Anda di halaman 1dari 400

NO.

:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 3 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke: 1-3)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.1 Menganalisis dokumen sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan jasa
2. KD pada KI keterampilan
4.1 Melakukan pengecekan dokumen sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan
jasa

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 1 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.1.1 Menjelaskan Pengertian perusahaan jasa
3.1.2 Mengemukakan Ruang lingkup operasi dan karakteristik
3.1.3 Menjabarkan Jenis transaksi keuangan
3.1.4 Menyeleksi Klasifikasi transaksi keuangan
3.1.5 Menguraikan Macam-macam bukti transaksi perusahaan
3.1.6 Menganalisis Siklus akuntansi perusahaan jasa
3.1.7 Menerangkan Penyiapan transaksi/ bukti transaksi
2. Indikator KD pada KI keterampilan
4.1.1 Mengulangi Pengertian perusahaan jasa
4.1.2 Menunjukkan Ruang lingkup operasi dan karakteristik
4.1.3 Mengidentifikasi Jenis transaksi keuangan
4.1.4 Mengidentifikasi Klasifikasi transaksi keuangan
4.1.5 Menunjukkan Macam-macam bukti transaksi perusahaan
4.1.6 Memulai Siklus akuntansi perusahaan jasa
4.1.7 Mengatur Penyiapan transaksi/ bukti transaksi

D. Tujuan Pembelajaran
1.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat menceritakan
dokumen sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat menerangkan dokumen sumber
dan dokumen pendukung pada perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat menyimpulan dokumen sumber
dan dokumen pendukung pada perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat membedakan dokumen
sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan jasa dengan baik dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-3
1. Pengertian Perusahaan Jasa
Berikut ini definisi atau pengertian perusahaan jasa dan contohnya yang dilengkapi juga
dengan ciri-cirinya. Perusahaan tidak hanya memproduksi produk atau barang, tapi ada juga
perusahaan yang memproduksi jasa yang dijual untuk melayani konsumen. Lalu apakah itu
perusahaan jasa? Mari kita pahami bersama-sama di bawah ini:
A. Penjelasan perusahaan jasa.
Perusahaan jasa adalah suatu unit usaha yang kegiatannya memproduksi produk yang tidak
berwujud (jasa), dengan tujuan untuk mendapatkan laba atau keuntungan. Atau perusahaan jasa
dapat diartikan juga sebagai suatu perusahaan yang menjual jasa yang diproduksinya, bertujuan
untuk memenuhi kebutuhan para konsumen dan mendapatkan keuntungan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 2 of 400
Tapi perusahaan jasa-pun memerlukan produk fisik atau yang berwujud untuk melakukan
kegiatan usahanya. Misalnya seperti perusahaan transportasi umum yang menawarkan jasa
transportasi kepada konsumen, maka untuk dapat melakukan kegiatan usahanya perusahaan
tersebut memerlukan alat transportasi seperti bus, pesawat atau kapal laut dan alat transportasi
tersebut merupakan produk yang berwujud.

Apa itu perusahaan jasa?


Dalam membuat laporan keuangan pada perusahaan jasa terdapat 8 (delapan) langkah yang
dikenal sebagai siklus akuntansi, langkah-langkah tersebut diantaranya sebagai berikut ini:
 Transaksi keuangan.
 Mencatat semua transaksi keuangan yang berdasarkan bukti asli dari transaksi di dalam
satu periode transaksi.
 Membuat jurnal umum, yang berdasarkan catatan dari nomer 2 tadi.
 Membuat buku besar.
 Membuat jurnal penyesuaian.
 Membuat laporan keuangan, seperti laporan laba-rugi, neraca dan perubahan modal.
 Membuat jurnal penutup.
 Dan membuat neraca saldo.

B. Karakteristik dari jasa.


Jasa memiliki beberapa karakteristik, yang diantaranya sebagai berikut ini:
 Tidak memiliki wujud (sifatnya abstrak dan tidak bisa dilihat).
 Produk yang dihasilkannya tidak standar atau bervariasi (Hetereogenitas).
 Tidak dapat dipisahkan (produk dihasilkan dan dikonsumsi secara bersama-sama).
 Tidak dapat disimpan, karena tidak memiliki wujud.

C. Ciri-ciri perusahaan jasa.


Dari beberapa penjelasan diatas dapat disimpulkan, perusahaan jasa merupakan perusahaan yang
memiliki kegiatan memproduksi dan menyediakan berbagai macam pelayanan misalnya seperti
keamanan, kemudahan dan lain-lain kepada konsumen yang membutuhkannya. Maka
perusahaan jasa memiliki ciri-ciri sebagai berikut ini:

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 3 of 400
 Pendapatan berasal dari penjualan jasa.
 Dalam proses memproduksi jasa, bisa atau tidak memerlukan bantuan dari produk fisik.
 Jasa yang diberikan tidak sama, jadi masing-masing konsumen dapat memperoleh jenis
pelayanan yang berbeda dengan konsumen lainnya.
 Tidak memiliki persedian produk dalam bentuk fisik, karena Produk yang dijual
merupakan produk yang tidak berwujud (jasa). Jadi produk yang dihasilkan tidak dapat
dilihat akan tetapi manfaatnya dapat dirasakan.
 Biasanya tingkatan harganya memiliiki sifat yang tidak mutlak, sebab murah atau
mahalnya harga yang ditetapkan oleh perusahaan tergantung tingkat kebutuhan
konsumen.
 Jasa yang dihasilkan tidak bisa disimpan, jadi sekali dibeli maka penggunaanya akan
langsung habis.
D. Contoh perusahaan jasa yang ada di Indonesia.
 Beberapa contoh perusahaan jasa di Indonesia pada saat ini, diantaranya sebagai berikut
ini:
 Yang bergerak di bidang transportasi, infatruktur dan utilitas misalnya: Indosat Tbk,
Garuda Indonesia Tbk, Telekomunikasi indonesia Tbk, Jasa marga Tbk, dan lain-lain.
 Yang bergerak di bidang keuangan, misalnya: Bank Central Asia Tbk, Bank Mandiri
Tbk, Bank Danamon Indonesia Tbk, Bank Rakyat Indonesia Tbk, dan lain-lain.

A. Apakah itu CV?


Yang dimaksud dengan Commanditaire Vennootschap atau disingkat dengan CV adalah
persekutuan 2 (dua) orang atau lebih untuk mendirikan badan usaha yang dimana sebagian
anggotanya memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas dan sebagiannya lagi memiliki
tanggung jawab yang terbatas. Jika dalam bahasa Indonesia CV dikenal dengan sebutan
Persekutuan Komanditer.
Para pemodal yang ada pada CV atau Persekutuan Komanditer terdiri dari sekutu aktif dan pasif.
Sekutu aktif merupakan sekutu yang memiliki tanggung jawab untuk memberikan modal dan
juga pikiran maupun tenaganya untuk kelangsungan hidup perusahaan. Sedangkan sekutu pasif
merupakan sekutu yang hanya menyetorkan modal saja untuk perusahan. Lalu dari segi
pembagian keuntungannya tergantung kesepakatan yang telah disepakati bersama.

B. pengertian CV
Apakah yang dimaksud dengan CV?
Kelebihan dan kekurangan CV
Berikut ini beberapa keuntungan yang didapatkan jika memilih bentuk usaha CV, yang
diantaranya sebagai berikut:
1. Kemampuan manajemennya lebih besar.
2. Biasanya memilih bentuk usaha CV akan lebih mudah dalam memperoleh modal, sebab
pihak perbankan akan lebih mempercayainya.
3. CV biasanya akan lebih mudah menerima suntikan modal, karena badan usaha
persekutuan komanditer ini sudah sangat populer di negara Indonesia.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 4 of 400
4. Mudah untuk berkembang dan pengelolaannya lebih baik, karena manajemen dapat di
duduki oleh orang yang memang ahli dan dipercaya oleh sekutu lainnya.
5. Resiko dapat ditanggung bersama-sama.
6. Dan berikut ini beberapa kekurangan dari CV, yang diantaranya sebagai berikut:
7. Anggota aktif di CV memiliki tanggung jawab yang tidak terbatas.
8. Kelangsungan hidup perusahaan tidak menentu.
9. Modal atau dana yang sudah ditanam sulit untuk ditarik kembali.
10. Mudah terjadi konflik antar sekutu pengusaha.

C. Ciri-ciri CV
Adapun di bawah ini beberapa ciri dari CV, yang diantaranya sebagai berikut:
1. Keanggotaan pada CV ada 2 (dua) macam diantaranya anggota aktif dan anggota pasif.
2. Sekutu yang aktif merupakan anggota yang aktif dalam mengelola perusahaan.
3. Sedangkan sekutu yang pasif hanyalah anggota yang menanamkan modal saja.
4. Tanggung jawab pada sekutu aktif tidak terbatas, sedangkan tanggung jawab sekutu pasif
hanya sebesar modal yang dia tanam.

D. Bentuk atau jenis-jenis CV


1. Persekutuan Komanditer atau CV Murni
Merupakan bentuk CV yang dimana hanya terdapat satu sekutu aktif saja.
2. Persekutuan Komanditer atau CV Campuran
Merupakan bentuk CV yang biasanya berasal dari Firma yang memerlukan modal dan Firma
akan menjadi sekutu aktif dan sekutu lain atau tambahan akan menjadi sekutu pasif.
3. Persekutuan Komanditer atau CV Bersaham
Merupakan bentuk CV yang mengeluarkan saham, yang dimana sahamnya tidak dapat di
perjualbelikan dan setiap pihak sekutu dapat mengambil saham tersebut. Tujuan dari
mengeluarkan saham ini yaitu untuk menghindari terjadinya modal beku.
Ruang Lingkup Perusahaan Jasa
Perusahaan jasa yang merupakan perusahaan yang hanya menyediakan dan menjual
produk jasa saja untuk konsumen. Perusahaan ini tidak mempunyai persediaan bahan baku dan
juga tidak memproduksi barang. Dan juga jasa yang dihasilkan perusahaan itu hanya dapat
dinikmat oleh konsumen pada saat jasa itu diberikan kepada konsumen.
Jenis transaksi keuangan Perusahaan Jasa
Sebuah perusahaan jasa yang telah berpikir untuk maju dan bermain di segmen yang
telah dipilih memerlukan interaksi dengan pihak diluar perusahaan, dengan adanya interaksi
yang terwujud dalam kegiatan jual beli maka terjadilah transaksi. Transaksi ini yang menjadi kan
suatu usaha tetap ada dan berjalan .yang perlu kita ketahui dari transaksi keuangan adalah segala
kejadian yang menyangkut perusahaan yang terukur dalam satuan uang dan memiliki pengaruh
terhadap kekayaan suatu perusahaan.
Perusahaan Jasa dapat dipahami sebagi perusahaan yang sumber penghasilan utamanya
berasal dari hasil penjualan jasa. Misalnya adalah Perusahaan Jasa Laundry sumber pendapatan

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 5 of 400
utamanya adalah jasa mencuci pakaian, Perusahaan Jasa Bengkel sumber pendapatan utamanya
jasa perbaikan kendaraan dan perusahaan jasa persewaan mobil pendapatannya lain-lain.
Jasa memiliki definisi sebagai barang yang tidak berwujud sehingga tidak dapat dihitung
secara fisik. Oleh karenanya, dalam Perusahaan Jasa tidak dihitung harga pokok penjualan dari
jasa yang dijual.
Dalam Perusahaan Jasa ada beberapa jenis transaksi yang dilakukan , transaksi-transaksi yang
terjadi adalah meliputi:
1. Penerimaan uang dari pemilik-pemilik perusahaan
Pada saat memulai usaha suatu perusahaan membutuhkan modal yang akan digunakan
sebagai modal awal untuk menjalakan usaha tersebut,modal dapat berasal dari satu orang
ataupun lebih dari pemilik perusahaan yang bersangkutan.
2. Penerimaan uang dari kreditur atau Bank saat perusahaan meminjam
Suatu usaha yang telah berjalan dan ingin mengembangkan jangkauan usahanya tentunya
membutuhkan modal yang jauh lebih besar lagi.hal ini mengarahkan si pengusaha untuk
meminjam uang diluar uang pribadi yang telah digunakan yang berasal dari pemberi kredit
atau yang biasa disebut kreditur dengan ketentuan yangtelah disepakati oleh kedua belah
pihak antara pengusaha dan kreditur.
3. Pengeluaran uang untuk membeli aktiva yang dapat menghasilkan jasa, maupun membayar
beban-beban untuk kegiatan perusahaan Dalam melakukan kegiatan usaha suatu perusahaan
jasa membutuhkan peralatan,fasilitas ataupun hal-hal yang menunjang untuk melakukan
kegiatan usahanya.dalam melakukan hal tersebut perusahaan jasa akan berhubungan dengan
mitra yang menyediakan peralatan ataupun penyedia sumber daya yang dibutuhkan oleh
perusahaan tersebut,maka dari itu pengeluaran pada poin ini selalu menjadi pengeluaran
rutin yang dilakukan oleh sebuah perusahaan jasa
4. Penjualan jasa untuk memperoleh penghasilan
Pada proses dimana sebuah perusahaan melakukan penjualan untuk mendapatkan
penghasilan yang nantinya akan menjadi siklus yang terus dilakukan oleh perusahaan
tersebut.fase penjualan adalah saat dimana sebuah perusahaan telah melewati fase persiapan
sebelum menjual jasa yang disediakannya.
5. Pembayaran hutang perusahaan kepada kreditur
Pada saat jasa telah terjual dan perusahaan telah mendapatkan keuntungan dari usahanya
maka perusahaan membayar hutang kepada kreditur yang telah memberikan pinjaman sesuai
dengan kesepakan yang telah dibuat.
6. Pengembalian harta yang ditanamkan oleh pemilik
Setelah perusahaan berjalan beberapa waktu dan memperoleh laba yang cukup,maka sang
pemilik akan mengambil harta yang menjadi haknya di perusahaan tersebut,hal ini juga akan
berlaku bagi perusahaan jasa yang pemiliknya lebih dari satu.harta yang diambil adalah yang
dulu menjadi modal awal bagi perusahaan.
Berkaitan dengan transaksi 3 dan 4, maka hasil akhir dari semua kegiatan Perusahaan Jasa
adalah berupa pendapatan jasa (fees income). Apabila pendapatan jasa tersebut dikurangi dengan
beban-beban yang dikeluarkan, maka diperoleh laba bersih (net income) atau rugi bersih (nett
loss).
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 6 of 400
Klasifikasi Transaksi Keuangan
Menurut pihak yang melakukan, transaksi keuangan dapat diklasifikasikan menjadi dua
bagian, yaitu transaksi keuangan intern dan transaksi keuangan ekstern. Menurut sumbernya,
transaksi keuangan dibedakan menjadi, transaksi yang memengaruhi modal dan transaksi yang
memengaruhi kegiatan operasi perusahaan.
1. Transaksi Keuangan Internal
Transaksi keuangan internal adalah serangkaian transaksi yang terjadi secara internal tanpa
melibatkan pihak dari luar perusahaan. Contohnya, penetapan pemakaian perlengkapan, dan
penetapan jumlah piutang tak tertagih.
2. Transaksi Keuangan Eksternal
Transaksi keuangan eksternal adalah serangkaian transaksi yang berkaitan dengan operasi
perusahaan, misalnya pembelian peralatan, dan pertukaran barang/jasa.

F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1-3)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 100 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang
materi pokok sebagai bentuk rasa syukur telah
diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan Yang
Maha Esa untuk mengelola administrasi keuangan
entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 7 of 400
guru mengenai menganalisis dokumen sumber dan
dokumen pendukung pada perusahaan jasa.
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menganalisis dokumen sumber
dan dokumen pendukung pada perusahaan jasa
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) mengenai
Menganalisis dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa
4. Asosiasi
Siswa menghubungkan Menganalisis dokumen sumber
dan dokumen pendukung pada perusahaan jasa dengan
aktivitas siswa di sekolah serta penerapannya di dunia
kerja yang akan dihadapi.
5. Komunikasi
a. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing) Menganalisis
dokumen sumber dan dokumen pendukung pada
perusahaan jasa:
- Pengertian perusahaan jasa
- Ruang lingkup operasi dan karakteristik
- Jenis transaksi keuangan
- Klasifikasi transaksi keuangan
- Macam-macam bukti transaksi perusahaan
- Siklus akuntansi perusahaan jasa
- Penyiapan transaksi/ bukti transaksi
b. Siswa mempresentasikan hasil diskusi intersubyektif
di tiap-tiap pasangan dengan pasangan seluruh kelas
(sharing) dalam format PPT
c. Siswa diberikan stimulus untuk mengajukan
pertanyaan yang terkait dengan materi.
d. Siswa lain diberi kesempatan untuk menjawab
pertanyaan atau memberikan tanggapan sebagai
bentuk pengkonstruksian pengetahuan siswa secara
integrative.
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 8 of 400
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan a. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
b. Portofolio
c. Diskusi

Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 9 of 400
Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1 1. Transaksi keuangan.
2. Mencatat semua transaksi
keuangan yang berdasarkan
bukti asli dari transaksi di dalam
Dalam membuat laporan satu periode transaksi.
keuangan pada perusahaan 3. Membuat jurnal umum, yang
jasa, terdapat 8 (delapan) berdasarkan catatan dari nomer 2
langkah yang dikenal sebagai tadi. 40
siklus akuntansi. 4. Membuat buku besar.
Sebutkan 8 (delapan) langkah 5. Membuat jurnal penyesuaian.
tersebut. 6. Membuat laporan keuangan,
seperti laporan laba-rugi, neraca
dan perubahan modal.
7. Membuat jurnal penutup.
8. Dan membuat neraca saldo.
2 1. Pendapatan berasal dari
penjualan jasa.
2. Dalam proses memproduksi jasa,
bisa atau tidak memerlukan
bantuan dari produk fisik.
3. Jasa yang diberikan tidak sama,
jadi masing-masing konsumen
dapat memperoleh jenis
pelayanan yang berbeda dengan
konsumen lainnya.
keamanan, kemudahan dan 4. Tidak memiliki persedian produk
lain-lain kepada konsumen dalam bentuk fisik, karena
yang membutuhkannya itu Produk yang dijual merupakan
merupakan salah satu dari ciri produk yang tidak berwujud
30
perusahaan jasa. (jasa). Jadi produk yang
Sebutkan ciri-ciri perusahaan dihasilkan tidak dapat dilihat
jasa. akan tetapi manfaatnya dapat
dirasakan.
5. Biasanya tingkatan harganya
memiliiki sifat yang tidak
mutlak, sebab murah atau
mahalnya harga yang ditetapkan
oleh perusahaan tergantung
tingkat kebutuhan konsumen.
6. Jasa yang dihasilkan tidak bisa
disimpan, jadi sekali dibeli maka
penggunaanya akan langsung
habis.
3 1. Penerimaan uang dari pemilik-
pemilik perusahaanPada saat
Dalam Perusahaan Jasa ada
memulai usaha suatu perusahaan
beberapa jenis transaksi yang
membutuhkan modal yang akan
dilakukan.
digunakan sebagai modal awal 30
Sebutkan jenis-jenis transaksi
untuk menjalakan usaha
yang dilakukan oleh
tersebut,modal dapat berasal dari
perusahaan jasa.
satu orang
ataupun lebih dari pemilik

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 10 of 400
perusahaan yang bersangkutan.
2. Penerimaan uang dari kreditur atau
Bank saat perusahaan meminjam
Suatu usaha yang telah berjalan dan
ingin mengembangkan jangkauan
usahanya tentunya membutuhkan
modal yang jauh lebih besar lagi.hal
ini mengarahkan si pengusaha
untuk meminjam uang diluar uang
pribadi yang telah digunakan yang
berasal dari pemberi kredit
atau yang biasa disebut kreditur
dengan ketentuan yangtelah
disepakati oleh kedua belah
pihak antara pengusaha dan
kreditur.
Pengeluaran uang untuk membeli
aktiva yang dapat menghasilkan
jasa, maupun membayar beban-
beban untuk kegiatan perusahaan
Dalam melakukan kegiatan usaha
suatu perusahaan jasa
membutuhkan peralatan,fasilitas
ataupun hal-hal yang menunjang
untuk melakukan kegiatan
usahanya.dalam melakukan hal
tersebut perusahaan jasa akan
berhubungan dengan mitra yang
menyediakan peralatan ataupun
penyedia sumber daya yang
dibutuhkan oleh perusahaan
tersebut,maka dari itu pengeluaran
pada poin ini selalu menjadi
pengeluaran rutin yang dilakukan
oleh sebuah perusahaan jasa
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100

JUMLAH SKOR DIDAPAT


NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9
9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
a. Penggunaan alat dan bahan
b. Sikap selama bekerja
5. Waktu
Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 11 of 400
Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

PENILAIAN LITERASI DALAM KBM


Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 12 of 400
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).

Literasi dengan Tugas :


Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 13 of 400
I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet
Kota Bekasi, 16 Juli 2018
Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 14 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 3 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke: 1-3)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
2. KD pada KI pengetahuan
3.1 Menganalisis dokumen sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan jasa
3. KD pada KI keterampilan
4.1 Melakukan pengecekan dokumen sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan
jasa

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 15 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.1.1 Menjelaskan Pengertian perusahaan jasa
3.1.2 Mengemukakan Ruang lingkup operasi dan karakteristik
3.1.3 Menjabarkan Jenis transaksi keuangan
3.1.4 Menyeleksi Klasifikasi transaksi keuangan
3.1.5 Menguraikan Macam-macam bukti transaksi perusahaan
3.1.6 Menganalisis Siklus akuntansi perusahaan jasa
3.1.7 Menerangkan Penyiapan transaksi/ bukti transaksi
4. Indikator KD pada KI keterampilan
4.1.1 Mengulangi Pengertian perusahaan jasa
4.1.2 Menunjukkan Ruang lingkup operasi dan karakteristik
4.1.3 Mengidentifikasi Jenis transaksi keuangan
4.1.4 Mengidentifikasi Klasifikasi transaksi keuangan
4.1.5 Menunjukkan Macam-macam bukti transaksi perusahaan
4.1.6 Memulai Siklus akuntansi perusahaan jasa
4.1.7 Mengatur Penyiapan transaksi/ bukti transaksi

D. Tujuan Pembelajaran
1.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat menceritakan
dokumen sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat menerangkan dokumen sumber
dan dokumen pendukung pada perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat menyimpulan dokumen sumber
dan dokumen pendukung pada perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat membedakan dokumen
sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan jasa dengan baik dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 3-6
1. Macam macam bukti transaksi
a. Kwitansi
Pengertian Kwitansi adalah bukti yang digunakan saat transaksi penerimaan sejumlah uang.
Kwitansi dibuat dan ditandatangani oleh pihak penerima uang dan diserahkan kepada yang
melakukan pembayaran.
Pada umumnya kwitansi sendiri terdiri dari dua bagian, bagian pertama diberikan kepada pihak
yang membayar untuk bukti pencatatan pengeluaran uang, sedangkan bagian yang tertinggal
(Sub atau bonggol kuitansi) dapat dijadikan sebagai bukti pencatatan penerimaan uang.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 16 of 400
 tanggal transaksi
 pihak yang memberikan uang
 nominal uang
 maksud dan tujuan dari transaksi pemberian uang tersebut
 tanda tangan serta di tambah dengan materai bila dibutuhkan.

Gambar Contoh Kwitansi

b. Nota Kontan
Pengertian Nota kontan adalah dokumen yang dibuat dan dikeluarkan oleh penjual kepada
pembeli. Lembar yang pertama (asli) diserahkan kepada pihak pembeli dan copynya disimpan
oleh pihak penjual sebagai bukti transaksi atas penjualan tunai.
Nota kontan memuat informasi berupa:
 Nama perusahaan sebagai pihak yang mengeluarkan nota
 Nomor nota
 Tanggal transaksi
 Jenis barang
 Jumlah barang
 Harga satuan
 Jumlah harga

Contoh Nota Kontan


c. Faktur (Invoice)
Pengertian Faktur merupakan pernyataan tertulis mengenai barang yang dijual, baik jumlah dan
harganya. Faktur dikeluarkan oleh pihak yang menjual kepada pihak pembeli. Faktur berfungsi
untuk bahan pertimbangan pembeli untuk meneliti barang-barang yang dibelinya. Bukti ini akan
diperlukan juga loh saat terjadi retur pembelianatau retur penjualan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 17 of 400
Faktur sendiri dibedakan menjadi dua yaitu:
1. faktur pembelian
2. faktur penjualan.
Bagi pihak pembeli, faktur yang diterima merupakan faktur pembelian, tetapi bagi penjual,
faktur yang diterima merupakan faktur penjualan.
Faktur memuat informasi yang terdiri dari :
 Nama dan alamat penjual
 Nomor faktur
 Nama dan alamat pembeli
 Tanggal pesanan
 Syarat pembayaran
 Keterangan mengenai barang (jenis barang, harga satuan, barang kuantitas barang dan
jumlah harga).

Contoh Faktur

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 18 of 400
Contoh Invoice

d. Nota Debet
Pengertian Nota debet adalah dokumen transaksi sebagai permintaan pengurangan harga kepada
pihak penjual atau bukti yang berisi informasi yang menyatakan tentang pengiriman kembali
barang yang tidak sesuai dengan pesanan (rusak).
Nota debet merupakan pemberitahuan atau perhitungan yang dikirimkan suatu perusahaan atau
badan usaha kepada konsumennya, bahwa akunnya telah di debet dengan jumlah nominal
tertentu.
Nota debit dibuat oleh pihak pembeli.

Contoh Nota Debet


Hal-hal yang tercantum pada nota debit dan nota kredit pada prinsipnya adalah sama, hanya
terdapat perbedaan pada informasi yang tercantum di dalam masing-masing nota.
Pada intinya bukti transaksi yang bernama nota kredit dan nota debit dikeluarkan saat terjadi
ketidakcocokan atau tidak sesuai dengan barang yang diharapkan oleh pihak pembeli.
e. Cek (Cheque)
Pengertian Cek bisa diartikan sebagai perintah pembayaran yang dibuat oleh pihak yang
mempunyai rekening di suatu bank, dengan tujuan agar bank tersebut membayarkan sejumlah
uang yang tertulis kepada orang yang membawa surat atau yang namanya tertulis di surat cek
tersebut. Baca juga Pengertian, Perbedaan Cek Dan Bilyet Giro Beserta Jenis-Jenisnya.
Cek terdiri dari dua bagian yaitu :
1. Pada bagian sebelah kiri buku cek sebagai bukti arsip pihak yang mengeluarkan dan
menandatangani cek tersebut.
2. Bagian sebelah kanan dapat diberikan kepada pihak yang menerima pembayaran cek
tersebut.

Contoh Cek

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 19 of 400
f. Bilyet giro
Pengertian Bilyet Giro adalah sebagai surat perintah untuk memindahbukukan sejumlah uang
dari rekening nasabah suatu bank ke rekening penerima yang namanya disebutkan dalam bilyet
giro pada bank yang sama atau pada bank lain (berbeda). Perlu diingat bahwa penerima bilyet
giro tidak bisa menukarkannya dengan uang tunai kepada bank yang bersangkutan. Tetapi dapat
menyetorkan bilyet giro kepada bank untuk menambah simpanan di rekeningnya.

Contoh Bilyet Giro

2. Siklus akuntansi perusahaan jasa


Tahapan siklus akuntansi perusahaan jasa tidaklah jauh berbeda dari siklus akuntansi perusahaan
dagang. Perbedaannya hanya terletak pada proses kegiatan usaha dan produk yang dihasilkan
dan berpengaruh terhadap lembar kerja yang digunakan oleh masing-masing perusahaan.
Idealnya, lembar kerja yang digunakan perusahaan jasa cenderung lebih sederhana dibandingkan
dengan perusahaan dagang atau manufaktur. Misalnya, pada perusahaan jasa hanya terdapat
akun pendapatan untuk transaksi penjualan. Sedangkan, pada perusahaan dagang, transaksi
penjualannya bisa mencakup akun penjualan, harga pokok persediaan, dan harga pokok
penjualan.
Lalu, apa saja tahapan siklus akuntansi pada perusahaan jasa? Di bawah ini kita akan
menjelaskan tentang siklus tahapan akuntansi perusahaan jasa.
a. Analisa Transaksi (Pencatatan & Penggolongan)

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 20 of 400
Tahap pertama dalam siklus akuntansi perusahaan jasa adalah mengumpulkan data-data
keuangan yang valid, akurat, dan bisa dipertanggungjawabkan. Contohnya seperti nota
pembelian, kuitansi penjualan, dan sebagainya. Kemudian catat seluruh transaksi keuangan
secara detail pada jurnal umum berdasarkan data-data yang dikumpulkan agar memudahkan
Anda pada tahap-tahap selanjutnya.
Setelah itu, pindahkan data tersebut dari jurnal umum ke buku besar. Golongkan data transaksi
keuangan berdasarkan jenis transaksi, tanggal, nomor dan nama akun, dan lain sebagainya.
Dengan begitu, seluruh transaksi pada jurnal yang berhubungan dengan kas akan masuk pada
satu buku besar kas. Lalu, hitung saldo masing-masing akun pada buku besar untuk mengetahui
total nilai akun.
b. Neraca Saldo

Kegiatan akuntansi selanjutnya adalah membuat neraca saldo untuk menilai proses pencatatan
data dari jurnal umum ke buku besar (posting) sudah benar adanya dengan cara membuat neraca
saldo. Dan apabila jumlah debit dan kredit seimbang, itu artinya tidak ada kesalahan dalam peng-
input-an data.
c. Jurnal Penyesuaian

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 21 of 400
Tahap selanjutnya adalah penyusunan jurnal penyesuaian yang di buat saat terjadinya transaksi
yang berpengaruh pada akun-akun perusahaan, misalnya penyusutan peralatan, uang sewa yang
belum dilunasi, dan lain sebagainya. Di tahap ini, biasanya akan muncul akun-akun baru setelah
adanya jurnal penyesuaian.
d. Neraca Lajur

Idealnya, penyusunan neraca lajur mengacu pada neraca saldo dan jurnal penyesuaian. Apabila
keduanya telah Anda buat, maka penyusunan neraca lajur bisa dilakukan secara mudah.
Nantinya, neraca lajur akan memberikan informasi dalam bentuk laporan laba-rugi dan neraca.
Keduanya akan menjadi dasar dalam pembuatan laporan keuangan nantinya.
e. Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah tahapan kelima dari siklus akuntansi perusahaan jasa yang diantaranya
berisi laporan laba-rugi, neraca, dan laporan perubahan modal. Dalam laporan laba-rugi, semua
pendapatan dan biaya yang telah dikeluarkan perusahaan akan dihitung untuk mengetahui laba
atau rugi yang diperoleh. Sedangkan, dalam laporan neraca akan menampilkan semua posisi
keuangan perusahaan dari sektor aset, utang. dan modal.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 22 of 400
f. Jurnal Penutup

Pada akhirnya akun-akun perkiraan pada laporan perubahan modal dan laporan laba-rugi yang
ada pada perusahaan jasa akan ditutup. Akun-akun tersebut diantaranya adalah akun pendapatan,
biaya dan beban, laba-rugi, dan prive. Setiap akun perkiraan yang ditutup akan bersaldo Rp.0,
sehingga yang tersisa hanya akun perkiraan yang memengaruhi neraca saja yang memiliki saldo.
g. Jurnal Pembalik

Tahapan jurnal pembalik merupakan tahap pembalikan beberapa akun yang telah ditutup untuk
mengembalikan saldonya. Akun perkiraan yang dibalik biasanya adalah pembayaran yang
dibayar di muka dan belum jatuh tempo.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 23 of 400
h. Neraca Akhir atau Awal (Setelah Penutupan)

Disebut dengan neraca akhir atau awal, karena sebagai neraca akhir yang dihasilkan pada akhir
periode, disebut neraca awal karena akan digunakan sebagai neraca awal pada siklus akuntansi
periode berikutnya.
Dengan adanya 8 tahapan siklus akuntansi yang harus dilakukan pada perusahaan jasa, tentunya
akan lebih mudah jika perusahaan menggunakan software akuntansi

F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1-3)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 24 of 400
Inti 1. Mengamati: 100 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang
materi pokok sebagai bentuk rasa syukur telah
diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan Yang
Maha Esa untuk mengelola administrasi keuangan
entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai menganalisis dokumen sumber dan
dokumen pendukung pada perusahaan jasa.
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menganalisis dokumen sumber
dan dokumen pendukung pada perusahaan jasa
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) mengenai
Menganalisis dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa
4. Asosiasi
Siswa menghubungkan Menganalisis dokumen sumber
dan dokumen pendukung pada perusahaan jasa dengan
aktivitas siswa di sekolah serta penerapannya di dunia
kerja yang akan dihadapi.
5. Komunikasi
a. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing) Menganalisis
dokumen sumber dan dokumen pendukung pada
perusahaan jasa:
- Pengertian perusahaan jasa
- Ruang lingkup operasi dan karakteristik
- Jenis transaksi keuangan
- Klasifikasi transaksi keuangan
- Macam-macam bukti transaksi perusahaan
- Siklus akuntansi perusahaan jasa
- Penyiapan transaksi/ bukti transaksi
b. Siswa mempresentasikan hasil diskusi intersubyektif
di tiap-tiap pasangan dengan pasangan seluruh kelas
(sharing) dalam format PPT
c. Siswa diberikan stimulus untuk mengajukan
pertanyaan yang terkait dengan materi.
d. Siswa lain diberi kesempatan untuk menjawab
pertanyaan atau memberikan tanggapan sebagai
bentuk pengkonstruksian pengetahuan siswa secara
integrative.
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 25 of 400
H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan
Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan a. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
b. Portofolio
c. Diskusi

Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 26 of 400
Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1 bukti yang digunakan
saat transaksi penerimaan
sejumlah uang, dibuat dan
ditandatangani oleh pihak
penerima uang dan diserahkan
Kwitansi 10
kepada yang melakukan
pembayaran.
Pernyataan diatas merupakan
pengertian dari bukti
transaksi?
2 Didalam pembuatan kwitansi,
ada bagian bagian yang harus 1. tanggal transaksi
diisikan sebagai sumber 2. pihak yang memberikan uang
informasi transaksi. 3. nominal uang
Sebutkan bagian bagian dari 4. maksud dan tujuan dari transaksi 30
kwitansi yang harus diisi pemberian uang tersebut
sebagai sumber informasi 5. tanda tangan serta di tambah
transaksi! dengan materai bila dibutuhkan.

3 a. Analisa Transaksi (Pencatatan &


Penggolongan) Tahap pertama
dalam siklus akuntansi perusahaan
Tahapan siklus akuntansi jasa adalah mengumpulkan data-
perusahaan jasa tidaklah jauh data keuangan yang valid, akurat,
berbeda dari siklus akuntansi dan bisa dipertanggungjawabkan.
perusahaan dagang. Contohnya seperti nota pembelian,
Perbedaannya hanya terletak kuitansi penjualan, dan sebagainya.
pada proses kegiatan usaha dan Kemudian catat seluruh transaksi
produk yang dihasilkan dan keuangan secara detail pada jurnal
berpengaruh terhadap lembar umum berdasarkan data-data yang
kerja yang digunakan oleh dikumpulkan agar memudahkan
masing-masing perusahaan. Anda pada tahap-tahap selanjutnya.
Idealnya, lembar kerja yang Setelah itu, pindahkan data tersebut
digunakan perusahaan jasa dari jurnal umum ke buku besar.
cenderung lebih sederhana Golongkan data transaksi keuangan
dibandingkan dengan berdasarkan jenis transaksi, tanggal, 60
perusahaan dagang atau nomor dan nama akun, dan lain
manufaktur. Misalnya, pada sebagainya. Dengan begitu, seluruh
perusahaan jasa hanya terdapat transaksi pada jurnal yang
akun pendapatan untuk berhubungan dengan kas akan
transaksi penjualan. masuk pada satu buku besar kas.
Sedangkan, pada perusahaan Lalu, hitung saldo masing-masing
dagang, transaksi penjualannya akun pada buku besar untuk
bisa mencakup akun penjualan, mengetahui total nilai akun.
harga pokok persediaan, dan b. Neraca Saldo Kegiatan akuntansi
harga pokok penjualan. selanjutnya adalah membuat neraca
Sebutkan tahapan siklus saldo untuk menilai proses
akuntansi pada perusahaan jasa pencatatan data dari jurnal umum
beserta pengertiannya? ke buku besar (posting) sudah benar
adanya dengan cara membuat
neraca saldo. Dan apabila jumlah
debit dan kredit seimbang, itu

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 27 of 400
artinya tidak ada kesalahan dalam
peng-input-an data.
c. Jurnal Penyesuaian Tahap
selanjutnya adalah penyusunan
jurnal penyesuaian yang di buat
saat terjadinya transaksi yang
berpengaruh pada akun-akun
perusahaan, misalnya penyusutan
peralatan, uang sewa yang belum
dilunasi, dan lain sebagainya. Di
tahap ini, biasanya akan muncul
akun-akun baru setelah adanya
jurnal penyesuaian.
d. Neraca Lajur Idealnya, penyusunan
neraca lajur mengacu pada neraca
saldo dan jurnal penyesuaian.
Apabila keduanya telah Anda buat,
maka penyusunan neraca lajur bisa
dilakukan secara mudah. Nantinya,
neraca lajur akan memberikan
informasi dalam bentuk laporan
laba-rugi dan neraca. Keduanya
akan menjadi dasar dalam
pembuatan laporan keuangan
nantinya.
e. Laporan Keuangan Laporan
keuangan adalah tahapan kelima
dari siklus akuntansi perusahaan
jasa yang diantaranya berisi laporan
laba-rugi, neraca, dan laporan
perubahan modal. Dalam laporan
laba-rugi, semua pendapatan dan
biaya yang telah dikeluarkan
perusahaan akan dihitung untuk
mengetahui laba atau rugi yang
diperoleh. Sedangkan, dalam
laporan neraca akan menampilkan
semua posisi keuangan perusahaan
dari sektor aset, utang. dan modal.
f. Jurnal Penutup Pada akhirnya akun-
akun perkiraan pada laporan
perubahan modal dan laporan laba-
rugi yang ada pada perusahaan jasa
akan ditutup. Akun-akun tersebut
diantaranya adalah akun
pendapatan, biaya dan beban, laba-
rugi, dan prive. Setiap akun
perkiraan yang ditutup akan
bersaldo Rp.0, sehingga yang
tersisa hanya akun perkiraan yang
memengaruhi neraca saja yang
memiliki saldo.
g. Jurnal Pembalik Tahapan jurnal
pembalik merupakan tahap
pembalikan beberapa akun yang
telah ditutup untuk mengembalikan
saldonya. Akun perkiraan yang
dibalik biasanya adalah
pembayaran yang dibayar di muka
dan belum jatuh tempo.
h. Neraca Akhir atau Awal (Setelah
Penutupan) Disebut dengan neraca

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 28 of 400
akhir atau awal, karena sebagai
neraca akhir yang dihasilkan pada
akhir periode, disebut neraca awal
karena akan digunakan sebagai
neraca awal pada siklus akuntansi
periode berikutnya.

JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100

JUMLAH SKOR DIDAPAT


NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
c. Penggunaan alat dan bahan
d. Sikap selama bekerja
5. Waktu

Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 29 of 400
PENILAIAN LITERASI DALAM KBM
Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 30 of 400
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).

Literasi dengan Tugas :


Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 31 of 400
Kota Bekasi, 16 Juli 2018
Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 32 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 3 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke: 1-3)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.2 Menerapkan proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa
2. KD pada KI keterampilan
4.2 Menerapkan proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 33 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.2.1 Menegaskan Pengertian jurnal dan fungsinya
3.2.2 Menganalisis Bentuk-bentuk buku jurnal buku harian)
3.2.3 Membuat Pencatatan Jurnal di Buku Harian
3.2.4 Membuat Buku pembatu dan fungsinya
3.2.5 Membuat Pencatatan transaksi ke dalam buku pembatu utang dan buku pembantu
piutang
2. Indikator KD pada KI keterampilan
4.2.1 Kembali membuat Pengertian jurnal dan fungsinya
4.2.2 Menyempurnakan Bentuk-bentuk buku jurnal buku harian)
4.2.3 Memulai Pencatatan Jurnal di Buku Harian
4.2.4 Memulai Buku pembatu dan fungsinya
4.2.5 Memulai Pencatatan transaksi ke dalam buku pembatu utang dan buku pembantu
piutang

D. Tujuan Pembelajaran
1.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat menceritakan
proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa dengan baik
dan benar.
1.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat menerangkan proses pencatatan
transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat menyimpulan dokumen proses
pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat membedakan proses
pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-3
1. Pengertian jurnal dan fungsinya
Jurnal umum adalah sebuah jurnal yang dipergunakan untuk tempat melakukan pencatatan
bagi segala jenis bukti transaksi keuangan yang muncul akibat terjadinya berbagai transaksi
keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu. Pada umumnya, jurnal ini dipergunakan
dalam akuntansi perusahaan jasa karena pada prinsipnya segala transaksi dalam perusahaan jasa
dapat dicatat secara kronologis, sedangkan pada akuntansi perusahaan dagang lebih efektif
menggunakan jurnal khusus.
Pembuatan jurnal umum atau disebut juga penjurnalan mempunyai tujuan diantaranya untuk
melakukan identifikasi, melakukan penilaian, dan melakukan pencatatan dampak ekonomi dari
sebuah transaksi atau beberapa transaksi dalam perusahaan. Selain itu, pencatatan ini juga

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 34 of 400
bertujuan untuk memudahkan proses pemindahan dampak transaksi yang terjadi ke dalam
sebuah akun sesuai transaksi.

Prinsip Dasar Pembuatan Jurnal Umum


Dalam membuat jurnal umum, ada beberapa prinsip dasar yang perlu Anda perhatikan yaitu:
 Melakukan pengidentifikasian bukti transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan. Contoh
dari bukti transaksi antara lain faktur, kuitansi, nota, memo, dan sebagainya.
 Menentukan akun apa saja yang terpengaruh dengan transaksi yang terjadi dan
menggolongkannya dalan jenis harta, utang, ataukah modal.
 Menetapkan penambahan atau pengurangan terhadap akun yang terkait dengan transaksi
yang dilakukan.
 Menetapkan untuk mendebit atau mengkredit akun yang terkait dengan transaksi yang
terjadi. Sebelumnya, Anda harus sudah menguasai cara menentukan debit-kredit dalam suatu
akun.
 Mencatat transaksi ke dalam jurnal umum sesuai dengan bukti transaksi yang dilakukannya.

Fungsi Jurnal Umum dalam Akuntansi


Jurnal umum dalam siklus akuntansi memiliki 5 fungsi penting untuk sebuah perusahaan jasa.
Adapun kelima fungsi tersebut adalah:
a. Fungsi historis : Pencatatan setiap transaksi dilakukan berdasarkan tanggal terjadinya
transaksi. Jurnal menggambarkan kegiatan perusahaan sehari-hari secara berurutan dan terus
menerus. Inilah mengapa Jurnal umum memiliki fungsi historis karena dilakukan secara
sistematis dan kronologis.

b. Fungsi pencatatan : Jurnal umum digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi
dalam perusahaan. Tiap perubahan kekayaan, modal, biaya, dan pendapatan harus terlebih
dahulu dicatat ke dalam jurnal umum, agar pembuatan laporan keuangan perusahaan dapat
dilakukan secara lengkap.

c. Fungsi analisis : Pencatatan dalam jurnal umum merupakan hasil analisis transaksi berupa
pendebitan dan pengkreditan akun yang terpengaruh. Analisis ini mengenai penggolongan nama
akun, pencatatan dalam pendebitan ataupun pengkreditan beserta jumlahnya.

d. Fungsi instruksi : Catatan dalam jurnal umum merupakan perintah untuk mendebit dan
mengkredit akun sesuai dengan catatan dalam jurnal. Pencatatan dalam jurnal umum bukan
sebatas dokumen transaksi dalam perusahaan tetapi bersifat instruksi. Hal ini dimaksudkan
bahwa jurnal umum berfungsi memberikan perintah atau petunjuk dalam proses memasukkan
data ke buku besar.

e. Fungsi informatif : Catatan dalam jurnal umum memberikan penjelasan mengenai bukti
pencatatan transaksi yang terjadi.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 35 of 400
Di dalam pencatatan pembukuan akuntansi, kita mengenal istilah jurnal umum dan jurnal
khusus. Jika pengertian dari jurnal umum adalah pencatatan semua transaksi keuangan secara
kronologis dalam pembukuan, maka jurnal khusus dipakai hanya untuk mencatat transaksi-
transaksi khusus yang terjadi pada perusahaan. Transaksi khusus yang dimaksud adalah transaksi
yang banyak dan sering terjadi serta bersifat sama dan berulang. Jurnal khusus terbagi menjadi
empat jenis, yaitu.

Jenis Kegunaan

Mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan pembelian


Jurnal Pembelian
barang usaha secara kredit

Mencatat semua transaksi yang berhubungan dengan penjualan barang


Jurnal Penjualan
usaha secara kredit.

Jurnal Penerimaan Mencatat semua transaksi penerimaan uang tunai dari berbagai
Kas sumber.

Jurnal Pengeluaran Mencatat semua transaksi pengeluaran uang tunai berkaitan


Kas dengan operasional perusahaan.

Manfaat Jurnal Khusus


Kemudahan Pencatatan secara Sistematis
Karena Jurnal khusus terbagi atas 4 jenis transaksi keuangan, maka transaksi keuangan yang
terjadi pada perusahaan dapat dicatat dan dikelompokan pada jurnal khusus dengan mudah
berdasarkan jenis transaksinya. Kemudahan ini menjadikan setiap laporan keuangan lebih
tersistematis dan efisien.
Mempercepat Proses Data Transaksi
Dengan adanya pengelompokan data, maka pemrosesan laporan keuangan bisa lebih cepat
terjadi. Sebagai contoh, jika ada 50 kali transaksi sejenis, pada jurnal umum akan tetap dicatat
dan dikelompokan sebanyak 50 kali juga. Sedangkan dalam jurnal khusus hanya perlu
mengelompokan datanya satu kali saja, berdasarkan jenis akun.
Menyajikan Data Lebih Cepat & Jelas
Karena jurnal khusus memuat transaksi-transaksi keuangan yang sejenis. Seperti pembelian
barang dagangan saja, atau penerimaan kas perusahaan saja, maka data keuangan dapat disajikan
lebih cepat dan jelas berdasarkan pengelompokan data tersebut.
Mempermudah Proses Pemostingan ke Buku Besar
Dengan adanya jurnal khusus, pemostingan data ke buku besar dapat dilakukan secara berkala
dengan lebih praktis dan mudah karena dalam jurnal khusus semua transaksi yang sejenis
dibukukan dengan akun yang sama. Sehingga pemostingan beberapa transaksi keuangan pun
dapat dilakukan secara bersamaan berdasarkan jenis akunnya.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 36 of 400
Memudahkan Pemeriksaan Secara Berkala
Pemeriksaan kembali biasa terjadi secara berkala dalam sebuah perusahaan baik secara internal
maupun eksternal oleh auditor publik. Dengan adanya jurnal khusus, transaksi keuangan sejenis
yang telah banyak tercatat dalam perusahaan akan dibukukan secara ringkas dan praktis pada
satu jurnal khusus sehingga memberikan kemudahan bagi auditor internal maupun eksternal
untuk melakukan pemeriksaan.

Menggunakan jurnal khusus untuk laporan keuangan perusahaan, jelas akan memberi
kemudahan dan efisiensi bagi pencatatan keuangan bisnis Anda. Kemudahan pencatatan yang
dimiliki Jurnal khusus ini, sama halnya dengan sifat yang dimiliki oleh software akuntansi
online. Menggunakan software akuntansi online Jurnal dapat memudahkan Anda dalam
melakukan pencatatan transaksi keuangan untuk memiliki berbagai laporan sesuai kebutuhan
perusahaan Anda.
2. Menganalisis Bentuk-bentuk buku jurnal buku harian
Buku besar adalah alat yang digunakan untuk mencatat perubahan-perubahan yang tejadi pada
suatu akun yang disebabkan karena adanya transaksi keuangan. Buku ini berisi tentang
perkiraan-perkiraan yang mengikhtisarkan pengaruh adanya transaksi keuangan terhadap
perubahan sejumlah akun seperti aktiva, kewajiban dan modal perusahaan.
Penting diingat bahwa banyaknya jumlah perkiraan buku besar yang dibutuhkan/dicatat
perusahaan berbeda-beda, karena tergantung kepada kekayaan dan keuangan perusahaan, jenis
kegiatan, volume transaksi dan informasi yang diinginkan perusahaan.
Data dalam buku besar akuntansi belum terperinci karena akun pada buku besar terkadang tidak
mencerminkan data secara rinci, seperti rekening utang, piutang, dan persediaan barang dagang.
Untuk melihat rekening-rekening tersebut diperlukan rekening lain yang dikelompokkan dalam
suatu buku atau kumpulan kartu-kartu yang disebut buku besar pembantu atau subsidiary ledger.
Dengan begitu maka ada buku besar pembantu utang, buku besar pembantu piutang, dan buku
besar pembantu barang dagang.
Fungsi Buku Besar

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 37 of 400
Dalam sebuah perusahaan harus memiliki buku besar, karena fungsinya sangat penting. Buku
besar berfungsi untuk meringkas semua data transaksi yang sudah tertulis di dalam jurnal umum.
Selain itu digunakan sebagai alat yang menggolongkan data keuangan, dari yang jumlahnya
besar sampai kecil. Jadi Anda tahu ada perbedaan atau tidak dari semua data keuangan yang
masuk. Semua data yang sudah ditulis di jurnal, harus dicatat atau digolongkan lagi dalam buku
besar dan juga sebagai bahan informasi ketika menyusun laporan keuangan.
Bentuk Buku Besar Akuntansi

1. Bentuk T
Bentuk T buku besar akuntansi ialah buku besar yang paling sederhana dan hanya berbentuk
seperti huruf T besar. Sebelah kiri akan menunjukan sisi debit dan sebelah kanan menunjukan
sisi kredit. Nama akun diletakan di kiri atas serta kode akun diletakan di kanan atas.
2. Bentuk Skontro
Bentuk skontro buku besar akuntansi merupakan buku besar yang biasa disebut bentuk dua
kolom. Skontro berarti sebelah menyebelah atau dibagi dua yakni sebelah debit dan sebelah
kredit.
3. Bentuk Staffle Berkolom Saldo Tunggal
Bentuk staffle berkolom saldo tunggal dalam buku besar akuntansi ialah bentuk buku yang
digunakan jika diperlukan penjelasan dari transaksi yang realtif banyak.
4. Bentuk Staffle Berkolom Saldo Rangkap
Bentuk staffle berkolom saldo rangkap dalam buku besar akuntansi ialah bentuk buku yang
hampir sama dengan bentuk kolom saldo tunggal. Hanya perbedaannya dalam buku ini kolom
saldo dibagi dua kolom yakni kolom debit dan kolom kredit.
Setiap pelaku usaha atau perusahaan pasti akan melakukan transaksi dan semua transaksi yang
terjadi akan dicatat dalam sebuah buku harian. Tahukah Anda untuk mencatat transaksi dalam
buku harian diperlukan suatu analisis? Analisis transaksi merupakan kegiatan yang penting
dalam siklus akuntansi. Analisis digunakan untuk mengetahui pengaruh dari transaksi terhadap
akun-akun sehingga membentuk persamaan dasar akuntansi.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 38 of 400
Doubel-Entry System

Double entry system atau sistem pencatatan berpasangan merupakan sistem analisis transaksi di
mana setiap transaksi keuangan yang terjadi akan berpengaruh minimal dua akun. Pengaruh
tersebut yakni untuk komponen aset di sisi debit dan komponen utang atau kewajiban atau pun
modal atau ekuitas di sisi kredit. Hal ini mengacu pada persamaan dasar akuntansi yaitu Aset =
Kewajiban + Modal.
Di mana aset sendiri merupakan sumber-sumber ekonomi yang dikuasai perusahaan dan
memberikan manfaat ekonomi di masa depan. Kewajiban adalah pengorbanan ekonomi untuk
menyerahkan aset atau jasa kepada entitas lain di masa depan. Sementara modal adalah hak
residu atas aset setelah dikurangi dengan semua kewajiban.
Langkah-langkah Analisis Transaksi

Untuk menganalisis transaksi, Anda dapat melakukan langkah-langkah berikut ini:


a. Pahami jenis-jenis akun dan komponennya, misal akun aset dapat terdiri dari piutang,
persediaan, dan lain-lain.
b. Tentukan pengaruh dari suatu transaksi pada akun aset, kewajiban, modal, beban atau
pendapatan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 39 of 400
c. Tentukan pengaruhnya untuk setiap akun, apakah adanya transaksi tersebut menjadikan
jumlah saldo akun menjadi naik atau turun.
d. Tulis kenaikan atau penurunan saldo atas akun tersebut di sebelah debit atau kredit.
Jenis Transaksi Keuangan

Agar dapat menganalisis dengan cepat dan mudah, maka Anda perlu mengetahui jenis-jenis
transaksi keuangan. Beberapa transaksi keuangan dibagi menjadi beberapa kelompok sebagai
berikut:
a. Transaksi dengan pemilik
Sebuah perusahaan yang didirikan pasti akan melakukan transaksi dengan pemilik. Biasanya
terjadi di awal-awal pendirian. Transaksi dengan pemilik merupakan transaksi yang terjadi antara
perusahaan dan pemiliknya. Transaksi ini terdiri dari penyetoran modal dan prive atau penarikan
uang untuk kepentingan pribadi.
b. Transaksi dengan pelanggan
Transaksi dengan pelanggan pasti akan sering terjadi. Transaksi ini terdiri dari penjualan barang
atau jasa kepada pelanggannya. Selain itu juga berkaitan dengan transaksi retur atau
pengembalian barang oleh pelanggan karena tidak sesuai dengan pesanan atau ada cacat.
c. Transaksi dengan pemasok
Transaksi dengan pemasok ini seperti transaksi pembelian bahan baku, pembelian produk atau
barang dagangan, retur pengembalian, dan transaksi lainnya.
d. Transaksi dengan kreditor
Beberapa contoh transaksi antara perusahaan dengan kreditor yakni transaksi penarikan pinjaman
dan transaksi pelunasan pinjaman.
e. Transaksi dengan penyedia nilai tambah
Transaksi dengan penyedia nilai tambah yaitu transaksi yang terjadi antara perusahaan dengan
pihak lain yang memberikan nilai tambah kepada produk atau jasa perusahaan Anda. Pihak yang
memberikan nilai tambah misalnya karyawan. Karyawan akan menyediakan tenaga ataupun
pikirannya untuk perusahaan, seperti membuat barang yang akan dijual kepada konsumen atau
memberikan jasa atau pelayanan untuk konsumen.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 40 of 400
Contoh Analisis Transaksi Akuntansi

Agar lebih memahami, berikut merupakan beberapa contoh penerapan dari analisis transaksi
akuntansi.

