Anda di halaman 1dari 2

Polimialgia Reumatik

No. Dokumen : SOP


No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit :

Halaman : 1/2

YULIA KARTIKA
Puskesmas Tragah
NIP 19800315 200903 2 002

1. Pengertian Polimialgia reumatik merupakan suatu sindrom klinis dengan etiologi yang tidak
diketahui yang mempengaruhi individu usia lanjut. Hal ini ditandai dengan mialgia
proksimal dari pinggul dan gelang bahu dengan kekakuan pagi hari yang
berlangsung selama lebih dari 1 jam.
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan Polimialgia Reumatik di Puskesmas Tragah.
3. Kebijakan SK Kepala Puskesmas Tragah Tentang
4. Refrensi Permenkes no. 5 tahun 2014 tentang Panduan Praktik Klinik bagi Dokter di
Fasyankes Primer.
5. Alat dan Bahan 1. Alat Tulis
2. Buku Regsiter Mula
i
3. Rekam Medis
6. Prosedur / 1. Anamnesa keluhan pasien.
Langkah-langkah Anamnesa
2. Mencatat hasil anamnesa di kartu status pasien
Kartu status
pemeriksaan
3. Pemeriksaan fisik dan fisik tanda-tanda vital meliputi: tekanan
pemeriksaan
darah, nadi , pernafasan.
4. Pemeriksaan kepala/leher, dada, perut , dan ekstrimitas.
Penegakan
5. Penegakan diagnosis diagnosis
polimialgia reumatik
6. Pemberian terapi polimialgia
: reumatik
Penatalaksanaan
a. Prednison dengan dosis 10-15 mgoral setiap hari, biasanya menghasilkan
Penatalaksanaan
perbaikan klinis
a. Prednison dalam
dengan beberapa
dosis hari. setiap hari,
10-15 mgoral
biasanya
b. Terapi menghasilkan
glukokortikoid perbaikan
dapat klinissecara
diturunkan dalam bertahap dengan dosis
beberapa hari.
pemeliharaan 5-10mg peroral setiap hari tetapi harus dilanjutkan selama
b. Terapi glukokortikoid (prednison) dapat
minimal 1 tahunsecara
diturunkan untuk meminimalkan risiko dosis
bertahap dengan kambuh.
pemeliharaan 5-10mg peroral setiap hari tetapi
d. NSAID dapat memfasilitasi penurunan dosis prednison. Modifikasi gaya
harus dilanjutkan selama minimal 1 tahun untuk
hidup dalam aktivitas
meminimalkan risikofisik.
kambuh.
d. NSAID dapat
7. Konseling dan edukasi memfasilitasi penurunan dosis
prednison.
Edukasi keluargaModifikasi gaya hidupini
bahwa penyakit dalam aktivitas
mungkin menimbulkan gangguan
fisik.
dalam aktivitas penderita, sehingga dukungan keluarga sangatlah penting.
8. Kriteria rujukan
tidak
Setelah ditegakkan dugaan diagnosis, pasien dirujuk ke spesialis penyakit dalam.
membai
Rujuk RS
k
ya
Form informed
consent
7. Diagram Alir KIE

Form rujukan
Apotek
1/2

selesai
9. Unit Terkait 1. UGD
2. Poli Umum
3. KIA/Kb/Imunisasi

10. Rekaman No Yang dirubah Isi perubahan Tanggal mulai diberlakukan


Historis

2/2