Anda di halaman 1dari 16

MODUL X

PENGUKURAN MENGGUNAKAN MIKROKONTROLLER ATMEGA


8535

LAPORAN AWAL

Diajukan sebagai Salah Satu Syarat untuk Memenuhi Penilaian Matakuliah


Praktikum Keahlian Fisika

MUTIARA NAWANSARI
140310160057

PROGRAM STUDI FISIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PADJADJARAN
2019
DAFTAR ISI

DAFTAR ISI ........................................................................................................... 1

BAB I ...................................................................................................................... 2

1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 2

1.2 Tujuan ....................................................................................................... 2

BAB II ..................................................................................................................... 3

2.1 Pengkondisi Sinyal.........................................................................................3

2.2 ADC pada Mikrokontroller ATMEGA8535..................................................4

2.3 Seven Segment...............................................................................................7

2.4 LCD...............................................................................................................9

BAB III ................................................................................................................... 8

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................. 1

1
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Mempelajari pengkondisian sinyal khususnya pada sensor dan tentang sensor
sangat diperlukan pada masa sekarang yang menggunakan teknologi pada semua
aspek. Sensor sendiri memiliki keluaran sinyal yang terbilang kecil, sehingga untuk
dapat diproses lebih lanjut, dibutuhkan adanya pengkondisi sinyal supaya sinyal
yang keluar lebih besar.

Sensor juga memiliki keluaran sinyal berbentuk analog, sehingga jika ingin
ditampilkan dalam bentuk digital, diperlukan rangkaian ADC yang akan
mengonversi sinyal keluaran tersebut menjadi digital. Pada mikrokontroler
ATMEGA8535 sudah terdapat ADC didalamnya. Pada praktikum kali ini display
yang digunakan adalah Seven segment 4x1 dan LCD 16x2. Aplikasi pada
kehidupan sehari hari untuk sensor dan display ini sangat banyak sekali. Teknologi
canggih sekarang pun memiliki display dengan prinsip seven segment dan LCD
sehingga penitng bagi kita untuk mengetahui prinsip penggunaan seven segment
dan LCD tersebut.

1.2 Tujuan
1.2.1 Memahami Pengkondisi sinyal dari sensor
1.2.2 Memahami ADC Mikrokontroller ATMEGA8535
1.2.3 Memahami dasar-dasar penggunaan Seven segment 4x1 dan LCD 16x2

2
BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengkondisi Sinyal

Pengkondisian sinyal merupakan suatu konversi sinyal menjadi bentuk yang


lebih sesuai yang merupakan antarmuka dengan elemen-elemen lain dalam
suatu kontrol proses. Dalam hal ini dibedakan menjadi 2 (dua) teknik, yaitu
pengkondisi sinyal analog dan pengkondisi sinyal digital. (Universitas Gajah
Mada, 2013)

2.1.1 Pengubahan Level Sinyal

Suatu cara yang paling sederhana untuk pengkondisian sinyal adalah


dengan mengubah level sinyal, yaitu dengan melakukan penguatan
ataupun peredaman. Salah satu faktor yang penting dalam pemilihan
penguat adalah impedansi masukan yang ditawarkan kepada sensor (atau
elemen lain yang berfungsi sebagai masukan). Dalam beberapa kasus,
(misalnya akselerometer dan detektor optik), tanggapan frekuensi penguat
juga merupakan suatu hal yang sangat penting.

2.1.2 Linierisasi

Hubungan antara keluaran dengan masukan sensor seringkali tidak linier.


Oleh karena itu diperlukan suatu rangkaian untuk linierisasi sinyal
tersebut, seperti yang diperlihatkan dalam Gambar 1. Tujuan linierisasi
adalah untuk mendapatkan keluaran yang berubah secara linier terhadap
variabel masukan meskipun keluaran sensornya tidak linier. Rangkaian
linierisasi ini sulit dirancang, dan biasanya bekerja hanya dalam batas yang
sempit. Cara linierisasi yang lebih modern adalah seara perangkat lunak,
yaitu dengan membolehkan sinyal tak linier sebagai masukan ke komputer
dan selanjutnya melakukan linierisasi dengan menggunakan perangkat
lunak.

2.1.3 Konversi

Pengkondisian sinyal dalam hal ini digunakan untuk mengkonversi suatu


jenis perubahan listrik ke jenis perubahan listrik yang lain. Konversi ini
diperlukan misalnya dalam transmisi sinyal dan interface dengan sistem
digital.

