Anda di halaman 1dari 5

Alexa: (pergi meninggalkan tempat dengan wajah berlipat)

Bondan : “Hmm.. sorry frend, aku balik duluan ya? Ada janji buat latihan, maklum mau
ada konser amal kecil-kecilan begitu..”
Meta : “Duh, sibuknya! Ya Sudah buruan berangkat, ati-ati!” (sambil melambaikan
tangan)
Olive : “Aku ke toilet dulu yah? (buru-buru meninggalkan anak-anak yang lain)
Luna : “Eh, haus nih.. minum air enak kali ya??”

Satrya:“Iya juga ya. Oke kalau begitu aku beli air minum dulu ya, tunggu di sini aja sama
Meta,” (berlalu pergi meninggalkan Luna dan Meta)
Meta : “Na.. sebenarnya beberapa bulan ini ada yang beda dari aku, aku sudah enggak
bisa menyembunyikan ini semua. Dan menurutku cuma kamu yang bisa jaga rahasia ini.”
Luna : “Rahasia? Cerita aja, Ta.. kita kan berteman sudah lama. Lagi pula aku sudah siap
kok buat jadi pendengar yang baik,” (berusaha meyakinkan Meta)

Tanpa mereka sadari, Satrya berdiri di kejauhan dengan beberapa bungkus es di


tangannya. Satrya melihat Luna dan Meta sedang asyik bercerita, dan mengurungkan
niatnya untuk menghampiri mereka. Ia melamun. Dan saat ia sadar dari lamunan, ia
menuju Meta dan Luna, dan tersentak ia terkejut mendengar ucapan Meta.

Meta : “Aku.. suka Bondan!!” (dengan terbata-bata)


Satrya : “Hah..?! Meta suka Bondan??” (berkata lirih)
Kebetulan Olive juga sudah datang.Di saat itu pula pertengkaran terjadi.
Luna : “Eh, kalian Sudah pada balik!” (sambil tersenyum dengan sapaan halus)
Olive : “Ta.. serius kamu suka Bondan??”
Meta : “Hmm.. bilang apa sih, kamu..? (pura-pura tidak tahu)
Olive : “Halah..!! enggak usah bohong deh.. aku dengar kok!” (dengan nada agak tinggi)
Luna : “Kamu salah dengar, barangkali?” (berusaha menengahi)

Olive : “Ta, sepertinya kamu juga harus tahu! Aku suka ama Bondan Sudah lama banget,
kamu enggak boleh begitu dong!! Kayak enggak ada yang lain aja?!” (marah-marah)
Satrya : “Heh Sudah Diam semua!!” (berusaha menandingi nada tinggi Olive dan Meta)
Meta : “Oh begitu ya?! Berarti kamu itu yang merebut gebetan teman sendiri, kamu aja
yang suka sama cowok lain, untuk apa pakai menyuruh aku??” (balik marah)

Keadaan semakin parah karena tidak ada yang mau mengalah.

Luna : “Sudah, Sudah… jangan bertengkar” (berusaha melerai)


Satrya : “Kita sudah lama berteman, jangan sampai semua rusak cuma karena masalah
sepele kayak begini!”
Olive : (meninggalkan teman-temannya dan pergi menyendiri)
Sialnya, orang yang sangat membenci Bondan mengetahui perkara ini. Alexa
memanfaatkan keadaan ini untuk menghancurkan persahabatan mereka ber-lima.

Olive : ( termenung, sendiri, dan terdiam)


Alexa : “Em.. kok cemberut sih?? Ada masalah ya?” (berusaha menarik simpati Olive)
Olive : “Katanya sahabat, masak harus suka cowok yang sama?! Kesal banget, kan??”
(berkata dengan nada ketus)
Alexa : “Sabar aja deh. Mending sementara enggak usah berteman deh sama mereka.
Nanti kan jadi saingan yang enggak sehat!” (merayu)
Olive : “Begitu, ya..?”
Alexa : “Begini aja, mending mulai sekarang kamu gabung sama aku. Nanti aku akan
bantu kamu mengalahkan si Meta itu!”
Olive : “Memang boleh..??”
Alexa : “Ya boleh, lah!!”
Olive hanya tersenyum, entah benar atau tidak keputusannya ini, dia tidak begitu peduli
saat itu.

