Anda di halaman 1dari 10

Nama : Lulu Kurnia Imaningsih

NIM : 5525164937
UTS PERENCANAAN PEMBELAJARAN

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN

Identitas Mata Pelajaran


Nama Sekolah : SMK NEGERI 27 JAKARTA
Bidang Keahlian : PARIWISATA
Mata Pelajaran : DASAR TEKNOLOGI MENJAHIT
KELAS :X
Alokasi Waktu : 10 JAM @ 45 MENIT
Topik/ Pokok Bahasan : ALAT JAHIT PENUNJANG
Kompetensi Inti :
KI 3 : Memahami, menerapkan, menganalisis, dan mengevaluasi tentang
pengetahuan faktual, konseptual, operasional dasar, dan metakognitif sesuai
dengan bidang dan lingkup kerja Tata Busanapada tingkat teknis, spesifik,
detil, dan kompleks, berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni,
budaya, dan humaniora dalam konteks pengembangan potensi diri sebagai
bagian dari keluarga, sekolah, dunia kerja, warga masyarakat nasional,
regional, dan internasional.
KI 4 : Menunjukkan keterampilan mempersepsi, kesiapan, meniru, membiasakan,
gerak mahir, menjadikan gerak alami dalam ranah konkret terkait dengan
pengembangan dari yang dipelajarinya di sekolah, serta mampu melaksanakan
tugas spesifik di bawah pengawasan langsung.

Kompetensi Dasar

3.5. Menjelaskan alat jahit penunjang


4.5. Menggunakan alat jahit penunjang

Indikator Pencapaian Kompetensi

3.1.1. Menjelaskan pengertian alat jahit penunjang


3.1.2. Mengkategorikan jenis-jenis alat jahit penunjang
3.1.3. Menguraikan fungsi dari masing-masing alat jahit penunjang

4.1.1. Menggunakan alat jahit penunjang


4.1.2. Membagankan alat jahit penunjang sesuai dengan fungsinya

A. Tujuan Pembelajaran
1. Peserta didik dapat menjelaskan pengertian alat jahit penunjang
2. Peserta didik dapat mengkategorikan jenis-jenis alat jahit penunjang
3. Peserta didik dapat menguraikan fungsi dari masing-masing alat jahit penunjang
4. Peserta didik dapat menggunakan alat jahit penunjang
5. Peserta didik dapat membagankan alat jahit penunjang sesuai dengan fungsinya

B. Materi Ajar
ALAT JAHIT PENUNJANG
Alat jahit penunjang, adalah alat jahit yang digunakan untuk membantu/menunjang
alat jahit pokok (berbagai mesin jahit) dalam menyelesaikan berbagai macam jahitan.
1. Alat pengukur
Alat mengukur adalah peralatan yang digunakan untuk mengambil ukuran badan
dalam pembuatan busana. Macam-macam alat pengukur:
a. Veterban. Veterban berfungsi untuk mengetahui letak bagian–bagian tertentu
seperti pinggang, panggul dan badan agar ukuran yang tidak bergeser dan.diambil
tepat. Alat ini digunakan dengan mengikat veterban pada pinggang, panggul dan
lingkar badan secara pas atau tidak kekencangan dan kekendoran.
b. Pita ukuran adalah alat yang dipakai untuk mengambil ukuran badan untuk
mengetahui ukuran yang diperoleh dan alat pengukur pada waktu menggambar
pola besar. Cara kerja alat ini dengan menggunakan pita ukuran dengan melihat
angka-angka yang diperoleh.
c. Alat tulis digunakan untuk mencatat ukuran- ukuran yang diperoleh saat
mengambil ukuran. Cara kerja alat tulis adalah menggunakan pensil untuk
mencatat ukuran yang telah diambil ke dalam buku tulis.
2. Alat pembuat pola
Alat membuat pola adalah alat yang digunakan untuk membuat pola pakaian.
Macam-macam alat pembuat pola :
a. Skala berfungsi sebagai alat ukur dalam menggambar pola dalam ukuran kecil
seperti ukuran skala 1:4,1:6, 1:8.
b. Buku kostum merupakan buku yang dipakai untuk menggambar pola kecil.
Bagian lembar bergaris untuk catatan/keterangan pola dan bagian lembar kosong
untuk menggambar pola.
c. Penggaris pembentuk berfungsi mempermudah dalam membentuk pola busana
yang sesuai dengan bentuk yang akan dibuat.
d. Pensil merah biru berfungsi untuk mewarnai pola agar dapat membedakan pola
depan dan belakang.
e. Kertas kopi atau kertas Koran merupakan kertas yang digunakan untuk membuat
pola besar sesuai ukuran asli.
f. Kertas Doorslag Merah Biru berfungsi untuk menjiplak pola. Kertas merah untuk
bagian muka dan biru untuk bagian belakang pola .
g. Boneka jahit befungsi uembuat pola dengan metode konstruksi padat (pola
draping). Kain disematkan dengan jarum pentul sambil diatur agar mengikuti
bentuk tubuh boneka jahit. Kain di bagian kerung lengan, kerung leher, dan
bagian pinggang digunting sesuai bentuk pakaian yang diingini. Setelah pakaian
selesai dijahit, boneka jahit dipakai untuk mengepas pakaian dan melihat jatuhnya
jahitan pada boneka jahit.

