Anda di halaman 1dari 32

JOBSHEET - 1

CLEANING OUTDOOR DAN INDOOR UNIT AC

Oleh
Moh. Aris As’ari S.Pd
NIP. 19840113 201001 1 007

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PENDINGINAN DAN TATA UDARA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 KOTA CIREBON

2009
Standar Kompetensi Memelihara kompresor peralatan refrijerasi
Kompetensi Dasar Melaksanakan pemeriksaan dalam rangka pemeliharaan kompresor peralatan
refrijerasi
Indikator 1. Siswa mengetahui komponen-komponen refrigerasi pada Outdoor dan Indoor
Unit AC
2. Siswa dapat melakukan standar proses cleaning Outdoor dan Indoor Unit AC
Alokasi Waktu 4 x 45 menit

Teori Singkat :

Gambar di bawah merupakan contoh Lay Out AC Split!

(Courtesy of Trane : Split AC, Basic Cycle)

AC Split merupakan salah satu mesin pendingin untuk penggunaan skala menengah,
sedangkan untuk skala besar biasanya menggunakan Split Duct atau AC Central/Chiller. Fungsi AC
adalah untuk mengkondisikan udara sesuai dengan apa yang kita inginkan. Biasanya
pengkondisian udara meliputi temperatur dan kelembapan udara (RH). Pada praktiknya, AC hanya
digunakan untuk mengatur temperatur. Untuk AC yang dapat mengatur kelembapan udara,
biasanya dilengkapi dehumidifier.

Kebanyakan AC menggunakan Refrigeran 22 atau MC-22 untuk hydrocarbon. AC dilengkapi


remote untuk mengatur indoor unit.
Gambar outdoor unit AC dan condensing unit

Outdoor unit berisi komponen condensing unit yang diantaranya kompresor, accumulator,
discharge line, fan, condenser, receiver tank dan komponen kelistrikan kompresor.

Gambar indoor unit AC

Indoor unit berisi evaporator, thermostat, XV, blower, filter, komponen sensor serta komponen
kelistrikan.

Alat dan Bahan :


1. Satu unit AC Split
2. Obeng + dan Obeng –
3. Cleaning set AC
4. Thermometer
5. Manifold Gage
6. Tangga
7. Tang Ampere

Keselamatan Kerja :
1. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2. Pakaian yang diizinkan untuk praktek adalah pakaian kerja.
3. Selalu matikan dan lepaskan source plug unit dari sumber tegangan ketika akan memulai
pekerjaan.
4. Insulasi kelistrikan pada indoor dan outdoor unit.
5. Periksa rangkaian kelistrikan sebelum menjalankan unit.

Langkah Kerja :
A. Outdoor unit
1. Siapkan semua peralatan yang akan dibutuhkan dalam praktik.
2. Sebelum unit dimatikan, ukur dan catat terlebih dahulu :
 Arus starting dan running kompresor
 Tekanan suction
 Temperatur udara yang masuk ke kondenser
 Temperatur udara yang keluar dari kondenser
 Temperatur liquid line
 Temperatur suction line
 Temperatur evaporator
 Temperatur suction
 Temperatur udara masuk evaporator (setting temp. 16°C)
 Temperatur udara keluar evaporator (setting temp. 16°C)
3. Matikan unit dan lepaskan source plug dari sumber tegangan.
4. Lepaskan casing outdoor unit dan insulasi kelistrikannya.
5. Bersihkan sirip-sirip condenser dengan air.
6. Keringkan condenser sebelum memasang unit.
7. Pasang kembali casing
8. Siapkan semua peralatan yang akan dibutuhkan dalam praktik.
9. Matikan unit dan lepaskan source plug dari sumber tegangan.
10. Lepaskan casing indoor unit dan insulasi kelistrikannya.
11. Bersihkan sirip-sirip evaporator dengan air.
12. Lepas filter dan bersihkan dengan air.
13. Keringkan unit sebelum dipasang.
14. Instalasi unit setelah semua terpasang, jalankan AC dan ukur dan catat kembali :
 Arus starting dan running kompresor
 Tekanan suction
 Temperatur udara yang masuk ke kondenser
 Temperatur udara yang keluar dari kondenser
 Temperatur liquid line
 Temperatur suction line
 Temperatur evaporator
 Temperatur udara masuk evaporator (setting temp. 16°C)
 Temperatur udara keluar evaporator (setting temp. 16°C)
15. Bereskan semua peralatan dan kembalikan pada tempat semula.
16. Buatlah laporan kegiatan praktikum.