1 Januari 2017 Tuan Ilyas membuka bisnis atau perusahaan dengan nama Binatu Rizky. Dia
menyetorkan uang sebagai modal awal pendirian bisnis tersebut sebesar 1 Miliar
(Rp1.000.000.000).

Analisis transaksi: transaksi tersebut menambah nilai aset berupa kas sebesar 1 Miliar untuk sisi
debit. Sementara sisi kredit yang terpengaruh atas transaksi setoran ini adalah modal lebih
tepatnya sebagai modal Ilyas.

Jurnal

Kas 1.000.000.000

Modal Ilyas 1.000.000.000

Tanggal 5 januari 2017, perusahaan membeli peralatan berupa mesin cuci dari toko Ku sebesar
Rp150.000.000 secara tunai.

Analisis transaksi: transaksi tersebut menyebabkan perusahaan memiliki peralatan berupa


mesin cuci, yang artinya sisi debit akun aset berupa peralatan bertambah saldo menjadi 150 juta.
Sementara akun lain yang berpengaruh yakni kas. Akibat pembelian dilakukan secara tunai maka
akun kas berkurang saldonya sebesar 150 juta. Namun, jika pembelian dilakukan secara kredit
maka akun lawan yang berpengaruh bukan kas melainkan utang (kewajiban).
Jurnal

Peralatan 150.000.000

Kas 150.000.000

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 41 of 400
24 Maret 2017 untuk meningkatkan pelayanan pesan antar, perusahaan membeli sebuah mobil
kepada toko nasmoco seharga Rp250.000.000 secara kredit.

Analisis transaksi: transaksi tanggal 24 Maret ini menyebabkan perusahaan bertambah aset
(pada sisi debit) berupa mobil sebesar 250 juta dan juga mengakibatkan bertambah juga utang
usaha disisi kredit (pasiva) sebesar 250 juta.

Jurnal

Mobil 250.000.000

Utang Usaha 250.000.000

F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1-3)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 100 menit
c. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang
materi pokok sebagai bentuk rasa syukur telah
diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan Yang
Maha Esa untuk mengelola administrasi keuangan
entitas.
d. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 42 of 400
guru mengenai menganalisis proses pencatatan
transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan
jasa.
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menganalisis proses pencatatan
transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) mengenai
proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk
perusahaan jasa
4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses pencatatan transaksi ke
dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa dengan
aktivitas siswa di sekolah serta penerapannya di dunia
kerja yang akan dihadapi.
5. Komunikasi
a. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing) proses
pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk
perusahaan jasa:
1. Pengertian jurnal dan fungsinya
2. Bentuk-bentuk buku jurnal buku harian)
• Jurnal umum
• Jurnal penerimaan kas,
• jurnal pengeluaran kas.
3. Pencatatan Jurnal di Buku Harian
• Penggunaan jurnal umum untuk seluruh transaksi
• Penggunaan jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas
dan jurnal umum
4. Buku pembatu dan fungsinya
5. Pencatatan transaksi ke dalam buku pembatu utang dan
buku pembantu piutang
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 43 of 400
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan d. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
e. Portofolio
f. Diskusi

Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 44 of 400
Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1 a. Fungsi historis : Pencatatan setiap
transaksi dilakukan berdasarkan tanggal
terjadinya transaksi. Jurnal
menggambarkan kegiatan perusahaan
sehari-hari secara berurutan dan terus
menerus. Inilah mengapa Jurnal umum
memiliki fungsi historis karena
dilakukan secara sistematis dan
kronologis.

b. Fungsi pencatatan : Jurnal umum


digunakan untuk mencatat setiap
transaksi yang terjadi dalam perusahaan.
Tiap perubahan kekayaan, modal, biaya,
dan pendapatan harus terlebih dahulu
dicatat ke dalam jurnal umum, agar
Jurnal umum dalam siklus pembuatan laporan keuangan
akuntansi memiliki 5 fungsi
penting untuk sebuah perusahaan dapat dilakukan secara
50
perusahaan jasa. lengkap.
Sebutkan 5 fungsi penting
untuk sebuah perusahaan jasa
c. Fungsi analisis : Pencatatan dalam
jurnal umum merupakan hasil analisis
transaksi berupa pendebitan dan
pengkreditan akun yang terpengaruh.
Analisis ini mengenai penggolongan
nama akun, pencatatan dalam
pendebitan ataupun pengkreditan beserta
jumlahnya.

d. Fungsi instruksi : Catatan dalam


jurnal umum merupakan perintah untuk
mendebit dan mengkredit akun sesuai
dengan catatan dalam jurnal. Pencatatan
dalam jurnal umum bukan sebatas
dokumen transaksi dalam perusahaan
tetapi bersifat instruksi. Hal ini

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 45 of 400
dimaksudkan bahwa jurnal umum
berfungsi memberikan perintah atau
petunjuk dalam proses memasukkan
data ke buku besar.

e. Fungsi informatif : Catatan dalam


jurnal umum memberikan penjelasan
mengenai bukti pencatatan transaksi
yang terjadi.
2 adalah alat yang digunakan
untuk mencatat perubahan-
perubahan yang tejadi pada
suatu akun yang disebabkan
karena adanya transaksi Buku besar 10
keuangan.
Pernyataan diatas merupakan
fungsi dari?

3 Kemudahan Pencatatan secara


Sistematis
Karena Jurnal khusus terbagi atas 4 jenis
transaksi keuangan, maka transaksi
keuangan yang terjadi pada perusahaan
dapat dicatat dan dikelompokan pada
jurnal khusus dengan mudah
berdasarkan jenis transaksinya.
Kemudahan ini menjadikan setiap
laporan keuangan lebih tersistematis dan
efisien.
Dalam pembuatan laporan
Mempercepat Proses Data Transaksi
keuangan pada perusahaan
dagang, jurnal khusus Dengan adanya pengelompokan data,
memiliki manfaat yang dapat
maka pemrosesan laporan keuangan bisa
mempermudah dalam
40
pembuatan laporan keuangan. lebih cepat terjadi. Sebagai contoh, jika
Sebutkan Manfaat Jurnal
ada 50 kali transaksi sejenis, pada jurnal
Khusus dalam pembuatan
laporan pada perusahaan umum akan tetap dicatat dan
dagang..
dikelompokan sebanyak 50 kali juga.
Sedangkan dalam jurnal khusus hanya
perlu mengelompokan datanya satu kali
saja, berdasarkan jenis akun.
Menyajikan Data Lebih Cepat &
Jelas
Karena jurnal khusus memuat transaksi-
transaksi keuangan yang sejenis. Seperti
pembelian barang dagangan saja, atau
penerimaan kas perusahaan saja, maka
data keuangan dapat disajikan lebih

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 46 of 400
cepat dan jelas berdasarkan
pengelompokan data tersebut.
Mempermudah Proses Pemostingan
ke Buku Besar
Dengan adanya jurnal khusus,
pemostingan data ke buku besar dapat
dilakukan secara berkala dengan lebih
praktis dan mudah karena dalam jurnal
khusus semua transaksi yang sejenis
dibukukan dengan akun yang sama.
Sehingga pemostingan beberapa
transaksi keuangan pun dapat dilakukan
secara bersamaan berdasarkan jenis
akunnya.
Memudahkan Pemeriksaan Secara
Berkala

a. Pemeriksaan kembali biasa terjadi


secara berkala dalam sebuah
perusahaan baik secara internal
maupun eksternal oleh auditor
publik. Dengan adanya jurnal
khusus, transaksi keuangan sejenis
yang telah banyak tercatat dalam
perusahaan akan dibukukan secara
ringkas dan praktis pada satu jurnal
khusus sehingga memberikan
kemudahan bagi auditor internal
maupun eksternal untuk melakukan
pemeriksaan.

JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100

JUMLAH SKOR DIDAPAT


NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
e. Penggunaan alat dan bahan
f. Sikap selama bekerja
5. Waktu

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 47 of 400
Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

PENILAIAN LITERASI DALAM KBM


Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 48 of 400
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).

Literasi dengan Tugas :


Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 49 of 400
I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet

Kota Bekasi, 16 Juli 2018


Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 50 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 3 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke: 1-3)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.3 Menerapkan proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa
2. KD pada KI keterampilan
4.3 Menerapkan proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 51 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.2.1 Menegaskan Pengertian jurnal dan fungsinya
3.2.2 Menganalisis Bentuk-bentuk buku jurnal buku harian)
3.2.3 Membuat Pencatatan Jurnal di Buku Harian
3.2.4 Membuat Buku pembatu dan fungsinya
3.2.5 Membuat Pencatatan transaksi ke dalam buku pembatu utang dan buku pembantu
piutang
2. Indikator KD pada KI keterampilan
4.2.1 Kembali membuat Pengertian jurnal dan fungsinya
4.2.2 Menyempurnakan Bentuk-bentuk buku jurnal buku harian)
4.2.3 Memulai Pencatatan Jurnal di Buku Harian
4.2.4 Memulai Buku pembatu dan fungsinya
4.2.5 Memulai Pencatatan transaksi ke dalam buku pembatu utang dan buku pembantu
piutang

D. Tujuan Pembelajaran
1.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat menceritakan
proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa dengan baik
dan benar.
1.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat menerangkan proses pencatatan
transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat menyimpulan dokumen proses
pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat membedakan proses
pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.
2. Materi Pembelajaran
E. (Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-6
1. Jurnal Umum
Jurnal Umum atau jurnal transaksi adalah aktivitas meringkas dan mencatat transaksi
koperasi berdasarkan dokumen dasar secara kronologis beserta penjelasan yang diperlukan
dalam buku harian. Jurnal berfungsi mencatat dan meringkas pengaruh setiap transaksi koperasi
terhadap persamaan dasar akuntansi. Sedangkan akun dan buku besar berfungsi mencatat
transaksi koperasi menurut jenis transaksinya. Jadi, jurnal bukan berfungsi menggantikan buku
besar dan akun, tetapi diantara keduanya saling melengkapi satu dengan lainnya. Transaksi yang
telah dijurnal pada buku harian setiap beberapa waktu, misalnya seminggu sekali atau sebulan
sekali, harus diposting/dipindahkan ke buku besar sesuai dengan jenis akunnya.
Buku Jurnal adalah media yang digunakan untuk mencatat transaksi koperasi secara
ringkas, permanen, dan lengkap serta disusun secara kronologis untuk referansi di masa
mendatang. Secara umum, buku jurnal berbentuk empat kolom dengan manfaat yang saling

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 52 of 400
menunjang satu dengan lainnya. Kolom pertama (tanggal) berfungsi untuk mencatat tanggal
transaksi. Kolom kedua (keterangan) untuk mencatat aktifitas transaksi sesuai dengan nama akun
yang terkait dan penjelasan yang dsiperlukan. Kolom ketiga (ref) berguna untuk mencatat
referensi yang terkait dengan buku besar. Kolom keempat (jumlah) dibagi menjadi dua kolom,
yaitu kolom debet dan kolom kredit, yang berguna untuk mencatat nilai transaksi.

Buku Jurnal

Tanggal Keterangan Ref Saldo


Debet Kredit
2008
April 2
3
5

Untuk melakukan penjurnalan, yaitu mencatat transaksi koperasi dalam buku harian, kita
dapat berpedoman pada pencatatan dalam transaksi dalam buku besar atau akun koperasi. Untuk
kelompok akun aktiva dan beban, jika bertambah dimasukkan di sisi debet, jika berkurang
dimasukkan di sisi kredit. Untuk kelompok akun utang, modal, dan pendapatan, jika bertambah
dimasukkan di sisi kredit dan jika berkurang dimasukkan di sisi debet. Setiap kata yang dijadikan
dasar untuk mencatat dalam buku harian harus sama dengan nama akun yang ada di buku besar.
Keterangan tambahan dalam mencatat transaksi berfungsi untuk memperjelas transaksi yang
telah di jurnal.

Contoh kasus koperasi “Sejahtera Mandiri” mungkin dapat memperjelas cara mencatat
transaksi koperasi dalam buku harian.

Transaksi (a)
Pada awal tahun 2010, karyawan PT. Duta Niaga yang berlokasi di suatu kawasan industri di
Jakarta, ingin mendirikan koperasi. Koperasi ini direncanakan akan bergerak di bidang usaha
jasa simpan pinjam. Koperasi ini akan berfungsi sebagai wadah untuk menyimpan dana anggota
yang ingin menyimpan uangnya dan memberikan pinjaman kepada anggota yang
membutuhkannya. Akhirnya didirikanlah koperasi oleh 200 orang karyawan perusahaan tersebut
yang diberi nama Koperasi “Sejahtera Mandiri”. Untuk aktivitas harian, koperasi ini akan
menggunakan salah satu ruangan di perusahaan sebagai kantor.
Penyetoran uang tunai sebagai simpanan pokok dari 200 orang anggota koperasi sebesar
Rp500.000 per orang untuk modal pendirian koperasi mengakibatkan koperasi ini memiliki uang
kas sebesar Rp100.000.000 serta dicatat di sisi debet dan, pada saat yang sama, di sisi kewajiban
akan terlihat ekuitas/modal koperasi: simpanan pokok anggota sebesar Rp100.000.000 yang
dicatat di sisi kredit. Secara khusus, pencatatan transaksi ini pada akun mengharuskan staf
akuntansi menggunakan akun yang terinci, seperti akun Simpanan Pokok. Akun Simpanan
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 53 of 400
Pokok tidak digunakan pada saat membuat persamaan akuntansi, karena dikelompokkan pada
akun ekuitas koperasi. Akan tetapi, pada saat dicatat di buku besar, akun tersebut digunakan.
Berdasarkan transaksi ini, kita dapat mencatatnya sebagai berikut:

2 April 2010 kas 100.000.000


Simpanan pokok 100.000.000

Empat hari kemudian, yaitu, tanggal 6 April 2010, Koperasi Sejahtera Mandiri membeli
peralatan kantor, seperti kursi, meja, lemari arsip, komputer, printer, dan sebagainya, seharga
Rp22.000.000. Pembelian peralatan kantor ini sebagian dibayar secara tunai dan sebagian lagi
secara kredit dari Toko ABC, salah satu supplier PT. Duta Niaga. Dari jumlah itu sebanyak
Rp7.000.000 telah dibayar tunai dan sisanya akan dibayar dala waktu 4 bulan.

Transaksi pembelian peralatan kantor secara kredit tersebut akan menambah aktiva (akun
peralatan kantor) sebesar Rp22.000.000 yang dicatat di sisi debet. Pada saat yang sama, transaksi
ini mengakibatkan kas koperasi berkurang sebesar Rp 7.000.000 yang dicatat di sisi kredit dan
sekaligus mengakibatkan timbulnya utang usaha sebesar Rp15.000.000, yang juga dicatat di sisi
kredit.

6 April 2010 Peralatan kantor 22.000.000


kas 7.000.000
Utang Usaha 15.000.000

Transaksi (c)

Keesokan harinya, yaitu tanggal 7 April 2010, Koperasi Sejahtera Mandiri juga membeli
perlengkapan kantor, seperti kertas, pensil, penggaris, buku, dan sebagainya seharga
Rp2.000.000. Pembelian ini dilakukan secara tunai dengan menggunakan uang koperasi
“Sejahtera Mandiri”.

Transaksi pembelian perlengkapan kantor secara tunai ini akan mengakibatkan


bertambahnya aktiva (akun perlengkapan kantor) sebesar Rp2.000.000 yang dicatat di sisi debet
dan, pada saat yang sama, akan mengurangi kas sebesar Rp2.000.000 yang dicatat di sisi kredit.
Transaksi semacam ini tidak berpengaruh sama sekali terhadap sisi kewajiban. Berdasarkan
transaksi ini, kita dapat mencatatnya sebagai berikut:

7 April 2010 Perlengkapan kantor 2.000.000


Kas 2.000.000

Transaksi (d)

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 54 of 400
Pada tanggal 2 Mei 2010, setiap anggota koperasi menyetorkan uang sebesar Rp25.000 per
orang sebagai simpanan wajib anggota.
Simpanan wajib anggota koperasi dapat dikelompokkan sebagai modal koperasi karena
bersifat permanen. Dari transaksi ini koperasi memperoleh tambahan kas sebesar Rp5.000.000
yang dicatat di sisi debet. Pada saat yang sama di sisi kewajiban, yaitu akun Simpanan Wajib
koperasi bertambah sebesar Rp5.000.000 yang dicatat di sisi Kredit. Secara khusus, pencatatan
transaksi di akun mengharuskan staf akuntansi menggunakan akun yang terinci, seperti akun
simpanan wajib. Akun simpanan wajib tidak digunakan pada saat membuat persamaan
akuntansi, karena dikelompokkan pada akun ekuitas koperasi. Akan tetapi, pada saat dicatat di
buku besar, akun tersebut digunakan. Berdasarkan transaksi ini, kita dapat mencatatnya sebagai
berikut:

2 Mei 2010 kas 5.000.000


Simpanan wajib 5.000.000

Transaksi (e)

Pada tanggal 5 Mei 2010, Koperasi “Sejahtera Mandiri” memperoleh kredit usaha dari Bank
Mandiri sebesar Rp 60.000.000.
Transaksi ini menyebabkan kas koperasi bertambah Rp60.000.000 yang dicatat di sisi
debet dan pada saat yang sama, megakibatkan timbulnya utang bank sebesar Rp60.000.000 yang
dicatat di sisi kredit. Transaksi ini dapat dicatat sebagai berikut:

6 Mei 2010 kas 60.000.000


Utang Bank 60.000.000

Transaksi (f)

Pada tanggal 6 Mei 2010, sejumlah anggota koperasi menyimpan uangnya sebesar
Rp12.000.000 di koperasi “Sejahtera Mandiri”.
Transaksi setoran simpanan anggota ini menyebabkan kas koperasi bertambah sebesar
Rp12.000.000 yang dicatat di sisi debet dan pada saat yang sama, di sisi kewajiban muncul akun
baru yaitu akun Simpanan Sukarela sebersar Rp12.000.000 yang dicatat di sisi kredit. Akun
simpanan sukarela merupakan utang koperasi kepada anggotanya, bukan modal koperasi.

6 Mei 2010 kas 12.000.000


Simpanan sukarela 12.000.000

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 55 of 400
Transaksi (g)

Tanggal 10 Mei 2010, koperasi “Sejahtera Mandiri” memberikan pinjaman uang kepada
24 orang anggotanya sebesar Rp5.000.000 per orang, dengan nilai total pinjaman sebesar
Rp120.000.000 pada suku bunga 3% per bulan.
Transaksi ini mengakibatkan jumlah kas koperasi berkurang sebesar Rp120.000.000 yang
dicatat di sisi kredit dan pada saat yang sama, mengakibatkan munculnya akun piutang anggota
sebesar jumlah yang sama yang dicatat di sisi debet. Transaksi semacam ini hanya
mengakibatkan perubahan saldo beberapa akun di sisi aktiva tetapi tidak mempengaruhi sisi
kewajiban sama sekali.

10 Mei 2010 Piutang Anggota 120.000.000


Kas 120.000.000

Transaksi (h)
Pada tanggal 29 Mei 2010, anggota koperasi yang meminjam uang pada koperasi membayar
angsuran pokok, bunga pinjaman dan jasa provisi sebesar Rp18.000.000. Dari jumlah itu
sebesar Rp12.000.000 merupakan angsuran pokok pinjaman, sebesar Rp3.600.000 merupakan
pembayaran bunga pinjaman, dan sebesar Rp2.400.000 merupakan jasa provisi.
Bagi sebuah koperasi simpan pinjam, sumber pendapatan koperasi berasal dari bunga pinjaman
yang diberikan kepada para anggotanya. Karena itu, transaksi ini mengakibatkan kas koperasi
bertambah sebesar Rp18.000.000 yang dicatat di sisi debet dan, pada saat yang sama, akun
piutang anggota akan berkurang sebesar Rp12.000.000, akun pendapatan bunga bertambah
sebesar Rp3.600.000 yang dicatat di sisi kredit, serta akun pendapatan provisi bertambah sebesar
Rp2.400.000 yang dicatat di sisi kredit.

29 Mei 2010 kas 18.000.000


Piutang Anggota 12.000.000
Partisipasi Jasa Pinjaman 3.600.000
Partisipasi Jasa Provisi 2.400.000

Transaksi (i)

Pada tanggal 29 Mei 2010, dibayar gaji 2 orang karyawan koperasi sebesar Rp600.000
per orang. Kedua karyawan itu bekerja mulai tanggal 1 Mei 2010. Pada saat yang sama,
koperasi membayar beban bunga pinjaman ke Bank Mandiri sebesar Rp900.000.
Transaksi pembayaran gaji ini mengakibatkan kas koperasi berkurang sebesar Rp1.200.000
untuk gaji karyawan dan berkurang lagi sebesar Rp900.000 untuk beban bunga utang ke Bank
Mandiri. Jadi, pada tanggal ini kas koperasi berkurang sebesar Rp.2.100.000 yang dicatat di sisi
kredit. Pada saat yang sama, akun Gaji ditambah sebesar Rp1.200.000 dan akun beban bunga
bertambah sebesar Rp900.000 yang dicatat di sisi debet.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 56 of 400
30 Mei 2010 Gaji 1.200.000
Beban Bunga 900.000 2.100.000
kas

Transaksi (j)

Pada tanggal 31 Mei 2010, koperasi Sejahtera Mandiri membayar sebagian utangnya
kepada Toko ABC sebesar Rp9.000.000
Akibat transaksi ini, akun kas koperasi sebesar Rp9.000.000 yang dicatat di sisi kredit dan
pada saat yang sama, akun utang usaha juga dikurangi sebesar Rp9.000.000 yang dicatat di sisi
debet.

31 Mei 2010 Utang Usaha 9.000.000


Kas 9.000.000

2. Membuat Buku pembatu dan fungsinya


Akun buku besar biasanya tidak memuat data terperinci, seperti hutang, piutang atau persediaan
barang dagang, untuk mengetahuinya, maka Anda memerlukan rekening lain yang
diklasifikasikan ke dalam suatu buku yang disebut buku besar pembantu. Untuk itu kami akan
membahas Fungsi buku pembantu hutang, piutang dan buku kas kecil untuk Anda.
Buku Besar Pembantu Hutang (Accounts Payable Subsidiary Ledger)
Buku besar pembantu berfungsi untuk mencatat rincian akun tertentu yang ada di Buku Besar
Umum. Akun Buku Besar Umum yang rinciannya dicatat dalam Buku Besar Pembantu disebut
Akun Pengawas (Controlling Account). Sedangkan akun-akun yang merinci akun pengawas
disebut Akun Pembantu (Subsidiary Account). Dua buku besar pembantu yang umum adalah
Buku Pembantu Kewajiban (Utang) dan Buku Pembantu Piutang. Untuk entitas sektor publik,
setiap akun bisa atau perlu dibuat buku besar pembantu karena mengingat luasnya akun-akun
dalam setiap entitas. Untuk selanjutnya, buku besar umum sering disingkat menjadi buku besar
dan buku besar pembantu yang disingkat dengan nama buku pembantu.
1. Buku besar pembantu utang untuk mencatat masing-masing pemasok secara terperinci.
Keadaan utang pada setiap pemasok juga dicatat dalam daftar tersendiri. perubahan utang
secara keseluruhan dicatat pada perkiraan utang dalam buku besar umum, sedangkan
perubahan dicatat pada perkiraan masing-masing dalam buku besar pembantu utang.
2. Buku besar pembantu ini berfungsi untuk mencatat perincian utang perusahaan kepada
masing-masing kreditur. Buku besar pembantu utang usaha adalah buku besar akuntansi
yang menunjukkan sejarah transaksi dan jumlah yang terutang untuk setiap pemasok dari
siapa bisnis menerima kredit untuk pembelian. Saldo dalam akun pelanggan secara berkala
didamaikan dengan saldo hutang (accounts payable) dalam buku besar untuk memastikan
keakuratannya.
3. Buku Besar Pembantu Piutang (Accounts Receivable Subsidiary Ledger)

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 57 of 400
4. Buku besar pembantu piutang usaha disusun untuk merinci langganan kredit, dari mulai
jumlah transaksi penjualan kredit hingga alamat. Perubahan seluruh piutang dicatat dalam
perkiraan piutang di buku besar umum sebagai perkiraan induk, sedangkan perubahan
masing-masing langganan dicatat dalam perkiraan buku besar pembantu piutang.
5. Buku besar pembantu ini berfungsi untuk mencatat rincian piutang perusahaan kepada
masing-masing langganan (debitur). Buku besar pembantu piutang usaha adalah buku besar
akuntansi yang menunjukkan sejarah transaksi dan pembayaran setiap pelanggan kepada
siapa bisnis itu meluas kredit. Saldo di setiap akun pelanggan secara berkala didamaikan
dengan saldo piutang dalam buku besar umum, untuk memastikan keakuratannya. Buku
besar pembantu juga sering disebut sebagai subledger atau subaccount.
6. Kegunaan dari buku besar pembantu piutang dagang terletak pada fakta bahwa ia dapat
menunjukkan, sekilas, status akun dan jumlah yang terutang oleh pelanggan tertentu.
Misalnya, saldo umum dapat menunjukkan saldo piutang total sebesar Rp. 100.000, tetapi
tidak akan menunjukkan pelanggan mana yang berutang berapa. Informasi ini dapat
diperoleh dari buku besar pembantu piutang usaha. Buku besar ini akan menunjukkan,
misalnya, bahwa Pelanggan A berhutang Rp. 15.000, Pelanggan B berutang Rp. 25.000,
Pelanggan C berutang Rp. 5.000, dan seterusnya.
7. Tanpa buku besar pembantu ini, perusahaan dengan banyak pelanggan akan mengalami
kesulitan dalam melacak pembayaran dan transaksi pelanggan. Seperti buku besar pembantu
lainnya, buku besar pembantu piutang usaha hanya memberikan rincian akun kontrol dalam
buku besar umum. Buku besar pembantu lainnya termasuk buku besar pembantu utang,
buku besar pembantu persediaan, dan buku besar pembantu, pabrik, dan peralatan.
1. Kas Kecil (Petty Cash)
Kas kecil adalah dana kecil dari uang tunai yang dipegang oleh penjaga untuk pembelian atau
penggantian terlalu kecil untuk diserahkan ke prosedur pembelian dan penggantian biaya yang
lebih ketat dari perusahaan atau lembaga. Rekonsiliasi berkala mengungkapkan kekurangan atau
kelebihan dana, sebagai tanda terima digunakan untuk menghitung saldo dana.
Dana kas kecil memberikan kemudahan untuk transaksi kecil yang mengeluarkan cek tidak
masuk akal. Beberapa vendor mungkin tidak menerima cek perusahaan. Selain itu, biaya pasti
mungkin tidak diketahui hingga barang-barang tersebut dibeli, dan mengeluarkan cek mungkin
tidak layak. Dana kas kecil menggantikan kebutuhan karyawan tertentu untuk memiliki kartu
kredit perusahaan. Dana kas kecil memberikan peluang cepat untuk memanfaatkan dana,
dibandingkan dengan proses internal lain yang memakan waktu untuk pendanaan atau
penggantian.
Penggunaan dana kas kecil membatasi kontrol internal tertentu. Misalnya, daripada melakukan
pembayaran dalam bentuk cek resmi yang ditandatangani, pembayaran ke vendor tertentu
dilakukan dengan uang tunai yang dijamin dan ditarik sesuai prosedur yang berbeda. Dana kas
kecil dijaga oleh individu yang ditunjuk, dan dana sering disimpan di lokasi yang terkunci. Dana
ditarik setelah menerima tanda tangan dari karyawan yang tepat, yang diminta untuk
mengembalikan kelebihan uang dan semua tanda terima atau dokumentasi transaksi.
Dana kas kecil direkonsiliasi secara berkala untuk memastikan keseimbangan dana benar. Sisa
kas dalam dana kas kecil dihitung serta biaya yang tercantum pada semua tanda terima.
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 58 of 400
Penjumlahan ini harus sama dengan saldo asli dalam dana kas kecil. Jika jumlah yang dihitung
lebih kecil dari saldo awal, ada kekurangan dalam dana kas kecil. Jika jumlah yang dihitung
lebih banyak dari saldo awal, ada kelebihan dana kas kecil.
Dana kas kecil dan transaksi kas kecil masih tercatat pada laporan keuangan. Ketika dana kas
kecil dibuat, entri jurnal hanya membatasi sejumlah kecil uang dengan mendebit dana kas kecil
dan mengkredit uang tunai. Ketika transaksi terjadi, tidak ada entri jurnal yang dibuat.
Kemudian, pada akhir periode atau pada rekonsiliasi dana kas kecil, tanda terima digunakan
untuk memverifikasi saldo dalam dana kas kecil dan kode transaksi. Item baris jurnal direkam ke
akun yang lebih pendek / pendek. Jika dana kas kecil berakhir, kredit dimasukkan untuk
mewakili keuntungan. Jika dana kas kecil itu pendek, debit dimasukkan untuk mewakili
kerugian. Akun over / short digunakan untuk memaksa keseimbangan dana pada rekonsiliasi.

F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1-6)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 100 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang
materi pokok sebagai bentuk rasa syukur telah
diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan Yang
Maha Esa untuk mengelola administrasi keuangan
entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai menganalisis proses pencatatan

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 59 of 400
transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan
jasa.
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menganalisis proses pencatatan
transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) mengenai
proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk
perusahaan jasa
4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses pencatatan transaksi ke
dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa dengan
aktivitas siswa di sekolah serta penerapannya di dunia
kerja yang akan dihadapi.
5. Komunikasi
a. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing) proses
pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk
perusahaan jasa:
1. Pengertian jurnal dan fungsinya
2. Bentuk-bentuk buku jurnal buku harian)
• Jurnal umum
• Jurnal penerimaan kas,
• jurnal pengeluaran kas.
3. Pencatatan Jurnal di Buku Harian
• Penggunaan jurnal umum untuk seluruh transaksi
• Penggunaan jurnal penerimaan kas, jurnal pengeluaran kas
dan jurnal umum
4. Buku pembatu dan fungsinya
5. Pencatatan transaksi ke dalam buku pembatu utang dan
buku pembantu piutang
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 60 of 400
pembelajaran.

2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan a. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
b. Portofolio
c. Diskusi

Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 61 of 400
Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1 Buku besar pembantu utang Keadaan utang pada setiap pemasok
untuk mencatat masing-masing juga dicatat dalam daftar tersendiri.
pemasok secara terperinci. perubahan utang secara keseluruhan
Sebutkan fungsi dari Buku dicatat pada perkiraan utang dalam buku 40
besar pembantu utang untuk besar umum, sedangkan perubahan
mencatat masing-masing dicatat pada perkiraan masing-masing
pemasok secara terperinci dalam buku besar pembantu utang.
2 Buku besar pembantu ini
Buku besar pembantu utang usaha
berfungsi untuk mencatat
adalah buku besar akuntansi yang
perincian utang perusahaan
menunjukkan sejarah transaksi dan
kepada masing-masing
jumlah yang terutang untuk setiap
kreditur.
pemasok dari siapa bisnis menerima
Sebutkan fungsi dari Buku 40
kredit untuk pembelian. Saldo dalam
besar pembantu ini berfungsi
akun pelanggan secara berkala
untuk mencatat perincian
didamaikan dengan saldo hutang
utang perusahaan kepada
(accounts payable) dalam buku besar
masing-masing kreditur.
untuk memastikan keakuratannya.
3 buku besar akuntansi yang menunjukkan
Apa yang dimaksud dengan
sejarah transaksi dan pembayaran setiap
buku besar pembantu piutang 20
pelanggan kepada siapa bisnis itu
usaha.
meluas kredit.
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100

JUMLAH SKOR DIDAPAT


NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
a. Penggunaan alat dan bahan
b. Sikap selama bekerja
5. Waktu

Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 62 of 400
Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

PENILAIAN LITERASI DALAM KBM


Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 63 of 400
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).

Literasi dengan Tugas :


Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 64 of 400
I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet

Kota Bekasi, 16 Juli 2018


Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 65 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 3 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke: 1-3)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.3 Menerapkan proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa
2. KD pada KI keterampilan
4.3 Menerapkan proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 66 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.3.1 Menyimpulkan Buku besar dan kegunaannya
3.3.2 Memisahkan Daftar Akun (Rekening)
3.3.3 Menyususn Pemindahan (Posting) entri jurnal ke buku besar
4. Indikator KD pada KI keterampilan
4.3.1 Mengidentifikasikan Buku besar dan kegunaannya
4.3.2 Memindahkan Daftar Akun (Rekening)
4.3.3 Menggabungkan Pemindahan (Posting) entri jurnal ke buku besar

D. Tujuan Pembelajaran
1.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat menceritakan
posting jurnal umum ke dalam buku besar untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat menerangkan posting jurnal
umum ke dalam buku besar untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat menyimpulan dokumen posting
jurnal umum ke dalam buku besar untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat membedakan posting jurnal
umum ke dalam buku besar untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-6
1. Buku Besar
Pengertian buku besar adalah sebagai alat yang digunakan untuk mencatat perubahan-
perubahan yang tejadi pada suatu akun yang disebabkan karena adanya transaksi keuangan.
Buku besar adalah buku yang berisi perkiraan-perkiraan yang mengikhtisarkan pengaruh adanya
transaksi keuangan terhadap perubahan sejumlah akun seperti aktiva, kewajiban dan modal
perusahaan.
Penting diingat bahwa banyaknya jumlah perkiraan buku besar yang dibutuhkan/dicatat
perusahaan berbeda-beda, karena tergantung kepada kekayaan dan keuangan perusahaan, jenis
kegiatan, volume transaksi dan informasi yang diinginkan perusahaan.
Kapan penyusunan buku besar ?
Di dalam pembukuan akuntansi, pencatatan buku besar disebut dengan posting, karena buku
besar adalah pemindahan akun atau sering dikenal dengan istilah posting dari jurnal umum , jadi
pencatatan buku besar adalah setelah jurnal umum .
Akun–akun buku besar dapat digolongkan seperti berikut.
1. Akun Ril (Real Account) adalah akun-akun yang terdapat di dalam neraca, misalnya
aktiva, hutang, kewajiban dan modal.
2. Akun Nominal (Nominal Account) adalah akun-akun yang terdapat pada laporan laba
rugi, misalnya akun pendapatan dan beban.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 67 of 400
2. Fungsi Buku Besar
 Sebagai alat untuk meringkas data transaksi yang telah dicatat dalam jurnal (umum).
 Sebagai alat untuk menggolongkan data keuangan serta dapat untuk mengetahui jumlah
atau keadaan rekening (akun) yang sebenarnya apakah ada perbedaan atau tidak.
 Sebagai dasar penggolongan transaksi yang ada atau telah dicatat dalam jurnal.
 Sebagai bahan atau informasi untuk menyusun laporan keuangan.
3. Bentuk Buku Besar
Bentuk buku besar yang diguakan oleh suatu perusahaan juga berbeda-beda disesuaikan dengan
keinginan dan kebutuhan. Pada dasarnya bentuk buku besar terbagi menjadi dua yaitu bentuk T
dan bentuk skontro.

1. Bentuk T
Contoh bentuk buku besar T adalah sebagai berikut:

2. Bentuk Skontro / Dua Kolom dan Empat Kolom

Bentuk buku besar dua kolom

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 68 of 400
Bentuk buku besar empat kolom

4. Cara Melakukan Posting dari Jurnal ke Buku Besar


Langkah yang harus dilakukan dalam proses posting dari jurnal ke buku besar adalah
seperti berikut.
1. Yang pertama adalah pindahkan tanggal kejadian yang ada pada jurnal ke kolom tanggal
di buku besar yang bersangkutan.
2. Pindah jumlah debet ataupun jumlah kredit ke kolom debet dan kredit pada buku besar
yang bersangkutan.
3. Catat nomor halaman jurnal (ref) ke kolom referensi/ref buku besar yang bersangkutan
4. Penjelasan atau keterangan singkat di kolom keterangan pada jurnal bisa dipindahkan
sama juga di buku besar.

Gambar proses posting dari jurnal ke buku besar.

Cara posting ke buku besar

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 69 of 400
Aturan Debet Kredit

Keterangan Debet Kredit

Aktiva Pertambahan (+) Pengurangan (-)


Hutang Pengurangan (-) Pertambahan (+)
Modal Pengurangan (-) Pertambahan (+)
Prive Pertambahan (+) Pengurangan (-)
Pendapatan Pengurangan (-) Pertambahan (+)
Beban Pertambahan (+) Pengurangan (-)

Contoh Transaksi Buku Besar


Penerapannya pada transaksi perusahaan kedalam buku besar adalah sebagai berikut .
Bengkel mobil “Cahaya Hari” yang didirikan oleh Tn. Hari . berikut ini adalah rincian kegiatan
transaksi pada bulan Februari diantaranya.
Tanggal Transaksi
1 Tn. Hari menanamkan uangnya sebagai modal di perusahaan sebesar Rp. 35.000.000.
2 Menerima kredit dari bank sebesar Rp. 90.000.000
4 Membeli peralatan bengkel sebesar Rp. 75.000.000 secara tunai.
5 Perusahaan membayar kontrak sewa bangkel Rp. 3.000.000 untuk 1 tahun.
7 Membeli perlengkapan dari JAYA SAKTI secara tunai Rp. 1.400.000
20 Menerima uang dari para langganan untuk jasa bengkel yang diberikan
Feb- Membeli perlengkapan berupa oli,air accu,mur baut dari WAHANA AUTOSPORT
2016 21 dengan cara kredit sebesar Rp. 6.000.000.
23 Pemakaian perlengkapan sebesar Rp, 3.500.000
25 Membayar gaji dan upah pegawai Rp. 6.750.000
26 Membayar macam-macam biaya Rp. 2.250.000
Membayar kepada Bank Rp. 5.000.000 untuk pembayaran angsuran pokok pinjaman,
28
dan Rp. 1.000.000 untuk pembayaran bunga pinjaman.
28 Penyusutan peralatan bengkel sebesar Rp. 1.900.000.
Jawaban :

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 70 of 400
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 71 of 400
F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan: 1-3)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 100 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang
materi pokok sebagai bentuk rasa syukur telah

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 72 of 400
diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan Yang
Maha Esa untuk mengelola administrasi keuangan
entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai menganalisis proses pencatatan
transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan
jasa.
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menganalisis proses pencatatan
transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) mengenai
proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk
perusahaan jasa
4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses pencatatan transaksi ke
dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa dengan
aktivitas siswa di sekolah serta penerapannya di dunia
kerja yang akan dihadapi.
5. Komunikasi
a. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing) proses
posting jurnal umum ke dalam buku besar untuk
perusahaan jasa:
Pemrosesan akun buku besar:
1. Buku besar dan kegunaannya
2. Daftar Akun (Rekening)
3. Pemindahan (Posting) entri jurnal ke buku besar
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 73 of 400
Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan a. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
b. Portofolio
c. Diskusi

Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 74 of 400
Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

BUTIR SKOR SKOR


NO URAIAN JAWABAN
SOAL MAKS SISWA
1 dalam
proses
posting
dari jurnal
ke buku
besar
memiliki
tahapan
1. Yang pertama adalah pindahkan tanggal
dan
kejadian yang ada pada jurnal ke kolom
langkah
tanggal di buku besar yang bersangkutan.
langkah
2. Pindah jumlah debet ataupun jumlah kredit ke
yang
kolom debet dan kredit pada buku besar yang
harus
bersangkutan. 30
dilakukan.
3. Catat nomor halaman jurnal (ref) ke kolom
Sebutkan
referensi/ref buku besar yang bersangkutan
langkah
4. Penjelasan atau keterangan singkat di kolom
langkah
keterangan pada jurnal bisa dipindahkan sama
yang
juga di buku besar.
harus
dilakukan
untuk
proses
posting
dari jurnal
ke buku
besar.
2  Sebagai alat untuk meringkas data transaksi yang
telah dicatat dalam jurnal (umum).
 Sebagai alat untuk menggolongkan data
Fungsi
keuangan serta dapat untuk mengetahui jumlah
Buku
atau keadaan rekening (akun) yang sebenarnya
Besar 30
apakah ada perbedaan atau tidak.
 Sebagai dasar penggolongan transaksi yang ada
atau telah dicatat dalam jurnal.
 Sebagai bahan atau informasi untuk menyusun
laporan keuangan.
3 Keterangan Kredit
Debet

Pertambahan Pengurangan
Aktiva
(+) (-)
Pengurangan Pertambahan
Hutang
Aturan (-) (+)
Debet 40
Kredit Pengurangan Pertambahan
Modal
(-) (+)
Pertambahan Pengurangan
Prive
(+) (-)
Pengurangan Pertambahan
Pendapatan
(-) (+)

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 75 of 400
Pertambahan Pengurangan
Beban
(+) (-)
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100
JUMLAH SKOR DIDAPAT
NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL
Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
c. Penggunaan alat dan bahan
d. Sikap selama bekerja
5. Waktu

Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 76 of 400
PENILAIAN LITERASI DALAM KBM
Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 77 of 400
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 78 of 400
INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).

Literasi dengan Tugas :


Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet
Kota Bekasi, 16 Juli 2018
Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 79 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke: 1-6)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.4 Menganalisis transaksi penyesuaian untuk perusahaan jasa
2. KD pada KI keterampilan
4.4 Melakukan pencatatan transaksi penyesuaian untuk perusahaan jasa

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 80 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.4.1 Menganalisis Jurnal penyesuaian dan fungsinya
3.4.2 Mengklasifikasi Jenis-jenis penyesuaian
3.4.3 Menganalisis Jurnal penyesuaian
3.4.4 Menganalisis Koreksi kesalahan dan jurnal koreksi
3.4.5 Mendeteksi Koreksi akun
2. Indikator KD pada KI keterampilan
4.4.1 Mendemonstrasikan Jurnal penyesuaian dan fungsinya
4.4.2 Menunjukkan Jenis-jenis penyesuaian
4.4.3 Memperbaiki Jurnal penyesuaian
4.4.4 Mengidentifikasikan Koreksi kesalahan dan jurnal koreksi
4.4.5 Menerapkan Koreksi akun

D. Tujuan Pembelajaran
1.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat Menganalisis
transaksi penyesuaian untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat menerangkan transaksi
penyesuaian untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat menyimpulan dokumen transaksi
penyesuaian untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat membedakan transaksi
penyesuaian untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke:1-6
1. Jurnal Penyesuaian
Jurnal penyesuaian adalah jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo
dalam akun sehingga saldo mencerminkan jumlah yang sebenarnya. Secara umum, fungsi jurnal
penyesuaian adalah menetapkan saldo catatan akun buku besar pada akhir periode, serta
menghitung pendapatan dan beban selama periode yang bersangkutan. Di bawah ini, kita akan
jelaskan beberapa hal mengenai jurnal penyesuaian dan bagaimana cara pencatatannya.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 81 of 400
Akun yang memerlukan penyesuaian di akhir periode

a. Akun perlengkapan, yang memerlukan penyesuaian karena ada pemakaian.


b. Akun beban dibayar di muka, yang memerlukan penyesuaian karena waktu telah
dijalani/jatuh tempo.
c. Akun aktiva tetap, yang memerlukan penyesuaian karena ada penyusutan aktiva.
d. akun pendapatan, yaitu memerlukan penyesuaian karena ada pendapatan yang belum
diperhitungkan atau penerimaan yang belum menjadi pendapatan.
e. akun beban, yang memerlukan penyesuaian karena ada beban yang belum diperhitungkan
atau pembayaran yang belum menjadi beban.
f. akun pendapatan diterima di muka, yang memerlukan penyesuaian karena berjalannya
waktu atau diserahkannya prestasi pada pelanggan.

Contoh penulisan jurnal penyesuaian

a. Akun perlengkapan menunjukkan saldo sementara Rp500.000. Sedangkan data akhir periode
menunjukkan saldo masih ada senilai Rp200.000.
Analisis:
Akun perlengkapan (saldonya di sisi debit).
Maka dihitung jumlah yang habis terpakai di sisi debit beban, yaitu Rp500.000 – Rp200.000 =
Rp300.000. Kemudian, catatlah akun beban perlengkapan Rp300.000 di sisi debit dan kurangi

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 82 of 400
jumlah akun perlengkapan sejumlah Rp300.000 seterusnya dicatat di sisi kredit. Jurnal
penyesuaiannya adalah:

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit

2017 Beban perlengkapan Rp300.000


Desember
Perlengkapan Rp300.000

b. Akun asuransi dibayar di muka menunjukkan saldo sementara Rp360.000.


Data akhir periode: jumlah asuransi yang telah jatuh tempo adalah Rp120.000 yaitu untuk 4
bulan.
Analisis:
Akun asuransi dibayar di muka (saldonya di sisi debit), dicatat sebagai harta. Yang dicatat untuk
penyesuaian adalah berapa jumlahnya yang sudah menjadi beban (yaitu sejumlah yang sudah
jatuh tempo/sudah dijalani).
Beban asuransi sebesar Rp120.000 di sisi debit. Kemudian pada akun asuransi dibayar di muka
Rp120.000 dicatat di sisi kredit. Jurnal penyesuaiannya adalah:

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit

2017 Beban asuransi Rp120.000


Desember

Asuransi di bayar di muka Rp120.000

c. Akun peralatan menunjukkan saldo Rp3.000.000. Pada akhir periode: peralatan disusutkan
10%.
Analisis:
Akun peralatan (saldo di sisi debit). Penyusutan peralatan 10% x Rp3.000.000 = Rp300.000
dicatat sebagai beban penyusutan peralatan, di sisi debit. Kemudian dalam akun akumulasi
penyusutan peralatan di catat Rp300.000 di sisi kredit untuk menampung setiap penyusutan
peralatan setiap tahunnya. Jurnal penyesuaiannya adalah:

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit

2017 Beban penyusutan peralatan Rp300.000


desember

Akumulasi penyusutan peralatan Rp300.000

4. Akun pendapatan jasa menunjukkan jumlah Rp1.800.000. Data akhir periode dari pendapatan
tersebut sebesar Rp200.000 layanan kepada langganan belum dikerjakan.
Analisis:
Akun pendapatan jasa (saldo di sisi kredit). Jumlah pendapatan yang belum menjadi pendapatan
adalah Rp200.000 karena pekerjaan/layanan kepada langganan belum dikerjakan. Jadi kurangkan
akun pendapatan jasa Rp200.000 dan dicatat di sisi debit. Kemudian catatlah ke dalam akun

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 83 of 400
pendapatan diterima di muka Rp200.000 di sisi kredit karena dianggap sebagai utang. Jurnal
penyesuaiannya adalah:

Tanggal Keterangan Ref Debit Kredit

2017 Pendapatan jasa Rp200.000


desember
Pendapatan diterima di muka Rp200.000

2. Jenis Penyesuaian Dalam Akuntansi - Ayat jurnal penyesuaian apa sajakah yang diperlukan
untuk memutakhirkan saldo akun di buku besar? Pada umumnya terdapat beberapa pos
penyesuaian yaitu pos penangguhan (defferal)s dan pos akrual. Yang termasuk penangguhan
adalah beban yang ditangguhkan atau beban dibayar dimuka dan pendapatan yang
ditangguhkan atau pendapatan diterima dimuka.

Akuntansi

Sedangkan pos akrual meliputi beban akrual (yaitu beban yang sudah terjadi tetapi belum
dicatat) dan pendapatan akrual (yaitu pendapatan yang telah dihasilkan tetapi belum dicatat).
Selain pos-pos tersebut terdapat dua pos lainnya yang meliputi beban depresiasi/ amortisasi serta
kerugian piutang yang memerlukan penyesuaian untuk setiap periode.

Beberapa pos tersebut dapat dijabarkan dalam beberapa contoh berikut:


1. Beban yang masih harus dibayar (utang beban), yaitu beban yang sudah menjadi
kewajiban tetapi perusahaan belum mencatat.
2. Piutang pendapatan, yaitu pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum
dicatat.
3. Beban dibayar di muka (persekot), yaitu beban-beban yang sudah dibayar tetapi sebagian
beban sebenarnya harus dibebankan pada periode yang akan datang. Pencatatan bisa
diakui sebagai beban dan juga bisa diakui sebagai aset.
4. Pendapatan diterima di muka (utang), yaitu pendapatan yang sudah di terima tetapi
sebenarnya sebagian pendapatan itu untuk periode berikutnya.
5. Penyusutan (depresiasi), yaitu penggunaan aset tetap berwujud yang harus dibebankan
pada suatu periode akuntansi.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 84 of 400
6. Perlengkapan yang digunakan yaitu sebagian dari harga beli perlengkapan yang sudah
digunakan selama satu periode. Perlengkapan yang di gunakan menjadi beban
perlengkapan.
7. Kerugian piutang, yaitu taksiran dari piutang usaha yang kemungkinan tidak bisa ditagih.

F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1-6)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 235 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang
materi pokok sebagai bentuk rasa syukur telah
diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan Yang
Maha Esa untuk mengelola administrasi keuangan
entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai menganalisis proses pencatatan
transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan
jasa.
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menganalisis proses pencatatan
transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) mengenai
proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 85 of 400
perusahaan jasa
4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses pencatatan transaksi ke
dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa dengan
aktivitas siswa di sekolah serta penerapannya di dunia
kerja yang akan dihadapi.
5. Komunikasi
b. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing) proses
posting jurnal umum ke dalam buku besar untuk
perusahaan jasa:
Pemrosesan akun buku besar:
1. Buku besar dan kegunaannya
2. Daftar Akun (Rekening)
3. Pemindahan (Posting) entri jurnal ke buku besar
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan a. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
b. Portofolio
c. Diskusi

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 86 of 400
Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 87 of 400
Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1 adalah jurnal yang dibuat dalam proses
pencatatan perubahan saldo dalam akun
Jurnal penyesuaian 20
sehingga saldo mencerminkan jumlah
yang sebenarnya
2 fungsi jurnal penyesuaian adalah
Secara umum fungsi jurnal
menetapkan saldo catatan akun buku
penyesuaian adalah
besar pada akhir periode, serta 20
menghitung pendapatan dan beban
selama periode yang bersangkutan
3 a. Akun perlengkapan, yang
memerlukan penyesuaian karena ada
pemakaian.
b. Akun beban dibayar di muka, yang
memerlukan penyesuaian karena waktu
telah dijalani/jatuh tempo.
c. Akun aktiva tetap, yang memerlukan
penyesuaian karena ada penyusutan
aktiva.
d. akun pendapatan, yaitu memerlukan
Sebutkan Akun yang
penyesuaian karena ada pendapatan
memerlukan penyesuaian di 60
yang belum diperhitungkan atau
akhir periode
penerimaan yang belum menjadi
pendapatan.
e. akun beban, yang memerlukan
penyesuaian karena ada beban yang
belum diperhitungkan atau pembayaran
yang belum menjadi beban.
f. akun pendapatan diterima di muka,
yang memerlukan penyesuaian karena
berjalannya waktu atau diserahkannya
prestasi pada pelanggan.
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100
JUMLAH SKOR DIDAPAT
NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL
Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
a. Penggunaan alat dan bahan
b. Sikap selama bekerja
5. Waktu

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 88 of 400
Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

PENILAIAN LITERASI DALAM KBM


Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 89 of 400
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 90 of 400
INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).

Literasi dengan Tugas :


Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet
Kota Bekasi, 16 Juli 2018
Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 91 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke: 1-6)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.5 Menerapkan posting jurnal penyesuaian ke dalam buku besar untuk perusahaan jasa
2. KD pada KI keterampilan
4.5 Melakukan posting jurnal penyesuaian ke dalam buku besar untuk perusahaan jasa

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 92 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.5.1 Menganalisis Daftar Akun (Rekening)
3.5.2 Menyususn Pemindahan (Posting) entri jurnal penyesuaian ke buku besar
2. Indikator KD pada KI keterampilan
4.5.1 Membuat Daftar Akun (Rekening)
4.5.2 Menunjukkan Pemindahan (Posting) entri jurnal penyesuaian ke buku besar

D. Tujuan Pembelajaran
1.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat Menerapkan
posting jurnal penyesuaian ke dalam buku besar untuk perusahaan jasa dengan baik dan
benar.
1.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat posting jurnal penyesuaian ke
dalam buku besar untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat posting jurnal penyesuaian ke
dalam buku besar untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.
1.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat membedakan posting jurnal
penyesuaian ke dalam buku besar untuk perusahaan jasa dengan baik dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-6
1. Daftar Nama dan Kode Rekening/Akun Dalam Akuntansi
Tujuan dilakukannya suatu pembukuan adalah menciptakan pencatatan yang rapi serta dapat
diandalkan. Oleh karena itu, semua yang digunakan dalam pembukuan juga musti dilakukan
secara rapi, termasuk dalam pemberian nama dan kode rekening/akun. Hal ini akan
mempermudah pengguna maupun penyusun untuk mengklasifikasikan, menggolongkan, dan
mengidentifikasi suatu data.

Baik menyusun laporan keuangan secara manual maupun menggunakan software, nama dan
kode rekening seharusnya digolongkan secara benar. Kalau kesalahan nama mungkin hampir
tidak mungkin, nah kalau kode inilah yang sering dilakukan secara salah, bahkan tak jarang
diabaikan. Lalu, apakah kesalahan kode membuat laporan keuangan salah juga? Jawabannya
tergantung.

