Anda di halaman 1dari 3

Laporan Ilmu Ukur Tanah Tahun 2018 Nilai:

Acara IV Bagian 2 Waktu Praktikum


Pengukuran Kesalahan (Perhitungan Akurasi)
Disusun oleh Asisten Praktikum Tanggal Praktikum
Nama Praktikan: 1.
Lampiran
1. Tabel 4.1 Pengukuran Posisi dan CE90
Pembahasan
Pengukuran merupakan penetapan suatu angka terhadap suatu subjek dengan cara
sistematik. Hasil pengukuran diharapkan mampu menggambarkan ukuran sesungguhnya dari subjek
pengukuran. Terkadang terdapat kemungkinan hasil pengukuran yang dilakukan berbeda dengan
ukuran suatu subjek yang sebenarnya. Kemungkinan pertama adalah hasil pengukuran lebih rendah
dari ukuran sebenarnya dan kemungkinan kedua adalah hasil pengukuran melebih ukuran
sesungguhnya. Saat kedua kemungkinan terjadi maka terdapat kesalahan dalam pengukuran dan
kesalahan tersebut dapat diukur nilainya (Widayati, C.S.W. 2009). Kesalahan pengukuran merujuk
pada sejauh mana inkonsistensi hasil pengukuran terjadi apabila pengukuran dilakukan ulang pada
kelompok subjek yang sama. Semakin kecil harga kesalahan pengukuran maka pengukuran
semakin cermat dan semakin dapat dipercaya (Azwar, 2007).

Menurut Perka BIG No 15 Tahun 2014, ketelitian peta adalah nilai yang menggambarkan
tingkat kesesuaian antara posisi dan atribut sebuah objek di peta dengan posisi dan atribut
sebenarnya. Tingkat akurasi hasil pengukuran dapat dihitung melalui Root-Mean-Square Error
(RMSE). Root-Mean-Square Error (RMSE) adalah akar kuadrat dari ratarata kuadrat selisih antara
nilai koordinat data dan nilai koordinat dari sumber independent yang akurasinya lebih tinggi. Tingkat
akurasi horizontal dihitung melalui Circular Error 90% (CE90). Circular Error 90% (CE90) adalah
ukuran ketelitian geometric horizontal yang didefinisikan sebagai radius lingkaran yang menunjukkan
bahwa 90% kesalahan atau perbedaan posisi horizontal objek di peta dengan posisi yang dianggap
sebenarnya tidak lebih besar dari radius tersebut.

Pengukuran posisi dilakukan dengan menggunakan dua alat yaitu GPS hand-held dan GPS
Geodetik. Persamaan fungsi kedua alat adalah dapat menentukan koordinat saat berada di
lapangan. Pengukuran posisi dilakukan pada tempat terbuka agar satelit tidak terhalang oleh objek
yang berada diatas GPS seperti vegetasi dan atap gedung, sehingga mengurangi tingkat akurasi
pengukuran posisi. GPS Geodetik merupakan GPS yang mempunyai kemampuan untuk menangkap
signal L1, L2, atau GNSS. Satu set GPS Geodetik terdiri dari dua alat, sebagai base station dan
sebagai rover. GPS handheld hanya terdiri dari satu perangkat GPS berukuran genggaman tangan
orang dewasa.

Pengukuran akurasi dilakukan dengan mengurangi hasil pengukuran koordinat


menggunakan GPS hand-held dengan hasil pengukuran koordinat GPS Geodetik. Hal tersebut
dilakukan karena hasil pengukuran koordinat GPS handheld hanya mencapai ketelitian dibawah 10m
sementara GPS Geodetik dapat mencapai ketelitian millimeter sehingga hasil pengukuran koordinat
menggunakan GPS Geodetik dianggap benar. Oleh karena itu, pengukuran koordinat menggunakan
GPS Geodetik memerlukan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan pengukuran menggunakan
GPS handheld. Pengukuran posisi dilakukan dengan menghindari adanya alat-alat elektronik yang
dapat mengeluarkan gelombang elektromagnetik karena dapat mengganggu gelombang yang
ditangkap.
Hasil perhitungan akurasi pada pengukuran posisi adalah nilai RMSE 4.45161704 dan nilai
CE90 sebesar 6.75532. Nilai CE90 berada dibawah radius batas standar yaitu 10% sehingga
kesalahan pengukuran masih dapat ditoleransi. Berdasarkan nilai RMSE nya menandakan hasil
pengukuran koordinat menggunakan GPS handheld terdapat error 4.4 dari pengurkuran yang
dianggap benar yaitu hasil pengukuran GPS Geodetik. Perbedaan posisi horizontal objek berada
pada radius 6.75 dari pengukuran yang dianggap benar.

Akurasi data hasil pengukuran dari survei GPS pada dasarnya dipengaruhi oleh tiga faktor
yaitu jenis data yang digunakan, kualitas dari receiver GPS yang digunakan, dan bias yang
disebabkan adanya gangguan pada media atmosfer saat gelombang elektromagnetik merambat dari
satelit ke receiver. Ketelitian data yang diperoleh survei GPS secara umum akan bergantung pada
waktu dan lamanya pengamatan. Pemilihan waktu pada pengamatan survei GPS berguna untuk
memberikan kualitas data dengan tingkat ketelitian tertentu yang diperoleh dari hasil survei GPS
(Rahman, 2013).

