembaban

LAPORAN PERHITUNGAN STRUKTUR

PEMBANGUNAN PUSKESMAS SEMBABAN

2019
LAPORAN PERHITUNGAN STRUKTUR
PUSKESMAS SEMBABAN
2 Kriteria Desain Perencanaan Struktur

Puskesmas Sembaban

1. Umum
Proyek pembangunan ini adalah suatu proyek pembangunan Puskesmas
Sembaban bertingkat 2 lantai yang berlokasi di daerah Kalimantan. Pada laporan ini
disajikan perhitungan struktur atas yang melandasi dokumen perencanaan yang
diajukan.

2. Deskripsi Bangunan dan Sistem Struktur


Gedung merupakan bangunan bertingkat 2 lantai dan sistem struktur adalah
sistem beton bertulang dengan Struktur Rangka Penahan Momen Biasa (SRPMB)
beton.

3. Metodologi Perencanaan
Menggunakan metode Elemen Hingga dengan pemodelan struktur rangka /
portal 3 dimensi serta elemen membran untuk pelat lantai. Analisa gempa
menggunakan analisa gempa statik. Analisa menggunakan paket program ETABS.

4. Peraturan yang Digunakan


Peraturan yang digunakan dalam proses perencanaan ini adalah :
1. PUBI-1982, Peraturan Umum Bahan Bangunan di Indonesia
2. PBIUG-1983, Peraturan Pembebanan Indonesia Untuk Gedung
3. SNI 03-1727-1989, Tata Cara Perencanaan Pembebanan Untuk Rumah dan
Gedung atau penggantinya
4. SNI 03-1726-2012, Tata Cara Perencanaan Ketahanan Gempa Untuk Bangunan dan
Gedung
5. SNI 03-2847-2002, Tata Cara Perhitungan Struktur Beton untuk Bangunan dan
Gedung
6. SNI 03-1729-2002, Tata Cara Perencanaan Struktur Baja untuk Bangunan Gedung.

5. Spesifikasi Pembeban
Jenis Beban yang bekerja pada gedung meliputi :
a. Beban Mati Sendiri Elemen Struktur (Self Weight)
Meliputi : Balok, Kolom, Shear Wall, dan Plat
b. Beban Mati Elemen Tambahan (Superimposed Dead Load)
3 Kriteria Desain Perencanaan Struktur

Puskesmas Sembaban

Meliputi : Dinding, Keramik, Plesteran, Plumbing, ME (Mechanical Electrical), dll.


c. Beban Hidup (Live Load)
Meliputi : Beban luasan per m2 yang ditinjau berdasarkan fungsi bangunan.
d. Beban Gempa (Earthquake Load)
Meliputi : Beban Gempa statik Equivalen dan Dinamik (Respons Spectrum).

A. Perhitungan Beban Mati (Dead Load)


Beban mati adalah beban dari semua elemen gedung yang bersifat permanen
termasuk peralatan tetap yang merupakan bagian yang tak terpisahkan dari
gedung. Jenis jenis beban mati pada gedung ditunjukan pada tabel 1 berikut :

Tabel 1 Jenis Beban Mati Pada Gedung


Nomor Jenis Beban Mati Berat Satuan
3
1 Baja 78,5 kN/m
3
2 Beton 24 kN/m
3
3 Pasangan Batu Kali 22 kN/m
3
4 Mortar, Spesi 22 kN/m
3
5 Beton Bertulang 24 kN/m
3
6 Pasir 16 kN/m
2
7 Lapisan Aspal 14 kN/m
3
8 Air 10 kN/m
2
9 Dinding pas. 1/2 Bata 2,5 kN/m
2
10 Curtain Wall Kaca + Rangka 0,6 kN/m
2
11 Langit - langit dan Penggantung 0,2 kN/m
2
12 Clading Metal Sheet + Rangka 0,2 kN/m
2
13 Finishing Lantai ( Tegel atau keramik ) 0,22 kN/m
2
14 Marmer, Granit per cm tebal 0,24 kN/m
2
15 Instalasi Plumbing (ME) 0,25 kN/m
2
16 Penutup Atap Genteng 0,5 kN/m

Beban Mati Pada Plat Lantai :


- Screed 3cm =0,03x22 kg/m2 = 0,66 kN/m2
- Pasir 1 cm = 0,01X16 = 0,16 kN/m2
- Mekanika dan Elektrikal = 0,25 kN/m2
- Penutup Lantai Ubin = 0,22 kN/m2
- Penggantung langit-langit = 0,20 kg/m2
Total = 1.49 kN/m2
4 Kriteria Desain Perencanaan Struktur

Puskesmas Sembaban

Beban Mati Pada Plat Atap :


- Mekanika dan Elektrikal = 0,25 kN/m2
- Penggantung langit-langit = 0,20 kN/m2
- Berat Waterproofing = 0.28 kN/ m2
Total = 0.73 kN/m2

Beban Mati Pada Balok :


- Beban dinding pasangan bata ½ bata = 4 x 2.5 = 10 kN/m2
- Beban tangga = 13,65 kN/m2

B. Perhitungan Beban Hidup (Live Load)


Beban hidup adalah beban yang bekerja pad lantai bangunan tergantung dari
fungsi ruang yang digunakan. Besarnya beban hidup lantai bangunan menurut
Tata Cara Perencanaan Pembebanan untuk Rumah dan Gedung PPPURG
1987 ditunjukan pada tabel dibawah ini :

Tabel 2 Jenis Beban Hidup Pada Gedung


Nomor Jenis Beban Mati Berat Satuan
2
1 Dak atap bangunan 1 kN/m
2
2 Rumah tinggal 2 kN/m
2
3 Kantor, Sekolah, Hotel, Pasar, Rumah Sakit 2,5 kN/m
2
4 Hall, Tangga, Koridor, dan Balkon 3 kN/m

Ruang olah raga, pabrik, bioskop, bengkel, 2


5 4 kN/m
perpustakaan, tempat ibadah, parkir, aula
2
6 Panggung penonton 5 kN/m

Reduksi beban dapat dilakukan dengan cara mengalikan beban hidup dengan
koefesien reduksi yang nilainya tergantung pada penggunaan bangunan.
Besarnya koefesien reduksi beban hidup untuk perencanaan portal dan gempa
di tentukan pada tabel 3 berikut:
5 Kriteria Desain Perencanaan Struktur

Puskesmas Sembaban

Tabel 3 Faktor Koefesien Reduksi Portal dan Gempa

Faktor
Faktor Reduksi
Nomor Fungsi Bangunan Reduksi Untuk
Untuk Gempa
Portal
Perumahan : Rumah Tinggal, Asrama,
1 0,7 0,3
Hotel, Rumah Sakit, perkantoran
Gedung Pendidikan : Sekolah, Ruang
2 0,9 0,5
Kuliah
Tempat Pertemuana Umum, tempat
3 Beribadah, Bioskop, Restoran, Ruang 0,9 0,5
Dans, Ruang Pagelaran
4 Gedung Perkantoran : Kantor, Bank 0,6 0,3
Gedung perdagangan dan ruang
5 penyimpanan : toko, toserba, pasar, 0,8 0,8
gudang, ruang arsip, perpustakaan
Tempat Kendaraan : garasi, gedung
6 0,9 0,5
parkir
7 Bangunan industri : pabrik, bengkel 1 0,9

Dari tabel diatas, beban hidup yang bekerja untuk rumah sakit adalah sebagai
berikut :
2
Beban Hidup Ruang Kerja = 2,5 kN/m
2
Beban Hidup Lantai Atap =1 kN/m

C. Kombinasi Pembebanan
Struktur gedung dirancang mampu menahan beban mati, hidup, dan gempa
sesua SNI Gempa 03-1726-2012 pasal 4.1.1 dimana gempa rencana ditetapkan
mempunyai periode ulang 500 tahun, sehingga probabilitas terjadinya terbatas
pada 10% selama umur gedung 50 tahun. Kombinasi pembebann yang
digunakan mengacu pada SNI Beton 03-2847-2002 pasal 11.2 sebagai berikut :
Kombinasi 1 = 1,4 D + 1,4 SW
Kombinasi 2 = 1,2 D + 1,2 SW + 1,6 L
Kombinasi 3 = 1,2 D + 1,2 SW + 0,5 L + 1 Eqx
Kombinasi 4 = 1,2 D + 1,2 SW + 0,5 L - 1 Eqx
Kombinasi 5 = 1,2 D + 1,2 SW + 0,5 L + 1 Eqy
Kombinasi 6 = 1,2 D + 1,2 SW + 0,5 L - 1 Eqy
6 Kriteria Desain Perencanaan Struktur

