Anda di halaman 1dari 15

0

ENERGI MANUSIA

LAPORAN PRAKTIKUM ENERGI DAN ELEKTRIFIKASI PERTANIAN

Oleh

Nama : Chusnul Chotimah


NIM : 171710201026
Kelas : TEP B

JURUSAN TEKNIK PERTANIAN


FAKULTAS TEKNOLOGI PERTANIAN
UNIVERSITAS JEMBER
2019
1

BAB 1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Energi merupakan kemampuan untuk melakukan suatu usaha. Energi
merupakan salah satu bagian terpenting dalam kehidupan manusia, hampir dari
semua aktivitas manusia selalu membutuhkan energi. Mulai dari aktivitas
berjalan, memasak, menyapu, menaiki tangga, berlari serta masih banyak aktivitas
manusia yang membutuhkan energi.
Manusia dapat membuat energi sendiri untuk melakukan aktivitas, dimana
manusia mengkonsumsi makanan dan minuman. Makanan merupakan salah satu
sumber utama energi bagi tubuh, layaknya bahan bakar yang dibutuhkan oleh
kendaraan untuk bisa dijalankan. Mengkonsumsi makanan dan minuman yang
kemudian diproses oleh tubuh untuk diubah dalam bentuk energi, setelah energi
terbentuk kemudian manusia dapat memanfaatkannya untuk melakukan aktifitas
sehari-hari.
Energi yang dibutuhkan dan dikonsumsi oleh manusia dapat diketahui dengan
melakukan perhitungan, terutama energi yang dibutuhkan manusia untuk
melakukan aktivitas sehari-hari. Kebutuhan setiap manusia berbeda-beda
tergantung kapasitas masing-masing. Beberapa hal yang mempengaruhi
kebutuhan energi manusia yaitu berat badan, tinggi, dan jenis kegiatan apa yang
dilakukan. Sehingga perhitungan energi yang dibutuhkan manusia perlu dilakukan
untuk mengetahui kisaran rata-rata energi yang dibutuhkan manusia untuk
melakukan aktivitas sehari-hari. Dapat diketahui bahwa ketika manusia bekerja,
maka mereka mengeluarkan gaya atau energi untuk melakukan perpindahan atau
bergerak. Oleh karena itu, praktikum ini dilakukan untuk mengetahui seberapa
besar energi manusia yang terpakai untuk menjalankan sebuah aktivitas (berlari).

1.2 Tujuan
Tujuan dari praktikum energi manusia ialah untuk mengetahui besarnya
energi yang dapat dikeluarkan oleh manusia untuk melakukan aktifitas.
2

1.3 Manfaat
Berdasarkan tujuan yang ada, manfaat dari praktikum perhitungan energi
manusia ialah dapat menghitung besar energi yang dibutuhkan manusia dengan
berat badan yang berbeda-beda dalam melakukan aktifitas.
3

BAB 2. METODOLOGI

2.1 Waktu dan Tempat


Praktikum energi manusia dilaksanakan pada Hari Rabu, 10 April 2019 pukul
09.40 WIB - Selesai yang bertempat di Laboratorium Energi Otomasi dan
Instrumentasi, Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Teknologi Pertanian
Universitas Jember.
2.2 Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum energi manusia yaitu:
1. Stopwatch
2. Roll Meter
3. Tangga (media praktikum)
4. Timbangan berat badan
5. 3 Manusia (sebagai bahan perumpamaan mesin)

2.3 Flowchart

Mulai

Menyiapkan Alat dan bahan

Mengukur berat badan tiga mahasiswa


(41 kg, 55 kg, dan 67 kg)

Mengukur panjang tangga (5,13 m)

Tiga mahasiswa menaiki tanga dengan cara lari biasa dan lari cepat

A
4

Mencatat waktu tempuh tiga mahasiswa

Menghitung rata-rata waktu, daya, gaya, dan kerja setiap mahasiswa

Laporan

Selesai

Gambar 2.1 Diagram Alir Praktikum Energi Manusia


5

BAB 3. HASIL DAN PEMBAHASAN

3.1 Data Hasil Praktikum


Tabel 3.1 Data lari biasa mahasiswa dengan berat badan 41 kg
Berat Percepatan
Lari Biasa Tinggi Waktu Kerja Gaya Daya
mahasiswa gravitasi
(m) (t) (Joule) (N) (watt)
A (kg) (m/s2)
Ulangan 1 4,84 2061,23 401,8 425,87
Ulangan 2 41 9,8 5,13 4,56 2061,23 401,8 452,03
Ulangan 3 5,1 2061,23 401,8 404,16
Rata-Rata 41 9,8 5,13 4,83 2061,23 401,8 427,35

