Anda di halaman 1dari 6

RESUME MANAJEMEN STRATEGI

BAB 8 MENGIMPLEMENTASIKAN STRATEGI: ISU PEMASARAN, KEUANGAN/


AKUNTANSI, R&D, DAN SIM

Disusun oleh:
KELOMPOK 9

1. Friska Dinil Febrianti 160810301032


2. Moh Ali Hamdani 160810301138

PROGRAM STUDI S1 AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS JEMBER
2019
1. Sifat Implementasi Strategi

Implementasi strategi berpengaruh secara langsung terhadap kehidupan manajer pabrik,


manajer divisi-divisi, manajerdepartemen-departemen, manajer penjualan, manajer produk,
manajer proyek, manajer personalia, manajer staf, supervisor, dan seluruh karyawan. Pada
situasi tertentu, seorang individu mungkin sama sekali tidak terlibat langsung dalam proses
perumusan stategi dan tidak menghargainya, memahami, atau bahkan menerima pekerjaan
dan pemikiran yang berasal dari perumusan strategi tersebut. Bahkan mungkin juga terjadi
penolakan dibagian tertentu. Manajer dan karyawan yang tidak memahami bisnis dan tidak
berkomitmen terhadap bisnis mungkin berusaha menggagalkan upaya implementasi strategi
dengan harapan organisasi tetap akan menggunakan cara lama.
2. Permasalahan Pemasaran Terkini

Perusahaan-perusahaan dan organisasi-organisasi seharusnya mendorong karyawan mereka


untuk menciptakan wikis-situs yang memudahkan pengguna untuk menambahkan,
menghapus dan menyunting konten berkenaan dengan pertanyaan-pertanyaan yang sering
kali ditanyakan dan informasi di seluruh rantai nilai dari aktivitas-aktivitas di seluruh
perusahaan. Perusahaan seharusnya memberikan insentif kepada pelanggan untuk membagi
pemikiran mereka, opini, dan pengalaman-pengalaman dalam situs perusahaan, mendorong
pelanggan untuk membuat jaringan antara mereka sendiri berdasarkan topik pilihan mereka
di situs perusahaan, sehingga situs perusahaan tidak seluruhnya mengenai perusahaan, itu
sema seharusnya mengenai pelanggan.

3. Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar adalah variabel yang penting dalam implementasi strategi karena
setidaknya tiga alasan utama. Pertama, strategi-strategi seperti pengembangan pasar,
pengembangan produk, penetrasi pasar, dan diversifikasi diperlukan membutuhkan
peningkatan penjualan melalui adanya pasar dan produk baru. Kedua, segmentasi pasar
memungkinkan perusahaan untuk beroperasi dengan sumber daya terbatas karena produksi
massal, distribusi massal, dan iklan massal tidak diperlukan. Terakhir, keputusan segmentasi
pasar secara langsung memengaruhi variabel bauran pemasaran: produk, distribusi, promosi,
dan harga.
a. Segmentasi pasar berbasis retensi
Gagasan dari segmentasi berbasis retensi adalah untuk menyesuaikan pelanggan aktif
dengan pelanggan dari data retensi hestorikal yang membagi atribut serupa.
b. Apakah internet membuat segmentasi pasar lebih mudah.
Benar. Segmen dari orang-orang yang ingin dicapai secara online oleh pemasar dapat
ditetapkan dengan lebih akurat daripada segmen orang-orang yang diraih melalui
bentuk media tradisional, seperti televisi, radio dan majalah.

