Anda di halaman 1dari 2

PERTANYAAN DAN JAWABAN :

1. Apa yang dimaksud dengan keuntungan diatas normal dalam penentuan harga pada pasar
monopoli, oligopoli, dan monopolistik?
Jawab :

Gambar diatas menggambarkan produsen mempunyai struktur biaya standar dan


menghadapi kurva permintaan pasar horizontal. Produsen yang mengoptimalkan
keuntungannya memenuhi kondisi MC = MR. Output optimalnya adalah 100. Dengan
output 100, biaya rata-rata produk adalah 8. Tentu saja harganya 10. Produsen menikmati
keuntungan sebesar 200. Ini adalah keuntungan di atas normal (super normal profit).
Keuntungan di atas normal tentu saja mengundang produsen-produsen lainnya
(entries). Persediaan (supply) output di pasar meningkat dan menurunkan harga produk.
Produsen baru akan tetap masuk selama masih ada super normal profit. Atau, produsen
baru akan tidak mempunyai insentif untuk masuk bila super normal profit sama dengan
nol. Keuntungan sama dengan nol ini disebut keuntungan normal (normal profit). Jadi,
apabila harga di atas 7 (harga yang membuat keuntungan di atas normal), harga akan
turun ke 7.
2. Solusi apa yang dapat dilakukan oleh perusahaan yang masuk dalam kartel?
Jawab :
Pengaturan kartel diatur dalam Pasal 4 (larangan oligopoli), Pasal 5 - Pasal 6 (larangan
penetapan harga), dan Pasal 11 (larangan kartel) Undang-Undang RI No. 5 Tahun 1999
Tentang Larangan Praktek Monopoli Dan Persaingan Usaha Tidak Sehat sedangkan
untuk pengaturan idealnya perlu disempurakan dan/atau dirumuskan klausul pasal yang
mengatur tentang perluasan definisi pelaku usaha, menerapkan penegakan hukum dengan
asas ekstra teritorialitas, memperjelas kedudukan dan kewenangan KPPU,
penyempurnaan penerapan liniciency program, perubahan sanksi administratif,
pembenahan sistem merger.

3. Economics of scale dalam pasar monopolistic dan mengapa intra industry dalam pasar
monopolistik menciptakan perdagangan internasional?
Jawab :
Economies Of Scale atau skala ekonomi merupakan fenomena turunnya biaya
produksi per unit dari suatu perusahaan yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya
jumlah produksi (output). Dalam ilmu mikro ekonomi, skala ekonomi merujuk kepada
keuntungan biaya yang berhubungan dengan ekspansi usaha. “Skala Ekonomis” adalah
konsep lama dan merujuk pada pengurangan biaya per unit saat ukuran fasilitas dan
tingkat penggunaan input lainnya meningkat. Istilah skala ekonomi seringkali dikaitkan
dengan istilah Pengembalian Skala (return to scale).
Perdagangan intra industri merupakan wujud dan bentuk pertukaran berbagai jenis
barang secara dua arah di dalam klasifikasi industri internasional. Transaksi dalam
perdagangan intra industri memegang peran yang besar, khususnya dalam perdagangan
barang-barang manufaktur di negara-negara maju. Perdagangan barang-barang
manufaktur ini sangat mendominasi hubungan perdagangan dunia. Seiring berjalannya
waktu, tingkat teknologi produksi, tingkat kualitas para pekerja, serta kepemilikan modal
negara-negara industri maju semakin memiliki kesamaan. Hal tersebutlah, yang
menyebabkan terciptanya perdagangan internasional.

Sumber :
http://journals.usm.ac.id/index.php/jic/article/download/1041/677
http://mediacerita.com/perdagangan-internasional-intra-industri/