Puskesmas Sembaban

6. Spesifikasi Bahan dan Penampang


SPESIFIKASI MATERIAL DAN DATA STRUKTUR BETON
Spesifikasi Material Untuk Struktur Beton Bertulang
 Mutu Beton :
 Pelat : K-300 (Fc’ = 24,9 Mpa)
 Balok : K-300 (Fc’ = 24,9 Mpa)
 Tie Beam : K-300 (Fc’ = 24,9 Mpa)
 Kolom : K-300 (Fc’ = 24,9 Mpa)
 Keterangan = (1 Mpa = 1000 kN/m2)
K200 Specified Conc. Comp Strenght, f’c = 0.083 x
= 0.083 x 300
= 24,9 Mpa

Modulus of elasticity (SNI 03-2847-2012 pasal 10.5)


K300 = 4700 √ Mpa
= 4700 x (24,9^0,5) x 1000
= 23452952,90

ᵧ beton : 24 kN/m2
 Mutu Baja Tulangan :
 Fys : 2400 ⁄ (240 Mpa), untuk Ø < 10mm (BJTP 24)
 Fy : 4000 ⁄ (400 Mpa), untuk Ø ≥ 10mm (BJTP 40)
 Phi Controled
DENAH TIE BEAM DAN LANTAI 1
DENAH LANTAI 2
DENAH DAK
POTONGAN
POTONGAN
TAMPAK 3D
OUTPUT MOMEN PADA BALOK
OUTPUT MOMEN PADA PELAT M11
OUTPUT MOMEN PADA PELAT M22
BEBAN TITIK PONDASI

NO BEBAN 30X30 (69.8 TON)


1 10.54 1
2 8.09 1
3 15.05 1
4 9.07 1
5 13.76 1
6 9.79 1
7 27.78 1
8 22.31 1
9 41.5 1
10 35.63 1
11 42.11 1
12 36.33 1
13 14.16 1
14 10.71 1
15 9.69 1
16 7.6 1
17 9.44 1
18 7.39 1
19 21.34 1
20 17.6 1
21 36.47 1
22 31.64 1
23 33.28 1
24 26.32 1
25 37.26 1
26 32.47 1
27 17.21 1
28 12.5 1
29 5.4 1
30 2.36 1
31 3.04 1
32 2.3 1
33 20.16 1
34 17 1
35 30.17 1
36 24.61 1
37 22.25 1
38 13.66 1
39 43.16 1
40 37.09 1
41 31.19 1
42 26.79 1
NO BEBAN 30X30 (69.8 TON)
43 31.12 1
44 26.64 1
45 45.58 1
46 39.41 1
47 41.2 1
48 35.36 1
49 34.31 1
50 28.36 1
51 37.58 1
52 30.82 1
53 26.61 1
54 19.71 1
55 11.74 1
56 9.86 1
57 10.12 1
58 7.21 1
59 32.78 1
60 28.43 1
61 46.77 1
62 39.59 1
63 47.35 1
64 40.89 1
65 43.24 1
66 36.75 1
67 41.04 1
68 35.76 1
69 40.48 1
70 35.23 1
71 42.33 1
72 36.11 1
73 39.78 1
74 33.59 1
75 28.5 1
76 23.74 1
77 12.6 1
78 9.87 1
79 15.54 1
80 12.77 1
81 14.64 1
82 12.71 1
83 9.84 1
84 7.64 1
85 3.79 1
86 2.92 1
NO BEBAN 30X30 (69.8 TON)
87 15.1 1
88 12.82 1
89 22.13 1
90 18.43 1
91 17.22 1
92 14.9 1
93 29.58 1
94 24.59 1
95 37.81 1
96 31.49 1
97 37.7 1
98 31.78 1
99 39.61 1
100 33.72 1
101 39.5 1
102 33.6 1
103 36.84 1
104 30.87 1
105 41.57 1
106 35.37 1
107 34.33 1
108 28.75 1
109 21.24 1
110 14.37 1
111 8.05 1
112 6 1
113 14.79 1
114 12.94 1
115 20.23 1
116 17.6 1
117 12.57 1
118 10.16 1
119 15.39 1
120 12.94 1
121 25.87 1
122 22.59 1
123 27.69 1
124 23.18 1
125 26.12 1
126 21.38 1
127 25.28 1
128 20.56 1
129 25.07 1
130 20.67 1
NO BEBAN 30X30 (69.8 TON)
131 25.98 1
132 21.3 1
133 17.73 1
134 15.44 1
135 6.46 1
136 2.96 1
137 12.21 1
138 10.06 1
139 13.96 1
140 11.92 1
141 5.45 1
142 4.65 1
143 5.25 1
144 4.49 1
145 13.88 1
146 11.72 1
147 17.99 1
148 15.59 1
149 21.77 1
150 18.2 1
151 17.19 1
152 14.99 1
153 17.23 1
154 14.96 1
155 21.96 1
156 18.29 1
157 10.56 1
158 7.94 1
159 19.57 1
160 17.23 1
161 18.43 1
162 15.95 1
163 10.6 1
164 9.52 1
165 16.1 1
166 14.19 1
167 19.86 1
168 16.2 1
169 15.11 1
170 12.78 1
171 11.37 1
172 9.61 1
173 11.03 1
174 9.28 1
NO BEBAN 30X30 (69.8 TON)
175 17.88 1
176 15.17 1
177 18.47 1
178 15.71 1
179 8.96 1
180 5.73 1
181 17.22 1
182 15.15 1
183 18.44 1
184 15.9 1
185 10.77 1
186 9.6 1
187 16.62 1
188 14.57 1
189 25.11 1
190 21.48 1
191 20.93 1
192 17.5 1
193 17.58 1
194 15.27 1
195 10.23 1
196 9.13 1
197 9.88 1
198 7.65 1
199 8.67 1
200 6.75 1
201 10.46 1
202 7.98 1
203 10.07 1
204 8.1 1
205 10.12 1
206 8.3 1
207 12.7 1
208 10.49 1
209 12.49 1
210 10.86 1
211 17.97 1
212 15.53 1
213 21.56 1
214 19.11 1
215 12.67 1
216 10.51 1
217 8.38 1
218 6.74 1
NO BEBAN 30X30 (69.8 TON)
219 13.79 1
220 11.29 1
221 8.36 1
222 6.09 1
223 18.02 1
224 15.68 1
225 8.04 1
226 5.49 1
227 13.26 1
228 11.05 1
229 13.79 1
230 10.99 1
231 8 1
232 5.8 1
233 13.52 1
234 11.3 1
235 8.22 1
236 5.96 1
PERHITUNGAN KEKUATAN FONDASI
PONDASI PC 1

DATA BAHAN PILECAP


Kuat tekan beton, f c' = 25 MPa
Kuat leleh baja tulangan deform (  > 12 mm ), fy = 400 MPa
Kuat leleh baja tulangan polos (  ≤ 12 mm ), fy = 240 MPa
Berat beton bertulang, wc = 24 kN/m3
DATA DIMENSI FONDASI
Lebar kolom arah x, bx = 0.25 m
Lebar kolom arah y, by = 0.25 m
Jarak tiang pancang tepi terhadap sisi luar beton, a= 0.30 m
Tebal pilecap, h= 0.60 m
Tebal tanah di atas pilecap, z= 0.40 m
3
Berat volume tanah di atas pilecap, ws = 18.00 kN/m
Posisi kolom (dalam = 40, tepi = 30, sudut = 20) as = 40

DATA BEBAN FONDASI


Gaya aksial kolom akibat beban terfaktor, FZ Puk = 464.30 kN
Momen arah x akibat beban terfaktor. MX Mux = 24.74 kNm
Momen arah y akibat beban terfaktor. MY Muy = 23.81 kNm
Gaya lateral arah x akibat beban terfaktor, FX Hux = 11.23 kN
Gaya lateral arah y akibat beban terfaktor, FY Huy = 11.91 kN
Tahanan aksial tiang pancang, Pn = 698.00 kN
Tahanan lateral tiang pancang, Hn = 24.70 kN
DATA SUSUNAN TIANG PANCANG
Susunan tiang pancang arah x : Susunan tiang pancang arah y :
2
No. Jumlah x n*x No. Jumlah y n * y2
n (m) (m2) n (m) (m2)
1 1 0.20 0.04 1 1 0.20 0.04

n= 1 Sx = 2
0.04 n= 1 Sy2 = 0.04
Lebar pilecap arah x, Lx = 0.80 m
Lebar pilecap arah y, Ly = 0.90 m