Sinyal GPS tidak sepenuhnya baik sepanjang hari, terdapat faktor yang mempengaruhi
kualitas data yg diterima dari GPS. Kesalahan dapat muncul satelit gps (kesalahan jam satelit,
ephemeris error), propagasi sinyal (bias troposfer, bias ionosfer, cycle slips, ambiguitas fase), dan
lokasi survey. Pengukuran koordinat menggunakan GPS geodetic meskipun memiliki ketelitian yang
sangat tinggi juga memiliki kelemahan. GPS geodetic beroperasi menggunakan sinyal dari kartu
perdana, apabila lokasi survey berada pada daerah pedalaman / sulit sinyal akan sulit dalam
megumpulkan data koordinat. Kelemahan lainnya adalah perangkat GPS Geodetik cukup besar
sehingga perlu tenaga lebih apabila lokasi survey cukup luas. Kelebihan pengukuran koodinat
menggunakan alat GPS handheld adalah ukuranya tidak terlalu besar, mudah dibawa saat survei
lapangan. Kelemahan dari GPS handheld diantaranya tingkat ketelitiannya masih rendah.

Kesimpulan
1. Pengujian kesalahan pada alat ukur maupun pada hasil pengukuran dilakukan
menggunakan peralatan GPS Handheld dan GPS Geodetik. Pengukuran akurasi dilakukan
dengan menghitung selisih antara hasil pengukuran posisi dengan GPS Handheld dan GPS
Geodetik. Hasil selisih digunakan untuk menghitung RMS Error dan Circular Error 90 data
hasil pengukuran.
2. Hasil perhitungan RMSE pada pengukuran posisi yang dilakukan adalah 4.45, sementara
hasil CE 90 adalah 6.75. Berdasarkan hasil tersebut nilai CE 90 pengukuran masih berada
dibawah batas toleransi kesalahan yaitu 10% sehingga data hasil pengukuran dapat
diterima. Semakin kecil nilai RMSE dan nilai CE 90 menandakan pengukuran yang
dilakukan semakin akurat.

Referensi
Azwar, S. 2007. Reliabilitas dan validitas (edisi ke-3). Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Badan Informasi Geospasial. 2014. Peraturan Kepala Badan Informasi Geospasial Nomor 15 Tahun
2014 Tentang Pedoman Teknis Ketelitian Peta Dasar : Istilah dan Definis (p) 5.
Rahman, R.R. 2013. Pengaruh Waktu Pengamatan Terhadap Ketelitian Posisi dalam Survei GPS.
Jurnal Reka Geomatika Jurusan Teknik Geodesi 1 (1). Juni 2013
Widayati, C.S.W. 2009. Komparasi beberapa metode estimasi kesalahan pengukuran. Jurnal
Penelitian dan Evaluasi Pendidikan, 13(2).

TUGAS
1. Apa yang dimaksud dengan presisi dan akurasi dalam bidang ukur tanah?
2. Pengaturan apa yang harus dilakukan pada GPS Receiver agar dapat menampilkan satuan
posisi (x,y) dalam meter?

Jawaban

1. Akurasi adalah ukuran seberapa dekat suatu hasil pengukuran dengan nilai yang benar atau
diterima dari kuantitas besaran yang diukur. Presisi adalah ukuran dari seberapa dekat
serangkaian pengukuran satu sama lain.
2. Untuk menghidupkan receiver dapat dilakukan dengan cara menekan tombol ON / OFF,
setelah di hidupkan receiver akan inisialisasi (acquiring satelite atau mencari sinyal satelit),
setelah menerima 4 satelit akan muncul tampilan halaman informasi satelit beserta koordinat.
Informasi kanan atas menunjukan koordinat geografis posisi alat saat ini, bagian kiri atas
menunjukan ketelitian koordinat tersebut (makin kecil nilainya makin baik), bagian diagram
batang menunjukan informasi jumlah satelit dan kuatnya sinyal yang diterima.
Caranya:
a. Hidupkan alat
b. Pilih MAIN MENU (tekan tombol Menu dua kali).
c. Dengan tombol Rocker, pilih Setting dilanjutkan dengan menekan tombol Enter.
d. Selanjutnya menggunakan tombol Rocker pilih item Menu Units dilanjutkan dengan
menekan tombol Enter.
e. Menggunakan tombol Rocker, pindahkan kursor ke Position Format, tekan Enter
selanjutnya pilih sebagai berikut :
f. Pilih format hdddo mm’ ss.ss’’ kemudian tekan tombol Enter untuk koordinat Geografi.
g. Pilih UTM/UPS kemudian tekan Enter untuk koordinat UTM.
h. Pindahkan kursor ke Map Datum, dan pilih WGS 84.
i. Selanjutnya pindahkan balok kursor ke Distance/Speed, tekan Enter, kemudian pilih Metric
diikuti dengan menekan tombol Enter.
j. Pindahkan balok kursor ke Elevation (Vert Speed), tekan Enter, kemudian pilih Meters
(m/sec) diikuti dengan menekan tombol Enter.
k. Pindahkan balok kursor ke Depth, tekan Enter, kemudian pilih Meters dilanjutkan dengan
menekan tombol Enter.
l. Pindahkan balok kursor ke Temperature, tekan Enter, kemudian pilih Celcius dilanjutkan
dengan menekan tombol Enter. Setelah selesai tekan tombol Quit