Anda di halaman 1dari 24

SILABUS STRUKTUR DAN FUNGSI JARINGAN PADA TUMBUHAN

Satuan Pendidikan : SMA


Kelas : XI
KI 1 : 1. Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yang dianutnya.
KI 2 : 2. Menghayati dan mengamalkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (gotong royong, kerjasama, toleran, damai), santun, responsif dan
proaktif dan menunjukan sikap sebagai bagian dari solusi atas berbagai permasalahan dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial
dan alam serta dalam menempatkan diri sebagai cerminan bangsa dalam pergaulan dunia.
KI 3 : 3. Memahami, menerapkan, dan menganalisis pengetahuan faktual, konseptual,prosedural, dan metakognitif berdasarkan rasa ingin tahunya
tentangilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya, dan humaniora dengan wawasan kemanusiaan, kebangsaan, kenegaraan, dan peradaban terkait
penyebab fenomena dan kejadian, serta menerapkan pengetahuan prosedural pada bidang kajian yang spesifik sesuai dengan bakat dan minatnya
untuk memecahkan masalah.
KI 4 : 4. Mengolah, menalar, dan menyaji dalam ranah konkret dan ranah abstrak terkait dengan pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah secara
mandiri, bertindak secara efektif dan kreatif, serta mampu menggunakan metoda sesuai kaidah keilmuan.

KOMPETENSI DASAR MATERI POKOK PEMBELAJARAN PENILAIAN ALOKASI SUMBER


WAKTU BELAJAR
Struktur dan fungsi sel penyusun jaringan pada tumbuhan dan hewan
3.3. Menerapkan konsep tentang
keterkaitan hubungan antara Struktur & Fungsi Mengamati Tugas 6 JP
 Buku siswa
struktur sel pada jaringan Jaringan pada  Mengamati sebuah gambar pada slide  Membuat sablon,
tumbuhan dengan fungsi organ tumbuhan powerpoint sebuah bangunan yang belum di souvenir, dompet,  Buku biologi
pada tumbuhan berdasarkan  Jenis-jenis Jaringan plester/ di semen. tas dengan hiasan Campbell
hasil pengamatan. pada tumbuhan.  Mengamati sebuah tayang video proses dari struktur  Sumber-sumber
3.4. Menerapkan konsep tentang  Sifat totipotensi dan pembuatan kultur jaringan serta hasil-hasil jaringan pada
tumbuhan dan lain yang
keterkaitan hubungan antara kultur jaringan. tanaman dari proses kultur jaringan.
 Struktur dan fungsi hewan relevan
struktur sel pada jaringan hewan
dengan fungsi organ pada jaringan pada Menanya  Gambar, video,
tumbuhan.  Apa kaitan antara pemasangan batu bata Observasi slide presentasi,
hewan berdsarkan hasil
pengamatan. pada dinding bangunan dengan materi  Kerja ilmiah dan
jaringan tumbuhan? keselamatan kerja model.
4.3. Menyajikan data tentang struktur  Apa tujuan dilakukannya kultur jaringan? saat melakukan
 Mikroskop,kaca
anatomi jaringan pada tumbuhan pengamatan
benda, kaca
berdasarkan hasil pengamatan Mengumpulkan Data (Eksperimen/Eksplorasi)  Pemahaman
untuk menunjukkan pemahaman  Mengkaji literatur tentang struktur jaringan konsep penutup, silet,
hubungan antara struktur dan penyusun organ pada tumbuhan dari berbagai berdasarkan tanya preparat/sediaa
fungsi jaringan pada tumbuhan sumber berupa gambar dan keterangan jawab selama n berbagai
terhadap bioproses yang serta, tentang struktur jaringan pembentuk proses macam
berlangsung pada tumbuhan. organ pada tumbuhan yang lain (kormofita pembelajaran jaringan.
4.4. Menyajikan data tentang struktur yang lain, lumut, tumbuhan paku dan
anatomi jaringan pada hewan Gymnospermae).serta sifat totipotensi pada Portfolio  LKS
berdasarkan hasil pengamatan jaringan sebagai bahan dasar kultur jaringan.  Laporan
untuk menunjukkan pemahaman  Melakukan pengamatan mikroskopis berbagai Pengamatan
hubungan antara struktur dan jaringan tumbuhan (preparat basah atau
fungsi jaringan pada hewan preparat jadi). Tes
terhadap bioproses yang  Mendiskusikan arti sifat-sifat jaringan  Konsep tentang
berlangsung pada hewan. meristematis/embrional. Sifat pluripotensi, jaringan pada
totipotensi dan polipotensi dikaitkan dengan tumbuhan dan
dasar kultur jaringan. hewan, dan
hubungannya
Mengasosiasikan dengan fungsinya
 Melalui diskusi kelompok menyimpulkan dengan
hasil pengamatan tentang perbedaan menunjukkan
jaringan penyusun akar, batang dan daun jaringan dapat
tumbuhan monokotil dan dikotil dan menunjukkan
mengaitkannya dengan hasil pengamatan fungsinya
mikroskopis sediaan/preparat jadi yang  Kosa kata baru
dilakukan tentang bentuk, letak dan fungsi dalam konsep
jaringan pada tumbuhan serta kaitannya jaringan tumbuhan
dengan teknologi yang berkaitan dan dan hewan
manfaatnya nagi lingkungan dan
masyarakat.
 Menyimpulkan sifat totipotensi sebagai dasar
pembuatan kultur jaringan.
 Mengaitkan struktur jaringan tumbuhan
dengan fungsinya dan teknologi apa saja
yang tercipta karena terinspirasi dari struktur
jaringan tumbuhan.
.
Mengkomunikasikan
Melaporkan hasil kesimpulan berupa diagram
SETS atau laporan tertulis dan
mempresentasikannya di depan kelas tentang
struktur dan fungsi jaringan pada tumbuhan yang
mengilhami pembuatan teknologi guna
manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat.
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
(RPP)
Satuan pendidikan : SMA

