Anda di halaman 1dari 4

PEMERINTAH KOTA PALOPO

DINAS KESEHATAN
PUSKESMAS WARA
JL.Muin Sandewang No.20 B Kota Palopo
Tlp.(0471) 25329
e-mail : puskesmas_wara@yahoo.com

A. PENDAHULUAN

Masalah gizi khususnya kekurangan gizi, di Indonesia masih merupakan

masalah kesehatan masyarakat. Terjadinya masalah gizi dapat disebabkan oleh

banyak faktor, baik yang merupakan penyebab langsung, tidak langsung

ataupun penyebab dasar (akar masalah). Berbagai masalah (kemiskinan, ketidak

tahuan, pola pengasuhan, bencana alam, ketersediaan pangan dan ketersediaan

pelayanan kesehatan yang berakar pada masalah kebijakan ekonomi dan politik

suatu negara merupakan masalah mendasar. Masalah tersebut berdampak pada

masalah konsumsi zat gizi maupun terjadinya penyakit infeksi.

Saat ini masalah gizi (malnutrition) bukan hanya masalah kekurangan gizi saja

(undernutrition) tetapi juga meningkat masalah kelebihan gizi (overnutrition) atau

lebih dikenal dengan masalah gizi ganda. Olehnya itu melalui program kegiatan

Pemberian Tambahan Makanan dan Vitamin dalam hal ini memberikan bahan

bantuan Penanggulangan gizi buruk serta Makanan Pendamping ASI (MP-

ASI)sebagai upaya penanggulangan masalah gizi dapat dilakukan sehingga

dampak yang lebih buruk dan terjadinya kasusu gizi buruk baru dapat di cegah.

B. LATAR BELAKANG

Dalam upaya mengatasi masalah gizi buruk dan gizi kurang pada balita,
Kementrian kesehatan telah menetapkan kebijakan yang komprehenshif,
meliputi pencegahan, promosi, dan penanggulangan balita gizi buruk. Upaya
pencegahan dilaksanakan melalui Pemantauan Pertumbuhan balita di
Posyandu. Penanggulangan balita gizi kurang dilakukan dengan Pemberian
makanan tambahan (PMT) Penyuluhan.
sebab Pemenuhan gizi merupakan hak dasar anak. Salah satu upaya untuk

meningkatkan kesehatan dan gizi anak sebagaimana diamanatkan oleh Undang

Undang Dasar Tahun 1945 dan Kesepakatan Internasional seperti Konvensi Hak
Anak adalah memberikan makanan yang terbaik bagi anak usia di bawah 2

tahun.

Untuk mencapai hal tersebut, Strategi Nasional Peningkatan Pemberian ASI dan

MP-ASI merekomendasikan pemberian makanan yang baik dan tepat bagi bayi

dan anak 0-24 bulan.

World Health Organization (WHO) dalam Resolusi World Health Assembly

(WHA) Tahun 2002 melaporkan bahwa 60 % kematian balita langsung maupun

tidak langsung disebabkan oleh kurang gizi dan 2/3 dari kematian tersebut terkait

dengan pemberian makan yang kurang tepat bagi bayi dan anak.

Pada usia 6 bulan, selain ASI bayi mulai diberikan makanan pendamping Air

Susu Ibu ( MP-ASI) , namu masih banyak anak yang tidak mendapat MP-ASI

yang tepat baik dari segi kuantitas maupun kualitas. Jika bayi dan anak usia 6-24

bulan tidak memperoleh gizi yang cukup dari MP-ASI, maka akan

mengakibatkan gangguan pertumbuhan dan kurang gizi.

Berdasarkan Hasil Pemantauan Status Gizi tingkat Kecamatan Sukamaju tahun

2014 menunjukan Gizi Kurang (BB/U) 11,20 % dan Gizi Buruk (BB/U) 1,91 %

dan hasil Riskesdas 2010 menunjukkan 17,9 % balita di Indonesia yang

menderita gizi kurang (BB/U) dan 35,6% termasuk kategori pendek (TB/U).

Dalam Rencana Pembangunan jangka Menengah Nasional ( RPJMN) bidang

kesehatan 2010-2014 telah ditetapkan indikator sasaran kegiatan pembinaan gizi

masyarakat yaitu menurunkan prevalensi gizi kuramg menjadi kurang dari 15 %

dan balita pendek kurang dari 32%. Salah satu upaya untuk mencapai sasaran

tersebut adalah dengan Pemberian bahan bantuan Penanggulangan gizi buruk

dan Makanan Pendamping ASI untuk bayi dan anak 6-24 bulan dari keluarga

tidak mampu.
C. TUJUAN

 Tujuan Umum

Meningkatkan status gizi balita dan meningkatkan kunjungan balita ke

Posyandu.

 Tujuan Khusus

Sebagai sarana untuk meningkatkan kunjungan balita ke posyandu dan

peningkatan status gizi balita

D. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Kegiatan pokok yang dilaksanakan adalah : Pemberian Makanan Tambahan

pada balita di posyandu. Dengan rincian sebagai berikut:

 Melihat sasaran yang ada tiap posyandu.

 Menyiapkan bahan dan diolah jadi makanan tambahan

 Distribusi ke sasaran diposyandu

 Memantau langsung dan evaluasi makanan dihabiskan atau tidak

E. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN

Setelah bahan mentah diolah lalu didistribusikan di posyandu oleh kader,

F. SASARAN
kegiatan ini adalah semua balita yang berkunjung ke Posyandu

G. JADWAL PELAKSNAAN KEGIATAN

Kegiatan distribusi bahan makanan Pendamping ASI dilaksanakan setiap bulan

penimbangan sesuai dana yang tersedia

H. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN

a. Evaluasi Pelaksanaan Kegiatan

Evaluasi kegiatan pemberian bahan makanan Tambahan dilakukan dengan

melihat capaian Kunjungan .

Pelaporan

Pelaporan kegiatan berupa laporan pembelian bahan mentah