Anda di halaman 1dari 7

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan : Depresi


Sub pokok bahasan : Depresi Pada Lansia
Sasaran : Warga Lansia
Tempat : RSIA Dedari Kupang
Hari/ Tanggal : Sabtu, 27 April 2019
Waktu : 30 menit

I. Identifikasi masalah
Depresi merupakan masalah kesehatan jiwa yang utama pada saat ini. Hal ini sangat
penting karena orang dengan depresi produktivitasnya akan menurun, dan ini akibatnya
sangat buruk bagi suatu masyarakat, bangsa dan negara. Orang yang mengalami depresi
adalah orang yang sangat menderita. Depresi merupakan penyebab utama tindakan bunuh
diri dan menduduki urutan keenam dari penyebab kematian utama di masyarakat.
Organisasi kesehatan dunia (WHO), 1974 mengatakan bahwa 17% pasien-pasien yang
berobat ke dokter adalah pasien-pasien dengan depresi. Sedangkan di Indonesia pada tahun
2000, penelitian tentang depresi belum ada. Namun berdasarkan pengamatan dari waktu
ke waktu kasus- kasus depresi ini jumlahnya semakin bertambah.
II. Tujuan Umum
Setelah mengikuti penyuluhan, peserta mampu memahami tentang konsep depresi pada
lansia.
III. Tujuan Khusus
Setelah mengikuti penyuluhan selama 30 menit diharapkan peserta mampu menyebutkan
tentang :
1. Pengertian depresi
2. Tingkatan depresi
3. Penyebab depresi
4. Tanda dan gejala depresi
5. Upaya penatalaksanaan depresi
6. Upaya pencegahan depresi
IV. Materi Penyuluhan (Terlampir)
1. Pengertian depresi
2. Tingkatan depresi
3. Penyebab depresi
4. Tanda dan gejala depresi
5. Upaya penatalaksanaan depresi
6. Upaya pencegahan depresi
V. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya jawab
VI. Media
Leaflet Depresi pada Lansia
VII. Kegiatan penyuluhan
No waktu Kegiatn penyuluhan Kegiatan peserta
1. 5 menit Pembukaan:  Menjawab salam
 Mengucapkan salam  Mendengar dan
 Memperkenalkan diri memperhatikan
 Menjelaskan kontrak waktu,
topik dan tujuan penyuluhan
 Menyebutkan materi yang akan
disampaikan.
2. 10 menit Pelaksanaan :  Beberapa peserta
 Review pengetahuan tentang berusaha menjawab
depresi dan reinforcement sesuai kemampuan
positif pada pengunjung  Mendengarkan dan
 Menjelaskan tentang : memperhatikan
1. Pengertian depresi penjelasan
2. Menjelaskan tingkat-tingkat
depresi
3. Menjelaskan penyebab
depresi
4. Menjelaskan tanda dan gejala
depresi
5. Menjelaskan
penatalaksanaan depresi
6. Menjelaskan pencegahan
depresi
3. 10 menit Evaluasi :  Menjawab pertanyaan
Menyakan kepada peserta tentang
materi yang disampaikan
4. 5 menit Penutup :  Mendengarkan dan
Mengucapkan terima kasih atas membalas ucapan
waktu yang diluangkan, perhatian terima kasih
serta peran aktif peserta selama  Menjawab salam
mengikuti kegiatan penyuluhan .
Salam penutup
MATERI PENYULUHAN

1. Pengertian Depresi
Depresi adalah salah satu bentuk gangguan kejiwaan pada alam perasaan
(affective/mood disorder), yang ditandai dengan kemurungan, kelesuan, ketiadaan
gairah hidup, perasaan tidak berguna dan putus asa. Depresi pada lansia adalah suatu
penyakit mental yang sering dijumpai pada pasian diatas 60 tahun.

2. Tingkatan Depresi
a. Depresi ringan
b. Depresi sedang
c. Depresi berat

3. Penyebab Depresi
a. Faktor internal :
1) Biologis
 Usia
 Jenis kelamin
 Riwayat keluarga
2) Fisik
 Riwayat penyakit atau penyakit yang sedang diderita
 Kemampuan dalam melakukan aktivitas sehari-hari
3) Psikologis
 Kepribadian lansia
 Fungsi kognitif
b. Faktor eksternal: Sosial
1) Status perkawinan
2) Pekerjaan
3) Tingkat Pendidikan
4) Pendapatan
5) Dukungan sosial
 Jaringan sosial
 Dukungan sosial yang didapat
 Interaksi sosial
6) Dukungan Keluarga
7) Stresor sosial

4. Tanda dan Gejala Depresi


Ciri-ciri pokok untuk episode depresif mayor adalah suatu periode paling sedikit 2
minggu yang mana selama masa tersebut terdapat mood terdepresi atau kehilangan
ketertarikan atau kesenangan dalam hampir semua aktivitas. Individu dengan depresi
juga harus mengalami paling sedikit empat gejala tambahan yang ditarik dari suatu
daftar yang meliputi perubahan-perubahan dalam nafsu makan atau berat badan, tidur,
dan aktivitas psikomotorik; energi yang berkurang; perasaan tidak berharga atau
bersalah; kesulitan dalam berpikir, berkonsentrasi, atau membuat keputusan; atau
pemikiran-pemikiran berulang tentang kematian atau pemikiran, rencana-rencana, atau
usaha untuk bunuh diri .