Tabel 3.2 Data lari cepat mahasiswa dengan berat badan 41 kg


Berat Percepatan
Lari Cepat Tinggi Waktu Kerja Gaya Daya
mahasiswa gravitasi
(m) (t) (Joule) (N) (watt)
A (kg) (m/s2)
Ulangan 1 3,47 2061,23 401,8 594,02
Ulangan 2 41 9,8 5,13 3,38 2061,23 401,8 609,83
Ulangan 3 3,81 2061,23 401,8 541,01
Rata-Rata 41 9,8 5,13 3,55 2061,23 401,8 581,62

Tabel 3.3 Data lari biasa mahasiswa dengan berat badan 55 kg

Berat Percepatan
Lari Biasa Tinggi Waktu Kerja Gaya Daya
mahasiswa gravitasi
(m) (t) (Joule) (N) (watt)
A (kg) (m/s2)
Ulangan 1 4,25 2765,07 539 650,60
Ulangan 2 55 9,8 5,13 4,65 2765,07 539 594,64
Ulangan 3 4,78 2765,07 539 578,47
Rata-Rata 55 9,8 5,13 4,56 2765,07 539 607,90
6

Tabel 3.4 Data lari cepat mahasiswa dengan berat badan 55 kg

Berat Percepatan
Lari Cepat Tinggi Waktu Kerja Gaya Daya
mahasiswa gravitasi
2 (m) (t) (Joule) (N) (watt)
A (kg) (m/s )
Ulangan 1 3,25 2765,07 539 850,79
Ulangan 2 55 9,8 5,13 3,4 2765,07 539 813,26
Ulangan 3 3,22 2765,07 539 858,72
Rata-Rata 55 9,8 5,13 3,29 2765,07 539 840,92

Tabel 3.5 Data lari biasa mahasiswa dengan berat badan 67 kg

Berat Percepatan
Lari Biasa Tinggi Waktu Kerja Gaya Daya
mahasiswa gravitasi
(m) (t) (Joule) (N) (watt)
A (kg) (m/s2)
Ulangan 1 4,81 3368,36 656,6 700,28
Ulangan 2 67 9,8 5,13 4,78 3368,36 656,6 704,68
Ulangan 3 4,66 3368,36 656,6 722,82
Rata-Rata 67 9,8 5,13 4,75 3368,36 656,6 709,26

Tabel 3.6 Data lari cepat mahasiswa dengan berat badan 67 kg

Berat Percepatan
Lari Biasa Tinggi Waktu Kerja Gaya Daya
mahasiswa gravitasi
(m) (t) (Joule) (N) (watt)
A (kg) (m/s2)
Ulangan 1 3,69 3368,36 656,6 912,83
Ulangan 2 67 9,8 5,13 3,9 3368,36 656,6 863,68
Ulangan 3 3,91 3368,36 656,6 861,47
Rata-Rata 67 9,8 5,13 3,83 3368,36 656,6 879,33
7

3.2 Hubungan Berat dan Waktu

Hubungan Berat badan dengan waktu


6

4
Waktu (s)

3
Lari Biasa
2
Lari Cepat
1

0
0 20 40 60 80
Berat Badan (kg)

Gambar 3.1 Grafik hubungan berat dengan waktu


Berdasarkan Gambar 3.1 pada grafik lari biasa dan lari cepat menunjukkan
bahwa mahasiswa dengan berat badan 55 kg membutuhkan waktu tempuh yang
lebih cepat dibandingkan dengan mahasiswa dengan berat badan 41 kg dan 67 kg.
Seharusnya berdasarkan pernyataan Mardika (2012:55) menyatakan bahwa,
“semakin ideal berat badan atau semakin kecil nilai berat badan maka waktu yang
dibutuhkan semakin singkat, sedangkan jika berat badan melebihi ideal atau lebih
berat maka waktu yang dibutuhkan semakin lama”. Hal ini menunjukkan bahwa
berat badan dan kebiasaan berolahraga berpengaruh terhadap waktu tempuh.
Menurut Pradana (2013), Kekuatan seseorang sangat berkaitan berat badan
yang dimiliki. Hal ini menjelaskan bahwa pada mahasiswa yang mempunyai
bobot 41 kg lebih lama karena akibat dari bobot yang terlalu rendah maka
kekuatan berlari semakin rendah juga. Namun orang yang mempunyai bobot
berlebih juga akan mempengaruhi kecepatan saat berlari. Hal itu berdasarkan
penyataan Pradana (2013), Seseorang yang mempunyai berat badan berlebih
cenderung memiliki gerak yang lamban hal ini mungkin disebabkan oleh beban
ekstra (berat badan) dan kurangnya kelenturan tubuh pada saat melakukan
gerakan.
8