Tabel hasil Praktikum :

Data Unit Hasil Pengukuran


Sebelum Cleaning Sesudah Cleaning
Arus Start Kompresor
Arus Running Kompresor
Temperatur udara yang masuk ke kondenser
Temperatur udara yang keluar dari kondenser
Temperatur input condenser
Temperatur liquid line
Temperatur evaporator
Temperatur suction
Tekanan suction
Temperatur udara masuk evaporator (setting temp.
16°C)
Temperatur udara keluar evaporator (setting temp.
16°C)
Kesimpulan

Pertanyaan

1. Mengapa udara yang masuk dan keluar dari evaporator bisa berbeda?
2. Mengapa udara yang masuk dan keluar dari kondenser bisa berbeda?
3. Mengapa temperatur evaporator berbeda dengan temperatur suction?
4. Mengapa temperatur kondenser berbeda dengan temperatur liquid line?
5. Berapakah standar tekanan suction yang menggunakan R-22!

Jawaban

Mengetahui / Menyetujui, Cirebon, ..................................


Instruktur Praktikan

............................................................ ............................................................
NIP. NIS.
JOBSHEET - 2
VACUUM UNIT REFRIGERASI

Oleh
Moh. Aris As’ari S.Pd
NIP. 19840113 201001 1 007

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PENDINGINAN DAN TATA UDARA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 KOTA CIREBON

2009
Standar Kompetensi Memelihara kompresor peralatan refrijerasi
Kompetensi Dasar Melaksanakan pemeriksaan dalam rangka pemeliharaan kompresor peralatan
refrijerasi
Indikator 1. Siswa dapat mengetahui fungsi dan peralatan vacuum
2. Siswa dapat melaksanakan proses pemvakuman pada unit pendingin
Alokasi Waktu 4 x 45 menit

Teori Singkat :

Pompa Vacuum

Fungsi pemvakuman adalah untuk menurunkan tekanan suatu sitem di bawah tekanan
atmosfer. Pada kondisi ini gas-gas yang tak terkondensasi dalam sistem akan dibuang, demikian
pula uap air yang terkandung. Semua gas tersebut harus dibuang, karena dapat mengganggu
kinerja sistem, selain itu juga menyita tempat dalam sistem. Selain itu, gas-gas selain refrigeran di
dalam sistem akan menyebabkan kerja kompresor lebih besar dari yang diperlukan.
Prinsip kerja pompa vakum adalah menyedot semua gas yang ada di dalam sistem, dengan
demikian semua partikel yang ada pun ikut tertarik. Proses ini terus dilakukan hingga tekanan
sistem mencapai tekanan di bawah tekanan atmosfer mendekati vakum (-1 atm atau 30 in.Hg vac).
Berikut ini dampak adanya udara dan uap air di dalam sistem:
1. Uap air dapat mengakibatkan terjadinya penyumbatan disaluran pipa kapiler atau dryer bila
membeku menjadi es.
2. Udara yang terjebak di saluran bertekanan tinggi di condenser dapat menyebabkan kenaikan
tekanan kondensing yang membahayakan kompresor.
3. Uap air dapat bereaksi dengan refrigerant bila memdapat pemanasan. Hasilnya adalah senyawa
asam hidrofluorik dan hidroklorik yang mengakibatkan kontaminasi pada sistemnya.
4. Uap air dapat bereaksi dengan lubricant sehingga megubah karakteristik lubricant karena
oksidasi dan acidic.
5. Uap air menyebabkan terjadinya oksidasi.
6. Uap air dapat mempertebal lapisan pipa bagian dalam, sehingga menyebabkan efek
penyempitan pipa.
7. Uap air akan menyebabkan hidrolisis bila bereaksi dengan bahan isolasi sistetis.