Kalau kamu menyusun laporan keuangan menggunakan software, kesalahan kode biasanya
menyebabkan kesalahan laporan keuangan, hal ini disebabkan karena software akuntansi
biasanya secara otomatis telah membuat klasifikasi dan subklasifikasi data. Berbeda kalau kamu
menyusun secara manual menggunakan excel atau yang lainnya, selama kamu cermat mungkin
laporan keuangan tidak akan berpengaruh walaupun saya yakin kerapiannya akan kurang.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 93 of 400
Jadi kalau saya boleh memberikan saran, sebaiknya jangan asal dalam memberikan kode
rekening, apalagi asal dalam memberikan nama rekeningnya, tidak baik! Nah, bagi kalian yang
penasaran mengenai pemberian nama dan kode rekening/akun yang baik, silahkan cermati
contohnya berikut ini:
Klasifikasi: Harta
Kode Rekening Nama Rekening Nama Alias Rekening
Kas:

1100-00-010 Kas Ditangan Cash on Hand

1100-00-020 Kas Ditangan (USD) Cash on Hand (USD)

Bank:

1200-00-010 Bank Mandiri Bank Mandiri

1200-00-011 Bank Mandiri (USD) Bank Mandiri (USD)

1200-00-020 Bank BRI Bank BRI

1200-00-021 Bank BRI (USD) Bank BRI (USD)

1200-00-030 Bank Muamalat Bank Muamalat

Piutang Usaha:

1300-00-010 Piutang Dagang Account Receivable

1300-00-020 Piutang Dagang (USD) Account Receivable (USD)

1300-00-030 Piutang Giro Checking Receivable

1300-00-040 Cadangan Kerugian Piutang Doubtful Receivable

1300-00-098 Uang Muka Pembelian Purchase Advance

1300-00-099 Uang Muka Pembelian (USD) Purchase Advance (USD)

Piutang Non
Usaha:

1400-00-010 Piutang Karyawan Employee Receivable

1400-00-020 Piutang Lainnya Other Receivable

Persediaan Dalam Perjalanan


1400-00-098 Receive Order
Beli

Persediaan Dalam Perjalanan


1400-00-099 Delivery Order
Jual

Persediaan:

1500-00-010 Persediaan Dagang 1 Inventory #1

1500-00-020 Persediaan Dagang 2 Inventory #2

1500-00-030 Persediaan Dagang 3 Inventory #3

Biaya Dibayar

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 94 of 400
Kode Rekening Nama Rekening Nama Alias Rekening
Dimuka:

1600-00-010 Asuransi Dibayar Dimuka Prepaid Insurance

1600-00-020 Sewa Dibayar Dimuka Prepaid Rent

1600-00-030 Biaya Dibayar Dimuka Lainnya Other Prepaid

1600-00-040 Uang Muka Pembelian Prepaid Purchasing

Pajak Dibayar
Dimuka:

1700-00-010 Ppn Dibayar Dimuka Prepaid Tax # Ppn

1700-00-011 Pph 21 Dibayar Dimuka Prepaid Tax # Pph 21

Harta Tetap:

1800-00-010 Tanah Land

1800-00-020 Bangunan Building

Akumulasi Penyusutan
1800-00-021 Building Accum. Depr.
Bangunan

1800-00-030 Peralatan Office Supplies

Akumulasi Penyusutan
1800-00-031 Office Supplies Accum. Depr.
Peralatan

1800-00-040 Perlengkapan Equipment

Akumulasi Penyusutan
1800-00-041 Equipment Accum. Depr.
Perlengkapan

1800-00-050 Kendaraan Vehicle

Akumulasi Penyusutan
1800-00-051 Vehicle Accum. Depr.
Kendaraan

1800-00-060 Harta Tetap Lainnya Other Asset

Akumulasi Penyusutan Harta


1800-00-061 Other Asset Accum. Depr.
Tetap Lainnya

Harta Lainnya:

1900-00-010 Biaya Pra Operasi dan Operasi Pre Operation and Operating Expenses

Akumulasi Amortisasi Pra Pre Operation and Operating Expenses


1900-00-011
Operasi dan Operasi Accum. Amortization

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 95 of 400
Klasifikasi: Kewajiban dan Ekuitas
Kode Rekening Nama Rekening Nama Alias Rekening
Hutang Usaha:

2100-00-010 Hutang Dagang Account Payable

2100-00-020 Hutang Dagang (USD) Account Payable (USD)

2100-00-030 Hutang Konsinyasi Consignment Payable

2100-00-040 Hutang Giro Check Payable

2100-00-098 Uang Muka Penjualan Sales Advance

2100-00-099 Uang Muka Penjualan (USD) Sales Advance (USD)

Hutang Non Usaha:

2200-00-010 Hutang Gaji Wage Payable

2200-00-020 Hutang Bunga Interest Payable

2200-00-030 Hutang Deviden Deviden Payable

2200-00-040 Biaya Yang Masih Harus Dibayar Accrued Expense

Hutang Pajak:

2300-00-010 Hutang Ppn Tax Payable # Ppn

2300-00-011 Hutang Pph 21 Tax Payable # Pph 21

Hutang Jangka Panjang :

2400-00-010 Hutang Bank Bank Payable

2400-00-020 Hutang Obligasi Bond Payable

2400-00-030 Hutang Jangka Panjang Lainnya Other Long Term Payable

Hutang Lain:

2500-00-010 Hutang Lainnya Other Payable

2500-00-020 Hutang Komisi Pejualan Sales Comission Payble

EKUITAS

Modal:

3100-00-010 Modal Disetor Paid-In Capital

Laba:

3200-00-010 Laba Ditahan Retained Earning

3200-00-020 Laba Tahun Berjalan Current Year Earnings

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 96 of 400
Klasifikasi: Pendapatan dan Biaya Atas Pendapatan
tim Nama Rekening Nama Alias Rekening
Pendapatan Usaha:

4100-00-010 Penjualan 1 Income Sales #1

4100-00-020 Penjualan 2 Income Sales #2

4100-00-030 Penjualan 3 Income Sales #3

4100-00-040 Penjualan 4 Income Sales #4

Pendapatan Usaha lainnya:

4200-00-010 Pendapatan Atas Pengantaran Freight Collected

Potongan/Diskon Pembayaran
4200-00-020 Purchase Discount
Hutang Usaha

Pendapatan Denda Pembayaran


4200-00-030 Late Fees Collected
Piutang Usaha

BIAYA ATAS
PENDAPATAN

Harga Pokok Penjualan:

5100-00-010 Harga Pokok 1 Cost of Sold #1

5100-00-020 Harga Pokok 2 Cost of Sold #2

5100-00-030 Harga Pokok 3 Cost of Sold #3

5100-00-040 Harga Pokok 4 Cost of Sold #4

5100-00-050 Komisi Penjualan Sales Comission

Biaya Usaha Lainnya:

5200-00-010 Kerugian Piutang Usaha Receivable Allowance

5200-00-020 Biaya atas Pengantaran Freight Cost

Potongan/Diskon Pembayaran
5200-00-030 Sales Discount
Piutang Usaha

Biaya Denda Pembayaran Hutang


5200-00-040 Lates Charges
Usaha

Material Shinkage and


5200-00-050 Kerusakan dan Kegagalan Material
Spoilage

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 97 of 400
F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1-6)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 100 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang
materi pokok sebagai bentuk rasa syukur telah
diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan Yang
Maha Esa untuk mengelola administrasi keuangan
entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai menganalisis proses pencatatan
transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan
jasa.
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menganalisis proses pencatatan
transaksi ke dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) mengenai
proses pencatatan transaksi ke dalam jurnal umum untuk
perusahaan jasa
4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses pencatatan transaksi ke
dalam jurnal umum untuk perusahaan jasa dengan
aktivitas siswa di sekolah serta penerapannya di dunia
kerja yang akan dihadapi.
5. Komunikasi
a. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 98 of 400
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing) proses
posting jurnal penyesuaian ke dalam buku besar
untuk perusahaan jasa untuk perusahaan jasa:
Pemrosesan akun buku besar:
1. Daftar Akun (Rekening)
2. Pemindahan (Posting) entri jurnal penyesuaian ke buku
besar
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan a. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
b. Portofolio
c. Diskusi

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 99 of 400
Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 100 of 400
Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1 Kode Nama Nama Alias
Rekening Rekening Rekening
Kas:

1100-00- Kas Cash on


010 Ditangan Hand

Kas
1100-00- Cash on
Ditangan
020 Hand (USD)
(USD)

Bank:

1200-00- Bank Bank


010 Mandiri Mandiri

Bank Bank
1200-00-
Mandiri Mandiri
011
(USD) (USD)

1200-00-
Bank BRI Bank BRI
020

1200-00- Bank BRI Bank BRI


021 (USD) (USD)
Sebutkan daftar akun
50
Klasifikasi: Harta 1200-00- Bank Bank
030 Muamalat Muamalat

Piutang
Usaha:

1300-00- Piutang Account


010 Dagang Receivable

Piutang Account
1300-00-
Dagang Receivable
020
(USD) (USD)

1300-00- Checking
Piutang Giro
030 Receivable

Cadangan
1300-00- Doubtful
Kerugian
040 Receivable
Piutang

1300-00- Uang Muka Purchase


098 Pembelian Advance

Uang Muka Purchase


1300-00-
Pembelian Advance
099
(USD) (USD)

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 101 of 400
Piutang
Non
Usaha:

1400-00- Piutang Employee


010 Karyawan Receivable

1400-00- Piutang Other


020 Lainnya Receivable

Persediaan
1400-00- Dalam Receive
098 Perjalanan Order
Beli

Persediaan
1400-00- Dalam Delivery
099 Perjalanan Order
Jual

Persediaan:

1500-00- Persediaan
Inventory #1
010 Dagang 1

1500-00- Persediaan
Inventory #2
020 Dagang 2

1500-00- Persediaan
Inventory #3
030 Dagang 3

Biaya
Dibayar
Dimuka:

Asuransi
1600-00- Prepaid
Dibayar
010 Insurance
Dimuka

Sewa
1600-00-
Dibayar Prepaid Rent
020
Dimuka

Biaya
1600-00- Dibayar Other
030 Dimuka Prepaid
Lainnya

1600-00- Uang Muka Prepaid


040 Pembelian Purchasing

Pajak
Dibayar
Dimuka:

1700-00- Ppn Dibayar Prepaid Tax


010 Dimuka # Ppn

Pph 21
1700-00- Prepaid Tax
Dibayar
011 # Pph 21
Dimuka

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 102 of 400
Harta
Tetap:

1800-00-
Tanah Land
010

1800-00-
Bangunan Building
020

Akumulasi Building
1800-00-
Penyusutan Accum.
021
Bangunan Depr.

1800-00- Office
Peralatan
030 Supplies

Office
Akumulasi
1800-00- Supplies
Penyusutan
031 Accum.
Peralatan
Depr.

1800-00-
Perlengkapan Equipment
040

Akumulasi Equipment
1800-00-
Penyusutan Accum.
041
Perlengkapan Depr.

1800-00-
Kendaraan Vehicle
050

Akumulasi Vehicle
1800-00-
Penyusutan Accum.
051
Kendaraan Depr.

1800-00- Harta Tetap


Other Asset
060 Lainnya

Akumulasi
Other Asset
1800-00- Penyusutan
Accum.
061 Harta Tetap
Depr.
Lainnya

Harta
Lainnya:

Pre
Biaya Pra Operation
1900-00-
Operasi dan and
010
Operasi Operating
Expenses

Pre
Operation
Akumulasi
and
1900-00- Amortisasi
Operating
011 Pra Operasi
Expenses
dan Operasi
Accum.
Amortization

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 103 of 400
Nama Nama Alias 50
Rekening Rekening
Hutang
Usaha:

2100-00- Hutang Account


010 Dagang Payable

Hutang Account
2100-00-
Dagang Payable
020
(USD) (USD)

2100-00- Hutang Consignment


030 Konsinyasi Payable

Sebutkan daftar akun 2100-00- Check


Hutang Giro
2 Klasifikasi: Kewajiban 040 Payable
dan Ekuitas
2100-00- Uang Muka Sales
098 Penjualan Advance

Uang Muka Sales


2100-00-
Penjualan Advance
099
(USD) (USD)

Hutang
Non
Usaha:

2200-00- Wage
Hutang Gaji
010 Payable

2200-00- Hutang Interest


020 Bunga Payable

2200-00- Hutang Deviden


030 Deviden Payable

Biaya Yang
2200-00- Masih Accrued
040 Harus Expense
Dibayar

Hutang
Pajak:

2300-00- Tax Payable


Hutang Ppn
010 # Ppn

2300-00- Hutang Pph Tax Payable


011 21 # Pph 21

Hutang
Jangka :
Panjang

2400-00- Hutang
Bank Payable
010 Bank

2400-00- Hutang
Bond Payable
020 Obligasi

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 104 of 400
Hutang
2400-00- Jangka Other Long
030 Panjang Term Payable
Lainnya

Hutang
Lain:

2500-00- Hutang Other


010 Lainnya Payable

Hutang Sales
2500-00-
Komisi Comission
020
Pejualan Payble

EKUITAS

Modal:

3100-00- Modal Paid-In


010 Disetor Capital

Laba:

3200-00- Laba Retained


010 Ditahan Earning

3200-00- Laba Tahun Current Year


020 Berjalan Earnings

JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100


JUMLAH SKOR DIDAPAT
NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL
Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
c. Penggunaan alat dan bahan
d. Sikap selama bekerja
5. Waktu

Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 105 of 400
Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

PENILAIAN LITERASI DALAM KBM


Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 106 of 400
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 107 of 400
INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).

Literasi dengan Tugas :


Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet
Kota Bekasi, 16 Juli 2018
Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 108 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke: 1-6)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.6 Menganalisis akun-akun yang terkait dalam penyusunan neraca lajur (worksheet)
untuk perusahaan jasa
2. KD pada KI keterampilan
4.6 Menyusun neraca lajur untuk perusahaan jasa

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 109 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.6.1 Menyimpulkan Pengertian dan kegunaan neraca lajur
3.6.2 Menganalisis Bentuk dan isi neraca lajur
3.6.3 Merancang Menyiapkan neraca lajur
2. Indikator KD pada KI keterampilan
4.6.1 Mengidentifikasikan Pengertian dan kegunaan neraca lajur
4.6.2 Mengidentifikasikan Bentuk dan isi neraca lajur
4.6.3 Mendesain Menyiapkan neraca lajur

D. Tujuan Pembelajaran
1.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat Menganalisis
akun-akun yang terkait dalam penyusunan neraca lajur (worksheet) untuk perusahaan jasa
dengan baik dan benar.
1.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat Menganalisis akun-akun yang
terkait dalam penyusunan neraca lajur (worksheet) untuk perusahaan jasa dengan baik
dan benar.
1.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat Menganalisis akun-akun yang
terkait dalam penyusunan neraca lajur (worksheet) untuk perusahaan jasa dengan baik
dan benar.
1.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat membedakan posting akun-
akun yang terkait dalam penyusunan neraca lajur (worksheet) untuk perusahaan jasa
dengan baik dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke:1-6
1. Neraca Lajur
Perusahaan dagang maupun perusahaan jasa membutuhkan neraca lajur untuk mengetahui
informasi secara jelas tentang keadaan laporan keuangan yang dibutuhkan untuk pengambilan
keputusan oleh perusahaan. Neraca lajur adalah suatu lembaran kertas berlajur atau berkolom
yang digunakan dalam kegiatan akuntansi secara manual. Adapun kegunaan dari neraca lajur
adalah untuk mempermudah penyusunan laporan keuangan.
Neraca lajur berisi semua informasi untuk laporan keuangan seperti saldo-saldo perkiraan
sebelum jurnal penyesuaian, perkiraan-perkiraan jurnal penyesuaian, dan saldo-saldo perkiraan
setelah jurnal penyesuaian. Dalam praktik penyelenggaraan akuntansi secara manual, neraca
lajur memuat 5 (lima) bagian pokok yaitu : neraca saldo, penyesuaian, neraca saldo setelah
penyesuaian, laporan perhitungan laba-rugi, dan neraca.
Contoh Neraca Lajur

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 110 of 400
PT. Cipta Pratama
NERACA LAJUR
Periode 31 DESEMBER 2017

Nama Rekening Neraca Penyesuaian Neraca Saldo Setelah Neraca Laba rugi
Perkiraan Saldo Penyesuaian

Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit Debit Kredit

Penjelasan
Kolom Nama Rekening Perkiraan
Berisi nama seluruh kode akun perkiraan yang telah disusun sebelumnya, dari nama rekening
perkiraan ini juga akan ditentukan, apakah sebuah akun bernilai debet atau kredit pada setiap
lajur kolom.

Kolom Neraca Saldo


Informasi-informasi yang tercantum pada lajur neraca saldo adalah sama persis dengan yang
tercantum pada jurnal laporan neraca saldo. Sehingga jika perusahaan menggunakan neraca lajur,
neraca saldo dapat langsung dibuat didalamnya, tidak perlu dibuat secara terpisah.

Kolom Penyesuaian
Berisi penyesuaian-penyesuaian. Jurnal-jurnal penyesuaian yang telah dibuat akan menyesuaikan
perkiraan-perkiraan neraca saldo yang sudah ada di mana jika ada perkiraan baru yang timbul
maka akan dituliskan di bawah perkiraan-perkiraan neraca saldo tersebut.

Kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian


Setelah dilakukan jurnal penyesuaian, neraca saldo akan memperkirakan semua perkiraan dan
saldo-saldo yang terdapat dalam lajur ini, yang nantinya akan terlihat pada laporan keuangan.
Untuk perkiraan-perkiraan neraca saldo yang tidak dipengaruhi oleh jurnal penyesuaian,
langsung dipindah ke lajur ini, tetapi bagi perkiraan yang dipengaruhi oleh jurnal penyesuaian,
harus dihitung saldo perkiraan yang bersangkutan dan kemudian dipindahkan ke lajur ini. Lajur
ini pada akhirnya harus dijumlahkan kedua sisinya. Sehingga kebenaran dan ketelitian dalam
lajur ini dapat terjamin.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 111 of 400
Kolom Neraca
Berisi semua perkiraan riil yang merupakan perkiraan dari akun sebelumnya. Kolom neraca ini
berfungsi untuk melihat jika masih ada kesalahan atau ketidaksesuaian saat menyusun neraca
saldo setelah penyesuaian dan memeriksa ketepatan perhitungan yang dilakukan.

Kolom Rugi Laba


Berisi semua perkiraan nominal yang merupakan perkiraan yang akan dikelompokan atau
dimasukkan dalam laporan perhitungan rugi-laba. Dalam kolom ini, debit dan kredit dalam lajur
rugi-laba dijumlahkan. Bila sisi kredit lebih besar sisi debitnya, maka perusahaan akan mendapat
laba. Sebaliknya, bila sisi debit yang lebih besar dari sisi kredit, maka perusahaan menderita
kerugian.

Dari adanya penghitungan neraca lajur ini, secara tidak langsung kita akan memperoleh
kemudahan dalam menyusun laporan keuangan, memiliki ringkasan data, baik data neraca saldo
maupun data penyesuaian dan memudahkan dalam pengecekan kesalahan yang mungkin terjadi
ketika melakukan penyesuaian.

F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 112 of 400
G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1-6)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 235 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain tentang
materi pokok sebagai bentuk rasa syukur telah
diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan Yang
Maha Esa untuk mengelola administrasi keuangan
entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai Menerapkan pencatatan transaksi ke
dalam buku jurnal khusus pada perusahaan dagang
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menerapkan pencatatan transaksi
ke dalam buku jurnal khusus pada perusahaan dagang
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) mengenai
Menerapkan pencatatan transaksi ke dalam buku jurnal
khusus pada perusahaan dagang
4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses Menerapkan pencatatan
transaksi ke dalam buku jurnal khusus pada perusahaan
dagang dengan aktivitas siswa di sekolah serta
penerapannya di dunia kerja yang akan dihadapi.
5. Komunikasi
a. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing) proses
Menerapkan pencatatan transaksi ke dalam buku
jurnal khusus pada perusahaan dagang
Penggunaan daftar akun (buku besar), buku harian dan buku
pembantu:
1. Daftar Akun (Rekening)
2. Jurnal Khusus dan Jurnal Umum
3. Macam dan Bentuk Jurnal Khusus
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 113 of 400
H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan
Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan a. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
b. Portofolio
c. Diskusi

Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 114 of 400
Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1 Neraca lajur adalah suatu lembaran kertas
Apa yang dimaksud dengan
berlajur atau berkolom yang digunakan 10
neraca lajur
dalam kegiatan akuntansi secara manual.
2 Neraca lajur berisi semua informasi untuk
laporan keuangan seperti saldo-saldo
perkiraan sebelum jurnal penyesuaian,
perkiraan-perkiraan jurnal penyesuaian,
dan saldo-saldo perkiraan setelah jurnal
Neraca Lajur berisi tentang
penyesuaian. Dalam praktik
penyelenggaraan akuntansi secara
20
manual, neraca lajur memuat 5 (lima)
bagian pokok yaitu : neraca saldo,
penyesuaian, neraca saldo setelah
penyesuaian, laporan perhitungan laba-
rugi, dan neraca.
3 Penjelasan
Kolom Nama Rekening Perkiraan
Berisi nama seluruh kode akun perkiraan
yang telah disusun sebelumnya, dari
nama rekening perkiraan ini juga akan
ditentukan, apakah sebuah akun bernilai
debet atau kredit pada setiap lajur kolom.

Kolom Neraca Saldo


Informasi-informasi yang tercantum pada
lajur neraca saldo adalah sama persis
Contoh Neraca Lajur dengan yang tercantum pada jurnal
PT. Cipta Pratama laporan neraca saldo. Sehingga jika
NERACA LAJUR perusahaan menggunakan neraca lajur,
Periode 31 DESEMBER neraca saldo dapat langsung dibuat
2017 didalamnya, tidak perlu dibuat secara
terpisah.

Kolom Penyesuaian 70
Berisi penyesuaian-penyesuaian. Jurnal-
jurnal penyesuaian yang telah dibuat akan
menyesuaikan perkiraan-perkiraan neraca
saldo yang sudah ada di mana jika ada
Perhatikan gambar diatas, perkiraan baru yang timbul maka akan
berikan keterangan setiap dituliskan di bawah perkiraan-perkiraan
kolom pada tabel tersebut. neraca saldo tersebut.

Kolom Neraca Saldo Setelah Penyesuaian


Setelah dilakukan jurnal penyesuaian,
neraca saldo akan memperkirakan semua
perkiraan dan saldo-saldo yang terdapat
dalam lajur ini, yang nantinya akan
terlihat pada laporan keuangan. Untuk
perkiraan-perkiraan neraca saldo yang
tidak dipengaruhi oleh jurnal penyesuaian,
langsung dipindah ke lajur ini, tetapi bagi
perkiraan yang dipengaruhi oleh jurnal

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 115 of 400
penyesuaian, harus dihitung saldo
perkiraan yang bersangkutan dan
kemudian dipindahkan ke lajur ini. Lajur
ini pada akhirnya harus dijumlahkan
kedua sisinya. Sehingga kebenaran dan
ketelitian dalam lajur ini dapat terjamin.

Kolom Neraca
Berisi semua perkiraan riil yang
merupakan perkiraan dari akun
sebelumnya. Kolom neraca ini berfungsi
untuk melihat jika masih ada kesalahan
atau ketidaksesuaian saat menyusun
neraca saldo setelah penyesuaian dan
memeriksa ketepatan perhitungan yang
dilakukan.

Kolom Rugi Laba


Berisi semua perkiraan nominal yang
merupakan perkiraan yang akan
dikelompokan atau dimasukkan dalam
laporan perhitungan rugi-laba. Dalam
kolom ini, debit dan kredit dalam lajur
rugi-laba dijumlahkan. Bila sisi kredit
lebih besar sisi debitnya, maka
perusahaan akan mendapat laba.
Sebaliknya, bila sisi debit yang lebih
besar dari sisi kredit, maka perusahaan
menderita kerugian.

Dari adanya penghitungan neraca lajur


ini, secara tidak langsung kita akan
memperoleh kemudahan dalam
menyusun laporan keuangan, memiliki
ringkasan data, baik data neraca saldo
maupun data penyesuaian dan
memudahkan dalam pengecekan
kesalahan yang mungkin terjadi ketika
melakukan penyesuaian.
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100
JUMLAH SKOR DIDAPAT
NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 116 of 400
Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
e. Penggunaan alat dan bahan
f. Sikap selama bekerja
5. Waktu

Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

PENILAIAN LITERASI DALAM KBM


Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 117 of 400
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 118 of 400
INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).

Literasi dengan Tugas :


Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet
Kota Bekasi, 16 Juli 2018
Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 119 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke:1-6)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.8 Menganalisis akun-akun untuk penyusunan jurnal penutup dan neraca saldo setelah
penutupan untuk perusahaan jasa
2. KD pada KI keterampilan
4.8 Menyusun jurnal penutup dan neraca saldo setelah penutupan untuk perusahaan jasa

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 120 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.8.1 Menguraikan Pengertian dan kegunaan neraca saldo setelah penutupan
3.8.1 Menjabarkan jurnal penutup
3.8.1 Menganalisis Menutup akun nominal
3.8.1 Mengklasifikasi Bentuk-bentuk neraca saldo setelah penutupan
3.8.1 Merancang Penyiapan neraca saldo setelah penutupan
2. Indikator KD pada KI keterampilan
4.8.1 Mengidentifikasikan Pengertian dan kegunaan neraca saldo setelah penutupan
4.8.2 Membuat jurnal penutup
4.8.3 Membuat Menutup akun nominal
4.8.4 Menunjukkan Bentuk-bentuk neraca saldo setelah penutupan
4.8.5 Mengkonstruksi Penyiapan neraca saldo setelah penutupan

D. Tujuan Pembelajaran
1.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat Menganalisis
dokumen sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan Dagang dengan baik dan
benar.
1.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat Menganalisis dokumen sumber
dan dokumen pendukung pada perusahaan Dagang dengan baik dan benar.
1.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat Menganalisis dokumen sumber
dan dokumen pendukung pada perusahaan Dagang dengan baik dan benar.
1.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat membedakan dokumen
sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan Dagang dengan baik dan benar dengan
baik dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-6
1. Perusahaan dagang adalah perusahaan yang bisnis utamanya membeli barang dari pemasok
dan menjual lagi ke konsumen tanpa mengubah wujud barang tersebut. Sebagai contoh yang
biasa kita temui adalah toko kelontong dan supermarket. Kedua jenis bisnis ini membeli barang
kebutuhan sehari-hari dari pemasok dan menjual kembali kepada konsumen.

Kegiatan Perusahaan Dagang


Dalam catatan maupun prosedur akuntansi perusahaan dagang tidak berbeda dengan perusahaan
jasa. Laba atau rugi suatu perusahan dagang dihitung dengan cara mengurangkan biaya untuk
memperoleh pendapatan dari hasil penjualan pada periode yang bersangkutan. Biaya-biaya
tersebut meliputi harga pokok (cost) barang yang terjual dan biaya-biaya operasi yang terjadi
selama periode bersangkutan. Harga pokok barang yang laku dijual disebut dengan harga pokok
penjualan. Misalkan dalam suatu toko elektronik, yang disebut harga pokok penjualan meliputi

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 121 of 400
semua biaya yang dikeluarkan untuk membeli televisi, radio, kulkas, mesin cuci, dan lainnya
yang telah laku dijual dalam satu periode. Biaya operasional suatu toko elektronik meliputi
semua biaya yang berhubungan dengan kegiatan penjualan dan administrasi toko seperti biaya
sewa, gaji pegawai, biaya promosi, biaya listrik, dan telepon. Saat melakukan perhitungan
akuntansi perusahaan dagang ada empat komponen penting yaitu, barang masuk (pembelian),
kas keluar (pengeluaran), barang keluar (penjualan), dan juga kas masuk (pendapatan).

Perbedaan Akuntansi Perusahaan Dagang Dengan Perusahaan Jasa


Akuntansi perusahaan dagang memiliki perbedaan dengan perusahaan jasa. Yang membedakan
terutama adalah aktivitas dan akun-akun yang tidak terdapat pada perusahaan jasa tetapi ada
pada perusahaan dagang. Akun-akun perusahaan dagang yang tidak ada pada perusahaan jasa
adalah sebagai berikut:

1. Akun Pembelian
Akun yang mencatat pembelian barang-barang yang masuk ke perusahaan sebelum dijual ke
konsumen. Pembelian perusahaan selain pembelian barang tidak dimasukkan ke dalam akun ini.
2. Akun Penjualan
Akun yang menyimpan segala kegiatan penjualan barang dagangan perusahaan kepada
konsumen maupun perantara. Sama seperti akun pembelian, pada akun penjualan juga tidak
dimasukkan penjualan perusahaan di luar penjualan barang dagangan.
3. Akun Persediaan
Bagian dari akuntansi perusahaan dagang yang menyimpan data mengenai jumlah persediaan
barang selama periode tertentu.
4. Harga Pokok Penjualan atau HPP
Harga pokok yang dipakai untuk menentukan harga beli barang yang akan dijual pada suatu
periode tertentu dan dipengaruhi oleh harga pasar.
5. Akun Potongan Tunai
Akun yang diperuntukkan sebagai penggunaan pemberian diskon atau potongan harga yang
diberikan oleh penjual kepada konsumen karena telah membayar barang dengan tunai langsung
ketika transaksi terjadi.
6. Akun Potongan Pembelian
Bagian dari akuntansi perusahaan dagang yang mencatat potongan harga yang diberikan oleh
produsen kepada perusahaan dagang karena telah membayar dengan tunai atau membayar lunas
dalam jangka waktu tertentu.

7. Akun retur penjualan


Akun yang digunakan untuk menyimpan dan menganalisa data mengenai barang yang sudah
terjual ke konsumen namun dikembalikan kepada perusahaan karena kondisinya yang tidak baik
atau cacat dan tidak sesuai dengan pemesanan.
8. Beban Pemasaran
Beban yang digunakan untuk semua yang ditanggung oleh perusahaan dagang untuk menjual
barang-barang persediaan hingga sampai ke tangan konsumen.
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 122 of 400
F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1&2)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 235 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain
tentang materi pokok sebagai bentuk rasa syukur
telah diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan
Yang Maha Esa untuk mengelola administrasi
keuangan entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai Menganalisis akun-akun yang terkait
dalam penyusunan laporan laba/rugi, perubahan
modal, neraca dan arus kas untuk perusahaan jasa
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menganalisis akun-akun yang
terkait dalam penyusunan laporan laba/rugi, perubahan
modal, neraca dan arus kas untuk perusahaan jasa
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) Menganalisis
akun-akun yang terkait dalam penyusunan laporan
laba/rugi, perubahan modal, neraca dan arus kas untuk
perusahaan jasa
4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses Menganalisis akun-akun
yang terkait dalam penyusunan laporan laba/rugi,
perubahan modal, neraca dan arus kas untuk perusahaan
jasa dengan aktivitas siswa di sekolah serta

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 123 of 400
penerapannya di dunia kerja yang akan dihadapi.
5. Komunikasi
a. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing) Menganalisis
akun-akun yang terkait dalam penyusunan laporan
laba/rugi, perubahan modal, neraca dan arus kas
untuk perusahaan jasa
Pemrosesan Laporan Keuangan:
1. Jenis-jenis laporan keuangan
2. Bentuk laporan keuangan
3. Menyiapkan laporan keuangan
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan a. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
b. Portofolio
c. Diskusi

Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 124 of 400
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1 Laporan keuangan secara sederhana
adalah informasi mengenai keuangan
sebuah perusahaan yang dapat digunakan
untuk melihat bagaimana kinerja
perusahaan tersebut dalam suatu periode
Apa yang dimaksud dengan
tertentu. Dengan adanya laporan 20
laporan keuangan
keuangan, para pemimpin atau
manajemen dapat melihat lebih jelas
kondisi keuangan perusahaan berdasarkan
data-data aktual mengenai kondisi
perusahaan.
2 Apa fungsi dari laporan Sesuai dengan namanya, jenis laporan
neraca laba rugi keuangan ini berfungsi untuk membantu
Anda mengetahui apakah bisnis berada
20
dalam posisi laba atau rugi
3 Laporan Perubahan Modal sudah terdiri
dari pendapatan dan biaya yang tercatat
pada Laporan Laba-Rugi.
Aktiva, merupakan harta yang dimiliki
perusahaan dengan nilai manfaat di masa
depan (future economic benefit).
Contohnya seperti truk, mobil kargo, dan
mobil pengangkat barang, untuk
Laporan Perubahan Modal
perusahaan ekspedisi. Aktiva terdiri dari 60
sudah terdiri dari
Aktiva Lancar (Current Assets) dan
Aktiva Tetap Berwujud (Tangiable Fixed
Assets)
Kewajiban, terdiri dari Utang Lancar
(Current Liabilities) dan Utang Jangka
Panjang (Long Term Liabilities).
Modal, adalah harta kekayaan perusahaan
yang dimiliki oleh pemilik perusahaan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 125 of 400
Modal akan bertambah jika pemilik
perusahaan menambahkan investasinya ke
dalam perusahaan dan jika perusahaan
memperoleh keuntungan. Sebaliknya,
modal akan berkurang jika pemilik
perusahaan mengambil dana investasinya
(prive) dan jika perusahaan mengalami
kerugian.
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100
JUMLAH SKOR DIDAPAT
NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
g. Penggunaan alat dan bahan
h. Sikap selama bekerja
5. Waktu

Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 126 of 400
PENILAIAN LITERASI DALAM KBM
Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 127 of 400
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 128 of 400
INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).

Literasi dengan Tugas :


Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet
Kota Bekasi, 16 Juli 2018
Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 129 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke:1-6)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.

B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.9 Menganalisis dokumen sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan Dagang
2. KD pada KI keterampilan
4.9 Melakukan Pengecekan dokumen sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan
Dagang

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 130 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.9.1 Menganalisis Pengertian perusahaan dagang
3.9.2 Menyimpulkan Ruang lingkup operasi dan karakteristik
3.9.3 Mengklasifikasi Jenis transaksi keuangan
3.9.4 Menyimpulkan Klasifikasi transaksi keuangan
4. Indikator KD pada KI keterampilan
4.9.1 Mengidentifikasikan Pengertian perusahaan dagang
4.9.2 Mengidentifikasikan Ruang lingkup operasi dan karakteristik
4.9.3 Menunjukkan Jenis transaksi keuangan
4.9.4 Mengidentifikasikan Klasifikasi transaksi keuangan

D. Tujuan Pembelajaran
1.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat Menganalisis
dokumen sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan Dagang dengan baik dan
benar.
1.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat Menganalisis dokumen sumber
dan dokumen pendukung pada perusahaan Dagang dengan baik dan benar.
1.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat Menganalisis dokumen sumber
dan dokumen pendukung pada perusahaan Dagang dengan baik dan benar.
1.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat membedakan dokumen
sumber dan dokumen pendukung pada perusahaan Dagang dengan baik dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-6
1. Definisi Sistem
Sistem pada dasarnya merupakan sekelompok unsur yang erat hubungan satu dengan lainnya,
yang berfungsi bersama untuk mencapai suatu tujuan. Dari pengertian tersebut dapat dirinci lebih
lanjut sebagai berikut:
- Sistem terdiri dari unsur-unsur,
- Unsur-unsur tersebut bagian terpadu sistem yang bersangkutan,
- Unsur-unsur tersebut berkerja sama untuk mencapai tujuan sistem,
- Suatu sistem merupakan bagian dari sistem lain yang lebih besar.

2. Sistem Akuntansi
Sistem akuntansi merupakan formulir-formulir, catatan-catatan dan laporan-laporan yang yang
dikoordinasikan dengan terpadu guna menghasilkan informasi keuangan yang dibutuhkan oleh
pengguna untuk mengelola perusahaan dan memantau keadaan perusahaan.

Sistem akuntansi terdiri dari prosedur-prosedur yang berhubungan. Cecil Gillepsie menyatakan
bahwa sistem akuntansi terdiri dari:

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 131 of 400
- Sistem Akuntansi Utama
- Sistem Penjualan dan Penerimaan Uang
- Sistem Pembelian dan Pengeluaran Uang
- Sistem Pencatatan Waktu dan Penggajian
- Sistem Produksi dan Biaya Produksi

Unsur-unsur dari Sistem Akuntansi Utama


Sistem Akuntansi Utama memiliki 4 unsur yaitu formulir, jurnal, buku besar dan buku
pembantu dan laporan. Berikut ini penjelasan untuk setiap unsur tersebut.
a. Formulir
Formulir merupakan dokumen yang digunakan untuk merekam terjadinya transaksi. Contoh
formulir adalah : faktur penjualan, bukti kas keluar dan cek. Peran formulir dalam sistem
akuntansi menurut Cecil Gillepsie adalah sebagai berikut:
* untuk menentukan hasil kegiatan perusahaan
* untuk menjaga aktiva-aktiva dan hutang-hutang perusahaan
* untuk memerintahkan mengerjakan suatu perkerjaan
* untuk memudahkan penyusunan rencana-rencana kegiatan, penilaian hasil-hasilnya dan
penyesuaian rencana-rencana.
b. Jurnal
Jurnal merupakan suatu catatan akuntansi pertama yang digunakan untuk mencatat,
mengklasifikasi, meringkas data keuangan dan data lainnya. Contoh jurnal adalah penerimaan
kas, jurnal pembelian, jurnal penjualan dan jurnal umum.
c. Buku besar dan Buku pembantu
Buku besar berisi rekening-rekening neraca dan laba rugi yang digunakan dalam sistem
akuntansi. Sedangkan Buku pembantu berisi rekening-rekening yang merupakan perincian dari
suatu rekening buku besar. Misalnya rekening piutang dagang dalam buku besar dibuatkan
perincian untuk setiap langganan, kumpulan rekening-rekening piutang setiap pelanggan ini
dapat disebut buku pembantu piutang.
d. Laporan
Laporan keuangan merupakan hasil akhir dari proses akuntansi yang dapat berupa neraca,
laporan laba rugi, laporan perubahan laba yang ditahan, laporan harga pokok produksi, laporan
biaya pemasaran, laporan harga pokok penjualan. Laporan-laporan tersebut berisi informasi
keluaran dari sistem akuntansi.

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangan dalam penyusunan sistem akuntansi


Dalam penyusunan suatu sistem akuntansi perusahaan perlu mempertimbangkan beberapa faktor,
yaitu:
a. Sistem akuntansi yang disusun memenuhi prinsip cepat yaitu sistem tersebut mampu
menyediakan
informasi yang diperlukan tepat pada waktunya, dapat memenuhi kebutuhan dan memiliki
kualitas
yang sesuai.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 132 of 400
b. Sistem akuntansi yang disusun memenuhi prinsip aman yaitu sistem tersebut dapat menjaga
keamanan harta milik perusahaan.
c. Sistem akuntansi yang disusun memenuhi prinsip murah yaitu biaya untuk penyelenggaraan
sistem ini harus dapat ditekan sehingga relatif tidak mahal.

3. Perbedaan Pengertian antara Sistem dan Prosedur


Sistem merupakan suatu jaringan prosedur yang dibuat menurut pola yang terpadu untuk
melaksanakan kegiatan pokok perusahaan.
Prosedur adalah suatu urutan kegiatan klerikal, biasanya melibatkan orang dalam satu
departemen atau lebih, yang dibuat untuk menjamin penanganan secara seragam transaksi
perusahaan yang terjadi berulang-ulang.

4. Komponen Utama Sistem Akuntansi


Komponen sistem akuntansi terdiri dari 6 blok yaitu: masukan, model, keluaran, teknologi, basis
data, dan pengendalian.
a. Blok Masukan
Masukan adalah data yang dimasukkan ke dalam sistem informasi beserta metode dan media
yang
digunakan untuk menangkap dan memasukkan data tersebut ke dalam sistem. Masukan terdiri
dari
transaksi, permintaan, pertanyaan, perintah dan pesan.
b. Blok Model
Blok model terdiri dari logico mathematical models yang mengelola masukan dan data yang
disimpan, dengan berbagai macam cara untuk memproduksi hasil yang dikehendaki atau
keluaran.
Contoh: Pengelolaan data dan biaya untuk menghasilkan laporan laba rugi memerlukan logico
mathematical model yang sederhana sebagai berikut ini:
Laba = Pendapatan - Biaya
c. Blok Basis Data
Basis data merupakan tempat untuk menyimpan data yang digunakan untuk melayani
kebutuhan
pemakai informasi.
d. Blok Pengendalian
Beberapa cara yang perlu dirancang untuk menjamin perlindungan, integritas, dan kelancaran
jalannya sistem informasi adalah:
- penggunaan sistem pengelolaan catatan
- penerapan pengendalian akuntansi
- pengembangan rancangan induk sistem akuntansi
- pembuatan rencana darurat dalam hal sistem informasi gagal menjalankan fungsinya
- penerapan prosedur seleksi karyawan
- pembuatan dokumentasi lengkap tentang sistem informasi yang digunakan oleh perusahaan
- perlindungan dari bencana api dan putusnya aliran listrik

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 133 of 400
- pembuatan sistem penunjang untuk mengantisipasi kegagalan sistem informasi yang
sekarang
digunakan dan dibuatkan tempat penyimpanan data di luar perusahaan sebagai cadangan.
- pembuatan prosedur pengamanan dan penggunaan alat-alat pengamanan serta pengendalian
akses ke dalam sistem informasi.
e. Blok Teknologi
Teknologi menangkap masukan, menjalankan model, menyimpan dan mengakses data,
menghasilkan dan menyimpan keluaran, serta mengendalikan seluruh sistem.

5. Sistem Akuntansi dalam Perusahaan Manufaktur


Kegiatan pokok perusahaan manufaktur terdiri dari desain dan pengembangan
produk, pengelolaan bahan baku menjadi produk jadi, dan penjualan produk jadi kepada
pembeli. Untuk menangani kegiatan pokok perusahaan, umumnya dirancang sistem informasi
yang terdiri dari:
 Sistem akuntansi pokok

Unsur Sistem Akuntansi Pokok

Dokumen sumber adalah dokumen yang datanya dipakai sebagai sumber pencatatan ke dalam
catatan akuntansi (jurnal dan buku pembantu). Dokumen pendukung adalah dokumen yang
menguatkan data yang dicantumkan di dalam dokumen sumber. Kedua dokumen tersebut
menjadi dasar pencatatan dalam catatan akuntansi merupakan kluaran berbagai sistem berikut:
sistem akuntansi piutang, sistem akuntansi utang, sistem akuntansi biaya, sistem akuntansi
penggajian, sistem akuntansi kas, sistem akuntansi persediaan dan sistem akuntansi aktiva tetap.
 Sistem akuntansi piutang
Sistem akuntansi piutang dirancang untuk mencatatat transaksi terjadinya piutang dan
berkurangnya piutang.
 Sistem akuntansi utang
Sistem akuntansi utang dirancang untuk mencatatat transaksi terjadinya utang dan berkurangnya
utang.
 Sistem akuntansi penggajian dan upah
Sistem ini dirancang untuk perhitungan gaji dan upah karyawan serta pembayarannya.
 Sistem akuntansi biaya
Sistem ini dirancang untuk menangani pengendalian produksi dan pengendalian biaya.
 Sistem akuntansi kas
Sistem ini dirancang untuk menangani transaksi penerimaan dan pengeluaran kas.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 134 of 400
 Sistem akuntansi persediaan
Sistem ini dirancang untuk menangani transaksi yang bersangkutan dengan mutasi persediaan
yang disimpan di gudang.
 Sistem akuntansi aktiva tetap
Sistem ini dirancang untuk menangani transaksi yang bersangkutan dengan mutasi aktiva tetap.

Kerangka Sistem Akuntansi

6. Tujuan Umum Pengembangan Sistem Akuntansi


Tujuan umum pengembangan sistem akuntansi adalah sebagai berikut:
a. Untuk menyediakan informasi bagi pengelolaan kegiatan usaha baru,
b. Untuk memperbaiki informasi yang diberikan oleh sistem yang sudah ada,
c. Untuk memperbaiki pengendalian akuntansi dan pengecekan intern,
d. Untuk mengurangi biaya klerikal dalam penyelenggaraan catatan akuntansi.

7. Tipe Penugasan Pengembangan Sistem Akuntansi


Penugasan pengembangan sistem akuntansi dapat berbentuk seperti berikut:
a. Pengembangan suatu sistem akuntansi baru yang lengkap,
b. Perluasan sistem akuntansi yang sekarang dipakai untuk mencangkup kegiatan bisnis yang
baru

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 135 of 400
c. Perbaikan berbagai tahap sistem dan prosedur yang sekarang digunakan.
Pengembangan sistem akuntansi baru yang lengkap mencangkup pengembangan berbagai sistem
berikut ini:
a. Sistem akuntansi pokok,
b. Sistem akuntansi piutang, sistem akuntansi utang, sistem akuntansi penggajian dan
pengupahan,
sistem akuntansi biaya, sistem akuntansi kas, sistem akuntansi persediaan, sistem akuntansi
aktiva tetap.

8. Sistem Akuntansi untuk Melaksanakan Bisnis


 Concelled Chesk
Merupakan cek yang telah diterima kembali oleh pembuat cek melalui sistem perbankan, setelah
cek tersebut digunakan sebagai alat pembayaran.
 COD Shale
Dalam sistem penjualan ini, penjual mengirimkan katalog kepada calon pembeli untuk memilih
barang yang diperlukan lalu memesannya dengan mengirimkan formulir pesanan yang disedikan
oleh penjual melalui kantor pos.
 Unattended Gasoline Station
Adalah tempat penjualan BBM yang tidak dijaga oleh orang.
 Credit Card Business
Bisnis kartu kredit pada dasarnya merupakan bisnis yang menjual jasa penagihan kepada
perusahaan-perusahaan penjualan barang dan jasa melalui sistem penagihan.

9. Hubungan Sistem Akuntansi dengan Sistem Informsi Manajemen


Sistem akuntansi merupakan salah satu subsistem dalam sistem informasi manajemen yang
mengelola data keuangan untuk memenuhi kebutuhan pemakai intern maupun ekstern.

Ruang Lingkup Operasi Perusahaan Jasa – Perusahaan jasa adalah perusahaan yang
menjual atau menawarkan produk jasa bagi para konsumennya. Produk yang dihasilkan dari
perusahaan ini bukan berbentuk barang namun berupa jaya yang hanya bisa dinikmati oleh
konsumennya sehingga konsumen tidak bisa menyimpan hasilnya. Jadi bisa dikatakan bahwa
hasil atau produk dari perusahaan ini bersifat abstrak. Setiap perusahaan baik di bidang jasa
maupun di bidang lainnya seperti perusahaan dagang dan sebagainya memiliki ruang lingkup
dalam produksinya.
Berbicara mengenai ruang lingkup dari perusahaan, perusahaan jasa juga memiliki ruang
lingkup. Perusahaan jasa merupakan perusahaan yang hanya menyediaka dan menjual produk
jasa saja bagi konsumennya. Perusahaan ini tidak memiliki persediaan bahan baku dan tidak juga
memproduksi barang. Begitupun juga jasa yang dihasilkan perusahaan itu yang hanya bisa
dinikmasti oleh konsumen pada saat jasa itu diberikan kepada konsumen. Jadi jika berbicara
mengenai ruang lingkup operasi perusahaan jasa, ruang lingkupnya dimulai pada saat
menyiapkan jasa hingga pada saat menjualnya. Seperti misalnya pada jasa dokter, ruang
lingkupnya mulai dari saat dokter memeriksa pasien dan memberikan resep obat pada pasien.
Ruang lingkup dari perusahaan jasa ini bisa dibilang tidak terlalu besar karena hanya seputar
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 136 of 400
mempersiapkan jasa yang akan diberikan kepada konsumen hingga pada saat produsen jasa
menjual produk jasanya pada konsumen tersebut.

Hal ini tentu berbeda dengan beberapa perusahaan yang bergerak di bidang lain, seperti
misalnya perdagangan yang mana ruang lingkupnya lebih luas dan lebih panjang seperti. Dalam
perusahaan dagang, ruang lingkupnya dimuali dari saat membeli produk dari perusahaan
manufaktur misalnya kemudian menyimpannya untuk sementara tanpa merubah produk tersebut
hingga saat kemudian menjualnya kembali kepada para konsumen. Perusahaan jasa juga berbeda
dengan perusahaan dagang dimana perusahaan dagang menjual atau menawarkan produk barang
yang bisa diterima, bisa disimpan dan terkadang bisa seragam untuk sampai kepada konsumen.

Perusahaan jasa adalah unit usaha yang kegiatan utamanya memproduksi barang tidak
berwujud (jasa) dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan atau laba. Perusahaan jasa bisa
diartikan juga sebagai suatu perusahaan yang menjual jasa yang diproduksinya dengan tujuan
memperoleh keuntungan dari kegiatan memenuhi kebutuhan konsumennya.
Namun dalam pelaksanaannya perusahaan jasa-pun terkadang memerlukan produk fisik atau
yang berwujud untuk melakukan kegiatan usahanya. Contohnya seperti perusahaan transportasi
umum yang menawarkan jasa transportasi kepada konsumen, maka perusahaan memerlukan alat
transportasi seperti mobil (bus), kapal laut, pesawat untuk dapat melakukan kegiatan usahanya.
Ketika membuat laporan keuangan pada perusahaan jasa dengan langkah-langkah dalam
siklus akuntansi yaitu:
 Pencatatan
 Penggolongan
 Pengiktisaran
 Laporan Keuangan
 Karakteristik dan Ciri-Ciri Perusahaan Jasa
 Karakteristik yang dimiliki perusahaan jasa diantaranya sebagai berikut:
Tidak memiliki wujud (sifatnya abstrak dan tidak bisa dilihat)
Produk yang dihasilkannya tidak standar atau bervariasi (Hetereogenitas)
Tidak dapat dipisahkan antara (produk dihasilkan dan dikonsumsi secara bersama-sama)
Tidak dapat disimpan, karena tidak memiliki wujud.
Ciri ciri dari perusahaan jasa dapat kita kenali dengan mudah diantaranya:
 Pendapatan berasal dari penjualan jasa
 Dalam proses memproduksi suatu jasa, bisa saja menggunakan bantuan dari produk fisik
dan bisa saja tidak
 Tidak memiliki persediaan produk dalam bentuk fisik, sebabnya Produk yang dijual
merupakan produk yang tidak berwujud (jasa). Produk yang dihasilkan hanya bisa
dirasakan manfaatnya namun tidak bisa dilihat fisiknya
 Jasa yang diberikan tidak sama, bisa jadi masing-masing konsumen memperoleh jenis
pelayanan yang berbeda dengan konsumen lainnya

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 137 of 400
 Pada tingkatan harganya umumnya memiliki sifat yang tidak mutlak, sebab ketentuan
harga yang ditetapkan perusahaan tergantung dengan jenis pelayanan dan tingkat
kebutuhan konsumen sendiri
 Jasa yang dihasilkan tidak dapat disimpan, jadi sekali dibeli maka penggunaannya akan
langsung habis.

F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1&6)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 235 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain
tentang materi pokok sebagai bentuk rasa syukur
telah diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan
Yang Maha Esa untuk mengelola administrasi
keuangan entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai Menganalisis akun-akun yang terkait
dalam dokumen sumber dan dokumen pendukung
pada perusahaan Dagang
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menganalisis akun-akun yang
terkait dalam dokumen sumber dan dokumen pendukung
pada perusahaan Dagang
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 138 of 400
penunjang lain dan media digital (e-book) Menganalisis
dokumen sumber dan dokumen pendukung pada
perusahaan Dagang
4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses Menganalisis akun-akun
yang terkait dalam dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan Dagang dengan aktivitas
siswa di sekolah serta penerapannya di dunia kerja yang
akan dihadapi.
5. Komunikasi
a. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing) Menganalisis
dokumen sumber dan dokumen pendukung pada
perusahaan Dagang
Perusahaan dagang:
1. Pengertian perusahaan dagang
2. Ruang lingkup operasi dan karakteristik
3. Jenis transaksi keuangan
4. Klasifikasi transaksi keuangan
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan a. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
b. Portofolio
c. Diskusi

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 139 of 400
Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1 perusahaan yang menjual atau
Perusahaan jasa adalah menawarkan produk jasa bagi para 20
konsumennya
2 Perusahaan jasa merupakan perusahaan
yang hanya menyediaka dan menjual
produk jasa saja bagi konsumennya.
Perusahaan ini tidak memiliki persediaan
bahan baku dan tidak juga memproduksi
barang. Begitupun juga jasa yang
dihasilkan perusahaan itu yang hanya bisa
dinikmasti oleh konsumen pada saat jasa
Sebutkan ruang lingkup itu diberikan kepada konsumen. Jadi jika
perusahaan jasa berbicara mengenai ruang lingkup operasi
perusahaan jasa, ruang lingkupnya
dimulai pada saat menyiapkan jasa hingga 40
pada saat menjualnya. Seperti misalnya
pada jasa dokter, ruang lingkupnya mulai
dari saat dokter memeriksa pasien dan
memberikan resep obat pada pasien.
Ruang lingkup dari perusahaan jasa ini
bisa dibilang tidak terlalu besar karena
hanya seputar mempersiapkan jasa yang
akan diberikan kepada konsumen hingga
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 140 of 400
pada saat produsen jasa menjual produk
jasanya pada konsumen tersebut.
3 seperti misalnya perdagangan yang mana
ruang lingkupnya lebih luas dan lebih
panjang seperti. Dalam perusahaan
dagang, ruang lingkupnya dimuali dari
saat membeli produk dari perusahaan
manufaktur misalnya kemudian
menyimpannya untuk sementara tanpa
Ruang lingkup perusahaan merubah produk tersebut hingga saat
40
dagang kemudian menjualnya kembali kepada
para konsumen. Perusahaan jasa juga
berbeda dengan perusahaan dagang
dimana perusahaan dagang menjual atau
menawarkan produk barang yang bisa
diterima, bisa disimpan dan terkadang
bisa seragam untuk sampai kepada
konsumen.
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100
JUMLAH SKOR DIDAPAT
NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 141 of 400
Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
a. Penggunaan alat dan bahan
b. Sikap selama bekerja
5. Waktu

Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

PENILAIAN LITERASI DALAM KBM


Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 142 of 400
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 143 of 400
INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).

Literasi dengan Tugas :


Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet
Kota Bekasi, 16 Juli 2018
Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 144 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke:1-6)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.10 Menerapkan pencatatan transaksi ke dalam buku jurnal khusus pada perusahaan
dagang
2. KD pada KI keterampilan
4.10 Melakukan pencatatan transaksi ke dalam buku jurnal khusus pada perusahaan
dagang

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 145 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.10.1 Menyeleksi Daftar Akun (Rekening)
3.10.2 Menganalisis Jurnal Khusus dan Jurnal Umum
3.10.3 Mengklasifikasi Macam dan Bentuk Jurnal Khusus
2. Indikator KD pada KI keterampilan
4.10.1 Mengidentifikasikan Daftar Akun (Rekening)
4.10.2 Mengidentifikasikan Jurnal Khusus dan Jurnal Umum
4.10.3 Menunjukkan Macam dan Bentuk Jurnal Khusus

D. Tujuan Pembelajaran
1.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat 10 Menerapkan
pencatatan transaksi ke dalam buku jurnal khusus pada perusahaan dagang dengan baik
dan benar.
1.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat 10 Menerapkan pencatatan
transaksi ke dalam buku jurnal khusus pada perusahaan dagang dengan baik dan benar.
1.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat 10 Menerapkan pencatatan
transaksi ke dalam buku jurnal khusus pada perusahaan dagang dengan baik dan benar.
1.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat membedakan pencatatan
transaksi ke dalam buku jurnal khusus pada perusahaan dagang dengan baik dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-6
1. Pencatatan transaksi kedalam jurnal khusus
Transaksi perusahaan dagang secara garis besar terdiri atas transaksi pembelian, penjualan,
penerimaan kas, dan pengeluaran kas. Transaksi-transaksi tersebut terjadi secara rutin atau
berulang-ulang selama satu periode akuntansi. Oleh karena itu, pencatatan transaksi perusahaan
dagang dilakukan dalam jurnal khusus. Untuk transaksi yang jarang terjadi tetap dicatat dalam
jurnal umum. Misalnya, transaksi pengembalian barang (retur) dan potongan.
Jurnal khusus adalah jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi yang terjadi berulang-
ulang dan sejenis. Dalam jurnal khusus, setiap jenis transaksi dikelompokkan berdasarkan jenis
transaksinya, sehingga pencatatan lebih mudah. Oleh karena itu tujuan penggunaan jurnal
khusus, di antaranya untuk mempermudah proses pencatatan transaksi dan mengurangi biaya
yang harus dikeluarkan untuk mencatat transaksi tersebut.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 146 of 400
Berikut merupakan perbedaan antara jurnal umum dan jurnal khusus

Tabel Perbedaan Jurnal Umum dan Jurnal Khusus


No. Jurnal Umum Jurnal Khusus
Bentuk jurnal khusus disesuaikan dengan kolom-
Bentuk jurnal umum terdiri atas kolom tanggal,
1. kolom yang dibutuhkan dan didasarkan pada
keterangan, ref, dan jumlah debet dan kredit.
kelompok transaksi yang sejenis.
2. Semua trnasaksi dicatat dalam jurnal umum. Transaksi dicatat sesuai dengan jenis transaksi
Posting ke buku besar dilakukan setiap ada Posting ke buku besar dilakukan secara berkala,
3.
transaksi. misalnya setiap akhir bulan.
Jurnal umum cocok digunakan untuk
Jurnal khusus cocok untuk perusahaan dagang yang
4. perusahaan dagang yang kecil (transaksinya
berskala besar dimana transaksi sejenis sering terjadi
tidak begitu banyaK)

Manfaat Jurnal khusus adalah sebagai berikut.