3. Alat Pemotong
Alat pemotong adalah peralatan menjahit yang digunakan untuk memotong
kain/bahan pada saat membuat pakaian. Macam-macam alat pemotong :
a. Gunting kain khusus digunakan untuk menggunting kain atau tekstil. Tidak
diperbolehkan untuk menggunting kertas atau lainnya agar tetap tajam. Saat
menggunting bahan tangan kanan memegang gunting dengan jari masuk kelubang
yang telah ada dan tangan kanan menekan bahan saat menggunting.
b. Gunting Benang digunakan untuk menggunting benang atau bagian-bagian yang
sulit digunting dengan gunting besar.
c. Gunting zig-zag digunakan untuk menyelesaikan tepi bahan atau kampuh pada
bahan yang tidak mudah bertiras.
d. Gunting kertas khusus digunakan untuk menggunting kertas dapat menggunakan
gunting bahan yang sudah tumpul.

4. Alat Pemberi Tanda Pola


Alat pemberi tanda pola adalah semua peralatan menjahit yang digunakan untuk
memindahkan garis-garis pola pada kain. Macam-macam alat pemberi tanda:
a. Kapur Jahit atau Pensil Jahit dipergunakan untuk memberi tanda pada bahan
tekstil. kapur jahit mudah dihilangkan. Cara menggunakannya adalah dengan
jangan terlalu ditekan dan gunakan tipis asal kelihatan dan cari warna kapur yang
tidak mengotori bahan.
b. Rader berfungsi untuk memberi tanda pada bahan dengan menekan karbon jahit.
Dengan cara ditekan, Rader beroda polos untuk bahan halus (sifon, sutera dan
lain-lain). Rader beroda tumpul untuk bahan sejenis katun, georgete, tetoron dan
lain-lain. Rader beroda tajam untuk bahan tebal sejenis coroday, dreall, jeans dan
lain-lain. Macam-macam rader : Reder roda polos digunakan untuk merader bahan
halus, seperti sifon, sutera, silk dan satin. Rader beroda tumpul digunakan untuk
merader jenis-jenis bahan yang agak tebal, seperti: katun, tetoron, georgette,
sutera, dan lainnya. Rader bergerigi digunakan untuk merader bahan-bahan yang
tebal, seperti drill, curdoroy, jeans, gabardine, dan lain-lain. Rader beroda kembar
digunakan untuk member tanda beberapa garis sekaligus.
c. Karbon jahit berfungsi memindahkan tanda pola pada bahan. Alat ini digunakan
dengan cara ditekan oleh rader dan karbon diletakkan di tengah bahan bagian
buruk.