Alat dan Bahan :


1. Satu unit lemari es
2. Thermometer
3. Manifold Gage
4. Pompa Vacuum

Keselamatan Kerja :
1. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2. Pakaian yang diizinkan untuk praktek adalah pakaian kerja.
3. Selalu matikan dan lepaskan source plug lemari es dari sumber tegangan ketika akan memulai
pekerjaan.
4. Periksa level oli pada pompa vacuum sebelum menjalankannya.
Gambar Kerja :

Langkah Kerja :

1. Siapkan semua peralatan yang akan dibutuhkan dalam praktik.


2. Sebelum unit dimatikan, ukur dan catat terlebih dahulu :
 Temperatur kompresor
 Tekanan sistem pada sisi suction
3. Matikan unit lemari es dan lepaskan source plug dari sumber tegangan.
4. Masukan selang tekanan rendah (biru) manifold gage pada katup service suction.
5. Masukan selang tekanan tinggi (merah) manifold gage pada katup service discharge (jika ada).
6. Masukan selang kuning (selang service) pada manifold gage pada pompa vacum.
7. Buka semua keran pada manifold gage semaksimal mungkin.
8. Jalankan pompa vacuum dan perhatikan tekanan pada manifold gage.
9. Standar waktu pemvakuman bergantung ukuran sistem, untuk lemari es di bawah ¼ HP
biasanya berkisar 15 - 30 menit. Sedangkan tekanan sistem yang divakum mendekati 30 in.Hg.
10. Setelah pemvakuman selesai, tutup semua keran setelah itu matikan pompa vacuum.
11. Tunggu 15-30 menit dan perhatikan tekanan pada manifold gage.
12. Setelah 15-30 menit, copot semua selang dan rapikan kembali peralatan.
13. Ukur dan catat kembali :
 Temperatur kompresor
 Tekanan sistem pada sisi suction
14. Bereskan semua peralatan dan kembalikan pada tempat semula.
15. Buatlah laporan kegiatan praktikum.

Tabel hasil Praktikum :

Data Unit Hasil Pengukuran


Sebelum Pemvakuman Setelah Pemvakuman
Temperatur kompresor
Tekanan unit
Kesimpulan

Pertanyaan

1. Mengapa temperatur kompresor berbeda antara sebelum dan sesudah pemvakuman?


Jelaskan!
2. Jika suatu ruangan yang dilengkapi AC kita vacuum hingga 30 in.Hg Vac, apakah akan terjadi
bunga es/kondensasi di evaporator?
3. Mengapa perlu menunggu 15-30 menit setelah proses pemvakuman?
4. Mengapa ketika proses vakum selesai, maka yang dilakukan terlebih dahulu adalah menutup
keran manifold gage baru mematikan pompa vacuum nya? Apakah diperbolehkan melakukan
proses sebaliknya?

Jawaban

Mengetahui / Menyetujui, Cirebon, ..................................


Instruktur Praktikan

............................................................ ............................................................
NIP. NIS.
JOBSHEET - 3
PENGECEKAN KEBOCORAN UNIT REFRIGERASI

Oleh
Moh. Aris As’ari S.Pd
NIP. 19840113 201001 1 007

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PENDINGINAN DAN TATA UDARA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 KOTA CIREBON

2009
Standar Kompetensi Memelihara kompresor peralatan refrijerasi
Kompetensi Dasar Melacak gangguan pada kompresor peralatan refrijerasi
Indikator 1. Siswa dapat mengetahui fungsi dan peralatan untuk cek kebocoran
2. Siswa dapat melaksanakan proses untuk cek kebocoran
Alokasi Waktu 4 x 45 menit

Teori Singkat :