Kelas/ Semester : XI/I

Alokasi waktu : 3x pertemuan (6 x 45 menit)

Mata Pelajaran : Biologi

Materi Pelajaran : Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

Tahun Pelajaran : 2018/2019

A. KOMPETENSI INTI
1. Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya.
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli
(toleransi, gotong royong), santun, percayadiri, dalam berinteraksi secara
efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan
keberadaannya.
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa
ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata.
4. Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan,
mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak
(menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan
yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut
pandang/teori.

B. KOMPETENSI DASAR
1.1.Mengagumi keteraturan dan kompleksitas ciptaan Tuhan tentang aspek fisik
dan kimiawi kehidupan dalam ekosistem dan peranan manusia dalam
lingkungan serta mewujudkannya dalam pengamalan ajaran agama yang
dianutnya.
1.2.Menyadari dan mengagumi pola pikir ilmiah dalam kemampuan mengamati
bioproses.
1.3.Peka dan peduli terhadap permasalahan lingkungan hidup, menjaga dan
menyayangi lingkungan sebagai manifestasi pengamalan ajaran agama yang
dianutnya
2.1.Menunjukkan perilaku ilmiah (memiliki rasa ingin tahu, objektif, jujur, teliti,
cermat, tekun, hati-hati, bertanggung jawab, terbuka, kritis, kreatif, inovatif,
dan peduli lingkungan) dalam aktivitas sehari- hari.
2.2.Menghargai kerja individu dan kelompok dalam aktivitas sehari-hari sebagai
wujud implementasi melaksanakan percobaan dan melaporkan hasil
percobaan.
2.3.Menunjukkan perilaku bijaksana dan bertanggung jawab dalam aktifitas sehari-
hari.
3.3.Menjelaskan keterkaitan struktur jaringan tumbuhan dan fungsinya, serta
berbagai pemanfaatannya dalam teknologi yang terilhami oleh struktur
tersebut.
4.3.Melakukan pengamatan terhadap struktur jaringan tumbuhan, serta
menghasilkan ide teknologi sederhana yang terilhami oleh struktur tersebut
(misalnya desain bangunan dan teknik kultur jaringan).
C. Indikator :
1.1.1. Mengagumi bahwa jaringan tumbuhan sebagai wujud ciptaan Tuhan.
1.2.1. Menyadari pola pikir ilmiah dalam pengamatan struktur dan fungsi jaringan
dan organ tumbuhan.
1.3.1. Peduli terhadap lingkungan saat melakukan pengamatan sebagai wujud
pengamalan ajaran agama yang dianutnya.
2.1.1. Melakukan kegiatan pengamatan secara teliti, tekun, disiplin, dan
bertanggung jawab.
2.2.1. Menunjukkan sikap peduli terhadap keselamatan kerja saat melakukan
kegiatan pengamatan di laboratorium dan lingkungan sekitar.
3.3.1. Menjelaskan struktur dan fungsi sel penyusun jaringan tumbuhan.
3.3.2. Menyebutkan contoh teknologi yang terinspirasi dari jaringan tumbuhan.
3.3.3. Menjelaskan hubungan sains, teknologi, lingkungan dan masyarakat dengan
pemanfaatan struktur jaringan tumbuhan.
3.3.4. Membuat hubungan sains, teknologi, lingkungan dan masyarakat dalam
pemanfaatan jaringan tumbuhan dengan diagram SETS.
4.3.1. Melakukan pengamatan berbagai jaringan pada tumbuhan.
4.3.2. Menjelaskan proses teknik kultur jaringan dan pemanfaatannya dalam
salingtemas.
4.3.3. Menyajikan laporan tentang hasil pengamatan terhadap berbagai jaringan
tumbuhan dan mencari ide teknologi yang terinspirasi dari jaringan
tumbuhan dalam bidang lingkungan, dan masyarakat dengan tepat.
4.3.4. Mempraktikan cara menstek tanaman dengan benar disertai dengan
mengaitkan manfaat mencangkok tanaman bagi lingkungan dan masyarakat.
D. Tujuan Pembelajaran
Setelah siswa mengikuti proses pembelajaran dengan melakukan diskusi, studi
literatur, melakukan pengamatan terhadap jaringan tumbuhan, diharapkan siswa
dapat:

