Anda di halaman 1dari 8

SARANA FISIK PENGENDALIAN : PANAS LEMBAB

Hartini¹, Rizal Maulana Hasby²,Titin Prihatini³


JURUSAN BIOLOGI FAKULTAS SAINS DAN TEKNOLOGI
UIN SUNAN GUNUNG DJATI BANDUNG
hartinihamzah5598@gmail.com
Jalan A.H. Nasution No. 105, Cipadung, Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat 40614

ABSTRAK

Pengendalian mikroba merupakan upaya pemanfaatan mikroba dalam mengoptimalkan


keuntungan nilai mikroba dalam memberikan kecilnya kerugian,salah satu pengendalian
mikroba dari fisik yaitu panas lembab. Sterilisasi panas lembab dapat dilakukan dengan
penggunaan autoklaf (uap bertekanan) dan penggunaan uap langsung (tindalisasi/ sterilisasi
fraksi). Adapun tujuan dari praktikum ini yaitu mengetahui sarana fisik panas lembab untuk
mengendalikan mikroba,tujuan dari panas lembab sendiri yaitu untuk menghancurkan struktur
DNA,denaturasi enzim,perusakan membran sel dan ribosom.Pada praktikum kali ini
penggunaan kultur menggunakan berbeda suhu diantaranya 15°C,25°C,40°C,60°C,80°C,dan
100°C.Kultur yang di gunakan pada praktikum ini yaitu Saccharomyces cerevisiae,media
kulltur yang pertumbuhannya banyak yaitu pada media yang menggunakan suhu 25°,karena
suhu tersebut merupakan suhu optimum dari Saccharomyces cerevisiae.