Halide Leak Detector dan Electronic Leak Detector

Bocor pada sistem pemipaan refrigerasi merupakan bisa menjadikan gangguan yang dapat
menggagalkan kerja sistem dan yang paling banyak dialami oleh unit refrigerasi/AC. Tanpa
menghiraukan bagaimana dan penyebab terjadinya kebocoran pada sistem, yang sudah pasti,
adalah efek yang dapat timbul yang disebabkan oleh bocornya unit refrigerasi/AC, yaitu :
a. Hilangnya sebagian atau bahkan mungkin seluruh isi refrigeran charge.
b. Memungkinkan udara dan uap air masuk ke dalam sistem pemipaan refrigerasi.
Ada dua metoda yang dapat digunakan untuk memeriksa kebocoran, yaitu
a. Pressure Test Method
Metode melacak kebocoran menggunakan Pressure Test Method adalah mengisikan inert gas ke
dalam sistem refrigerasi hingga mencapai tekanan tertentu dan kemudian melacak lokasi
kebocoran dengan alat pendeteksi kebocoran. Gas yang digunakan untuk Pressure Test adalah
refrigerant yang sesuai dengan sistemnya tetapi untuk ekonomisnya maka dapat dilakukan dengan
menggunakan gas nitrogen kering atau campuran antara refrigeran dan gas nitrogen kering. Alat
pendeteksi kebocoran diantaranya :
 Menggunakan busa sabun (Bubble test).
 Halide Leak Detector adalah alat pelacak kebocoran dengan menggunakan halide torch.
Biasanya halide torch ini menggunakan gas buatan yang berwarna biru. Bila ia mencium adanya
gas bocor maka warnanya berubah menjadi kehijau-hijauan.
 Electronic leak detector adalah pelacak kebocoran secara elektronik. Bila ia mendeteksi adanya
kebocoran gas maka ada indikator yang akan menunjukkan dapat berupa suara atau secara
visual. Zat pewarna atau Colored tracing agen.
b. Vacuum Method
sistem maka pada vacuum test sistemnya dibuat menjadi bertekanan negatif ( vacuum ). Untuk
membuat vacuum, digunakan alat khusus yang disebut : pompa vacuum atau vacuum pump.
Pompa vakum ini akan menghisap gas yang ada didalam sistem sampai mencapai tingkat
kevakuman tinggi. Kemudian sistemnya dibiarkan dalam keadaan tersebut selama lebih kurang 12
jam. Adanya kebocoran dalam salah satu lokasi akan menyebabkan tingkat kevakumannya turun.
Bila menjumpai keadaan seperti itu maka sistemnya harus diperiksa dengan metoda pressure test
lagi untuk memastikan lokasi bocornya.

Alat dan Bahan :


1. Satu unit lemari es
2. Busa sabun
3. Refrigeran 134a
4. Pompa Vacuum
5. Manifold gage

Keselamatan Kerja :
1. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2. Pakaian yang diizinkan untuk praktek adalah pakaian kerja.
3. Periksa level oli pada pompa vacuum sebelum menjalankannya.

Langkah Kerja :
a. Vacuum method
1. Siapkan semua peralatan yang akan dibutuhkan dalam praktik.
2. Matikan unit lemari es dan lepaskan source plug dari sumber tegangan.
3. Pasang selang tekanan rendah (biru) manifold gage pada katup service suction.
1. Mas Pasang ukan selang tekanan tinggi (merah) manifold gage pada katup service discharge
(jika tidak ada, maka ditutup saja).
4. Pasang selang kuning (selang service) pada manifold gage pada pompa vacum.
5. Buka semua keran pada manifold gage semaksimal mungkin.
6. Jalankan pompa vacuum dan perhatikan tekanan pada manifold gage.
7. Standar waktu pemvakuman bergantung ukuran sistem, untuk lemari es di bawah ¼ HP
biasanya berkisar 15 - 30 menit. Sedangkan tekanan sistem yang divakum mendekati 30 in.Hg.
8. Setelah pemvakuman selesai, tutup semua keran setelah itu matikan pompa vacuum.
9. Tunggu 15-30 menit dan perhatikan tekanan pada manifold gage.
b. Pressure test method
2. Siapkan semua peralatan yang akan dibutuhkan dalam praktik.
3. Patikan unit dalam keadaan vakum.
4. Pasang selang tekanan rendah (biru) manifold gage pada katup service suction.
5. Pasang selang tekanan tinggi (merah) manifold gage pada katup service discharge (jika tidak
ada, maka ditutup saja).
6. Pasang selang kuning (selang service) pada manifold gage pada tabung refrigeran.
7. Buka keran pada tabung refrigeran sedikit saja.
8. Jalankan unit, dan buka keran tekanan rendah sedikit saja dan tutup. Lakukan berulang-ulang
sampai sistem bertekanan 5 psi.
9. Tutup refrigeran dan keran tekanan rendah dan kemudian lepaskan selang tekanan rendah dari
katup service suction.
10.Tempelkan busa sabun pada daerah pemipaan yang kritis, seperti sambungan pipa dan katup
service.

Tabel hasil Praktikum :

a. Vacuum method
Data Unit Hasil Pengukuran
Sebelum Pemvakuman Setelah Pemvakuman
Tekanan Unit

b. Pressure test method


Lokasi yang diamati Hasil Pengamatan Kebocoran
Ada Tidak
Kesimpulan

Pertanyaan

1. Mengapa ketika terjadi kebocoran, maka tekanan unit yang sudah divakum akan naik!
2. Mengapa alat deteksi kebocoran yang paling sering digunakan adalah air sabun?

