Anda di halaman 1dari 9

LAPORAN PRAKTIKUM

ANALISIS TANAH, JARINGAN TANAMAN DAN PUPUK

“Panduan Penetapan Kadar Air Kering Mutlak”

OLEH:
SITTI NURKHOLIFAH
NIM.D1B116086

JURUSAN/PROGRAM STUDI AGROTEKNOLOGI


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS HALU OLEO
KENDARI
2019
I. PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Tanah memiliki peranan penting bagi kehidupan makhluk hidup.Makhluk


hidup tidak dapat berpijak jika tidak ada tanah.Tanah adalah bagian permukaan
kulit bumi yang merupakan tempat kegiatan organisme.Manusia dan hewan darat
melakukan kegiatan seperti hidup, tumbuh dan berkembang, dan kegiatan lainnya
di atas tanah.Tanaman juga membutuhkan tanah sebagai media tumbuh
tanaman.Tanah menyediakan air dan unsure hara yang baik bagi tanaman.
Tanah tidak hanya sebagai media pertumbuhan bagi tanaman, tetapi juga
sebagai media pengatur air. Kondisi tanah menentukan jumlah air yang masuk ke
dalam tanah dan mengalir pada permukaan tanah.
Air tanah merupakan salah satu bagian penyusun pada tanaman. Air tanah
hampir seluruhnya berada pada udara atau atmosfer. Tanah mempunyai kapilaritas
yang berbeda-beda untuk menyerap dan mempertahankan kelembapannya
tergantung kepada struktur, tekstur, dan kandungan bahan organik yang terdapat
di dalam tanah.
Kadar air tanah adalah jumlah air tanah yang terkandung dalam pori-pori
tanah dalam suatu tanah tertentu. Kandungan air dalam tanah sangat berpengaruh
pada konsistensi tanah, dan kesesuaian tanah untuk diolah.Air merupakan bagian
terbesar dan mempunyai banyak peranan diantaranya pada tanah. Air di dalam
tanah memiliki peranan penting dalam pertumbuhan tanaman, untuk mengetahui
seberapa besar peranan dan hubungan air tanah dengan pertumbuhan tanaman
serta penentuan kadar air tanah.
Berdasarkan uraian diatas maka perlunya dilakukan praktikum penetapan
kadar air kering mutlak guna untuk mengetahui kadar air pada tanah yang menjadi
sampel.
1.2. Rumusan Masalah

Dari uraian latar belakang diatas dapat diketahui penetapan kadar air
mutlak untuk mengetahui kadar air kerig dalam tanah, sehingga rumusan masalah
dalam praktikum kali ini ialah bagaimana cara atau teknik penetapan kadar air
kering mutlak.

1.3. Tujuan dan Kegunaan

Tujuan dari praktikum ini ialah penetapan kadar air kering mutlak dibuat
untuk menstandarisasi pembuatan instruksi kerja yang berlaku dilingkungan
laboratorium Jurusan Ilmu Tanah
Kegunaan dari praktikum ini yaitu agar mahasiswa dapat memahami
prosedur penetapan kadar air kering mutlak.
II. TINJAUAN PUSTAKA