(Kata kunci : Pengendalian mikroba, panas lembab, Saccharomyces cerevisiae

dan mencegah peruskan serta pembusukan


bahan oleh mikroba,penghambatan
I.PENDAHULUAN
pertumbuhan bakteri dan mencegah
I.1 DASAR TEORI kontaminasi bakteri yang tidak di
kehendaki kehadirannya dalam suatu media
Pengnendalian mikroba merupakan
(Alarcon 2006)
upaya pemanfaatan mikroba dalam
mengoptimalkan keuntungan nilai mikroba Sterilisasi panas lembab dapat
dalam memberikan kecilnya dilakukan dengan penggunaan autoklaf
kerugian.Mkroba memberikan kerugian (uap bertekanan) dan penggunaan uap
berupa racun atau penyakit.Pengendalian langsung (tindalisasi/ sterilisasi fraksi).
mikroba bertujuan mencegah penyebaran Sterilisasi panas kering dapat dilakukan
penyakit dan infeksi ,membasmi dengan oven (udara panas) dan
mikroorganisme pada inang yang terinfeksi pembakaran. Panas lembab sangat efektif
meskipun pada suhu yang tidak begitu Autoklaf merupakan alat sterilisasi
tinggi, karena uap air berkondensasi pada yang mahal harganya. Inovasi oven sudah
bahan‐bahan yang disterilkan, dilepaskan banyak diterapkan, diantaranya melalui
panas sebanyak 636 kalori per gram uap air penambahan ozon dan infrared, sehingga
pada suhu 121°C. Panas ini menjadi alat sterilisasi yang jauh lebih
mendenaturasikan atau mengkoagulasikan murah. Ruangan dalam oven itu dibagi
protein pada organisme hidup dan dengan menjadi 2, bagian atas dilengkapi ozon
demikian mematikannya. Dibandingkan sedangkan bagian bawah dengan infrared
dengan panas lembab, panas kering kurang .Pemanasan dalam oven ini hanya
efisien dan membutuhkan suhu lebih tinggi dilakukan selama 15 menit dalam
serta waktu lebih lama untuk sterilisasi. Hal temperatur 125˚C. Secara teoritis sterilisasi
ini disebabkan karena tanpa kelembaban melalui pemanasan dalam oven
tidak ada panas laten. Untuk sterilisasi konvensional, dilaksanakan pada
panas kering tanah, yang pernah dilakukan temperatur 160˚C selama 2 jam atau pada
yaitu berupa sterilisasi fraksi dengan oven ( temperatur 180˚C selama 1 jam.1,2
Madigan et al., 2000) Perbedaan temperatur dan waktu sterilisasi
ini menarik untuk ditelaah lebih lanjut
Proses sterilisasi alat bedah
(Rutala,2008).
umumnya dilakukan berdasarkan
pemanasan basah yaitu autoklafisasi dan Adapun tuajuan dari praktikum ini
pemanasan kering melalui oven. yaitu mengetahui sarana fisik panas lembab
Pemantauan proses sterilisasi didasarkan untuk mengendalikan mikroba.
dengan tiga cara yaitu secara fisika dengan
II. METODE KERJA
mengukur temperatur, tekanan, dan
waktu;1 secara kimia dengan autoclave 2.1 Alat dan Bahan
tape, sterilization pouch yang
Alat yang digunakan pada
memperlihatkan perubahan warna bila telah
peraktikan kali ini adalah pembakar
tercapai siklus sterilisasi yang dilakukan;
Bunsen, gela piala 800ml, kaki tiga, kasa
secara biologis dengan menggunakan spore
logam, thermometer, lup inokulasi, dan
strip atau suspensi biakan spora; untuk cara
spidol. Kemudian bahan yang digunakan
autoklafisasi digunakan Geobacillus
adalah Kaldu NB, Media NA, media NB,
stearothermophilus, sedangkan pada
Kaldu staphylocuccuss aureus, Kaldu
sterilisasi dengan oven dipakai Bacillus
Sabouraud dari Aspergius niger dan
atrophaeus (Maalouf ,2007)
Saccharomyces cerevisiae
2.2 PROSEDUR KERJA Persentase
Variasi Suhu Pertumbuhan
Pada praktikum ini yang pertama Bakteri
15°C 75%
dilakukan adalah cawan dengan suhu 25,
25°C 85%
40, 60, 80 dan 100oC diberi labe, kemudian
40°C 100%
dibagian dasar cawan NA dengan bantuan
60°C 80%
spidol dibuat menjadi sector untuk 2
80°C 15%
macam bakteri dan pada cawan sabauraud
100°C 0%
dibuat hal yang sama untuk kedua macam
cendawan. NA dan Sabouraud 25oC
3.1 Pada suhu 15°C
diinokulasikan dengan teknik aseptic
dengan satu goresan mikrob tertentu. No Foto hasil Literatur
Panaskanlah air 40oC dan letakkanlah
1.
ditabung kutur ke dalam gelas piala dan
biarkan 10menit. Ambillah kultur dalu
inokulasikan tiap organisme pada cawan
40oC, panaskanlah ingga 60oC dan ulangi
butir 5 dan inokulasikan pada cawan 60oC,
panaskan lagi hingga 80oC dan ulani hal
yang sama, panaskan lagi hingga 100oC
dan ulangi hal yang sama. Inokulasikanlah
cawan NA dengan posisi terbalik selama (sumber : (sumber :
Dok. Pribadi, Eurekabrewing.
24-48 jam pada suhu 37oC. Kemudian
2018) 2012).
inokulasikan cawan sabouraud pada suhu
Keterangan :
25oC selama 4-5 hari dalam ruang lembab.
a. Saccharomyces cerevisiae
III. HASIL DAN PEMBAHASAN Dilihat dari tabel suhu media kultur
dengan menggunakan suhu 15°C,laju
Dari praktikum ini,menggunakan
pertumbuhan Saccharomyces cerevisiae
media pertumbuhan kultur dengan suhu
pada suhu sangat sedikit,karena pada suhu
berbeda,yaitu
15°C merupakan bukan suhu optimum dari
15°C,25°C,40°C,60°C,80°C,dan 100°C
Saccharomyces cerevisiae.Namun pada
sebagai berikut :
media deengan suhu 15°C koloni yang
tumbuh pada media PDA memiliki luas
penguasaan yang cukup besar yaitu 75%.
Pada suhu ini mikroba dapat tumbuh N Foto hasil Literatur
dengan baik sehingga menghasilkan jumlah o

koloni yang banyak. Hal ini dikarenakan 1.


pada suhu ini mikroba sudah dapat
beradaptasi dengan baik. Mikroba yang
tumbuh pada suhu ini adalah psikrofil.
Sedangkan Saccharomyces cerevisiae
adalah mikroba mesofil.