3
2.1.4 Filter dan Penyesuai Impedansi

Dalam banyak kejadian, sinyal yang diperlukan sering bercampur dengan


sinyal yang tidak diinginkan (noise). Untuk menyingkirkan sinyal yang
tidak diinginkan tersebut dapat digunakan filter yang sesuai, yaitu low-
pass filter (LPF), high-pass filter (HPF), notch filter, atau gabungan dari
filter-filter tersebut.
Penyesuaian impedansi kadang diperlukan, yaitu apabila impedansi
internal transduser atau impedansi saluran dapat menyebabkan terjadinya
suatu kesalahan dalam pengukuran suatu variabel. (Siwindarto, 2013)

2.2 ADC Pada Mikrokontroler ATMEGA8535

Analog to Digital Converter atau ADC adalah fitur dalam mikrokontroler yang
memiliki fungsi untuk menggonversi (merubah) sinyal masukan analog (dari
peranti masukan eksternal) menjadi sinyal masukan digital. Pada mikrokontroler,
ADC dapat digunakan untuk berkomunikasi antara mikrokontroler dengan
peranti-peranti eksternal (sensor) yang memiliki gelombang sinyal keluaran
berupa gelombang sinyal analog (sinus). (Suyadhi, 2015)
Fitur ADC dalam ATMega8535 adalah sebagai berikut:
 Resolusi 10 bit.
 Waktu konversi 65-260 μs.
 Input 8 kanal.
 Input ADC 0-5Vcc.
 3 Mode pemilihan tegangan referensi.

(UM, 2016)

2.3 Seven Segment


Seven Segment Display (7 Segment Display) dalam bahasa indonesia
disebut dengan Layar Tujuh Segmen adalah komponen elektronika yang dapat
menampilkan angka desimal melalui kombinasi – kombinasi segmennya. Seven
Segment Display pada umumnya dipakai pada jam digital, kalkulator, penghitung
atau Counter Digital. Seven Segment Display pertama dikenalkan pada tahun
1908 oleh Frank. W. Wood dan mulai dikenal luas ada tahun 1970-an setelah
aplikasinya pada LED (Light Emitting Diode). Layar yang terdiri dari tujuh LED
diatur dalam tujuh segmen disebut tujuh tampilan segmen. Tujuh LED yang
disusun dalam mode persegi panjang dan diberi label melalui G. setiap LED
disebut segmen karena merupakan bagian dari digit yang ditampilkan. LED
tambahan digunakan untuk indikasi titik decimal

4
Seven Segment Display memiliki 7 segmen dimana setiap segmen
dikendalikan secara ON dan OFF untuk menampilkan angka yang diinginkan.
Angka – angka dari 0 (nol) sampai 9 (sembilan) dapat ditampilkan dengan
menggunakan beberapa kombinasi segmen. Selain 0-9, Seven Segment Display
juga dapat menampilkan huruf Hexadecimal dari A sampai F. Segmen atau
elemen – elemen pada Seven Segment Display diatur menjadi bentuk angka “8”
yang agak miring ke kanan dengan tujuan untuk memperoleh pembacaannya.
Salah satu jenis Seven Segment Display yang sering digunakan oleh para
penghobi elektronika adalah 7 Segmen yang menggunakan LED (Light Emitting
Diode) sebagai penerangnya. (Caroline, 2016)

Blok Diagram Dasar Seven Segment Display


(http://teknikelektronika.com, 23/03/2016)

2.4 Liquid Crystal Display


LCD adalah suatu jenis media tampilan yang menggunakan kristal cair sebagai
penampil utama. LCD (liquid crystal display) bisa memunculkan gambar atau
dikarenakan terdapat banyak sekali titik cahaya (piksel) yang terdiri dari satu buah
kristal cair sebagai titik cahaya. Walau disebut sebagai titik cahaya, namun Kristal
cair ini tidak memancarkan cahaya sendiri. Sumber cahaya di dalam sebuah
perangkat LCD (liquid crystal display) adalah lampu neon berwarna putih di bagian
belakang susunan kristal cair tadi.

Titik cahaya yang jumlahnya puluhan ribu bahkan jutaan inilah yang membentuk
tampilan citra. Kutub kristal cair yang dilewati arus listrik akan berubah karena
pengaruh polarisasi medan magnetic yang timbul dan oleh karenanya akan hanya
membiarkan beberapa warna diteruskan sedangkan warna lainnya tersaring.
(Setiawan, 2011)

5
Konfigurasi LCD
Tabel Operator dasar LCD

RS R/W Operasi

0 0 Input Instruksi ke LCD

Membaca Status Flag (DB7) dan alamat counter


0 1
(DB0 ke DB6) DB6)

1 0 Menulis Data

1 1 Membaca Data

Tabel Konfigurasi pin LCD

Pin No. Keterangan Konfigurasi Hubung


1 GND Ground
2 VCC Tegangan +5VDC
3 VEE Ground
4 RS Kendali RS
5 RW Ground
6 E Kendali E/Enable
7 D0 Bit 0

6
8 D1 Bit 1
9 D2 Bit 2
10 D3 Bit 3
11 D4 Bit 4
12 D5 Bit 5
13 D6 Bit 6
14 D7 Bit 7
15 A Anoda (+5VDC)
16 K Katoda (Ground)