3.3 Hubungan Berat dan Gaya

Hubungan Berat dan Gaya


700
600
500
Gaya (N)

400
300
200
100
0
0 20 40 60 80
Berat Badan (kg)

Gambar 3.2 Grafik Hubungan Berat dengan Gaya


Dari gambar 3.2 grafik menunjukkan semakin besar berat yang dimiliki
mahasiswa maka semakin besar pula gaya yang dihasilkan. Besarnya nilai gaya
dapat dicari menggunakan rumus 𝐹 = 𝑚 × 𝑎. Dimana F menunjukkan gaya, m
menunjukkan berat/massa, dan a menunjukkan percepatan grafitasi (9,8 m/s2).
Dari persaman diatas dapat disimpulkan bahwa gaya berbanding lurus dengan
berat/massa. Menurut Purwanto (2014) menyatakan bahwa, Perubahan
momentum tiap satu satuan waktu yang dialami oleh benda tersebut berbanding
lurus dengan resultan gaya yang bekerja padanya.

3.4 Hubungan Waktu dan Daya

Hubungan Waktu dan Daya


1000.00
800.00
Daya (Watt)

600.00
400.00 Lari Biasa
200.00 Lari Cepat
0.00
0 2 4 6
Waktu (s)

Gambar 3.3 Hubungan waktu dengan daya


9

Menurut Mundilarto dan Istiyono (2008) daya adalah besaranya usaha yang
dilakukan setiap satuan waktu, secara matematis daya dirumuskan dengan P = W/t
dengan keterangan P adalah daya (watt), W adalah usaha ( joule) sedangkan t
adalah selang waktu ( sekon). Gambar 3.3 menunjukkan grafik hubungan waktu
dengan daya pada kecepatan lari yang berbeda. Dari persamaan tersebut besarnya
daya berbanding terbalik dengan waktu yang ditempuh. Semakin cepat waktu nya
maka semakin besar Daya yang dibutuhkan. Namun pada Gambar 3.3 dan gambar
grafik berkebalikan dengan persamaan yang telah didapat. Hal ini dikarenakan
beberapa faktor penyebab perhitungan daya yaitu kerja dan waktu.

3.5 Hubungan Kerja dan Daya

Hubungan Kerja dan Daya


1000.00
800.00
Daya (Watt)

600.00
400.00 Lari Biasa
200.00 Lari Cepat
0.00
0.00 1000.00 2000.00 3000.00 4000.00
Kerja (Joule)

Gambar 3.4 Hubungan Kerja dengan daya


Berdasarkan Gambar 3.5 dapat diketahui bahwa hubungan kerja dengan daya
berbanding lurus. Semakin besar kerja maka daya yang dihasilkan akan semakin
besar pula. Berdasarkan teori, daya memiliki persamaan sebagai berikut
(Nugrahantari, 2015):
P = W/t
Keterangan :
P = Daya (Watt)
W = Usaha (Joule)
t = Waktu (detik)
10

Menurut persamaan di atas dapat diketahui bahwa nilai daya akan semakin
besar jika nilai usaha atau kerja juga bernilai besar.