Jawaban

Mengetahui / Menyetujui, Cirebon, ..................................


Instruktur Praktikan

............................................................ ............................................................
NIP. NIS.
JOBSHEET - 4
CHARGING UNIT REFRIGERASI

Oleh
Moh. Aris As’ari S.Pd
NIP. 19840113 201001 1 007

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PENDINGINAN DAN TATA UDARA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 KOTA CIREBON

2009
Standar Kompetensi Memelihara kompresor peralatan refrijerasi
Kompetensi Dasar Melacak gangguan pada kompresor peralatan refrijerasi
Indikator 1. Siswa mengetahui fungsi pengisian refrigeran ke dalam unit refrigerasi.
2. Siswa mengetahui peralatan yang digunakan pada proses charging.
3. Siswa melaksanakan proses charging unit sesuai standar operasional.
4. Siswa menganalisa keadaan unit ketika proses charging unit.
Alokasi Waktu 4 x 45 menit

Teori Singkat :

Pemasangan manifold gage untuk pengisian


Pengisian refrigeran (charging) ke dalam sistem harus dilakukan dengan baik dan jumlah
refrigeran yang diisikan sesuai/tepat dengan takaran. Kelebihan refrigeran dalam sistem dapat
menyebabkan temperatur evaporasi yang tinggi akibat tekanan refrigeran yang tinggi. Selain itu
dapat menyebabkan kompresor rusak akibat kerja kompresor terlalu berat dan adanya
kemungkinan liquid suction. Sebaliknya, jika jumlah refrigeran yang diisikan sedikit, maka
refrigeran akan kekurangan bahan pendingin.
Proses pengisian refrigeran ada beberapa cara :
1. Mengisi sistem berdasarkan berat refrigeran.
2. Mengisi refrigeran berdasarkan banyknya bunga es di evaporator.
3. Mengisi sitem berdasarkan temperatur dan tekanan.

Alat dan Bahan :


1. Satu unit lemari es yang telah di vakum
2. Refrigeran 134a
3. Manifold gage

Keselamatan Kerja :
1. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2. Pakaian yang diizinkan untuk praktek adalah pakaian kerja.
3. Selalu didampingi instruktur ketika mengisi refrigeran.
Gambar Kerja :

Langkah Kerja :

1. Siapkan semua peralatan yang akan dibutuhkan dalam praktik.


2. Pastikan unit dalam keadaan vakum.
3. Pasang selang tekanan rendah (biru) manifold gage pada katup service suction.
4. Pasang selang tekanan tinggi (merah) manifold gage pada katup service discharge (jika tidak
ada, maka ditutup saja).
5. Pasang selang kuning (selang service) pada manifold gage pada tabung refrigeran.
6. Buka keran pada tabung refrigeran sedikit saja.
7. Jalankan unit, dan buka keran tekanan rendah sedikit saja dan tutup, lakukan berulang.
8. Catat data unit :
 Temperatur input evaporator
 Temperatur output evaporator
 Temperetur evaporator
 Temperatur output condenser
 Tekanan Suction
 Ampere unit
9. Tutup refrigeran dan keran tekanan rendah dan kemudian lepaskan selang tekanan rendah dari
katup service suction.

Tabel hasil Praktikum :

Data Unit Hasil Pengukuran

Ampere unit
Temperatur input evaporator
Temperatur output evaporator
Temperatur output condenser
Tekanan Suction
Keadaan Unit Hasil Pengamatan
Tebal Bunga es

Temperatur Condenser

Temperatur Kompresor

Temperatur Filter drier

Kesimpulan

Pertanyaan

1. Mengapa prosedur pengisian refrigeran gas harus melalui sisi suction?


2. Mengapa prosedur pengisian refrigeran cair harus melalui sisi liquid line?

Jawaban

Mengetahui / Menyetujui, Cirebon, ..................................