Gejala-gejala depresi lain pada lanjut usia:


a. Kecemasan dan kekhawatiran
b. Keputusasaan dan keadaan tidak berdaya
c. Masalah-masalah somatik yang tidak dapat dijelaskan
d. Iritabilitas
e. Kepatuhan yang rendah terhadap terapi medis atau diet
f. Psikosis

5. Upaya Penatalaksanaan Depresi


Penatalaksanaa depresi pada lansia meliputi beberapa aspek, antara lain:
a. Terapi Fisik
Terapi fisik untuk lansia yang mengalami depresi salah satunya adalah
elektrokonvulsif (ECT) untuk pasien depresi yang tidak bisa makan dan minum,
berniat bunuh diri atau retardasi hebat maka ECT merupakan pilihan terapi yang
efektif aman. Terapi ECT diberikan sampai ada perbaikan mood (sekitar 5-10
kali). Dilanjutkan dengan antidepresi untuk mencegah kekambuhan (Soejono et
al., 2009).
b. Terapi Psikologi
Menurut (Maramis & Maramis, 2009), terapi psikologik terdiri dari:
1) Psikoterapi Suportif
Berikan kehangatan, empati pengertian dan optimistik. Bantu pasien
mengidentifikasi dan mengekspresikan hal-hal yang membuatnya prihatin dan
melontarkannya. Bantulah memecahkan problem eksternal seperti pekerjaan,
menyewa rumah dan hal lainnya.
2) Terapi Kognitif
Bertujuan untuk mengubah pola pikir pasien yang selalu negatif (tentang masa
depan, merasa tidak berguna, tidak mampu dan lain-lain) ke arah pola pikir
yang netral atau positif dengan latihan-latihan, tugas dan aktivitas-aktivitas
tertentu.
3) Relaksasi
Teknik yang umum digunakan adalah program relaksasi progresif baik secara
langsung dengan instruktur atau melalui alat perekam. Teknik ini dapat
dilakukan dalam praktek umum sehari-hari namun diperlukan kursus singkat
teknik relaksasi terlebih dahulu.
4) Terapi Keluarga
Masalah keluarga dapat berperan dalam perkembangan depresi, sehingga
dukungan terhadap pasien sangat penting. Proses dinamika keluarga, ada
perubahan posisi dari dominan menjadi dependen. Tujuan terapi keluarga
adalah untuk meredakan perasaan frustasi dan putus asa serta memperbaiki
sikap atau struktur dalam keluarga yang menghambat proses penyembuhan
pasien.
c. Farmakoterapi
Respon terhadap obat pada usia lanjut sangat dipengaruhi oleh berbagai faktor
antara lain farmakokinetik dan farmakodinamik. Faktor-faktor farmakokinetik
antara lain: absorbsi, distribusi, biotransformasi, dan ekskresi obat akan
mempengaruhi jumlah obat yang dapat mencapai jaringan tempat kerja obat untuk
bereaksi dengan reseptornya. Faktor-faktor farmakodinamik antara lain:
sensitivitas reseptor, mekanisme homeostatik akan mempengaruhi antisitas efek
farmakologik dari obat tersebut.
Obat-obat yang digunakan pada penyembuhan depresi usia lanjut antara lain:
1) Anti Depresan Trisiklik
2) Irreversible Monoamin Oxsidase A-B Inhibitor (MAOIs)
3) Selective Serotonin Reuptake Inhibitor (SSRIs)
4) Penstabil Mood (Mood Stabiliz

6. Upaya Pencegahan Depresi


Pencegahan depresi pada lansia yang dilakukan pihak keluarga seperti memberikan
perhatian dengan cara melakukan pendekatan diri dengan lansia seperti melakukan
interaksi yang berkelanjutan pada saat waktu luang dengan mengajak untuk jalan-jalan
dan memberikan semangat dan motivasi dengan cara sering menanyakan kebutuhan
lansia serta mencukupi kebutuhannya agar lansia merasa hidup lebih berguna dan
dibutuhkan dalam anggota keluarga, sedangkan yang harus dilakukan lansia sendiri
dalam mencegah derpesi yang dialaminya seperti sering melakukan kontak sosial
seperti berkumpul dengan banyak orang atau teman-teman sebaya dengan melakukan
komunikasi dan mendapatkan informasi dalam membangkitkan semangat untuk hidup,
melakukan aktivitas untuk menghindari rasa bosan seperti menonton
televisi, membaca koran, mendengar radio dan berolahraga dan berfikir secara positif
seperti mengendalikan perasaan dan fikiran agar tetap tenang dengan cara tidak
memikirkan banyak keluhan dalam keluarga dan hidup.