1. GAYA AKSIAL PADA TIANG PANCANG

Berat tanah di atas pilecap, W s = Lx * Ly * z * ws = 5.18 kN


Berat pilecap, W c = Lx * Ly * h * wc = 10.37 kN
Total gaya aksial terfaktor, Pu = Puk + 1.2 * W s + 1.2 * W c = 482.96 kN
Lengan maksimum tiang pancang arah x thd. pusat, xmax = 0.20 m
Lengan minimum tiang pancang arah x thd. pusat, xmin = 0.20 m
Gaya aksial maksimum dan minimum pada tiang pancang,
pumax = Pu / n + Mux* xmax / Sx2 = 606.68 kN
pumin = Pu / n + Mux* xmin / Sx =
2
606.68 kN
Syarat : pumax ≤ Pn
606.68 < 698.00 → AMAN (OK)

2. GAYA LATERAL PADA TIANG PANCANG

Gaya lateral arah x pada tiang, hux = Hux / n = 11.23 kN


Gaya lateral arah y pada tiang, huy = Huy / n = 11.91 kN
Gaya lateral kombinasi dua arah, humax =  ( hux + huy ) =
2 2
16.37 kN
Syarat : humax ≤ Hn * 2
16.37 < 49.40 → AMAN (OK)

3. TINJAUAN TERHADAP GESER


Jarak pusat tulangan terhadap sisi luar beton, d' = 0.058 m
Tebal efektif pilecap, d = h - d' = 0.542 m
Jarak bid. kritis terhadap sisi luar, c x = ( Lx - b x - d ) / 2 = 0.004 m
Berat beton, W 1 = cx * Ly * h * wc = 0.052 kN
Berat tanah, W 2 = cx * Ly * z * ws = 0.026 kN
Gaya geser arah x, Vux = pumax - W 1 - W 2 = 606.6046 kN
Lebar bidang geser untuk tinjauan arah x, b = Ly = 900 mm
Tebal efektif pilecap, d= 542 mm
Rasio sisi panjang thd. sisi pendek kolom, b c = bx / by = 1.0000
Kuat geser pilecap arah x, diambil nilai terkecil dari Vc yang diperoleh dari pers.sbb. :
Vc = [ 1 + 2 / bc ] * √ fc' * b * d / 6 * 10-3 = 1219.500 kN
Vc = [ as * d / b + 2 ] * √ fc' * b * d / 12 * 10-3 = 5302.567 kN
Vc = 1 / 3 * √ fc' * b * d * 10-3 = 813.000 kN
Diambil, kuat geser pilecap,  Vc = 813.000 kN
Faktor reduksi kekuatan geser, f = 0.75
Kuat geser pilecap, f*Vc = 609.750 kN
Syarat yang harus dipenuhi,
f*Vc ≥ Vux
609.750 > 606.605  AMAN (OK)

6. PEMBESIAN PILECAP

Jarak tepi kolom terhadap sisi luar pilecap, cx = ( Lx - bx ) / 2 = 0.275 m


Jarak tiang thd. sisi kolom, ex = cx - a = -0.025 m
Berat beton, W 1 = cx * Ly * h * wc = 3.564 kN
Berat tanah, W 2 = cx * Ly * z * ws = 1.782 kN
Momen yang terjadi pada pilecap,
Mux = 2 * pumax * ex - W 1 * cx / 2 - W 2 * cx / 2 = -31.069 kNm
Lebar pilecap yang ditinjau, b = Ly = 900 mm
Tebal pilecap, h= 600 mm
Jarak pusat tulangan thd. sisi luar beton, d' = 58 mm
Tebal efektif plat, d = h - d' = 542 mm
Kuat tekan beton, f c' = 25 MPa
Kuat leleh baja tulangan, fy = 400 MPa
Modulus elastis baja, Es = 2.00E+05 MPa
Faktor distribusi teg. beton, b1 = 0.85
rb = b1* 0.85 * fc’/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.02709375
Faktor reduksi kekuatan lentur, f = 0.90
Rmax = 0.75 * rb * fy * [1-½*0.75* rb * fy / ( 0.85 * fc’ ) ] = 6.574
Mn = Mux / f = -34.521 kNm
Rn = Mn * 106 / ( b * d2 ) = -0.13057
Rn < Rmax  (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan,
r = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 -  {1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ) } ] = -0.0003
Rasio tulangan minimum, rmin = 0.0025
Rasio tulangan yang digunakan,  r= 0.0025
Luas tulangan yang diperlukan, As = r* b * d = 1219.50 mm2
Diameter tulangan yang digunakan, D 16 mm
Jarak tulangan yang diperlukan, s = p / 4 * D * b / As =
2
148 mm
Jarak tulangan maksimum, smax = 150 mm
Jarak tulangan yang digunakan,  s= 148 mm
Digunakan tulangan, D 16 - 140
As = p / 4 * D * b / s = 1292.54
2 2
Luas tulangan terpakai, mm
2
Tulangan bagi diambil 50% tulangan pokok, Asb = 50% * As = 646.27 mm
Jarak tulangan bagi yang diperlukan, s = p / 4 * D2 * b / Asb = 280 mm
Jarak tulangan maksimum, smax = 150 mm
Jarak tulangan yang digunakan,  s= 150 mm
Digunakan tulangan, D 16 - 150
Luas tulangan terpakai, As = p / 4 * D2 * b / s = 1206.37 mm2

3. TULANGAN SUSUT

Rasio tulangan susut minimum, rsmin = 0.0014


Luas tulangan susut, As = rsmin* b * d = 683 mm2
Diameter tulangan yang digunakan,  13 mm
Jarak tulangan susut, s = p / 4 *  * b / As =
2
175 mm
Jarak tulangan susut maksimum, smax = 200 mm
Jarak tulangan susut arah x yang digunakan,  s = 175 mm
Digunakan tulangan susut arah x,  13 - 170
PERHITUNGAN PLAT LANTAI (SLAB )
PLAT S2 TEBAL 10 CM

A. DATA BAHAN STRUKTUR

Kuat tekan beton, fc ' = 25 MPa


Tegangan leleh baja untuk tulangan lentur, fy = 240 MPa

B. DATA PLAT LANTAI

Panjang bentang plat arah x, Lx = 2.000 m


Panjang bentang plat arah y, Ly = 4.000 m
Tebal plat lantai, h= 100 mm
Koefisien momen plat untuk : Ly / Lx = 2.00 KOEFISIEN MOMEN PLAT

Diameter tulangan yang digunakan, = 10 mm


Tebal bersih selimut beton, ts = 20 mm

C. BEBAN PLAT LANTAI

1. BEBAN MATI (DEAD LOAD )

No Jenis Beban Mati Berat satuan Tebal (m) Q (kN/m 2)


1 Berat sendiri plat lantai (kN/m 3) 24.0 0.1 2.400
2 Berat finishing lantai (kN/m 3) 0.22 - 0.220
3 Berat plafon dan rangka (kN/m 2) 0.20 - 0.200
2
4 Berat instalasi ME (kN/m ) 0.25 - 0.250
Total beban mati, QD = 3.070
2. BEBAN HIDUP (LIVE LOAD )

Beban hidup pada lantai bangunan = 100 kg/m 2


 QL = 1.000 kN/m 2
3. MOMEN PLAT AKIBAT BEBAN TERFAKTOR

Momen lapangan arah x, Mulx = 1.897 kNm/m


Momen lapangan arah y, Muly= 1.802 kNm/m
Momen tumpuan arah x, Mutx = 1.629 kNm/m
Momen tumpuan arah y, Muty = 1.116 kNm/m
Momen rencana (maksimum) plat,  Mu = 1.897 kNm/m