1. Mempermudah pembagian pekerjaan (spesialis).
2. Mempermudah posting ke akun buku besar.
3. Memungkinkan pengendalian intern yang lebih baik.
4. Mudah diperiksa kembali secara berkala.
2. Kode akun perusahaan dagang
adalah catatan untuk menampung transaksi yang dicatat lewat jurnal. Istilah buku besar
atau ledger adalah sebutan untuk macam-macam akun perkiraan tersebut. Nah, kumpulan
perkiraan atau akun tersebut biasanya sering kita lihat diberi nomer dan untuk kelompok akun
yang sejenis akan diberi nomer yang urut .
Ada beberapa jenis metode pemberian nomer perkiraan diantaranya sistem decimal,
system numeric dan system kombinasi. Yang sering digunakan adalah system decimal, namun
kita boleh memilih metode mana saja, yang terpenting adalah dalam penyusunannya harus
sistematis, praktis dan bisa mengantisipasi perubahan dimasa datang. Berikut ini akan diulas
lebih luas mengenai kode akun perusahaan dagang
Kode Akun Perusahaan Dagang
1. Pengertian Kode Perkiraan
Kode perkiraan berguna untuk memudahkan pencatatan ke perkiraan atau buku besar
(posting). Pengkodean akun juga memudahkan dalam klasifikasi perkiraan dan pentusunan
laporan keuangan. Biasanya setiap perusahaan membuat daftar kode perkiraan atau sering
disebut chart of account.
Perkiraan / akun dapat dikelompokkan menjadi perkiraan neraca dan perkiraan laba rugi.
Perkiraan neraca merupakan perkiraan yang termasuk kelompok harta, kewajiban dan modal.
Sedangkan untuk yang termasuk ke dalam perkiraan laba rugi adalah pendepatan dan beban.
2. Syarat pembuatan chart of account
Hal yang perlu diperhatikan dalam membuat kode akun diantaranya:
Nomer harus unik (artinya setiap nomer hanya digunakan untuk satu akun perkiraan saja)
Akun perkiraan di masukkan kedalam kelompok atau sub kelompok. Contohnya kas, piutang
dan peralatan dimasukkan kedalam aktiva lancar.
Perkiraan yang berkaitan hendaknya disusun secara berurutan. Contohnya: piutang dagang
dengan piutang lain-lain.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 147 of 400
Penomeran diusahaan tidak terlalu ketat, alasanya akan memudahkan jika terjadi penambahan
sejumlah akun baru. Contohnya : kelompok beban diberi nomer 600. 605 beban angkutan.
610 beban laiinya. Jika terjadi penambahan dapat disisipkan antara 605 -610.
Nama akun rekening sebaiknya singkat dan jelas. Contohnya: Beban perjalanan dinas lebih
baik daripada Beban perjalanan ke luar kota bagi direksi.
3. Jenis-Jenis Kode Perkiraan
Sistem Decimal
Kode akun perusahaan dagang yang pertama ialah jenis sistem decimal. Kode perkiraan
pada system decimal pada dasarnya diberi nomer 1 sampai 9 untuk setiap kelompok
perkiraan. Contohnya:
1. Aktiva
2. Kewajiban
3. Ekuitas
4. Pendapatan
5. Harga Pokok Penjualan
6. Beban Penjualan
7. Beban Administrasi dan Umum
8. Pendapatan Lain-lain
9. Beban Lain-lain.
Pengkodean seperti diatas bisa saja hanya dari angka 1 sampai 7, jadi tidak mutlak
menyesuaikan kebutuhan atau keinginan dari seorang akuntan sendiri.
Yang terpenting adalah setiap satu angka depan menunjukkan suatu kelompok. Cara ini akan
dapat memudahkan mengetahui suatu perkiraan termasuk kelompok yang mana.
Misalnya, nomer 1001, artinya bisa dipastikan nomer tersebut termasuk kelompok aktiva
karena angka depan adalah 1. Dalam praktiknya, system decimal lebih banyak dipakai
perusahaan, alasanyya karena sistematis dan fleksibel.
1. Berikut ini contoh chart of account sistem decimal 3 digit:

No. Akun

1. AKTIVA

11. Aktiva Lancar

111. Kas

112. Piutang Dagang

113. Perlengkapan Kantor

114. Sewa Dibayar Dimuka

12. Aktiva Tetap

121. Peralatan Kantor

122 Akumulasi Penyusutan Peralatan Kantor

2. KEWAJIBAN

21. Kewajiban lancar

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 148 of 400
211. Hutand Dagang

212. Wesel Bayar

22. Kewajiban Jangka Panjang

221. Hutang Bank

3. Modal

310. Modal Saham

320. Saldo Laba

4. PENDAPATAN

410. Jasa Konsultasi

420. Pendapatan Training

5. Beban

501. Beban Gaji

502. Beban Sewa

503. Beban Penyusutan

599. Beban Lain-lain

2. Sistem Menemonic
Kode akun perusahaan dagang yang kedua ialah jenis sistem menemonic. Kata Menemonic
sendiri berasal dari Bahasa Inggris yang artinya membantu ingatan. Kode akun dengan system
menemonic adalah membuat kode yang mudah diingat. Biasanya akan menggunakan singkatan
atau kode huruf. Contohnya AL untuk Aktiva Lancar, AT Aktiva Tetap, KJP untuk Kewajiban
Jangka Panjang, KL untuk Kewajiban Lancar. Contoh akun system mnemonic:

AL-KK Kas Kecil

AL-PBD Persediaan Barang Dagangan

AT-Bang Bangunan

B.Gj Beban Gaji

B.Lst Beban Listrik

B.Sw Beban Sewa

3. Sistem Kombinasi
Kode akun perusahaan dagang yang ketiga ialah jenis sistem kombinasi. System kombinasi
adalah system dengan cara menggabungkan kedua system sebelumnya yaitu huruf dengan angka
untuk membuat kode perkiraan. Huruf biasanya diambil dari sistem Menemonic. Berikut contoh
kode akun system kombinasi:

AL.01 Kas

AL.02 Piutang Dagang

AT.01 Tanah

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 149 of 400
AT.02 Bangunan

AT.03 Akumulasi Penyusutan Bangunan

KL.01 Hutan Dagang

M.01 Modal Saham

F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1&6)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 6. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
7. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
8. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
9. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
10. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 6. Mengamati: 235 menit
c. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain
tentang materi pokok sebagai bentuk rasa syukur
telah diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan
Yang Maha Esa untuk mengelola administrasi
keuangan entitas.
d. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai Menganalisis akun-akun yang terkait
dalam dokumen sumber dan dokumen pendukung
pada perusahaan Dagang
7. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menganalisis akun-akun yang
terkait dalam dokumen sumber dan dokumen pendukung
pada perusahaan Dagang
8. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 150 of 400
penunjang lain dan media digital (e-book) Menganalisis
dokumen sumber dan dokumen pendukung pada
perusahaan Dagang
9. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses Menganalisis akun-akun
yang terkait dalam dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan Dagang dengan aktivitas
siswa di sekolah serta penerapannya di dunia kerja yang
akan dihadapi.
10. Komunikasi
b. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing) Menganalisis
dokumen sumber dan dokumen pendukung pada
perusahaan Dagang
Perusahaan dagang:
1. Pengertian perusahaan dagang
2. Ruang lingkup operasi dan karakteristik
3. Jenis transaksi keuangan
4. Klasifikasi transaksi keuangan
Penutup 7. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
8. Memberikan feedback kepada siswa
9. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
10. Memberikan tugas kepada siswa
11. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
12. Mengucapkan salam

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: c. Pengamatan d. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis d. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang e. Penyelesaian
tugas individu
f. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan d. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
e. Portofolio
f. Diskusi

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 151 of 400
Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 152 of 400
Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1 Apa yang dimaksud dengan adalah catatan untuk menampung
20
akun perkiraan transaksi yang dicatat lewat jurnal.
2 jenis metode pemberian nomer perkiraan
Sebutkan jenis metode
diantaranya
pemberian nomer perkiraan
1. sistem numeric
akun
2. sistem decimal
40
3. system kombinasi.
3 seperti misalnya perdagangan yang mana
ruang lingkupnya lebih luas dan lebih
panjang seperti. Dalam perusahaan
dagang, ruang lingkupnya dimuali dari
saat membeli produk dari perusahaan
manufaktur misalnya kemudian
menyimpannya untuk sementara tanpa
Ruang lingkup perusahaan merubah produk tersebut hingga saat
40
dagang kemudian menjualnya kembali kepada
para konsumen. Perusahaan jasa juga
berbeda dengan perusahaan dagang
dimana perusahaan dagang menjual atau
menawarkan produk barang yang bisa
diterima, bisa disimpan dan terkadang
bisa seragam untuk sampai kepada
konsumen.
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100
JUMLAH SKOR DIDAPAT
NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
c. Penggunaan alat dan bahan
d. Sikap selama bekerja
5. Waktu

Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 153 of 400
Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

PENILAIAN LITERASI DALAM KBM


Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 154 of 400
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).

Literasi dengan Tugas :


Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 155 of 400
I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet

Kota Bekasi, 16 Juli 2018


Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 156 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1I
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke:1-6)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.11 Menerapkan pencatatan transaksi ke dalam buku jurnal khusus pada perusahaan
dagang
2. KD pada KI keterampilan
4.11 Melakukan pencatatan transaksi ke dalam buku jurnal khusus pada perusahaan
dagang

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 157 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.11.1 Menganalisis Buku pembatu dan fungsinya
3.11.2 Merancang Pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu piutang
2. Indikator KD pada KI keterampilan
4.11.1 Mengidentifikasikan Buku pembatu dan fungsinya
4.11.2 Membuat Pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu piutang

D. Tujuan Pembelajaran
2.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat Melakukan
pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu piutang pada perusahaan dagang
dengan baik dan benar.
2.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat Melakukan pencatatan
transaksi ke dalam buku pembantu kartu piutang pada perusahaan dagang dengan baik
dan benar.
2.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat Melakukan pencatatan transaksi
ke dalam buku pembantu kartu piutang pada perusahaan dagang dengan baik dan benar.
2.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat Melakukan pencatatan
transaksi ke dalam buku pembantu kartu piutang pada perusahaan dagang dengan baik
dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-6
1. Buku Besar Pembantu
Buku Besar Pembantu

Buku besar pembantu (subsidiary ledger) merupakan perluasan dari buku besar
umum (general ledger). Catatan dalam buku besar pembantu merupakan rincian dari salah satu
akun besar umum. Buku besar pembantu atau disingkat dengan buku pembantu yang akan
dibahas pada bagian ini meliputi:
a. Buku besar pembantu hutang ( account payable subsidiary), berfungsi sebagai tempat
mencatat perubahan hutang kepada kreditor secara individual sehingga merupakan rincian
dari akun Hutang dagang dalam buku besar umum
b. Buku besar pembantu piutang ( account receivable subsidiary ledger), berfungsi sebagai
tempat mencatat perubahan piutang (tagihan) kepada debitor secara individual sehingga
merupakan rincian dari akun Piutang dagang dalam buku besar umum.

Sumber pencatatan dalam buku besar pembantu adalah bukti-bukti transaksi yang
mengakibatkan perubahan baik terhadap hutang maupun piutang perusahaan. Misalnya faktur
pembelian, faktur penjualan, bukti pengeluran kas, bukti penerimaan kas dan nota debet/ kredit.
Dengan demikian dalam perusahaan yang menyelenggarakan buku pembantu hutang dan buku

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 158 of 400
pembantu piutang, bukti transaksi yang mengakibatkan perubahan pada hutang dan piutang
dicatat dengan prosedur sebagai berikut:
a. Dicatat dalam buku jurnal untuk dipindah bukukan ke dalam buku besar, baik setiap pos
jurnal secara individual maupun secara kolektif
b. Dicatat ke dalam buku pembantu yang selanjutnya pada tiap akhir periode tertentu dari data
buku pembantu disusun daftra saldo. Artinya dari data buku pembantu hutang pada akhir
periode disususn daftar saldo hutang dari data pembantu piutang disusun daftar saldo
piutang.
Jika terjadi kesalahan pencatatan baik dalam buku pembantu, saldo akun Hutang dalam buku
besar pada akhir periode harus sma dengan jumlah hutang menurut buku pembantu hutang
(daftar saldo hutang). Demikian pula saldo akun Piutang harus sama dengan jumlah piutang
menurut buku pembantu piutang (daftar saldo piutang).
a. Pencatatan dalam Buku Pembantu Hutang
1. Tata cara mencatat bukti transaksi dalam buku pembantu hutang
Buku pembantu hutang merupakan kumpulan akun kreditor (pihak kepada siapa perusahaan
mempunyai hutang). Bentuk akun dlam buku pembantu tidak berbeda dengan bentuk akun besar
umum. Misalnya perusahaan mempunyai hutang kepeda PT SARI Bandung, dalam buku
pembantu hutang disediakan akun (rekening) untuk PT SARI sebagai berikut:
Nama Kreditor: SARI, PT

SALDO
Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT
DEBET KREDIT

Sumber pencatatan dalam buku pembantu hutang terdiri atas:


a) Faktur pembelian
b) Bukti pengeluaran kas untuk pembayaran hutang
c) Nota debet/ kredir sebagai bukti pengembalian barabg yang dibeli dengan pembayaran kredit
(retur pembelian)
Sebagai ilustrasi pencatatan transaksi dalam buku besar pembantu hutang, berikut ini sebagian
data kegiatan SARI Advertising dalam bulan Juli 2003:
a) Data hutang kepeda kreditor pada tanggal 1 juli 2003:
Hutang kepada: PD SUMBER WARNA Rp 3.200.000,00
PD ANEKA SARANA Rp 2.600.000,00
PD KARYA MUDA Rp 2.700.000,00
Jumlah Rp 8.500.000,00

b) Transaksi yang terjadi dalam bulan Juli 2003 antara lain sebagai berikut:
Pembelian kredit perlengkapan studio:
Juli 6, faktur No.SB-06 dari PD SUMBER WARNA seharga Rp 3.800.000,00
Juli 14, faktur No. K-012 dari PD KARYA MUDA seharga Rp 2.500.000,00
Juli 25, faktur No.AS-19 dari PD ANEKA SARANA seharg Rp.2.700.000,00
Jumlah pembelian kredit bulan Juli 2003 Rp 9.000.000,00

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 159 of 400
Pembayaran hutang kepada kreditor
Juli 4, bukti kas No K-701 kepada PD SUMBER WARNA Rp. 2.200.000,00
Juli 10, bukti kas No K-706 kepada PD KARYA MUDA Rp. 2.700.000,00
Juli 18, bukti kas No K-716 kepada PD ANEKA SARANA Rp. 1.600.000,00
Juli 27, bukti kas No K-721 kepada PD SUMBER WARNA Rp. 1.000.000,00
Jumlah hutang dibayar dalam bulan Juli 2003 Rp. 7.500.000,00

Berdasarkan data di atas, pahami keterangan berikut ini!


Data hutang tanggal 1 Juli 2003, tarcatat dalam buku besar akun Hutang sebagai saldo kredit
tanggal 1 Juli 2003 sebesar Rp. 8.500.000,00. Sementara rinciannya tercatat dalam buku
pembantu hutang sebagai saldo kredit tanggal 1 juli 2003 pada rekeningmasing-masing kreditor.
Faktur pembelian dicatat sebagai berikut:
1. Semua faktur pembelian dicatat dalam buku jurnal pembelian sehingga pada 31 juli 2003 akun
perlengkapan Studio didebet dan akun Hutang usaha dikredit Rp.9000.000,00
2. Masing-masing faktur pembelian dicatat dalam buku pembantu hutang dengan mengkredit
rekening kreditor yang bersangkutan.
Bukti pengeluaran kas untuk pembayaran hutang dicatat sebagai berikut:
1. Bukti pengeluaran kas untuk pembayaran hutang berjumlah Rp. 7.500.000,00. Jumlah tersebut
dicatat dalam buku jurnal pengeluaran kas dengan mendebet akun Hutang usaha dan kredit
akun.Kas masing-masing Rp. 7.500.000,00
2. Masing-masing bukti pengeluaran kas dicatat dalam buku pembantu hutang dengan mendebet
rekening kreditor yang bersangkutan.
Setelah dicatat seperti di atas, akun Hutang usaha dalam buku besar dan rekening-rekening
kreditor dalam buku pembantu hutang tampak sebagai berikut:

BUKU BESAR
Akun: HUTANG
USAHA No.221
SALDO
Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT
DEBET KREDIT
2003 Saldo - - - - 8.500.000
Juli 1
Juli Posting JPb-1 - 9.000.000 - 17.500.000
31
Juli Posting JKK-1 7.500.000 - - 10.000.000
31

Perhatikan akun hutang Usaha di atas:


1. Dalm kolom refrens (Ref) ditulis JPb-1 dan JKK-1 anggap transaksi dicatat dalam buku
jurnal khusus dan data yang bersangkutan masing-masing diposting dari buku jurnal pembelian
(JPb) halaman 1 dan buku jurnal pengeluaran kas (JKK) halaman 1.
2. Akun hutang usaha diatas pada 31 Juli 2003 nenunjukkan saldo kredit Rp. 10.000.000,00.
Jumlah tersebut harus sama dengan jumlah hutang menurut buku pembanTu hutang pada tanggal
yang sama.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 160 of 400
SARI ADVERTISING
BUKU PEMBANTU HUTANG
Nama Kreditor : ANEKA SARANA, PD
SALDO
Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT
DEBET KREDIT
2003 Saldo - - - - 2.600.000
Juli 1
Juli Faktur No. JKK- 1.600.000 - - 1.000.000
18 K-716 1
Juli Faktur No. JPb-1 - 2.700.000 - 3.700.000
25 AS-19

Nama Kreditor : KARYA MUDA, PD


SALDO
Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT
DEBET KREDIT
2003 Saldo - - - - 2.700.000
Juli 1
Juli Faktur No. JKK-1 2.700.000 - - -
10 K-702
Juli Faktur No. JPb-1 - 2.500.000 - 2.500.000
14 K-012

Nama Kreditor : SUMBER WARNA, PD


SALDO
Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT
DEBET KREDIT
2003 Saldo - - - - 3.200.000
Juli 1
Juli 4 Faktur No. JKK- 2.200.000 - - 1.000.000
K-701 1
Juli 6 Faktur No. JPb-1 - 3.800.000 - 4.800.000
SB-06
Juli Bukti No. JKK- 1.000.000 - - 3.800.000
27 K-721 1

2) Penyusunan daftar saldo hutang


Dari data buku pembantu hutang di atas pada tanggal 31 Juli 2003 dibuat
Daftar SaldoAdvertising
DAFTAR SALDO HUTANG
Tanggal 31 juli 2003

Nomor Nama Kreditor SALDO


1 PD ANEKA SARANA Rp. 3.700.000,00
2 PD KARYA MUDA Rp. 2.500.0000,00
3 PD SUMBER WARNA Rp. 3.800.000,00
JUMLAH Rp.10.000.000,00

Daftar saldo hutang di atas menunjukkan data jumlah hutang SARI Advertising menurut buku
pembantu hutang pada tanggal 31 Juli 2003 sebesar Rp. 10.000.000,00. Jumlah tersebut sama
dengan saldo kredit akun Hutang usaha dalam buku besar di muka.
3) Pencatatan selisih saldo akun hutang
Dalam hal terjadi selisih antara saldo akun Hutang dengan jumlah hutang menurut buku
pembantu hutang, selisih bisa terjadi akibat kesalahan mencatat transaksi dalam buku jurnal atau

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 161 of 400
kesalahan mencatat dalam buku pembantu hutang. Kesalahan mencatat transaksi dalam buku
jurnal harus dibetulkan dengan pos jurnal koreksi yang dibuat dalam buku jurnal umum.
Kesalahan mencatat dalam buku pembantu harus dibetulkan dalam buku pembantu dengan
mendebet atau mengkredit rekening kreditor yang bersangkutan

Sebagai ilustrasi
Saldo akun hutang usaha pada tanggal 31 juli 2003 sebesar Rp. 35.500.000,00, sementara
jumlah hutang menurut buku pembantu hutang pada tanggal yang sama sebesar Rp.
36.000.000,00. Dengan demikian terdapat selisih Rp.500.000,00. Setelah diteliti, selisih timbul
akibat kesalahan mencatat faktur PD LIBRA No. L-225 untuk pembelian perlengkapan service
seharga Rp. 2.750.000,00, dicatat dalam buku jurnal pembelian dengan jumlah Rp.
2.250.000,00.

Transaksi pembelian kredit dicatat pada akun Hutang Usaha sisi kiri kredit. Harga faktur
pembelian sebesar Rp. 2.750.000,00 dicatat dalam jurnal pembelian dengan jumlah Rp.
2.500.000,00. Artinya akun hutang Usaha trelalu rendah di kredit sebesar Rp. 500.000,00. Di sisi
lain, akun perlengkapan service juga terlalu di debet sebesar Rp. 500.000,00. Koreksi kesalahan
tersebut dibuat jurnal koreksi untuk menambah sisi debet akun perlengkapan service dan
menambah sisi kredirt akun hutang usaha yatu sbagai berikut:
JURNAL UMUM
SALDO
Tgl Keterangan Ref
DEBET KREDIT
Perlengkapan service Rp. 500.000,00 -
Juli Hutang Usaha - Rp. 500.000,00
31

Setelah pos jurnal di atas diposting ke dalam buku besar, akun Hutang Usaha menunjukkan saldo
kredit sebesar Rp. 36.000.000,00
b. Pencatatan dalam Buku Pembantu Piutang

1) Tata cara mencatat transaksi dalam buku pembantu piutang


Pada dasarnya sama dengan cara-cara pencatatan dalam buku pembantu hutang. Bukti
transaksi yang dicatat dalam buku pembantu piutang meliputi faktur penjualan, bukti penerimaan
kas untuk penerimaan tagihan (piutang), nota debet/ kredit sebagai bukti retur penjulan atau
pengurangan harga
Sebagai ilustrasi pencatatan transaksi dalam buku besar pembantu piutang, berikut ini
sebagian data kegiatan SARI Advertising dalam bulan juli 2003:
a) Data piutang (tagihan) kepada debitor pada tanggal 1 Juli 2003:

Piutang pada: PD SINAR MOTOR Rp. 6.400.000,00


PT BUANA FILM Rp. 5.700.000,00
Jumlah Rp. 12.100.000,00

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 162 of 400
b) Transaksi yang terjadi dalam bulan Juli 2003 antara lain sebagai berikut:
Juli 5, faktur No. S-06 kepada PT NUSANTARA seharga Rp. 4.300.000,00
Juli12, faktur No. S-07 kepada PD JAYA MOTOR seharga Rp. 5.500.000,00
Juli, 24, faktur No. S-08 kepada DIAN THEATER seharga Rp. 5.700.000,00
Jumlah penjualan kredit bulan Juli 2003 Rp. 15.500.000,00
Penerimaan piutang dari debitor:
Juli 4, bukti kas No. M-705 dari PD SINAR MOTOR Rp. 5.000.000,00
Juli 10, bukti kas No. M-709 dari PT BUANA FILM Rp. 5.700.000,00
Juli 14, bukti kas No. M-715 dari PT JAYA MOTOR Rp. 3.000.000,00
Juli 27, bukti kas No. M-724 dari DIAN THEATER Rp. 4.000.000,00
Jumlah piutang diterima dalam bulan Juli 2003 Rp. 17.700.000,00
Pencatatan data di atas, sebagai berikut:
Piutang tanggal 1 Juli 2003 sebesar Rp.12.100.000,00 sudah tercatat di sisi debet akun Piutang
Usaha dalam buku besar. Rinciannya tercatat dalam buku pembantu piutang pada rekening
mesing-masing debitor di sisi debet
Semua faktur penjualan dicatat dalam buku jurnal sehingga pada 31 Juli 2003 akun Piutang
usaha didebet sebesar Rp. 15.500.000,00. Sementara setiap faktur penjualan dicatat juga dalam
buku pembantu piutang dengan mendebet rekening debitor yang bersangkutan
Semua bukti penerimaan kas dari debitor dicatat dalam buku jurnal penerimaan kas. Dari buku
jurnal tersebut pada 31 Juli 2003 akun Piutang Usaha dikredit sebesar Rp. 17.700.000. masing-
masing bukti penerimaan kas juga dalam buku pembantu piutang dengan mengkredit
rekening debitor yang bersangkutan. Dengan pencatatan seperti di atas, akun piutang dalam
buku besar dan rekening-rekening debitor dalam buku pembantu piutang akan tampak sebagai
berikut:

BUKU BESAR
Akun : PIUTANG
USAHA No. 112
SALDO
Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT
DEBET KREDIT
2003 Saldo - - - 12.100.000 -
Juli 1
Juli Posting JPn-1 15.500.000 - 27.600.000 -
31
Juli Posting JKM-1 - 17.700.000 9.900.000 -
31

Perhatikan akun piutang usaha di atas:


1) Dalam kolom referens (Ref) ditulis JPn-1 dan JKM-1, anggap transaksi dicatat dalam
buku jurnal khusus dan data yang bersangkutan masing-masing diposting dari buku jurnal
penjualan (Jpn) halaman 1 dan buku jurnal penerimaaan kas (JKM) halaman 1
2) Akun Piutang usaha di atas pada 31 Juli 2003 menunjukkan saldo debet Rp.
9.900.000,00. Jumlah tersebut harus sama dengan jumlah piutang menurut buku pembantu
piutang tanggal yang sama
SARI ADVERTISING
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 163 of 400
BUKU PEMBANTU PIUTANG
Nama Debitor. SINAR MOTOR, PD File:
DS-01
SALDO
Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT
DEBET KREDIT
2003 Saldo - - - 6.400.000 -
Juli 1
Juli 4 Bukti JKM-1 - 5.000.000 1.400.000 -
No.M-705

Nama Debitor. BUANA FILM, PT File:


DB-01
SALDO
Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT
DEBET KREDIT
2003 Saldo - - - 5.700.000 -
Juli 1
Juli 4 Bukti JKM-1 - 5.700.000 - -
No.M-709

Nama Debitor. NUSANTARA, PT File:


DN-01
SALDO
Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT
DEBET KREDIT
2003 Saldo - - - 4.300.000 -
Juli 1
Juli 5 Faktur No. JPn-1 4.300.000 - - -
S-06

Nama kreditor: JAYA MOTOR,


PD File. DJ-01
SALDO
Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT
DEBET KREDIT
2003 Saldo - - - - -
Juli 1
Juli Faktur No. JPn-1 5.500.000 - 5.500.000 -
12 S-07
Juli Bukti No. JKM-1 - 3.000.000 2.500.000
14 M-715

Nama kreditor: DIAN THEATER File. DD-01


SALDO
Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT
DEBET KREDIT
2003 Saldo - - - - -
Juli 1
Juli Faktur No. JPn-1 5.700.000 - 5.700.000 -
24 S-08
Juli Bukti No. JKM-1 - 4.000.000 1.700.000 -
14 M-724

2) Penyusunan daftar saldo piutang


Dari data buku pembantu piutang di atas pada tanggal 31 Juli 2003 dibuat daftar saldo piutang
sebagai berikut:

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 164 of 400
SARI ADVERTISING
DAFTAR SALDO PIUTANG
Tanggal 31 Juli 2003
Nomor NAMA DEBITOR SALDO
1 PD SINAR MOTOR RP.1.400.000,00
2 PT BUANA FILM -
3 PT NUSANTARA RP. 4.300.000,00
4 PD JAYA MOTOR RP. 2.500.000,00
5 DIAN THEATER RP. 1.700.000,00
JUMLAH RP. 9.900.000,00

Daftar saldo piutang di atas menunjukkan data jumlah piutang SARI Advertising menurut buku
pembantu piutang pada tanggal 31 Juli 2003 sebesar Rp. 9.900.000,00. Jumlah tersebut sama
dengan saldo debet akun Piutang Usaha dalam buku besar di atas.
3) Pencatatan selisih saldo akun piutang
Selisih antara saldo akun piutang dengan jumlah piutang meurut buku pembantu piutang bisa
terjadi akibat kesalahan mencatat transaksi dalam buku jurnal, atau kesalahan mencatat dalam
buku pembantu piutang. Seperti disebutkan di muka, kesalahan mencatat transaksi dalam buku
jurnal harus dibetulkan dengan pos jurnal koreksi yang dibuat dalam buku jurnal umum .
kesalahan mencatat dalam buku pembantu harus dibetulkan dalam buku pembantu dengan
mendebet atau mengkredit rekening debitor yang bersangkutan.

F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1&6)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 235 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain
tentang materi pokok sebagai bentuk rasa syukur

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 165 of 400
telah diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan
Yang Maha Esa untuk mengelola administrasi
keuangan entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai Menganalisis akun-akun yang terkait
dalam dokumen sumber dan dokumen pendukung
pada perusahaan Dagang
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menganalisis akun-akun yang
terkait dalam dokumen sumber dan dokumen pendukung
pada perusahaan Dagang
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) Menganalisis
dokumen sumber dan dokumen pendukung pada
perusahaan Dagang
4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses Menganalisis akun-akun
yang terkait dalam dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan Dagang dengan aktivitas
siswa di sekolah serta penerapannya di dunia kerja yang
akan dihadapi.
5. Komunikasi
a. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing) Menganalisis
dokumen sumber dan dokumen pendukung pada
perusahaan Dagang
Perusahaan dagang:
1. Pengertian perusahaan dagang
2. Ruang lingkup operasi dan karakteristik
3. Jenis transaksi keuangan
4. Klasifikasi transaksi keuangan
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 166 of 400
pembelajaran.

2. Pengetahuan: e. Pengamatan g. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis f. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang h. Penyelesaian
tugas individu
i. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan g. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
h. Portofolio
i. Diskusi

Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 167 of 400
Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1 Perusahaan MICHEL
Jurnal umum
Per 30 september

Perthatikan Tanggal Keterangan reff Debit Kredit


transaksi berikut 1-Sep KAS - 10,000,000
ini: Modal - 10,000,000
Transaksi selama 5-Sep Pembelian - 2,000,000
bulan september KAS - 2,000,000
2013 yang terjadi 10-Sep KAS - 10,000,000
pada perusahaan Piutang
"MICHEL" sebagai usaha - 5,000,000
berikut
Pendapatan - 15,000,000
1-Sep Di
15-Sep Beban Iklan - 200,000
investasikan oleh
MICHEL uang KAS - 200,000
untuk pendirian 20-Sep Beban gaji - 500,000
perusahaan sebesar KAS - 500,000
Rp.10,000,000. 30-Sep Prive - 1,000,000
5-Sep Di beli KAS - 1,000,000
gudang seharga 30-Sep KAS - 5,000,000
Rp.2,000,000 Utang - 5,000,000
secara tunai. Total 33,700,000 33,700,000
10-Sep Diperoleh
pendapatan jasa
sebesar 100
KAS
Rp.15,000,000,baru
No akun:111
diterima sebesar
Rp.10,000,000
sisanya bulan
depan. No
15-Sep Dibayar Tanggal reff Keterangan Debit Kredit
beban iklan sebesar 1-Sep KAS 10,000,000
Rp.200,000
5-Sep KAS 2,000,000
20-Sep Dibayar
beban gaji sebesar 10-Sep KAS 10,000,000
Rp.500,000 15-Sep KAS 200,000
30-Sep Diambil 20-Sep KAS 500,000
untuk kepentingan 30-Sep KAS 1,000,000
pribadi sebesar KAS 5,000,000
Rp.1,000,000
total 25,000,000 3,700,000
30-Sep Diperoleh
pinjaman senilai saldo 21,300,000
Rp.5,000,000
Buatlah jurnal
umum dan buku
besar. Piutang usaha No akun:112
No Nama
Tanggal reff akun Debit Kredit
piutang
10-Sep usaha 5,000,000

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 168 of 400
total 5,000,000
saldo 5.000.000

Utang No akun:
no Nama
tanggal Debit Kredit
reff akun
30-Sep utang 5.000.000
saldo 5.000.000

Modal No akun:311
No Nama
Tanggal reff akun debit Kredit
1-Sep modal 10,000,000
saldo 10,000,000

Pendapatan No akun:
No Nama
Tanggal reff akun debit Kredit
10-Sep pendapatan 15,000,000
saldo 15,000,000

Pembelian No akun:411
No Nama
Tanggal reff akun debit Kredit
5-Sep pembelian 2,000,000
saldo 2,000,000

Beban gaji No akun:521


No Nama
Tanggal reff akun debit Kredit
20-Sep beban gaji 500,000
saldo 500,000

Beban iklan No akun:


No Nama
Tanggal reff akun debit Kredit
beban
15-Sep iklan 200,000
Saldo 200,000

Prive No akun:
No Nama
Tanggal reff akun Debit Kredit

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 169 of 400
30-Sep prive 1,000,000
Saldo 1,000,000

Sekarang kita buat ke dalam neraca saldo

Perusahaan MCHEL
Neraca saldo per 30 september
No
akun Nama akun debit kredit
KAS 21,300,000
piutang usaha 5,000,000
utang 5,000,000
modal 10,000,000
pendapatan 15,000,000
pembelian 2,000,000
beban gaji 500,000
beban iklan 200,000
prive 1,000,000
saldo 30,000,000 30,000,000

JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100


JUMLAH SKOR DIDAPAT
NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
e. Penggunaan alat dan bahan
f. Sikap selama bekerja
5. Waktu

Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 170 of 400
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

PENILAIAN LITERASI DALAM KBM


Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 171 of 400
29
30
31
32
33
34
35
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).

Literasi dengan Tugas :


Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 172 of 400
I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet

Kota Bekasi, 16 Juli 2018


Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 173 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1I
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke:1-6)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.12 Menerapkan pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu utang pada
perusahaan dagang.
2. KD pada KI keterampilan
4.12 Melakukan pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu utang pada perusahaan
dagang

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 174 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.12.1 Menganalisis Buku pembatu dan fungsinya
3.12.2 Merancang Pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu utang
2. Indikator KD pada KI keterampilan
4.12.1 Mengidentifikasikan Buku pembatu dan fungsinya
4.12.2 Membuat Pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu utang

D. Tujuan Pembelajaran
2.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat Menerapkan
pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu utang pada perusahaan dagang
dengan baik dan benar.
2.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat Menerapkan pencatatan
transaksi ke dalam buku pembantu kartu utang pada perusahaan dagang dengan baik dan
benar.
2.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat Menerapkan pencatatan transaksi
ke dalam buku pembantu kartu utang pada perusahaan dagang dan benar.
2.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat Menerapkan pencatatan
transaksi ke dalam buku pembantu kartu utang pada perusahaan dagang dengan baik dan
benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-6
1. Buku Besar Pembantu; Pengertian, Fungsi, dan Kelebihannya
Pengertian Buku Besar Pembantu
Buku besar pembantu adalah buku besar yang digunakan untuk mencatat akun tertentu dan
perubahan-perubahannya secara lebih rinci. Dengan demikian akun buku besar berfungsi sebagai
akun kontrol sedang akun yang ada dalam buku pembantu merupakan rincian dari akun buku
besar tertentu.

Dengan bahasa lain, buku besar pembantu (subsidiary ledger) merupakan perluasan dari buku
besar umum (general ledger). Catatan dalam buku besar pembantu merupakan rincian dari salah
satu akun besar umum.

Macam - Macam Buku Besar Pembantu


Buku besar pembantu terdiri dari:
1. Buku Besar Pembantu Piutang (Accounts Receivable Subsidiary Ledger)
Buku besar pembantu ini berfungsi untuk mencatat rincian piutang perusahaan kepada masing-
masing langganan (debitur)
2. Buku Besar Pembantu Utang (Accounts Payable Subsidiary Ledger)

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 175 of 400
Buku besar pembantu ini berfungsi untuk mencatat perincian utang perusahaan kepada masing-
masing kreditur
3. Buku Besar Pembantu Persediaan

Fungsi Buku Besar Pembantu


Buku besar pembantu berfungsi untuk mencatat rincian akun tertentu yang ada di Buku Besar
Umum. Akun Buku Besar Umum yang rinciannya dicatat dalam Buku Besar Pembantu disebut
Akun Pengawas (Controlling Account). Sedangkan akun-akun yang merinci akun pengawas
disebut Akun Pembantu (Subsidiary Account). Dua buku besar pembantu yang umum adalah
Buku Pembantu Kewajiban (Hutang) dan Buku Pembantu Piutang. Untuk entitas sektor publik,
setiap akun bisa atau perlu dibuat buku besar pembantu karena mengingat luasnya akun-akun
dalam setiap entitas. Untuk selanjutnya, buku besar umum sering disingkat menjadi buku besar
dan buku besar pembantu yang disingkat dengan nama buku pembantu.

Kelebihan Buku Besar Pembantu


1. Memudahkan penyusunan laporan keuangan, karena buku besar umum terdiri dari akun-akun
yang jumlahnya lebih sedikit. Hal ini juga akan mengurangi kesalahan-kesalahan dalam buku
besar umum.
2. Ketelitian dalam pembukuan dapat diuji dengan membanding-kan saldo dalam akun buku
besar umum dengan jumlah saldo-saldo dalam buku pembantu.
3. Dapat diadakan pembagian tugas dalam pengrjaan akuntansi.
4. Memungkinkan pumbukuan harian dari bukti-bukti pendukung transaksi kedalam buku
pembantu.
5. Bisa segera diketahui jumlah macam-macam elemen.

2. Contoh Buku Besar Pembantu Utang Perusahaan Dagang


Pencatatan dalam Buku Pembantu Hutang ( account payable subsidiary) – Buku besar pembantu
berfungsi untuk menyediakan rincian dari buku besar umum. Sumber data informasi buku besar
pembantu berasal dari jurnal khusus diantaranya mengenai informasi faktur pembelian, faktur
penjualan,
jurnal penerimaan kas dan jurnal pengeluaran kas. Pada artikel kali ini, Akuntansilengkap.com
akan
memberikan contoh transaksi berikut dengan penyelesaiannya
Tata Cara Mencatat Bukti Transaksi Dalam Buku Pembantu Hutang
Buku pembantu utang adalah kumpulan akun pihak kreditor (pihak yang dihutangi oleh
perusahaan).
Jadi buku pembantu utang mengelompokkan transaksi hutang (baik peminjaman atau pelunasan
oleh
perusahaan) dari satu pihak/perusahaan saja.
Sumber data pencatatan dalam buku pembantu utang berasal dari
Faktur pembelian
Bukti pengeluaran
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 176 of 400
Nota debet/kredit adalah sebagai bukti pengembalian barang (retur pembelian) yang dibeli
dengan pembayaran secara kredit.

Contoh Transaksi Buku Besar Pembantu Hutang


Berikut ini adalah kegiatan MINI Advertising pada bulan Juli 2017 sebagai contoh ilustrasi
pencatatan transaksi dalam buku besar pembantu utang.

1. Hutang kepada kreditor pada tanggal 1 juli 2017.

Telah hutang kepada :

PD Sumber Warna Rp. 3.200.000


PD Sumber Aneka Rp 2.600.000,00
PD Sumber Karya Rp 2.700.000,00
Total Rp 8.500.000,00

2. Transaksi (pembelian kredit) pada bulan Juli 2013.

Tanggal Faktur Kreditor Jumlah


Juli 6 No.SB-06 PD Sumber Warna Rp 3.800.000,00
14 No. K-012 PD Sumber Aneka Rp 2.500.000,00
25 No.AS-19 PD Sumber Karya Rp.2.700.000,00
Jumlah pembelian kredit Bulan Juli 2017 Rp 9.000.000,00

3. Pelunasan hutang kepada kreditor.

Tanggal Bukti kas Kreditor Jumlah


Juli 4 No K-701 PD Sumber Warna Rp. 2.200.000,00
10 No K-706 PD Sumber Kaya Rp. 2.700.000,00
18 No K-716 PD Sumber Aneka Rp. 1.600.000,00
27 No K-721 PD Sumber Warna Rp. 1.000.000,00
Jumlah hutang dibayar pada Bulan Juli 2017 Rp 7.500.000,00
Pencatatan Akun – Akun Terkait
Keterangan dari data diatas dapat dipahami sebagi berikut.
1. Data tanggal 1 juli 2017 dicatat dalam buku besar sebagai akun hutang saldo kredit sebesar
8.500.000,00. Serta rinciannya dicatat dalam buku pembantu utang di saldo kredit pada masing-
masing kolom kreditor.

 semua faktur pembelian kemudian dicatat dalam buku jurnal pembelian dan pada 31 juli
2017 akun perlengkapan didebet dan akun hutang usaha dikredit sebesar Rp.9000.000,00
 Setiap masing-masing faktur pembelian dicatat dengan mengkrefit rekening kreditor yang
bersangkutan dalam buku pembantu utang.
3. Bukti pengeluaran kas untuk pelunasan hutang dicatat sebagai berikut.
 Bukti pengeluaran kas sejumlah Rp. 7.500.000,00 untuk pembayaran hutang. Bukti dan
jumlah tersebut dicatat dalam buku jurnal pengeluaran kas dengan mendebet akun hutang
usaha dan mengkredit akun kas masing-masing sejumlah Rp. 7.500.000,00.
 Masing-masing dari bukti pengeluaran kas dalam buku pembantu hutang dicatat dalam
buku pembantu hutang dengan mendebet rekening kreditor yang bersangkutan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 177 of 400
Setelah semua rekening dicatat sesuai langkah diatas, akun hutang usaha dalam buku besar dan
rekening kreditor dalam buku pembantu utang akan terlihat sebagai berikut.

MINI ADVERTISING
BUKU BESAR
Periode Juli 2017

Akun: HUTANG
USAHA No.221

Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT SALDO


DEBET KREDIT
Juli 1 Saldo – – – – 8.500.000
2017 31 Posting JPb-1 – 9.000.000 – 17.500.000
31 Posting JKK- 7.500.000 – – 10.000.000
1
Keterangan buku besar diatas:

1. Dalam kolom referensi (ref) ditulis JPb-1 (Jurnal pembelian halaman 1) dan JKK-1
(jurnal kas keluar halaman 1)
2. Akun hutang usaha pada tanggal 31 Juli 2017 bersaldo kredit 10.000.000,00. Saldo
tersebut harus sesuai (sama) dengan jumlah hutang menurut buku pembantu hutang pada
tanggal yang sama.
Buku Besar Pembantu Utang
MINI ADVERTISING
BUKU PEMBANTU UTANG
Periode Juli 2017

Nama Kreditor : PD SUMBER ANEKA

Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT SALDO


DEBET KREDIT
Juli 1 Saldo – – – – 2.600.000
2017 18 Faktur No. JKK- 1.600.000 – – 1.000.000
K-716 1
25 Faktur No. JPb- – 2.700.000 – 3.700.000
AS-19 1
Nama Kreditor : PD SUMBER KARYA

Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT SALDO


DEBET KREDIT
Juli 1 Saldo – – – – 2.700.000
2017 10 Faktur No. JKK- 2.700.000 – – –
K-702 1
14 Faktur No. JPb- – 2.500.000 – 2.500.000
K-012 1
Nama Kreditor : PD. SUMBER WARNA

Tgl Keterangan Ref DEBET KREDIT SALDO


DEBET KREDIT
Juli 1 Saldo – – – – 3.200.000
2017 4 Faktur No. JKK- 2.200.000 – – 1.000.000
K-701 1
6 Faktur No. JPb- – 3.800.000 – 4.800.000
SB-06 1
27 Bukti No. JKK- 1.000.000 – – 3.800.000
K-721 1
Penyusunan daftar saldo hutang
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 178 of 400
Dari data buku pembantu hutang di atas pada tanggal 31 Juli 2017 dibuat Daftar saldo hutang

MINI Advertising
DAFTAR SALDO HUTANG
Tanggal 31 juli 2017

No. Nama Kreditor SALDO


1 PD SUMBER ANEKA Rp. 3.700.000,00
2 PD SUMBER KARYA Rp. 2.500.000,00
3 PD SUMBER WARNA Rp. 3.800.000,00
JUMLAH Rp. 10.000.000,00
Daftar saldo hutang diatas menunjukkan jumlah saldo hutang MINI Advertising menurut buku
pembantu hutang pada tanggal 31 Juli 2017 sejumlah Rp. 10.000.000,00. Jumlah tersebut sama
dengan saldo kredit utang usaha dalam buku besar.
Pencatatan selisih saldo akun hutang
Ketika terjadi selisih antara saldo akun hutang dengan jumlah hutang menurut buku pembantu
hutang, penyebab selisih dapat terjadi akibat
 Kesalahan mencatat transaksi dalam buku jurnal, Kesalahan mencatat transaksi dalam
buku jurnal dapat dibetulkan dengan pos jurnal koreksi jurnal umum.
 Kesalahan mencatat dalam buku pembantu hutang, dapat dibetulkan dalam mendebet
atau mengkredit rekening kreditor yang bersangkutan dalam buku pembantu.
Contoh ilustrasi :
Sebagai ilustrasi
 Saldo akun hutang usaha pada tanggal 31 juli 2017 sebesar Rp. 35.500.000,00,
sedangkan
 Pada tanggal yang sama jumlah hutang menurut buku pembantu hutang sebesar Rp.
36.000.000,00.
Dengan demikian terdapat selisih sebesar Rp.500.000,00. Ternyata setelah diteliti, selisih ini
timbul akibat kesalahan mencatat faktur PD Aries No. L-225 untuk pembelian perlengkapan
service seharga Rp. 2.750.000,00 dan dicatat sebesar Rp. 2.250.000,00 dalam buku jurnal
pembelian.
Transaksi pembelian kredit yang dicatat pada hutang usaha di sisi kredit. Faktur pembelian
sebesar Rp. 2.750.000,00 dicatat pada jurnal pembelian dengan jumlah Rp. 2.500.000,00. Itu
artinya akun hutang usaha terlalu rendah di kredit sebesar Rp. 500.000,00. Di sisi lain
perlengkapan service, di debet sebesar Rp. 500.000,00.
Koreksi kesalahan tersebut dibuat jurnal koreksi supaya menambah sisi debet akun perlengkapan
service dan menambah sisi kredit hutang usaha yaitu;
MINI Advertising
JURNAL UMUM
Periode Juli 2017
Tgl Keterangan Ref SALDO
DEBET KREDIT
Juli 31 Perlengkapan service Rp. 500.000,00 –
Hutang Usaha – Rp. 500.000,00

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 179 of 400
Setelah hasil pos jurnal di atas diposting ke buku besar, akun hutang usaha akan menunjukkan
saldo kredit sebesar Rp. 36.000.000Setelah pos jurnal di atas diposting ke dalam buku besar,
akun Hutang Usaha menunjukkan saldo kredit sebesar Rp. 36.000.000,00.
F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1&6)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 235 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain
tentang materi pokok sebagai bentuk rasa syukur
telah diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan
Yang Maha Esa untuk mengelola administrasi
keuangan entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai Menganalisis akun-akun yang terkait
dalam Menerapkan pencatatan transaksi ke dalam
buku pembantu kartu utang pada perusahaan dagang
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menerapkan pencatatan transaksi
ke dalam buku pembantu kartu utang pada perusahaan
dagang
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) Menerapkan
pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu
utang pada perusahaan dagang

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 180 of 400
4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses Menganalisis akun-akun
yang terkait dalam dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan Dagang dengan aktivitas
siswa di sekolah serta penerapannya di dunia kerja yang
akan dihadapi.
5. Komunikasi
a. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing) Menerapkan
pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu
utang pada perusahaan dagang
Perusahaan dagang:
1. Pengertian perusahaan dagang
2. Ruang lingkup operasi dan karakteristik
3. Jenis transaksi keuangan
4. Klasifikasi transaksi keuangan
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan a. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
b. Portofolio
c. Diskusi

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 181 of 400
Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 182 of 400
Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1 1. Memudahkan penyusunan laporan keuangan, karena
buku besar umum terdiri dari akun-akun yang jumlahnya
lebih sedikit. Hal ini juga akan mengurangi kesalahan-
kesalahan dalam buku besar umum.
Sebutkan 5 2. Ketelitian dalam pembukuan dapat diuji dengan
Kelebihan Buku membanding-kan saldo dalam akun buku besar umum
50
Besar Pembantu dengan jumlah saldo-saldo dalam buku pembantu.
3. Dapat diadakan pembagian tugas dalam pengrjaan
akuntansi.
4. Memungkinkan pumbukuan harian dari bukti-bukti
pendukung transaksi kedalam buku pembantu.
5. Bisa segera diketahui jumlah macam-macam elemen.
2 Buku besar pembantu berfungsi untuk mencatat rincian
akun tertentu yang ada di Buku Besar Umum. Akun Buku
Besar Umum yang rinciannya dicatat dalam Buku Besar
Pembantu disebut Akun Pengawas (Controlling Account).
Sedangkan akun-akun yang merinci akun pengawas
Fungsi Buku Besar disebut Akun Pembantu (Subsidiary Account). Dua buku
Pembantu besar pembantu yang umum adalah Buku Pembantu 50
Kewajiban (Hutang) dan Buku Pembantu Piutang. Untuk
entitas sektor publik, setiap akun bisa atau perlu dibuat
buku besar pembantu karena mengingat luasnya akun-akun
dalam setiap entitas. Untuk selanjutnya, buku besar umum
sering disingkat menjadi buku besar dan buku besar
pembantu yang disingkat dengan nama buku pembantu.
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100
JUMLAH SKOR DIDAPAT
NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 183 of 400
Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
g. Penggunaan alat dan bahan
h. Sikap selama bekerja
5. Waktu

Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

PENILAIAN LITERASI DALAM KBM


Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 184 of 400
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).

Literasi dengan Tugas :


Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 185 of 400
Literasi dengan Analisis :
Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet

Kota Bekasi, 16 Juli 2018


Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 186 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1I
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke:1-6)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar
3. KD pada KI pengetahuan
Menerapkan pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu persediaan barang
dagang secara perpetual pada perusahaan dagang.
4. KD pada KI keterampilan
4.13 Menerapkan pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu persediaan
barang dagang secara perpetual pada perusahaan dagang

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 187 of 400
4.14 Melakukan pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu persediaan barang
dagang secara perpetual pada perusahaan dagang
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.13.1 Menganalisis informasi keuangan perusahaan dagang
3.13.2 Menganalisis informasi persediaan barang
3.13.3 Menjabarkan Perbedaan metode periodik dan metode perpetual
4. Indikator KD pada KI keterampilan
4.13.1 Mengidentifikasikan informasi keuangan perusahaan dagang
4.13.2 Mengidentifikasikan informasi persediaan barang
4.13.3 Menunjukkan Perbedaan metode periodik dan metode perpetual

D. Tujuan Pembelajaran
2.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat Menerapkan
pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu persediaan barang dagang secara
perpetual pada perusahaan dagang dengan baik dan benar.
2.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat Menerapkan pencatatan
transaksi ke dalam buku pembantu kartu persediaan barang dagang secara perpetual pada
perusahaan dagang dengan baik dan benar.
2.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat Menerapkan pencatatan transaksi
ke dalam buku pembantu kartu persediaan barang dagang secara perpetual pada
perusahaan dagang dengan baik dan benar.
2.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat Menerapkan pencatatan
transaksi ke dalam buku pembantu kartu persediaan barang dagang secara perpetual pada
perusahaan dagang dengan baik dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-6

1. Laporan Keuangan Perusahaan Dagang

Salah satu jenis perusahaan yang mudah untuk dijalankan adalah perusahaan dagang. Kenapa?
Karena kegiatan bisnisnya hanya sebatas membeli barang dagangan kemudian menjualnya
kembali tanpa mengubah bentuk barang tersebut. Oleh sebab itu perusahaan ini disebut dengan
perusahaan dagang, yaitu perusahaan yang memperdagangkan produk melalui pembelian dan
penjualan kembali.

Pada dasarnya laporan keuangan perusahaan dagang sama seperti perusahaan lain. Namun yang
membedakan adalah elemen-elemen atau jenis akun yang termasuk di dalam laporan keuangan
tersebut. Pada artikel kali ini, kami akan menyajikan contoh laporan keuangan perusahaan
dagang secara lengkap.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 188 of 400
Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi adalah laporan yang mencerminkan aktivitas operasi perusahaan. Laporan ini
menyajikan rincian informasi tentang penghasilan, beban, laba atau rugi perusahaan pada periode
tertentu. Terdapat dua komponen utama dalam laporan laba rugi, yaitu penjualan dan beban.
Sedangkan komponen lainnya adalah harga pokok penjualan. Berikut adalah contoh laporan laba
rugi perusahaan dagang.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 189 of 400
Neraca

Neraca adalah laporan yang mencatat informasi tentang daftar aktiva, kewajiban, dan modal
suatu bisnis pada periode tertentu. Bentuk neraca secara umum dalam laporan keuangan dibagi
menjadi dua, yaitu bentuk Staffel atau neraca yang disusun ke bawah dan meletakkan saldo pada
bagian samping dengan kolom debit krefit, dan bentuk Scontro yang memisahkan antara aktiva
dan pasiva pada posisi kanan dan kiri. Berikut adalah contoh neraca dengan bentuk Staffel.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 190 of 400
Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan yang memperlihatkan jumlah kas yang diterima, seperti
pendapatan tunai dan investasi tunai dari pemilik serta jumlah kas yang dikeluarkan perusahaan,
seperti beban yang harus dikeluarkan, pembayaran utang, dan pengambilan prive. Berikut adalah
contoh laporan arus kas.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 191 of 400
Laporan Piutang

Laporan piutang adalah laporan yang menyajikan rincian transaksi penambahan dan
pengurangan piutang perusahaan serta saldo akhir piutang masing-masing pelanggan. Laporan
piutang biasanya akan menyajikan data-data kode pelanggan, nama pelanggan, saldo awal
piutang, penjualan, uang muka, potongan penjualan, retur penjualan, PPN leluaran, pembayaran
piutang dan saldo akhir piutang. Berikut adalah contoh laporan piutang yang biasa disajikan oleh
Jurnal.