PRODUK DITRIBUSI PROMOSI PROMOSI


Kualitas Saluran distribusi Iklan Tingkat harga
Fitur dan pilihan Cakupan distribusi Penjualan langsung Diskon dan potongan
Gaya Lokasi outlet (personal selling) penjualan
Nama merek Wilayah penjualan Promosi penjualan Termin pembayaran
Kemasan Lokasi dan tingkat publisitas
Lini produk persediaan
Garansi Alat transportasi
Tingkat pelayanan
Layanan lain

4. Pemosisian Produk/Pemetaan Perseptual

Pemosisian merupakan pengembangan skema representasi yang mencerminkan produk atau


jasa anda dibandingkan dengan pesaing dalam dimensi yang penting bagi kesuksesan dalam
industri. Karena hanya dua kriteria yang dapat diuji pada peta pemosisian produk, peta
berganda seringkali digunakan untuk menilai berbagi pendakatan ke implementasi strategi.
Strategi pemosisian produk yang efektif memenuhi dua kriteria: (1) hal tersebut secara unik
membedakan perusahaan dalam persaingan, dan (2) menmbawa konsumen untuk
mengharapkan layanan yang sedikit berbeda dari yang akan atau bisa diberikan konsumen.
Peta pemosisian produk, atau peta perseptual menunjukkan persepsi pelanggan dari berbagi
otomobil pada dua dimensi dari yang mencolok, konservatif, berkelas juga terjangkau. Peta
perseptual dapat membantu pemasar menjadi lebih efektif dalam menggunakan uang untuk
mempromosikan produk.

5. Permasalahan Keuangan dan Akuntansi

Beberapa keuangan dan akuntansi berpusat ke implementasi strategi adalah memperoleh


modal yang dibutuhkan, mengembangkan laporan keuangan diproyeksikan, menyiapkan
anggaran keuangan, dan mengevaluasi nilai sebuah bisnis.

a. Mendapatkan modal untuk implementasi strategi


Implementasi strategi yang sukses terkadang membutuhkan tambahan modal.
Disamping laba bersih dari operasi dan penjualan aset, dua sumber dasar perolehan
modal untuk sebuah organisasi adalah pinjaman dan setoran modal. Secara teoritis,
suatu perusahaan harus memiliki jumlah pinjaman yang cukup dalam struktur
modalnya untuk mendorong pengembalian atas investasi (return on invesment-ROI)
dengan mengaplikasikan utang ke produk dan memperkirakan pendapatan akan lebih
besar dari biaya yang ditimbulkan utang tersebut.
b. Proyeksi laporan keuangan
Analisis proyeksi laporan keuangan adalah teknik utama dalam implementasi strategi
sentral karena memungkinkan organisasi untuk memeriksa hasil yang diharapkan dari
berbagai tindakan dan pendekatan.
Terdapat enam langkah dalam melakukan analisis keuangan terproyeksi:
 Menyiapkan laporan laba rugi yang diproyeksikan sebelum laporan posisi
keuangan.
 Menggunkan persentase dari metode penjualan ke proyek beban pokok
penjualan dan akun-akun pengeluaran di laporan keuangan.
 Hitunglah proyeksi laba bersih.
 Mengurangi laba bersih dengan dividen yang akan dibayar ada tahun depan.
 Proyeksikan pos-pos di laporan keuangan.
 Daftar komentar pada laporan yang diproyeksikan.
c. Analisis laporan keuangan

Perhatikan akun kas yang digunakan sebagai angka promosi, dan ini terlalu tinggi,
sehingga Whole Foods dapat mengurangi jumlah ini dan berturut-turut mengurangi
kewajiban serta akun modal dengan jumlah yang sama untuk menjaga laporan tetap
seimbang. Terdapat enam tahap dalam membuat suatu analisis proyeksi keuangan:
a) Siapkan proyeksi keuangan sebelum neraca. Awalilah dengan memperkirakan
penjualan seakurat mungkin.
b) Gunakan metode persentase penjualan (percentage-of sales) untuk memproyeksiakan
harga pokok penjualan(cost of good sold-CGS) dan akun-akun pengeluaran di laporan
keuangan.
c) Hitunglah proyeksi laba bersih (net income-NI)
d) Kurangi laba bersih dengan dividen (dividend-DIV) yang akan dibayar untuk tahun
depan. Sisa laba ini diebut laba ditahan (retained earnings-RE). setiap tahun
perusahaan menambahkan laba ditahan (dari laporan laba rugi) ke laba ditahan tahun
sebelumnya di neraca. Oleh karena itu, jumlah laba ditahan dalam neraca adalah
jumlah kumulatif, bukan jumlah sebenarnya yang tersedia untuk implementasi
strategi! Dalam mebuat laporan proyeksi keunagan, jumlah laba ditahan pada neraca
biasanya cukup besar. Namun demikian, jumlahnya juga bisa saja rendah atau bahkan
negative jika perusahaan mengalami kerugian. Satu-satunya cara bagi laba ditahan
agar bisa turun dari satu tahun ketahun lainya dalam neraca adalah:
· Jika perusahaan mengalami kerugian pada tahun tersebut atau,
· Jika perusahaan memiliki labah bersih positif pada tahun tersebut namun
harus membayar dividen lebih besar dari jumlah lab yang diperoleh.