D. PENULANGAN PLAT

Untuk : fc' ≤ 25 MPa, b1 = 0.85


Untuk : fc' > 25 MPa, b 1 = 0.85 - 0.05 * ( fc' - 25) / 7 = -
Faktor bentuk distribusi tegangan beton,  b1 = 0.85
Rasio tulangan pada kondisi balance ,
rb = b 1* 0.85 * fc'/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.0538
Faktor tahanan momen maksimum,
Rmax = 0.75 * rb * fy * [ 1 – ½* 0.75 * rb * fy / ( 0.85 * fc') ] = 7.4732
Faktor reduksi kekuatan lentur, f = 0.90
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, ds = ts +  / 2 = 25.0 mm
Tebal efektif plat lantai, d = h - ds = 75.0 mm
Ditinjau plat lantai selebar 1 m,  b= 1000 mm
Momen nominal rencana, Mn = Mu / f = 2.108 kNm
-6 2
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / ( b * d ) = 0.37470
Rn < Rmax  (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan :
r = 0.85 * fc' / fy * [ 1 -  [ 1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc' ) ] = 0.0016
Rasio tulangan minimum, rmin = 0.0025
Rasio tulangan yang digunakan,  r= 0.0025
Luas tulangan yang diperlukan, As = r * b * d = 188 mm2
Jarak tulangan yang diperlukan, s = p / 4 *  2 * b / As = 419 mm
Jarak tulangan maksimum, smax = 150 mm
Jarak sengkang yang harus digunakan, s= 150 mm
Diambil jarak sengkang :  s= 150 mm
Digunakan tulangan,  10 - 150
Luas tulangan terpakai, As = p / 4 *  * b / s =
2
524 mm2
E. KONTROL LENDUTAN PLAT

Modulus elastis beton, Ec = 4700*√ fc' = 23500 MPa


Modulus elastis baja tulangan, Es = 2.00E+05 MPa
Beban merata (tak terfaktor) padaplat, Q = QD + Q L = 4.070 N/mm
Panjang bentang plat, Lx = 2000 mm
Batas lendutan maksimum yang diijinkan, Lx / 240 = 8.333 mm
Momen inersia brutto penampang plat, Ig = 1/12 * b * h3 = 83333333 mm3
Modulus keruntuhan lentur beton, fr = 0.7 * √ fc' = 3.5 MPa
Nilai perbandingan modulus elastis, n = Es / Ec = 8.51
Jarak garis netral terhadap sisi atas beton, c = n * As / b = 4.456 mm
Momen inersia penampang retak yang ditransformasikan ke beton dihitung sbb. :
Icr = 1/3 * b * c3 + n * As * ( d - c )2 = 22205278 mm4
yt = h / 2 = 50 mm
Momen retak : Mcr = fr * Ig / yt = 5833333 Nmm
Momen maksimum akibat beban (tanpa faktor beban) :
Ma = 1 / 8 * Q * Lx2 = 2035000 Nmm
Inersia efektif untuk perhitungan lendutan,
Ie = ( Mcr / Ma )3 * Ig + [ 1 - ( Mcr / Ma )3 ] * Icr = 1461990526 mm4

Lendutan elastis seketika akibat beban mati dan beban hidup :


de = 5 / 384 * Q * Lx4 / ( Ec * Ie ) = 0.025 mm
Rasio tulangan slab lantai : r = As / ( b * d ) = 0.0070
Faktor ketergantungan waktu untuk beban mati (jangka waktu > 5 tahun), nilai :
z= 2.0
l = z / ( 1 + 50 * r ) = 1.4825
Lendutan jangka panjang akibat rangkak dan susut :
dg = l * 5 / 384 * Q * Lx4 / ( Ec * Ie ) = 0.037 mm
Lendutan total, dtot = de + dg = 0.061 mm
Syarat : dtot ≤ Lx / 240
0.061 < 8.333  AMAN (OK)
PERHITUNGAN PLAT LANTAI (SLAB )
PLAT S1 TEBAL 12 CM

A. DATA BAHAN STRUKTUR

Kuat tekan beton, fc ' = 25 MPa


Tegangan leleh baja untuk tulangan lentur, fy = 240 MPa

B. DATA PLAT LANTAI

Panjang bentang plat arah x, Lx = 2.000 m


Panjang bentang plat arah y, Ly = 4.000 m
Tebal plat lantai, h= 120 mm
Koefisien momen plat untuk : L y / Lx = 2.00 KOEFISIEN MOMEN PLAT

Diameter tulangan yang digunakan, = 10 mm


Tebal bersih selimut beton, ts = 20 mm

C. BEBAN PLAT LANTAI

1. BEBAN MATI (DEAD LOAD )

No Jenis Beban Mati Berat satuan Tebal (m) Q (kN/m2)


1 Berat sendiri plat lantai (kN/m3) 24.0 0.12 2.880
3
2 Berat finishing lantai (kN/m ) 1.02 - 1.020
2
3 Berat plafon dan rangka (kN/m ) 0.20 - 0.200
2
4 Berat instalasi ME (kN/m ) 0.25 - 0.250
Total beban mati, QD = 4.350
2. BEBAN HIDUP (LIVE LOAD )

Beban hidup pada lantai bangunan = 250 kg/m2



2
QL = 2.500 kN/m
3. MOMEN PLAT AKIBAT BEBAN TERFAKTOR

Momen lapangan arah x, Mulx = 0.108 kNm/m


Momen lapangan arah y, Muly= 1.186 kNm/m
Momen tumpuan arah x, Mutx = 2.196 kNm/m
Momen tumpuan arah y, Muty = 5.927 kNm/m
Momen rencana (maksimum) plat,  Mu = 5.927 kNm/m

D. PENULANGAN PLAT

Untuk : fc' ≤ 25 MPa, b1 = 0.85


Untuk : fc' > 25 MPa, b1 = 0.85 - 0.05 * ( fc' - 25) / 7 = -
Faktor bentuk distribusi tegangan beton,  b1 = 0.85
Rasio tulangan pada kondisi balance ,
rb = b1* 0.85 * fc'/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.0538
Faktor tahanan momen maksimum,
Rmax = 0.75 * rb * fy * [ 1 – ½* 0.75 * rb * fy / ( 0.85 * fc') ] = 7.4732
Faktor reduksi kekuatan lentur, f = 0.90
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, ds = ts +  / 2 = 25.0 mm
Tebal efektif plat lantai, d = h - ds = 95.0 mm
Ditinjau plat lantai selebar 1 m,  b= 1000 mm
Momen nominal rencana, Mn = Mu / f = 6.586 kNm
-6 2
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / ( b * d ) = 0.72970
Rn < Rmax  (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan :
r = 0.85 * fc' / fy * [ 1 -  [ 1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc' ) ] = 0.0031
Rasio tulangan minimum, rmin = 0.0025
Rasio tulangan yang digunakan,  r= 0.0031
Luas tulangan yang diperlukan, As = r * b * d = 294 mm2
Jarak tulangan yang diperlukan, s = p / 4 *  2 * b / As = 267 mm
Jarak tulangan maksimum, smax = 200 mm
Jarak sengkang yang harus digunakan, s= 200 mm
Diambil jarak sengkang :  s= 200 mm
Digunakan tulangan,  10 - 200
Luas tulangan terpakai, As = p / 4 *  * b / s =
2
393 mm2
E. KONTROL LENDUTAN PLAT

Modulus elastis beton, Ec = 4700*√ fc' = 23500 MPa


Modulus elastis baja tulangan, Es = 2.00E+05 MPa
Beban merata (tak terfaktor) padaplat, Q = QD + QL = 6.850 N/mm
Panjang bentang plat, Lx = 2000 mm
Batas lendutan maksimum yang diijinkan, Lx / 240 = 8.333 mm
Momen inersia brutto penampang plat, Ig = 1/12 * b * h3 = 144000000 mm3
Modulus keruntuhan lentur beton, fr = 0.7 * √ fc' = 3.5 MPa
Nilai perbandingan modulus elastis, n = Es / Ec = 8.51
Jarak garis netral terhadap sisi atas beton, c = n * As / b = 3.342 mm
Momen inersia penampang retak yang ditransformasikan ke beton dihitung sbb. :
4
Icr = 1/3 * b * c3 + n * As * ( d - c )2 = 28090150 mm
yt = h / 2 = 60 mm
Momen retak : Mcr = fr * Ig / yt = 8400000 Nmm
Momen maksimum akibat beban (tanpa faktor beban) :
Ma = 1 / 8 * Q * Lx2 = 3425000 Nmm
Inersia efektif untuk perhitungan lendutan,
4
Ie = ( Mcr / Ma )3 * Ig + [ 1 - ( Mcr / Ma )3 ] * Icr = 1738012830 mm
Lendutan elastis seketika akibat beban mati dan beban hidup :
de = 5 / 384 * Q * Lx4 / ( Ec * Ie ) = 0.035 mm
Rasio tulangan slab lantai : r = As / ( b * d ) = 0.0041
Faktor ketergantungan waktu untuk beban mati (jangka waktu > 5 tahun), nilai :
z= 2.0
l = z / ( 1 + 50 * r ) = 1.6574
Lendutan jangka panjang akibat rangkak dan susut :
dg = l * 5 / 384 * Q * Lx4 / ( Ec * Ie ) = 0.058 mm
Lendutan total, dtot = de + dg = 0.093 mm
Syarat : dtot ≤ Lx / 240
0.093 < 8.333  AMAN (OK)
PERHITUNGAN BALOK (BEAM )
TB-40X20