1. Menunjukkan sikap menghayati keteraturan dan kompleksitas struktur sel,


jaringan, organ penyusun sistem organisme sebagai wujud kebesaran Tuhan
dengan melaksanakan tugas dan fungsinya sebagai warga kelas.
2. Menunjukkan sikap ilmiah, teliti, tekun, jujur terhadap data dan fakta, disiplin,
tanggung jawab, dan peduli dalam observasi dan eksperimen , berani dan santun
dalam mengajukan pertanyaan dan berargumentasi, peduli lingkungan, gotong
royong, bekerjasama, cinta damai, berpendapat secara ilmiah dan kritis,
responsif dan proaktif dalam setiap tindakan.
3. Mentaati peraturan laboratorium saat melakukan praktikum tentang jaringan
tumbuhan dan organ tumbuhan di laboratorium.
4. Menerapkan prinsip keselamatan kerja di laboratorium dan di lingkungan sekitar
saat melakukan
5. Memahami dan menjelaskan tentang struktur dan fungsi jaringan tumbuhan.
6. Menyebutkan contoh teknologi yang terinspirasi dari jaringan tumbuhan.
7. Menjelaskan hubungan sains, teknologi, lingkungan dan masyarakat dengan
materi jaringan tumbuhan.
8. Membuat hubungan sains, teknologi, lingkungan dan masyarakat dalam
pemanfaatan jaringan tumbuhan dengan diagram SETS.
9. Melakukan pengamatan berbagai jaringan pada tumbuhan.
10. Menyajikan laporan tentang hasil pengamatan terhadap jaringan tumbuhan dan
mencari ide hubungan jaringan tumbuhan dalam bidang lingkungan, teknologi
dan masyarakat dengan tepat.
11. Menjelaskan teknik pembuatan kultur jaringan dan manfaatnya bagi
lingkungan dan kehidupan masyarakat.
12. Menghasilkan sebuah produk yang berhubungan dengan jaringan tumbuhan
yaitu menstek tanaman di sekolah.
E. Materi Pambelajaran

Struktur dan Fungsi Jaringan Batang


Batang merupakan bagian sistem tunas pada tumbuhan. Letaknya berada di
atas tanah. Organ ini dikategorikan sebagai penghasil alat-alat lateral, misalnya
daun, tunas, dan bunga.
1. Struktur Jaringan Batang Pada Tumbuhan
Secara umum struktur jaringan penyusun batang tumbuhan terdiri atas tiga
bagian, yaitu epidermis, korteks, dan stele.
2. Struktur Jaringan luar Batang Tumbuhan
Perbedaan struktur luar pada tumbuhan tingkat tinggi dapat dibedakan
menjadi dua kelompok, yaitu batang tumbuhan herba dan batang tumbuhan
berkayu. Tumbuhan herba dan tumbuhan berkayu memiliki daun-daun di
sepanjang batangnya.
Secara umum, struktur akar dan batang tumbuhan sama, yaitu terdiri atas
bagian-bagian epidermis, korteks, dan stele. Akan tetapi, secara anatomis
struktur batang Monokotil berbeda dengan Dikotil.
3. Struktur Jaringan Batang Tumbuhan Dikotil
Seperti halnya akar, batang juga tersusun atas berbagai jaringan, yaitu
jaringan epidermis, jaringan dasar, dan jaringan pembuluh. Jaringan dasar
tersusun oleh korteks, sedangkan jaringan pembuluh terdapat berkas vaskuler
yaitu xilem dan floem. itu, batang memiliki beragam fungsi bagi tumbuhan.
Namun, berbagai lapisan ini juga mempunyai beragam ciri khas.
Jaringan epidermis pada batang memiliki ciri yang sama seperti jaringan
epidermis pada akar. Misalnya, sel yang tipis dan tersusun rapat serta
berkutikula pada akar dan batang. Selain itu, batang memiliki kemampuan
tumbuh, baik secara sekunder maupun primer. Pertumbuhan sekunder batang
terjadi pada jaringan epidermis. Sedangkan pertumbuhan primer terjadi pada
tunas terminal (ujung batang) tepatnya pada meristem apikal. Fungsi jaringan
epidermis pada batang juga sama dengan jaringan epidermis pada akar yaitu
melindungi jaringan yang ada di dalamnya. Epidermis batang ini juga dapat
pecah. Pecahnya epidermis batang mengakibatkan jaringan kambium gabus
(folagen) terisi dengan gabus. Bagian ini disebut lenti sel. Fungsi lenti sel
adalah sebagai tempat pertukaran gas dan penguapan (transpirasi).
Lapisan penyusun batang selanjutnya adalah jaringan dasar. Di dalam
jaringan ini terdapat korteks. Korteks pada batang meliputi dua macam
jaringan, yakni jaringan korteks luar dan korteks dalam. Sel kolenkim dan sel
parenkim adalah penyusun korteks luar. Korteks dalam hanya disusun dari sel-
sel parenkim saja. Korteks dalam (endodermis) dimiliki oleh semua
tumbuhan. Namun sebaliknya, tidak semua tumbuhan memiliki korteks luar.
Ada satu ciri khas yang dimiliki tumbuhan biji terbuka terkait lapisan korteks.
Pada korteksnya terdapat seludang pati (sarung tepung) yaitu lapisan yang
berisi pati.
Setelah korteks, tubuh tumbuhan tersusun oleh jaringan pembuluh. Di
dalam jaringan pembuluh terdapat stele atau silinder pusat. Pada tumbuhan
dikotil, stele terletak di sebelah dalam korteks atau sebelah dalam endodermis.
Sementara, lapisan terluarnya disebut perisikel atau perikambium. Di sebelah
dalam korteks terdapat empulur dan berkas pengangkut. Pada berkas
pengangkutan ini terdapat xilem dan floem. Sementara, di tengah stele
terdapat empulur. Empulur juga ada di antara xilem dan floem. Bentuknya
seperti jari-jari, disebut jari empulur. Selain itu, di antara xilem dan floem juga
terdapat kambium. Oleh karena itu, berkas pengangkutannya disebut berkas
kolateral terbuka. Kambium memiliki dua bagian, yakni kambium vaskuler
dan kambium intravaskuler. Bagian kambium yang berada di antara xilem dan
floem berasal dari prokambium disebut kambium vaskuler. Sedangkan
kambium di luar xilem dan floem yang berasal dari sel-sel parenkim disebut
kambium intravaskuler.
4. Struktur Jaringan Batang Tumbuhan Monokotil
Seperti halnya tumbuhan dikotil, struktur batang tumbuhan monokotil
tersusun atas jaringan epidermis, jaringan dasar, dan jaringan pengangkut atau
berkas pembuluh. Bedanya, tumbuhan dikotil memiliki bentuk meristem
apikal yang kecil. Meristem inilah yang akan membentuk tunas ketiak daun,
bakal daun, dan epidermis.
Pada tumbuhan monokotil juga terdapat meristem perifer. Meristem
perifer merupakan bagian meristem yang berkembang menjadi batang berisi
xilem dan fl oem. Lapisan epidermis batang tumbuhan dikotil memiliki
dinding sel yang lebih tebal dibandingkan tumbuhan dikotil. Pada lapisan
epidermisnya terdapat stomata dan buku-buku. Di bawah epidermis terdapat
korteks. Korteks tersusun dari sel-sel sklerenkim. Korteks tumbuhan
monokotil, korteks merupakan kulit batang. Kulit batang berfungsi
mengeraskan bagian luar batang.
Setelah korteks, lapisan berikutnya ialah stele. Tumbuhan monokotil
memiliki batas korteks dan stele yang tidak jelas. Di dalam stelenya terdapat
berkas pengangkutan. Berkas pengangkutan tersebut tersebar pada empulur
dan letaknya berdekatan dengan kulit batang. Sarung sklerenkim mengelilingi
seluruh berkas pengangkut. Tipe berkas pengangkutannya dinamakan
kolateral tertutup, sebab di antara xilem dan floemnya tidak ditemui kambium.
Akibatnya, tumbuhan monokotil tidak bisa tumbuh secara sekunder. Alias
tubuhnya tidak membesar dan hanya memanjang.
F. Metode Pembelajaran
 Pendekatan : Scientific approach bervisi SETS
 Model : Kooperatif learning
 Metode : Ceramah, pengamatan gambar dan video, diskusi kelompok,
presentasi, praktikum.
G. Media, Alat dan Sumber Belajar
Alat :
1. Alat tulis 7. Penghapus
2. Proyektor 8. Gunting
3. Laptop 9. Pisau
4. Gambar 10. Tali rapia
5. Spidol 11. Mikroskop
6. Papan tulis 12. Pipet tetes
Bahan :
1. Preparat sayatan jagung, 2. Larutan iodine, 3. 2 spesies tanaman berbeda
Media : Slide Power Point, Gambar pengamatan, Video.
Sumber belajar :
1. Buku paket biologi kelas XI SMA terbitan Erlangga.
2. Buku Campbell.
3. Modul/ bahan ajar Struktur Jaringan Tumbuhan.
H. Langkah-Langkah Kegiatan Pembelajaran
Pertemuan 1

