Anda di halaman 1dari 30

KEPANITERAAN KLINIK

ORTHODONTI (BLOK 1)

Nama Lengkap : Rifandy Hanifatunnisa


NPM : 31101300378
Jenis Kelamin : Perempuan
Alamat : Jalan Padi Raya B114, Genuk Indah
Dosen Pembimbing : Drg. Hadi Supranoto, Sp. Ort

FAKULTAS KEDOKTERAN GIGI


UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG
SEMARANG
ORTHODONTI

DATA PASIEN
Nama Penderita : Arman Aroisi
Tanggal Lahir : 11 Oktober 1996
Umur : 21 tahun
Alamat : Robayan 21/03 Jl. Mangga V, Kalinyamatan
Telp : 081325100133
Kelamin : Laki - laki
Pekerjaan : Mahasiswa
Nama Ayah : Sholikin
Suku : Jawa
Nama ibu : Qoima
Suku : Jawa
Tanggal Datang Pasien : 7 Desember 2017

TENAGA PENGAJAR
Drg. Hadi Supranoto, Sp. Ort
ORTHODONTI
RSIGM Sultan Agung

Mencetak Tanggal : 7 Desember 2017


Foto Profil : 7 Desember 2017
Foto Rontgen : 7 Desember 2017
Jenis Alat Orthodonti : Removable Orthodontic
Mulai Perawatan : .......................................................................................
Retainer : Hawley Retainer
Selesai Perawatan : .......................................................................................

GIGI PERMANEN
18 17 16 15 14 13 12 11 21 22 23 24 25 26 27 28
48 47 46 45 44 43 42 41 31 32 33 34 35 36 37 38

GIGI DECIDUI
55 54 53 52 51 61 62 63 64 65
85 84 83 82 81 71 72 73 74 75
1. RIWAYAT KASUS / ANAMNESA

1.1. RIWAYAT INDIVIDU

Pasien laki-laki usia 21 tahun datang dengan keluhan gigi depan renggang
sehingga mengganggu penampilan. Pasien belum pernah memeriksakan
kondisinya ke dokter gigi. Kaka pasien mempunyai riwayat yang sama.
Pasien tidak mempunyai riwayat sistemik. Pasien mempunyai alergi
clhoramphenicol. Pasien tidak mempunyai kebiasaan buruk saat kecil.
Pasien ingin giginya diperbaiki menjadi rapat. Pasien lahir normal. Anak
ke 2 dari 2 bersudara.

Lahir : : Normal  Komplikasi  Kembar


Anak ke : 2 ( dari 2 bersaudara )
Nutrisi : ASI Lamanya 2 tahun 1 bulan
Susu botol lamanya 3 tahun 1 bulan
Keadaan Umum :  baik  sedang  buruk
Penyakit infeksi berat pada masa anak-anak : Tidak ada Kelainan
Kebiasaan jelek :
- menggigit bibir: tidak
- bernafas melalui mulut: tidak
- meletakkan lidah antara gigi dan gigi bawah: tidak

1.2. RIWAYAT KELUARGA


Kelainan rahang dan gigi pada : Ayah ( tidak )
Ibu ( tidak )
Saudara / keluarga lain (tidak)

Anomali : Tidak ada kelainan


2. PEMERIKSAAN KLINIS

2.1. EKSTRA ORAL


Bentuk wajah dari depan :
 Simetris /  Asimetris kanan / kiri
 Dolichocepali Mesocepali  Brachicepali
Bentuk wajah dari samping :
 Cembung  Lurus / normal  Cekung  Bimaksilar protusif
Bibir ukuran :  Sedang  Tebal  Tipis
Kedudukan Bibir terhadap gigi depan
Gigi Atas :  Normal
 Menutupi 1/4 mahkota incisivus atas
 Menutupi 1/3 mahkota incisivus atas
 Menutupi 1/2 mahkota incisivus atas
 Menutupi 2/3 mahkota incisivus atas
Gigi Bawah :  Normal
 Menyentuh permukaan palatina incisivus atas
 Menutupi seluruh permukaan incisivus bawah
 Menutupi ½ permukaan incisivus bawah

2.2. INTRA ORAL


Ginggiva :  Normal  Meradang region  Hipertropi regio
Frenulum Labii :  Normal  Tinggi  Rendah
Palatum : Normal  Tinggi  Rendah
Kedudukan lidah waktu menelan :
 Normal  Diantara gigi posterior  Diantara gigi anterior
 Mendorong gigi anterior
Kedudukan lidah waktu istirahat :
 Normal  Terjulur ke depan