5. Alat-Alat Pelengkap Menjahit


Selain alat menjahit pokok dan alat menjahit pendukung, di dalam menjahit atau
membuat pakaian diperlukan alat pelengkap menjahit. Fungsi alat pelengkap ini
adalah agar pekerjaan jahit menjahit tidak terhambat atau lancar. Macam-macam alat
jahit pelengkap :
a. Spul digunakan sebagai pengisi benang bawah.
b. Sekoci berfungsi sebagai tempat spul yang mengatur tegangan benang bawah dan
pengatur pengeluaran benang bawah. Dipasang pada rumah sekoci setelah spul
dimasukkan ke dalam sekoci.
c. Sepatu Mesin jahit digunakan menjahit setikan lurus dan sebagai penekan bahan
saat menjahit. Sepatu ini dipasang pada mesin jahit, saat akan dipakai pengukit
sepatu diturunkan dan saat tidak dipakai pengukit sepatu dinaikkan.
d. Sepatu resleting (sepatu beledu) digunakan untuk menjahit resleting biasa. Alat ini
dipasang pada mesin jahit, saat akan dipakai pengukit sepatu diturunkan dan saat
tidak dipakai pengungkit sepatu dinaikkan, jalannya berada disebelah resleting
yang akan dijahit.
e. Sepatu resleting Jepang digunakan untuk menjahit resleting jepang, ditengah
sepatu mesin terdapat lubang untuk masuknya jarum. Alat ini dipasang pada
mesin jahit sesuai dengan keperluannya. Dan jalannya jarum melewati lubang
tengah sepat.
f. Sepatu zig-zag digunakan untuk membuat setikan zig-zag dan setik hias lainnya.
Alat ini dipasang pada mesin jahit sesuai dengan keperluannya. Dan jalannya
jarum melewati lubang tengah sepatu.
g. Jarum Tisik berfungsi untuk menisik atau memasang payet pada bahan.
Bentuknya panjang, kecil, dan lubangnya sempit. Cara menggunakan lubang
jarum dimasukkan benang kemudian ditusukkan ke bahan.
h. Jarum strimin dipakai untuk kerajinan dengan bahan strimin, mempunyai lubang
jarum lebar sehingga benang yang besarpun masuk.
i. Jarum tangan biasa dipakai untuk menjelujur memiliki banyak ukuran.
j. Jarum pentul digunakan untuk menyematkan pola pada bahan, menyatukan
bagian- bagian pola yang sudah dibuat sebelum jelujur atau dijahit, dan memberi
tanda atau perbaikan pada waktu mengepas, dll..
k. Jarum mesin jahit Jarum mesin jahit ada 4 macam yaitu: jarum jahit mesin
manual, bentuk badan jarum sebelah pipih; jarum jahit mesin industri; jarum jahit
mesin obras, bentuk badan jarum bulat, lebih pendek dari jarum mesin jahit; jarum
kelim, jarum dengan bentuk melengkung ini dipakai untuk mengelim; jarum
kembar yaitu jarum mesin yang terdiri dari dua jarum dipakai untuk menghias
bahan. Bidal/Topi jari digunakan untuk melindungi jari pada waktu menjahit.agar
jari tidak terkena tusukkan jarum.
l. Pendedel digunakan untuk membuka jahitan yang salah. Cara menggunakan alat
ini dengan cara sisi tajam pendedel diselipkan ke benang yang akan dibuka.
m. Pemasuk benang/mata nenek digunakan untuk memasukkan benang ke lubang
jarum
6. Alat Mengepres
Alat mengepres adalah alat yang digunakan untuk memberikan bentuk yang tetap
pada bagian-bagian busana dengan cara diseterika. Dengan demikian, alat yang
dibutuhkan untuk pengepresan ini adalah macam-macam seterika, ironing press,
bantalan setrika, dan papan seterika.
a. Ironing press berbentuk persegi panjang seperti papan seterika. Pada bagian
bawah terdapat papan pres yang dilapisi dengan kain putih yang tidak mudah
terbakar. Bagian atas terdapat lempengan logam untuk pengepres.
b. Seterika yang digunakan adalah seterika biasa maupun setrika uap. Bila
menggunakan seterika uap hasilnya lebih licin dan rapi. Papan seterika biasanya
berbentuk papan datar yang dilapisi kain yang tidak mudah terbakar. Pada
bagiansisi kanan terdapat tempat untuk meletakkan seterika, dan di bagian bawah
terdapat kaki sebagai penyangga papan seterika.
c. Bantalan seterika adalah bantalan yang digunakan untuk membantu proses
menyeterika atau mengepres. Bentuknya bermacam- macam bergantung dari
fungsinya, misalnya bantalan untuk lengan, bahu, dan lain-lain. Papan seterika
digunakan pada saat akan menggosok kain dengan menggunakan seterikaan.

C. Metode Pembelajaran
Pendekatan Pembelajaran : Saintifik
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode Pembelajaran : Ceramah, Tanya Jawab, Praktikum individu dan
Penugasan

D. Langkah – Langkah Pembelajaran

ALOKASI
KEGIATAN DESKRIPSI KEGIATAN
WAKTU
Apersepsi
a. Pendidik mengajak peserta didik berdoa untuk
Pendahuluan mengawali pembelajaran; 15 Menit
b. Pendidik melakukan konfirmasi tentang kehadiran
peserta didik;
c. Pendidik menyiapkan peserta didik secara psikis dan
fisik untuk mengikuti proses pembelajaran;
d. Pendidik memberi motivasi belajar Peserta didik secara
kontekstual sesuai manfaat dan aplikasi materi ajar
dalam kehidupan sehari-hari;
e. Pendidik mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang
mengaitkan pengetahuan sebelumnya dengan materi
yang akan dipelajari;
f. Peserta didik menjawab pertanyaan-pertanyaan yang
telah diberikan oleh peserta didik
g. Pendidik menjelaskan tujuan pembelajaran atau
kompetensi dasar yang akan dicapai; dan
h. Pendidik menyampaikan cakupan materi dan penjelasan
uraian kegiatan sesuai silabus.

