Anda di halaman 1dari 1

Pembahasan

Pada praktikum kali ini penetapan kadar kafein dalam sampel obat dengan metode HPTLC. Dimana
kafein merupakan senyawa organik golongan alkaloid berbentuk kristal. Kafein ini banyak
mengandung gugus kromofor yang mampu menyerap sumber radiasi pada daerah sinar ultra violet
atau sekitar 267 nm. Sehingga memerlukan sinar uv untuk dapat mendeteksi adanya kafein dalam
sampel. Dalam keadaan murni dan terpisahkan kafein ini cocok di analisis menggunakan
kromatografi lapis tipis kinerja tinggi dimana dapat dilakukan analisisi baik secara kualitatif maupun
kuantitatif. Analisis kualitatif dapat dilakukan dengan membandingkna Rf antara sampel dengan
standar. Analisis kuantitatif dengan menghitung konsentrasi sampel berdasarkan luas area puncak
kromatogram dengan metode kurva kalilbrasi dari larutan deret standar.

Sifat kepolaran kafein ini memengaruhi fase gerak dan fase diam yang digunakan. Kafein yang
bersifat semi polar ini dilarutkan dengan klorofom yang sifat kepolarannya hampir sama. Sehingga
kafein dapat larut dalam klorofom dan dapat dipisahkan dari senyawaan dalam sampel obat. Fase
gerak yang digunakan memiliki sifat kepolaran yang mirip dengan sampel agar dapat membawa
komponen melewati fase diam yaitu klorofom:aseton:amoniak (8:2:0,1). Fase diam yang digunakan
ini bersifat polar yaitu alumunium sheet silica gel 60 F245,fase diam ini merupakan penjerap
berukuran kecil dengan diameter 10-30 µm. Semakin kecil ukuran rata-rata partikel fase diam akan
semakin baik pemisahannya sehingga resolusi nyapun semakin baik, hal ini di dukung oleh proses
penjenuhan bejana (chamber) juga mempengaruhi pemisahan yang berpengaruh terhadap harga Rf
yang dihasilkan. Derajar retensi pada kromatografi lempeng biasanya dinyatakan sebagai faktor
retensi . jika afinitas suatu komponen rendah dengan fase diam makan nilai Rf yang dihasilkan lebih
besar dibandingan yang afinitasnya kuat dengan fase diam. Dimana pemisahan yang terjadi pada
praktikum kali ini beradasarkan fase normal dimana fasediamnya bersifat polar dan fase gerak
bersifst non polar.

Dari analisisi yang telah dilakukan didapatkan kadar kafein dalam sampel obat sebesar 153,26
mg/tablet dengan %RSD yang masuk dalma syarat keberterimaan yaitu sebesar 1,30 %. Dapat
dikatakan pengukuran yang dilakukan baik kepresisisannya.