2.3. FOTO RONTGEN

2.3.1. Foto Sefalometri


Analisa Foto Sefalometri
Nama : Arman Aroisi
Suku : Jawa
Jenis Kelamin : Laki - laki
Umur : 21 tahun

Hasil
Laki-laki Keterangan
Jenis Pengukuran Ukuran
Nilai Normal
SNA0 83±3 86 Normal
0
SNB 81±3 84 Normal
0
ANB 2±2 2 Klas I skeletal
NAPog 3±6 1 Normal
NSGN0 68±4 64 Normal
MP : SN0 30±4 21,5 Retrognati
0
1atas : 1 bawah 119±8 113 Normal
0
1atas : SN 110±6 123 Inklinasi I Atas protrusif
0
1bawah : MP 101±5 102 Inklinasi I Bawah normal
1atas : APog mm 9±3 8,7 Normal
1bawah : NB mm 8±3 9,2 Normal
Pog : NB Pog mm 2 2 Normal
Bidang E : LS mm 1±2 1,7 Normal
Bidang E : LI mm 3±3 -1 Retrognati
Sumber : Thomas Rakosi

Kesimpulan :
 Dari analisis skeletal didapatkan posisi maksila terhadap basis craniire
normal, posisi mandibula terhadap basis cranii normal. Hubungan
maksila dan mandibula kelas I skeletal dengan profil wajah normal /
lurus serta pertumbuhan maksila dan mandibula normal.
 Dari analisis dental didapatkan inklinasi gigi insisivus rahang atas
dengan gigi insisivus rahang bawah normal, inklinasi gigi insisivus
rahang atas terhadap basis cranii normal, inklinasi gigi insisivus rahang
bawah terhadap basis cranii normal.
 Dari analisis jaringan lunak didapatkan hubungan bibir atas dan bibir
bawah terhadap bidang estetik retrognati.

2.3.2. Intra Oral + Panex


A

B
C
D

Implikasi : Tidak ada


Fraktur : Tidak ada
Supernumerary : Tidak ada
Agenesis : Tidak ada
Non Vital : Tidak ada
Lain-lain : Tidak ada

2.4. FOTO PROFIL

2.4.1. Sebelum Perawatan


DEPAN SAMPING
Analisa foto profil:
................................Dari analisa foto profil tampak depan pasien memiliki wajah asimetris,
bentuk muka yang lonjong dan oval (mesoshepali), garis yang membentuk antara
glabella – lip superiorpogonion membentuk sudut wajah datar

2.4.2. Sesudah Perawatan


DEPAN SAMPING

Analisa foto profil

...........................................................................................................................................................
...........................................................................................................................................................
3. PEMERIKSAAN MODEL
Apel Gigi
 k : karies : 36, 37, 46, 47 -v : Tidak ada
 t : tambalan : 36 -n : Tidak ada
 x : ekstraksi : Tidak ada - sedang erupsi : Tidak ada
 s : supernumerary : Tidak ada ..

3.1. ANOMALI GIGI TIAP RAHANG BESERTA ETIOLOGINYA

ANOMALI GIGI ETIOLOGI


8
7
6
5
4
3
2
1 Labiotorsiversi  Kemungkinan karena Persistensi

8
7
6
5
4
3
2
1 Labiotorsiversi

1
2
3
4 Mesiolinguotorsiversi  Kemungkinan karena Persistensi
5 Mesiolinguotorsiversi  Kemungkinan karena Persistensi
6
7
8

1
2
3
4 Linguoversi  Kemungkinan karena Persistensi
5
6
7
4. ANOMALI DALAM OKLUSI

Sagital
 Overjet 11 21
= 1,5 mm = 2,2 mm
41 31

 Relasi molar pertama permanen :


Kanan :  Klas I Kiri : Klas I
Klas II  Klas II
 Klas III  Klas III

 Relasi Kaninus :
Kanan : Klas I Kiri :  Klas I
 Klas II  Klas II
 Klas III  Klas III

 Klasifikasi Angle :
 Klas I
Klas II subdivisi
 Klas III

 Gigitan terbalik anterior : tidak ada

Transversal
 Garis median :
Rahang Atas - normal Rahang bawah: normal
- ke kiri:0 mm ke kiri: 0 mm
- ke kanan :0 mm ke kanan : 0 mm
 Gigitan terbalik posterior : Tidak ada
 Gigitan silang : tidak ada