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu
Kegiatan Apersepsi 5 menit
Awal  Guru memberi salam kepada siswa
 Siswa memimpin do’a sebelum proses pembelajaran dimulai
 Guru menunjukkan rasa empati dengan menanyakan kabar
siswa
 Absensi siswa
Motivasi
 Guru menanyakan kepada siswa mengenai gambar papan
sasaran panahan dan mengaitkannya dengan lingkar tahun
pada batang tumbuhan untuk membangkitkan rasa
keingintahuan siswa.
 Siswa memperhatikan tujuan pembelajaran yang disampaikan
guru
 Siswa mendengarkan informasi dari guru tentang kegiatan
pembelajaran hari ini yaitu peserta didik melakukan studi
literatur dan pengamatan mengenai jaringan tumbuhan.
Kegiatan Mengamati 75
Inti  Guru membagi siswa menjadi 7 kelompok secara heterogen. menit
 Siswa mengamati sebuah gambar tembok / dinding bangunan
yang belum di plester / semen pada slide power point yang
ditayangkan oleh guru.
 Melalui pengamatan gambar tembok / dinding bangunan yang
belum di plester / semen, keingintahuan siswa dipancing apa
hubungan antara dinding tersebut dengan materi yang akan
diajarkan.
Menanya
 Siswa aktif bertanya berdasarkan pengamatan gambar yang
telah ditayangkan guru serta kaitanya dengan materi jaringan
tumbuhan.
 Mengklarifikasi kembali pertanyaan-pertanyaan dari siswa
dan melemparkannya kepada teman di kelas agar
pembelajaran lebih aktif.
 Berdasarkan hasil diskusi besar di dalam kelas, guru
memasukkan materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan
serta kaitannya dengan teknologi, lingkungan dan manfaatnya
bagi masyarakat.
Mengumpulkan Data
 Siswa menyimak penjelasan materi yang disampaikan oleh
guru mengenai materi jaringan tumbuhan dan kegiatan yang
akan dilakukan siswa untuk menyelesaikan tugas tentang
macam-macam jaringan pada tumbuhan serta keterkaitannya
dengan SETS.
 Siswa dibimbing oleh guru untuk mengamati berbagai macam
jaringan tumbuhan melalui preparat awetan yang sudah
tersedia.
 Sembari pengamatan, guru menghimbau siswa untuk
menghasilkan ide baru yang terinspirasi dari struktur dan
fungsi jaringan tumbuhan.
 Setelah pengamatan, siswa di dalam kelompoknya
mengumpulkan data dari hasil pengamatan berbagai macam
jaringan tumbuhan dalam bentuk table.
Mengasosiasikan
 Siswa berdasarkan perintah dari guru menganalisis bentuk
berbagai macam jaringan tumbuhan beserta fungsinya yang
dikaitkan dengan teknologi yang terinspirasi dari struktur dan
fusngsi jaringan tumbuhan berdasarkan studi literature.
 Berdasarkan pengamatan dan hasil analisis gambar-gambar /
bentuk berbagai macam jaringan tumbuhan beserta fungsinya
dibuatlah diagram SETS.
Mengkomunikasikan
 Perwakilan dari setiap kelompok mempresentasikan secara
lisan hasil diskusi kelompoknya dan menampilkan diagram
SETS.
 Siswa dari kelompok lain memperhatikan kelompok yang
sedang presentasi.
Penutup  Guru memberikan penguatan dan membetulkan beberapa 10
konsep yang belum tepat. menit
 Siswa dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran.
 Siswa membuat refleksi tentang apa yang telah dipelajari
dengan menuliskannya pada selembar kertas yang diberikan
oleh guru.
 Guru memandu siswa membuat kesimpulan tentang materi
yang baru saja dibahas serta pentingnya mengetahui konsep
dan hubungannya dengan teknologi, lingkungan dan
masyarakat.
 Guru memberikan tugas rumah kepada siswa untuk mencari
proses pembuatan kultur jaringan berdasarkan studi literature
maupun internet.
 Guru menutup pembelajaran dengan salam.