` Air merupakan reagen yang penting dalam proses-proses fotosintesa dan


dalam proses-proses hidrolik. Disamping itu juga merupakan pelarut dari garam-
garam, gas-gas dan material-material yang bergerak kedalam tumbuh tumbuhan,
melalui dinding sel dan jaringan esensial untuk menjamin adanya turgiditas,
pertumbuhan sel, stabilitas bentuk daun, proses membuka dan menutupnya
stomata, kelangsungan gerak struktur tumbuh-tumbuhan. Kekurangan air akan
mengganggu aktifitas fisiologis maupun morfologis, sehingga mengakibatkan
terhentinya pertumbuhan (Siregar, 2017).
Setiap tanaman akan mengabsorbsi kadar air secukupnya dari tanah
untuk pertumbuhannya. Jika tanah telah menjadi kering dan kadar kelembabannya
telah diredusir dibawah suatu limit maka tanaman akan mengalami kelayuan,
demikian pula jika kadar air dalam tanah berlebihan maka akan menurunkan kadar
oksigen di dalam tanah dan menyebabkan gangguan pernafasan pada akar (root
respiration), mengurangi volume akar yang menaikkan tahanan untuk mengangkut
air dan unsur hara melalui akar serta terbentuknya zat-zat racun (Farida, 2014).
Kandungan air tanah merupakan peubah penting dalam hubungan antara
tanah, atmosfer, dan tanaman. Dari berbagaipenggunaan, kandungan air tanah
dapat juga digunakan untukpendugaan kondisi bahaya kebakaran hutan.
Kandungan air tanah bersifat dinamis dimanaperilakunya ditentukan oleh faktor
cuaca, tanah, dan tanaman (Taufik, 2012).
Pernyataan Hakim et al (1986) yang menyatakan bahwa diantara sifat-
sifat tanah yang berpengaruh terhadap jumlah air yang tersedia adalah daya hisap
(matrik dan osmotik) kedalaman tanah dan pelapisan tanah (dalam Setiadi, 2016).
Banyaknya air yang tersimpan dalam tanah berkaitan dengan bobot isi
(BI) tanah, dan BI dipengaruhi banyaknya bahan organik tanah. Di dalam tanah
status air disuatu tempat berbeda dengan tempat lain tergantung potensial mattrik
dalam tanah, sistem tanaman dan atmosfer, yang akhirnya mempengaruhi status
air tanaman (Murniyanto, 2007).
DAFTAR PUSTAKA

Farida ST, Suhardi, dan Waris A. 2014. Kinerja Sistem Kontrol Kadar Air Tanah
Pada Operasi Sistem Irigasi Sprinkler. Jurnal AgriTechno, 6(2).

Murniyanto E. 2007. Pengaruh Bahan Organik Terhadap Kadar Air Tanah dan
Pertumbuhan Tanaman Jagung di Lahan Kering. Jurnal Buana Sains,
(7)1:51-60.

Siregar SR, Suraida, Zuyasna. 2017. Pengaruh Kadar Air Kapasitas Lapang
Terhadap Pertumbuhan Beberapa Genotipe M3 Kedelai (Glycine max
L. Merr). Jurnal Floratek, 12(10):10-20.

Setiadi S, Lubis KS, Marpaung P. 2016. Evaluasi Kadar Air Tanah, Bahan
Organik dan Liat serta Kaitannya Terhadap Indeks Plastisitas Tanah
Pada Beberapa Vegetasi di Kecamatan Pamatang Sidamanik
Kabupaten Simalungun. Jurnal Agroteknologi, 4(4):2420-2427.

Taufik M, dan Setiawan BI. 2012. Interpretasi Kandungan Air Tanah untuk
Indeks Kekeringan:Implikasi untuk Pengelolaan Kebakaran Hutan.
JMHT, XVIII (1):31-38.
III. METODOLOGI PRAKTIKUM

3.1. WaktudanTempat

Pelaksanaan praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa02 April 2019


pukul 13.00 sampai selesai. Bertempat di Laboratorium Ilmu Tanah unit
Biodeversitas. Fakultas Pertanian Universitas Halu Oleo.

3.2. Alatdan Bahan

Alat yang digunakan pada praktikum ini yaitu pinggan aluminium, penjepit tahan
karat, oven, deksikator, neraca analitik ketelitian 3 desimal dan kamera.