A. DATA BALOK LANTAI

BAHAN STRUKTUR
Kuat tekan beton, fc' = 25 MPa
Tegangan leleh baja (deform) untuk tulangan lentur, fy = 400 MPa
Tegangan leleh baja (polos) untuk tulangan geser, fy = 240 MPa
DIMENSI BALOK
Lebar balok b= 200 mm
Tinggi balok h= 400 mm
Diameter tulangan (deform) yang digunakan, D= 13 mm
Diameter sengkang (polos) yang digunakan, P= 10 mm
Tebal bersih selimut beton, ts = 20 mm
MOMEN DAN GAYA GESER RENCANA
Momen rencana positif akibat beban terfaktor, Mu+ = 1.792 kNm
Momen rencana negatif akibat beban terfaktor, Mu - = 3.840 kNm
Gaya geser rencana akibat beban terfaktor, Vu = 5.380 kN

B. PERHITUNGAN TULANGAN

Untuk : fc' ≤ 25 MPa, b1 = 0.85


Untuk : fc' > 25 MPa, b1 = 0.85 - 0.05 * ( fc' - 25) / 7 = -
Faktor bentuk distribusi tegangan beton,  b1 = 0.85
Rasio tulangan pada kondisi balance ,
rb = b1* 0.85 * fc’/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.0271
Faktor tahanan momen maksimum,
Rmax = 0.75 * rb * fy * [1 – ½*0.75* rb * fy / ( 0.85 * fc’ ) ] = 6.5736
Faktor reduksi kekuatan lentur, f = 0.90
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, ds = ts +  + D/2 = 27.40 mm
Jumlah tulangan dlm satu baris, ns = ( b - 2 * ds) / ( 25 + D ) = 3.82
Digunakan jumlah tulangan dalam satu baris, ns = 4 bh
Jarak horisontal pusat ke pusat antara tulangan,
x = ( b - ns * D - 2 * ds ) / ( ns - 1 ) = 31.07 mm
Jarak vertikal pusat ke pusat antara tulangan, y = D + 25 = 38.00 mm

1. TULANGAN MOMEN POSITIF

Momen positif nominal rencana, Mn = Mu+ / f = 1.991 kNm


Diperkirakan jarak pusat tulangan lentur ke sisi beton, d' = 37 mm
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 363.50 mm
6 2
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / ( b * d ) = 0.0753
Rn < Rmax  (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan :
r = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 -  * [1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ) ] = 0.00019
Rasio tulangan minimum, rmin =  fc' / ( 4 * fy ) = 0.00313
Rasio tulangan minimum, rmin = 1.4 / fy = 0.00350
Rasio tulangan yang digunakan,  r= 0.00350
As = r * b * d =
2
Luas tulangan yang diperlukan, 254 mm
Jumlah tulangan yang diperlukan, n = As / ( p / 4 * D2 ) = 1.917
Digunakan tulangan, 2 D 13
As = n * p / 4 * D =
2 2
Luas tulangan terpakai, 265 mm
Jumlah baris tulangan, nb = n / ns = 0.50
nb < 3  (OK)
Baris Jumlah Jarak Juml. Jarak
ke ni yi ni * yi
1 2 27.40 54.80
2 0 0.00 0.00
3 0 0.00 0.00
n= 2 S [ ni * yi ] = 54.8
Letak titik berat tulangan,  d' = S [ ni * yi ] / n = 27.40 mm
27.40 < 37  perkiraan d' (OK)
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 372.60 mm
a = As * fy / ( 0.85 * fc' * b ) = 24.985 mm
Momen nominal, Mn = As * fy * ( d - a / 2 ) * 10-6 = 38.238 kNm
Tahanan momen balok, f * Mn = 34.414 kNm
Syarat : f * Mn ≥ Mu +

34.414 > 1.792  AMAN (OK)

2. TULANGAN MOMEN NEGATIF

Momen negatif nominal rencana, Mn = Mu- / f = 4.267 kNm


Diperkirakan jarak pusat tulangan lentur ke sisi beton, d' = 37 mm
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 363.50 mm
6 2
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / ( b * d ) = 0.1615
Rn < Rmax  (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan :
r = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 -  * [1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ) ] = 0.00041
Rasio tulangan minimum, rmin =  fc' / ( 4 * fy ) = 0.00313
Rasio tulangan minimum, r min = 1.4 / fy = 0.00350
Rasio tulangan yang digunakan,  r= 0.00350
Luas tulangan yang diperlukan, As = r * b * d = 254 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan, n = As / ( p / 4 * D2 ) = 1.917
Digunakan tulangan, 2 D 13
Luas tulangan terpakai, As = n * p / 4 * D =
2
265 mm2
Jumlah baris tulangan, nb = n / ns = 0.50
nb < 3  (OK)

Baris Jumlah Jarak Juml. Jarak


ke ni yi ni * yi
1 2 27.40 54.80
2 0 0.00 0.00
3 0 0.00 0.00
n= 2 S [ ni * yi ] = 54.8
Letak titik berat tulangan,  d' = S [ ni * yi ] / n = 27.40 mm
27.40 < 37  perkiraan d' (OK)
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 372.6 mm
a = As * fy / ( 0.85 * fc' * b ) = 24.985 mm
Momen nominal, Mn = As * fy * ( d - a / 2 ) * 10-6 = 38.238 kNm
Tahanan momen balok, f * Mn = 34.414 kNm
Syarat : f * Mn ≥ Mu -

34.414 > 3.840  AMAN (OK)


3. TULANGAN GESER

Gaya geser ultimit rencana, Vu = 5.380 kN


Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.60
Tegangan leleh tulangan geser, fy = 240 MPa
Kuat geser beton, Vc = (√ fc') / 6 * b * d * 10-3 = 60.583 kN
Tahanan geser beton, f * Vc = 36.350 kN
 Hanya perlu tul.geser min
Tahanan geser sengkang, f * Vs = Vu - f * Vc = - kN
Kuat geser sengkang, Vs = 5.380 kN
Digunakan sengkang berpenampang : 2 P 10
Luas tulangan geser sengkang, Av = ns * p / 4 * P = 2
157.08 mm2
3
Jarak sengkang yang diperlukan : s = Av * fy * d / ( Vs * 10 ) = 2547.14 mm
Jarak sengkang maksimum, smax = 200.00 mm
Jarak sengkang yang harus digunakan, s= 200.00 mm
Diambil jarak sengkang :  s= 200 mm
Digunakan sengkang, 2 P 10 200
PERHITUNGAN BALOK LANTAI (BEAM )
B1-40X20

A. DATA BALOK LANTAI

BAHAN STRUKTUR
Kuat tekan beton, fc' = 25 MPa
Tegangan leleh baja (deform) untuk tulangan lentur, fy = 400 MPa
Tegangan leleh baja (polos) untuk tulangan geser, fy = 240 MPa
DIMENSI BALOK
Lebar balok b= 200 mm
Tinggi balok h= 400 mm
Diameter tulangan (deform) yang digunakan, D= 16 mm
Diameter sengkang (polos) yang digunakan, P= 10 mm
Tebal bersih selimut beton, ts = 20 mm
MOMEN DAN GAYA GESER RENCANA
Momen rencana positif akibat beban terfaktor, Mu+ = 13.117 kNm
Momen rencana negatif akibat beban terfaktor, Mu - = 36.736 kNm
Gaya geser rencana akibat beban terfaktor, Vu = 40.800 kN