3.2 Pada Suhu 25°C


(sumber :
N Foto hasil Literatur Eurekabrewing.
o (sumber : Dok. 2012).
Pribadi, 2018)
1
Keterangan :

a. Saccharomyces cerevisiae
Saccharomyces cerevisiae tumbuh
optimum pada suhu 25-30oC dan
maksimum pada 35-47oC. Ini pun sesuai
dengan literatur, terjadi penurunan jumlah
koloni. Tidak sebanyak pada suhu 25oC.
Karena pada suhu 25oC adalah suhu
(sumber :
(sumber : Dok. Eurekabrewing. optimum dan 40oC adalah suhu maksimum.
Pribadi, 2018) 2012). Dari hasil pengamatan terlihat
bahwa koloni yang terbentuk di dalam
Keterangan :
cawan petri sangat penuh sehingga
a. Saccharomyces cerevisiae
didapatkan luas penguasaan pada
Berdasarkan pengamatan dari tabel
Saccharomyces cerevisiae dalam media
di atas menunjukkan bahwa koloni yang
sebesar 100%. Mikroba tumbuh dengan
tumbuh semakin banyak dari yang
optimal dalam suhu ini.
sebelumnya yaitu dengan luas penguasaan
sebesar 85%. Hal ini berarti mikroba masih
tumbuh aktif di dalam media pada suhu
25˚C.

3.3 Pada Suhu 40°C


3.3 Pada suhu 60°C kematian, terjadi penurunan laju
pertumbuhan yang disebabkan oleh
N Foto hasil Literatur
o kekurangan materi pertumbuhan seperti
vitamin dan unsur mineral.
1.
3.4 Pada suhu 80°C

N Foto hasil Literatur


o

1.

(sumber : Dok. (sumber :


Pribadi, 2018) Eurekabrewing.
2012).

Keterangan :

a. Saccharomyces cerevisiae
(sumber :
Pada suhu 60oC, jumlah koloni terus
Eurekabrewing.
menurun karena pada suhu ini sudah (sumber : Dok. 2012).
termasuk pada mikroba termofil. Termofil Pribadi, 2018)

adalah mikroba yang hidup pada suhu Keterangan :