Pertemuan 2

Kegiatan Apersepsi 10
Awal  Guru memberi salam kepada siswa Menit
 Siswa memimpin do’a sebelum proses pembelajaran dimulai
 Guru menunjukkan rasa empati dengan menanyakan kabar
siswa
 Absensi siswa
Motivasi
 Guru bertanya kepada siswa untuk memotivasi siswa agar
lebih tertarik pada proses pembelajaran “pernahkah kalian
melihat tanaman cocor bebek? Apakah kalian tahu bahwa
tanaman cocor bebek bisa tumbuh walaupun kita hanya
menanamnya melalui daunnya saja? Nah, bagaimana itu bisa
terjadi?”
 Siswa memperhatikan tujuan pembelajaran yang disampaikan
guru
 Siswa mendengarkan informasi dari guru tentang kegiatan
pembelajaran hari ini.
 Guru menanyakan materi pelajaran yang telah dipelajari pada
pertemuan sebelumnya dan mengaitkannya dengan materi
yang akan dipelajari pada pertemuan kali ini.
Kegiatan 1. Mengamati 70
Inti  Guru menampilkan sebuah video teknik proses kultur menit
jaringan pada tumbuhan.
 Siswa mengamati video tersebut.
2. Menanya
 Melalui pengamatan video tersebut, guru memancing rasa
keingintahuan siswa dengan meminta siswa untuk
bertanya mengenai tayangan video tersebut.
 Melakukan klarifikasi terhadap sejumlah pertanyaan siswa
dan pertanyaan yang ada dilempar kembali pada siswa lain
untuk dijawab berdasarkan tugas rumah yang sudah guru
berikan pada pertemuan sebelumnya.
3. Mengumpulkan data
 Guru menanggapi pertanyaan dan tanggapan siswa
berdasarkan pertanyaan yang berkaitan dengan teknik
kultur jaringan.
 Siswa menyimak penjelasan materi yang disampaikan
oleh guru mengenai materi jaringan tumbuhan dan
kegiatan yang akan dilakukan siswa untuk menyelesaikan
tugas tentang teknik kultur jaringan pada tumbuhan serta
keterkaitannya dengan SETS.
 Siswa berkumpul bersama kelompoknya masing-masing
yang sudah dibentuk pada pertemuan sebelumnya.
 Guru menugaskan pada setiap kelompok untuk menggali
dan bertukar pendapat mengenai tugas rumah proses
pembuatan kultur jaringan dan sifat totipotensi.
 Guru meminta setiap kelompok untuk mendiskusikan
manfaat dan kerugian adanya tanaman hasil kulutr
jaringan serta mengaitkannya dengan kehidupan sehari-
hari seperti teknologi, lingkungan dan masyarakat beserta
contoh tanamannya.
Mengasosiasikan
 Siswa di dalam kelompoknya berdiskusi untuk
menganalisis data mengenai manfaat dan kerugian kultur
jaringan yang sudah dikaitkan dengan teknologi,
lingkungan dan masyarakat beserta contoh tanamannya.
 Siswa diminta membuat bagan skema keterkaitan antara
sains , lingkungan, teknologi dan masyarakat berdasarkan
teknik kultur jaringan disertai dengan nama tanaman hasil
kultur jaringannya.
4. Mengkomunikasikan
 Guru meminta setiap kelompok untuk mempresentasikan
hasil diskusi kelompok mereka di depan kelas.
 Siswa dari kelompok lain memperhatikan dan menanggapi
kelompok yang sedang presentasi.
 Setelah presentasi, setiap kelompok langsung diberikan
nilai oleh kelompok lain (penilaian teman sejawat).
 Guru memberi penguatan dan tambahan informasi dari
hasil diskusi yang telah dilakukan.
Penutup  Siswa dan guru mereview hasil kegiatan pembelajaran. 10
 Guru memandu siswa membuat kesimpulan tentang manfaat menit
dan kerugian kultur jaringan serta pentingnya mengetahui
konsep dan hubungannya antara sains dengan teknologi,
lingkungan dan masyarakat.
 Guru memberi tugas rumah dengan meminta masing-masing
kelompok untuk melakukan wawancara dengan penjual
tanaman hias yang menggunakan teknik cangkok ataupun stek
yang kembali dikaitkan hubungannya antara teknik
mencangkok dan stek dan manfatanya bagi lingkungan dan
masyarakat.
 Guru meminta setiap kelompok untuk membawa satu jenis
tanaman yang berbeda-beda setiap kelompoknya dan juga
silet, gunting, dan tali rapia.
 Guru menutup pelajaran dengan salam.