Keesokan harinya.. Satrya menceritakan semua yang terjadi kemarin antara Meta dan
Olive. Sekejap terkejutlah Bondan mendengar semua itu.

Satrya : “Menurutku kamu harus cepat membuat keputusan. Kasih kepastian buat mereka
berdua. Aku enggak mau mereka bertengkar terlalu lama.”

Bondan : “Oke, oke..! aku bakal berusaha jelaskan semuanya biar mereka enggak
bertengkar sia-sia,”
Bondan pun berusaha menemui Meta dan Olive hari itu juga. Namun sayang, hanya Meta
yang mau menerima keputusan Bondan, sedangkan Olive lebih memilih menghindarinya.
Bondan : “Ta, Satrya Sudah cerita semua ke aku tentang yang kemarin. Benar kamu suka
aku..?” (berusaha memastikan)

Meta : “Satrya enggak bohong kok soal yang kemarin itu!”


Bondan : “Begini, Ta. Sebelumnya aku minta maaf. Soalnya gara-gara aku kamu jadi
tengkar ama Olive. Bukannya apa-apa, tapi buat waktu dekat ini aku lagi enggak ingin
memikirkan cewek. Aku masih mau serius di dunia musik-ku,” (menerangkan dengan
bijaksana)
Meta : “Oke. Aku mengerti kok”

Olive, Alexa: (berjalan melewati Bondan dan Meta, namun bersikap tak acuh dan sama
sekali tak peduli)
Bondan : “Olive?”
Olive : (berjalan terus tanpa henti)
Hari ini pun Satrya akan mengunjungi rumah Luna. Dan di perjalanannya menuju rumah
Luna, ia melihat Bondan tergeletak tak sadarkan diri di pinggir jalan. Sepertinya ia
menjadi korban tabrak lari. Cepat-cepat Satrya membawa Bondan ke Rumah Sakit.
Sesampainya di Rumah Sakit…

Satrya : “Halo, Luna? Bondan ada di RS. Dia habis tertabrak kendaraan, cepat kamu ke
Rumah Sakit—mm, Cempaka Husada,” (langsung berbicara begitu suara di seberang
telepon menjawab)
Luna : “Hah, sekarang keadaannya bagaimana?!” (panik)
Satrya : “Sudah tenang aja, yang penting kamu sekarang cepat ke sini! Jangan lupa bilang
sama yang lain!”

Dan tak lama kemudian Luna datang, sambil berlari tergesa-gesa.

Luna : “Ya ampun…. Bondan!!” (begitu melihat Bondan)


Satrya : “Dokter Sudah periksa dia, katanya luka di kepalanya itu enggak terlalu parah,
kok,” (berusaha menenangkan Luna)
Luna : “Syukur deh kalau begitu..” (mendesah lega)
Satrya hendak berjalan ke ruang rawat. Saat ia berjalan, tiba-tiba bahunya tertabrak
dengan bahu seseorang. Betapa kaget Satrya saat melihat ternyata bahu yang ia tabrak
adalah bahu Olive.
Olive : “Aduh…!” (sambil memegang bahunya)
Satrya : “Oh, maaf, maaf.. Enggak sengaja, lagi buru-buru,”
Olive : “Iya, iya. Enggak apa-apa kok,”
Satrya : “..loh? Olive?? Mengapa kamu di sini..?”
Olive : “Eh, Satrya.. Iya, aku habis mengantar Mama check up, tapi aku ada perlu, jadi
Mamaku pulang duluan. Terus.. kamu sendiri mengapa di sini?”
Satrya : “Ini, Bondan tertabrak, sekarang lagi dirawat di kamar 555. Ini aku lagi
menunggu Meta datang,”
Olive : “Oh…”
Satrya : “Kamu masih marah sama Meta? Sama kita juga?”
Olive : “Ngg… enggak sih. Agak sebel aja. Memang kenapa?”
Satrya : “Liv, aku cuma mau beritahu, Alexa itu bukan orang yang baik. Dia
memanfaatkan keadaan kita yang lagi retak ini dengan menghasut kamu. Ingat Liv, kita
Sudah lama bersahabat.”
Olive : “Tapi si Meta itu lho..” (memasang wajah kecut)
Satrya : “Bondan Sudah jelaskan ke Meta dan Meta mengerti, kok. Masa kamu enggak
bisa mengerti??”
Olive : “Mmmh.. bagaimana ya?? Iya sih, aku liat Alexa itu enggak baik. Mm..”
Olive :”.. mungkin aku pikir aku minta maaf aja ya ama Meta…?”
Satrya : “Naah, begitu dong! Ya Sudah, kamu ikut aku aja ke kamarnya Bondan. Nanti
kita tunggu Meta datang”
Kemudian, Satrya telah kembali dari kantin, bersamaan dengan yang baru datang. Tak
lama kemudian, Olive mengetuk pintu..