3.6 Contoh Pengaplikasian Gaya dalam Kehidupan Sehari-hari


Gaya merupakan suatu kekuatan (tarikan dan dorongan) yang berakibat
kepada benda tersebut, dengan seperti ini benda itu mengalami perubahan posisi
(bergerak), atau berubah bentuk. Gaya juga bisa diartikan sebagai tarikan atau
dorongan yang ditujukkan kepada sebuah benda dari benda lain. Berikut adalah
maca-macam gaya: (Susanto dkk, 2017)

1. Gaya Otot adalah gaya yang dilakukan oleh otot-otot tubuh kita. Misalnya
ketika kita menendang bola, maka kita mengerahkan gaya otot kaki kita.
Gaya otot sangat fleksibel karena dikendalikan oleh koordinasi biologis pada
manusia. Oleh karena itu, gaya otot bisa mendorong dan menarik.
2. Gaya Magnet adalah gaya yang diakibatkan oleh magnet. Misalnya ketika
kita mendekatkan magnet batang pada paku besi. Paku besi akan tertarik dan
menempel pada magnet batang. Gaya magnet bersifat menarik benda-benda
yang terbuat dari besi.
3. Gaya Gravitasi Bumi adalah gaya yang diakibatkan oleh gaya tarik Bumi
terhadap segala benda di permukaan Bumi. Adanya gaya gravitasi
menyebabkan kita tetap dapat berdiri di atas permukaan Bumi dan tidak
melayang-layang di udara.
4. Gaya Mesin adalah gaya yang dihasilkan oleh kerja mesin. Gaya mesin
sangat membantu aktivitas kita. Misalnya gaya yang dihasilkan oleh kerja
mesin derek dan kerja motor pada mesin kendaraan.
5. Gaya Listrik adalah gaya yang dihasilkan oleh muatan-muatan listrik. Gaya
listrik misalnya terdapat pada sisir dan penggaris plastik yang telah digosok
dengan rambut kering, sehingga dapat menarik sobekan kertas-kertas kecil.
Sisir atau penggaris plastik yang telah digosok dengan rambut kering akan
memiliki muatan listrik karena kelebihan elektron. Gaya listrik juga terjadi
ketika batang kaca digosok-gosok dengan kain sutera kering karena
kekurangan elektraon.
11

6. Gaya Pegas adalah gaya yang dihasilkan oleh kerja benda elastis. Contoh
gaya pegas terdapat pada ketapel dan busur panah. Karet elastis pada ketapel
dapat digunakan untuk melontarkan batu kecil. Tali pada busur panah dapat
digunakan untuk melesatkan anak panah.
12

BAB 4. PENUTUP

4.1 Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari praktikum energi manusia yang telah
dilakukan antara lain:
1. Hubungan antara massa dan waktu tempuh adalah berbanding lurus, semakin
besar massa maka waktu tempuh akan semakin kecil.
2. Hubungan antara massa dengan gaya adalah berbanding lurus, semakin besar
berat yang dimiliki mahasiswa maka semakin besar pula gaya yang dihasilkan
3. Hubungan daya dan waktu berbanding terbalik. Semakin lama waktunya
maka daya yang dihasilkan akan semakin kecil.
4. Hubungan antara kerja dengan daya adalah berbanding lurus, semakin besar
usaha maka daya yang dibutuhkan akan semakin besar pula
4.2 Saran
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan maka saran untuk kegiatan
praktikum selanjutnya adalah sebaiknya mahasiswa yang dipilih sebagai pelari
merupakan mahasiswa dengan kemampuan fisik yang sama sehingga didapatkan
data yang valid.
13

DAFTAR PUSTAKA

Mardika, K. A. 2012. Hubungan Berat Badan Dan Tinggi Badan Terhadap


Kecepatan Renang Gaya Crawl 50 Meter Pada Atlet Putri Usia 10
Sampai 15 Tahun Klub Spectrum Semarang Tahun 2011. Skripsi.
Semarang: Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Semarang.
Mundilarto dan Istiyono. E. 2008. Seri IPA FISIKA 2. Jakarta. Penerbit
Yudhistira
Nugrahantari, P. 2015. http://eprints.polsri.ac.id/1726/3/BAB%20II.pdf. [Diakses
Pada 15 April 2019].
Pradana, A.A., 2013. Kontribusi Tinggi Badan, Berat Badan, Dan Panjang
Tungkai Terhadap Kecepatan Lari Cepat (Sprint) 100 Meter Putra. I-
Journal Kesehatan Olahraga.-:1-8
Purwanto, J. 2014. Hukum Newton Tentang Gerak Dalam Ruang
Fase Tak Komutatif. Jurnal Kaunia. 10(1):30-35
Susanto,A et al .2017. IPA FISIKA SMP (TAG)/KLS.VIII/Kurikulum 2013.
Erlangga:Yogyakarta.
14

LAMPIRAN