Pertemuan 3

Kegiatan Deskripsi Kegiatan Alokasi


Waktu
Kegiatan Apersepri 5 Menit
Awal  Guru memberi salam kepada siswa
 Siswa berdo’a sebelum proses pembelajaran dimulai
 Guru menunjukkan rasa empati dengan menanyakan kabar
siswa
 Absensi siswa
Motivasi
 Guru bertanya kepada siswa “Apakah kalian menyukai aneka
jenis tanaman? Bukankah indah jika di bumi ini banyak sekali
jenis tanaman yang beraneka ragam? Lalu bisakah di dalam
satu tanaman terdapat dua warna bunga?”
 Siswa memperhatikan tujuan pembelajaran yang disampaikan
guru
 Siswa mendengarkan informasi dari guru tentang kegiatan
pembelajaran hari ini.
 Guru menanyakan materi pelajaran yang telah dipelajari pada
pertemuan sebelumnya dan mengaitkannya dengan materi
yang akan dipelajari pada pertemuan kali ini.
Kegiatan Mengamati 75
Inti  Guru membawa sebuah tanaman kertas yang terdapat tiga Menit
warna bunga yang berbeda.
 Siswa mengamati tanaman kertas yang dibawa guru.
Menanya
 Siswa di pancing untuk bertanya seputar pertanyaan yang
berkaitan dengan mengapa bisa terjadi dalam sebuah tanaman
memiliki berbagai macam warna bunga.
 Guru mengklarifikasi pertanyaan siswa dan kembali
melempar pertanyaan kepada siswa lainnya dengan
menanyakan hasil yang didapat pada penugasan minggu lalu
mengenai wawancara dengan penjual tanaman hias.
Mengumpulkan Data
 Siswa menyimak penjelasan materi yang disampaikan oleh
guru mengenai kegiatan yang akan dilakukan siswa untuk
menanam tanaman dengan teknik stek seperti yang penjual
tanaman hias lakukan serta keterkaitannya dengan SETS.
 Guru meminta setiap kelompok untuk menunjukkan tanaman
yang di bawa yang sudah ditugaskan oleh guru di pertemuan
sebelumnya.
 Setiap kelompok mengeluarkan tanaman yang dibawanya dan
juga gunting, silet dan tali rapia.
 Guru meminta salah seorang siswa maju untuk menjelaskan
apa saja yang sudah kelompoknya dapat dari wawancara
dengan penjual tanaman hias.
 Guru menjelaskan dan mencontohkan cara menstek dua
spesies tanaman yang berbeda contohnya tanaman kertas
berbunga merah dan tanaman kertas berbungan ungu.
Mengasosiasikan
 Siswa di bimbing oleh guru melakukan percobaan menstek
tanaman yang kelompoknya bawa untuk di simpan di halaman
depan kelas.
 Guru menugaskan siswa untuk membuat diagram SETS
antara manfaat stek tanaman bagi lingkungan dan masyarakat
yang disertakan wawancara dari penjual tanaman hias.
Mengkomunikasikan
 Perwakilan siswa dari setiap kelompok maju untuk
mempresentasikan hasil diskusi dan hasil wawancara dengan
penjual tanaman hias mengenai manfaat menstek tanaman
bagi lingkungan dan masyarakat.
 Siswa bergantian menunjukkan hasil stek tanamannya.
 Guru memberi instruksi kepada siswa untuk memberi
applause kepada setiap kelompok yang sudah presentasi.
 Setelah presentasi, setiap kelompok langsung diberikan nilai
oleh kelompok lain (penilaian teman sejawat).
Penutup  Guru memberi penguatan dan tambahan informasi dari hasil 10
diskusi yang telah dilakukan. Menit
 Siswa dibimbing guru menyimpulkan pelajaran hari ini.
 Guru menugaskan siswa dalam kelompok membuat bagan
SETS materi struktur jaringan tumbuhan dari awal pertemuan
hingga pertemuan ke tiga dalam bentuk poster.
 Guru menutup pelajaran dengan salam