Instruktur Praktikan

............................................................ ............................................................
NIP. NIS.
JOBSHEET - 5
PUMP DOWN UNIT AC

Oleh
Moh. Aris As’ari S.Pd
NIP. 19840113 201001 1 007

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PENDINGINAN DAN TATA UDARA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 KOTA CIREBON

2009
Standar Kompetensi Memelihara kompresor peralatan refrijerasi
Kompetensi Dasar Melacak gangguan pada kompresor peralatan refrijerasi
Indikator 1. Siswa dapat mengetahui fungsi dan peralatan Pump Down Unit AC
2. Siswa dapat melaksanakan proses Pump Down Unit AC
Alokasi Waktu 4 x 45 menit

Teori Singkat :

Pump down adalah kegiatan untuk mengumpulkan refrigeran ke dalam condensing Unit.
Sehingga bila pipa yang menghubungkan unit indoor dan outdoor dilepas maka tidak ada
refrigeran yang terbuang.
Pump down dilakukan ketika kita akan memperbaiki atau melakukan penggantian pada
motor blower.

Alat dan Bahan :


1. Satu unit AC Split
2. 1 set kunci L
3. Kunci Inggris
4. Manifold gage

Keselamatan Kerja :
1. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2. Pakaian yang diizinkan untuk praktek adalah pakaian kerja.
3. Selalu didampingi instruktur ketika melakukan proses pump down.

Gambar Kerja :

Langkah Kerja :

1. Siapkan semua peralatan yang akan dibutuhkan dalam praktik.


2. Lepaskan source plug dari sumber tegangan.
3. Buka tutup keran suction dan liquid line.
4. Pasang selang manifold biru pada suction service valve, pastikan semua keran manifold gage
tertutup rapat.
5. Tutup keran pada liquid line menggunakan kunci L dengan memutarnya searah jarum jam.
6. Tutup keran pada suction line setengahnya.
7. Jalankan unit dengan memasukan source plug pada sumber tegangan.
8. Perhatikan tekanan pada manifold gage, ketika mendekati tekanan 5 psi maka secepatnya
cabut source plug dari sumber tegangan sambil menutup rapat keran suction line.
9. Pastikan semua keran tertutup rapat.
10.Lepaskan flare nut pada suction dan liquid line menggunakan kunci inggris dan turunkan unit
yang akan diperbaiki.

Tabel hasil Praktikum :

Data Unit Hasil Pekerjaan

Tekanan suction pada saat source plug dicabut


Waktu yang dibutuhkan menutup service valve suction
Tekanan suction setelah suction valve tertutup rapat

Kesimpulan

Pertanyaan

1. Mengapa keran yang pertama kali ditutup adalah service valve liquid line?
2. Mengapa unit harus dimatikan ketika tekanan suction mendekati 5 psi?

Jawaban
Mengetahui / Menyetujui, Cirebon, ..................................
Instruktur Praktikan

............................................................ ............................................................
NIP. NIS.
JOBSHEET - 5
WIRING KELISTRIKAN KOMPRESOR LEMARI ES

Oleh
Moh. Aris As’ari S.Pd
NIP. 19840113 201001 1 007

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PENDINGINAN DAN TATA UDARA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 KOTA CIREBON

2009
Standar Kompetensi Memelihara kompresor peralatan refrijerasi
Kompetensi Dasar Melacak gangguan pada kompresor peralatan refrijerasi
Indikator 1. Siswa dapat mengetahui fungsi komponen-komponen kelistrikan Kompresor
2. Siswa dapat merangkai kelistrikan lemari es
Alokasi Waktu 4 x 45 menit

Teori Singkat :

Komponen kelistrikan lemari es defrost biasanya meliputi source plug, starting capacitor,
thermostat, door switch, lampu, PTC Relay, Overload Protector dan kompresor 1 fasa. Sedangkan
untuk kelistrikan lemari es no frost tambahan komponennya yaitu defrost thermostat, heater,
defrost timer dan motor fan evaporator.

Gambar terminal kompresor 1 fasa


Pada umumnya kompresor hermetic memiliki tiga buah terminal, yaitu C (common),
S(starting) dan R (Running). Untuk mencari terminal C, S, dan R maka kita harus memakai ohm
meter dengan skala kecil karena hambatan dari kumparan motor kecil. Sebelum dilakukan
pengukuran, semua hubungan kabel dari terminal harus dilepas.
R – S : memiliki nilai hambatan paling besar karena gabungan hambatan kumparan utama dan
kumparan bantu.
C – S : memiliki nilai hambatan lebih besar dari C – R.
C – R : memiliki nilai hambatan terkecil.