Vertikal
 Over bite 11 21
= 1,8 mm = 1,8 mm
41 31

 Gigitan terbuka : Tidak ada


 Gigitan dalam : Tidak ada

Lebar Mesiodistal gigi-gigi (mm)


Rahang atas
Gigi Kanan Kiri Normal Ket
1 8,3 8,4 7.40 – 9.75 Normal
2 7,4 7,3 6.05 – 8.10 Normal
3 8,5 8,5 7.05 – 9.32 Normal
4 7,3 7,5 6.75 – 9.00 Normal
5 6,7 6,9 6.00 – 8.10 Normal
6 10,5 10,3 9.95 – 12.10 Normal
JUMLAH 48,7 48,9

Rahang Bawah
Gigi Kanan Kiri Normal Ket
1 4,9 4,9 4.97 – 6.60 Normal
2 5,6 5,6 5.45 – 6.85 normal
3 7,3 7,3 6.15 – 8.15 Normal
4 7,9 8 6.35 – 8.75 Normal
5 7,4 7,4 6.80 – 9.55 Normal
6 11,1 11,5 10.62 – normal
13.05
JUMLAH 54,7 55

5. ANALISA UKURAN MESIODISTAL GIGI-GIGI DAN LENGKUNG


GIGI PERMANEN DAN DECIDUI
( Analisa gigi permanen, Probability, Moyer dan Barendonk
A. Analisis Howes
1. Indeks fossa canina
Basis Apikal X 100% = 46,2 mm X 100 % = 47,2%
Mesiodistal 16 - 26 97,8 mm

2. Lebar Lengkung gigi (puncak bonjol bukal 14 – 24 ) = 46 mm


Lebar lengkung rahang (basis apikal) = 46,2 mm
Selisih = 0,2 mm
Kesimpulan:
 Lengkung basal dapat menampung gigi kedalam lengkung
ideal karena indeks pasien FC = 47,2 %
 Lebar lengkung gigi < lebar lengkung rahang maka indikasi
untuk dilakukan ekspansi lebih aman

B. Analisis Pont
1. Lebar Mesiodistal 12 11 21 22 = 31,4 mm
Jarak distal pit 14 – 24 (pasien) = 41 mm
Jarak sentral fossa 16 – 26 (pasien) = 50,6 mm

2. Indeks Pont 14 – 24 = jml MD 4 I RA X 100 = 31,4 X 100 = 39,7


80 80

3. Indeks Pont 16 -26 = jml MD 4 IRA X 100 = 31,4 X 100 = 49


64 64

Penderita Pont Selisih


14 – 24 41 mm 39,7 mm 1,25 mm
16 – 26 50,6 mm 49 mm 1,6 mm

a. 14-24  mengalami kontraksi ringan pada regio inter premolar sebesar 1,25
mm
b. 16-26  mengalami kontraksi ringan pada regio molar sebesar 1,6 mm (< 5
mm)

6. DETERMINASI LENGKUNG

RA:
Lengkung Ideal (16-26) = 99,7 mm
Lengkung Individual (16-26) = 97,6 mm -
Kekurangan = 2,1 mm

RB:
Lengkung Ideal (36-46) = 112,7mm
Lengkung Individual(36-46) = 109,7 mm -
Kekurangan = 3 mm

Penampakan Lengkung Rahang Atas

Keterangan. :
Hijau: lengkung ideal
Merah: lengkung individual

Penampakan Lengkung Rahang Bawah


Keterangan. :
Merah: lengkung ideal
Hijau: lengkung individual
Berdasarkan determinasi lengkung :
Pada rahang atas terdapat kekurangan ruang ruang sebesar 2,1 mm. Sedangkan
pada rahang bawah kekurangan ruang sebesar 3 mm

7. DIAGNOSA ORTHODONTI

Maloklusi klas III


• Labiotoversi 11, 21
• Mesiolinguosiversi 34, 35
• linguoversi 44

8. ETIOLOGI MALOKLUSI
 Riwayat keluarga : Ayah normal, Ibu normal, kakak memiliki riwayat
gigi berjejal
 Riwayat pertumbuhan dan perkembangan
Decidui : tidak diketahui
Permanen : Molar 3 rahang atas,bawah,kanan,kiri tidak tumbuh
 Kemungkinan Maloklusi disebabkan oleh persistensi dan premature loss

9. PROGNOSA : Baik / Sedang / Kurang Baik / Buruk


Alasan : karena pasien kooperatif terhadap perawatan, riwayat kesehatan
baik, usia pasien muda, keadaan sosial ekonomi baik, perawatan didukung
dan disetujui oleh pasien dan keluarga

