Anda di halaman 1dari 5

Nama : Setya Ningsih

NIM : B.131.16.0462

TUGAS TENTANG FIRMAN ALLAH DENGAN ARTINYA YANG MENGISAHKAN

1.PROSES TERJADINYA MARYAM MENGANDUNG NABI ISA


Allah berfirman yang
artinya:
"Dan (ingatlah kisah) Maryam yang telah memelihara kehormatannya, lalu Kami tiupkan ke dalam
(tubuh)nya ruh dari Kami dan Kami jadikan dia dan anaknya tanda(kekuasaan Allah) yang besar
bagi semesta alam "(QS. al-Anbiya' 21: 91)

Dan firman Allah yang


(Jibril) berkata:
"Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-
laki yang suci. "(QS.Maryam 19 : 17-19)

tanda-tanda kelahiran
Terjemah Surat Maryam Ayat 22-23

22. [1]Maka dia (Maryam) mengandung, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke
tempat yang jauh[2].
23. Maka rasa sakit akan melahirkan memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia
berkata[3], "Wahai, betapa baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi seorang yang tidak
diperhatikan dan dilupakan[4].”

Kemudian akhirnya Maryam berhasil melahirkan, dan ia berharap agar ia mati saja karena takut
dicap orang sebagai pelacur.
Untuk mengatasi hal itu, Allah menjadikan lidah nabi Isa bisa bicara dari bawah pohon, "Jangan
bersedih"(QS. Maryam 19:24)

"Maka Jibril menyerunya dari tempat yang rendah: 'Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya
Rabb-mu telah menjadikan anak sungai di bawahmu." – (QS.19:24)

Kemudian Allah juga menjadikan Isa bicara di depan kaumnya. Isa menegaskan `kesucian'
bundanya, dan ia tegaskan, bahwa dirinya adalah hamba Allah dan utusan Allah.

2.KEISTIMEWAAN NABI ISA SEJAK MASIH BAYI SAMPAI DEWASA


A. Menghidupkan Burung

Allah Ta’ala berfirman, “Aku membuat untukmu dari tanah berbentuk burung, kemudian aku
meniupnya. Maka ia menjadi seekor burung dengan izin Allah.” (Qs. Ali ‘Imran [3]: 49)
“Dan ingatlah,” firman Allah Ta’ala, “di waktu kamu membentuk dari tanah (suatu bentuk) yang
berupa burung dengan izin-Ku.” (Qs. al-Maidah [5]: 110)

Menjelaskan makna ayat ini, Imam Ibnu Katsir mengatakan, “Demikianlah ‘Isa menciptakan
bentuk sebuah burung yang terbuat dari tanah liat, lalu meniupnya. Kemudian burung itu, dengan
disaksikan banyak orang, terbang dengan sebenar-benarnya atas izin Allah Ta’ala.”

Pungkas beliau menerangkan, “Allah Ta’ala menjadikan hal itu sebagai mukjizat baginya yang
menunjukkan bahwa Dia benar-benar mengutusnya.”

B. Menyembuhkan Penyakit Buta dan Kusta

“Dan aku menyembuhkan orang yang buta sejak lahirnya, dan orang yang berpenyakit kusta.” (Qs.
Ali ‘Imran [3]: 49)

“Dan ingatlah, ketika kamu menyembuhkan orang yang buta sejak dalam kandungan ibunya , dan
orang yang berpenyakit kusta dengan seizin-Ku.” (Qs. al-Maidah [5]: 110)

Nabi ‘Isa ‘Alaihis salam mampu menyembuhkan orang yang buta sejak lahirnya. Demikian juga
dengan orang yang memiliki penyakit kusta. Di antara hikmah atas mukjizat ini, Ibnu Katsir
mengatakan, “Karena yang demikian itu merupakan mukjizat yang amat hebat dan sangat
menantang.”
C. Menghidupkan Orang Mati

“Dan aku hidupkan orang yang mati dengan izin Allah.” (Qs. Ali ‘Imran [3]: 49)

“Dan (ingatlah) ketika kamu mengeluarkan orang yang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan
seizin-Ku.” (Qs. al-Maidah [5]: 110)

“Engkau (Nabi ‘Isa),” tulis Imam Ibnu Katsir, “memanggil mereka. Lalu mereka pun bangkit dari
kuburnya dengan izin Allah Ta’ala, dan berdasarkan kekuasaan, kehendak, dan keinginan-Nya.”

D. Berbicara Saat Bayi

“Kamu mampu bericara dengan manusia pada waktu masih dalam buaian dan sebelum dewasa.”
(Qs. al-Maidah [5]: 110)

3. SURAT AN NISA AYAT 155-158


Nabi ‘Isa ‘Alaihis salam sudah diberi kemampuan oleh Allah Ta’ala untuk menyeru manusia
kepada-Nya sejak balita hingga masa dewasanya.

155. Maka (Kami hukum mereka), (242) karena mereka melanggar perjanjian itu, dan karena
kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah, serta karena mereka telah membunuh
nabi-nabi tanpa hak (alasan yang benar), dan karena mereka mengatakan, “Hati kami tertutup.”
Sebenarnya, Allah telah mengunci hati mereka karena kekafirannya, karena itu hanya sebagian
kecil dari mereka yang beriman,
156. Dan (Kami hukum juga) karena kekafiran mereka (terhadap Isa), dan tuduhan mereka yang
sangat keji terhadap Maryam,

157. dan (Kami hukum juga) karena ucapan mereka, “Sesungguhnya kami telah membunuh Al-
Masih, ‘Isa putra Maryam, rasul Allah” (243) padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak
(pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh adalah) orang yang diserupakan dengan ‘Isa.
Sesungguhnya mereka yang berselisih pendapat tentang (pembunuhan) ‘Isa, selalu dalam keragu-
raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka benar-benar tidak tahu (siapa sebenarnya yang dibunuh
itu), melainkan mengikuti persangkaan belaka, jadi mereka tidak yakin telah membunuhnya,

158. tetapi Allah telah mengangkat ‘Isa kehadirat-Nya. (244) Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.