Alat dan Bahan :


1. Kompresor
2. Tang Ampere
3. AVO Meter
4. Tes pen
5. PTC Relay
6. Overload Protector
7. Thermostat
8. Switch
9. Lampu
10.Kabel + source plug

Keselamatan Kerja :
1. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2. Pakaian yang diizinkan untuk praktek adalah pakaian kerja.
3. Periksa rangkaian kerja kepada instruktur sebelum menjalankan unit.
Rangkaian Kerja :
a. Terminal CSR dari kompresor

b. Rangkaian kelistrikan lemari es

Langkah Kerja :
A. Menentukan terminal C, S, R
1. Siapkan semua peralatan yang akan dibutuhkan dalam praktik.
2. Asumsikan terminal X, Y dan Z adalah terminal yang akan dicari C, S dan R nya.
3. Ukur hambatan pada titik Y – Z menggunakan AVO meter untuk mencari hambatan, gunakan
skala ohm terkecil. Catat hasil pengukurannya!
4. Ukur hambatan pada titik X – Z menggunakan AVO meter untuk mencari hambatan, gunakan
skala ohm terkecil. Catat hasil pengukurannya!

5. Ukur hambatan pada titik X – Y menggunakan AVO meter untuk mencari hambatan, gunakan
skala ohm terkecil. Catat hasil pengukurannya!

B. Merangkai kelistrikan lemari es


1. Siapkan semua peralatan yang akan dibutuhkan dalam praktik.
2. Tes terminal thermostat apakah NO apa NC dengan menggunakan AVO meter.
3. Tes terminal switch apakah NO apa NC dengan menggunakan AVO meter.
4. Tes terminal PTC relay apakah NO apa NC dengan menggunakan AVO meter.
5. Tes terminal overload protector apakah NO apa NC dengan menggunakan AVO meter.
6. Rangkai komponen-komponen kelistrikan lemari es sesuai wiring diagram.
7. Tutup lemari es dan putar thermostat pada posisi off.
8. Tes source plug dengan menggunakan AVO meter apakah terhubung atau tidak.
9. Buka lemari es dan tes source plug dengan menggunakan AVO meter apakah terhubung
atau tidak.
10.Nyalakan thermostat dan tutup lemari es, tes source plug dengan menggunakan AVO meter
apakah terhubung atau tidak.
11.Nyalakan unit dan ukur Start Ampere serta Running Ampere nya.

Tabel hasil Praktikum :

Data Hasil Pengamatan


Terminal thermostat
Terminal switch
Terminal PTC relay
Terminal overload protector
Source plug ketika pintu dibuka dan thermostat off
Source plug ketika pintu ditutup dan thermostat on
Start Ampere
Running Ampere
Kesimpulan

Pertanyaan

1. Mengapa hambatan pada terminal C – S lebih besar daripada hambatan pada terminal C - R?
2. Mengapa kelistrikan lemari es menggunakan PTC Relay, apakah ada komponen lain yang bisa
menggantikan PTC Relay? Jelaskan!
3. Jelaskan mekanisme kerja overload protector!

Jawaban

Mengetahui / Menyetujui, Cirebon, ..................................


Instruktur Praktikan

............................................................ ............................................................
NIP. NIS.
JOBSHEET - 6
PEMASANGAN UNIT AC SPLIT

Oleh
Moh. Aris As’ari S.Pd
NIP. 19840113 201001 1 007

PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK PENDINGINAN DAN TATA UDARA

SEKOLAH MENENGAH KEJURUAN NEGERI 1 KOTA CIREBON

2009
Standar Kompetensi Memelihara kompresor peralatan refrijerasi
Kompetensi Dasar Melacak gangguan pada kompresor peralatan refrijerasi
Indikator 1. Siswa mengetahui standar pemasangan unit AC
2. Siswa dapat melaksanakan proses pemasangan unit AC
Alokasi Waktu 4 x 45 menit

Teori Singkat :

AC atau Air Conditioning termasuk sistem refrigerasi yang berfungsi untuk menjaga
temperatur dan kelembapan udara sesuai dengan apa yang kita inginkan. Pada job sheet ini, kita
akan melaksanakan proses :
1. Instalasi unit indoor.
2. Instalasi out door.
3. Instalasi pemipaan.