10. RETAINER : Wajib


Alasan : Mempertahankan lengkung gigi yang telah terkoreksi sampai
terjadi kestabilan dalam lengkung gigi yang baru dan tidak kembali ke
posisi semula/relaps.
11. TUJUAN PERAWATAN
Rahang Atas : Koreksi gigi anterior
Rahang Bawah : Koreksi gigi anterior
Oklusi : Mencapai keadaan oklusi yang baik

12. RENCANA PERAWATAN


PERAWATAN ORTHODONTI SKETSA PESAWAT
O Observasi O Preventif O Interseptif O Korektif

a. Memberikan penjelasan kepada pasien tentang perawatan ortodontik


Memberikan penjelasan dan gambaran tentang pemakaian alat
ortodontik yang merupakan perawatan yang relatif lama dan
memerlukan kedisiplinan, kooperatifan dan motivasi yang tinggi dari
pasien agar mendapatkan hasil yang memuaskan, selain itu ditekankan
kerja sama dokter dengan pasien dan melakukan kontrol rutin dalam
jangka waktu yang telah ditetapkan selama perawatan.

b. Alat yang digunakan perawatan rahang atas

 Adam Clamer 0,7 mm pada gigi 16 untuk penjangkar


 Adam Clamer 0,7 mm pada gigi 26 untuk penjangkar
 Labial bow 0,7 mm lengan pada gigi distal 13 dan 23

c. Alat yang digunakan perawatan rahang atas


 Adam Clamer 0,7 mm pada gigi 16 untuk penjangkar
 Adam Clamer 0,7 mm pada gigi 26 untuk penjangkar
 Labial bow 0,7 mm lengan pada gigi distal 13 dan 23
13. PROSEDUR PERAWATAN

Memberikan penjelasan kepada pasien tentang perawatan ortodontik


1. DHE kepada pasien bahwa keberhasilan perawatan tergntung dari sering
atau tidaknya alat tersebut dipakai oleh pasien. Serta menjelaskan kepada
pasien tentang koreksi gigi rahang atas yang renggang dapat dikoreksi
sesuai dengan posisinya. Karena jumlah lebar gigi – geligi cukup untuk
menutup ruang rahang atas.
2. Perhitungan dan pencarian ruang
 Berdasarkan determinasi lengkung
Rahang atas kekurangan ruang sebesar 2,1 mm.
Rahang bawah kekurangan ruang sebesar 3 mm.
 Perawatan pada rahang atas
- Adam Clamer 0,7 mm pada gigi 16 dan 26 sebagi retensi dan
stabilisasi alat.
Adam klamer sebagai alat retentive. Klamer ini dapat
menghasilkan retensi maksimal pada embrasure mesial distal
gigi permanent molar pertama.
- Labial arch sebagai alat untuk retraksi gigi anterior dan menjaga
lengkung idea.
 Perawatan pada rahang bawah
- Adam Clamer 0,7 mm pada gigi 36 dan 46 sebagi retensi dan
stabilisasi alat.
Adam klamer sebagai alat retentive. Klamer ini dapat
menghasilkan retensi maksimal pada embrasure mesial distal
gigi permanent molar pertama.
- Labial arch sebagai alat untuk retraksi gigi anterior dan menjaga
lengkung idea.
14. PEMAKAIAN RETAINER
Desain Hawley Retainer