Tabel Konfigurasi pin LCD

Pin Bilangan Biner Keterangan


RS 0 Inisialisasi
1 Data
RW 0 Tulis LCD/W (Write)
1 Baca LCD/R (Read)
E 0 Pintu data terbuka
1 Pintu data tertutup

7
BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Alat Penelitian


3.1.1 Modul IP Sensors
3.1.1 Modul Mikrokontroller ATMEGA8535 dan ISP
Downloader

3.2 Diagram Alir


3.2.1. Pengenalan Seven segment, pengenal LCD dan pengenalan ADC

Menulis
Membuat rangkaian
kodeprogram pada
pada proteus
Codevision

Memasukkan kode
program ke
Menjlankan simulasi
mikrokontroller pada
proteus

3.2.2 Aplikasi seven segment, LCD dan ADC menggunakan IP sensor


dan aplikasi penggunaan suhu menggunakan seven segment

Menulis kode Menghubungkan


program pada setiap port pada
codevision IP Sensor

Memasukkan
kode program ke
mikrokontroller

8
BAB IV
TUGAS PENDAHULUAN

4.1 Tugas Pendahuluan


1. Berdasarkan persamaan Steinhart dengan memasukkan data pada
hasil pengukuran modul 1. Tentukan hasil keluaran tegangan dan
suhu dari masing – masing data.
Jawab:

2. Carilah salah satu jenis sensor cahaya LDR bersama dengan data
sheetnya kemudian buatlah grafik hubungan antara nilai resistansi
dari LDR dengan besarnya intensitas cahaya.
Jawab :

3. Jelaskan tentang ADC ( analog to digital conventer ) dengan prinsip


kerjanya
Jawab :
Analog To Digital Converter (ADC) adalah pengubah input analog
menjadi kode – kode digital. ADC banyak digunakan sebagai Pengatur
proses industri, komunikasi digital dan rangkaian pengukuran/ pengujian.
Umumnya ADC digunakan sebagai perantara antara sensor yang
kebanyakan analog dengan sistim komputer seperti sensor suhu, cahaya,
tekanan/ berat, aliran dan sebagainya kemudian diukur dengan
menggunakan sistim digital (komputer).

Prinsip kerja ADC adalah mengkonversi sinyal analog ke dalam bentuk


besaran yang merupakan rasio perbandingan sinyal input dan tegangan
referensi. Sebagai contoh, bila tegangan referensi 5 volt, tegangan input
3 volt, rasio input terhadap referensi adalah 60%. Jadi, jika menggunakan

9
ADC 8 bit dengan skala maksimum 255, akan didapatkan sinyal digital
sebesar 60% x 255 = 153 (bentuk decimal) atau 10011001 (bentuk biner).
signal = (sample/max_value) * reference_voltage
= (153/255) * 5
= 3 Volts

4. Tuliskan data hasil konversi ADC 8 bit


Jawab ;

bila tegangan referensi 5 volt, tegangan input 3 volt, rasio input terhadap
referensi adalah 60%. Jadi, jika menggunakan ADC 8 bit dengan skala
maksimum 255, akan didapatkan sinyal digital sebesar 60% x 255 = 153
(bentuk decimal) atau 10011001 (bentuk biner).
signal = (sample/max_value) * reference_voltage
= (153/255) * 5
= 3 Volts

5. Buatlah Rangkaian system minimum mikrokontroller dengan adc


pada proteus 8.5
Jawab :

6. Tuliskan data hexadecimal, binary dan decimal untuk Common


Anode dan Common cathode untuk angka 0 -10 dan huruf C dan L
Jawab :

7. Apa perbedaan antara common anode dan common cathode, buatlah


rangkaian dengan menggunakan proteus 8.5 untuk rangkaian
common anode dan common cathode
Jawab :
LED 7 Segmen Tipe Common Cathode (Katoda)

Pada LED 7 Segmen jenis Common Cathode (Katoda), Kaki Katoda pada
semua segmen LED adalah terhubung menjadi 1 Pin, sedangkan Kaki Anoda akan

10
menjadi Input untuk masing-masing Segmen LED. Kaki Katoda yang terhubung
menjadi 1 Pin ini merupakan Terminal Negatif (-) atau Ground sedangkan Signal
Kendali (Control Signal) akan diberikan kepada masing-masing Kaki Anoda
Segmen LED.