I. Penilaian Hasil Belajar

No. Teknik Bentuk Instrumen


1 Penilaian Sikap spiritual Lembar pengamatan sikap spiritual
2 Penilaian Sikap sosial Lembar pengamatan sikap sosial
3 Penilaian Kognitif Soal tes tertulid
4 Penilaian Keterampilan Laporan dan Hasil Presentasi

INSTRUMEN PENILAIAN
1. Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial
Lembar Pengamatan Sikap Spiritual dan Sosial
Aspek yang diamati
No. Nama
Berdoa Rasa syukur Ingin Tahu Kritis Kerjasama
1.
Rubrik Penilaian Sikap Spiritual dan Sosial
No Aspek Spiritual Deskripsi penilaian sikap spiritual

1 2 3

1. Membaca doa Siswa tidak Siswa jarang Siswa membaca


sebelum dan membaca doa membaca doa doa sebelum atau
sesudah sebelum dan sesudah sebelum dan sesudah sesudah
melaksanakan melaksanakan melaksanakan melaksanakan
pembelajaran pembelajaran pembelajaran pembelajaran

2. Meningkatkan rasa Siswa tidak antusias Siswa cukup Siswa antusias


syukur kepada dalam mengikuti antusias dalam dalam mengikuti
Tuhan atas ilmu pembelajaran mengikuti pembelajaran
pengetahuan yang pembelajaran
telah diberikan

3. Ingin tahu Tidak pernah Kadang-kadang Sering berusaha


berusaha mengetahui berusaha mengetahui mengetahui
pelajaran dengan pelajaran dengan pelajaran dengan
cara membaca buku cara membaca buku cara membaca buku
dan bertanya. dan bertanya. dan bertanya.

4. Kritis Tidak dapat Dapat menjelaskan Dapat menjelaskan


menjelaskan opini. opini tetapi tidak secara jelas dan
selalu mempunyai lengkap dengan
alasan yang baik berbicara atau
untuk opini tersebut. menulis opini
tentang suatu topik
dan memberikan
alasan atas opini
tersebut.
5. Kerja sama Tidak pernah Kadang-kadang Sering bekerja
bekerja sama dengan bekerja sama dengan sama dengan teman
teman dalam proses teman dalam proses dalam proses
pembelajaran. pembelajaran. pembelajaran.
2. Penilaian Kognitif
A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat !
1. Contoh jaringan meristem adalah ....
a. Epidermis dan ujung akar
b. Ujung batang dan endosperm biji
c. Ujung akar dan kambium batang
d. Tudung akar dan kambium batang
e. Kotiledon dan kecambah biji
2. Kolenkim mempunyai ciri khas, yaitu ....
a. Bentuk sel memanjang, berdinding selulosa dan pectin
b. Bentuk sel membulat, berdinding selulosa dan pectin
c. Bentuk sel panjang dengan penebalan dinding sel pada sudut-sudutnya
d. Bentuk sel membulat dan berdinding lignin
e. Bentuk sel memanjang dan berklorofil
3. Pipa kapiler yang berfungsi untuk pengangkutan air dalam tubuh tumbuhan adalah ...
a. xilem
b. Floem
c. Berkas pembuluh
d. Trakeid
e. Trakea
4. Jaringan tumbuhan yang memberi kekuatan sehingga tumbuhan tahan terhadap
lentingan adalah ....
a. kolenkim
b. Parenkim tiang
c. Sklerenkim
d. Trakeid
e. Parenkim spons

5. Perhatikan gambar di bawah ini !

Bagian bernomor 3 berfungsi untuk ....

a. mengangkut air dan garam dari tanah ke daun


b. mengangkut hasil fotosintesa ke seluruh bagian
c. menyelenggarakan pertumbuhan sekunder
d. membentuk jaringan empulur
e. mengatur pengangkutan air dan hasil fotosintesa
6. Pembuatan keran air menggunakan prinsip kerja dari tumbuhan yaitu…
a. Xilem
b. Floem
c. Kambium
d. Trakeid
e. Meristem
7. Terbentuknya lingkaran tahun pada tanaman jati merupakan aktivitas jaringan....
a. Kambium
b. Meristem
c. Histogen
d. Felogen
e. Dermatogens
8. Struktur pada tumbuhan yang mengilhami susunan dinding bangunan yaitu…
a. Xylem
b. Floem
c. Epidermis
d. Epididimis
e. Sklerenkim
9. Teknik kultur jaringan menggunakan prinsip sifat…
a. Totipotensi
b. Fototropisme
c. Geotripisme
d. Okulasi
e. Perisike
10. Manfaat dari kultur jaringan bagi masyarakat yaitu…
a. Spesies tanaman asli berkurang
b. Masyarakat memakan buah / sayur tidak asli
c. Menambah penghasilan ekonomi
d. Meningkatkan hama
e. Tidak halal
B. Isilah titik-titik di bawah ini dengan singkat dan benar
1. Perhatikan irisan organ tumbuhan berikut ini!
Bagian yang berlabel X, berfungsi untuk ....
2. Ciri khas struktur anatomi daun yang berbentuk lembaran adalah ....
3. Tuliskan 3 teknologi yang terinspirasi dari struktur dan fungsi jaringan
tumbuhan!
4. Tuliskan 3 manfaat kultur jaringan!
5. Jelaskan keterkaitan antara materi struktur dan fungsi jaringan tumbuhan dengan
bidang teknologi, lingkungan dan masyarakat!