Laporan Utang

Laporan Utang adalah laporan yang menyajikan rincian transaksi penambahan dan pengurangan
utang perusahaan, serta saldo akhir utang masing-masing supplier. Dalam laporan utang biasanya
akan menampilkan daftar kode supplier, nama supplier, saldo awal utang, pembelian, potongan
pembelian, retur pembelian, PPN masukan, pembayaran utang dan saldo akhir utang. Berikut
adalah contoh Laporan Utang.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 192 of 400
Laporan Persediaan atau Stok Barang

Laporan ini menyajikan rincian stok barang seperti daftar barang beserta kodenya, harga
penjualan, stok awal, pembelian barang, retur pembelian, penjualan, retur penjualan, hingga stok
akhir yang tersedia pada toko maupun yang ada pada gudang. Berikut adalah contoh laporan
persediaan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 193 of 400
F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 194 of 400
G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1&6)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 235 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain
tentang materi pokok sebagai bentuk rasa syukur
telah diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan
Yang Maha Esa untuk mengelola administrasi
keuangan entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai Menerapkan pencatatan transaksi ke
dalam buku pembantu kartu persediaan barang
dagang secara perpetual pada perusahaan dagang
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menerapkan pencatatan transaksi
ke dalam buku pembantu kartu persediaan barang
dagang secara perpetual pada perusahaan dagang
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) Menerapkan
pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu
persediaan barang dagang secara perpetual pada
perusahaan dagang

4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses Menerapkan pencatatan
transaksi ke dalam buku pembantu kartu persediaan
barang dagang secara perpetual pada perusahaan dagang
dengan aktivitas siswa di sekolah serta penerapannya di
dunia kerja yang akan dihadapi.
5. Komunikasi
a. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing) Informasi persediaan
barang :
Informasi keuangan perusahaan
Dagang :
1. Informasi persediaan barang
2. Informasi laba bruto
3. Informasi transaksi pembelian dan penjualan barang
dagangan
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 195 of 400
H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan
Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan a. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
b. Portofolio
c. Diskusi

Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 196 of 400
Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1
Laporan laba rugi adalah laporan yang mencerminkan
aktivitas operasi perusahaan. Laporan ini menyajikan
Apa yang rincian informasi tentang penghasilan, beban, laba atau
dimaksud dengan rugi perusahaan pada periode tertentu. Terdapat dua
30
Laporan Laba Rugi komponen utama dalam laporan laba rugi, yaitu penjualan
dan beban. Sedangkan komponen lainnya adalah harga
pokok penjualan. Berikut adalah contoh laporan laba rugi
perusahaan dagang

2 Neraca adalah laporan yang mencatat informasi tentang


daftar aktiva, kewajiban, dan modal suatu bisnis pada
periode tertentu. Bentuk neraca secara umum dalam
Apa yang
laporan keuangan dibagi menjadi dua, yaitu bentuk Staffel
dimaksud dengan
atau neraca yang disusun ke bawah dan meletakkan saldo 40
Neraca
pada bagian samping dengan kolom debit krefit, dan
bentuk Scontro yang memisahkan antara aktiva dan pasiva
pada posisi kanan dan kiri. Berikut adalah contoh neraca
dengan bentuk Staffel
3 Laporan ini menyajikan rincian stok barang seperti daftar
Digunakan untuk barang beserta kodenya, harga penjualan, stok awal,
apakah Laporan pembelian barang, retur pembelian, penjualan, retur
30
Persediaan atau penjualan, hingga stok akhir yang tersedia pada toko
Stok Barang maupun yang ada pada gudang. Berikut adalah contoh
laporan persediaan.
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100
JUMLAH SKOR DIDAPAT
NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 197 of 400
Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
i. Penggunaan alat dan bahan
j. Sikap selama bekerja
5. Waktu

Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

PENILAIAN LITERASI DALAM KBM


Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 198 of 400
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 199 of 400
INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).
Literasi dengan Tugas :
Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet

Kota Bekasi, 16 Juli 2018


Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 200 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1I
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke:1-6)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.13 Menerapkan pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu persediaan barang
dagang secara perpetual pada perusahaan dagang.
2. KD pada KI keterampilan
4.13 Melakukan pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu persediaan barang
dagang secara perpetual pada perusahaan dagang.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 201 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.13.1 Menganalisis informasi keuangan perusahaan dagang
3.13.2 Menganalisis informasi persediaan barang
3.13.3 Menjabarkan Perbedaan metode periodik dan metode perpetual
2. Indikator KD pada KI keterampilan
4.13.1 Mengidentifikasikan informasi keuangan perusahaan dagang
4.13.2 Mengidentifikasikan informasi persediaan barang
4.13.3 Menunjukkan Perbedaan metode periodik dan metode perpetual

D. Tujuan Pembelajaran
2.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat Menerapkan
pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu persediaan barang dagang secara
perpetual pada perusahaan dagang dengan baik dan benar.
2.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat Menerapkan pencatatan
transaksi ke dalam buku pembantu kartu persediaan barang dagang secara perpetual pada
perusahaan dagang dengan baik dan benar.
2.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat Menerapkan pencatatan transaksi
ke dalam buku pembantu kartu persediaan barang dagang secara perpetual pada
perusahaan dagang dengan baik dan benar.
2.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat Menerapkan pencatatan
transaksi ke dalam buku pembantu kartu persediaan barang dagang secara perpetual pada
perusahaan dagang dengan baik dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-6
1. laporan keuangan perusahaan
adalah informasi keuangan sebuah perusahaan pada sebuah periode (misal laporan keuangan
bulanan, laporan keuangan tiga bulanan, laporan keuangan semesteran dan laporan keuangan
tahunan). Setidaknya ada 4 jenis laporan keuangan yang umum digunakan oleh perusahaan yaitu
laporan keuangan neraca (balance sheet), laporan keuangan laba rugi (income statement),
laporan arus kas (cash flow) dan laporan perubahan kepemilikan modal
Apa yang Harus Diketahui dari Laporan Keuangan
Laporan keuangan berfungsi untuk menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja keuangan
perusahaan serta menunjukkan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. Informasi tersebut
dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) untuk mengambil
keputusan
Jika diibaratkan, laporan keuangan itu seperti rapor anak sekolah. Angka-angka yang terdapat
dalam rapor dapat digunakan sebagai alat untuk menilai kinerja anak. Bahan penilaian dan
perbaikan untuk murid, orang tua serta gurunya. Begitupula dengan laporan keuangan, angka-

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 202 of 400
angka yang terdapat dalam laporan keuangan dapat digunakan oleh pihak manajemen, pemberi
pinjaman, investor, karyawan, pemegang saham untuk menilai kinerja perusahaan, melakukan
langkah perbaikan dan lain sebagainya.
Laporan keuangan harus dibuat dengan standar tertentu, sehingga laporan keuangan perusahaan
dapat mudah dipahami, relevan, handal dan dapat digunakan oleh seluruh pihak yang
berkepentingan. Salah satu fungsi laporan keuangan yang cukup penting adalah sebagai bahan
untuk perbandingan. Contoh perbandingannya:
Laporan Laba/Rugi
Periode 1 Januari – 31 Desember 2016
Industri Perusahaan Konstruksi
(disajikan dalam satuan Juta Rupiah)

PT A PT B PT C

Penjualan 16.458.884 15.668.832 23.788.323

COGS -14.003.354 -13.441.729 -19.820.484

Gross Profit 2.455.529 2.227.103 3.967.839

Operating Expenses -487.330 -148.099 -788.283

EBIT 1.968.199 2.079.003 3.179.556

Net Income 1.023.369 1.011.827 1.713.262

Dari data di atas, Anda sudah dapat melakukan perbandingan bukan, coba jawab:
Perusahaan mana yang memiliki penjualan terbesar ditahun 2016?
Perusahaan mana yang penghasilan bersih (net income) terbesar di tahun 2016?
Jika Anda mempelajari analisis laporan keuangan perusahaan, Anda dapat mengetahui
perusahaan mana yang bekerja paling efektif di tahun 2016?
dan lain sebagainya.

4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan dan Contoh Laporan Keuangan Perusahaan


Berbicara mengenai laporan keuangan perusahaan terdapat empat jenis laporan keuangan, yaitu:
1. Laporan laba/rugi (income statement)
2. Laporan keuangan neraca (balance sheet)
3. Laporan arus kas (cash flow)
4. Laporan perubahan ekuitas (a statement of changes in equity)
Sifat Laporan Keuangan

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 203 of 400
Laporan keuangan perusahaan harus ditampilkan secara kualitatif dan kuantitatif dengan
memiliki karakteristik seperti:

a. Relevan
Sebuah laporan keuangan dianggap relevan dan sesuai ketika laporan yang disajikan mampu
membuat pengambil keputusan dalam sebuah perusahaan menentukan kebijakan baru yang
digunakan untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki aspek lainnya.
b. Handal
Sebuah laporan keuangan dinyatakan handal ketika pembuat laporan keuangan memberikan
informasi yang handal dan tepat sasaran. Terdapat 3 kriteria handal disini yaitu : jujur, dapat
diverifkasi dan netral atau tidak berpihak pada kepentingan manapun.
c. Mudah Dimengerti
Sebuah laporan keuangan perlu disusun dengan baik sehingga segala bentuk transaksi yang
tercatat didalamnya bisa lebih dimengerti oleh setiap pemimpin divisi yang ada di perusahaan
bersangkutan. Ketika laporan bisa terbaca dengan jelas, strategi yang digunakan untuk
perencanaan penjualan ke depan juga makin jelas.
d. Unsur Perbandingan
Sebuah laporan keuangan perlu memiliki informasi yang lengkap dan tepercaya sehingga laporan
yang diberikan pada pihak pengambil keputusan dari perusahaan bersangkutan bisa menjadi
perbandingan apa saja yang harus diperbaiki untuk pelaporan keuangan ke depan termasuk
strategi untuk pemasaran produk.
Isi Laporan Keuangan
Dalam menyusun sebuah laporan keuangan, isi yang dimasukkan kedalamnya tentu
membutuhkan penelitian dan penyusunan yang tepat. Berikut adalah isi dari laporan keuangan.
a. Laporan Laba Rugi
Laporan keuangan perusahaan yang dibuat harus berisi laporan laba rugi yang diperoleh dari jual
beli produk atau jasa yang dilakukan perusahaan bersangkutan. Laporan laba rugi nantinya
diperlukan untuk menghitung berapa efisiensi kinerja yang sudah tercapai dan menerapkan
strategi bagaimana laba perusahaan bisa ditingkatkan di periode yang berikutnya.
b. Laporan Cash In dan Cash Out
Laporan keuangan juga berisi laporan kas masuk dan kas keluar. Laporan ini umumnya berisi
transaksi keuangan yang dilakukan sebuah perusahaan selama periode tertentu. Untuk laporan
kas masuk biasanya berisi pendapatan kotor yang diperoleh dari penjualan jasa dan produk.
Sedangkan untuk arus kas keluar bisa berisi laporan pembayaran pengeluaran tetap atau variable
per bulan seperti biaya listrik, perawatan inventaris di perusahaan, biaya telepon, dan lainnya.
c. Laporan Arus Kas atau Cash Flow
Laporan cash flow adalah kombinasi yang memasukkan cash in dan cash out secara
berkesinambungan dan digunakan untuk mengetahui apakah laporan keuangan antara cash in dan
cash out sudah benar-benar sesuai atau tidak. Laporan cash out juga bias digunakan untuk
mengetahui secara tidak langsung, dana yang tersisa masih dalam kondisi aman atau tidak.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 204 of 400
d. Laporan Perubahan Ekuitas
Setiap perusahaan wajib menyertakan laporan perubahan ekuitas, di mana laporan ini berisi
laporan perubahan aktiva ataupun modal yang diberikan di awal hingga di akhir periode laporan.
e. Laporan Neraca Total atau Buku Besar
Segala jenis transaksi keuangan yang berlangsung dalam sebuah perusahaan kemudian
dirangkum ke dalam sebuah neraca yang menyajikan segala jenis transaksi beserta buktinya.

Tujuan Laporan Keuangan


Laporan keuangan perusahaan dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak-pihak
yang terkait dalam usaha, baik itu pihak internal maupun eksternal. Sebuah perusahaan akan
sangat membutuhkan laporan keuangan yang disajikan secara lengkap sebagai laporan
pertanggungjawaban dari semua divisi atas pengelolaan perusahaan.

Fungsi Laporan Keuangan


Laporan keuangan bukan hanya suatu bentuk pertanggungjawaban. Laporan ini juga memiliki
berbagai macam fungsi seperti membantu pihak manajemen mengetahui resiko keuangan,
membantu seluruh pihak perusahaan untuk mengetahui kondisi keuangan, menilai persentase
laba yang bisa dicapai, hingga membuat perencanaan bisnis.

Komponen Laporan Laba Rugi: Laba Kotor vs Laba Bersih


Istilah Laba Kotor dan Laba Bersih sebagai salah satu komponen Laporan Laba Rugi seringkali
membingungkan banyak orang terutama pelaku bisnis. Tak jarang orang-orang
mencampuradukkan makna dari kedua istilah tersebut. Dan jelas kedua istilah tersebut memiliki
definisi dan fungsi yang berbeda. Umumnya, bisnis atau perusahaan menggunakan kedua istilah
ini untuk menggambarkan rasio keuangan dan margin profit.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 205 of 400
Biasanya, bisnis atau perusahaan menggunakan istilah pendapatan kotor dan Laba Kotor secara
bergantian. Ini berarti bahwa menurut bisnis, Laba Kotor adalah jumlah penjualan bersih setelah
dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP). Dengan kata lain, ini adalah jumlah laba atau
pendapatan yang tersisa setelah semua biaya pembuatan produk telah dipertanggungjawabkan.
Jenis biaya seperti biaya penjualan, administrasi, atau pajak tidak tidak termasuk dalam
perhitungan Laba Kotor. Bisnis menggunakan Laba kotor untuk menghitung jumlah sisa
pendapatan yang dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya tersebut.
Sebagai contoh sederhananya, PT Agus Semesta memiliki data Laporan Laba Rugi sebagai
berikut:

Penjualan Bersih: Rp95.000.000


HPP: Rp30.000.000
Biaya Administrasi: Rp15.000.000
Biaya Penjualan atau Pemasaran: Rp20.000.000
Pajak-Pajak: Rp5.000.000
Mengacu pada data tersebut, Laba Kotor dari perusahaan tersebut adalah Rp65.000.000
(Penjualan Bersih – HPP). Seperti yang disebutkan sebelumnya, Biaya Administrasi, Biaya
Penjualan atau Pemasaran, dan Pajak-Pajak tidak termasuk dalam perhitungan Laba kotor. Hal
ini dikarenakan ketiga jenis biaya tersebut nantinya akan masuk ke dalam perhitungan Laba
Bersih.

Definisi Laba Bersih (Net Income)

Bagi bisnis, Laba Bersih adalah jumlah pendapatan setelah dikurangi total biaya-biaya di luar
HPP. Dengan kata lain, Laba Bersih mengukur jumlah laba yang tersisa dalam bisnis setelah
semua biaya telah dibayarkan dalam suatu periode. Laba Bersih dapat disimpan oleh perusahaan
dalam akun Laba Ditahan atau dapat didistribusikan kepada pemegang saham dalam bentuk
dividen.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 206 of 400
Terkadang, perusahaan atau bisnis juga menggunakan term lain dalam istilah Laba Bersih. Term
tersebut adalah Laba Sebelum Pajak, Laba Sebelum Bunga dan Pajak, atau Laba Sebelum
Bunga, Pajak, dan Depresiasi. Prinsipnya, term-term tersebut sesuai dengan konteks masing-
masing kalimat. Sebagai contoh, Laba Sebelum Bunga dan Pajak berarti Laba Bersih sebelum
dikurangi biaya bunga dan pajak, dan seterusnya. Perbedaan term tersebut biasa dipakai
manajemen atau investor dalam menimbang keputusan bisnis melalui berbagai perhitungan
Rasio Keuangan.

Masih mengacu pada contoh data Laporan Laba Rugi sebelumnya, maka jumlah Laba Bersih PT
Agus adalah Rp25.000.000 (Laba Kotor – (Biaya Administrasi + Biaya Penjualan atau
Pemasaran + Pajak-Pajak)).

Setelah mengetahui definisi dari Laba Kotor dan Laba Bersih, maka Anda juga bisa mengetahui
perbedaan dan fungsi dari Laba Kotor dan Laba Bersih. Bisnis menggunakan istilah Laba Kotor
untuk menunjukkan jumlah pendapatan yang tersisa pada akhir periode yang dapat digunakan
untuk menutup biaya operasional (Biaya Admin, Penjualan atau Pemasaran, dan lainnya). Dan
Ini adalah jumlah pendapatan setelah semua HPP dibayarkan. Biasanya, Laba Kotor digunakan
dalam formulasi Rasio Keuangan Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin) dan Rasio Keuangan
lainnya.

Bisnis menghitung Laba Bersih mereka pada akhir tahun dengan mengurangi semua biaya
operasi dari Laba Kotor. Laba Bersih dilaporkan di bagian bawah (Bottom Line) Laporan Laba
Rugi. Nilai dari Laba Bersih juga digunakan dalam berbagai formulasi Rasio Keuangan seperti
Rasio Laba per Saham (Earning per Share), Margin Laba bersih (Net Profit Margin), dan
lainnya.Justifikasi Perbedaan Antara Laba Bersih dan Laba Kotor

F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 207 of 400
G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1&6)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 235 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain
tentang materi pokok sebagai bentuk rasa syukur
telah diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan
Yang Maha Esa untuk mengelola administrasi
keuangan entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai Menerapkan pencatatan transaksi ke
dalam buku pembantu kartu persediaan barang
dagang secara perpetual pada perusahaan dagang
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menerapkan pencatatan transaksi
ke dalam buku pembantu kartu persediaan barang
dagang secara perpetual pada perusahaan dagang
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) Menerapkan
pencatatan transaksi ke dalam buku pembantu kartu
persediaan barang dagang secara perpetual pada
perusahaan dagang

4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses Menerapkan pencatatan
transaksi ke dalam buku pembantu kartu persediaan
barang dagang secara perpetual pada perusahaan dagang
dengan aktivitas siswa di sekolah serta penerapannya di
dunia kerja yang akan dihadapi.
5. Komunikasi
a. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing) Informasi persediaan
barang :
Informasi keuangan perusahaan
Dagang :
1. Informasi persediaan barang
2. Informasi laba bruto
3. Informasi transaksi pembelian dan penjualan barang
dagangan
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 208 of 400
H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan
Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan a. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
b. Portofolio
c. Diskusi

Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 209 of 400
Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1

Laporan keuangan bukan hanya suatu bentuk


pertanggungjawaban. Laporan ini juga memiliki
berbagai macam fungsi seperti membantu pihak
Fungsi Laporan
30
Keuangan manajemen mengetahui resiko keuangan,
membantu seluruh pihak perusahaan untuk
mengetahui kondisi keuangan, menilai persentase
laba yang bisa dicapai, hingga membuat
perencanaan bisnis.
2 Laporan keuangan perusahaan dibuat sebagai
bentuk pertanggungjawaban kepada pihak-pihak
yang terkait dalam usaha, baik itu pihak internal
Tujuan Laporan
maupun eksternal. Sebuah perusahaan akan
Keuangan 40
sangat membutuhkan laporan keuangan yang
disajikan secara lengkap sebagai laporan
pertanggungjawaban dari semua divisi atas
pengelolaan perusahaan.
3 Laporan cash flow adalah kombinasi yang
memasukkan cash in dan cash out secara
berkesinambungan dan digunakan untuk
Laporan Arus
mengetahui apakah laporan keuangan antara cash
Kas atau Cash 30
in dan cash out sudah benar-benar sesuai atau
Flow
tidak. Laporan cash out juga bias digunakan untuk
mengetahui secara tidak langsung, dana yang
tersisa masih dalam kondisi aman atau tidak.
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100
JUMLAH SKOR DIDAPAT
NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 210 of 400
Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
k. Penggunaan alat dan bahan
l. Sikap selama bekerja
5. Waktu

Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

PENILAIAN LITERASI DALAM KBM


Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 211 of 400
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 212 of 400
INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).
Literasi dengan Tugas :
Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet

Kota Bekasi, 16 Juli 2018


Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 213 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1I
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke:1-6)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar
3. KD pada KI pengetahuan
3.14 Menerapkan posting jurnal- jurnal ke dalam buku besar untuk perusahaan dagang.
4. KD pada KI keterampilan
4.14 Melakukan posting jurnal-jurnal ke dalam buku besar untuk perusahaan dagang.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 214 of 400
3. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.14.1 Menganalisis Buku besar dan buku tambahan
3.14.2 Membuat Pemindahan (Posting) entri jurnal ke buku besar
4. Indikator KD pada KI keterampilan
4.14.1 Mengidentifikasikan Buku besar dan buku tambahan
4.14.2 Membuat Pemindahan (Posting) entri jurnal ke buku besar

D. Tujuan Pembelajaran
2.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat Menerapkan
posting jurnal- jurnal ke dalam buku besar untuk perusahaan dengan baik dan benar.
2.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat Menerapkan posting jurnal-
jurnal ke dalam buku besar untuk perusahaan dengan baik dan benar.
2.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat Menerapkan posting jurnal-
jurnal ke dalam buku besar untuk perusahaan dagang secara perpetual pada perusahaan
dagang dengan baik dan benar.
2.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat Menerapkan posting jurnal-
jurnal ke dalam buku besar untuk perusahaan dagang secara perpetual pada perusahaan
dagang dengan baik dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-6
1. laporan keuangan perusahaan
adalah informasi keuangan sebuah perusahaan pada sebuah periode (misal laporan keuangan
bulanan, laporan keuangan tiga bulanan, laporan keuangan semesteran dan laporan keuangan
tahunan). Setidaknya ada 4 jenis laporan keuangan yang umum digunakan oleh perusahaan yaitu
laporan keuangan neraca (balance sheet), laporan keuangan laba rugi (income statement),
laporan arus kas (cash flow) dan laporan perubahan kepemilikan modal
Apa yang Harus Diketahui dari Laporan Keuangan
Laporan keuangan berfungsi untuk menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja keuangan
perusahaan serta menunjukkan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. Informasi tersebut
dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) untuk mengambil
keputusan
Jika diibaratkan, laporan keuangan itu seperti rapor anak sekolah. Angka-angka yang terdapat
dalam rapor dapat digunakan sebagai alat untuk menilai kinerja anak. Bahan penilaian dan
perbaikan untuk murid, orang tua serta gurunya. Begitupula dengan laporan keuangan, angka-
angka yang terdapat dalam laporan keuangan dapat digunakan oleh pihak manajemen, pemberi
pinjaman, investor, karyawan, pemegang saham untuk menilai kinerja perusahaan, melakukan
langkah perbaikan dan lain sebagainya.
Laporan keuangan harus dibuat dengan standar tertentu, sehingga laporan keuangan perusahaan
dapat mudah dipahami, relevan, handal dan dapat digunakan oleh seluruh pihak yang

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 215 of 400
berkepentingan. Salah satu fungsi laporan keuangan yang cukup penting adalah sebagai bahan
untuk perbandingan. Contoh perbandingannya:
Laporan Laba/Rugi
Periode 1 Januari – 31 Desember 2016
Industri Perusahaan Konstruksi
(disajikan dalam satuan Juta Rupiah)

PT A PT B PT C

Penjualan 16.458.884 15.668.832 23.788.323

COGS -14.003.354 -13.441.729 -19.820.484

Gross Profit 2.455.529 2.227.103 3.967.839

Operating Expenses -487.330 -148.099 -788.283

EBIT 1.968.199 2.079.003 3.179.556

Net Income 1.023.369 1.011.827 1.713.262

Dari data di atas, Anda sudah dapat melakukan perbandingan bukan, coba jawab:
Perusahaan mana yang memiliki penjualan terbesar ditahun 2016?
Perusahaan mana yang penghasilan bersih (net income) terbesar di tahun 2016?
Jika Anda mempelajari analisis laporan keuangan perusahaan, Anda dapat mengetahui
perusahaan mana yang bekerja paling efektif di tahun 2016?
dan lain sebagainya.

4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan dan Contoh Laporan Keuangan Perusahaan


Berbicara mengenai laporan keuangan perusahaan terdapat empat jenis laporan keuangan, yaitu:
5. Laporan laba/rugi (income statement)
6. Laporan keuangan neraca (balance sheet)
7. Laporan arus kas (cash flow)
8. Laporan perubahan ekuitas (a statement of changes in equity)
Sifat Laporan Keuangan

Laporan keuangan perusahaan harus ditampilkan secara kualitatif dan kuantitatif dengan
memiliki karakteristik seperti:

a. Relevan

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 216 of 400
Sebuah laporan keuangan dianggap relevan dan sesuai ketika laporan yang disajikan mampu
membuat pengambil keputusan dalam sebuah perusahaan menentukan kebijakan baru yang
digunakan untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki aspek lainnya.
b. Handal
Sebuah laporan keuangan dinyatakan handal ketika pembuat laporan keuangan memberikan
informasi yang handal dan tepat sasaran. Terdapat 3 kriteria handal disini yaitu : jujur, dapat
diverifkasi dan netral atau tidak berpihak pada kepentingan manapun.
c. Mudah Dimengerti
Sebuah laporan keuangan perlu disusun dengan baik sehingga segala bentuk transaksi yang
tercatat didalamnya bisa lebih dimengerti oleh setiap pemimpin divisi yang ada di perusahaan
bersangkutan. Ketika laporan bisa terbaca dengan jelas, strategi yang digunakan untuk
perencanaan penjualan ke depan juga makin jelas.
d. Unsur Perbandingan
Sebuah laporan keuangan perlu memiliki informasi yang lengkap dan tepercaya sehingga laporan
yang diberikan pada pihak pengambil keputusan dari perusahaan bersangkutan bisa menjadi
perbandingan apa saja yang harus diperbaiki untuk pelaporan keuangan ke depan termasuk
strategi untuk pemasaran produk.
Isi Laporan Keuangan
Dalam menyusun sebuah laporan keuangan, isi yang dimasukkan kedalamnya tentu
membutuhkan penelitian dan penyusunan yang tepat. Berikut adalah isi dari laporan keuangan.
a. Laporan Laba Rugi
Laporan keuangan perusahaan yang dibuat harus berisi laporan laba rugi yang diperoleh dari jual
beli produk atau jasa yang dilakukan perusahaan bersangkutan. Laporan laba rugi nantinya
diperlukan untuk menghitung berapa efisiensi kinerja yang sudah tercapai dan menerapkan
strategi bagaimana laba perusahaan bisa ditingkatkan di periode yang berikutnya.
b. Laporan Cash In dan Cash Out
Laporan keuangan juga berisi laporan kas masuk dan kas keluar. Laporan ini umumnya berisi
transaksi keuangan yang dilakukan sebuah perusahaan selama periode tertentu. Untuk laporan
kas masuk biasanya berisi pendapatan kotor yang diperoleh dari penjualan jasa dan produk.
Sedangkan untuk arus kas keluar bisa berisi laporan pembayaran pengeluaran tetap atau variable
per bulan seperti biaya listrik, perawatan inventaris di perusahaan, biaya telepon, dan lainnya.
c. Laporan Arus Kas atau Cash Flow
Laporan cash flow adalah kombinasi yang memasukkan cash in dan cash out secara
berkesinambungan dan digunakan untuk mengetahui apakah laporan keuangan antara cash in dan
cash out sudah benar-benar sesuai atau tidak. Laporan cash out juga bias digunakan untuk
mengetahui secara tidak langsung, dana yang tersisa masih dalam kondisi aman atau tidak.
d. Laporan Perubahan Ekuitas
Setiap perusahaan wajib menyertakan laporan perubahan ekuitas, di mana laporan ini berisi
laporan perubahan aktiva ataupun modal yang diberikan di awal hingga di akhir periode laporan.
e. Laporan Neraca Total atau Buku Besar
Segala jenis transaksi keuangan yang berlangsung dalam sebuah perusahaan kemudian
dirangkum ke dalam sebuah neraca yang menyajikan segala jenis transaksi beserta buktinya.
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 217 of 400
Tujuan Laporan Keuangan
Laporan keuangan perusahaan dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak-pihak
yang terkait dalam usaha, baik itu pihak internal maupun eksternal. Sebuah perusahaan akan
sangat membutuhkan laporan keuangan yang disajikan secara lengkap sebagai laporan
pertanggungjawaban dari semua divisi atas pengelolaan perusahaan.

Fungsi Laporan Keuangan


Laporan keuangan bukan hanya suatu bentuk pertanggungjawaban. Laporan ini juga memiliki
berbagai macam fungsi seperti membantu pihak manajemen mengetahui resiko keuangan,
membantu seluruh pihak perusahaan untuk mengetahui kondisi keuangan, menilai persentase
laba yang bisa dicapai, hingga membuat perencanaan bisnis.

Komponen Laporan Laba Rugi: Laba Kotor vs Laba Bersih


Istilah Laba Kotor dan Laba Bersih sebagai salah satu komponen Laporan Laba Rugi seringkali
membingungkan banyak orang terutama pelaku bisnis. Tak jarang orang-orang
mencampuradukkan makna dari kedua istilah tersebut. Dan jelas kedua istilah tersebut memiliki
definisi dan fungsi yang berbeda. Umumnya, bisnis atau perusahaan menggunakan kedua istilah
ini untuk menggambarkan rasio keuangan dan margin profit.

Biasanya, bisnis atau perusahaan menggunakan istilah pendapatan kotor dan Laba Kotor secara
bergantian. Ini berarti bahwa menurut bisnis, Laba Kotor adalah jumlah penjualan bersih setelah
dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP). Dengan kata lain, ini adalah jumlah laba atau
pendapatan yang tersisa setelah semua biaya pembuatan produk telah dipertanggungjawabkan.
Jenis biaya seperti biaya penjualan, administrasi, atau pajak tidak tidak termasuk dalam

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 218 of 400
perhitungan Laba Kotor. Bisnis menggunakan Laba kotor untuk menghitung jumlah sisa
pendapatan yang dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya tersebut.
Sebagai contoh sederhananya, PT Agus Semesta memiliki data Laporan Laba Rugi sebagai
berikut:

Penjualan Bersih: Rp95.000.000


HPP: Rp30.000.000
Biaya Administrasi: Rp15.000.000
Biaya Penjualan atau Pemasaran: Rp20.000.000
Pajak-Pajak: Rp5.000.000
Mengacu pada data tersebut, Laba Kotor dari perusahaan tersebut adalah Rp65.000.000
(Penjualan Bersih – HPP). Seperti yang disebutkan sebelumnya, Biaya Administrasi, Biaya
Penjualan atau Pemasaran, dan Pajak-Pajak tidak termasuk dalam perhitungan Laba kotor. Hal
ini dikarenakan ketiga jenis biaya tersebut nantinya akan masuk ke dalam perhitungan Laba
Bersih.

Definisi Laba Bersih (Net Income)

Bagi bisnis, Laba Bersih adalah jumlah pendapatan setelah dikurangi total biaya-biaya di luar
HPP. Dengan kata lain, Laba Bersih mengukur jumlah laba yang tersisa dalam bisnis setelah
semua biaya telah dibayarkan dalam suatu periode. Laba Bersih dapat disimpan oleh perusahaan
dalam akun Laba Ditahan atau dapat didistribusikan kepada pemegang saham dalam bentuk
dividen.

Terkadang, perusahaan atau bisnis juga menggunakan term lain dalam istilah Laba Bersih. Term
tersebut adalah Laba Sebelum Pajak, Laba Sebelum Bunga dan Pajak, atau Laba Sebelum
Bunga, Pajak, dan Depresiasi. Prinsipnya, term-term tersebut sesuai dengan konteks masing-
masing kalimat. Sebagai contoh, Laba Sebelum Bunga dan Pajak berarti Laba Bersih sebelum

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 219 of 400
dikurangi biaya bunga dan pajak, dan seterusnya. Perbedaan term tersebut biasa dipakai
manajemen atau investor dalam menimbang keputusan bisnis melalui berbagai perhitungan
Rasio Keuangan.

Masih mengacu pada contoh data Laporan Laba Rugi sebelumnya, maka jumlah Laba Bersih PT
Agus adalah Rp25.000.000 (Laba Kotor – (Biaya Administrasi + Biaya Penjualan atau
Pemasaran + Pajak-Pajak)).

Setelah mengetahui definisi dari Laba Kotor dan Laba Bersih, maka Anda juga bisa mengetahui
perbedaan dan fungsi dari Laba Kotor dan Laba Bersih. Bisnis menggunakan istilah Laba Kotor
untuk menunjukkan jumlah pendapatan yang tersisa pada akhir periode yang dapat digunakan
untuk menutup biaya operasional (Biaya Admin, Penjualan atau Pemasaran, dan lainnya). Dan
Ini adalah jumlah pendapatan setelah semua HPP dibayarkan. Biasanya, Laba Kotor digunakan
dalam formulasi Rasio Keuangan Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin) dan Rasio Keuangan
lainnya.
Bisnis menghitung Laba Bersih mereka pada akhir tahun dengan mengurangi semua biaya
operasi dari Laba Kotor. Laba Bersih dilaporkan di bagian bawah (Bottom Line) Laporan Laba
Rugi. Nilai dari Laba Bersih juga digunakan dalam berbagai formulasi Rasio Keuangan seperti
Rasio Laba per Saham (Earning per Share), Margin Laba bersih (Net Profit Margin), dan
lainnya. Justifikasi Perbedaan Antara Laba Bersih dan Laba Kotor.
2. Pencatatan Buku Besar dan Buku Tambahan
a. Buku Besar (Ledger)
Untuk memudahkan menyusun informasi yang akan diberikan kepada pihak-pihak yang
memerlukannya terutama pimpinan perusahaan rnaka perkiraan-perkiraan yang sudah dihimpun
didalam buku harian tersebut harus pula dipisah-pisahkan atau digolongkan menurut jenisnya.
Menggolongkan perkiraan menurut jenis perkiraan tersebut dinamakan menyusun buku besar
besar itu merupakan penggolongan perkiraan menurut jenisnya.
Jumlah buku besar yang dimiliki perusahaan tergantung pada banyaknya jenis perkiraan yang
ditimbulkan oleh transaksi-transaksi perusahaan tersebut, karena masing-masing jenis besarnya
sendiri- sendiri.
Judul kolom yang mengidentifikasikan perkiraan buku besar menampilkan: Tanggal, Kolom
item, Kolom debet, berisi jumlah yang didebet, dan Kolom kredit, berisi jumlah yang dikredit.
Pemindah bukuan perkiraan memiliki buku berarti memindahkan jumlah dari jurnal kedalam
perkiraan yang sesuai dalam buku besar. Debet dalam jurnal dipindahkan sebagai debet dibuku
besar, dan kredit dalam jurnal dipindahkan sebagai kredit dalam buku besar.

b. Buku Tambahan (Sub Ledger)


Beberapa perkiraan memerlukan penjelasan secara terperinci untuk mendukung pas-pas Neraca
dan Perhitungan Laba-Rugi. Pada perkiraan piutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita
berpiutang (nama langganan) dan berapa saldo masing-masing langganan. Pada perkiraan hutang
diperlukan penjelasan kepada siapa kita berhutang (nama kreditur) dan berapa saldo masing-
masing kreditur.
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 220 of 400
Untuk mengetahui perubahan saldo dari tiap-tiap langganan/ kreditur dibukalah perkiraan untuk
tiap langganan/kreditur. Kumpulan yang dari terpisah perkiraan ini disebut buku besar tambahan
(buku tambahan) . Perkiraan masing-
masing langganan yang membentuk buku besar tambahan disebut buku besar langganan (buku
besar piutang). Demikian juga perkiraan masing-masing kreditor yang membentuk buku besar
tambahan disebut buku besar kreditor (buku besar hutang).
Perkiraan piutang dalam buku besar umum merupakan ikhtisar dari perkiraan-perkiraan buku
besar tambahan, sehingga perkiraan piutang itu disebut perkiraan kontrol (Controlling accounts)
yang mengontrol buku besar piutang. Demikian juga halnya dengan perkiraan hutang.
Sumber pencatatan buku tambahan adalah dari buku controlling (perincian) piutang dan hutang
tahun lalu dan transaksi.

NERACA LAJUR.
Setelah seluruh transaksi selama periode dibukukan di buku besar, dihitung. Setiap saldo masing-
masing perkiraan dapat perkiraan akan memiliki saldo debet, kredit, atau nol. Neraca saldo
adalah suatu daftar dari saldo-saldo perkiraan ini, dan karenanya menunjukkan apakah total
debet sama dengan total kredit. Jadi suatu neraca saldo merupakan suatu alat untuk mengecek
atas kecermatan pencatatan dan pembukuan.
Dalam neraca saldo terdapat hampir semua perkiraan pendapatan dan beban perusahaan.
Dikatakan hampir semua, karena masih ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh
lebih dari satu periode akuntansi. Itulah sebabnya neraca ini disebut dengan neraca saldo yang
belum disesuaikan. Untuk itu diperlukan jurnal penyesuaian.
Jurnal penyesuaian adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menempatkan
pendapatan pada periode dimana pendapatan tersebut dihasilkan dan beban pada periode dimana
beban itu terjadi.
Jurnal penyesuaian akan membuat pengukuran laba periode tersebut lebih akurat dan
memperbaharui perkiraan Aktiva dan Kewajiban sehingga memiliki nilai sisa yang tepat bagi
laporan keuangan. Dengan kata lain, melalui jurnal penyesuaian dapat ditimbulkan perkiraan
yang tidak kelihatan.

Perkiraan-perkiraan yang memerlukan penyesuaian antara lain ialah:


1. Biaya-biaya yang masih harus dibayar
2. Pendapatan yang masih harus diterirna
3. Biaya-biaya yang dibayar lebih dahulu
4. Pendapatan yang diterima lebih dahulu
5. Penyusutan bangunan, mesin-mesin dan lain-lain
6. Pemakaian perlengkapan (office supplies dan store supplies)
7. Kemungkinan piutang tidak dapat tertagih
8. Persediaan Barang dagangan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 221 of 400
LAPORAN KEUANGAN.
Cara penyiapan laporan keuangan yang terbaik adalah mempersiapkan laporan laba rugi terlebih
dahulu, disusul dengan laporan perubahan posisi keuangan dan terakhir adalah neraca. Elemen
penting yang harus ada dalam laporan keuangan adalah: nama perusahaan, nama laporan, tanggal
atau periode yang dicakup laporan, rangka laporan tersebut.

JURNAL PENUTUP.
Jurnal Penutup ialah ayat jurnal yang memindahkan nilai sisa pendapatan, beban, dan
pengambilan pribadi dari masing-masing perkiraan ke dalam perkiraan modal.
Pendapatan yang akan menambah modal pemilik dan beban serta pengambilan pribadi akan
mengurangi modal pemilik. Pada saat ayat penutup dipindah bukukan maka perkiraan modal
akan menyerap dampak dari nilai sisa perkiraan sementara tersebut. Walau demikian, pendapatan
dan beban akan dipindahkan terlebih dahulu kedalam perkiraan yang bernama Ikhtisar Laba
Rugi, yang akan mengumpulkan jumlah total debet dari seluruh jumlah beban dan total kredit
dari seluruh jumlah pendapatan pada periode tersebut. Perkiraan Ikhtisar lata rugi merupakan
suatu "tempat penyimpanan" sementara yang akan digunakan pada proses penutupan. Kemudian
nilai sisa dari Ikhtisar laba rugi tersebut akan dipindahkan kedalam modal. Langkah-langkah
penutupan perkiraan suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
Mendebet setiap perkiraan Pendapatan sebesar nilai sisa kreditnya. Mengkredit Ikhtisar laba rugi
sebesar jumlah total pendapatan. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total pendapatan kedalam
sisi kredit dari Ikhtisar laba rugi.
Mengkredit setiap perkiraan beban sebesar nilai sisa debetnya. Mendebet Ikhtisar laba rugi
sebesar jumlah total beban. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total beban ke dalam sisi debet
dari Ikhtisar laba rugi.
Mendebet Ikhtisar laba rugi sebesar nilai sisa kreditnya dan mengkredit perkiraan modal.
Mengkredit perkiraan Pengambilan Pribadi sebesar nilai sisa debetnya. Mendebet perkiraan
modal pemilik perusahaan.

NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN.


Siklus akuntansi akan berakhir dengan neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo setelah
penutupan adalah pengujian terakhir mengenai ketepatan penjurnalan dan pemindah bukuan ayat
jurnal penyesuaian dan penutupan. Seperti halnya neraca saldo yang terdapat pada awal
pembuatan neraca lajur, neraca saldo setelah penutupan adalah daftar seluruh perkiraan dengan
nilai sisanya. Langkah ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa buku besar berada pada posisi
yang seimbang untuk memulai periode akuntansi berikutnya. Neraca saldo setelah penutupan
diberi tanggal perakhir periode akuntansi dimana laporan tersebut dibuat.
Isi perkiraan Neraca adalah nilai sisa akhir dari daftar permanen yaitu perkiraan neraca: aktiva,
kewajiban dan modal. Didalamnya tidak termasuk perkiraan sementara, seperti perkiraan
pendapatan, beban atau pengambilan pribadi, karena nilai sisa perkiraan tersebut telah ditutup.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 222 of 400
KESIMPULAN
Siklus Akuntansi adalah suatu proses pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk suatu
periode tertentu. Dimulai dengan terjadinya transaksi transaksi yang dicatat dan dikumpulkan
secara sistematis.
Transaksi-transaksi yang beranekaragam sifatnya, umumnya dicatat dalam bukti-bukti formil
yang catatan-catatan selanjutnya.
Dari bukti-bukti asli tersebut kemudian diadakan dalam Buku Harian (jurnal) . Selanjutnya
dipindahkan ke Buku Besar (Ledger). Pemindahan Buku Harian ke Buku Besar merupakan
klasifikasi menurut sifat masing-masing transaksi dalam perkiraan-perkiraan. Disamping Buku
Besar terdapat pula Tambahan (Sub Ledger) yang memperinci tiap gabungan dalam Buku Besar.
Buku Tambahan ini antara lain Buku Piutang, Buku Hutang, Buku Persediaan, dan lain – lain.
Pada akhir tahun suatu masa (akhir tahun) atau akhir setengah tahun dari buku daftar kertas kerja
(Work Sheet) yang memuat semua perkiraan dalam buku Besar. Kertas Kerja ini sekaligus
dipakai untuk menyusun Perhitungan Laba-Rugi dan Neraca setelah diadakan pembetulan-
pembetulan seperlunya dan pemindahan pos-poss tertentu yang disebut dengan penyesuaian
(adjustment).Setelah Kertas Kerja selesai disusunlah Laporan Keuangan berupa Neraca, Laporan
Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Posisi Keuangan.
F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1&6)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 235 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 223 of 400
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain
tentang materi pokok sebagai bentuk rasa syukur
telah diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan
Yang Maha Esa untuk mengelola administrasi
keuangan entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai Menerapkan pencatatan transaksi ke
dalam buku pembantu kartu persediaan barang
dagang secara perpetual pada perusahaan dagang
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menerapkan posting jurnal-
jurnal ke dalam buku besar untuk perusahaan dagang
secara perpetual pada perusahaan dagang
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) Menerapkan
posting jurnal- jurnal ke dalam buku besar untuk
perusahaan dagang. secara perpetual pada perusahaan
dagang

4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses Menerapkan posting
jurnal- jurnal ke dalam buku besar untuk perusahaan
dagang. secara perpetual pada perusahaan dagang
dengan aktivitas siswa di sekolah serta penerapannya di
dunia kerja yang akan dihadapi.
5. Komunikasi
a. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing)
1. Buku besar dan buku tambahan
2. Pemindahan (Posting) entri jurnal ke buku besar
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam
H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan
Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 224 of 400
2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian
Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan a. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
b. Portofolio
c. Diskusi

Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 225 of 400
Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1
Untuk memudahkan menyusun informasi yang
akan diberikan kepada pihak-pihak yang
memerlukannya terutama pimpinan perusahaan
perkiraan-perkiraan yang sudah dihimpun
Fungsi Buku didalam buku harian tersebut harus pula dipisah- 40
Besar (Ledger)
pisahkan atau digolongkan menurut jenisnya.
Menggolongkan perkiraan menurut jenis
perkiraan tersebut dinamakan menyusun buku
besar besar itu merupakan penggolongan
perkiraan menurut jenisnya.
2 urnal Penutup ialah ayat jurnal yang
Fungsi Jurnal
memindahkan nilai sisa pendapatan, beban, dan
Penutup 30
pengambilan pribadi dari masing-masing
perkiraan ke dalam perkiraan modal.
3 Neraca saldo
adalah pengujian terakhir mengenai ketepatan
setelah
penjurnalan dan pemindah bukuan ayat jurnal 30
penutupan
penyesuaian dan penutupan.
adalah
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100
JUMLAH SKOR DIDAPAT
NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
m. Penggunaan alat dan bahan
n. Sikap selama bekerja
5. Waktu

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 226 of 400
Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

PENILAIAN LITERASI DALAM KBM


Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 227 of 400
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).
Literasi dengan Tugas :
Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 228 of 400
I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet

Kota Bekasi, 16 Juli 2018


Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 229 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1I
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke:1-6)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.15 Menganalisis penyusunan neraca saldo dalam perusahaan dagang.
2. KD pada KI keterampilan
4.15 Menyusun neraca saldo dalam perusahaan dagang.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 230 of 400
1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.15.1 Menjabarkan Neraca saldo dan Kegunaannya
3.15.1 Menyimpulkan prosedur membuat neraca saldo
3.15.1 Membuat neraca saldo perusahaan dagang
3.16.1 Mengidentifikasikan Neraca saldo dan Kegunaannya
2. Indikator KD pada KI keterampilan
4.16.1 Merancang prosedur membuat neraca saldo
4.16.1 Membuat neraca saldo perusahaan dagang

D. Tujuan Pembelajaran
2.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat Menganalisis
penyusunan neraca saldo dalam perusahaan dagang dengan baik dan benar.
2.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat Menganalisis penyusunan
neraca saldo dalam perusahaan dagang dengan baik dan benar.
2.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat Menganalisis penyusunan neraca
saldo dalam perusahaan dagang secara perpetual pada perusahaan dagang dengan baik
dan benar.
2.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat Menganalisis penyusunan
neraca saldo dalam perusahaan dagang secara perpetual pada perusahaan dagang dengan
baik dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-6
1. laporan keuangan perusahaan
adalah informasi keuangan sebuah perusahaan pada sebuah periode (misal laporan keuangan
bulanan, laporan keuangan tiga bulanan, laporan keuangan semesteran dan laporan keuangan
tahunan). Setidaknya ada 4 jenis laporan keuangan yang umum digunakan oleh perusahaan yaitu
laporan keuangan neraca (balance sheet), laporan keuangan laba rugi (income statement),
laporan arus kas (cash flow) dan laporan perubahan kepemilikan modal
Apa yang Harus Diketahui dari Laporan Keuangan
Laporan keuangan berfungsi untuk menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja keuangan
perusahaan serta menunjukkan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. Informasi tersebut
dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) untuk mengambil
keputusan
Jika diibaratkan, laporan keuangan itu seperti rapor anak sekolah. Angka-angka yang terdapat
dalam rapor dapat digunakan sebagai alat untuk menilai kinerja anak. Bahan penilaian dan
perbaikan untuk murid, orang tua serta gurunya. Begitupula dengan laporan keuangan, angka-
angka yang terdapat dalam laporan keuangan dapat digunakan oleh pihak manajemen, pemberi
pinjaman, investor, karyawan, pemegang saham untuk menilai kinerja perusahaan, melakukan
langkah perbaikan dan lain sebagainya.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 231 of 400
Laporan keuangan harus dibuat dengan standar tertentu, sehingga laporan keuangan perusahaan
dapat mudah dipahami, relevan, handal dan dapat digunakan oleh seluruh pihak yang
berkepentingan. Salah satu fungsi laporan keuangan yang cukup penting adalah sebagai bahan
untuk perbandingan. Contoh perbandingannya:
Laporan Laba/Rugi
Periode 1 Januari – 31 Desember 2016
Industri Perusahaan Konstruksi
(disajikan dalam satuan Juta Rupiah)

PT A PT B PT C

Penjualan 16.458.884 15.668.832 23.788.323

COGS -14.003.354 -13.441.729 -19.820.484

Gross Profit 2.455.529 2.227.103 3.967.839

Operating Expenses -487.330 -148.099 -788.283

EBIT 1.968.199 2.079.003 3.179.556

Net Income 1.023.369 1.011.827 1.713.262

Dari data di atas, Anda sudah dapat melakukan perbandingan bukan, coba jawab:
Perusahaan mana yang memiliki penjualan terbesar ditahun 2016?
Perusahaan mana yang penghasilan bersih (net income) terbesar di tahun 2016?
Jika Anda mempelajari analisis laporan keuangan perusahaan, Anda dapat mengetahui
perusahaan mana yang bekerja paling efektif di tahun 2016?
dan lain sebagainya.

4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan dan Contoh Laporan Keuangan Perusahaan


Berbicara mengenai laporan keuangan perusahaan terdapat empat jenis laporan keuangan, yaitu:
1. Laporan laba/rugi (income statement)
2. Laporan keuangan neraca (balance sheet)
3. Laporan arus kas (cash flow)
4. Laporan perubahan ekuitas (a statement of changes in equity)
Sifat Laporan Keuangan

Laporan keuangan perusahaan harus ditampilkan secara kualitatif dan kuantitatif dengan
memiliki karakteristik seperti:

a. Relevan

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 232 of 400
Sebuah laporan keuangan dianggap relevan dan sesuai ketika laporan yang disajikan mampu
membuat pengambil keputusan dalam sebuah perusahaan menentukan kebijakan baru yang
digunakan untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki aspek lainnya.
b. Handal
Sebuah laporan keuangan dinyatakan handal ketika pembuat laporan keuangan memberikan
informasi yang handal dan tepat sasaran. Terdapat 3 kriteria handal disini yaitu : jujur, dapat
diverifkasi dan netral atau tidak berpihak pada kepentingan manapun.
c. Mudah Dimengerti
Sebuah laporan keuangan perlu disusun dengan baik sehingga segala bentuk transaksi yang
tercatat didalamnya bisa lebih dimengerti oleh setiap pemimpin divisi yang ada di perusahaan
bersangkutan. Ketika laporan bisa terbaca dengan jelas, strategi yang digunakan untuk
perencanaan penjualan ke depan juga makin jelas.
d. Unsur Perbandingan
Sebuah laporan keuangan perlu memiliki informasi yang lengkap dan tepercaya sehingga laporan
yang diberikan pada pihak pengambil keputusan dari perusahaan bersangkutan bisa menjadi
perbandingan apa saja yang harus diperbaiki untuk pelaporan keuangan ke depan termasuk
strategi untuk pemasaran produk.
Isi Laporan Keuangan
Dalam menyusun sebuah laporan keuangan, isi yang dimasukkan kedalamnya tentu
membutuhkan penelitian dan penyusunan yang tepat. Berikut adalah isi dari laporan keuangan.
a. Laporan Laba Rugi
Laporan keuangan perusahaan yang dibuat harus berisi laporan laba rugi yang diperoleh dari jual
beli produk atau jasa yang dilakukan perusahaan bersangkutan. Laporan laba rugi nantinya
diperlukan untuk menghitung berapa efisiensi kinerja yang sudah tercapai dan menerapkan
strategi bagaimana laba perusahaan bisa ditingkatkan di periode yang berikutnya.
b. Laporan Cash In dan Cash Out
Laporan keuangan juga berisi laporan kas masuk dan kas keluar. Laporan ini umumnya berisi
transaksi keuangan yang dilakukan sebuah perusahaan selama periode tertentu. Untuk laporan
kas masuk biasanya berisi pendapatan kotor yang diperoleh dari penjualan jasa dan produk.
Sedangkan untuk arus kas keluar bisa berisi laporan pembayaran pengeluaran tetap atau variable
per bulan seperti biaya listrik, perawatan inventaris di perusahaan, biaya telepon, dan lainnya.
c. Laporan Arus Kas atau Cash Flow
Laporan cash flow adalah kombinasi yang memasukkan cash in dan cash out secara
berkesinambungan dan digunakan untuk mengetahui apakah laporan keuangan antara cash in dan
cash out sudah benar-benar sesuai atau tidak. Laporan cash out juga bias digunakan untuk
mengetahui secara tidak langsung, dana yang tersisa masih dalam kondisi aman atau tidak.
d. Laporan Perubahan Ekuitas
Setiap perusahaan wajib menyertakan laporan perubahan ekuitas, di mana laporan ini berisi
laporan perubahan aktiva ataupun modal yang diberikan di awal hingga di akhir periode laporan.
e. Laporan Neraca Total atau Buku Besar
Segala jenis transaksi keuangan yang berlangsung dalam sebuah perusahaan kemudian
dirangkum ke dalam sebuah neraca yang menyajikan segala jenis transaksi beserta buktinya.
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 233 of 400
Tujuan Laporan Keuangan
Laporan keuangan perusahaan dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak-pihak
yang terkait dalam usaha, baik itu pihak internal maupun eksternal. Sebuah perusahaan akan
sangat membutuhkan laporan keuangan yang disajikan secara lengkap sebagai laporan
pertanggungjawaban dari semua divisi atas pengelolaan perusahaan.

Fungsi Laporan Keuangan


Laporan keuangan bukan hanya suatu bentuk pertanggungjawaban. Laporan ini juga memiliki
berbagai macam fungsi seperti membantu pihak manajemen mengetahui resiko keuangan,
membantu seluruh pihak perusahaan untuk mengetahui kondisi keuangan, menilai persentase
laba yang bisa dicapai, hingga membuat perencanaan bisnis.

Komponen Laporan Laba Rugi: Laba Kotor vs Laba Bersih


Istilah Laba Kotor dan Laba Bersih sebagai salah satu komponen Laporan Laba Rugi seringkali
membingungkan banyak orang terutama pelaku bisnis. Tak jarang orang-orang
mencampuradukkan makna dari kedua istilah tersebut. Dan jelas kedua istilah tersebut memiliki
definisi dan fungsi yang berbeda. Umumnya, bisnis atau perusahaan menggunakan kedua istilah
ini untuk menggambarkan rasio keuangan dan margin profit.