B. PERHITUNGAN TULANGAN

Untuk : fc' ≤ 25 MPa, b1 = 0.85


Untuk : fc' > 25 MPa, b1 = 0.85 - 0.05 * ( fc' - 25) / 7 = -
Faktor bentuk distribusi tegangan beton,  b1 = 0.85
Rasio tulangan pada kondisi balance ,
rb = b1* 0.85 * fc’/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.0271
Faktor tahanan momen maksimum,
Rmax = 0.75 * rb * fy * [1 – ½*0.75* rb * fy / ( 0.85 * fc’ ) ] = 6.5736
Faktor reduksi kekuatan lentur, f = 0.90
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, ds = ts +  + D/2 = 28.90 mm
Jumlah tulangan dlm satu baris, ns = ( b - 2 * ds) / ( 25 + D ) = 3.47
Digunakan jumlah tulangan dalam satu baris, ns = 5 bh
Jarak horisontal pusat ke pusat antara tulangan,
x = ( b - ns * D - 2 * ds ) / ( ns - 1 ) = 15.55 mm
Jarak vertikal pusat ke pusat antara tulangan, y = D + 25 = 41.00 mm

1. TULANGAN MOMEN POSITIF

Momen positif nominal rencana, Mn = Mu+ / f = 14.574 kNm


Diperkirakan jarak pusat tulangan lentur ke sisi beton, d' = 38 mm
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 362.00 mm
6 2
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / ( b * d ) = 0.5561
Rn < Rmax  (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan :
r = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 -  * [1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ) ] = 0.00141
Rasio tulangan minimum, rmin =  fc' / ( 4 * fy ) = 0.00313
Rasio tulangan minimum, rmin = 1.4 / fy = 0.00350
Rasio tulangan yang digunakan,  r= 0.00350
As = r * b * d =
2
Luas tulangan yang diperlukan, 253 mm
Jumlah tulangan yang diperlukan, n = As / ( p / 4 * D2 ) = 1.260
Digunakan tulangan, 2 D 16
As = n * p / 4 * D =
2 2
Luas tulangan terpakai, 402 mm
Jumlah baris tulangan, nb = n / ns = 0.40
nb < 3  (OK)
Baris Jumlah Jarak Juml. Jarak
ke ni yi ni * yi
1 2 28.90 57.80
2 0 0.00 0.00
3 0 0.00 0.00
n= 2 S [ ni * yi ] = 57.8
Letak titik berat tulangan,  d' = S [ ni * yi ] / n = 28.90 mm
28.90 < 38  perkiraan d' (OK)
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 371.10 mm
a = As * fy / ( 0.85 * fc' * b ) = 37.847 mm
Momen nominal, Mn = As * fy * ( d - a / 2 ) * 10-6 = 56.647 kNm
Tahanan momen balok, f * Mn = 50.983 kNm
Syarat : f * Mn ≥ Mu +

50.983 > 13.117  AMAN (OK)

2. TULANGAN MOMEN NEGATIF

Momen negatif nominal rencana, Mn = Mu- / f = 40.818 kNm


Diperkirakan jarak pusat tulangan lentur ke sisi beton, d' = 38 mm
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 362.00 mm
6 2
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / ( b * d ) = 1.5574
Rn < Rmax  (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan :
r = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 -  * [1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ) ] = 0.00405
Rasio tulangan minimum, rmin =  fc' / ( 4 * fy ) = 0.00313
Rasio tulangan minimum, r min = 1.4 / fy = 0.00350
Rasio tulangan yang digunakan,  r= 0.00405
Luas tulangan yang diperlukan, As = r * b * d = 293 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan, n = As / ( p / 4 * D2 ) = 1.458
Digunakan tulangan, 2 D 16
Luas tulangan terpakai, As = n * p / 4 * D =
2
402 mm2
Jumlah baris tulangan, nb = n / ns = 0.40
nb < 3  (OK)

Baris Jumlah Jarak Juml. Jarak


ke ni yi ni * yi
1 2 28.90 57.80
2 0 0.00 0.00
3 0 0.00 0.00
n= 2 S [ ni * yi ] = 57.8
Letak titik berat tulangan,  d' = S [ ni * yi ] / n = 28.90 mm
28.90 < 38  perkiraan d' (OK)
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 371.1 mm
a = As * fy / ( 0.85 * fc' * b ) = 37.847 mm
Momen nominal, Mn = As * fy * ( d - a / 2 ) * 10-6 = 56.647 kNm
Tahanan momen balok, f * Mn = 50.983 kNm
Syarat : f * Mn ≥ Mu -

50.983 > 36.736  AMAN (OK)


3. TULANGAN GESER

Gaya geser ultimit rencana, Vu = 40.800 kN


Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.60
Tegangan leleh tulangan geser, fy = 240 MPa
Kuat geser beton, Vc = (√ fc') / 6 * b * d * 10-3 = 60.333 kN
Tahanan geser beton, f * Vc = 36.200 kN
 Perlu tulangan geser
Tahanan geser sengkang, f * Vs = Vu - f * Vc = 4.600 kN
Kuat geser sengkang, Vs = 7.667 kN
Digunakan sengkang berpenampang : 2 P 10
Luas tulangan geser sengkang, Av = ns * p / 4 * P = 2
157.08 mm2
3
Jarak sengkang yang diperlukan : s = Av * fy * d / ( Vs * 10 ) = 1780.05 mm
Jarak sengkang maksimum, smax = 200.00 mm
Jarak sengkang yang harus digunakan, s= 200.00 mm
Diambil jarak sengkang :  s= 200 mm
Digunakan sengkang, 2 P 10 200
PERHITUNGAN BALOK LANTAI (BEAM )
BA-15X30

A. DATA BALOK LANTAI

BAHAN STRUKTUR
Kuat tekan beton, fc' = 25 MPa
Tegangan leleh baja (deform) untuk tulangan lentur, fy = 400 MPa
Tegangan leleh baja (polos) untuk tulangan geser, fy = 240 MPa
DIMENSI BALOK
Lebar balok b= 150 mm
Tinggi balok h= 300 mm
Diameter tulangan (deform) yang digunakan, D= 13 mm
Diameter sengkang (polos) yang digunakan, P= 10 mm
Tebal bersih selimut beton, ts = 25 mm
MOMEN DAN GAYA GESER RENCANA
Momen rencana positif akibat beban terfaktor, Mu+ = 0.369 kNm
Momen rencana negatif akibat beban terfaktor, Mu - = 4.241 kNm
Gaya geser rencana akibat beban terfaktor, Vu = 3.730 kN

B. PERHITUNGAN TULANGAN

Untuk : fc' ≤ 25 MPa, b1 = 0.85


Untuk : fc' > 25 MPa, b1 = 0.85 - 0.05 * ( fc' - 25) / 7 = -
Faktor bentuk distribusi tegangan beton,  b1 = 0.85
Rasio tulangan pada kondisi balance ,
rb = b1* 0.85 * fc’/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.0271
Faktor tahanan momen maksimum,
Rmax = 0.75 * rb * fy * [1 – ½*0.75* rb * fy / ( 0.85 * fc’ ) ] = 6.5736
Faktor reduksi kekuatan lentur, f = 0.90
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, ds = ts +  + D/2 = 32.40 mm
Jumlah tulangan dlm satu baris, ns = ( b - 2 * ds) / ( 25 + D ) = 2.24
Digunakan jumlah tulangan dalam satu baris, ns = 4 bh
Jarak horisontal pusat ke pusat antara tulangan,
x = ( b - ns * D - 2 * ds ) / ( ns - 1 ) = 11.07 mm
Jarak vertikal pusat ke pusat antara tulangan, y = D + 25 = 38.00 mm

1. TULANGAN MOMEN POSITIF

Momen positif nominal rencana, Mn = Mu+ / f = 0.410 kNm


Diperkirakan jarak pusat tulangan lentur ke sisi beton, d' = 42 mm
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 258.50 mm
6 2
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / ( b * d ) = 0.0409
Rn < Rmax  (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan :
r = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 -  * [1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ) ] = 0.00010
Rasio tulangan minimum, rmin =  fc' / ( 4 * fy ) = 0.00313
Rasio tulangan minimum, rmin = 1.4 / fy = 0.00350
Rasio tulangan yang digunakan,  r= 0.00350
As = r * b * d =
2
Luas tulangan yang diperlukan, 136 mm
Jumlah tulangan yang diperlukan, n = As / ( p / 4 * D2 ) = 1.022
Digunakan tulangan, 2 D 13
As = n * p / 4 * D =
2 2
Luas tulangan terpakai, 265 mm
Jumlah baris tulangan, nb = n / ns = 0.50
nb < 3  (OK)
Baris Jumlah Jarak Juml. Jarak
ke ni yi ni * yi
1 2 32.40 64.80
2 0 0.00 0.00
3 0 0.00 0.00
n= 2 S [ ni * yi ] = 64.8
Letak titik berat tulangan,  d' = S [ ni * yi ] / n = 32.40 mm
32.40 < 42  perkiraan d' (OK)
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 267.60 mm
a = As * fy / ( 0.85 * fc' * b ) = 33.313 mm
Momen nominal, Mn = As * fy * ( d - a / 2 ) * 10-6 = 26.647 kNm
Tahanan momen balok, f * Mn = 23.982 kNm
Syarat : f * Mn ≥ Mu +