tinggi. Sedangkan Saccharomyces
a. Saccharomyces cerevisiae
cerevisiae termasuk pada mikroba jenis Jumlah koloni suhu ini sangat
mesofil. sedikit bahkan hampir tidak ada koloni.
Karena pada suhu ini adalah suhu yang
Terlihat bahwa pada suhu ini,
terlalu panas untuk mikroba mesofil untuk
jumlah pertumbuhan pada mikroba
hidup.
mengalami penurunan yaitu dengan luas
penguasaan yang dihasilkan sebesar 80%. Pada kondisi ini, terjadi penurunan
Fase yang terjadi pada kondisi ini yang jauh sekali dibandingkan dengan suhu
dinamakan fase stasioner. Menurut Setyati sebelumnya. Dimana terlihat bahwa luas
dkk (2011), menyatakan bahwa ukuran sel penguasaan dari mikroba hanya sebesar
pada fase stasioner menjadi lebih kecil- 15% dalam media. Dan juga hanya
kecil karena sel tetap melakukan terbentuk 1 koloni saja. Bisa saja hal ini
pembelahan meskipun zat-zat nutrisi media merupakan langkah dalam menuju fase
sudah mulai habis. Berikutnya adalah fase kematian pada Saccharomyces cerevisiae.
3.5 Pada Suhu 100°C berklorofil, termasuk termasuk
kelompok Eumycetes.Tumbuh baik
N Foto hasil Literatur pada suhu 30oCdan pH 4,8.Beberapa
o kelebihan saccharomyces dalam proses
fermentasi yaitu mikroorganisme ini
1. cepat berkembang biak, tahan terhadap
kadar alkohol yang tinggi, tahan
terhadap suhu yang tinggi, mempunyai
sifat stabil dan cepat mengadakan
adaptasi.Menurut Dr. Anton
Muhibuddin (2011), beberapa spesies
Saccharomyces mampu memproduksi
ethanol hingga 13.01 %. Hasil ini lebih
bagus dibanding genus lainnya seperti
(sumber :
Candida dan Trochosporon.
Eurekabrewing.
(sumber : Dok. 2012). Pertumbuhan Saccharomyces
Pribadi, 2018) dipengaruhi oleh adanya penambahan
nutrisi yaitu unsur C sebagai sumber
Keterangan : carbon, unsur N yang diperoleh dari
penambahan urea, ZA, amonium dan
a. Saccharomyces cerevisiae
Pada suhu ini tidak ada koloni yang pepton, mineral dan vitamin.Suhu
optimum untuk fermentasi antara 28 –
terbentuk karena suhu ini jauh di atas batas 30oC. Beberapa spesies yang termasuk
suhu maksimum dari Saccharomyces dalam genus ini diantaranya yaitu
cerevisiae.Suhu maksimum Saccharomyces cerevisiae,
Saccharomyces boullardii, dan
Saccharomyces cerevisiae 40oC. Jauh 60oC
Saccharomyces uvarum.
diatas suhu maksimum, makanya di suhu Klasifikasi ilmiah :
ini tidak terbentuk koloni. Kingdom: Fungi
Filum : Ascomycota
Pada suhu 100°C terlihat pada Subfilum : Saccharomycotina
Kelas : Saccharomycetes
media tidak adanya pertumbuhan yang
Ordo : Saccharomycetales
terjadi. Hal ini terjadi karena adanya Famili : Saccharomycetaceae
denaturasi enzim pada mikroba. Dan juga Genus : Saccharomyces
kondisi ini bisa jadi termasuk dalam kondisi Spesies : S. Cerevisiae
Berdasarkan pengamatan dari tabel
thermal death. di atas didapatkan bahwa suhu optimum
yang dihasilkan pada sampel berada dalam
Saccharomyces merupakan genus
rentang suhu 25-40°C. Menurut literatur
khamir yang memiliki kemampuan
dari Candra (2007) bahwa suhu optimum
mengubah glukosa menjadi alkohol dan
pertumbuhan adalah suhu yang paling baik
CO2. Saccharomyces merupakan
dalam melakukan pertumbuhan bagi
mikroorganisme bersel satu tidak
mikroorganisme. Digolongkan menjadi 3
mikroorganisme berdasarkan suhu food.Journal appl microbiol vol 12
optimum yang dimilikinya, seperti berikut: (20)
Termofilik :45-60˚C; Mesofilik : 20-45˚C;
Psikofilik : 0 – 20˚C. Dalam hal ini berarti Eurekabrewing. 2012. Yeast banking – #2
Saccharomyces cerevisiae merupakan Agar plates. Diakses di
golongan mikroorganime mesofilik. https://eurekabrewing.wordpress.co
Dijelaskan pula oleh Agawane and Lonkar m/tag/agar-plates/page/2/ [pada tgl
(2004), yang menyatakan Saccharomyces 19 Maret 2018] [pukul 10.40 WIB].
Hoque, M.M., S. Ratttila, M.A., Shishir,
cerevisiae tumbuh optimum pada suhu
2530˚C dan maksimum pada 35-47˚C. pH M.L., Bari, Y. Inatsu, dan S.
pertumbuhan khamir yang baik antara 3-6. Kawamoto. 2011, Antibacterial
Perubahan pH dapat mempengaruhi
Activity of Ethanol Extract of Betel
pembentukan hasil samping fermentasi.
Pada pH tinggi maka lag phase akan Leaf (Piper betle L.). Againts Some
berkurang dan aktivitas fermentasi akan Food Borne Pathogens. Bangladesh
naik.
Journal of Microbiology, Vol. 28(2)
: 58.

KESIMPULAN Madigan MT, Martinko JM, Parker J.


2000. Brock Biology s
Dari praktikum kali ini dapat di
of Microorganisms. Ninth Ed.
simpulkan bawha panas lembab merupakan
Prentice Hall International,
salah satu contoh metode pengendalian
Inc. New Jersey. 991pp
mikroba dari bidnag fisika,tujuan dari
panas lembab sendiri yaitu untuk Maalouf K,2008. Infection control and
menghancurkan struktur DNA,denaturasi proper sterilization. Guidelines for
enzim,perusakan membran sel dan instrument processing. Group
ribosom.Pada praktikum kali ini Practice Journal Volume 56 (10).
penggunaan kultur menggunakan berbeda Rutala WA, Weber DJ,2008. Guideline for
suhu diantaranya disinfection and
15°C,25°C,40°C,60°C,80°C,dan 100°C. sterilization. In: health care
facilities. Center for Disease
DAFTAR PUSTAKA
Control and Prevention (CDC)
Alarcon,BB,vicedo and T aznar 2006,PCR Guidelines.
based producers for detected and Setyati, Wilis Ari, Erni Martani, Triyanto,
quantification of stapylococus Subagiyo dan Muhammad
aureus and ther application in Zainuddi. 2015. Kinetika
Pertumbuhan dan Aktivitas
Protease Isolat 36k dari Sedimen
Ekosistem Mangrove,
Karimunjawa, Jepara. Jurnal Ilmu
Kelautan. 20(3): 163-169.