Biasanya, bisnis atau perusahaan menggunakan istilah pendapatan kotor dan Laba Kotor secara
bergantian. Ini berarti bahwa menurut bisnis, Laba Kotor adalah jumlah penjualan bersih setelah
dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP). Dengan kata lain, ini adalah jumlah laba atau
pendapatan yang tersisa setelah semua biaya pembuatan produk telah dipertanggungjawabkan.
Jenis biaya seperti biaya penjualan, administrasi, atau pajak tidak tidak termasuk dalam

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 234 of 400
perhitungan Laba Kotor. Bisnis menggunakan Laba kotor untuk menghitung jumlah sisa
pendapatan yang dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya tersebut.
Sebagai contoh sederhananya, PT Agus Semesta memiliki data Laporan Laba Rugi sebagai
berikut:

Penjualan Bersih: Rp95.000.000


HPP: Rp30.000.000
Biaya Administrasi: Rp15.000.000
Biaya Penjualan atau Pemasaran: Rp20.000.000
Pajak-Pajak: Rp5.000.000
Mengacu pada data tersebut, Laba Kotor dari perusahaan tersebut adalah Rp65.000.000
(Penjualan Bersih – HPP). Seperti yang disebutkan sebelumnya, Biaya Administrasi, Biaya
Penjualan atau Pemasaran, dan Pajak-Pajak tidak termasuk dalam perhitungan Laba kotor. Hal
ini dikarenakan ketiga jenis biaya tersebut nantinya akan masuk ke dalam perhitungan Laba
Bersih.

Definisi Laba Bersih (Net Income)

Bagi bisnis, Laba Bersih adalah jumlah pendapatan setelah dikurangi total biaya-biaya di luar
HPP. Dengan kata lain, Laba Bersih mengukur jumlah laba yang tersisa dalam bisnis setelah
semua biaya telah dibayarkan dalam suatu periode. Laba Bersih dapat disimpan oleh perusahaan
dalam akun Laba Ditahan atau dapat didistribusikan kepada pemegang saham dalam bentuk
dividen.

Terkadang, perusahaan atau bisnis juga menggunakan term lain dalam istilah Laba Bersih. Term
tersebut adalah Laba Sebelum Pajak, Laba Sebelum Bunga dan Pajak, atau Laba Sebelum
Bunga, Pajak, dan Depresiasi. Prinsipnya, term-term tersebut sesuai dengan konteks masing-
masing kalimat. Sebagai contoh, Laba Sebelum Bunga dan Pajak berarti Laba Bersih sebelum

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 235 of 400
dikurangi biaya bunga dan pajak, dan seterusnya. Perbedaan term tersebut biasa dipakai
manajemen atau investor dalam menimbang keputusan bisnis melalui berbagai perhitungan
Rasio Keuangan.

Masih mengacu pada contoh data Laporan Laba Rugi sebelumnya, maka jumlah Laba Bersih PT
Agus adalah Rp25.000.000 (Laba Kotor – (Biaya Administrasi + Biaya Penjualan atau
Pemasaran + Pajak-Pajak)).

Setelah mengetahui definisi dari Laba Kotor dan Laba Bersih, maka Anda juga bisa mengetahui
perbedaan dan fungsi dari Laba Kotor dan Laba Bersih. Bisnis menggunakan istilah Laba Kotor
untuk menunjukkan jumlah pendapatan yang tersisa pada akhir periode yang dapat digunakan
untuk menutup biaya operasional (Biaya Admin, Penjualan atau Pemasaran, dan lainnya). Dan
Ini adalah jumlah pendapatan setelah semua HPP dibayarkan. Biasanya, Laba Kotor digunakan
dalam formulasi Rasio Keuangan Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin) dan Rasio Keuangan
lainnya.
Bisnis menghitung Laba Bersih mereka pada akhir tahun dengan mengurangi semua biaya
operasi dari Laba Kotor. Laba Bersih dilaporkan di bagian bawah (Bottom Line) Laporan Laba
Rugi. Nilai dari Laba Bersih juga digunakan dalam berbagai formulasi Rasio Keuangan seperti
Rasio Laba per Saham (Earning per Share), Margin Laba bersih (Net Profit Margin), dan
lainnya. Justifikasi Perbedaan Antara Laba Bersih dan Laba Kotor.
3. Pencatatan Buku Besar dan Buku Tambahan
a. Buku Besar (Ledger)
Untuk memudahkan menyusun informasi yang akan diberikan kepada pihak-pihak yang
memerlukannya terutama pimpinan perusahaan rnaka perkiraan-perkiraan yang sudah dihimpun
didalam buku harian tersebut harus pula dipisah-pisahkan atau digolongkan menurut jenisnya.
Menggolongkan perkiraan menurut jenis perkiraan tersebut dinamakan menyusun buku besar
besar itu merupakan penggolongan perkiraan menurut jenisnya.
Jumlah buku besar yang dimiliki perusahaan tergantung pada banyaknya jenis perkiraan yang
ditimbulkan oleh transaksi-transaksi perusahaan tersebut, karena masing-masing jenis besarnya
sendiri- sendiri.
Judul kolom yang mengidentifikasikan perkiraan buku besar menampilkan: Tanggal, Kolom
item, Kolom debet, berisi jumlah yang didebet, dan Kolom kredit, berisi jumlah yang dikredit.
Pemindah bukuan perkiraan memiliki buku berarti memindahkan jumlah dari jurnal kedalam
perkiraan yang sesuai dalam buku besar. Debet dalam jurnal dipindahkan sebagai debet dibuku
besar, dan kredit dalam jurnal dipindahkan sebagai kredit dalam buku besar.

b. Buku Tambahan (Sub Ledger)


Beberapa perkiraan memerlukan penjelasan secara terperinci untuk mendukung pas-pas Neraca
dan Perhitungan Laba-Rugi. Pada perkiraan piutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita
berpiutang (nama langganan) dan berapa saldo masing-masing langganan. Pada perkiraan hutang
diperlukan penjelasan kepada siapa kita berhutang (nama kreditur) dan berapa saldo masing-
masing kreditur.
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 236 of 400
Untuk mengetahui perubahan saldo dari tiap-tiap langganan/ kreditur dibukalah perkiraan untuk
tiap langganan/kreditur. Kumpulan yang dari terpisah perkiraan ini disebut buku besar tambahan
(buku tambahan) . Perkiraan masing-
masing langganan yang membentuk buku besar tambahan disebut buku besar langganan (buku
besar piutang). Demikian juga perkiraan masing-masing kreditor yang membentuk buku besar
tambahan disebut buku besar kreditor (buku besar hutang).
Perkiraan piutang dalam buku besar umum merupakan ikhtisar dari perkiraan-perkiraan buku
besar tambahan, sehingga perkiraan piutang itu disebut perkiraan kontrol (Controlling accounts)
yang mengontrol buku besar piutang. Demikian juga halnya dengan perkiraan hutang.
Sumber pencatatan buku tambahan adalah dari buku controlling (perincian) piutang dan hutang
tahun lalu dan transaksi.

NERACA LAJUR.
Setelah seluruh transaksi selama periode dibukukan di buku besar, dihitung. Setiap saldo masing-
masing perkiraan dapat perkiraan akan memiliki saldo debet, kredit, atau nol. Neraca saldo
adalah suatu daftar dari saldo-saldo perkiraan ini, dan karenanya menunjukkan apakah total
debet sama dengan total kredit. Jadi suatu neraca saldo merupakan suatu alat untuk mengecek
atas kecermatan pencatatan dan pembukuan.
Dalam neraca saldo terdapat hampir semua perkiraan pendapatan dan beban perusahaan.
Dikatakan hampir semua, karena masih ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh
lebih dari satu periode akuntansi. Itulah sebabnya neraca ini disebut dengan neraca saldo yang
belum disesuaikan. Untuk itu diperlukan jurnal penyesuaian.
Jurnal penyesuaian adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menempatkan
pendapatan pada periode dimana pendapatan tersebut dihasilkan dan beban pada periode dimana
beban itu terjadi.
Jurnal penyesuaian akan membuat pengukuran laba periode tersebut lebih akurat dan
memperbaharui perkiraan Aktiva dan Kewajiban sehingga memiliki nilai sisa yang tepat bagi
laporan keuangan. Dengan kata lain, melalui jurnal penyesuaian dapat ditimbulkan perkiraan
yang tidak kelihatan.

Perkiraan-perkiraan yang memerlukan penyesuaian antara lain ialah:


1. Biaya-biaya yang masih harus dibayar
2. Pendapatan yang masih harus diterirna
3. Biaya-biaya yang dibayar lebih dahulu
4. Pendapatan yang diterima lebih dahulu
5. Penyusutan bangunan, mesin-mesin dan lain-lain
6. Pemakaian perlengkapan (office supplies dan store supplies)
7. Kemungkinan piutang tidak dapat tertagih
8. Persediaan Barang dagangan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 237 of 400
LAPORAN KEUANGAN.
Cara penyiapan laporan keuangan yang terbaik adalah mempersiapkan laporan laba rugi terlebih
dahulu, disusul dengan laporan perubahan posisi keuangan dan terakhir adalah neraca. Elemen
penting yang harus ada dalam laporan keuangan adalah: nama perusahaan, nama laporan, tanggal
atau periode yang dicakup laporan, rangka laporan tersebut.

JURNAL PENUTUP.
Jurnal Penutup ialah ayat jurnal yang memindahkan nilai sisa pendapatan, beban, dan
pengambilan pribadi dari masing-masing perkiraan ke dalam perkiraan modal.
Pendapatan yang akan menambah modal pemilik dan beban serta pengambilan pribadi akan
mengurangi modal pemilik. Pada saat ayat penutup dipindah bukukan maka perkiraan modal
akan menyerap dampak dari nilai sisa perkiraan sementara tersebut. Walau demikian, pendapatan
dan beban akan dipindahkan terlebih dahulu kedalam perkiraan yang bernama Ikhtisar Laba
Rugi, yang akan mengumpulkan jumlah total debet dari seluruh jumlah beban dan total kredit
dari seluruh jumlah pendapatan pada periode tersebut. Perkiraan Ikhtisar lata rugi merupakan
suatu "tempat penyimpanan" sementara yang akan digunakan pada proses penutupan. Kemudian
nilai sisa dari Ikhtisar laba rugi tersebut akan dipindahkan kedalam modal. Langkah-langkah
penutupan perkiraan suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
Mendebet setiap perkiraan Pendapatan sebesar nilai sisa kreditnya. Mengkredit Ikhtisar laba rugi
sebesar jumlah total pendapatan. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total pendapatan kedalam
sisi kredit dari Ikhtisar laba rugi.
Mengkredit setiap perkiraan beban sebesar nilai sisa debetnya. Mendebet Ikhtisar laba rugi
sebesar jumlah total beban. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total beban ke dalam sisi debet
dari Ikhtisar laba rugi.
Mendebet Ikhtisar laba rugi sebesar nilai sisa kreditnya dan mengkredit perkiraan modal.
Mengkredit perkiraan Pengambilan Pribadi sebesar nilai sisa debetnya. Mendebet perkiraan
modal pemilik perusahaan.

NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN.


Siklus akuntansi akan berakhir dengan neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo setelah
penutupan adalah pengujian terakhir mengenai ketepatan penjurnalan dan pemindah bukuan ayat
jurnal penyesuaian dan penutupan. Seperti halnya neraca saldo yang terdapat pada awal
pembuatan neraca lajur, neraca saldo setelah penutupan adalah daftar seluruh perkiraan dengan
nilai sisanya. Langkah ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa buku besar berada pada posisi
yang seimbang untuk memulai periode akuntansi berikutnya. Neraca saldo setelah penutupan
diberi tanggal perakhir periode akuntansi dimana laporan tersebut dibuat.
Isi perkiraan Neraca adalah nilai sisa akhir dari daftar permanen yaitu perkiraan neraca: aktiva,
kewajiban dan modal. Didalamnya tidak termasuk perkiraan sementara, seperti perkiraan
pendapatan, beban atau pengambilan pribadi, karena nilai sisa perkiraan tersebut telah ditutup.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 238 of 400
KESIMPULAN
Siklus Akuntansi adalah suatu proses pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk suatu
periode tertentu. Dimulai dengan terjadinya transaksi transaksi yang dicatat dan dikumpulkan
secara sistematis.
Transaksi-transaksi yang beranekaragam sifatnya, umumnya dicatat dalam bukti-bukti formil
yang catatan-catatan selanjutnya.
Dari bukti-bukti asli tersebut kemudian diadakan dalam Buku Harian (jurnal) . Selanjutnya
dipindahkan ke Buku Besar (Ledger). Pemindahan Buku Harian ke Buku Besar merupakan
klasifikasi menurut sifat masing-masing transaksi dalam perkiraan-perkiraan. Disamping Buku
Besar terdapat pula Tambahan (Sub Ledger) yang memperinci tiap gabungan dalam Buku Besar.
Buku Tambahan ini antara lain Buku Piutang, Buku Hutang, Buku Persediaan, dan lain – lain.
Pada akhir tahun suatu masa (akhir tahun) atau akhir setengah tahun dari buku daftar kertas kerja
(Work Sheet) yang memuat semua perkiraan dalam buku Besar. Kertas Kerja ini sekaligus
dipakai untuk menyusun Perhitungan Laba-Rugi dan Neraca setelah diadakan pembetulan-
pembetulan seperlunya dan pemindahan pos-poss tertentu yang disebut dengan penyesuaian
(adjustment).Setelah Kertas Kerja selesai disusunlah Laporan Keuangan berupa Neraca, Laporan
Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Posisi Keuangan.

4. Pengertian Neraca Saldo – Fungsi


Dalam sistem akuntansi ada beberapa siklus akuntasi yang harus dilakukan oleh perusahaan baik
perusahaan dagang maupun perusahaan jasa. Sistem akuntansi berguna sebagai laporan
keuangan beserta kegiatan yang terjadi pada setiap kegiatan yang ada pada perusahaan. Pada
umumnya sistem akuntansi pada perusahaan barang maupun perusahaan jasa tidak memiliki
perbedaan yang spesifik atau khusus. Perbedaan hanya terletak pada kegiatan yang ada pada
perusahaan barang ataupun jasa yang juga turut membuat sedikit perbedaan pada siklus maupun
akun dalam sistem akuntansinya.
Pengertian Neraca Saldo

Neraca saldo atau yang dalam bahasa Inggris disebut trial balance memiliki pengertian sebagai
daftar yang dipersiapkan untuk melihat kesamaan atau menguji keseimbangan antara jumlah
debit dan kredit pada akun-akun yang ada di buku besar (the ledger). Neraca saldo biasanya
dibuat dalam bentuk saldo-saldo akun pada akhir setiap periode. Neraca saldo memuat ringkasan
dari akun transaksi beserta saldonya yang berguna sebagai dasar untuk menyiapkan laporan
keuangan atau sebagai bahan evaluasi.
Fungsi Neraca Saldo

Neraca saldo yang berguna sebagai bahan evaluasi karena menyajikan ringkasan daftar dari
saldo-saldo akun yang berasal dari buku besar (the ledger) memiliki fungsi sebagai berikut:

a. Fungsi persiapan
Neraca saldo berfungsi untuk mempersiapkan pembuatan laporan akhir keuangan pada suatu
perusahaan baik perusahaan barang atau jasa.
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 239 of 400
b. Fungsi pencatatan
Fungsi pencatatan merupakan fungsi utama dari penerapan ilmu akuntansi dalam penyajian data
pada perusahaan baik perusahaan barang atau jasa. Setiap data-data pada setiap akun rekening
akan dibuat catatannya oleh neraca saldo dengan penyajian yang ringkas. (baca juga: siklus
akuntansi)

c. Fungsi koreksi
Neraca saldo merupakan laporan keuangan yang berguna sebagai bahan evaluasi sebelum
pembuatannya hal yang lebih dulu dilakukan yaitu melakukan koreksi terhadap seluruh catatan
serta siklus akuntansi. Inilah yang dimaksud dengan fungsi koreksi dari neraca saldo.

d. Fungsi monitoring
Catatan neraca saldo yang berisi tentang ringkasan data pada setiap akun selain berfungsi sebagai
informasi juga dapat berfungsi sebagai monitoring keuangan dalam perusahaan baik perusahaan
barang atau jasa.
Berdasarkan fungsi dari neraca saldo yang telah dijelaskan diatas, ada beberapa manfaat/
kegunaan neraca saldo baik untuk perusahaan jasa maupun perusahaan barang, yaitu:

Sebagai ringkasan dari akun-akun pada buku besar, neraca saldo bermanfaat/ berguna untuk
memberikan informasi yang valid untuk menyusun laba rugi laporan, ekuitas laporan dan neraca.
Seperti namanya dalam bahasa Inggris trial balance, neraca saldo bermanfaat/ berguna untuk
menguji keseimbangan jumlah debit dan kredit yang ada dalam buku besar serta membuktikan
akurasi perhitungan dalam sistem pembukuan yang berjalan pada setiap tahunan operasi
perusahaan.

Contoh Neraca Saldo


Sebelum melihat contoh bentuk neraca saldo yang biasa digunakan pada perusahaan dagang
maupun jasa, terlebih dahulu saya akan menjelaskan prosedur bagaimana menyiapkan neraca
saldo pada perusahaan dagang maupun jasa. Sebenarnya tidak ada perbedaan prosedur antara
neraca saldo yang ada pada perusahaan dagang maupun jasa namun karena kegiatan dari
perusahaan tersebut berbeda maka ada pula perbedaan dalam pencatatannya (sistem akuntansi).

Perusahaan dagang memiliki kegiatan utama yaitu membeli dan kemudian menjual barang
dagangan maka neraca saldonya pun memiliki kaitan dengan hal tersebut, yaitu akun-akunnya
berkaitan dengan penjualan, potongan penjualan, retur penjualan, pembelian, beban angkut
pembelian, potongan pembelian dan retur pembelian.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 240 of 400
Berdasarkan gambar tersebut maka prosedur menyiapkan neraca saldo maka dapat dibuat daftar
sebagai berikut:

Transaksi yang terjadi dalam perusahaan sesuai dengan dokumen yang ada (telah didukung oleh
dokumen).
Setiap transaksi dicatat dalam jurnal atau buku harian kegiatan perusahaan.
Tiap akun yang terdapat pada jurnal dimasukkan ke catatan dalam buku besar masing-masing.
Saldo-saldo yang ada dalam buku besar dihitung secara akurat.
Saldo-saldo yang telah dihitung secara akurat dikumpulkan dalam neraca saldo.
Secara garis besar, neraca memiliki dua format bentuk penyusunan yaitu format staffel (report
form) dan format scontro (account form). Dalam neraca saldo, formulir neraca saldo yang
berbentuk sederhana biasanya disajikan dalam bentuk empat kolom yang terdiri dari kolom
nomor akun, kolom nama akun, kolom debit dan kolom kredit.

Ada perbedaan yang mendasar pada praktek penyusunan neraca saldo pada format staffel (report
form) dan format scontro (account form), yaitu pada tahapan langkahnya tergantung pada format
apa yang digunakan sebelumnya pada akun buku besar.

Jika akun pada buku besar menggunakan bentuk staffel (report form) maka penyusunannya lebih
sederhana yaitu dapat langsung menyusunnya berdasarkan pada kutipan jumlah saldo yang telah
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 241 of 400
tersedia pada tiap akun karena bentuk staffel (report form) menyajikan saldo tiap akun yang
dapat diketahui setiap saat. Berbeda dengan akun buku besar bentuk scontro (account form)/
bentuk T, saldo yang ada pada akun besar harus dihitung terlebih dahulu sebelum disusun pada
neraca saldo.

Dari bagan diatas dapat dilihat bahwa akun buku besar bentuk staffel (report form) lebih
sederhana jika digunakan untuk membuat neraca saldo karena hanya tinggal mengutip saja.

Sedikit berbeda dengan akun buku besar bentuk skontro atau bentuk akun T yang harus dihitung
secara matematis terlebih dahulu sebelum dibuat dalam neraca saldo. Berikut siklus akuntansi
untuk penyajian neraca saldo bentuk scontro (account form)/ bentuk akun T:

Dari bagan diatas dapat dibuat daftar langkah membuat neraca saldo bentuk scontro (account
form)/ bentuk akun T, sebagai berikut:

Langkah pertama
Menjumlahkan kolom debit/ kolom kredit yang memiliki dua atau lebih pendebitan atau
pengkreditan. Untuk akun yang jumlah pendebitan atau pengkreditannya hanya satu maka
penjumlahan tidak perlu dilakukan.

Langkah kedua
Untuk menhitung saldo debit atau saldo kredit hal yang dilakukan yaitu menghitung selisih
antara jumlah debit dengan jumlah kredit.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 242 of 400
Langkah ketiga
Memindahkan saldo debit atau saldo kredit ke masing-masing kolom debit atau kolom kredit
yang ada pada neraca saldo.
Keterbatasan Neraca Saldo
Walaupun neraca saldo harus disusun berdasarkan pada keadaan sebenarnya namun ada
beberapa keterbatasan yang menyebabkan neraca saldo tidak menyajikan informasi berdasarkan
pada kondisi perusahaan yang sebenarnya, yaitu:

Ada beberapa transaksi yang belum dicatat namun harus diakui bahwa transaksi tersebut ada dan
terjadi pada akhir periode (harusnya juga dicatat) yaitu seperti gaji yang belum dibayar,
penyusutan, suplies yang digunakan dan lain sebagainya. Jika hal ini terjadi maka neraca saldo
belum dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan keuangan karena masih
memerlukan penyesuaian.
Pada neraca saldo seharusnya jumlah debit dan kredit sama
Jumlah debit dan kredit di neraca saldo yang diharuskan sama tidak serta merta sellau
menunjukkan kebenaran karena disebabkan oleh:
Transaksi yang tidak dicatat sama sekali dan dapat mempengaruhi jumlah debit dan kredit.
Contohnya: Suatu perusahaan yang membeli perlengkapan secara tunai sebesar Rp 300.000,-
namun tidak dicatat dalam buku harian kegiatan perusahaan.
Pada akun yang benar dicatat jumlah yang salah. Contohnya Perusahaan dagang membayar gaji
sebesar Rp 3.000.000,- namun dicatat Rp. 300.000,-. Jumlah yang salah posting akan
mempengaruhi kesamaan jumlah debit dan kredit pada neraca saldo.
Transaksi perusahaan dicatat lebih dari satu kali (double pencatatan). Contohnya Perusahaan
yang membayar polis asuransi gedung sebesar Rp. 3.000.000,- dan dicatat sebanyak dua kali.
Kesalahan catat pada suatu akun yang diikuti dengan kesalahan pada akun yang lain. Contohnya
suatu perusahaan yang membeli secara kredit dengan nilai Rp. 3.000.000,- dan dicatat ke akun
perlengkapan.
Kelalaian dan kecurangan yang dilakukan oleh petugas perusahaan merupakan hal yang dapat
menyebabkan kesalahan-kesalahan pencatatan pada sistem akuntansi perusahaan. Lalu, untuk
mendeteksi apakah terdapat kesalahan terjadi pada proses penyusunan neraca saldo yang
menyebabkan neraca saldo tidak seimbang, maka ada beberapa langkah yang dapat dilakukan,
yaitu:

Melakukan penjumlahan ulang untuk memeriksa kebenaran penjumlahan kolom-kolom debit dan
kredit neraca saldo.
Membandingkan nama-nama akun di neraca saldo dengan akun yang terdapat pada buku besar
untuk memeriksa bahwa tidak ada akun yang terlewat dimasukkan dalam neraca saldo.
Memeriksa kebenaran jumlah debit dan kredit beserta selisihnya pada setiap akun di buku besar.
Secara hati-hati bandingkan angka-angka yang ada di akun dan di neraca saldo.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 243 of 400
Setelah ke-empat langkah diatas dilakukan, jika hasil yang ditemukan sudah benar maka langkah
terakhir yang harus dilakukan yaitu memeriksa jumlah debit dan kredit pada ayat-ayat jurnal
yang telah dibuat.
Penyusunan neraca saldo berguna untuk melihat posisi aktiva, kewajiban, dan modal setelah
posting ke buku besar dari setiap akun yang ada dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu, agar
hasilnya valid dan data yang disajikan akurat maka proses penyusunan neraca saldo harus
dilakukan secara hati-hati dan teliti.

Cara membuat neraca saldo – Penyusunan neraca saldo dibuat setelah adanya buku besar. Pada
siklus akuntansi dapat diketahui alur penyusunan neraca saldo berikut ini.

Prosedur Membuat Neraca Saldo


Sebelumnya telah disinggung tentang proses penyusunan neraca saldo yaitu dengan pemindahan
saldo dari buku besar. Penyusunan neraca saldo tergantung dari bentuk buku besar sendiri. Jika
buku besar menggunakan bentukstaffel maka, saldo setiap akun dapat diketahui setiap saat.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 244 of 400
Jika buku besar menggunakan bentuk skontro atau bentuk T, maka jumlah saldo harus dihitung
terlebih dahulu.
Contoh Neraca Saldo
a. Bentuk buku besar skontro

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 245 of 400
b. Bentuk buku besar staffel

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 246 of 400
F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1&6)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 235 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain
tentang materi pokok sebagai bentuk rasa syukur
telah diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan
Yang Maha Esa untuk mengelola administrasi
keuangan entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai Menganalisis penyusunan neraca
saldo dalam perusahaan dagang secara perpetual
pada perusahaan dagang
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menganalisis penyusunan neraca
saldo dalam perusahaan dagang secara perpetual pada
perusahaan dagang
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) Menganalisis
penyusunan neraca saldo dalam perusahaan dagang
secara perpetual pada perusahaan dagang

4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses Menganalisis penyusunan
neraca saldo dalam perusahaan dagang secara perpetual

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 247 of 400
pada perusahaan dagang dengan aktivitas siswa di
sekolah serta penerapannya di dunia kerja yang akan
dihadapi.
5. Komunikasi
a. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing)
1. Neraca saldo dan Kegunaannya
2. Prosedur membuat neraca saldo
3. Menyiapkan neraca saldo perusahaan dagang
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan a. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
b. Portofolio
c. Diskusi

Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 248 of 400
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1 Langkah pertama
Menjumlahkan kolom debit/ kolom kredit yang
memiliki dua atau lebih pendebitan atau
pengkreditan. Untuk akun yang jumlah
pendebitan atau pengkreditannya hanya satu maka
penjumlahan tidak perlu dilakukan.

Langkah kedua
Untuk menhitung saldo debit atau saldo kredit hal
langkah yang dilakukan yaitu menghitung selisih antara
membuat neraca
jumlah debit dengan jumlah kredit.
saldo bentuk
60
scontro (account
form)/ bentuk
Langkah ketiga
akun T
Memindahkan saldo debit atau saldo kredit ke
masing-masing kolom debit atau kolom kredit
yang ada pada neraca saldo.
Keterbatasan Neraca Saldo
Walaupun neraca saldo harus disusun berdasarkan
pada keadaan sebenarnya namun ada beberapa
keterbatasan yang menyebabkan neraca saldo
tidak menyajikan informasi berdasarkan pada
kondisi perusahaan yang sebenarnya
2 Prosedur Sebelumnya telah disinggung tentang proses 40

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 249 of 400
Membuat penyusunan neraca saldo yaitu dengan
Neraca Saldo pemindahan saldo dari buku besar. Penyusunan
neraca saldo tergantung dari bentuk buku besar
sendiri. Jika buku besar menggunakan
bentukstaffel maka, saldo setiap akun dapat
diketahui setiap saat.
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100
JUMLAH SKOR DIDAPAT
NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
o. Penggunaan alat dan bahan
p. Sikap selama bekerja
5. Waktu

Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 250 of 400
PENILAIAN LITERASI DALAM KBM
Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 251 of 400
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).
Literasi dengan Tugas :
Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 252 of 400
Kota Bekasi, 16 Juli 2018
Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 253 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1I
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke:1-6)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.16 Menganalisis transaksi penyesuaian pemakaian supplies, biaya depresiasi aset tetap,
pembebanan biaya sewa, biaya asuransi, biaya bunga, biaya kerugian piutang,
penyesuaian pendapatan bunga, pembuatan rekonsiliasi bank, dan koreksi fiskal.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 254 of 400
2. KD pada KI keterampilan
4.15 Menyusun neraca saldo dalam perusahaan dagang.

C. Indikator Pencapaian Kompetensi


3. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.16.1 Menganalisis Jurnal penyesuaian dan fungsinya
3.16.1 Mengklasifikasi Jenis-jenis penyesuaian
3.16.1 Membuat Posting jurnal penyesuian ke buku besar
3.16.1 Mengoreksi kesalahan dan jurnal koreksi
4. Indikator KD pada KI keterampilan
4.16.1 Mengidentifikasikan Jurnal penyesuaian dan fungsinya
4.16.1 Mengidentifikasikan Jenis-jenis penyesuaian
4.16.1 Mengoperasikan Posting jurnal penyesuian ke buku besar
4.16.1 Membuat Koreksi kesalahan dan jurnal koreksi

D. Tujuan Pembelajaran
2.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat Menganalisis
transaksi penyesuaian pemakaian supplies, biaya depresiasi aset tetap, pembebanan biaya
sewa, biaya asuransi, biaya bunga, biaya kerugian piutang, penyesuaian pendapatan
bunga, pembuatan rekonsiliasi bank, dan koreksi fiskal dengan baik dan benar.
2.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat Menganalisis transaksi
penyesuaian pemakaian supplies, biaya depresiasi aset tetap, pembebanan biaya sewa,
biaya asuransi, biaya bunga, biaya kerugian piutang, penyesuaian pendapatan bunga,
pembuatan rekonsiliasi bank, dan koreksi fiskal dengan baik dan benar.
2.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat Menganalisis transaksi
penyesuaian pemakaian supplies, biaya depresiasi aset tetap, pembebanan biaya sewa,
biaya asuransi, biaya bunga, biaya kerugian piutang, penyesuaian pendapatan bunga,
pembuatan rekonsiliasi bank, dan koreksi fiskal dengan baik dan benar.
2.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat Menganalisis transaksi
penyesuaian pemakaian supplies, biaya depresiasi aset tetap, pembebanan biaya sewa,
biaya asuransi, biaya bunga, biaya kerugian piutang, penyesuaian pendapatan bunga,
pembuatan rekonsiliasi bank, dan koreksi fiskal secara perpetual pada perusahaan
dagang dengan baik dan benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-6
1. laporan keuangan perusahaan
adalah informasi keuangan sebuah perusahaan pada sebuah periode (misal laporan keuangan
bulanan, laporan keuangan tiga bulanan, laporan keuangan semesteran dan laporan keuangan
tahunan). Setidaknya ada 4 jenis laporan keuangan yang umum digunakan oleh perusahaan yaitu

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 255 of 400
laporan keuangan neraca (balance sheet), laporan keuangan laba rugi (income statement),
laporan arus kas (cash flow) dan laporan perubahan kepemilikan modal
Apa yang Harus Diketahui dari Laporan Keuangan
Laporan keuangan berfungsi untuk menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja keuangan
perusahaan serta menunjukkan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. Informasi tersebut
dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) untuk mengambil
keputusan
Jika diibaratkan, laporan keuangan itu seperti rapor anak sekolah. Angka-angka yang terdapat
dalam rapor dapat digunakan sebagai alat untuk menilai kinerja anak. Bahan penilaian dan
perbaikan untuk murid, orang tua serta gurunya. Begitupula dengan laporan keuangan, angka-
angka yang terdapat dalam laporan keuangan dapat digunakan oleh pihak manajemen, pemberi
pinjaman, investor, karyawan, pemegang saham untuk menilai kinerja perusahaan, melakukan
langkah perbaikan dan lain sebagainya.
Laporan keuangan harus dibuat dengan standar tertentu, sehingga laporan keuangan perusahaan
dapat mudah dipahami, relevan, handal dan dapat digunakan oleh seluruh pihak yang
berkepentingan. Salah satu fungsi laporan keuangan yang cukup penting adalah sebagai bahan
untuk perbandingan. Contoh perbandingannya:
Laporan Laba/Rugi
Periode 1 Januari – 31 Desember 2016
Industri Perusahaan Konstruksi
(disajikan dalam satuan Juta Rupiah)

PT A PT B PT C

Penjualan 16.458.884 15.668.832 23.788.323

COGS -14.003.354 -13.441.729 -19.820.484

Gross Profit 2.455.529 2.227.103 3.967.839

Operating Expenses -487.330 -148.099 -788.283

EBIT 1.968.199 2.079.003 3.179.556

Net Income 1.023.369 1.011.827 1.713.262

Dari data di atas, Anda sudah dapat melakukan perbandingan bukan, coba jawab:
Perusahaan mana yang memiliki penjualan terbesar ditahun 2016?
Perusahaan mana yang penghasilan bersih (net income) terbesar di tahun 2016?
Jika Anda mempelajari analisis laporan keuangan perusahaan, Anda dapat mengetahui
perusahaan mana yang bekerja paling efektif di tahun 2016?
dan lain sebagainya.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 256 of 400
4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan dan Contoh Laporan Keuangan Perusahaan
Berbicara mengenai laporan keuangan perusahaan terdapat empat jenis laporan keuangan, yaitu:
1. Laporan laba/rugi (income statement)
2. Laporan keuangan neraca (balance sheet)
3. Laporan arus kas (cash flow)
4. Laporan perubahan ekuitas (a statement of changes in equity)

Sifat Laporan Keuangan


Laporan keuangan perusahaan harus ditampilkan secara kualitatif dan kuantitatif dengan
memiliki karakteristik seperti:

a. Relevan
Sebuah laporan keuangan dianggap relevan dan sesuai ketika laporan yang disajikan mampu
membuat pengambil keputusan dalam sebuah perusahaan menentukan kebijakan baru yang
digunakan untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki aspek lainnya.
b. Handal
Sebuah laporan keuangan dinyatakan handal ketika pembuat laporan keuangan memberikan
informasi yang handal dan tepat sasaran. Terdapat 3 kriteria handal disini yaitu : jujur, dapat
diverifkasi dan netral atau tidak berpihak pada kepentingan manapun.
c. Mudah Dimengerti
Sebuah laporan keuangan perlu disusun dengan baik sehingga segala bentuk transaksi yang
tercatat didalamnya bisa lebih dimengerti oleh setiap pemimpin divisi yang ada di perusahaan
bersangkutan. Ketika laporan bisa terbaca dengan jelas, strategi yang digunakan untuk
perencanaan penjualan ke depan juga makin jelas.
d. Unsur Perbandingan
Sebuah laporan keuangan perlu memiliki informasi yang lengkap dan tepercaya sehingga laporan
yang diberikan pada pihak pengambil keputusan dari perusahaan bersangkutan bisa menjadi
perbandingan apa saja yang harus diperbaiki untuk pelaporan keuangan ke depan termasuk
strategi untuk pemasaran produk.
Isi Laporan Keuangan
Dalam menyusun sebuah laporan keuangan, isi yang dimasukkan kedalamnya tentu
membutuhkan penelitian dan penyusunan yang tepat. Berikut adalah isi dari laporan keuangan.
a. Laporan Laba Rugi
Laporan keuangan perusahaan yang dibuat harus berisi laporan laba rugi yang diperoleh dari jual
beli produk atau jasa yang dilakukan perusahaan bersangkutan. Laporan laba rugi nantinya
diperlukan untuk menghitung berapa efisiensi kinerja yang sudah tercapai dan menerapkan
strategi bagaimana laba perusahaan bisa ditingkatkan di periode yang berikutnya.
b. Laporan Cash In dan Cash Out
Laporan keuangan juga berisi laporan kas masuk dan kas keluar. Laporan ini umumnya berisi
transaksi keuangan yang dilakukan sebuah perusahaan selama periode tertentu. Untuk laporan
kas masuk biasanya berisi pendapatan kotor yang diperoleh dari penjualan jasa dan produk.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 257 of 400
Sedangkan untuk arus kas keluar bisa berisi laporan pembayaran pengeluaran tetap atau variable
per bulan seperti biaya listrik, perawatan inventaris di perusahaan, biaya telepon, dan lainnya.
c. Laporan Arus Kas atau Cash Flow
Laporan cash flow adalah kombinasi yang memasukkan cash in dan cash out secara
berkesinambungan dan digunakan untuk mengetahui apakah laporan keuangan antara cash in dan
cash out sudah benar-benar sesuai atau tidak. Laporan cash out juga bias digunakan untuk
mengetahui secara tidak langsung, dana yang tersisa masih dalam kondisi aman atau tidak.
d. Laporan Perubahan Ekuitas
Setiap perusahaan wajib menyertakan laporan perubahan ekuitas, di mana laporan ini berisi
laporan perubahan aktiva ataupun modal yang diberikan di awal hingga di akhir periode laporan.
e. Laporan Neraca Total atau Buku Besar
Segala jenis transaksi keuangan yang berlangsung dalam sebuah perusahaan kemudian
dirangkum ke dalam sebuah neraca yang menyajikan segala jenis transaksi beserta buktinya.

Tujuan Laporan Keuangan


Laporan keuangan perusahaan dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak-pihak
yang terkait dalam usaha, baik itu pihak internal maupun eksternal. Sebuah perusahaan akan
sangat membutuhkan laporan keuangan yang disajikan secara lengkap sebagai laporan
pertanggungjawaban dari semua divisi atas pengelolaan perusahaan.

Fungsi Laporan Keuangan


Laporan keuangan bukan hanya suatu bentuk pertanggungjawaban. Laporan ini juga memiliki
berbagai macam fungsi seperti membantu pihak manajemen mengetahui resiko keuangan,
membantu seluruh pihak perusahaan untuk mengetahui kondisi keuangan, menilai persentase
laba yang bisa dicapai, hingga membuat perencanaan bisnis.

Komponen Laporan Laba Rugi: Laba Kotor vs Laba Bersih


Istilah Laba Kotor dan Laba Bersih sebagai salah satu komponen Laporan Laba Rugi seringkali
membingungkan banyak orang terutama pelaku bisnis. Tak jarang orang-orang
mencampuradukkan makna dari kedua istilah tersebut. Dan jelas kedua istilah tersebut memiliki
definisi dan fungsi yang berbeda. Umumnya, bisnis atau perusahaan menggunakan kedua istilah
ini untuk menggambarkan rasio keuangan dan margin profit.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 258 of 400
Biasanya, bisnis atau perusahaan menggunakan istilah pendapatan kotor dan Laba Kotor secara
bergantian. Ini berarti bahwa menurut bisnis, Laba Kotor adalah jumlah penjualan bersih setelah
dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP). Dengan kata lain, ini adalah jumlah laba atau
pendapatan yang tersisa setelah semua biaya pembuatan produk telah dipertanggungjawabkan.
Jenis biaya seperti biaya penjualan, administrasi, atau pajak tidak tidak termasuk dalam
perhitungan Laba Kotor. Bisnis menggunakan Laba kotor untuk menghitung jumlah sisa
pendapatan yang dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya tersebut.
Sebagai contoh sederhananya, PT Agus Semesta memiliki data Laporan Laba Rugi sebagai
berikut:

Penjualan Bersih: Rp95.000.000


HPP: Rp30.000.000
Biaya Administrasi: Rp15.000.000
Biaya Penjualan atau Pemasaran: Rp20.000.000
Pajak-Pajak: Rp5.000.000
Mengacu pada data tersebut, Laba Kotor dari perusahaan tersebut adalah Rp65.000.000
(Penjualan Bersih – HPP). Seperti yang disebutkan sebelumnya, Biaya Administrasi, Biaya
Penjualan atau Pemasaran, dan Pajak-Pajak tidak termasuk dalam perhitungan Laba kotor. Hal
ini dikarenakan ketiga jenis biaya tersebut nantinya akan masuk ke dalam perhitungan Laba
Bersih.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 259 of 400
Definisi Laba Bersih (Net Income)

Bagi bisnis, Laba Bersih adalah jumlah pendapatan setelah dikurangi total biaya-biaya di luar
HPP. Dengan kata lain, Laba Bersih mengukur jumlah laba yang tersisa dalam bisnis setelah
semua biaya telah dibayarkan dalam suatu periode. Laba Bersih dapat disimpan oleh perusahaan
dalam akun Laba Ditahan atau dapat didistribusikan kepada pemegang saham dalam bentuk
dividen.

Terkadang, perusahaan atau bisnis juga menggunakan term lain dalam istilah Laba Bersih. Term
tersebut adalah Laba Sebelum Pajak, Laba Sebelum Bunga dan Pajak, atau Laba Sebelum
Bunga, Pajak, dan Depresiasi. Prinsipnya, term-term tersebut sesuai dengan konteks masing-
masing kalimat. Sebagai contoh, Laba Sebelum Bunga dan Pajak berarti Laba Bersih sebelum
dikurangi biaya bunga dan pajak, dan seterusnya. Perbedaan term tersebut biasa dipakai
manajemen atau investor dalam menimbang keputusan bisnis melalui berbagai perhitungan
Rasio Keuangan.

Masih mengacu pada contoh data Laporan Laba Rugi sebelumnya, maka jumlah Laba Bersih PT
Agus adalah Rp25.000.000 (Laba Kotor – (Biaya Administrasi + Biaya Penjualan atau
Pemasaran + Pajak-Pajak)).

Setelah mengetahui definisi dari Laba Kotor dan Laba Bersih, maka Anda juga bisa mengetahui
perbedaan dan fungsi dari Laba Kotor dan Laba Bersih. Bisnis menggunakan istilah Laba Kotor
untuk menunjukkan jumlah pendapatan yang tersisa pada akhir periode yang dapat digunakan
untuk menutup biaya operasional (Biaya Admin, Penjualan atau Pemasaran, dan lainnya). Dan
Ini adalah jumlah pendapatan setelah semua HPP dibayarkan. Biasanya, Laba Kotor digunakan
dalam formulasi Rasio Keuangan Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin) dan Rasio Keuangan
lainnya.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 260 of 400
Bisnis menghitung Laba Bersih mereka pada akhir tahun dengan mengurangi semua biaya
operasi dari Laba Kotor. Laba Bersih dilaporkan di bagian bawah (Bottom Line) Laporan Laba
Rugi. Nilai dari Laba Bersih juga digunakan dalam berbagai formulasi Rasio Keuangan seperti
Rasio Laba per Saham (Earning per Share), Margin Laba bersih (Net Profit Margin), dan
lainnya. Justifikasi Perbedaan Antara Laba Bersih dan Laba Kotor.
2. Pencatatan Buku Besar dan Buku Tambahan
a. Buku Besar (Ledger)
Untuk memudahkan menyusun informasi yang akan diberikan kepada pihak-pihak yang
memerlukannya terutama pimpinan perusahaan rnaka perkiraan-perkiraan yang sudah dihimpun
didalam buku harian tersebut harus pula dipisah-pisahkan atau digolongkan menurut jenisnya.
Menggolongkan perkiraan menurut jenis perkiraan tersebut dinamakan menyusun buku besar
besar itu merupakan penggolongan perkiraan menurut jenisnya.
Jumlah buku besar yang dimiliki perusahaan tergantung pada banyaknya jenis perkiraan yang
ditimbulkan oleh transaksi-transaksi perusahaan tersebut, karena masing-masing jenis besarnya
sendiri- sendiri.
Judul kolom yang mengidentifikasikan perkiraan buku besar menampilkan: Tanggal, Kolom
item, Kolom debet, berisi jumlah yang didebet, dan Kolom kredit, berisi jumlah yang dikredit.
Pemindah bukuan perkiraan memiliki buku berarti memindahkan jumlah dari jurnal kedalam
perkiraan yang sesuai dalam buku besar. Debet dalam jurnal dipindahkan sebagai debet dibuku
besar, dan kredit dalam jurnal dipindahkan sebagai kredit dalam buku besar.

b. Buku Tambahan (Sub Ledger)


Beberapa perkiraan memerlukan penjelasan secara terperinci untuk mendukung pas-pas Neraca
dan Perhitungan Laba-Rugi. Pada perkiraan piutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita
berpiutang (nama langganan) dan berapa saldo masing-masing langganan. Pada perkiraan hutang
diperlukan penjelasan kepada siapa kita berhutang (nama kreditur) dan berapa saldo masing-
masing kreditur.
Untuk mengetahui perubahan saldo dari tiap-tiap langganan/ kreditur dibukalah perkiraan untuk
tiap langganan/kreditur. Kumpulan yang dari terpisah perkiraan ini disebut buku besar tambahan
(buku tambahan) . Perkiraan masing-
masing langganan yang membentuk buku besar tambahan disebut buku besar langganan (buku
besar piutang). Demikian juga perkiraan masing-masing kreditor yang membentuk buku besar
tambahan disebut buku besar kreditor (buku besar hutang).
Perkiraan piutang dalam buku besar umum merupakan ikhtisar dari perkiraan-perkiraan buku
besar tambahan, sehingga perkiraan piutang itu disebut perkiraan kontrol (Controlling accounts)
yang mengontrol buku besar piutang. Demikian juga halnya dengan perkiraan hutang.
Sumber pencatatan buku tambahan adalah dari buku controlling (perincian) piutang dan hutang
tahun lalu dan transaksi.

NERACA LAJUR.
Setelah seluruh transaksi selama periode dibukukan di buku besar, dihitung. Setiap saldo masing-
masing perkiraan dapat perkiraan akan memiliki saldo debet, kredit, atau nol. Neraca saldo
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 261 of 400
adalah suatu daftar dari saldo-saldo perkiraan ini, dan karenanya menunjukkan apakah total
debet sama dengan total kredit. Jadi suatu neraca saldo merupakan suatu alat untuk mengecek
atas kecermatan pencatatan dan pembukuan.
Dalam neraca saldo terdapat hampir semua perkiraan pendapatan dan beban perusahaan.
Dikatakan hampir semua, karena masih ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh
lebih dari satu periode akuntansi. Itulah sebabnya neraca ini disebut dengan neraca saldo yang
belum disesuaikan. Untuk itu diperlukan jurnal penyesuaian.
Jurnal penyesuaian adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menempatkan
pendapatan pada periode dimana pendapatan tersebut dihasilkan dan beban pada periode dimana
beban itu terjadi.
Jurnal penyesuaian akan membuat pengukuran laba periode tersebut lebih akurat dan
memperbaharui perkiraan Aktiva dan Kewajiban sehingga memiliki nilai sisa yang tepat bagi
laporan keuangan. Dengan kata lain, melalui jurnal penyesuaian dapat ditimbulkan perkiraan
yang tidak kelihatan.

Perkiraan-perkiraan yang memerlukan penyesuaian antara lain ialah:


1. Biaya-biaya yang masih harus dibayar
2. Pendapatan yang masih harus diterirna
3. Biaya-biaya yang dibayar lebih dahulu
4. Pendapatan yang diterima lebih dahulu
5. Penyusutan bangunan, mesin-mesin dan lain-lain
6. Pemakaian perlengkapan (office supplies dan store supplies)
7. Kemungkinan piutang tidak dapat tertagih
8. Persediaan Barang dagangan.

LAPORAN KEUANGAN.
Cara penyiapan laporan keuangan yang terbaik adalah mempersiapkan laporan laba rugi terlebih
dahulu, disusul dengan laporan perubahan posisi keuangan dan terakhir adalah neraca. Elemen
penting yang harus ada dalam laporan keuangan adalah: nama perusahaan, nama laporan, tanggal
atau periode yang dicakup laporan, rangka laporan tersebut.

JURNAL PENUTUP.
Jurnal Penutup ialah ayat jurnal yang memindahkan nilai sisa pendapatan, beban, dan
pengambilan pribadi dari masing-masing perkiraan ke dalam perkiraan modal.
Pendapatan yang akan menambah modal pemilik dan beban serta pengambilan pribadi akan
mengurangi modal pemilik. Pada saat ayat penutup dipindah bukukan maka perkiraan modal
akan menyerap dampak dari nilai sisa perkiraan sementara tersebut. Walau demikian, pendapatan
dan beban akan dipindahkan terlebih dahulu kedalam perkiraan yang bernama Ikhtisar Laba
Rugi, yang akan mengumpulkan jumlah total debet dari seluruh jumlah beban dan total kredit
dari seluruh jumlah pendapatan pada periode tersebut. Perkiraan Ikhtisar lata rugi merupakan
suatu "tempat penyimpanan" sementara yang akan digunakan pada proses penutupan. Kemudian

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 262 of 400
nilai sisa dari Ikhtisar laba rugi tersebut akan dipindahkan kedalam modal. Langkah-langkah
penutupan perkiraan suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
Mendebet setiap perkiraan Pendapatan sebesar nilai sisa kreditnya. Mengkredit Ikhtisar laba rugi
sebesar jumlah total pendapatan. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total pendapatan kedalam
sisi kredit dari Ikhtisar laba rugi.
Mengkredit setiap perkiraan beban sebesar nilai sisa debetnya. Mendebet Ikhtisar laba rugi
sebesar jumlah total beban. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total beban ke dalam sisi debet
dari Ikhtisar laba rugi.
Mendebet Ikhtisar laba rugi sebesar nilai sisa kreditnya dan mengkredit perkiraan modal.
Mengkredit perkiraan Pengambilan Pribadi sebesar nilai sisa debetnya. Mendebet perkiraan
modal pemilik perusahaan.

NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN.


Siklus akuntansi akan berakhir dengan neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo setelah
penutupan adalah pengujian terakhir mengenai ketepatan penjurnalan dan pemindah bukuan ayat
jurnal penyesuaian dan penutupan. Seperti halnya neraca saldo yang terdapat pada awal
pembuatan neraca lajur, neraca saldo setelah penutupan adalah daftar seluruh perkiraan dengan
nilai sisanya. Langkah ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa buku besar berada pada posisi
yang seimbang untuk memulai periode akuntansi berikutnya. Neraca saldo setelah penutupan
diberi tanggal perakhir periode akuntansi dimana laporan tersebut dibuat.
Isi perkiraan Neraca adalah nilai sisa akhir dari daftar permanen yaitu perkiraan neraca: aktiva,
kewajiban dan modal. Didalamnya tidak termasuk perkiraan sementara, seperti perkiraan
pendapatan, beban atau pengambilan pribadi, karena nilai sisa perkiraan tersebut telah ditutup.

KESIMPULAN
Siklus Akuntansi adalah suatu proses pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk suatu
periode tertentu. Dimulai dengan terjadinya transaksi transaksi yang dicatat dan dikumpulkan
secara sistematis.
Transaksi-transaksi yang beranekaragam sifatnya, umumnya dicatat dalam bukti-bukti formil
yang catatan-catatan selanjutnya.
Dari bukti-bukti asli tersebut kemudian diadakan dalam Buku Harian (jurnal) . Selanjutnya
dipindahkan ke Buku Besar (Ledger). Pemindahan Buku Harian ke Buku Besar merupakan
klasifikasi menurut sifat masing-masing transaksi dalam perkiraan-perkiraan. Disamping Buku
Besar terdapat pula Tambahan (Sub Ledger) yang memperinci tiap gabungan dalam Buku Besar.
Buku Tambahan ini antara lain Buku Piutang, Buku Hutang, Buku Persediaan, dan lain – lain.
Pada akhir tahun suatu masa (akhir tahun) atau akhir setengah tahun dari buku daftar kertas kerja
(Work Sheet) yang memuat semua perkiraan dalam buku Besar. Kertas Kerja ini sekaligus
dipakai untuk menyusun Perhitungan Laba-Rugi dan Neraca setelah diadakan pembetulan-
pembetulan seperlunya dan pemindahan pos-poss tertentu yang disebut dengan penyesuaian
(adjustment).Setelah Kertas Kerja selesai disusunlah Laporan Keuangan berupa Neraca, Laporan
Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Posisi Keuangan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 263 of 400
5. Pengertian Neraca Saldo – Fungsi
Dalam sistem akuntansi ada beberapa siklus akuntasi yang harus dilakukan oleh perusahaan baik
perusahaan dagang maupun perusahaan jasa. Sistem akuntansi berguna sebagai laporan
keuangan beserta kegiatan yang terjadi pada setiap kegiatan yang ada pada perusahaan. Pada
umumnya sistem akuntansi pada perusahaan barang maupun perusahaan jasa tidak memiliki
perbedaan yang spesifik atau khusus. Perbedaan hanya terletak pada kegiatan yang ada pada
perusahaan barang ataupun jasa yang juga turut membuat sedikit perbedaan pada siklus maupun
akun dalam sistem akuntansinya.
Pengertian Neraca Saldo

Neraca saldo atau yang dalam bahasa Inggris disebut trial balance memiliki pengertian sebagai
daftar yang dipersiapkan untuk melihat kesamaan atau menguji keseimbangan antara jumlah
debit dan kredit pada akun-akun yang ada di buku besar (the ledger). Neraca saldo biasanya
dibuat dalam bentuk saldo-saldo akun pada akhir setiap periode. Neraca saldo memuat ringkasan
dari akun transaksi beserta saldonya yang berguna sebagai dasar untuk menyiapkan laporan
keuangan atau sebagai bahan evaluasi.
Fungsi Neraca Saldo

Neraca saldo yang berguna sebagai bahan evaluasi karena menyajikan ringkasan daftar dari
saldo-saldo akun yang berasal dari buku besar (the ledger) memiliki fungsi sebagai berikut:

a. Fungsi persiapan
Neraca saldo berfungsi untuk mempersiapkan pembuatan laporan akhir keuangan pada suatu
perusahaan baik perusahaan barang atau jasa.

b. Fungsi pencatatan
Fungsi pencatatan merupakan fungsi utama dari penerapan ilmu akuntansi dalam penyajian data
pada perusahaan baik perusahaan barang atau jasa. Setiap data-data pada setiap akun rekening
akan dibuat catatannya oleh neraca saldo dengan penyajian yang ringkas. (baca juga: siklus
akuntansi)

c. Fungsi koreksi
Neraca saldo merupakan laporan keuangan yang berguna sebagai bahan evaluasi sebelum
pembuatannya hal yang lebih dulu dilakukan yaitu melakukan koreksi terhadap seluruh catatan
serta siklus akuntansi. Inilah yang dimaksud dengan fungsi koreksi dari neraca saldo.

d. Fungsi monitoring
Catatan neraca saldo yang berisi tentang ringkasan data pada setiap akun selain berfungsi sebagai
informasi juga dapat berfungsi sebagai monitoring keuangan dalam perusahaan baik perusahaan
barang atau jasa.
Berdasarkan fungsi dari neraca saldo yang telah dijelaskan diatas, ada beberapa manfaat/
kegunaan neraca saldo baik untuk perusahaan jasa maupun perusahaan barang, yaitu:
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 264 of 400
Sebagai ringkasan dari akun-akun pada buku besar, neraca saldo bermanfaat/ berguna untuk
memberikan informasi yang valid untuk menyusun laba rugi laporan, ekuitas laporan dan neraca.
Seperti namanya dalam bahasa Inggris trial balance, neraca saldo bermanfaat/ berguna untuk
menguji keseimbangan jumlah debit dan kredit yang ada dalam buku besar serta membuktikan
akurasi perhitungan dalam sistem pembukuan yang berjalan pada setiap tahunan operasi
perusahaan.

Contoh Neraca Saldo


Sebelum melihat contoh bentuk neraca saldo yang biasa digunakan pada perusahaan dagang
maupun jasa, terlebih dahulu saya akan menjelaskan prosedur bagaimana menyiapkan neraca
saldo pada perusahaan dagang maupun jasa. Sebenarnya tidak ada perbedaan prosedur antara
neraca saldo yang ada pada perusahaan dagang maupun jasa namun karena kegiatan dari
perusahaan tersebut berbeda maka ada pula perbedaan dalam pencatatannya (sistem akuntansi).