23.982 > 0.369  AMAN (OK)

2. TULANGAN MOMEN NEGATIF

Momen negatif nominal rencana, Mn = Mu- / f = 4.712 kNm


Diperkirakan jarak pusat tulangan lentur ke sisi beton, d' = 42 mm
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 258.50 mm
6 2
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / ( b * d ) = 0.4701
Rn < Rmax  (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan :
r = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 -  * [1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ) ] = 0.00119
Rasio tulangan minimum, rmin =  fc' / ( 4 * fy ) = 0.00313
Rasio tulangan minimum, r min = 1.4 / fy = 0.00350
Rasio tulangan yang digunakan,  r= 0.00350
Luas tulangan yang diperlukan, As = r * b * d = 136 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan, n = As / ( p / 4 * D2 ) = 1.022
Digunakan tulangan, 2 D 13
Luas tulangan terpakai, As = n * p / 4 * D =
2
265 mm2
Jumlah baris tulangan, nb = n / ns = 0.50
nb < 3  (OK)

Baris Jumlah Jarak Juml. Jarak


ke ni yi ni * yi
1 2 32.40 64.80
2 0 0.00 0.00
3 0 0.00 0.00
n= 2 S [ ni * yi ] = 64.8
Letak titik berat tulangan,  d' = S [ ni * yi ] / n = 32.40 mm
32.40 < 42  perkiraan d' (OK)
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 267.6 mm
a = As * fy / ( 0.85 * fc' * b ) = 33.313 mm
Momen nominal, Mn = As * fy * ( d - a / 2 ) * 10-6 = 26.647 kNm
Tahanan momen balok, f * Mn = 23.982 kNm
Syarat : f * Mn ≥ Mu -

23.982 > 4.241  AMAN (OK)


3. TULANGAN GESER

Gaya geser ultimit rencana, Vu = 3.730 kN


Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.60
Tegangan leleh tulangan geser, fy = 240 MPa
Kuat geser beton, Vc = (√ fc') / 6 * b * d * 10-3 = 32.313 kN
Tahanan geser beton, f * Vc = 19.388 kN
 Hanya perlu tul.geser min
Tahanan geser sengkang, f * Vs = Vu - f * Vc = - kN
Kuat geser sengkang, Vs = 3.730 kN
Digunakan sengkang berpenampang : 1 P 10
Luas tulangan geser sengkang, Av = ns * p / 4 * P = 2
78.54 mm2
3
Jarak sengkang yang diperlukan : s = Av * fy * d / ( Vs * 10 ) = 1306.33 mm
Jarak sengkang maksimum, smax = 200.00 mm
Jarak sengkang yang harus digunakan, s= 200.00 mm
Diambil jarak sengkang :  s= 200 mm
Digunakan sengkang, 1 P 10 200
PERHITUNGAN BALOK LANTAI (BEAM )
RB-40X20

A. DATA BALOK LANTAI

BAHAN STRUKTUR
Kuat tekan beton, fc' = 25 MPa
Tegangan leleh baja (deform) untuk tulangan lentur, fy = 400 MPa
Tegangan leleh baja (polos) untuk tulangan geser, fy = 240 MPa
DIMENSI BALOK
Lebar balok b= 200 mm
Tinggi balok h= 400 mm
Diameter tulangan (deform) yang digunakan, D= 13 mm
Diameter sengkang (polos) yang digunakan, P= 10 mm
Tebal bersih selimut beton, ts = 25 mm
MOMEN DAN GAYA GESER RENCANA
Momen rencana positif akibat beban terfaktor, Mu+ = 19.577 kNm
Momen rencana negatif akibat beban terfaktor, Mu - = 33.338 kNm
Gaya geser rencana akibat beban terfaktor, Vu = 43.700 kN

B. PERHITUNGAN TULANGAN

Untuk : fc' ≤ 25 MPa, b1 = 0.85


Untuk : fc' > 25 MPa, b1 = 0.85 - 0.05 * ( fc' - 25) / 7 = -
Faktor bentuk distribusi tegangan beton,  b1 = 0.85
Rasio tulangan pada kondisi balance ,
rb = b1* 0.85 * fc’/ fy * 600 / ( 600 + fy ) = 0.0271
Faktor tahanan momen maksimum,
Rmax = 0.75 * rb * fy * [1 – ½*0.75* rb * fy / ( 0.85 * fc’ ) ] = 6.5736
Faktor reduksi kekuatan lentur, f = 0.90
Jarak tulangan terhadap sisi luar beton, ds = ts +  + D/2 = 32.40 mm
Jumlah tulangan dlm satu baris, ns = ( b - 2 * ds) / ( 25 + D ) = 3.56
Digunakan jumlah tulangan dalam satu baris, ns = 4 bh
Jarak horisontal pusat ke pusat antara tulangan,
x = ( b - ns * D - 2 * ds ) / ( ns - 1 ) = 27.73 mm
Jarak vertikal pusat ke pusat antara tulangan, y = D + 25 = 38.00 mm

1. TULANGAN MOMEN POSITIF

Momen positif nominal rencana, Mn = Mu+ / f = 21.752 kNm


Diperkirakan jarak pusat tulangan lentur ke sisi beton, d' = 42 mm
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 358.50 mm
6 2
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / ( b * d ) = 0.8462
Rn < Rmax  (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan :
r = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 -  * [1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ) ] = 0.00216
Rasio tulangan minimum, rmin =  fc' / ( 4 * fy ) = 0.00313
Rasio tulangan minimum, rmin = 1.4 / fy = 0.00350
Rasio tulangan yang digunakan,  r= 0.00350
As = r * b * d =
2
Luas tulangan yang diperlukan, 251 mm
Jumlah tulangan yang diperlukan, n = As / ( p / 4 * D2 ) = 1.891
Digunakan tulangan, 2 D 13
As = n * p / 4 * D =
2 2
Luas tulangan terpakai, 265 mm
Jumlah baris tulangan, nb = n / ns = 0.50
nb < 3  (OK)
Baris Jumlah Jarak Juml. Jarak
ke ni yi ni * yi
1 2 32.40 64.80
2 0 0.00 0.00
3 0 0.00 0.00
n= 2 S [ ni * yi ] = 64.8
Letak titik berat tulangan,  d' = S [ ni * yi ] / n = 32.40 mm
32.40 < 42  perkiraan d' (OK)
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 367.60 mm
a = As * fy / ( 0.85 * fc' * b ) = 24.985 mm
Momen nominal, Mn = As * fy * ( d - a / 2 ) * 10-6 = 37.707 kNm
Tahanan momen balok, f * Mn = 33.937 kNm
Syarat : f * Mn ≥ Mu +

33.937 > 19.577  AMAN (OK)

2. TULANGAN MOMEN NEGATIF

Momen negatif nominal rencana, Mn = Mu- / f = 37.042 kNm


Diperkirakan jarak pusat tulangan lentur ke sisi beton, d' = 42 mm
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 358.50 mm
6 2
Faktor tahanan momen, Rn = Mn * 10 / ( b * d ) = 1.4411
Rn < Rmax  (OK)
Rasio tulangan yang diperlukan :
r = 0.85 * fc’ / fy * [ 1 -  * [1 – 2 * Rn / ( 0.85 * fc’ ) ] = 0.00373
Rasio tulangan minimum, rmin =  fc' / ( 4 * fy ) = 0.00313
Rasio tulangan minimum, r min = 1.4 / fy = 0.00350
Rasio tulangan yang digunakan,  r= 0.00373
Luas tulangan yang diperlukan, As = r * b * d = 268 mm2
Jumlah tulangan yang diperlukan, n = As / ( p / 4 * D2 ) = 2.017
Digunakan tulangan, 3 D 13
Luas tulangan terpakai, As = n * p / 4 * D =
2
398 mm2
Jumlah baris tulangan, nb = n / ns = 0.75
nb < 3  (OK)