Alat dan Bahan :


1. Satu unit AC Split
2. Pipa tembaga 1/4 “ dan 3/8 “ sesuai kebutuhan
3. Flare nut male+female ukuran 1/4 “ dan 3/8 “
4. Sekrup ukuran  4.1  32 mm dan  4.4  20 mm
5. Bor
6. Tangga
7. Insulasi pipa dan elektrik

Keselamatan Kerja :
1. Gunakan peralatan sesuai dengan fungsinya.
2. Pakaian yang diizinkan untuk praktek adalah pakaian kerja.
3. Selalu konsultasikan kepada instruktur untuk hal yang kurang dimengerti

Langkah Kerja :
a. Memasang indoor AC
1. Siapkan semua peralatan yang akan dibutuhkan dalam praktik.
2. Lepas mounting/holder dari unit, kemudian ukur dan tandai pada tembok dimana unit akan
dipasang. Hal ini untuk memudahkan teknisi untuk mengebor dinding secara tepat pada saat
pemasangan hanger.

Gambar di bawah adalah contoh hanger dari AC Daikin!


3. Pasang plug pada lubang dinding kemudian hanger dipasang dan dibaut.

Baut

Plug

4. Siapkan indoor unit, ukur lubang baut untuk holder dan lubang pemipaan. Kondisikan pipa
dengan menggabungkan pipa refrigeran, drainase, dan kabel kelistrikan dalam satu saluran
yang diinsulasi. Pastikan saluran drainase sudah diinsulasi tersendiri agar tidak terjadi short
pada kabel kelistrikan.

5. Bor dinding sesuai dengan perhitungan sebelumnya dengan sudut 45-60°. Gambar di tengah
merupakan contoh hasil dari pemasangan hanger dan lubang untuk pemipaan. Pasang unit
indoor dan masukan pipa ke dalam lubang pada dinding.

6. Siapkan peralatan untuk indoor unit. Pasang angle iron dengan terlebih dahulu mengukur
dudukan outdoor unit pada dinding. Pasang plug dan baut penguat untuk dudukan angle iron.

7. Siapkan pipa yang telah diinsulasi untuk menyambung unit indoor dan outdoor. Pasang
protection pipe pada lubang dinding dan koneksikan sambungan flaring pada pipa liquid line
dan suction.
8. Pasang baut chasing indoor pada iron angle dan kencangkan. Sekarang kita koneksikan
sambungan flaring liquid line dan suction pada service valve suvtion dan liquid line pada indoor
unit.

9. Buka penutup service valve suction dan liquid line. Jika condensing unit telah terisi refrigeran
maka buka sisi liquid line dan buang sedikit refrigeran melalui service valve di suction. Lalu buka
sisi service valve pada suction (membuka dan menutup service valve menggunakan kunci L).
Jika belum terisi refrigeran, buka semua valve dan setelah itu vakum unit. Pengisian refrigeran
dilakukan setelah kelistrikan selesai dilaksanakan.

10.Koneksikan kabel kelistrikan, masing-masing kabel indoor dan outdoor yang berwarna sama
pada terminal. Tutup celah yang ada pada sambungan indoor dan outdoor dengan semen
untuk menghindari tetesan air. Cek kebocoran dengan air sabun pada tiap-tiap sambungan
pipa.

11.Nyalakan unit kemudian cek ampere, tekanan, temperatur out dan in condenser serta
temperatur out dan in evaporator.
Contoh lay out pemasangan indoor dan outdoor!

Gambar dibawah menunjukan instalasi pipa drainase yang buruk.

Gambar dibawah menunjukan instalasi holder untuk remote!


Tabel hasil Praktikum :

Data Unit Hasil Pengukuran

Arus Start Kompresor


Arus Running Kompresor
Temperatur udara condenser in
Temperatur udara condenser out
Temperatur liquid line
Temperatur evaporator in
Temperatur evaporator out
Tekanan suction

Kesimpulan

Pertanyaan

1. Mengapa sudut pengeboran lubang dinding untuk pipa harus miring dan tidak boleh datar!
2. Bagaimanakah gambar instalasi pipa drainase yang baik?

Jawaban

Mengetahui / Menyetujui, Cirebon, ..................................


Instruktur Praktikan

............................................................ ............................................................
NIP. NIS.

Anda mungkin juga menyukai