e) Proyeksikan pos-pos dineraca, dimulai dari lab ditahan dan kemudian


memperkirakan modal pemegang saham, utang jangka panjang, utang jangka pendek,
total utang, total aktifa, aktifa tetap, dan aktifa lancar.

f) Tulislah catatan proyeksi pada laporan. Kapanpun terjadi perubahan dari tahun ke
tahun yang diproyeksikan, beri catatan yang perlu diberikan.

d. Anggaran keuangan
Anggaran keuangan adalah dokumen yang memperlihatkan secara terperinci
bagaimana dana dapat diperoleh dan dibelanjakan untuk periode waktu yang
ditentukan. Anggaran keuangan dapat ditampilkan sebagai alokasi terencana dari
sebuah perusahaan berdasarkan perkiraan masa depan.
e. Valuasi perusahaan
Mengevaluasi nilai dari sebuah bisnis adalah hal yang penting dalam
mengimplemetasi strategi karena strategi yang integratif, intensif, dan diversifikasi
sering kali diimplementasikan dan mengakuisisi perusahaan lain. Evaluasi bisnis
menjadi hal rutin di banyak situasi. Bisnis memiliki banyak alasan implementasi
strategi untuk menentukan nilai mereka dalam tambahan untuk menyiapkan apakah
menjual atau membeli perusahaan lain.
f. Memutuskan apakah perlu go publik
Ratusan perusahaan di tahun 2012 menawaran publik perdana untuk berpindah dari
milik pribadi menjadi pemilik publik. Perusahaan-perusahaan ini mengambil
keuntungan dari harga pasar yang tinggi. Menjadi perusahaan publik berarti menjual
sebagian kepemilikan perusahaan ke orang lain dengan tujuan untuk memperoleh
tambahan modal, konsekuensinya, hal tersebut mengurangi kendali pemilik atas
perusahaan.
g. Permasalahan penelitian dan pengembangan
Personel penelitian dan pengembangan dapat memainkan bagian integral dalam
implementasi strategi. Manajer dengan cara yang akan memudahkan implementasi
strategi yang efektif, menyesuaikan proses ke bahan mental lokal, mengadaptasi
proses ke pasar lokal, dan mengubah produk ke cita rasa dan spesifikasi tertentu.

6. Permasalahan Sistem Informasi Manajemen (SIM)

Pentingnya memiliki sistem informasi manajemen (SIM) mungkin menjadi faktor terpenting
dalam membedakan perusahaan yang berhasil dan tidak berhasil. Sistem informasi yang baik
dapat memudahkan perusahaan untuk mengurangi biaya. Di berbagai perusahaan, teknologi
informasi tidak harus dilakukan dari tempat kerja dan membolehkan karyawan untuk bekerja
dari rumah atau di mana pun dan kapanpun.

 Analitis bisnis
Teknik SIM yang menggunakan perangkat lunak untuk menggali data bervolume
tinggi untuk membantu eksekutif membuat keputusan. Nalitis bisnis mirip dengan
metode akrual yang digunakan perusahaan asuransi untuk menilai pelanggan
berdasarkan peluang dari hasil positif ataupun negatif.