Anda di halaman 1dari 9

TEST 1

Laju aliran panas 0,6 Kw/m2 melalui sebuah dinding dengan tebal 2,5 cm. Pada
dua permukaan dinding terdapat beda suhu 75 oC. Berapa konduktifitas bahan
dinding (asumsi aliran panas 1 dimensi stedi). …..(0,2)

Benda dengan suhu 100 oC berada dalam ruangan yang bersuhu dinding 25 oC.
Hitung laju panas radiasi persatuan luas jika benda dianggap benda hitam .(2525)
PERPINDAHAN PANAS 1

MODUL.I.
PENDAHULUAN

PENGERTIAN
Dalam suatu sistem terdapat beda (gradien) suhu, atau bila dua sistem yang berbeda suhu
disinggungkan, maka akan terjadi perpindahan energi yang berupa panas. Transport energi ini
disebut PERPINDAHAN PANAS
CARA PERPINDAHAN PANAS
1. KONDUKSI
Adalah proses transport panas dari daerah bersuhu tinggi ke daerah bersuhu rendah dalam satu
medium (padat, cair atau gas), atau antara medium – medium yang berlainan yang
bersinggungan secara langsung
2. KONVEKSI
Adalah transport energi dengan kerja gabungan dari konduksi panas, penyimpanan energi dan
gerakan mencampur. Proses terjadi pada permukaan padat (lebih panas atau dingin) terhadap
cairan atau gas (lebih dingin atau panas).
3. RADIASI
Adalah proses transport panas dari benda bersuhu tinggi ke benda yang bersuhu lebih rendah,
bila benda- benda itu terpisah didalam ruangan hampa (vacuum). Jika antar benda terdapat
fluida (cair atau gas), maka cara perpindahan panasnya adalah gabungan dari radiasi dan
konveksi ataupun konduksi.
Cara –cara perpindahan panas tersebut digambarkan dengan gambar 1.1

T1, T2, T∞ adalah suhu-suhu permukaan 1, 2 dan fluida.


PERSAMAAN DASAR PERPINDAHAN PANAS:

1. KONDUKSI
Q = -- k. A. dT/dx
dT = gradien suhu (T2 – T1) (0C)
dx = tebal bidang (m)
k = konduktivitas termal (W/m0C)
A = luas penampang (m2)

.
2. KONVEKSI
Q = h . A ( Td – Tf )
h = koefisien konveksi (W/m2 0C)
Td = suhu dinding (=Ts)
Tf = suhu fluida (=T∞)
3. RADIASI

3.a. Antar dua bidang dengan luasan bidang tidak jauh berbeda

Q = Fe . Fg . A1 . σ ( T14 – T24 )

Fe = faktor emisivitas
Fg = faktor geometri
σ = konstanta Boltzman (= 5,6.10-8 W/m2 0K)
A1 = luas permukaan bidang 1

3.b. Antar dua bidang dengan luasan salah satu bidang jauh lebih kecil
(benda kecil dalam ruangan)

. Q = ε1. A1 . σ ( T14 – T24 )

ε1 = emisivitas benda 1
T1, T2 = suhu permukaan bidang 1 dan 2 (0K)
Contoh kasus 1. (tak stedi & pembangkitan panas , Est & Eg ≠ 0)

Dari control masa diatas, neraca energy terdiri dari Eg, Eout , Est ≠ 0 dan Ein = 0. Sehingga ,

………. panas yg dibangkitkan

……panas konveksi dan radiasi

…….energi yang disimpan


Persamaan umumnya:
Persamaan diatas adalah persamaan umum untuk kondisi tak stedi. Jika kondisi stedi, maka
Est =0 atau dT/ dt = 0

Contoh kasus 2 (kondisi stedi, Est = 0 & tanpa pembangkitan panas, Eg = 0 )

Dari control masa (garis putus), Ein = qcond , …. Eout = q rad + q conv
, Eg = 0 dan Est = 0

……. Persamaan menjadi,

Diketahui, sebuah bidang dengan tebal L berada dalam ruang, seperti ditunjukkan dalam gambar
bawah. Jika kondisi stedi dan tanpa pembangkitan panas, maka hitung suhu di permukaan 1.
Contoh kasus 3 ( Est = 0 & Eg = 0)

Sebuah benda /bidang berada dalam ruangan dengan sinar lampu yang menyinari , seperti
gambar berikut. Tuliskan persamaan perpindahan panas jika perpindahan panas benda dalam
kondisi stedi dan tanpa pembangkitan panas.

Td
Tf ,, h Qrad Dinding ruang
Qconv
Q lampu
α Tp ε

Dari control masa


Ein = Qlampu .α ,.. dimana α = absobsivitas permukaan benda
Eout = Qrad + Qconv
Eg = 0 dan Est = 0
Qlampu.α -- Qrad -- Qconv = 0
Qlampu. α = Qrad + Qconv ,
Qlampu.α = h. A. ( Tp – Tf ) + ε. A . σ ( Tp4 – Td4 )
Contoh kasus 4. ( Est = 0 & Eg = 0)

Sebuah benda / bidang plat dibawah sinar matahari .


Dengan asumsi peprindahan panas stedi (Est = 0) & tanpa pembangkitan panas (Eg = 0 ), maka
neraca panas,

Tf ,, h
Qmatahari Qconv

α Tp1

Qkond Tp2 k L

Dari control masa Ein = Qmatahari .α …... dimana α = absobsivitas permukaan benda
Eout = Qconv + Qkond
Qmatahari.α - Qconv - Qkond = 0
Qmatahari.α = Qconv + Qkond
4.a). Qmatahari.α = h. A. ( Tp1 – Tf ) + k.A.( Tp1 – Tp2)/ L

ika permukaan plat bawah diisolasi, maka Qkond = 0, persamaan menjadi,

4.b). Qmatahari.α = h. A. ( Tp1 – Tf )

Contoh soal kasus 4.b.

Fluk kalor radiasi matahari 700 W/m2 diserap oleh plat logam yang bagian belakangnya diisolasi
sempurna. Suhu lingkungan 30 0C, koefisien perpindahan panas konveksi 10 W/m2 0C. Hitunglah
suhu permukaan plat pada keadaan stedi

Jawaban:
Jika diasumsikan permukaan plat adalah hitam sempurna, sehingga α = ε = 1, dan radiasi dari
plat ke lingkungan diabaikan (Qrad) = 0 ), maka

Qmatahari.α = h. A. ( Tp1 – Tf )
Qmatahari.α /A = h. ( Tp1 – Tf )
700 x 1 (W/m2) = 10 (W/m2 0C) .(Tp1 - 30 ) (C0)
Tp1 = 700/10 + 30 = 100 (C0)
Contoh Kasus 5.

Perpindahan panas pada alat penyimpan panas (Termos)