3.3. Prosedur kerja

Proses kerja pada praktikum lapangan ini yaitu sebagai berikut :


1. Menimbang 5 gram contoh tanah kering dalam panggan alumnium yang
telah diketahui bobotnya.
2. Masukan dalam oven pada suhu 105 °C selama 3 jam
3. Mengangkat contoh tanah dengan menggunakan penjepit dan masukan ke
dalam eksikator.
4. Setelah contoh dingin kemudian ditimbang kembali, bobot yang hilang
adalah bobot air.
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil

Hasil pengamatan pada praktikum ini dapat dilihat pada tabel di


bawahini.
Tabel 1. Hasilpenetapankadar air
No Kelompok m ms1 ms2 Kadar Air (%)

1 I 0.99 5.99 5.97 0.4

2 II 0.01 6.01 5.85 2.67

3 III 1.00 6.03 5.03 19.88

4 IV 0.99 5.00 4.99 0.24

5 V 1.00 6.00 5.03 19.4

4.2. Pembahasan

Kadar air tanah adalah jumlah air tanah yang terkandung dalam pori-pori
tanah dalam suatu tanah tertentu. Kandungan air dalam tanah sangat berpengaruh
pada konsistensi tanah, dan kesesuaian tanah untuk diolah.Air merupakan bagian
terbesar dan mempunyai banyak peranan diantaranya pada tanah. Air di dalam
tanah memiliki peranan penting dalam pertumbuhan tanaman, untuk mengetahui
seberapa besar peranan dan hubungan air tanah dengan pertumbuhan tanaman
serta penentuan kadar air tanah.
Di dalam tanah air berada pada ruang pori tanah, terikat pada padatan
tanah (baik organik maupun anorganik), serta menjadi komponen bahan mineral.
Air dapat ditahan matriks tanah akibat adhesi langsung molekul air ke permukan
tanah.
Berdasarkan hasil pengamatan pada table 4.1.1. kelompok I m 0.99, ms1
5.99, ms2 5.97 sehingga di dapat kadar air (%) yaitu 0.4. untuk kelompok II m
0.01, ms1 6.01, ms2 5.85 dengan kadar air (%) 2.67. kelompok III m 1.00. ms1
6.03. ms2 5.03 dengan kadar air (%) 19.88. Sedangkan untuk kelompok IV m
0.99, ms1 5.00, ms2 4.99, dengan total kadar air paling rendah yaitu 0.24. Untuk
kelompok V m 1.00, ms1 6.00, ms2 5.03, dengan kadar air (%) 19,4. Setiap
kelompok mendapatkan nilai kadar air kering yang berbeda-beda, hal tersebut
dikarenakan pengambilan sampel yang berbeda – beda pada setiap sampel tanah
dan memiliki pori tanah yang berbeda pula disetiap sampelnya. Faktor yang
mempengaruhi yaitu dari struktur tanahnya, pori tanah sehingga daya serap tanah
atau kadar air tanahnya berbeda- beda. Dan tipe kemiringan lahan serta vegetasi
yang jadi penutup tanah. Sehingga hubungannya dengan tanaman apabila akan
dilakukan penanaman terkhususnya pada lahan tersebut masih perlu dilakukannya
penambahan air atau dilakukannya penyiraman.
V. KESIMPULAN DAN SARAN

5.1. Kesimpulan

Kadar air tanah adalah jumlah air tanah yang terkandung dalam pori-pori
tanah dalam suatu tanah tertentu. Kandungan air dalam tanah sangat berpengaruh
pada konsistensi tanah, dan kesesuaian tanah untuk diolah. Tanah tidak hanya
sebagai media pertumbuhan bagi tanaman, tetapi juga sebagai media pengatur air.
Kondisi tanah menentukan jumlah air yang masuk ke dalam tanah dan mengalir
pada permukaan tanah. Berdasarkan dari hasil pengamatan dapat disimpulkan
bahwa kandungan kadar air terendah pada kelompok 4 kemudian terdapat pada
kelompok 1. Faktor-faktor yang mempengaruhi kadar air tanah adalah tekstur
tanah, iklim, topografi, adanya gaya kohesi, adhesi, dan gravitasi. Air juga
berpengaruh penting pada sifat fisik tanah. Untuk itu dalam melakukan
penanaman masih perlu dilakukannya penyiraman.

5.2. Saran

Saran untuk kedepannya yaitu sebaiknya praktikan dalam melakukan


praktikum lanjutan hadir semua, dan semoga kedepannya lebih baik lagi