Perusahaan dagang memiliki kegiatan utama yaitu membeli dan kemudian menjual barang
dagangan maka neraca saldonya pun memiliki kaitan dengan hal tersebut, yaitu akun-akunnya
berkaitan dengan penjualan, potongan penjualan, retur penjualan, pembelian, beban angkut
pembelian, potongan pembelian dan retur pembelian.

Berdasarkan gambar tersebut maka prosedur menyiapkan neraca saldo maka dapat dibuat daftar
sebagai berikut:

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 265 of 400
Transaksi yang terjadi dalam perusahaan sesuai dengan dokumen yang ada (telah didukung oleh
dokumen).
Setiap transaksi dicatat dalam jurnal atau buku harian kegiatan perusahaan.
Tiap akun yang terdapat pada jurnal dimasukkan ke catatan dalam buku besar masing-masing.
Saldo-saldo yang ada dalam buku besar dihitung secara akurat.
Saldo-saldo yang telah dihitung secara akurat dikumpulkan dalam neraca saldo.
Secara garis besar, neraca memiliki dua format bentuk penyusunan yaitu format staffel (report
form) dan format scontro (account form). Dalam neraca saldo, formulir neraca saldo yang
berbentuk sederhana biasanya disajikan dalam bentuk empat kolom yang terdiri dari kolom
nomor akun, kolom nama akun, kolom debit dan kolom kredit.

Ada perbedaan yang mendasar pada praktek penyusunan neraca saldo pada format staffel (report
form) dan format scontro (account form), yaitu pada tahapan langkahnya tergantung pada format
apa yang digunakan sebelumnya pada akun buku besar.

Jika akun pada buku besar menggunakan bentuk staffel (report form) maka penyusunannya lebih
sederhana yaitu dapat langsung menyusunnya berdasarkan pada kutipan jumlah saldo yang telah
tersedia pada tiap akun karena bentuk staffel (report form) menyajikan saldo tiap akun yang
dapat diketahui setiap saat. Berbeda dengan akun buku besar bentuk scontro (account form)/
bentuk T, saldo yang ada pada akun besar harus dihitung terlebih dahulu sebelum disusun pada
neraca saldo.

Dari bagan diatas dapat dilihat bahwa akun buku besar bentuk staffel (report form) lebih
sederhana jika digunakan untuk membuat neraca saldo karena hanya tinggal mengutip saja.

Sedikit berbeda dengan akun buku besar bentuk skontro atau bentuk akun T yang harus dihitung
secara matematis terlebih dahulu sebelum dibuat dalam neraca saldo. Berikut siklus akuntansi
untuk penyajian neraca saldo bentuk scontro (account form)/ bentuk akun T:

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 266 of 400
Dari bagan diatas dapat dibuat daftar langkah membuat neraca saldo bentuk scontro (account
form)/ bentuk akun T, sebagai berikut:

Langkah pertama
Menjumlahkan kolom debit/ kolom kredit yang memiliki dua atau lebih pendebitan atau
pengkreditan. Untuk akun yang jumlah pendebitan atau pengkreditannya hanya satu maka
penjumlahan tidak perlu dilakukan.

Langkah kedua
Untuk menhitung saldo debit atau saldo kredit hal yang dilakukan yaitu menghitung selisih
antara jumlah debit dengan jumlah kredit.

Langkah ketiga
Memindahkan saldo debit atau saldo kredit ke masing-masing kolom debit atau kolom kredit
yang ada pada neraca saldo.
Keterbatasan Neraca Saldo
Walaupun neraca saldo harus disusun berdasarkan pada keadaan sebenarnya namun ada
beberapa keterbatasan yang menyebabkan neraca saldo tidak menyajikan informasi berdasarkan
pada kondisi perusahaan yang sebenarnya, yaitu:

Ada beberapa transaksi yang belum dicatat namun harus diakui bahwa transaksi tersebut ada dan
terjadi pada akhir periode (harusnya juga dicatat) yaitu seperti gaji yang belum dibayar,
penyusutan, suplies yang digunakan dan lain sebagainya. Jika hal ini terjadi maka neraca saldo
belum dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan keuangan karena masih
memerlukan penyesuaian.
Pada neraca saldo seharusnya jumlah debit dan kredit sama
Jumlah debit dan kredit di neraca saldo yang diharuskan sama tidak serta merta sellau
menunjukkan kebenaran karena disebabkan oleh:

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 267 of 400
Transaksi yang tidak dicatat sama sekali dan dapat mempengaruhi jumlah debit dan kredit.
Contohnya: Suatu perusahaan yang membeli perlengkapan secara tunai sebesar Rp 300.000,-
namun tidak dicatat dalam buku harian kegiatan perusahaan.
Pada akun yang benar dicatat jumlah yang salah. Contohnya Perusahaan dagang membayar gaji
sebesar Rp 3.000.000,- namun dicatat Rp. 300.000,-. Jumlah yang salah posting akan
mempengaruhi kesamaan jumlah debit dan kredit pada neraca saldo.
Transaksi perusahaan dicatat lebih dari satu kali (double pencatatan). Contohnya Perusahaan
yang membayar polis asuransi gedung sebesar Rp. 3.000.000,- dan dicatat sebanyak dua kali.
Kesalahan catat pada suatu akun yang diikuti dengan kesalahan pada akun yang lain. Contohnya
suatu perusahaan yang membeli secara kredit dengan nilai Rp. 3.000.000,- dan dicatat ke akun
perlengkapan.
Kelalaian dan kecurangan yang dilakukan oleh petugas perusahaan merupakan hal yang dapat
menyebabkan kesalahan-kesalahan pencatatan pada sistem akuntansi perusahaan. Lalu, untuk
mendeteksi apakah terdapat kesalahan terjadi pada proses penyusunan neraca saldo yang
menyebabkan neraca saldo tidak seimbang, maka ada beberapa langkah yang dapat dilakukan,
yaitu:

Melakukan penjumlahan ulang untuk memeriksa kebenaran penjumlahan kolom-kolom debit dan
kredit neraca saldo.
Membandingkan nama-nama akun di neraca saldo dengan akun yang terdapat pada buku besar
untuk memeriksa bahwa tidak ada akun yang terlewat dimasukkan dalam neraca saldo.
Memeriksa kebenaran jumlah debit dan kredit beserta selisihnya pada setiap akun di buku besar.
Secara hati-hati bandingkan angka-angka yang ada di akun dan di neraca saldo.
Setelah ke-empat langkah diatas dilakukan, jika hasil yang ditemukan sudah benar maka langkah
terakhir yang harus dilakukan yaitu memeriksa jumlah debit dan kredit pada ayat-ayat jurnal
yang telah dibuat.
Penyusunan neraca saldo berguna untuk melihat posisi aktiva, kewajiban, dan modal setelah
posting ke buku besar dari setiap akun yang ada dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu, agar
hasilnya valid dan data yang disajikan akurat maka proses penyusunan neraca saldo harus
dilakukan secara hati-hati dan teliti.

Cara membuat neraca saldo – Penyusunan neraca saldo dibuat setelah adanya buku besar. Pada
siklus akuntansi dapat diketahui alur penyusunan neraca saldo berikut ini.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 268 of 400
Prosedur Membuat Neraca Saldo
Sebelumnya telah disinggung tentang proses penyusunan neraca saldo yaitu dengan pemindahan
saldo dari buku besar. Penyusunan neraca saldo tergantung dari bentuk buku besar sendiri. Jika
buku besar menggunakan bentukstaffel maka, saldo setiap akun dapat diketahui setiap saat.
Jika buku besar menggunakan bentuk skontro atau bentuk T, maka jumlah saldo harus dihitung
terlebih dahulu.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 269 of 400
Contoh Neraca Saldo
c. Bentuk buku besar skontro

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 270 of 400
d. Bentuk buku besar staffel

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 271 of 400
4. Pengertian Jurnal Penyesuaian, Fungsi, Tujuan
Pengertian Jurnal Penyesuaian, Fungsi, Tujuan, Contoh Soal dan Cara Mengerjakan Jurnal
Penyesuaian Lengkap – Jurnal penyesuaian adalah proses penyesuaian tentang catatan atau fakta
yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Jurnal penyesuaian disusun berdasarkan data dari
neraca saldo dan data (informasi) penyesuaian akhir periode.

Ayat jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo
dalam beberapa akun sehingga saldo mencerminkan jumlah saldo yang sebenarnya.

Jurnal penyesuaian gunakan untuk mencatat transkasi yang sudah terjadi namun belum dicatat.
Ayat jurnal penyesuaian juga digunakan untuk mencatat transaksi yang sudah dicatat namun
memerlukan koreksi agar nilainya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya di akhir periode.
Jurnal penyesuaian baik perusahaan dagang atau perusahaan jasa dibuat pada akhir periode
akuntansi. Contoh jurnal penyesuaian dibuat untuk transaksi-transaksi seperti beban dibayar di
muka, pendapatan diterima dimuka, pemakaian perlengkapan, pendapatan yang masih harus
diterima, beban yang belum dibayar dan penyusutan aktiva tetap.
Fungsi dan Tujuan Jurnal Penyesuaian
Fungsi jurnal penyesuaian diantaranya yaitu:
Menetapkan saldo catatan akun buku besar pada akhir periode sehingga setiap perkiraan saldo
riil, khususnya perkiraan harta dan kewajiban menunjukkan jumlah yang sebenarnya.
Menghitung setiap perkiraan nominal (perkiraan pendapatan dan beban) yang sebenarnya selama
periode yang bersangkutan.
Cara Mengerjakan Jurnal Penyesuaian
Berikut cara menyelesaikan dan mengerjakan kasus jurnal penyesuaian:

Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Beserta Jawabannya

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 272 of 400
Cara membuat jurnal penyesuaian sebenarnya mudah yang perlu diperhatikan yaitu mengetahui
perilaku transaksi yang terjadi dan mengetahui aturan debet kredit dalam akuntansi sebagai dasar
menyusun ayat jurnal penyesuaian.

1. Beban/Biaya Dibayar di Muka


Perusahaan seringkali telah membayar beban untuk beberapa periode mendatang, beban tersebut
dinamakan beban/biaya yang dibayar dimuka. Jadi, jika menemukan beban yang seharusnya
dibayarkan pada periode mendatang, maka harus dihitung beban mana yang dilaporkan pada
periode yang bersangkutan (sekarang).
Contoh Kasus
Neraca saldo akun asuransi menunjukkan nilai Rp. 3.600.000. dan pada akhir periode, informasi
saldo akun menunjukkan tersisa sebanyak Rp. 3.000.000. , artinya premi asuransi yang sudah
menjadi beban adalah Rp. 3.600.000-Rp. 3.000.000 = Rp. 600.000 (yang harus diakui sebagai
beban asuransi dan mengurangi asuransi dibayar dimuka).

2. Beban Sewa Gedung Dibayar Dimuka

Contoh Kasus
Saldo akun sewa dibayar dimuka berjumlah Rp. 19.200.000 tidak menunjukkan keadaan yang
sebenarnya, karena sudah terpakai sewa sebesar Rp. 3.200.000. jadi beban sewa bertambah dan
sewa dibayar dimuka berkurang sebesar Rp. 3.200.000.

3. Pendapatan Yang Masih Harus Diterima (Piutang Pendapatan)


Pendapatan yang masih harus diterima yaitu jika suatu pendapatan sudah menjadi hak
perusahaan tapi belum diterima, maka hak tersebut harus dicatat sebagai pendapatan pada
periode tersebut.

Contoh Kasus
Perusahaan telah menyelesaikan pekerjaan yang berjumlah Rp. 550.000. Jumlah ini belum
termasuk yang terdapat pada neraca saldo sebesar Rp. 15.600.00 (piutang pendapatan
perusahaan). Jadi dicatat sebagai menambah piutang pendapatan dan pendapatan jasa sebesar Rp.
16.150.000.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 273 of 400
4. Pendapatan Diterima Dimuka
Pendapatan diterima dimuka tidak boleh dicatat sebagai pendapatan, namun sebagai utang, sebab
perusahaan belum merealisasikan pendapatan tersebut untuk apa jadi belum menjadi hak
perusahaan.

Contoh Kasus
Saldo pendapatan diterima dimuka berjumlah Rp. 10.000.000. dan sampai akhir periode
perusahaan baru mengerjakan sebesar Rp. 2.600.000. Jadi dicatat sebagai pendapatan sewa
bertambah dan pendapatan diterima dimuka berkurang sebesar Rp. 2.600.000. Artinya masih ada
Rp. 7.400.000 yang masih menjadi utang pendapatan perusahaan.

5. Penyusutan Peralatan
Penyusutan peralatan harus dicatat sebagai pengakuan beban depresiasi atau beban penyusutan
oleh perusahaan.

Contoh Kasus
Informasinya menunjukkan bahwa beban penyusutan/depresiasi untuk periode Desember 2017
adalah sebesar Rp. 1.400.000. Jadi akan menambah beban penyusutan dan menambah akumulasi
penyusutan sebesar Rp. 1.400.000.
6. Pemakaian Perlengkapan / Perlengkapan Yang Tersisa
Perlengkapan adalah bahan-bahan yang dibeli untuk kepentinfan operasi perusahaan dan tidak
untuk dijual kembali. Perusahaan harus mencatat pemakaian perlengkapan atau dilakukan
perhitungan fisik terhadap jumlah perlengkapan yang telah terpakai atau yang masih tersisa.

Contoh Kasus
Saldo akun perlengkapan di neraca saldo sebesar Rp. 4.400.000. Pada akhir periode informasi
menunjukkan perlengkapan yang masih tersisa sebesar Ro. 2.700.000. artinya perusahaan telah
melakukan pemakaian perlengkapan sebesar Rp. 4.400.000-Rp. 2.700.000 = Rp. 1.700.000. jadi
dicatat menambah beban perlengkapan dan mengurangi perlengkapan sebesar Rp. 1.700.000.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 274 of 400
F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran
1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1&6)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 235 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain
tentang materi pokok sebagai bentuk rasa syukur
telah diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan
Yang Maha Esa untuk mengelola administrasi
keuangan entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai Menganalisis penyusunan neraca
saldo dalam perusahaan dagang secara perpetual
pada perusahaan dagang
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menganalisis penyusunan neraca
saldo dalam perusahaan dagang secara perpetual pada
perusahaan dagang
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 275 of 400
penunjang lain dan media digital (e-book) Menganalisis
penyusunan neraca saldo dalam perusahaan dagang
secara perpetual pada perusahaan dagang

4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses Menganalisis penyusunan
neraca saldo dalam perusahaan dagang secara perpetual
pada perusahaan dagang dengan aktivitas siswa di
sekolah serta penerapannya di dunia kerja yang akan
dihadapi.
5. Komunikasi
b. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing)
1. Neraca saldo dan Kegunaannya
2. Prosedur membuat neraca saldo
3. Menyiapkan neraca saldo perusahaan dagang
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: c. Pengamatan d. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis d. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang e. Penyelesaian
tugas individu
f. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan d. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
e. Portofolio
f. Diskusi

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 276 of 400
Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1 Menetapkan saldo catatan akun buku besar pada
akhir periode sehingga setiap perkiraan saldo riil,
Fungsi jurnal
20
penyesuaian khususnya perkiraan harta dan kewajiban
menunjukkan jumlah yang sebenarnya
2 Beban/Biaya
Dibayar di
Muka
Perusahaan
seringkali telah
membayar
60
beban untuk
beberapa
periode
mendatang,
beban tersebut
dinamakan

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 277 of 400
beban/biaya
yang dibayar
dimuka. Jadi,
jika
menemukan
beban yang
seharusnya
dibayarkan
pada periode
mendatang,
maka harus
dihitung beban
mana yang
dilaporkan pada
periode yang
bersangkutan
(sekarang).
Contoh Kasus
Neraca saldo
akun asuransi
menunjukkan
nilai Rp.
3.600.000. dan
pada akhir
periode,
informasi saldo
akun
menunjukkan
tersisa sebanyak
Rp. 3.000.000. ,
artinya premi
asuransi yang
sudah menjadi
beban adalah
Rp. 3.600.000-
Rp. 3.000.000 =
Rp. 600.000
(yang harus
diakui sebagai
beban asuransi
dan mengurangi

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 278 of 400
asuransi dibayar
dimuka).
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100
JUMLAH SKOR DIDAPAT
NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
q. Penggunaan alat dan bahan
r. Sikap selama bekerja
5. Waktu

Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 279 of 400
PENILAIAN LITERASI DALAM KBM
Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 280 of 400
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).
Literasi dengan Tugas :
Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar


Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 281 of 400
Kota Bekasi, 16 Juli 2018
Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 282 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1I
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke:1-6)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar
3. KD pada KI pengetahuan
3.17 3.17 Menganalisis akun-akun dalam penyusunan neraca lajur (worksheet) pada
perusahaan dagang
4. KD pada KI keterampilan
4.17 Menyusun neraca lajur (worksheet) pada perusahaan dagang.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 283 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.17.1 Menguraikan Pengertian dan kegunaan neraca lajur
3.17.2 Mengklasifikasi Bentuk dan isi neraca lajur
3.17.3 Menyiapkan neraca lajur
2. Indikator KD pada KI keterampilan
44.17.1 Mengidentifikasikan Pengertian dan kegunaan neraca lajur
4.17.2 Mengidentifikasikan Bentuk dan isi neraca lajur
4.17.3 membuat neraca lajur

D. Tujuan Pembelajaran
2.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat Menganalisis
akun-akun dalam penyusunan neraca lajur (worksheet) pada perusahaan dagang dengan
baik dan benar.
2.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat Menganalisis akun-akun dalam
penyusunan neraca lajur (worksheet) pada perusahaan dagang dengan baik dan benar.
2.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat Menganalisis akun-akun dalam
penyusunan neraca lajur (worksheet) pada perusahaan dagang dengan baik dan benar.
2.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat Menganalisis akun-akun
dalam penyusunan neraca lajur (worksheet) pada perusahaan dagang dengan baik dan
benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-6
1. laporan keuangan perusahaan
adalah informasi keuangan sebuah perusahaan pada sebuah periode (misal laporan keuangan
bulanan, laporan keuangan tiga bulanan, laporan keuangan semesteran dan laporan keuangan
tahunan). Setidaknya ada 4 jenis laporan keuangan yang umum digunakan oleh perusahaan yaitu
laporan keuangan neraca (balance sheet), laporan keuangan laba rugi (income statement),
laporan arus kas (cash flow) dan laporan perubahan kepemilikan modal
Apa yang Harus Diketahui dari Laporan Keuangan
Laporan keuangan berfungsi untuk menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja keuangan
perusahaan serta menunjukkan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. Informasi tersebut
dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) untuk mengambil
keputusan
Jika diibaratkan, laporan keuangan itu seperti rapor anak sekolah. Angka-angka yang terdapat
dalam rapor dapat digunakan sebagai alat untuk menilai kinerja anak. Bahan penilaian dan
perbaikan untuk murid, orang tua serta gurunya. Begitupula dengan laporan keuangan, angka-
angka yang terdapat dalam laporan keuangan dapat digunakan oleh pihak manajemen, pemberi

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 284 of 400
pinjaman, investor, karyawan, pemegang saham untuk menilai kinerja perusahaan, melakukan
langkah perbaikan dan lain sebagainya.
Laporan keuangan harus dibuat dengan standar tertentu, sehingga laporan keuangan perusahaan
dapat mudah dipahami, relevan, handal dan dapat digunakan oleh seluruh pihak yang
berkepentingan. Salah satu fungsi laporan keuangan yang cukup penting adalah sebagai bahan
untuk perbandingan. Contoh perbandingannya:
Laporan Laba/Rugi
Periode 1 Januari – 31 Desember 2016
Industri Perusahaan Konstruksi
(disajikan dalam satuan Juta Rupiah)

PT A PT B PT C

Penjualan 16.458.884 15.668.832 23.788.323

COGS -14.003.354 -13.441.729 -19.820.484

Gross Profit 2.455.529 2.227.103 3.967.839

Operating Expenses -487.330 -148.099 -788.283

EBIT 1.968.199 2.079.003 3.179.556

Net Income 1.023.369 1.011.827 1.713.262

Dari data di atas, Anda sudah dapat melakukan perbandingan bukan, coba jawab:
Perusahaan mana yang memiliki penjualan terbesar ditahun 2016?
Perusahaan mana yang penghasilan bersih (net income) terbesar di tahun 2016?
Jika Anda mempelajari analisis laporan keuangan perusahaan, Anda dapat mengetahui
perusahaan mana yang bekerja paling efektif di tahun 2016?
dan lain sebagainya.
4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan dan Contoh Laporan Keuangan Perusahaan
Berbicara mengenai laporan keuangan perusahaan terdapat empat jenis laporan keuangan, yaitu:
1. Laporan laba/rugi (income statement)
2. Laporan keuangan neraca (balance sheet)
3. Laporan arus kas (cash flow)
4. Laporan perubahan ekuitas (a statement of changes in equity)

Sifat Laporan Keuangan


Laporan keuangan perusahaan harus ditampilkan secara kualitatif dan kuantitatif dengan
memiliki karakteristik seperti:

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 285 of 400
a. Relevan
Sebuah laporan keuangan dianggap relevan dan sesuai ketika laporan yang disajikan mampu
membuat pengambil keputusan dalam sebuah perusahaan menentukan kebijakan baru yang
digunakan untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki aspek lainnya.
b. Handal
Sebuah laporan keuangan dinyatakan handal ketika pembuat laporan keuangan memberikan
informasi yang handal dan tepat sasaran. Terdapat 3 kriteria handal disini yaitu : jujur, dapat
diverifkasi dan netral atau tidak berpihak pada kepentingan manapun.
c. Mudah Dimengerti
Sebuah laporan keuangan perlu disusun dengan baik sehingga segala bentuk transaksi yang
tercatat didalamnya bisa lebih dimengerti oleh setiap pemimpin divisi yang ada di perusahaan
bersangkutan. Ketika laporan bisa terbaca dengan jelas, strategi yang digunakan untuk
perencanaan penjualan ke depan juga makin jelas.
d. Unsur Perbandingan
Sebuah laporan keuangan perlu memiliki informasi yang lengkap dan tepercaya sehingga laporan
yang diberikan pada pihak pengambil keputusan dari perusahaan bersangkutan bisa menjadi
perbandingan apa saja yang harus diperbaiki untuk pelaporan keuangan ke depan termasuk
strategi untuk pemasaran produk.
Isi Laporan Keuangan
Dalam menyusun sebuah laporan keuangan, isi yang dimasukkan kedalamnya tentu
membutuhkan penelitian dan penyusunan yang tepat. Berikut adalah isi dari laporan keuangan.
a. Laporan Laba Rugi
Laporan keuangan perusahaan yang dibuat harus berisi laporan laba rugi yang diperoleh dari jual
beli produk atau jasa yang dilakukan perusahaan bersangkutan. Laporan laba rugi nantinya
diperlukan untuk menghitung berapa efisiensi kinerja yang sudah tercapai dan menerapkan
strategi bagaimana laba perusahaan bisa ditingkatkan di periode yang berikutnya.
b. Laporan Cash In dan Cash Out
Laporan keuangan juga berisi laporan kas masuk dan kas keluar. Laporan ini umumnya berisi
transaksi keuangan yang dilakukan sebuah perusahaan selama periode tertentu. Untuk laporan
kas masuk biasanya berisi pendapatan kotor yang diperoleh dari penjualan jasa dan produk.
Sedangkan untuk arus kas keluar bisa berisi laporan pembayaran pengeluaran tetap atau variable
per bulan seperti biaya listrik, perawatan inventaris di perusahaan, biaya telepon, dan lainnya.
c. Laporan Arus Kas atau Cash Flow
Laporan cash flow adalah kombinasi yang memasukkan cash in dan cash out secara
berkesinambungan dan digunakan untuk mengetahui apakah laporan keuangan antara cash in dan
cash out sudah benar-benar sesuai atau tidak. Laporan cash out juga bias digunakan untuk
mengetahui secara tidak langsung, dana yang tersisa masih dalam kondisi aman atau tidak.
d. Laporan Perubahan Ekuitas
Setiap perusahaan wajib menyertakan laporan perubahan ekuitas, di mana laporan ini berisi
laporan perubahan aktiva ataupun modal yang diberikan di awal hingga di akhir periode laporan.
e. Laporan Neraca Total atau Buku Besar

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 286 of 400
Segala jenis transaksi keuangan yang berlangsung dalam sebuah perusahaan kemudian
dirangkum ke dalam sebuah neraca yang menyajikan segala jenis transaksi beserta buktinya.

Tujuan Laporan Keuangan


Laporan keuangan perusahaan dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak-pihak
yang terkait dalam usaha, baik itu pihak internal maupun eksternal. Sebuah perusahaan akan
sangat membutuhkan laporan keuangan yang disajikan secara lengkap sebagai laporan
pertanggungjawaban dari semua divisi atas pengelolaan perusahaan.

Fungsi Laporan Keuangan


Laporan keuangan bukan hanya suatu bentuk pertanggungjawaban. Laporan ini juga memiliki
berbagai macam fungsi seperti membantu pihak manajemen mengetahui resiko keuangan,
membantu seluruh pihak perusahaan untuk mengetahui kondisi keuangan, menilai persentase
laba yang bisa dicapai, hingga membuat perencanaan bisnis.

Komponen Laporan Laba Rugi: Laba Kotor vs Laba Bersih


Istilah Laba Kotor dan Laba Bersih sebagai salah satu komponen Laporan Laba Rugi seringkali
membingungkan banyak orang terutama pelaku bisnis. Tak jarang orang-orang
mencampuradukkan makna dari kedua istilah tersebut. Dan jelas kedua istilah tersebut memiliki
definisi dan fungsi yang berbeda. Umumnya, bisnis atau perusahaan menggunakan kedua istilah
ini untuk menggambarkan rasio keuangan dan margin profit.

Biasanya, bisnis atau perusahaan menggunakan istilah pendapatan kotor dan Laba Kotor secara
bergantian. Ini berarti bahwa menurut bisnis, Laba Kotor adalah jumlah penjualan bersih setelah
dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP). Dengan kata lain, ini adalah jumlah laba atau
pendapatan yang tersisa setelah semua biaya pembuatan produk telah dipertanggungjawabkan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 287 of 400
Jenis biaya seperti biaya penjualan, administrasi, atau pajak tidak tidak termasuk dalam
perhitungan Laba Kotor. Bisnis menggunakan Laba kotor untuk menghitung jumlah sisa
pendapatan yang dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya tersebut.
Sebagai contoh sederhananya, PT Agus Semesta memiliki data Laporan Laba Rugi sebagai
berikut:

Penjualan Bersih: Rp95.000.000


HPP: Rp30.000.000
Biaya Administrasi: Rp15.000.000
Biaya Penjualan atau Pemasaran: Rp20.000.000
Pajak-Pajak: Rp5.000.000
Mengacu pada data tersebut, Laba Kotor dari perusahaan tersebut adalah Rp65.000.000
(Penjualan Bersih – HPP). Seperti yang disebutkan sebelumnya, Biaya Administrasi, Biaya
Penjualan atau Pemasaran, dan Pajak-Pajak tidak termasuk dalam perhitungan Laba kotor. Hal
ini dikarenakan ketiga jenis biaya tersebut nantinya akan masuk ke dalam perhitungan Laba
Bersih.

Definisi Laba Bersih (Net Income)

Bagi bisnis, Laba Bersih adalah jumlah pendapatan setelah dikurangi total biaya-biaya di luar
HPP. Dengan kata lain, Laba Bersih mengukur jumlah laba yang tersisa dalam bisnis setelah
semua biaya telah dibayarkan dalam suatu periode. Laba Bersih dapat disimpan oleh perusahaan
dalam akun Laba Ditahan atau dapat didistribusikan kepada pemegang saham dalam bentuk
dividen.

Terkadang, perusahaan atau bisnis juga menggunakan term lain dalam istilah Laba Bersih. Term
tersebut adalah Laba Sebelum Pajak, Laba Sebelum Bunga dan Pajak, atau Laba Sebelum
Bunga, Pajak, dan Depresiasi. Prinsipnya, term-term tersebut sesuai dengan konteks masing-

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 288 of 400
masing kalimat. Sebagai contoh, Laba Sebelum Bunga dan Pajak berarti Laba Bersih sebelum
dikurangi biaya bunga dan pajak, dan seterusnya. Perbedaan term tersebut biasa dipakai
manajemen atau investor dalam menimbang keputusan bisnis melalui berbagai perhitungan
Rasio Keuangan.

Masih mengacu pada contoh data Laporan Laba Rugi sebelumnya, maka jumlah Laba Bersih PT
Agus adalah Rp25.000.000 (Laba Kotor – (Biaya Administrasi + Biaya Penjualan atau
Pemasaran + Pajak-Pajak)).

Setelah mengetahui definisi dari Laba Kotor dan Laba Bersih, maka Anda juga bisa mengetahui
perbedaan dan fungsi dari Laba Kotor dan Laba Bersih. Bisnis menggunakan istilah Laba Kotor
untuk menunjukkan jumlah pendapatan yang tersisa pada akhir periode yang dapat digunakan
untuk menutup biaya operasional (Biaya Admin, Penjualan atau Pemasaran, dan lainnya). Dan
Ini adalah jumlah pendapatan setelah semua HPP dibayarkan. Biasanya, Laba Kotor digunakan
dalam formulasi Rasio Keuangan Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin) dan Rasio Keuangan
lainnya.
Bisnis menghitung Laba Bersih mereka pada akhir tahun dengan mengurangi semua biaya
operasi dari Laba Kotor. Laba Bersih dilaporkan di bagian bawah (Bottom Line) Laporan Laba
Rugi. Nilai dari Laba Bersih juga digunakan dalam berbagai formulasi Rasio Keuangan seperti
Rasio Laba per Saham (Earning per Share), Margin Laba bersih (Net Profit Margin), dan
lainnya. Justifikasi Perbedaan Antara Laba Bersih dan Laba Kotor.
2. Pencatatan Buku Besar dan Buku Tambahan
a. Buku Besar (Ledger)
Untuk memudahkan menyusun informasi yang akan diberikan kepada pihak-pihak yang
memerlukannya terutama pimpinan perusahaan rnaka perkiraan-perkiraan yang sudah dihimpun
didalam buku harian tersebut harus pula dipisah-pisahkan atau digolongkan menurut jenisnya.
Menggolongkan perkiraan menurut jenis perkiraan tersebut dinamakan menyusun buku besar
besar itu merupakan penggolongan perkiraan menurut jenisnya.
Jumlah buku besar yang dimiliki perusahaan tergantung pada banyaknya jenis perkiraan yang
ditimbulkan oleh transaksi-transaksi perusahaan tersebut, karena masing-masing jenis besarnya
sendiri- sendiri.
Judul kolom yang mengidentifikasikan perkiraan buku besar menampilkan: Tanggal, Kolom
item, Kolom debet, berisi jumlah yang didebet, dan Kolom kredit, berisi jumlah yang dikredit.
Pemindah bukuan perkiraan memiliki buku berarti memindahkan jumlah dari jurnal kedalam
perkiraan yang sesuai dalam buku besar. Debet dalam jurnal dipindahkan sebagai debet dibuku
besar, dan kredit dalam jurnal dipindahkan sebagai kredit dalam buku besar.

b. Buku Tambahan (Sub Ledger)


Beberapa perkiraan memerlukan penjelasan secara terperinci untuk mendukung pas-pas Neraca
dan Perhitungan Laba-Rugi. Pada perkiraan piutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita
berpiutang (nama langganan) dan berapa saldo masing-masing langganan. Pada perkiraan hutang

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 289 of 400
diperlukan penjelasan kepada siapa kita berhutang (nama kreditur) dan berapa saldo masing-
masing kreditur.
Untuk mengetahui perubahan saldo dari tiap-tiap langganan/ kreditur dibukalah perkiraan untuk
tiap langganan/kreditur. Kumpulan yang dari terpisah perkiraan ini disebut buku besar tambahan
(buku tambahan) . Perkiraan masing-
masing langganan yang membentuk buku besar tambahan disebut buku besar langganan (buku
besar piutang). Demikian juga perkiraan masing-masing kreditor yang membentuk buku besar
tambahan disebut buku besar kreditor (buku besar hutang).
Perkiraan piutang dalam buku besar umum merupakan ikhtisar dari perkiraan-perkiraan buku
besar tambahan, sehingga perkiraan piutang itu disebut perkiraan kontrol (Controlling accounts)
yang mengontrol buku besar piutang. Demikian juga halnya dengan perkiraan hutang.
Sumber pencatatan buku tambahan adalah dari buku controlling (perincian) piutang dan hutang
tahun lalu dan transaksi.

NERACA LAJUR.
Setelah seluruh transaksi selama periode dibukukan di buku besar, dihitung. Setiap saldo masing-
masing perkiraan dapat perkiraan akan memiliki saldo debet, kredit, atau nol. Neraca saldo
adalah suatu daftar dari saldo-saldo perkiraan ini, dan karenanya menunjukkan apakah total
debet sama dengan total kredit. Jadi suatu neraca saldo merupakan suatu alat untuk mengecek
atas kecermatan pencatatan dan pembukuan.
Dalam neraca saldo terdapat hampir semua perkiraan pendapatan dan beban perusahaan.
Dikatakan hampir semua, karena masih ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh
lebih dari satu periode akuntansi. Itulah sebabnya neraca ini disebut dengan neraca saldo yang
belum disesuaikan. Untuk itu diperlukan jurnal penyesuaian.
Jurnal penyesuaian adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menempatkan
pendapatan pada periode dimana pendapatan tersebut dihasilkan dan beban pada periode dimana
beban itu terjadi.
Jurnal penyesuaian akan membuat pengukuran laba periode tersebut lebih akurat dan
memperbaharui perkiraan Aktiva dan Kewajiban sehingga memiliki nilai sisa yang tepat bagi
laporan keuangan. Dengan kata lain, melalui jurnal penyesuaian dapat ditimbulkan perkiraan
yang tidak kelihatan.

Perkiraan-perkiraan yang memerlukan penyesuaian antara lain ialah:


1. Biaya-biaya yang masih harus dibayar
2. Pendapatan yang masih harus diterirna
3. Biaya-biaya yang dibayar lebih dahulu
4. Pendapatan yang diterima lebih dahulu
5. Penyusutan bangunan, mesin-mesin dan lain-lain
6. Pemakaian perlengkapan (office supplies dan store supplies)
7. Kemungkinan piutang tidak dapat tertagih
8. Persediaan Barang dagangan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 290 of 400
LAPORAN KEUANGAN.
Cara penyiapan laporan keuangan yang terbaik adalah mempersiapkan laporan laba rugi terlebih
dahulu, disusul dengan laporan perubahan posisi keuangan dan terakhir adalah neraca. Elemen
penting yang harus ada dalam laporan keuangan adalah: nama perusahaan, nama laporan, tanggal
atau periode yang dicakup laporan, rangka laporan tersebut.

JURNAL PENUTUP.
Jurnal Penutup ialah ayat jurnal yang memindahkan nilai sisa pendapatan, beban, dan
pengambilan pribadi dari masing-masing perkiraan ke dalam perkiraan modal.
Pendapatan yang akan menambah modal pemilik dan beban serta pengambilan pribadi akan
mengurangi modal pemilik. Pada saat ayat penutup dipindah bukukan maka perkiraan modal
akan menyerap dampak dari nilai sisa perkiraan sementara tersebut. Walau demikian, pendapatan
dan beban akan dipindahkan terlebih dahulu kedalam perkiraan yang bernama Ikhtisar Laba
Rugi, yang akan mengumpulkan jumlah total debet dari seluruh jumlah beban dan total kredit
dari seluruh jumlah pendapatan pada periode tersebut. Perkiraan Ikhtisar lata rugi merupakan
suatu "tempat penyimpanan" sementara yang akan digunakan pada proses penutupan. Kemudian
nilai sisa dari Ikhtisar laba rugi tersebut akan dipindahkan kedalam modal. Langkah-langkah
penutupan perkiraan suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
Mendebet setiap perkiraan Pendapatan sebesar nilai sisa kreditnya. Mengkredit Ikhtisar laba rugi
sebesar jumlah total pendapatan. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total pendapatan kedalam
sisi kredit dari Ikhtisar laba rugi.
Mengkredit setiap perkiraan beban sebesar nilai sisa debetnya. Mendebet Ikhtisar laba rugi
sebesar jumlah total beban. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total beban ke dalam sisi debet
dari Ikhtisar laba rugi.
Mendebet Ikhtisar laba rugi sebesar nilai sisa kreditnya dan mengkredit perkiraan modal.
Mengkredit perkiraan Pengambilan Pribadi sebesar nilai sisa debetnya. Mendebet perkiraan
modal pemilik perusahaan.

NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN.


Siklus akuntansi akan berakhir dengan neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo setelah
penutupan adalah pengujian terakhir mengenai ketepatan penjurnalan dan pemindah bukuan ayat
jurnal penyesuaian dan penutupan. Seperti halnya neraca saldo yang terdapat pada awal
pembuatan neraca lajur, neraca saldo setelah penutupan adalah daftar seluruh perkiraan dengan
nilai sisanya. Langkah ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa buku besar berada pada posisi
yang seimbang untuk memulai periode akuntansi berikutnya. Neraca saldo setelah penutupan
diberi tanggal perakhir periode akuntansi dimana laporan tersebut dibuat.
Isi perkiraan Neraca adalah nilai sisa akhir dari daftar permanen yaitu perkiraan neraca: aktiva,
kewajiban dan modal. Didalamnya tidak termasuk perkiraan sementara, seperti perkiraan
pendapatan, beban atau pengambilan pribadi, karena nilai sisa perkiraan tersebut telah ditutup.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 291 of 400
KESIMPULAN
Siklus Akuntansi adalah suatu proses pembuatan laporan keuangan perusahaan untuk suatu
periode tertentu. Dimulai dengan terjadinya transaksi transaksi yang dicatat dan dikumpulkan
secara sistematis.
Transaksi-transaksi yang beranekaragam sifatnya, umumnya dicatat dalam bukti-bukti formil
yang catatan-catatan selanjutnya.
Dari bukti-bukti asli tersebut kemudian diadakan dalam Buku Harian (jurnal) . Selanjutnya
dipindahkan ke Buku Besar (Ledger). Pemindahan Buku Harian ke Buku Besar merupakan
klasifikasi menurut sifat masing-masing transaksi dalam perkiraan-perkiraan. Disamping Buku
Besar terdapat pula Tambahan (Sub Ledger) yang memperinci tiap gabungan dalam Buku Besar.
Buku Tambahan ini antara lain Buku Piutang, Buku Hutang, Buku Persediaan, dan lain – lain.
Pada akhir tahun suatu masa (akhir tahun) atau akhir setengah tahun dari buku daftar kertas kerja
(Work Sheet) yang memuat semua perkiraan dalam buku Besar. Kertas Kerja ini sekaligus
dipakai untuk menyusun Perhitungan Laba-Rugi dan Neraca setelah diadakan pembetulan-
pembetulan seperlunya dan pemindahan pos-poss tertentu yang disebut dengan penyesuaian
(adjustment).Setelah Kertas Kerja selesai disusunlah Laporan Keuangan berupa Neraca, Laporan
Laba Rugi, dan Laporan Perubahan Posisi Keuangan.

6. Pengertian Neraca Saldo – Fungsi


Dalam sistem akuntansi ada beberapa siklus akuntasi yang harus dilakukan oleh perusahaan baik
perusahaan dagang maupun perusahaan jasa. Sistem akuntansi berguna sebagai laporan
keuangan beserta kegiatan yang terjadi pada setiap kegiatan yang ada pada perusahaan. Pada
umumnya sistem akuntansi pada perusahaan barang maupun perusahaan jasa tidak memiliki
perbedaan yang spesifik atau khusus. Perbedaan hanya terletak pada kegiatan yang ada pada
perusahaan barang ataupun jasa yang juga turut membuat sedikit perbedaan pada siklus maupun
akun dalam sistem akuntansinya.
Pengertian Neraca Saldo

Neraca saldo atau yang dalam bahasa Inggris disebut trial balance memiliki pengertian sebagai
daftar yang dipersiapkan untuk melihat kesamaan atau menguji keseimbangan antara jumlah
debit dan kredit pada akun-akun yang ada di buku besar (the ledger). Neraca saldo biasanya
dibuat dalam bentuk saldo-saldo akun pada akhir setiap periode. Neraca saldo memuat ringkasan
dari akun transaksi beserta saldonya yang berguna sebagai dasar untuk menyiapkan laporan
keuangan atau sebagai bahan evaluasi.
Fungsi Neraca Saldo

Neraca saldo yang berguna sebagai bahan evaluasi karena menyajikan ringkasan daftar dari
saldo-saldo akun yang berasal dari buku besar (the ledger) memiliki fungsi sebagai berikut:

a. Fungsi persiapan
Neraca saldo berfungsi untuk mempersiapkan pembuatan laporan akhir keuangan pada suatu
perusahaan baik perusahaan barang atau jasa.
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 292 of 400
b. Fungsi pencatatan
Fungsi pencatatan merupakan fungsi utama dari penerapan ilmu akuntansi dalam penyajian data
pada perusahaan baik perusahaan barang atau jasa. Setiap data-data pada setiap akun rekening
akan dibuat catatannya oleh neraca saldo dengan penyajian yang ringkas. (baca juga: siklus
akuntansi)

c. Fungsi koreksi
Neraca saldo merupakan laporan keuangan yang berguna sebagai bahan evaluasi sebelum
pembuatannya hal yang lebih dulu dilakukan yaitu melakukan koreksi terhadap seluruh catatan
serta siklus akuntansi. Inilah yang dimaksud dengan fungsi koreksi dari neraca saldo.

d. Fungsi monitoring
Catatan neraca saldo yang berisi tentang ringkasan data pada setiap akun selain berfungsi sebagai
informasi juga dapat berfungsi sebagai monitoring keuangan dalam perusahaan baik perusahaan
barang atau jasa.
Berdasarkan fungsi dari neraca saldo yang telah dijelaskan diatas, ada beberapa manfaat/
kegunaan neraca saldo baik untuk perusahaan jasa maupun perusahaan barang, yaitu:

Sebagai ringkasan dari akun-akun pada buku besar, neraca saldo bermanfaat/ berguna untuk
memberikan informasi yang valid untuk menyusun laba rugi laporan, ekuitas laporan dan neraca.
Seperti namanya dalam bahasa Inggris trial balance, neraca saldo bermanfaat/ berguna untuk
menguji keseimbangan jumlah debit dan kredit yang ada dalam buku besar serta membuktikan
akurasi perhitungan dalam sistem pembukuan yang berjalan pada setiap tahunan operasi
perusahaan.

Contoh Neraca Saldo


Sebelum melihat contoh bentuk neraca saldo yang biasa digunakan pada perusahaan dagang
maupun jasa, terlebih dahulu saya akan menjelaskan prosedur bagaimana menyiapkan neraca
saldo pada perusahaan dagang maupun jasa. Sebenarnya tidak ada perbedaan prosedur antara
neraca saldo yang ada pada perusahaan dagang maupun jasa namun karena kegiatan dari
perusahaan tersebut berbeda maka ada pula perbedaan dalam pencatatannya (sistem akuntansi).

Perusahaan dagang memiliki kegiatan utama yaitu membeli dan kemudian menjual barang
dagangan maka neraca saldonya pun memiliki kaitan dengan hal tersebut, yaitu akun-akunnya
berkaitan dengan penjualan, potongan penjualan, retur penjualan, pembelian, beban angkut
pembelian, potongan pembelian dan retur pembelian.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 293 of 400
Berdasarkan gambar tersebut maka prosedur menyiapkan neraca saldo maka dapat dibuat daftar
sebagai berikut:

Transaksi yang terjadi dalam perusahaan sesuai dengan dokumen yang ada (telah didukung oleh
dokumen).
Setiap transaksi dicatat dalam jurnal atau buku harian kegiatan perusahaan.
Tiap akun yang terdapat pada jurnal dimasukkan ke catatan dalam buku besar masing-masing.
Saldo-saldo yang ada dalam buku besar dihitung secara akurat.
Saldo-saldo yang telah dihitung secara akurat dikumpulkan dalam neraca saldo.
Secara garis besar, neraca memiliki dua format bentuk penyusunan yaitu format staffel (report
form) dan format scontro (account form). Dalam neraca saldo, formulir neraca saldo yang
berbentuk sederhana biasanya disajikan dalam bentuk empat kolom yang terdiri dari kolom
nomor akun, kolom nama akun, kolom debit dan kolom kredit.

Ada perbedaan yang mendasar pada praktek penyusunan neraca saldo pada format staffel (report
form) dan format scontro (account form), yaitu pada tahapan langkahnya tergantung pada format
apa yang digunakan sebelumnya pada akun buku besar.

Jika akun pada buku besar menggunakan bentuk staffel (report form) maka penyusunannya lebih
sederhana yaitu dapat langsung menyusunnya berdasarkan pada kutipan jumlah saldo yang telah
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 294 of 400
tersedia pada tiap akun karena bentuk staffel (report form) menyajikan saldo tiap akun yang
dapat diketahui setiap saat. Berbeda dengan akun buku besar bentuk scontro (account form)/
bentuk T, saldo yang ada pada akun besar harus dihitung terlebih dahulu sebelum disusun pada
neraca saldo.

Dari bagan diatas dapat dilihat bahwa akun buku besar bentuk staffel (report form) lebih
sederhana jika digunakan untuk membuat neraca saldo karena hanya tinggal mengutip saja.

Sedikit berbeda dengan akun buku besar bentuk skontro atau bentuk akun T yang harus dihitung
secara matematis terlebih dahulu sebelum dibuat dalam neraca saldo. Berikut siklus akuntansi
untuk penyajian neraca saldo bentuk scontro (account form)/ bentuk akun T:

Dari bagan diatas dapat dibuat daftar langkah membuat neraca saldo bentuk scontro (account
form)/ bentuk akun T, sebagai berikut:

Langkah pertama
Menjumlahkan kolom debit/ kolom kredit yang memiliki dua atau lebih pendebitan atau
pengkreditan. Untuk akun yang jumlah pendebitan atau pengkreditannya hanya satu maka
penjumlahan tidak perlu dilakukan.

Langkah kedua
Untuk menhitung saldo debit atau saldo kredit hal yang dilakukan yaitu menghitung selisih
antara jumlah debit dengan jumlah kredit.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 295 of 400
Langkah ketiga
Memindahkan saldo debit atau saldo kredit ke masing-masing kolom debit atau kolom kredit
yang ada pada neraca saldo.
Keterbatasan Neraca Saldo
Walaupun neraca saldo harus disusun berdasarkan pada keadaan sebenarnya namun ada
beberapa keterbatasan yang menyebabkan neraca saldo tidak menyajikan informasi berdasarkan
pada kondisi perusahaan yang sebenarnya, yaitu:

Ada beberapa transaksi yang belum dicatat namun harus diakui bahwa transaksi tersebut ada dan
terjadi pada akhir periode (harusnya juga dicatat) yaitu seperti gaji yang belum dibayar,
penyusutan, suplies yang digunakan dan lain sebagainya. Jika hal ini terjadi maka neraca saldo
belum dapat digunakan sebagai dasar dalam penyusunan laporan keuangan karena masih
memerlukan penyesuaian.
Pada neraca saldo seharusnya jumlah debit dan kredit sama
Jumlah debit dan kredit di neraca saldo yang diharuskan sama tidak serta merta sellau
menunjukkan kebenaran karena disebabkan oleh:
Transaksi yang tidak dicatat sama sekali dan dapat mempengaruhi jumlah debit dan kredit.
Contohnya: Suatu perusahaan yang membeli perlengkapan secara tunai sebesar Rp 300.000,-
namun tidak dicatat dalam buku harian kegiatan perusahaan.
Pada akun yang benar dicatat jumlah yang salah. Contohnya Perusahaan dagang membayar gaji
sebesar Rp 3.000.000,- namun dicatat Rp. 300.000,-. Jumlah yang salah posting akan
mempengaruhi kesamaan jumlah debit dan kredit pada neraca saldo.
Transaksi perusahaan dicatat lebih dari satu kali (double pencatatan). Contohnya Perusahaan
yang membayar polis asuransi gedung sebesar Rp. 3.000.000,- dan dicatat sebanyak dua kali.
Kesalahan catat pada suatu akun yang diikuti dengan kesalahan pada akun yang lain. Contohnya
suatu perusahaan yang membeli secara kredit dengan nilai Rp. 3.000.000,- dan dicatat ke akun
perlengkapan.
Kelalaian dan kecurangan yang dilakukan oleh petugas perusahaan merupakan hal yang dapat
menyebabkan kesalahan-kesalahan pencatatan pada sistem akuntansi perusahaan. Lalu, untuk
mendeteksi apakah terdapat kesalahan terjadi pada proses penyusunan neraca saldo yang
menyebabkan neraca saldo tidak seimbang, maka ada beberapa langkah yang dapat dilakukan,
yaitu:

Melakukan penjumlahan ulang untuk memeriksa kebenaran penjumlahan kolom-kolom debit dan
kredit neraca saldo.
Membandingkan nama-nama akun di neraca saldo dengan akun yang terdapat pada buku besar
untuk memeriksa bahwa tidak ada akun yang terlewat dimasukkan dalam neraca saldo.
Memeriksa kebenaran jumlah debit dan kredit beserta selisihnya pada setiap akun di buku besar.
Secara hati-hati bandingkan angka-angka yang ada di akun dan di neraca saldo.
Setelah ke-empat langkah diatas dilakukan, jika hasil yang ditemukan sudah benar maka langkah
terakhir yang harus dilakukan yaitu memeriksa jumlah debit dan kredit pada ayat-ayat jurnal
yang telah dibuat.
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 296 of 400
Penyusunan neraca saldo berguna untuk melihat posisi aktiva, kewajiban, dan modal setelah
posting ke buku besar dari setiap akun yang ada dalam sebuah perusahaan. Oleh karena itu, agar
hasilnya valid dan data yang disajikan akurat maka proses penyusunan neraca saldo harus
dilakukan secara hati-hati dan teliti.

Cara membuat neraca saldo – Penyusunan neraca saldo dibuat setelah adanya buku besar. Pada
siklus akuntansi dapat diketahui alur penyusunan neraca saldo berikut ini.

Prosedur Membuat Neraca Saldo


Sebelumnya telah disinggung tentang proses penyusunan neraca saldo yaitu dengan pemindahan
saldo dari buku besar. Penyusunan neraca saldo tergantung dari bentuk buku besar sendiri. Jika
buku besar menggunakan bentukstaffel maka, saldo setiap akun dapat diketahui setiap saat.
Jika buku besar menggunakan bentuk skontro atau bentuk T, maka jumlah saldo harus dihitung
terlebih dahulu.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 297 of 400
Contoh Neraca Saldo
e. Bentuk buku besar skontro

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 298 of 400
f. Bentuk buku besar staffel

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 299 of 400
5. Pengertian Jurnal Penyesuaian, Fungsi, Tujuan
Pengertian Jurnal Penyesuaian, Fungsi, Tujuan, Contoh Soal dan Cara Mengerjakan Jurnal
Penyesuaian Lengkap – Jurnal penyesuaian adalah proses penyesuaian tentang catatan atau fakta
yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Jurnal penyesuaian disusun berdasarkan data dari
neraca saldo dan data (informasi) penyesuaian akhir periode.

Ayat jurnal penyesuaian merupakan jurnal yang dibuat dalam proses pencatatan perubahan saldo
dalam beberapa akun sehingga saldo mencerminkan jumlah saldo yang sebenarnya.

Jurnal penyesuaian gunakan untuk mencatat transkasi yang sudah terjadi namun belum dicatat.
Ayat jurnal penyesuaian juga digunakan untuk mencatat transaksi yang sudah dicatat namun
memerlukan koreksi agar nilainya sesuai dengan keadaan yang sebenarnya di akhir periode.
Jurnal penyesuaian baik perusahaan dagang atau perusahaan jasa dibuat pada akhir periode
akuntansi. Contoh jurnal penyesuaian dibuat untuk transaksi-transaksi seperti beban dibayar di
muka, pendapatan diterima dimuka, pemakaian perlengkapan, pendapatan yang masih harus
diterima, beban yang belum dibayar dan penyusutan aktiva tetap.
Fungsi dan Tujuan Jurnal Penyesuaian
Fungsi jurnal penyesuaian diantaranya yaitu:
Menetapkan saldo catatan akun buku besar pada akhir periode sehingga setiap perkiraan saldo
riil, khususnya perkiraan harta dan kewajiban menunjukkan jumlah yang sebenarnya.
Menghitung setiap perkiraan nominal (perkiraan pendapatan dan beban) yang sebenarnya selama
periode yang bersangkutan.
Cara Mengerjakan Jurnal Penyesuaian
Berikut cara menyelesaikan dan mengerjakan kasus jurnal penyesuaian:

Contoh Soal Jurnal Penyesuaian Beserta Jawabannya

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 300 of 400
Cara membuat jurnal penyesuaian sebenarnya mudah yang perlu diperhatikan yaitu mengetahui
perilaku transaksi yang terjadi dan mengetahui aturan debet kredit dalam akuntansi sebagai dasar
menyusun ayat jurnal penyesuaian.

1. Beban/Biaya Dibayar di Muka


Perusahaan seringkali telah membayar beban untuk beberapa periode mendatang, beban tersebut
dinamakan beban/biaya yang dibayar dimuka. Jadi, jika menemukan beban yang seharusnya
dibayarkan pada periode mendatang, maka harus dihitung beban mana yang dilaporkan pada
periode yang bersangkutan (sekarang).
Contoh Kasus
Neraca saldo akun asuransi menunjukkan nilai Rp. 3.600.000. dan pada akhir periode, informasi
saldo akun menunjukkan tersisa sebanyak Rp. 3.000.000. , artinya premi asuransi yang sudah
menjadi beban adalah Rp. 3.600.000-Rp. 3.000.000 = Rp. 600.000 (yang harus diakui sebagai
beban asuransi dan mengurangi asuransi dibayar dimuka).

2. Beban Sewa Gedung Dibayar Dimuka

Contoh Kasus
Saldo akun sewa dibayar dimuka berjumlah Rp. 19.200.000 tidak menunjukkan keadaan yang
sebenarnya, karena sudah terpakai sewa sebesar Rp. 3.200.000. jadi beban sewa bertambah dan
sewa dibayar dimuka berkurang sebesar Rp. 3.200.000.

3. Pendapatan Yang Masih Harus Diterima (Piutang Pendapatan)


Pendapatan yang masih harus diterima yaitu jika suatu pendapatan sudah menjadi hak
perusahaan tapi belum diterima, maka hak tersebut harus dicatat sebagai pendapatan pada
periode tersebut.