Baris Jumlah Jarak Juml. Jarak


ke ni yi ni * yi
1 3 32.40 97.20
2 0 0.00 0.00
3 0 0.00 0.00
n= 3 S [ ni * yi ] = 97.2
Letak titik berat tulangan,  d' = S [ ni * yi ] / n = 32.40 mm
32.40 < 42  perkiraan d' (OK)
Tinggi efektif balok, d = h - d' = 367.6 mm
a = As * fy / ( 0.85 * fc' * b ) = 37.477 mm
Momen nominal, Mn = As * fy * ( d - a / 2 ) * 10-6 = 55.566 kNm
Tahanan momen balok, f * Mn = 50.010 kNm
Syarat : f * Mn ≥ Mu -

50.010 > 33.338  AMAN (OK)


3. TULANGAN GESER

Gaya geser ultimit rencana, Vu = 43.700 kN


Faktor reduksi kekuatan geser, f= 0.60
Tegangan leleh tulangan geser, fy = 240 MPa
Kuat geser beton, Vc = (√ fc') / 6 * b * d * 10-3 = 59.750 kN
Tahanan geser beton, f * Vc = 35.850 kN
 Perlu tulangan geser
Tahanan geser sengkang, f * Vs = Vu - f * Vc = 7.850 kN
Kuat geser sengkang, Vs = 13.083 kN
Digunakan sengkang berpenampang : 1 P 10
Luas tulangan geser sengkang, Av = ns * p / 4 * P = 2
78.54 mm2
3
Jarak sengkang yang diperlukan : s = Av * fy * d / ( Vs * 10 ) = 516.50 mm
Jarak sengkang maksimum, smax = 200.00 mm
Jarak sengkang yang harus digunakan, s= 200.00 mm
Diambil jarak sengkang :  s= 200 mm
Digunakan sengkang, 1 P 10 200
TABEL PERHITUNGAN KOLOM

TABLE: Concrete Design 1 - Column Summary Data - ACI 318-99

b h As perlu Ø Luas n As Aktual Cek di Pasang Av/S Perlu Ø Luas jarak Av/S Aktual Cek di Pasang
mm² mm mm² mm² mm²/mm mm mm² mm mm²/mm
Tumpuan K1 300 300 1608 16 201.142857 8 1609.14286 Aman 8D 16 1.79 13 265.5714 140 1.89693878 Aman P 13 - 140
Lapangan K1 300 300 1608 16 201.142857 8 1609.14286 Aman 8D 16 1.79 13 265.5714 140 1.89693878 Aman P 13 - 140
Program ETABS Version 9.6.0.0
File:SEMBABAN.LOG

B E G I N A N A L Y S I S 2019/04/18
09:54:53

MAXIMUM MEMORY BLOCK SIZE (BYTES) = 64.000 MB

E L E M E N T F O R M A T I O N
09:54:53

NUMBER OF JOINT ELEMENTS FORMED = 108


NUMBER OF SPRING ELEMENTS FORMED = 0
NUMBER OF FRAME ELEMENTS FORMED = 836
NUMBER OF SHELL ELEMENTS FORMED = 154
NUMBER OF CONSTRAINTS FORMED = 3

REDUCTION OF CONSTRAINTS AND RESTRAINTS:


NUMBER OF
CONSTRAINT MASTER DOF BEFORE REDUCTION = 9
COUPLED CONSTRAINT/RESTRAINT MASTER DOF = 0
CONSTRAINT MASTER DOF AFTER REDUCTION = 9

E Q U A T I O N S O L U T I O N
09:54:54

TOTAL NUMBER OF EQUILIBRIUM EQUATIONS = 1125


APPROXIMATE "EFFECTIVE" BAND WIDTH = 135

NUMBER OF EQUATION STORAGE BLOCKS = 1


MAXIMUM BLOCK SIZE (8-BYTE TERMS) = 144531
SIZE OF STIFFNESS FILE(S) (BYTES) = 1.107 MB

NUMBER OF EQUATIONS TO SOLVE = 1125


NUMBER OF STATIC LOAD CASES = 8
NUMBER OF ACCELERATION LOADS = 6
NUMBER OF NONLINEAR DEFORMATION LOADS = 0

E I G E N A N A L Y S I S
09:54:55

NUMBER OF STIFFNESS DEGREES OF FREEDOM = 1125


NUMBER OF MASS DEGREES OF FREEDOM = 216
NUMBER OF EIGEN MODES SOUGHT = 12
NUMBER OF RESIDUAL-MASS MODES SOUGHT = 0
NUMBER OF SUBSPACE VECTORS USED = 16
RELATIVE CONVERGENCE TOLERANCE = 1.00E-07
FREQUENCY SHIFT (CENTER) (CYC/TIME) = .000000
FREQUENCY CUTOFF (RADIUS) (CYC/TIME) = .000000

NUMBER OF EIGEN MODES FOUND = 12


NUMBER OF ITERATIONS PERFORMED = 252

R E S P O N S E - S P E C T R U M A N A L Y S I S
09:55:00

NUMBER OF SPEC ANALYSES PERFORMED = 2

J O I N T O U T P U T
09:55:00

G L O B A L F O R C E B A L A N C E R E L A T I V E E R R O R
S

PERCENT FORCE AND MOMENT ERROR AT THE ORIGIN, IN GLOBAL COORDINATES

LOAD FX FY FZ MX MY
MZ
DEAD 0.002353 0.001846 3.63E-14 2.98E-06 3.80E-06
0.000304
LIVE 0.010336 0.000820 3.61E-14 1.32E-06 1.67E-05
0.001335
SW 0.005138 0.001790 1.03E-14 2.89E-06 8.29E-06
0.000663
EQX 1.035109 1.000531 1.76E-15 0.001615 0.001671
0.131672
EQY 1.035109 1.000531 1.76E-15 0.001615 0.001671
0.131672
TRIBUTAR 0.008412 0.000802 1.85E-14 1.29E-06 1.36E-05
0.001086
RSPX .000000 .000000 .000000 .000000 .000000
.000000
RSPY .000000 .000000 .000000 .000000 .000000
.000000

MODE FX FY FZ MX MY
MZ
1 0.646469 0.750099 2.70E-15 0.001705 0.001469
0.116392
2 0.291933 0.284210 4.77E-15 0.000592 0.000609
0.048563
3 0.055867 0.219835 .000000 0.000355 9.02E-05
0.006528
4 0.061775 0.375049 .000000 0.000605 0.000100
0.008446
5 0.184003 0.582456 4.67E-15 0.001214 0.000384
0.030742
6 1.049240 1.056382 2.39E-15 0.002952 0.002932
0.232942
7 2.701134 12.750746 2.95E-16 1.632741 0.323829
33.005840
8 3.769449 75.243078 6.30E-17 9.718285 0.485697
93.266610
9 8.735560 40.205391 5.76E-16 5.179629 1.145798
53.217476
10 5.209795 63.152009 7.54E-17 8.153398 0.671323
97.030636
11 0.297041 94.385827 1.32E-17 10.495186 0.081595
99.892631
12 0.642314 95.685089 1.22E-16 10.746198 0.128013
97.186354

SPEC FX FY FZ MX MY
MZ
RSPX 0.494336 0.369854 4.05E-15 0.000995 0.001330
0.105661
RSPY 0.227239 0.475914 2.97E-15 0.000992 0.000474
0.037572

E L E M E N T J O I N T - F O R C E O U T P U T
09:55:00

NUMBER OF JOINT ELEMENTS SAVED = 108


NUMBER OF FRAME ELEMENTS SAVED = 836
NUMBER OF SHELL ELEMENTS SAVED = 154

E L E M E N T O U T P U T
09:55:01

A N A L Y S I S C O M P L E T E 2019/04/18
09:55:01

Program ETABS Version 9.6.0.0


File:SEMBABAN.LOG

C E N T E R S O F R I G I D I T Y
09:55:01
Program ETABS Version 9.6.0.0
File:SEMBABAN.LOG

B E G I N A N A L Y S I S 2019/04/18
09:55:02

MAXIMUM MEMORY BLOCK SIZE (BYTES) = 64.000 MB

E L E M E N T F O R M A T I O N
09:55:02

NUMBER OF JOINT ELEMENTS FORMED = 108


NUMBER OF SPRING ELEMENTS FORMED = 0

L O A D R E - S O L U T I O N
09:55:02

NUMBER OF STATIC LOAD CASES = 8

E L E M E N T J O I N T - F O R C E O U T P U T
09:55:02

NUMBER OF JOINT ELEMENTS SAVED = 108


NUMBER OF FRAME ELEMENTS SAVED = 836
NUMBER OF SHELL ELEMENTS SAVED = 154

A N A L Y S I S C O M P L E T E 2019/04/18
09:55:03