 Mengamati

a. Pendidik menayangkan tayangan media tentang


pengertian alat jahit penunjang, jenis-jenis alat jahit
penunjang dan fungsi alat jahit penunjang.
b. Peserta didik mengamati tayangan media tentang
pengertian alat jahit penunjang, jenis-jenis alat jahit
penunjang dan fungsi alat jahit penunjang.

415 Menit
Menanya
Inti
a. Pendidik menanyakan isi media tentang pengertian alat
jahit penunjang, jenis-jenis alat jahit penunjang dan
fungsi alat jahit penunjang
b. Pendidik menanyakan tentang pengertian alat jahit
penunjang, jenis-jenis alat jahit penunjang dan fungsi
alat jahit penunjang
c. Peserta didik merespon pertanyaan tentang pengertian
ukuran tubuh, tujuan pengukuran tubuh, alat dan bahan
yang diperlukan, jenis-jenis ukuran tubuh, dan cara
mengukur tubuh
d. Pendidik mendengarkan pertanyaan peserta didik
tentang pengertian alat jahit penunjang, jenis-jenis alat
jahit penunjang dan fungsi alat jahit penunjang
e. Pendidik memberikan kesempatan kepada peserta didik
lain untuk menjawab
f. Pendidik melakukan pemerataan peserta didik dalam
menjawab (tidak didominasi oleh salah satu peserta
didik saja)
g. Pendidik memperhatikan peserta didik lain yang tidak
berani memberikan jawaban
h. Pendidik mengamati keberanian dan sikap peserta didik
dalam menjawab dan memberikan klarifikasi tentang
benar dan tidaknya jawaban dari peserta didik lain

Mengeksplorasi
a. Pendidik mempraktikkan cara menggunakan beberapa
contoh alat jahit penunjang.
b. Peserta didik mengamati cara menggunakan beberapa
contoh alat jahit penunjang.
c. Peserta didik melakukan kegiatan praktik menggunakan
alat jahit penunjang secara individu
d. Selama pembelajaran berlangsung pendidik melakukan
pengamatan sikap terhadap peserta didik terkait dengan
disiplin, tanggung jawab, peduli, gotong royong,
kerjasama, toleran, damai, responsif dan kreatif peserta
didiknya, serta mencatat di lembar pengamatan semua
hal yang terjadi di kelas (penilaian proses). Juga
memperhatikan cara peserta didik berdiskusi dan
menyusun catatan lembar kerja (sekaligus menilai
keberanian mengemukakan pendapat dan ketepatan
dalam menyusun catatan lembar kerja. Jika ada peserta
didik yang tidak aktif dalam mengemukakan pendapat
dan pembuatan catatan, langsung diingatkan dan diberi
catatan)

Asosiasi
a. Setelah peserta didik membuat catatan hasil praktikum,
selanjutnya menyiapkan bahan untuk dipresentasikan di
depan kelas.
b. Selama peserta didik membuat catatan hasil
pengukuran, pendidik memberikan arahan kepada
peserta didik

Komunikasi
a. Selanjutnya dari salah satu peserta didik
mempresentasikan hasil praktikumnya bersama peserta
didik lainnya, Peserta didik lain mengajukan
pertanyaan/sanggahan dengan menggunakan kata-kata
santun.
b. Pendidik memberi umpan balik dan penguatan materi di
akhir diskusi.
c. Peserta didik mengumpulkan hasil diskusi
Dalam kegiatan penutup, guru bersama peserta didik baik
secara individual maupun kelompok melakukan refleksi
untuk:
a. Mengevaluasi seluruh rangkaian aktivitas pembelajaran
dan hasil-hasil yang diperoleh untuk selanjutnya secara
Penutup bersama menemukan manfaat langsung maupun tidak
20 menit
langsung dari hasil pembelajaran yang telah
berlangsung;
b. Menyimpulkan inti dari materi pelajaran yang telah
berlangsung memberikan umpan balik terhadap proses
dan hasil pembelajaran;
c. Melakukan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk
pemberian tugas, baik tugas individual maupun
kelompok; dan
d. Menginformasikan rencana kegiatan pembelajaran
untuk pertemuan berikutnya.
e. Mengajak semua peserta didik berdo’a untuk
mengakhiri pembelajaran
f. Guru mengucapkan salam kepada para peserta didik
sebelum keluar kelas dan peserta didik menjawab salam

E. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Alat : Laptop, Proyektor, Papan Tulis, Spidol,
Bahan : Powerpoint, beberapa alat jahit penunjang
Sumber :
- Buku Teknik Menjahit
- Modul Dasar Teknologi Menjahit
- Internet