Olive : “Ehm.. aku boleh masuk, kan?” (sedikit ragu)


Bondan : “Boleh kok Olive”
Olive : “Sebenarnya.. selain mau jenguk Bondan, aku datang juga untuk minta maaf atas
semua kesalahanku sama kalian selama ini. Kalian mau, kan, maafkan aku..?”
Meta : Aku juga minta maaf, soalnya Sudah bicara kasar ke kamu. Maafkan aku juga,
ya?”
Bondan : “Nah, kalau begini kan lebih enak, ya kan, Fren??”
Satrya : “Aku juga senang kalau kita semua akur lagi kayak dulu,” (sambil tersenyum)
Luna : “Makanya, lain kali kalau mau suka cowok enggak usah pakai acara kompak..!”
Semua : (tertawa bersama-sama)

Sesaat kemudian, handphone Olive berdering nyaring, mengejutkan semua orang…


Terkejutlah semua orang dalam ruangan itu saat mendengar berita bahwa Alexa
mengalami kecelakaan!

Meta : “Loh kok..?!”


Bondan : “Terus keadaannya bagaimana sekarang..?”
Satrya : “di rumah sakit mana?”
Luna : “Parah apa enggak?”
Olive : (hanya diam mendengarkan semua pertanyaan itu)
Satrya : “Begini aja. Sekarang biar Olive ceritakan semua yang dia tahu tentang keadaan
Alexa sekarang,”

Olive hanya diam. Dia masih sok dengan banjir pertanyaan barusan.
Olive : “Mm.. jadi begini, sekitar satu jam yang lalu Lexa ceritanya mau ke sini. Dan tadi
berita dari rumah sakit bilang kalau Lexa ditemukan jatuh di perempatan dekat sini.
Katanya keadaannya cukup kritis sih,”

Meta : “Rumah Sakit mana?”


Olive : “Emm, Cempaka apa begitu, lupa aku—”
Bondan : “Cempaka Husada, liv?”
Olive : “Nah itu! Benar!”
Bondan : “Ya ampun Liv, itu kan Rumah Sakit ini! Ayo ayo kita tanya ruangan mana!”
Olive : “Ya Sudah, sekarang kita bareng-bareng buruan cari. “
Dan tak lama kemudian mereka semua tiba di ruangan tempat Alexa dirawat.
Olive : “Lexa… kamu enggak apa-apa kan?”

Alexa : “Aku Sudah agak mendingan kok.. terimakasih ya kalian semua Sudah mau
jenguk aku..”
Meta : “Ya.. walaupun kita masih agak kesel ama kamu,” (sedikit ketus)
Bondan : “Sudahlah.. yang kemarin tidak usah diungkit-ungkit lagi!”

Alexa : “Hhm, aku minta maaf ya, selama ini aku banyak banget salah ama kalian. Mau
kan, maafkan aku??”

Meta : “Iya, kita mau kok memaafkan kamu! Tapi ada syaratnya, loh!”
Alexa : “Apa syaratnya?”

Meta : “Kalau kamu sudah sembuh nanti, bayar kita semua makan!!” (sambil tersenyum-
senyum)
Semua : (tertawa bersama-sama)