Retainer yang digunakan adalah Hawley retainer yang bertujuan untuk


mencegah hasil perawatan relaps atau untuk mempertahankan lengkung yang
telah dikoreksi maka untuk rahang atas digunakan retainer berupa labial arch
dengan u loop pada gigi 13 dan 23.
Mencegah hasil perawatan tidak relaps atau untuk mempertahankan
lengkung yang telah dikoreksi maka untuk RA digunakan retainer yang
berupa labial arch dengan U loop, dan adam klamer.
 Pemakaian 3 bulan I : Retainer dipakai siang dan malam, dan pada
waktu tidur, baru dilepas pada waktu sikat
gigi dan sehabis makan untuk dibersihkan,
dengan waktu kontrol sebulan sekali untuk
pengecekan apakah hasil perawatan berjalan
dengan baik.
 Pemakaian 3 bulan II :kontrol apakah retainer setiap dipakai masih
sesak, jika sudah tidak sesak pemakaian
dihentikan
 Pemakaian 3 bulan III : dikontrol kembali apakah retainer masih
terasa sesak jika masih pemakaian
dilanjutkan 3 bulan berikutnya
 Pemakaian 3 bulan IV : jika sudah tidak terasa sesak pemakaian bisa
dihentikan dan dilakukan pengontrolan akhir
3 bulan berikutnya.
15. INTSTRUKSI UNTUK PASIEN :
 Pemakaian alat selama 24 jam dan ketika menggosok gigi alat
ortho dilepas dan dibersihkan. DHE kepada pasien dengan
memberi penjelasan dan gambaran tentang pemakaian alat
orthodonsi lepasan yang merupakan perawatan relative lama dan
memerlukan kedisiplinan, kerjasama, dan memotivasi tinggi dari
pasien agar dapat hasil diinginkan. Pasien diberikan informasi saat
pemakaian pertama pasien akan merasa kurang nyaman karena alat
yang terasa lebih besar dan merangsang produksi air liur yang lebih
banyak, dan kesulitan dalam mengunyah ataupun berbicara.
 Alat orthodonsi dibersihkan dengan sikat dan pasta gigi.
 Instruksi pada pasien cara memakai kawat pada bagian kanan dan
kiri bagian yang menghadap ke pipi. Kemudian secara bertahap
kawat pada bagian depan.
 Kontrol 1-2 minggu sekali.
LEMBAR PENGESAHAN
ORTHODONTI
Disusun oleh
Rifandy Hanifatunnisa, S,KG
31101300378
Telah disetujui oleh :

Pembimbing klinik Semarang ,………………….

Drg. Hadi Supranoto, Sp. Ort

Operator

Rifandy Hanifatunnisa, S.KG


JURNAL KONTROL PASIEN

NAMA MAHASISWA : Rifandy Hanifatunnisa


NPM / BP : 3101300378
NO TANGGAL KET. PERAWATAN
1. 7/12/17 Pemeriksaan subjektif dan objektif dan indikasi perawatan
ortodonti
2. 7/12/17 Dilakukan foto profil wajah, foto rontgen panoramic dan
sefalometri.
3. 7/12/17 Dilakukan pencetakan RA RB
4. 8/2/18 Insersi ortho, instruksi pasien: alat sebisa mungkin digunakan
setiap hari saat beraktifitas dan waktu tidur, alat dilepas pada
saat akan dibersihkan.
5. 1/3/18 Kontrol ortho ke-1
wajah simetri
Relasi M1 kanan dan kiri kelas III
Relasi C kanan dan kiri kelas I
Terdapat diastema sentral
Gigitan edge to edge
Overjet:
11 = 1.5mm 21 = 2,2 mm
41 31
Ovebite
11 = 1.8mm 21 = 1,8 mm
41 31
Frenulum sedang
Slicing gigi RA dan RB dari mesial C ke C
Pengaktifan busur labial rahang atas dan rahang bawah , adam
klamer masih retentif
6. 8/3/18 Kontrol ortho ke-2
wajah simetri
Relasi M1 kanan dan kiri kelas III
Relasi C kanan dan kiri kelas I
Terdapat diastema sentral
Gigitan edge to edge
Overjet:
11 = 1.5mm 21 = 2,2 mm
41 31
Ovebite
11 = 1.8mm 21 = 1,8 mm
41 31
Frenulum sedang
Slicing gigi RA dan RB dari mesial C ke C
Pengaktifan busur labial rahang atas dan rahang bawah , adam
klamer masih retentif
7. 16/3/18 Kontrol ortho ke-3
wajah simetri
Relasi M1 kanan dan kiri kelas III
Relasi C kanan dan kiri kelas I
Terdapat diastema sentral
Gigitan edge to edge
Overjet:
11 = 1.5mm 21 = 2,2 mm
41 31
Ovebite
11 = 1.8mm 21 = 1,8 mm
41 31
Frenulum sedang
Slicing gigi RA dan RB dari mesial C ke C
Pengaktifan busur labial rahang atas dan rahang bawah , adam
klamer masih retentif
8. 22/3/18 Kontrol ortho ke -4
wajah simetri
Relasi M1 kanan dan kiri kelas III
Relasi C kanan dan kiri kelas I
Terdapat diastema sentral
Gigitan edge to edge
Overjet:
11 = 1.5mm 21 = 2,2 mm
41 31
Ovebite
11 = 1.8mm 21 = 1,8 mm
41 31
Frenulum sedang
Slicing gigi RA dan RB dari mesial C ke C
Pengaktifan busur labial rahang atas dan rahang bawah , adam
klamer masih retentif
9. 16/4/18 Kontrol ortho ke -5
wajah simetri
Relasi M1 kanan dan kiri kelas III
Relasi C kanan dan kiri kelas I
Terdapat diastema sentral
Gigitan edge to edge
Overjet:
11 = 0,4mm 21 = 1,6 mm
41 31
Ovebite
11 = 1.8mm 21 = 1,8 mm
41 31
Frenulum sedang
Slicing gigi RA dan RB dari mesial C ke C
Pengaktifan busur labial rahang atas dan rahang bawah , adam
klamer masih retentif
10. 26/4/18 Kontrol ortho ke -6
wajah simetri
Relasi M1 kanan dan kiri kelas III
Relasi C kanan dan kiri kelas I
Terdapat diastema sentral
Gigitan edge to edge
Overjet:
11 = 1.8mm 21 = 2,1 mm
41 31
Ovebite
11 = 1.8mm 21 = 1,8 mm
41 31
Frenulum sedang
Slicing gigi RA mesial C ke C
Pengaktifan busur labial rahang atas dan rahang bawah , adam
klamer masih retentif
11. 9/8/18 Kontrol ortho ke -7
wajah simetri
Relasi M1 kanan dan kiri kelas III
Relasi C kanan dan kiri kelas I
Terdapat diastema sentral
Gigitan edge to edge
Overjet:
11 = 1.8mm 21 = 2,1 mm
41 31
Ovebite
11 = 1.8mm 21 = 1,8 mm
41 31
Frenulum sedang
Pengaktifan busur labial rahang atas dan rahang bawah , adam
klamer masih retentif
12. 18/10/18 Kontrol ortho ke -8
wajah simetri
Relasi M1 kanan dan kiri kelas III
Relasi C kanan dan kiri kelas I
Terdapat diastema sentral
Gigitan edge to edge
Overjet:
11 = 1.8mm 21 = 2,1 mm
41 31
Ovebite
11 = 1.8mm 21 = 1,8 mm
41 31
Frenulum sedang
Pengaktifan busur labial rahang atas dan rahang bawah , adam
klamer masih retentif
13. 10/12/18 Kontrol ortho ke -9
Overjet gigi 11- 41: 2,8 mm
Overjet gigi 21- 31: 2,8 mm