LED 7 Segmen Tipe Common Anode (Anoda)

Pada LED 7 Segmen jenis Common Anode (Anoda), Kaki Anoda pada
semua segmen LED adalah terhubung menjadi 1 Pin, sedangkan kaki Katoda akan
menjadi Input untuk masing-masing Segmen LED. Kaki Anoda yang terhubung
menjadi 1 Pin ini akan diberikan Tegangan Positif (+) dan Signal Kendali (control
signal) akan diberikan kepada masing-masing Kaki Katoda Segmen LED.

8. Jelaskan syntax perintah dari :


 lcd_init (n)
 lcd_clear ;
 lcd_gotoxy(m,n);
 lcd_putchar(n);
 lcd_putsf(“string”);
 lcd_puts(“var_string”);
 sprint
 ftoa
Jawab :
lcd_init(n); // Menginisialisasi LCD dengan n adalah jumlah baris yang tersedia di
LCD.
lcd_clear(); // Membersihkan layar LCD dan memposisikan kursor pada baris
pertama awal (0,0).
lcd_gotoxy(m,n); // Memposisikan kursor pada koordinat x = m dan y = n , titik
awal koordinat adalah (0,0).
lcd_putchar(n); // Menampilkan karakter ASCII yang dengan kode n.
lcd_putsf(”string”); // Menampilkan seluruh karakter yang berada di antara dua
tanda kutip.
lcd_puts(var_string); // Menampilkan isi dari var_string, variabel bertipe char
dengan isi berupa kode ASCII.
sprintf(var_strings,”%u”,var_number); // Mengubah nilai pada var_number
menjadi kode-kode ASCII yang hasilnya diisikan ke var_strings.
ftoa(var_float , n , var_strings); // Mengubah nilai pada var_float menjadi kode-
kode ASCII yang hasilnya diisikan ke var_strings dengan n adalah jumlah angka di
belakang koma yang diinginkan untuk dihasilkan

11
9. Tuliskan sketch program untuk menampilkan data pada LCD dengan
menggunakan perangkat lunak codevision avr
Jawab :

4.1 Simulasi Program


4.2.1 Pengenalan seven segment
Tampilan

Analisis Sementara:
Program ini mensimulasikan prinsip kerja seven segment yang dihubungkan

pada mikrokontroller. Output yang digunakan pada mikrokontroler adalah

port C dan D, sedangkan port A khusus untuk ADC. Port C dan D sebagai

output juga memiliki peran masing-masing. Port keluaran ini mendefinisikan

seven segment yang menjadi angka ribuan, ratusan, puluhan, ataupun

satuan..

12
1.2.2 pengenalan LCD
Tampilan

Analisis Sementara:
Percobaan ini menggunakan LCD 16x2 yang berarti memiliki kapasitas

menampilkan 16 karakter per baris dan dapat memuat dua baris. LCD ini

dapat menggunakan port B atau C ataupun D sebagai output.

1.2.3 Pengenalan ADC


Tampilan

13
Analisis Sementara:
Percobaan ini menggunakan potensiometer yang dihubungkan dengan ADC
mikrokontroller pada port A dan LCD yang dihubungkan dengan port B.
Pengamatan yang dilakukan pada percobaan ini adalah besaran ADC dan
tegangan ref nya. Bilangan yang terdapat pada mikrokontorller adalah
sebanyak 10 bit atau 1024 angka, sedangkan tegangannya adalah 0 volt
sampai 5 volt.
ppad

14
DAFTAR PUSTAKA
Caroline, N. (2016) ‘RANCANG BANGUN ALAT UKUR DEBIT AIR VIA
SMS’, pp. 5–27.
F, R. (2015) ‘SENSOR ULTRASONIK SRF04 SEBAGAI ALAT NAVIGASI
PADA ROBOT PENDETEKSI API BERBASIS MIKROKONTROLLER
ATMEGA 8535’, Politeknik Negeri Sriwijaya, 9(1), pp. 76–99.
Setiawan, A. (2011) 20 Aplikasi Mikrokontroler ATMega16 Menggunakan Bascom
AVR. Yogyakarta. C, Vandi.
Siwindarto, P. (2013) Prinsip Pengkondisian Sinyal | Sensors, Instrumentation
& Electronics. Available at: http://instrumentasi.lecture.ub.ac.id/prinsip-
pengkondisian-sinyal/ (Accessed: 10 March 2019).
Suyadhi, T. D. S. (2015) Analog To Digital Converter (ADC) Mikrokontroler AVR
ATMEGA32 - Robotics University. Available at: http://www.robotics-
university.com/2015/03/analog-to-digital-converter-adc-mikrokontroler-avr-
atmega32.html (Accessed: 10 March 2019).
UM, E. (2016) ‘Mikrokontroller Jobsheet Menggunakan Fitur ADC’, Lab Elektro
UM, 1, pp. 14–15.
Universitas Gajah Mada (2013) ‘Instrument Pengkondisi Sinyal’, Universitas
Gadjah Mada, 2, pp. 1–10.