Contoh Kasus
Perusahaan telah menyelesaikan pekerjaan yang berjumlah Rp. 550.000. Jumlah ini belum
termasuk yang terdapat pada neraca saldo sebesar Rp. 15.600.00 (piutang pendapatan
perusahaan). Jadi dicatat sebagai menambah piutang pendapatan dan pendapatan jasa sebesar Rp.
16.150.000.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 301 of 400
4. Pendapatan Diterima Dimuka
Pendapatan diterima dimuka tidak boleh dicatat sebagai pendapatan, namun sebagai utang, sebab
perusahaan belum merealisasikan pendapatan tersebut untuk apa jadi belum menjadi hak
perusahaan.

Contoh Kasus
Saldo pendapatan diterima dimuka berjumlah Rp. 10.000.000. dan sampai akhir periode
perusahaan baru mengerjakan sebesar Rp. 2.600.000. Jadi dicatat sebagai pendapatan sewa
bertambah dan pendapatan diterima dimuka berkurang sebesar Rp. 2.600.000. Artinya masih ada
Rp. 7.400.000 yang masih menjadi utang pendapatan perusahaan.

5. Penyusutan Peralatan
Penyusutan peralatan harus dicatat sebagai pengakuan beban depresiasi atau beban penyusutan
oleh perusahaan.

Contoh Kasus
Informasinya menunjukkan bahwa beban penyusutan/depresiasi untuk periode Desember 2017
adalah sebesar Rp. 1.400.000. Jadi akan menambah beban penyusutan dan menambah akumulasi
penyusutan sebesar Rp. 1.400.000.
6. Pemakaian Perlengkapan / Perlengkapan Yang Tersisa
Perlengkapan adalah bahan-bahan yang dibeli untuk kepentinfan operasi perusahaan dan tidak
untuk dijual kembali. Perusahaan harus mencatat pemakaian perlengkapan atau dilakukan
perhitungan fisik terhadap jumlah perlengkapan yang telah terpakai atau yang masih tersisa.

Contoh Kasus
Saldo akun perlengkapan di neraca saldo sebesar Rp. 4.400.000. Pada akhir periode informasi
menunjukkan perlengkapan yang masih tersisa sebesar Ro. 2.700.000. artinya perusahaan telah
melakukan pemakaian perlengkapan sebesar Rp. 4.400.000-Rp. 2.700.000 = Rp. 1.700.000. jadi
dicatat menambah beban perlengkapan dan mengurangi perlengkapan sebesar Rp. 1.700.000.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 302 of 400
Neraca Lajur: Pengertian, Fungsi, dan Pembuatan
Apa Itu Neraca Lajur?
Neraca lajur disebut juga kertas kerja (worksheet) yang berbentuk kertas berisi kolom-kolom
untuk mencatat keuangan secara manual. Pencatatan pada neraca lajur ini cenderung bersifat
tidak formal, sehingga bisa pengisiannya dapat diperbaiki dan dikoreksi nantinya jika perlu.
Neraca lajur memang bukan merupakan salah satu dari jenis laporan keuangan, namun
pembuatannya akan mempermudah proses penyusunan laporan keuangan itu sendiri.

Dalam neraca lajur, semua akun yang terdapat pada perusahaan akan dicatat dan digolongkan ke
kolom atau lajur yang ada. Data akun yang akan dimasukkan dalam neraca lajur diambil dari
data yang dicatat pada neraca saldo dan jurnal penyesuaian. Sedangkan untuk penggolongan
kolom neraca lajur terbagi menjadi enam jenis, yaitu Neraca Saldo, Penyesuaian, Neraca Saldo
Setelah Penyesuaian, Neraca, dan Laba Rugi.

Fungsi Neraca Lajur

Setelah memahami apa itu neraca lajur, selanjutnya kita akan membahas fungsi dari neraca
tersebut. Terdapat beberapa fungsi penerapan neraca lajur dalam pencatatan keuangan, yaitu:

1. Meringkas Data dalam Pencatatan Keuangan

Fungsi neraca lajur yang pertama adalah menggolongkan dan meringkas data yang berisi akun
keuangan pada perusahaan. Dengan adanya neraca lajur, data keuangan akan lebih mudah untuk
dilihat dan digunakan untuk keperluan selanjutnya. Data yang ringkas akan membantu
menunjukkan informasi yang dibutuhkan tanpa proses yang panjang.

2. Memeriksa Kembali Data yang Dicatat

Adanya pencatatan dengan menggunakan neraca lajur akan membantu memeriksa kembali data
pada pencatatan sebelumnya, terutama dalam neraca saldo dan jurnal penyesuaian. Dalam
pencatatan keuangan sangat mungkin terjadi kesalahan, baik oleh human error maupun kesalahan
software yang digunakan. Karena itu, proses pencatatan yang dilakukan dalam neraca lajur akan
dapat memperbaiki dan menghindari kesalahan pencatatan keuangan secara keseluruhan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 303 of 400
3. Membantu Penyusunan Laporan Keuangan

Seperti yang telah diulas pada bagian sebelumnya, pencatatan dalam neraca lajur akan membantu
dalam proses pembuatan laporan keuangan. Hal ini karena dalam neraca lajur sudah mencakup
dan merangkum data-data yang dibutuhkan dalam menyusun laporan keuangan. Tentunya ini
akan sangat memudahkan dan menghemat waktu pembuatan laporan keuangan, tanpa perlu
mencari data dari sumber yang terlalu banyak.

4. Menunjukkan Perusahaan Telah Menjalankan Prosedur

Fungsi terakhir dari neraca lajur adalah untuk menunjukkan bahwa perusahaan telah
menjalankan prosedur pencatatan keuangan yang seharusnya dilakukan. Ini juga menunjukkan
bahwa perusahaan memiliki kredibilitas dalam mencatat dan mengelola keuangan dengan benar.
Sehingga laporan keuangan yang dibuat pun memiliki kredibilitas karena disusun berdasarkan
neraca lajur, yang merupakan bagian dari prosedur pencatatan keuangan.

Membuat Neraca Lajur

Dalam membuat neraca lajur sebenarnya tidak banyak proses pencatatan dan penghitungan yang
dilakukan, karena tinggal memindahkan beberapa data dari pencatatan lain yang sudah ada.
Namun dalam proses memindahkan data tersebut perlu diperhatikan untuk mengecek kembali
apakah data yang tertera sudah benar. Hal ini sesuai dengan salah satu fungsi neraca lajur yaitu
untuk memeriksa kembali data dan menghindari kesalahan pencatatan keuangan.

Untuk gambaran lebih jelasnya mengenai pencatatan neraca lajur, berikut adalah proses yang
perlu dilakukan dalam membuat neraca lajur:

1. Membuat Format dan Kolom Neraca Lajur

Hal pertama yang harus dilakukan adalah membuat format dan kolom yang dibutuhkan dalam
neraca lajur. Untuk format neraca, di bagian atas harus ditulis nama perusahaan, judul “Neraca
Lajur”, dan periode pencatatan.

Sedangkan kolom yang harus dibuat berjumlah total 7 kolom, satu untuk Nama Akun dan 6
untuk golongan lajur (Neraca Saldo, Penyesuaian, Neraca Saldo Setelah Penyesuaian, Neraca,
dan Laba Rugi). Enam golongan kolom ini harus dibuat dua sisi yang menunjukkan Debet (D)
dan Kredit (K).

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 304 of 400
2. Memasukkan Data dari Neraca Saldo dan Jurnal Penyesuaian

Hal yang selanjutnya harus dilakukan adalah mengisi kolom-kolom yang telah dibuat, mulai dari
Nama Akun dan Neraca Saldo. Kolom ini diisi dengan memasukkan data dari neraca saldo yang
memuat data saldo akhir setiap akun berdasarkan pencatatan buku besar perusahaan.

Untuk kolom Penyesuaian, data dimasukkan dari jurnal penyesuaian yang telah dibuat
sebelumnya secara terpisah. Jurnal penyesuaian dibuat untuk menyesuaikan pendapatan dan
pengeluaran yang benar-benar terjadi agar dapat menunjukkan keadaan perusahaan yang
sebenarnya.

3. Menghitung Saldo yang Telah Disesuaikan

Setelah data pada kolom Neraca Saldo dan Penyesuaian terisi, selanjutnya kita perlu menghitung
saldo pada akun yang mengalami penyesuaian. Perhitungan ini dilakukan dengan menambah
atau mengurangi saldo dalam kolom Neraca Saldo dengan saldo dalam kolom Penyesuaian.

Saldo yang telah dihitung dan disesuaikan kemudian diletakkan dalam kolom Neraca Saldo
Setelah Penyesuaian. Isi saldo dalam kolom ini juga yang akan dipindahkan untuk mengisi
kolom Neraca tanpa melakukan perubahan apapun

4. Mengisi dan Menghitung Kolom Laba Rugi

Untuk mengisi kolom Laba Rugi, data yang dimasukkan berasal dari kolom sebelumnya yaitu
Neraca. Namun tidak semua data dipindahkan, hanya dari akun pendapatan dan beban-beban
saja. Data ini yang kemudian dihitung untuk mendapatkan saldo laba atau rugi perusahaan.
Setelah itu, neraca lajur pun telah selesai dibuat dan siap digunakan untuk keperluan selanjutnya.

Bentuk Neraca Lajur 6 Kolom 8 Kolom Dan 10 Kolom


Bentuk Neraca Lajur 6 Kolom 8 Kolom Dan 10 Kolom:
Neraca lajur disebut juga kertas kerja merupakan daftar yang terdiri dari beberapa kolom, dalam
akuntansi Neraca adalah bagian dari laporan keuangan suatu entitas yang dihasilkan pada suatu
periode akuntansi yang menunjukkan posisi keuangan entitas pada akhir periode tersebut. Neraca
terdiri dari tiga unsur, yaitu aset, liabilitas dan ekuitas yang dihubungkan dengan persamaan
akuntansi. Persamaan Akuntansi: Aset = liabilitas + ekuitas.

Beberapa Hal Yang Mempengaruhi Modal:


1. Penambahan Modal:
a. Investasi pemilik (investment), dan
b. Pendapatan (income). Pendapatan adalah arus masuk sumber daya ke dalam perusahaan dalam
suatu periode dari penjualan barang atau jasa.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 305 of 400
2. Pengurangan modal:
a. Penarikan atau pengambilan dana oleh pemilik/prive (owner’s withdrawals/drawing)
b. Biaya/beban yang dikeluarkan perusahaan (expenses).

Pengertian Neraca Lajur

Neraca lajur adalah suatu kertas berkolom-kolom atau berlajur-lajur yang direncanakan secara
khusus untuk menghimpun semua data akuntansi yang dibutuhkan pada saat perusahaan akan
menyusun laporan keuangan secara sistematis.

Bahwa penyusunan jurnal penyesuaian digunakan untuk persiapan menyusun neraca dan laporan
laba rugi. Dengan menyusun jurnal penyesuaian, maka perkiraan riil dan perkiraan nominal akan
menunjukkan saldo yang sebenarnya pada akhir periode akuntansi. Oleh karena itu, agar
penyusunan laporan keuangan dapat dilakukan dengan teliti dan benar, diperlukan suatu alat
yang disebut neraca lajur atau kertas kerja.

Tujuan Pemakaian Neraca Lajur

Neraca lajur disebut juga kertas kerja, merupakan suatu landasan untuk memeriksa dimana
rekening buku besar disesuaikan, diseimbangkan dan disusun menurut cara yang sesuai dengan
penyusunan rekening dalam laporan keuangan. Pemakaian neraca lajur juga dapat menunjukkan
prosedur yang perlu dilakukan untuk menyusun laporan keuangan telah dilaksanakan seluruhnya.

Neraca lajur bukan merupakan laporan keuangan maka tidak perlu diberikan kepada pihak luar
seperti kreditur, pemegang saham dan sebagainya. Perlu disadari pula neraca lajur tidak dapat
menggantikan kedudukan pencatat akuntansi atau laporan keuangan dan semata-mata hanya
merupakan alat pembantu untuk laporan keuangan.

Walaupun demikian neraca lajur ini sangat diperlukan oleh pihak manajemen perusahaan untuk
dapat melihat perkiraan-perkiraan yang terjadi dalam kegiatan perusahaan sehari-hari, sehinggas
pihak manajemen dapat mengontrol setiap pengeluaran atau biaya yang dikeluarkan perusahaan
dalam menunjuang kegiatan atau operasinya.

Tujuan penyusunan neraca lajur di antaranya sebagai berikut.


1. Untuk memudahkan penyusunan laporan keuangan.
2. Untuk menggolongkan dan meringkas informasi dari neraca saldo dan data penyesuaian,
sehingga merupakan persiapan sebelum disusun laporan keuangan yang formal.
3. Untuk mempermudah menemukan kesalahan yang mungkin dilakukan dalam membuat jurnal
penyesuaian.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 306 of 400
Bentuk - Bentuk Neraca Lajur

Bentuk Neraca Lajur yang biasanya digunakan untuk latihan adalah bentuk neraca lajur bentuk
10 kolom dan nerca lajur bentuk 12 kolom.
Berikut ini adalah bentuk neraca lajur 6 kolom, 8 kolom, dan 10 kolom:

Neraca Lajur Bentuk 6 Kolom

Neraca Lajur Bentuk 8 Kolom

Neraca Lajur Bentuk 10 Kolom

Cara Pengisisan neraca lajur 6 kolom 8 kolom dan 10 kolom:

Neraca lajur harus dilengkapi informasi mengenai nama perusahaan, neraca lajur dan periode
pembuatan neraca lajur, yang diletakkan di tengah bagian atas neraca lajur.

Kolom No
Pada kolom No akun isikan dengan nomor akun.

Kolom Nama Akun


Pada kolom Nama akun isikan dengan nama akun yang sebenarnya.

Kolom 1 dan ke-2


Merupakan kolom neraca saldo yang berisi saldo-saldo akun yang belum disesuaikan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 307 of 400
Kolom neraca saldo, diisi dengan data yang diambil dari neraca saldo yang telah dibuat
sebelumnya.
Kolom ke-3 dan ke-4
Merupakan kolom yang berisi data penyesuaian. Kolom debit dan kredit dalam data penyesuaian
bermanfaat untuk mengkaji ulang neraca lajur tersebut sekaligus untuk mengidentifikasi ayat
jurnal penyesuaian yang perlu dicatat dalam jurnal. Kolom penyesuaian, diisi dengan data
penyesuaian yang diambil dari jurnal penyesuaian yang telah dibuat sebelumnya.

Kolom ke-5 dan ke-6


Merupakan kolom yang neraca saldo akun setelah disesuaikan. Kolom ini berasal dari
penjumlahan (pengurangan) angka-angka di neraca saldo dengan angka-angka penyesuaian.
Kolom neraca saldo, nilai-nilai akun neraca saldo disesuaikan diperoleh dari neraca saldo yang
telah disesuaikan dengan data dari jurnal penyesuaian.

Kolom ke-7 dan ke-8


Merupakan kolom yang berisi laporan laba rugi. Kolom laba rugi berisi jumlah-jumlah
pendapatan dan beban yang dipindahkan dari neraca saldo setelah disesuaikan.
Kolom laba/rugi, digunakan untuk menampung seluruh akun nominal dari neraca saldo
disesuaikan. Pada baris terakhir kolom laba/rugi dilakukan perhitungan saldo laba atau saldo
rugi. Dalam hal ini berlaku ketentuan sebagai berikut:
a) Jika sisi debit lebih besar daripada sisi kredit, perusahaan memperoleh rugi. Saldo rugi dalam
kolom laba/rugi diletakkan pada sisi kredit.
b) Jika sisi kredit lebih besar daripada sisi debit, perusahaan memperoleh laba. Saldo dalam
laba/rugi diletakkan pada sisi debit.

Kolom 9 dan ke-10


Merupakan kolom yang berisi laporan perubahan ekuitas. Dalam kolom ini saldo akun modal
dan penarikan prive dimasukkan untuk menghitung perubahan ekuitas yang terjadi pada periode
tersebut.
Kolom neraca, digunakan untuk menampung seluruh akun riil dari kolom neraca saldo
disesuaikan. Sejajar dengan baris saldo laba/rugi pada kolom neraca akan diletakkan hal-hal
sebagai berikut:
a) Saldo laba pada sisi kredit.
b) Saldo rugi pada sisi debit.

Contoh Soal:
Pada tanggal 1 Agustus 2017 Perusahaan Bali Andalann berdiri, dan memulai kegiatan
perusahaan.
Adapun transaksi yang terjadi selama bulan Agustus adalah sebagai berikut:

Transaksi 1

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 308 of 400
Pemilik perusahaan menginvestasikan dananya sebagai modal awal perusahaan sebesar Rp
50.000.000,00. Pengaruh investasi ini, menambah aktiva berupa kas di sisi debet dan menambah
akun modal di sisi kredit sebesar Rp 50.000.000,00.

Transaksi 2
Perusahaan membeli tanah sebesar Rp 20.000.000,00 secara tunai. Transaksi ini akan menambah
aktiva berupa tanah dan akan mengurangi aktiva lain berupa kas sebesar Rp 20.000.000,00.

Transaksi 3
Perusahaan membeli peralatan sebesar Rp 10.000.000,00 dan perlengkapan sebesar Rp
5.000.000,00 secara kredit. Transaksi ini akan menambah akun aktiva berupa peralatan sebesar
Rp 10.000.000,00 dan perlengkapan sebesar Rp 5.000.000,00 serta menambah kewajiban berupa
utang usaha sebesar Rp 15.000.000,00.

Transaksi 4
Perusahaan menerima pendapatan jasa sebesar Rp 18.000.000,00 secara tunai. Transaksi ini akan
menambah aktiva berupa kas dan menambah modal sebesar Rp 18.000.000,00.

Transaksi 5
Selama bulan Agustus, perusahaan mengeluarkan beban-beban sebagai berikut:
Upah karyawan sebesar Rp 1.500.000,00
Sewa Gudang sebesar Rp 500.000,00
Biaya iklan sebesar Rp 250.000,00
Transaksi beban tersebut akan mengurangi kas dan modal sebesar Rp 2.250.000,00.

Transaksi 6
Perusahaan membayar sebagian utangnya kepada kreditor sebesar Rp 9.000.000,00. Transaksi ini
akan mengurangi aktiva berupa kas dan kewajiban berupa utang usaha sebesar Rp 9.000.000,00.

Transaksi 7
Perusahaan menerima pendapatan jasa sebesar Rp 20.000.000,00 yang akan diterima kemudian.
Transaksi ini akan menambah akun aktiva berupa piutang usaha dan menambah modal sebesar
Rp 20.000.000,00.

Transaksi 8
Diketahui perlengkapan yang tersisa sebesar Rp 3.500.000,00. Perlengkapan yang terpakai, yaitu
Rp 5.000.000,00 – Rp 3.500.000,00 = Rp 1.500.000,00. Transaksi ini akan mengurangi aktiva
berupa perlengkapan dan modal sebesar Rp 1.500.000,00.

Transaksi 9

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 309 of 400
Perusahaan menerima pelunasan piutang usaha (untuk transaksi nomor 7) sebesar Rp
7.500.000,00. Transaksi ini akan mengurangi aktiva berupa piutang usaha dan menambah kas
sebesar Rp 7.500.000,00.

Transaksi 10
Pemilik perusahaan mengambil uang dari kas perusahaan atau yang disebut Prive, sebesar Rp
2.500.000,00 untuk kepentingan pribadinya. Transaksi ini akan mengurangi kas dan modal
sebesar Rp 2.500.000,00.

Pengisian neraca lajur untuk transaksi diatas adalah sebagai berikut:

Kesimpulan:
Secara ringkas dapat disimpulkan bahwa neraca lajur dalam penyusunan laporan keuangan
adalah sebagai berikut:
1. Mempermudah penyusunan laporan keuangan, karena neraca lajur menyajikan saldo-saldo
rekening dan penyesuaian yang berkompeten.
2. Membantu menghindari kesalahan-kesalahan yang mungkin terjadi pada saat pemuatan
penyesuaian.
3. Memungkinkan penyusunan laporan keuangan sementara (interim), tanpa harus
menyelenggarakan jurnal penyesuaian secara formal.

F. Pendekatan, Model, dan Metode Pembelajaran


1. Pendekatan : Saintifik / Ilmiah dengan lima langkah pembelajaran yaitu
 Mengamati.
 Bertanya.
 Menalar.
 Mencoba
 dan mengomunikasikan
2. Model Pembelajaran :
 Problem Based Learning (Pembelajaran berbasis masalah)
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 310 of 400
 Discovery Learning (Penemuan)
 Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) tipe Think Pair Share
3. Metode Pembelajaran :
 Diskusi, tanya jawab, dan presentasi.

G. Kegiatan Pembelajaran
(pertemuan 1&6)
Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi
Waktu
Pendahuluan 1. Melakukan Pembukaan, dengan salam pembuka dan 15 menit
berdoa untuk memulai pembukaan
2. Memeriksa kehadiran siswa sebagai cermin sikap
disiplin
3. Menyampaikan tujuan pembelajaran yang akan dicapai
4. Melakukan apersepsi dengan mengaitkan materi dengan
kehidupan sehari-hari.
5. Siswa diminta membentuk kelompok
Inti 1. Mengamati: 235 menit
a. Siswa mengamati dokumen sumber dan dokumen
pendukung pada perusahaan jasa dengan membaca
buku teks, bahan tayang maupun sumber lain
tentang materi pokok sebagai bentuk rasa syukur
telah diberikan amanah/kemampuan oleh Tuhan
Yang Maha Esa untuk mengelola administrasi
keuangan entitas.
b. Siswa memperhatikan ilustrasi yang diberikan oleh
guru mengenai Menganalisis penyusunan neraca
saldo dalam perusahaan dagang secara perpetual
pada perusahaan dagang
2. Menanya:
Memberikan kesempatan peserta didik menanyakan hal
yang berkaitan dengan Menganalisis penyusunan neraca
saldo dalam perusahaan dagang secara perpetual pada
perusahaan dagang
3. Eksperimen/explore
Siswa mencari informasi malalui sumber buku
penunjang lain dan media digital (e-book) Menganalisis
penyusunan neraca saldo dalam perusahaan dagang
secara perpetual pada perusahaan dagang

4. Asosiasi
Siswa menghubungkan proses Menganalisis penyusunan
neraca saldo dalam perusahaan dagang secara perpetual
pada perusahaan dagang dengan aktivitas siswa di
sekolah serta penerapannya di dunia kerja yang akan
dihadapi.
5. Komunikasi
c. Siswa dalam bimbingan guru melalui diskusi, berbagi
dan saling bertukar pendapat (thinking) dengan
pasangannya masing-masing (pairing)
1. Neraca saldo dan Kegunaannya
2. Prosedur membuat neraca saldo
3. Menyiapkan neraca saldo perusahaan dagang
Penutup 1. Menyimpulkan materi yang telah disampaikan bersama- 20 menit
sama dengan siswa
2. Memberikan feedback kepada siswa
3. Menyampaikan pesan materi yang akan dipelajari pada
pertemuan berikutnya kepada siswa

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 311 of 400
4. Memberikan tugas kepada siswa
5. Berdoa menutup/mengakhiri pembelajaran
6. Mengucapkan salam

H. Penilaian Pembelajaran, Remedial dan Pengayaan


Teknik Penilaian : Tes tertulis, Tes lisan, penugasan, portofolio
Prosedur Penilaian :
No. Aspek yang dinilai Teknik Penilaian Waktu Penilaian

1. Sikap: Pengamatan Selama


1. Keseriusan dan kesiapan dalam Pembelajaran dan
pembelajaran diskusi
2. Berkomunikasi secara efektif dan
efisien
3. Beperilaku jujur, disiplin, tanggung
jawab, peduli, santun, ramah
lingkungan, gotong royong dalam
melakukan pembelajaran.
4. Menghargai kerja individu dan
kelompok dalam pembelajaran
5. Proaktif dalam melakukan kegiatan
pembelajaran.

2. Pengetahuan: a. Pengamatan a. Penyelesaian


Menjelaskan pengertian fungsi dan jenis b. Tes lisan/tulis Tugas kelompok
uang b. Penyelesaian
tugas individu
c. Penyelesaian Test
3. Ketrampilan: Pengamatan a. Penyelesaian
Mengidentifikasi jenis jenis uang tugas
b. Portofolio
c. Diskusi

Format Pengamatan :

LEMBAR PENGAMATAN
Aspek Penilaian Total
No. Nama Peserta
1 2 3 4 Skor
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
dst

Aspek Penilaian : 1. Kesesuaian materi


2. Kerjasama
3. Kemampuan berkomunikasi
4. Kemampuan beradaptasi dalam kelompok

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 312 of 400
Kriteria penskoran :
Angka 3 : baik – aktif/logis rasional
Angka 2 : cukup
Angka 1 : kurang
Skor = Skor yang diperoleh x100
Skor maksimal

Format Penilaian Teori :

Lembaran Soal
Nama : …………………………………………………………………
Kelas : …………………………………………………………………
Standar Kompetensi : …………………………………………………………………

SKOR SKOR
NO BUTIR SOAL URAIAN JAWABAN
MAKS SISWA
1 Pada tanggal 1
Agustus 2017
Perusahaan Bali
Andalann berdiri,
dan memulai
kegiatan
perusahaan.
Adapun transaksi
yang terjadi
selama bulan
Agustus adalah
sebagai berikut:

Transaksi 1
Pemilik
perusahaan
menginvestasikan
dananya sebagai
modal awal
perusahaan
sebesar Rp
50.000.000,00.
Pengaruh 100
investasi ini,
menambah aktiva
berupa kas di sisi
debet dan
menambah akun
modal di sisi
kredit sebesar Rp
50.000.000,00.

Transaksi 2
Perusahaan
membeli tanah
sebesar Rp
20.000.000,00
secara tunai.
Transaksi ini
akan menambah
aktiva berupa
tanah dan akan
mengurangi
aktiva lain berupa
kas sebesar Rp

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 313 of 400
20.000.000,00.

Transaksi 3
Perusahaan
membeli
peralatan sebesar
Rp
10.000.000,00
dan perlengkapan
sebesar Rp
5.000.000,00
secara kredit.
Transaksi ini
akan menambah
akun aktiva
berupa peralatan
sebesar Rp
10.000.000,00
dan perlengkapan
sebesar Rp
5.000.000,00
serta menambah
kewajiban berupa
utang usaha
sebesar Rp
15.000.000,00.

Transaksi 4
Perusahaan
menerima
pendapatan jasa
sebesar Rp
18.000.000,00
secara tunai.
Transaksi ini
akan menambah
aktiva berupa kas
dan menambah
modal sebesar Rp
18.000.000,00.

Transaksi 5
Selama bulan
Agustus,
perusahaan
mengeluarkan
beban-beban
sebagai berikut:
Upah karyawan
sebesar Rp
1.500.000,00
Sewa Gudang
sebesar Rp
500.000,00
Biaya iklan
sebesar Rp
250.000,00
Transaksi beban
tersebut akan
mengurangi kas
dan modal
sebesar Rp

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 314 of 400
2.250.000,00.

Transaksi 6
Perusahaan
membayar
sebagian
utangnya kepada
kreditor sebesar
Rp 9.000.000,00.
Transaksi ini
akan mengurangi
aktiva berupa kas
dan kewajiban
berupa utang
usaha sebesar Rp
9.000.000,00.

Transaksi 7
Perusahaan
menerima
pendapatan jasa
sebesar Rp
20.000.000,00
yang akan
diterima
kemudian.
Transaksi ini
akan menambah
akun aktiva
berupa piutang
usaha dan
menambah modal
sebesar Rp
20.000.000,00.

Transaksi 8
Diketahui
perlengkapan
yang tersisa
sebesar Rp
3.500.000,00.
Perlengkapan
yang terpakai,
yaitu Rp
5.000.000,00 –
Rp 3.500.000,00
= Rp
1.500.000,00.
Transaksi ini
akan mengurangi
aktiva berupa
perlengkapan dan
modal sebesar Rp
1.500.000,00.

Transaksi 9
Perusahaan
menerima
pelunasan
piutang usaha
(untuk transaksi
nomor 7) sebesar

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 315 of 400
Rp 7.500.000,00.
Transaksi ini
akan mengurangi
aktiva berupa
piutang usaha
dan menambah
kas sebesar Rp
7.500.000,00.

Transaksi 10
Pemilik
perusahaan
mengambil uang
dari kas
perusahaan atau
yang disebut
Prive, sebesar Rp
2.500.000,00
untuk
kepentingan
pribadinya.
Transaksi ini
akan mengurangi
kas dan modal
sebesar Rp
2.500.000,00
JUMLAH SKOR MAKSIMAL 100
JUMLAH SKOR DIDAPAT
NILAI SISWA = --------------------------------------- X 100
JUMLAH SKOR MAKSIMAL

Format Penilaian Praktik :

CONTOH LEMBAR PENILAIAN PRAKTIK

Pencapaian Kompetensi
No. Komponen/Subkomponen Penilaian Ya
Tidak
7,0-7,9 8,0-8,9 9,0-10
1. Persiapan Kerja: Memahami POS /
Perintah kerja
2. Proses (Sistematika & Cara Kerja)
3. Hasil Kerja
4. Sikap Kerja
s. Penggunaan alat dan bahan
t. Sikap selama bekerja
5. Waktu

Keterangan :
• Skor masing-masing komponen penilaian ditetapkan berdasarkan perolehan skor terendah
dari subkomponen penilaian.
• Dapat dinyatakan "mencapai kompetensi," jika masing-masing skor komponen ≥ 7,6

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 316 of 400
Perhitungan nilai praktik (NPK)

Nilai
Praktik
Prosentase Bobot Komponen Penilaian
(NPK)

Persiapan Proses Hasil Sikap Waktu


Kerja
Bobot (%) 10% 30% 30% 10% 20%
Skor
Komponen
NK
Keterangan :
- Bobot diisi dengan prosentase setiap komponen , besarnya prosentase dari setiap komponen
ditetapkan secara proporsionl sesuai karakteristik program keahlian
- NK = Nilai Komponen, perkalian dari bobot dengan skor komponen
- NPK = Nilai Praktik Kejuruan , penjumlahan dari hasil perhitungan nilai komponen Jenis
komponen penilaian (persiapan, proses, daril, sikap kerja, dan waktu) disesuaikan dengan
karakter program keahlian.

PENILAIAN LITERASI DALAM KBM


Penilaian Literasi
Literasi dengan Literasi dengan
No Nama Literasi Nilai Ket
Tugas Analisis
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 317 of 400
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36

Bekasi,
Guru Mata Pelajaran

..................................

INDIKATOR PENILAIAN LITERASI DALAM KBM :

Literasi :
Siswa mampu melakukan inferensi (mengembangkan pemahaman dengan menggunakan
petunjuk visual dan tulisan).
Literasi dengan Tugas :
Siswa mampu memahami materi pembelajaran/isi bacaan/konsepsi yang disajikan dalam
bacaan serta mendeskripsikannya dengan baik.

Literasi dengan Analisis :


Siswa mampu menyimpulkan materi pembelajaran atau bacaan dan dengan baik, dan
mengkomunikasikan pendapatnya terhadap materi pembelajaran atau bacaan secara verbal
dan tulisan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 318 of 400
I. Media, Alat, Bahan, dan Sumber Belajar
Media : Power Point
Alat : Komputer PC/Leptop, Proyektor, WhiteBoard,
Spidol
Sumber belajar :
a. Modul Siklus Akuntansi Perusahaan Jasa dan Perusahaan Dagang, Pengantar
Akuntansi Manufaktur
b. LKS
c. Berbagai buku yang berkaitan dengan materi tersebut
d. Artikel
e. e-book
f. Internet

Kota Bekasi, 16 Juli 2018


Diperiksa, Dibuat,
Kurikulum SMKN 8 KOTA BEKASI Guru Bidang Study

Hikmah Tuloh Sidik, S.Kom.,M.Kom Solikhatun, S.Pd


NIP. 19790710 201001 1 008 NIP. -

Ditetapkan,
Kepala Sekolah SMKN 8 KOTA BEKASI

Drs. Eden Hedi, M.M


NIP. 19680413 199512 1 004

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 319 of 400
NO.
:
DOKUMEN
RENCANA PELAKSANAAN
REVISI :
PEMBELAJARAN ( RPP )
TGL.
:
DITERBITKAN

Nama Sekolah : SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI


Mata Pelajaran : Praktik Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan
Manufaktur
Kelas/Semester : XI/1I
Alokasi Waktu : 6 Pertemuan X 45 Menit (Pertemuan Ke:1-6)

A. Kompetensi Inti
1. Pengetahuan.
 Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
 Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang pengetahuan
faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai dengan bidang dan
lingkup kerja Akuntansi dan Keuangan Lembaga pada tingkat teknis, spesifik, detil,
dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan
humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai bagian dari keluarga,
sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional, regional, dan internasional.
2. Keterampilan
 Melaksanakan tugas spesifik dengan menggunakan alat, informasi, dan prosedur kerja
yang lazim dilakukan serta memecahkan masalah sesuai dengan bidang Akuntansi
dan Keuangan Lembaga. Menampilkan kinerja di bawah bimbingan dengan mutu dan
kuantitas yang terukur sesuai dengan standar kompetensi kerja. Menunjukkan
keterampilan menalar, mengolah, dan menyaji secara efektif, kreatif, produktif, kritis,
mandiri, kolaboratif, komunikatif, dan solutif dalam ranah abstrak terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan tugas
spesifik di bawah pengawasan langsung.
B. Kompetensi Dasar
1. KD pada KI pengetahuan
3.18 Menganalisis akun-akun untuk penyusunan laporan laba/rugi, perubahan modal, neraca,
dan arus kas perusahaan dagang.
2. KD pada KI keterampilan
4.18 Menyusun laporan laba/rugi, perubahan modal, neraca, dan arus kas perusahaan dagang.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 320 of 400
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
1. Indikator KD pada KI pengetahuan
3.18.1 Menguraikan laporan laba/rugi, perubahan modal, neraca, dan arus kas perusahaan
dagang.
3.18.2 Menyususn Laporan laba/rugi, perubahan modal, neraca, dan arus kas perusahaan
dagang.
2. Indikator KD pada KI keterampilan
4.18.1 Mengidentifikasikan laporan laba/rugi, perubahan modal, neraca, dan arus kas
perusahaan dagang.
4.18.2 Membuat Laporan laba/rugi, perubahan modal, neraca, dan arus kas perusahaan
dagang.

D. Tujuan Pembelajaran
2.1 Dengan membaca buku teks maupun sumber lain (literasi) siswa dapat Menganalisis
akun-akun dalam penyusunan neraca lajur (worksheet) pada perusahaan dagang dengan
baik dan benar.
2.2 Dengan diberikan gambar/chart/bagan/video, siswa dapat Menganalisis akun-akun dalam
penyusunan neraca lajur (worksheet) pada perusahaan dagang dengan baik dan benar.
2.3 Dengan berdiskusi dan menggali informasi, siswa dapat Menganalisis akun-akun dalam
penyusunan neraca lajur (worksheet) pada perusahaan dagang dengan baik dan benar.
2.4 Dengan diberikan ilustrasi / tayangan / gambar siswa dapat Menganalisis akun-akun
dalam penyusunan neraca lajur (worksheet) pada perusahaan dagang dengan baik dan
benar.

E. Materi Pembelajaran
(Rincian dari Materi Pokok Pembelajaran)
Pertemuan Ke: 1-6
1. laporan keuangan perusahaan
adalah informasi keuangan sebuah perusahaan pada sebuah periode (misal laporan keuangan
bulanan, laporan keuangan tiga bulanan, laporan keuangan semesteran dan laporan keuangan
tahunan). Setidaknya ada 4 jenis laporan keuangan yang umum digunakan oleh perusahaan yaitu
laporan keuangan neraca (balance sheet), laporan keuangan laba rugi (income statement),
laporan arus kas (cash flow) dan laporan perubahan kepemilikan modal
Apa yang Harus Diketahui dari Laporan Keuangan
Laporan keuangan berfungsi untuk menyediakan informasi posisi keuangan, kinerja keuangan
perusahaan serta menunjukkan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan. Informasi tersebut
dapat digunakan oleh pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholder) untuk mengambil
keputusan
Jika diibaratkan, laporan keuangan itu seperti rapor anak sekolah. Angka-angka yang terdapat
dalam rapor dapat digunakan sebagai alat untuk menilai kinerja anak. Bahan penilaian dan
perbaikan untuk murid, orang tua serta gurunya. Begitupula dengan laporan keuangan, angka-

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 321 of 400
angka yang terdapat dalam laporan keuangan dapat digunakan oleh pihak manajemen, pemberi
pinjaman, investor, karyawan, pemegang saham untuk menilai kinerja perusahaan, melakukan
langkah perbaikan dan lain sebagainya.
Laporan keuangan harus dibuat dengan standar tertentu, sehingga laporan keuangan perusahaan
dapat mudah dipahami, relevan, handal dan dapat digunakan oleh seluruh pihak yang
berkepentingan. Salah satu fungsi laporan keuangan yang cukup penting adalah sebagai bahan
untuk perbandingan. Contoh perbandingannya:
Laporan Laba/Rugi
Periode 1 Januari – 31 Desember 2016
Industri Perusahaan Konstruksi
(disajikan dalam satuan Juta Rupiah)

PT A PT B PT C

Penjualan 16.458.884 15.668.832 23.788.323

COGS -14.003.354 -13.441.729 -19.820.484

Gross Profit 2.455.529 2.227.103 3.967.839

Operating Expenses -487.330 -148.099 -788.283

EBIT 1.968.199 2.079.003 3.179.556

Net Income 1.023.369 1.011.827 1.713.262

Dari data di atas, Anda sudah dapat melakukan perbandingan bukan, coba jawab:
Perusahaan mana yang memiliki penjualan terbesar ditahun 2016?
Perusahaan mana yang penghasilan bersih (net income) terbesar di tahun 2016?
Jika Anda mempelajari analisis laporan keuangan perusahaan, Anda dapat mengetahui
perusahaan mana yang bekerja paling efektif di tahun 2016?
dan lain sebagainya.
4 Jenis Laporan Keuangan Perusahaan dan Contoh Laporan Keuangan Perusahaan
Berbicara mengenai laporan keuangan perusahaan terdapat empat jenis laporan keuangan, yaitu:
1. Laporan laba/rugi (income statement)
2. Laporan keuangan neraca (balance sheet)
3. Laporan arus kas (cash flow)
4. Laporan perubahan ekuitas (a statement of changes in equity)

Sifat Laporan Keuangan


Laporan keuangan perusahaan harus ditampilkan secara kualitatif dan kuantitatif dengan
memiliki karakteristik seperti:

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 322 of 400
a. Relevan
Sebuah laporan keuangan dianggap relevan dan sesuai ketika laporan yang disajikan mampu
membuat pengambil keputusan dalam sebuah perusahaan menentukan kebijakan baru yang
digunakan untuk meningkatkan pendapatan dan memperbaiki aspek lainnya.
b. Handal
Sebuah laporan keuangan dinyatakan handal ketika pembuat laporan keuangan memberikan
informasi yang handal dan tepat sasaran. Terdapat 3 kriteria handal disini yaitu : jujur, dapat
diverifkasi dan netral atau tidak berpihak pada kepentingan manapun.
c. Mudah Dimengerti
Sebuah laporan keuangan perlu disusun dengan baik sehingga segala bentuk transaksi yang
tercatat didalamnya bisa lebih dimengerti oleh setiap pemimpin divisi yang ada di perusahaan
bersangkutan. Ketika laporan bisa terbaca dengan jelas, strategi yang digunakan untuk
perencanaan penjualan ke depan juga makin jelas.
d. Unsur Perbandingan
Sebuah laporan keuangan perlu memiliki informasi yang lengkap dan tepercaya sehingga laporan
yang diberikan pada pihak pengambil keputusan dari perusahaan bersangkutan bisa menjadi
perbandingan apa saja yang harus diperbaiki untuk pelaporan keuangan ke depan termasuk
strategi untuk pemasaran produk.
Isi Laporan Keuangan
Dalam menyusun sebuah laporan keuangan, isi yang dimasukkan kedalamnya tentu
membutuhkan penelitian dan penyusunan yang tepat. Berikut adalah isi dari laporan keuangan.
a. Laporan Laba Rugi
Laporan keuangan perusahaan yang dibuat harus berisi laporan laba rugi yang diperoleh dari jual
beli produk atau jasa yang dilakukan perusahaan bersangkutan. Laporan laba rugi nantinya
diperlukan untuk menghitung berapa efisiensi kinerja yang sudah tercapai dan menerapkan
strategi bagaimana laba perusahaan bisa ditingkatkan di periode yang berikutnya.
b. Laporan Cash In dan Cash Out
Laporan keuangan juga berisi laporan kas masuk dan kas keluar. Laporan ini umumnya berisi
transaksi keuangan yang dilakukan sebuah perusahaan selama periode tertentu. Untuk laporan
kas masuk biasanya berisi pendapatan kotor yang diperoleh dari penjualan jasa dan produk.
Sedangkan untuk arus kas keluar bisa berisi laporan pembayaran pengeluaran tetap atau variable
per bulan seperti biaya listrik, perawatan inventaris di perusahaan, biaya telepon, dan lainnya.
c. Laporan Arus Kas atau Cash Flow
Laporan cash flow adalah kombinasi yang memasukkan cash in dan cash out secara
berkesinambungan dan digunakan untuk mengetahui apakah laporan keuangan antara cash in dan
cash out sudah benar-benar sesuai atau tidak. Laporan cash out juga bias digunakan untuk
mengetahui secara tidak langsung, dana yang tersisa masih dalam kondisi aman atau tidak.
d. Laporan Perubahan Ekuitas
Setiap perusahaan wajib menyertakan laporan perubahan ekuitas, di mana laporan ini berisi
laporan perubahan aktiva ataupun modal yang diberikan di awal hingga di akhir periode laporan.
e. Laporan Neraca Total atau Buku Besar
RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 323 of 400
Segala jenis transaksi keuangan yang berlangsung dalam sebuah perusahaan kemudian
dirangkum ke dalam sebuah neraca yang menyajikan segala jenis transaksi beserta buktinya.

Tujuan Laporan Keuangan


Laporan keuangan perusahaan dibuat sebagai bentuk pertanggungjawaban kepada pihak-pihak
yang terkait dalam usaha, baik itu pihak internal maupun eksternal. Sebuah perusahaan akan
sangat membutuhkan laporan keuangan yang disajikan secara lengkap sebagai laporan
pertanggungjawaban dari semua divisi atas pengelolaan perusahaan.

Fungsi Laporan Keuangan


Laporan keuangan bukan hanya suatu bentuk pertanggungjawaban. Laporan ini juga memiliki
berbagai macam fungsi seperti membantu pihak manajemen mengetahui resiko keuangan,
membantu seluruh pihak perusahaan untuk mengetahui kondisi keuangan, menilai persentase
laba yang bisa dicapai, hingga membuat perencanaan bisnis.

Komponen Laporan Laba Rugi: Laba Kotor vs Laba Bersih


Istilah Laba Kotor dan Laba Bersih sebagai salah satu komponen Laporan Laba Rugi seringkali
membingungkan banyak orang terutama pelaku bisnis. Tak jarang orang-orang
mencampuradukkan makna dari kedua istilah tersebut. Dan jelas kedua istilah tersebut memiliki
definisi dan fungsi yang berbeda. Umumnya, bisnis atau perusahaan menggunakan kedua istilah
ini untuk menggambarkan rasio keuangan dan margin profit.

Biasanya, bisnis atau perusahaan menggunakan istilah pendapatan kotor dan Laba Kotor secara
bergantian. Ini berarti bahwa menurut bisnis, Laba Kotor adalah jumlah penjualan bersih setelah
dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP). Dengan kata lain, ini adalah jumlah laba atau
pendapatan yang tersisa setelah semua biaya pembuatan produk telah dipertanggungjawabkan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 324 of 400
Jenis biaya seperti biaya penjualan, administrasi, atau pajak tidak tidak termasuk dalam
perhitungan Laba Kotor. Bisnis menggunakan Laba kotor untuk menghitung jumlah sisa
pendapatan yang dapat digunakan untuk membayar biaya-biaya tersebut.
Sebagai contoh sederhananya, PT Agus Semesta memiliki data Laporan Laba Rugi sebagai
berikut:

Penjualan Bersih: Rp95.000.000


HPP: Rp30.000.000
Biaya Administrasi: Rp15.000.000
Biaya Penjualan atau Pemasaran: Rp20.000.000
Pajak-Pajak: Rp5.000.000
Mengacu pada data tersebut, Laba Kotor dari perusahaan tersebut adalah Rp65.000.000
(Penjualan Bersih – HPP). Seperti yang disebutkan sebelumnya, Biaya Administrasi, Biaya
Penjualan atau Pemasaran, dan Pajak-Pajak tidak termasuk dalam perhitungan Laba kotor. Hal
ini dikarenakan ketiga jenis biaya tersebut nantinya akan masuk ke dalam perhitungan Laba
Bersih.

Definisi Laba Bersih (Net Income)

Bagi bisnis, Laba Bersih adalah jumlah pendapatan setelah dikurangi total biaya-biaya di luar
HPP. Dengan kata lain, Laba Bersih mengukur jumlah laba yang tersisa dalam bisnis setelah
semua biaya telah dibayarkan dalam suatu periode. Laba Bersih dapat disimpan oleh perusahaan
dalam akun Laba Ditahan atau dapat didistribusikan kepada pemegang saham dalam bentuk
dividen.

Terkadang, perusahaan atau bisnis juga menggunakan term lain dalam istilah Laba Bersih. Term
tersebut adalah Laba Sebelum Pajak, Laba Sebelum Bunga dan Pajak, atau Laba Sebelum
Bunga, Pajak, dan Depresiasi. Prinsipnya, term-term tersebut sesuai dengan konteks masing-

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 325 of 400
masing kalimat. Sebagai contoh, Laba Sebelum Bunga dan Pajak berarti Laba Bersih sebelum
dikurangi biaya bunga dan pajak, dan seterusnya. Perbedaan term tersebut biasa dipakai
manajemen atau investor dalam menimbang keputusan bisnis melalui berbagai perhitungan
Rasio Keuangan.

Masih mengacu pada contoh data Laporan Laba Rugi sebelumnya, maka jumlah Laba Bersih PT
Agus adalah Rp25.000.000 (Laba Kotor – (Biaya Administrasi + Biaya Penjualan atau
Pemasaran + Pajak-Pajak)).

Setelah mengetahui definisi dari Laba Kotor dan Laba Bersih, maka Anda juga bisa mengetahui
perbedaan dan fungsi dari Laba Kotor dan Laba Bersih. Bisnis menggunakan istilah Laba Kotor
untuk menunjukkan jumlah pendapatan yang tersisa pada akhir periode yang dapat digunakan
untuk menutup biaya operasional (Biaya Admin, Penjualan atau Pemasaran, dan lainnya). Dan
Ini adalah jumlah pendapatan setelah semua HPP dibayarkan. Biasanya, Laba Kotor digunakan
dalam formulasi Rasio Keuangan Margin Laba Kotor (Gross Profit Margin) dan Rasio Keuangan
lainnya.
Bisnis menghitung Laba Bersih mereka pada akhir tahun dengan mengurangi semua biaya
operasi dari Laba Kotor. Laba Bersih dilaporkan di bagian bawah (Bottom Line) Laporan Laba
Rugi. Nilai dari Laba Bersih juga digunakan dalam berbagai formulasi Rasio Keuangan seperti
Rasio Laba per Saham (Earning per Share), Margin Laba bersih (Net Profit Margin), dan
lainnya. Justifikasi Perbedaan Antara Laba Bersih dan Laba Kotor.
2. Pencatatan Buku Besar dan Buku Tambahan
a. Buku Besar (Ledger)
Untuk memudahkan menyusun informasi yang akan diberikan kepada pihak-pihak yang
memerlukannya terutama pimpinan perusahaan rnaka perkiraan-perkiraan yang sudah dihimpun
didalam buku harian tersebut harus pula dipisah-pisahkan atau digolongkan menurut jenisnya.
Menggolongkan perkiraan menurut jenis perkiraan tersebut dinamakan menyusun buku besar
besar itu merupakan penggolongan perkiraan menurut jenisnya.
Jumlah buku besar yang dimiliki perusahaan tergantung pada banyaknya jenis perkiraan yang
ditimbulkan oleh transaksi-transaksi perusahaan tersebut, karena masing-masing jenis besarnya
sendiri- sendiri.
Judul kolom yang mengidentifikasikan perkiraan buku besar menampilkan: Tanggal, Kolom
item, Kolom debet, berisi jumlah yang didebet, dan Kolom kredit, berisi jumlah yang dikredit.
Pemindah bukuan perkiraan memiliki buku berarti memindahkan jumlah dari jurnal kedalam
perkiraan yang sesuai dalam buku besar. Debet dalam jurnal dipindahkan sebagai debet dibuku
besar, dan kredit dalam jurnal dipindahkan sebagai kredit dalam buku besar.

b. Buku Tambahan (Sub Ledger)


Beberapa perkiraan memerlukan penjelasan secara terperinci untuk mendukung pas-pas Neraca
dan Perhitungan Laba-Rugi. Pada perkiraan piutang diperlukan penjelasan kepada siapa kita
berpiutang (nama langganan) dan berapa saldo masing-masing langganan. Pada perkiraan hutang

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 326 of 400
diperlukan penjelasan kepada siapa kita berhutang (nama kreditur) dan berapa saldo masing-
masing kreditur.
Untuk mengetahui perubahan saldo dari tiap-tiap langganan/ kreditur dibukalah perkiraan untuk
tiap langganan/kreditur. Kumpulan yang dari terpisah perkiraan ini disebut buku besar tambahan
(buku tambahan) . Perkiraan masing-
masing langganan yang membentuk buku besar tambahan disebut buku besar langganan (buku
besar piutang). Demikian juga perkiraan masing-masing kreditor yang membentuk buku besar
tambahan disebut buku besar kreditor (buku besar hutang).
Perkiraan piutang dalam buku besar umum merupakan ikhtisar dari perkiraan-perkiraan buku
besar tambahan, sehingga perkiraan piutang itu disebut perkiraan kontrol (Controlling accounts)
yang mengontrol buku besar piutang. Demikian juga halnya dengan perkiraan hutang.
Sumber pencatatan buku tambahan adalah dari buku controlling (perincian) piutang dan hutang
tahun lalu dan transaksi.

NERACA LAJUR.
Setelah seluruh transaksi selama periode dibukukan di buku besar, dihitung. Setiap saldo masing-
masing perkiraan dapat perkiraan akan memiliki saldo debet, kredit, atau nol. Neraca saldo
adalah suatu daftar dari saldo-saldo perkiraan ini, dan karenanya menunjukkan apakah total
debet sama dengan total kredit. Jadi suatu neraca saldo merupakan suatu alat untuk mengecek
atas kecermatan pencatatan dan pembukuan.
Dalam neraca saldo terdapat hampir semua perkiraan pendapatan dan beban perusahaan.
Dikatakan hampir semua, karena masih ada pendapatan dan beban yang mempunyai pengaruh
lebih dari satu periode akuntansi. Itulah sebabnya neraca ini disebut dengan neraca saldo yang
belum disesuaikan. Untuk itu diperlukan jurnal penyesuaian.
Jurnal penyesuaian adalah ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode untuk menempatkan
pendapatan pada periode dimana pendapatan tersebut dihasilkan dan beban pada periode dimana
beban itu terjadi.
Jurnal penyesuaian akan membuat pengukuran laba periode tersebut lebih akurat dan
memperbaharui perkiraan Aktiva dan Kewajiban sehingga memiliki nilai sisa yang tepat bagi
laporan keuangan. Dengan kata lain, melalui jurnal penyesuaian dapat ditimbulkan perkiraan
yang tidak kelihatan.

Perkiraan-perkiraan yang memerlukan penyesuaian antara lain ialah:


1. Biaya-biaya yang masih harus dibayar
2. Pendapatan yang masih harus diterirna
3. Biaya-biaya yang dibayar lebih dahulu
4. Pendapatan yang diterima lebih dahulu
5. Penyusutan bangunan, mesin-mesin dan lain-lain
6. Pemakaian perlengkapan (office supplies dan store supplies)
7. Kemungkinan piutang tidak dapat tertagih
8. Persediaan Barang dagangan.

RPP Praktikum Akuntansi Perusahaan Jasa, Dagang dan Manufaktur SMK NEGERI 8 KOTA BEKASI Page 327 of 400
LAPORAN KEUANGAN.
Cara penyiapan laporan keuangan yang terbaik adalah mempersiapkan laporan laba rugi terlebih
dahulu, disusul dengan laporan perubahan posisi keuangan dan terakhir adalah neraca. Elemen
penting yang harus ada dalam laporan keuangan adalah: nama perusahaan, nama laporan, tanggal
atau periode yang dicakup laporan, rangka laporan tersebut.

JURNAL PENUTUP.
Jurnal Penutup ialah ayat jurnal yang memindahkan nilai sisa pendapatan, beban, dan
pengambilan pribadi dari masing-masing perkiraan ke dalam perkiraan modal.
Pendapatan yang akan menambah modal pemilik dan beban serta pengambilan pribadi akan
mengurangi modal pemilik. Pada saat ayat penutup dipindah bukukan maka perkiraan modal
akan menyerap dampak dari nilai sisa perkiraan sementara tersebut. Walau demikian, pendapatan
dan beban akan dipindahkan terlebih dahulu kedalam perkiraan yang bernama Ikhtisar Laba
Rugi, yang akan mengumpulkan jumlah total debet dari seluruh jumlah beban dan total kredit
dari seluruh jumlah pendapatan pada periode tersebut. Perkiraan Ikhtisar lata rugi merupakan
suatu "tempat penyimpanan" sementara yang akan digunakan pada proses penutupan. Kemudian
nilai sisa dari Ikhtisar laba rugi tersebut akan dipindahkan kedalam modal. Langkah-langkah
penutupan perkiraan suatu perusahaan adalah sebagai berikut:
Mendebet setiap perkiraan Pendapatan sebesar nilai sisa kreditnya. Mengkredit Ikhtisar laba rugi
sebesar jumlah total pendapatan. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total pendapatan kedalam
sisi kredit dari Ikhtisar laba rugi.
Mengkredit setiap perkiraan beban sebesar nilai sisa debetnya. Mendebet Ikhtisar laba rugi
sebesar jumlah total beban. Ayat jurnal ini memindahkan jumlah total beban ke dalam sisi debet
dari Ikhtisar laba rugi.
Mendebet Ikhtisar laba rugi sebesar nilai sisa kreditnya dan mengkredit perkiraan modal.
Mengkredit perkiraan Pengambilan Pribadi sebesar nilai sisa debetnya. Mendebet perkiraan
modal pemilik perusahaan.

NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN.


Siklus akuntansi akan berakhir dengan neraca saldo setelah penutupan. Neraca saldo setelah
penutupan adalah pengujian terakhir mengenai ketepatan penjurnalan dan pemindah bukuan ayat
jurnal penyesuaian dan penutupan. Seperti halnya neraca saldo yang terdapat pada awal
pembuatan neraca lajur, neraca saldo setelah penutupan adalah daftar seluruh perkiraan dengan
nilai sisanya. Langkah ini dilakukan untuk meyakinkan bahwa buku