Penilaian keterampilan
Lembar Laporan Sederhana Keterkaitan Struktur Jaringan Tumbuhan dengan
SETS
Kelas :
Anggota Kelompok :
1. …………………
2. …………………
3. …………………

Topik : Struktur dan Fungsi Jaringan Tumbuhan

No. Sains Environment Technology Society

Penilaian Ketrampilan:
Digunakan untuk menilai ketrampilan peserta didik dalam hal menggali
informasi tentang teknologi yang terinspirasi dari struktur dan fungsi jaringan
tumbuhan, proses pembuatan kultur jaringan dan menstek melalui diskusi dan
mengomunikasikan hasil diskusi melalui presentasi.
Penilaian
No. Aspek yang dinilai
K C B
1. Mengumpulkan data
a. Keterampilan mencari informasi
b. Kerjasama anggota kelompok dalam mencari informasi
2. Mengomunikasikan hasil diskusi
a. Penguasaan konsep sains yang disampaikan
b. Penyampaian keterkaitan SETS
c. Penampilan presenter
d. Tayangan presentasi

Rubrik Penilaian:
N Aspek yang Penilaian
o. dinilai K C B
1. Menggali informasi
a. Ketrampilan Tidak menggunakan Menggunakan satu Menggunakan
mencari referensi dalam referensi dalam referensi berupa LKS
informasi mencari informasi mencari informasi dan buku paket
yaitu LKS sebagai sumber
informasi
b. Kerjasama Hanya dua orang hanya tiga orang Empat orang yang
anggota yang mencari yang mencari mencari informasi
kelompok dalam informasi informasi
mencari
informasi

c. Penyampaian Hanya Menyampaikan Menyampaikan materi


keterkaitan SETS menyampaikan materi sains dan sains dan kaitannya
materi sains dan kaitannya dengan dengan teknologi,
kaitannya dengan teknologi dan masyarakat dan
teknologi saja lingkungan lingkungan
d. Penguasaan tidak menguasai kurang menguasai menguasai konsep IPA
konsep sains yang konsep IPA dengan konsep IPA, istilah- dengan baik, istilah-
disampaikan sangat baik, istilah- istilah yang istilah yang digunakan
istilah yang digunakan kurang benar,
digunakan tidak tepat tepat
e. Performance Penyampaian tidak penyampaian tidak penyampaian mudah
mudah dipahami, mudah dipahami, dipahami, komunikatif
tidak komunikatif kurang komunikatif dengan audiens,
dengan audiens, tidak dengan audiens, kurang memberi
memberi kesempatan kurang memberi kesempatan audiens
audiens untuk kesempatan audiens untuk berpikir
berpikir untuk berpikir
f. Tampilan tayangan/ tayangan/ tayangan/
presentasi tampilan tidak tampilan kurang tampilan menarik,
menarik dan tidak menarik, kurang kurang sesuai dengan
sesuai dengan materi sesuai dengan materi materi

Melakukan percobaan pengamatan mikroskopik jaringan tumbuhan


Rubrik
Keterampilan
No Skor Keterangan
yang Dinilai

1 Persiapan ASPEK - Alat-alat tertata rapih sesuai dengan urutan pengujian


Percobaan - Bahan-bahan tersedia sesuai dengan petunjuk
(Menyiapkan - Set mikroskop dalam keadaan siap pakai
alat Bahan) - Tersedia tisue untuk membersihkan cover glass
30 Ada 4 aspek yang tersedia

20 Ada 3 aspek yang tersedia

10 Ada 2 aspek yang tersedia

2 Melakukan ASPEK - Meletakkan preparat pada obyek glass


pengujian - Menemukan obyek pada mikroskop
- Menggambar hasil pengamatan pada buku tugas
30 Ada 3 aspek yang tersedia

20 Ada 2 aspek yang tersedia

10 Ada 1 aspek yang tersedia

3 Kegiatan akhir ASPEK - Membuang sampah ketempatnya


praktikum - Membersihkan alat dengan baik
- Membersihkan meja praktikum
- Mengembalikan alat ke tempat semula
30 Ada 4 aspek yang tersedia

20 Ada 3 aspek yang tersedia

10 Ada 2 aspek yang tersedia

Penilaian Produk
Praktek Menstek Tanaman

No. Aspek K C B
1 Persiapan alat dan bahan
2 Cara / prosedur menstek
3 Hasil stek
Rubric Penilaian Produk

Aspek yang
No Skor Keterangan
Dinilai

1 Persiapan alat ASPEK - Alat-alat tersedia sesuai dengan yang dibutuhkan


dan bahan - Bahan-bahan tersedia sesuai dengan criteria yang
ditentukan
- Alat dan bahan sudah tertata rapid an siap digunakan
B Ada 3 aspek yang tersedia

C Ada 2 aspek yang tersedia

K Ada 1 aspek yang tersedia

2 Cara/prosedur ASPEK - Memotong batang dengan benar


menstek - Menyambung batang dengan benar
- Membungkus hasil sambungan dengan plastik
B Ada 3 aspek yang tersedia

C Ada 2 aspek yang tersedia

K Ada 1 aspek yang tersedia

3 Hasil stek ASPEK - Sambungan antar batang kuat


- Hasil stek terlihat rapih
- Setelah satu minggu terlihat muncul daun baru yang
masih segar
B Ada 3 aspek yang tersedia

C Ada 2 aspek yang tersedia

K Ada 1 aspek tang tersedia