Overbite gigi 11- 41: 3,2 mm


Overbite gigi 21- 31: 3,2 mm

Jarak gigi 11-21: 0,1mm


Jarak gigi 31-41 : 0 mm
Jarak gigi 32-33 : 0 mm

Pengaktifan busur labial rahang atas dan rahang bawah ,


pengurangan plat akrilik pada palatal rahang atas, adam
klamer masih retentif
14. 3/1/19 Kontrol ortho ke -10
Kontrol ortho ke -6
wajah simetri
Relasi M1 kanan dan kiri kelas III
Relasi C kanan dan kiri kelas I
Terdapat diastema sentral
Gigitan edge to edge
Overjet:
11 = 1.8mm 21 = 2,1 mm
41 31
Ovebite
11 = 1.8mm 21 = 1,8 mm
41 31
Frenulum sedang
Pengaktifan busur labial rahang atas dan rahang bawah , adam
klamer masih retentif
15. 24/1/19 Kontrol ortho ke -11
wajah simetri
Relasi M1 kanan dan kiri kelas III
Relasi C kanan dan kiri kelas I
Terdapat diastema sentral
Gigitan edge to edge
Overjet:
11 = 2,2mm 21 = 2,5 mm
41 31
Ovebite
11 = 1.8mm 21 = 1,8 mm
41 31
Frenulum sedang
Pengaktifan busur labial rahang atas dan rahang bawah , adam
klamer masih retentif
16. 25/2/19 Kontrol ortho ke -12
Kontrol ortho ke -6
wajah simetri
Relasi M1 kanan dan kiri kelas III
Relasi C kanan dan kiri kelas I
Terdapat diastema sentral
Gigitan edge to edge
Overjet:
11 = 1.8mm 21 = 2,1 mm
41 31
Ovebite
11 = 1.8mm 21 = 1,8 mm
41 31
Frenulum sedang

Perawatan selesai, karena pasien menolak untuk melanjutkan


perawatan

Diperiksa dan diterima oleh pembimbing

Semarang, …………………. 20.....

Administrasi / Keuangan Mahasiswa,

( ………………………… ) ( ………………………… )
TAHAP KERJA PERAWATAN PASIEN ORTHODONTI

NO TANGGAL KET. PERAWATAN PARAF KET