Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL BOOK REVIEW

PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN

Disusun Oleh :

NAMA : MARIANA AGUSTINA TURNIP


NIM : 1173311076
KELAS : H EKSTENSI

PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR


FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018/2019
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat
dan kasih-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ‘Critical Book Riview’ mata
kuliah “PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN” yang berjudul “ HATIKU RUMAH
KRISTUS”. Penulis juga berterima kasih kepada semua orang yang sudah memberikan
bimbingannya.

Penulis juga menyadari bahwa tugas ini masih banyak kekurangan oleh karena itu
penulis minta maaf jika ada kesalahan dalam penulisan dan penulis juga mengharapkan kritik
dan saran yang membangun guna kesempurnaan tugas ini.

Akhir kata penulis ucapkan terima kasih semoga dapat bermanfaat dan bisa
menambah pengetahuan maupun hiburan bagi pembaca.

Medan, September 2018

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR...............................................................................................................
DAFTAR ISI...............................................................................................................................
BAB I PENDAHULUAN
A. Identitas Buku Utama dan Buku Pembanding ..................................................................

B. Latar Belakang......................................................................................................................

C. Tujuan Critical Book Report...............................................................................................

D. Manfaat Critical Book Report.............................................................................................

BAB II RINGKASAN BUKU

BAB III PEMBAHASAN BUKU


1. KELEBIHAN BUKU..............................................................................................................
2. KEKURANGAN BUKU........................................................................................................
BAB IV PENUTUP
1. KESIMPULAN.......................................................................................................................
2. SARAN....................................................................................................................................
BAB I
PENDAHULUAN

A. IDENTITAS BUKU
Buku I
Judul Buku : HATIKU RUMAH KRISTUS
Nomor : ISBN 602-8139-30-0
Pengarang : Robert Boyd Munger
Penerbit : GLORIA GRAFFA
Kota Terbit : Yogyakarta
Tahun Terbit : 2000,2000,2009, dan 2015
Edisi : 1,2, 3 dan 3
Tebal Buku : 48 halaman
Ukuran :-
Bahasa Teks : Bahasa Indonesia
B. Latar belakang

Dalam mengkritik sebuah buku (critical book review) pembaca atau pengkritik harus mampu
menyimak dengan baik agar dapat mengetahui isi dari buku tersebut. Sehingga dengan begitu
pengkritik dapat mengetahui kelemahan dan kelebihan dari buku yang dikritik baik dari
cover, materi, bahasa, huruf, dan tanda baca yang digunakan.

Ketika mencari kelemahan dan kelebihan dari buku yang akan di kritik pengkritik
membutuhkan buku pembanding atau buku lain yang isi materinya atau judul bukunya dapat
dibandingkan. Dari kelemahan buku yang telah didapat, pengkritik buku dapat memberikan
saran atau inspirasi agar bisa menjadi lebih baik lagi. Selain mengkritik buku mahasiswa juga
harus bisa lebih kreatif dan inovatif untuk memnuhi tuntutan KKNI.

C. Tujuan

1. Untuk menambah pengetahuan


2. Untuk mengetahui kelemahan dan kelebihan dari buku yang akan dikritik
3. Untuk memperluas ilmu pengetahuan

D. Manfaat

1. Agar mahasiswa mampu berfikir kreatif, inovatif, dan kritis


2. Agar mahasiswa menambah pengetahuan tentang isi dari buku yang dikritik
BAB II

RINGKASAN BUKU

1. Buku Utama

HATIKU RUMAH KRISTUS

Dalam suratnya kepada jemaat di Efesus, Paulus menulis, “Aku berdoa supaya Ia,
menurut kekayaan kemuliaanNya, menguatkan kamu dengan kuasa melalui Roh-Nya di
dalam batin mu, sehinggaoleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu” (Efesus 3:16,17).
Terjemahan lain mengungkapkan: “Kiranya oleh imanmu Kristus tinggal dan merasa betah di
dalam hatimu” (Weymouth).

Kepada murid-murid-Nya Dia berkata, “Jika seorang mengasihi Aku, ian akan
menuruti firman-Ku dan Bapa-Ku akan mengasihi dia dan kami akan datang kepadanya dan
tinggal bersama-sama dengan dia” (Yohanes 14:23). Yang menarik disini ialah: Yesus
mengacu pada istilah yang sama, yakni rumah, seperti yang terdapat dalam Yohanes 14:
“Aku pergi ke situ untuk menyediakan tempat bagimu supaya di tempat di mana Aku berada,
kamu pun berada” (ayat2,3). Sementara Dia pergi ke surga untuk mempersiapkan tempat bagi
murid-murid-Nya kelak, maka para murid dapat menyiapkan tempat bagi-Nya dalam hati
mereka di dunia ini.

Lalu tibalah hari Pentakosta, Roh Kristus yang hidup diberikan bagi gereja. Pada saat
itulah mereka mengalami apa yang sebelumnya telah Yesus katakan kepada mereka. Pada
saat itulah mereka mengerti. Allah tidak tinggal dalam kuil Herodes di Yerusalem, atau kuil
lain dalam buatan manusia! Melalui mukjizat dari percobaan Roh Kudus, Allah tinggal dalam
hati manusia. Tubuh orang percaya menjadi bait Allah yang hidup dan hatinya menjadi
rumah Kristus. 30 menit setelah peristiwa Pentakosta itu, para murid mendapat lebih banyak
pengertian tentang Yesus daripada apa yang telah mereka perlajari selama 3 tahun
sebelumnya.

Ini adalah langkah pertama untuk menjadikan hati kita rumah Kristus. Dia berkata,
“Lihat Aku berdiri di muka pintu dan mengetuk; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku
dan membukakan pintu, Aku akan masuk menemui dia dan Aku akan makan bersama-sama
dia, dan dia bersama-sama dengan Aku” (Wahyu 3:20). Jika anda ingin masuk ke hadirat
Allah dan bertemu secara pribadi dengan Yesus Kristus di jiwa anda yang paling dalam,
bukalah lebar-lebar pintu hati anda dan undanglah Dia masuk ke dalamnya untuk menjadi
Juruselamat dan Tuhan.

RUANG BELAJAR

Ruang pertama yang kami kunjungi adalah ruang belajar, perpustakaan. Ruang belajar
ini adalah ruang berpikir kita. Ruang ini kecil, tetapi sangatlah penting, bahkan dapat
diakatakan ruangini ruang kendali dari seluruh tubuh. Tuhan masuk bersama saya dan
melihat deretan buku di rak, majalah-majalah di atas meja, dan gambar-gambar di dinding.
Saya mengikuti arah pandangan Tuhan dan merasa tidak sejahtera. Sebelumnya saya merasa
aneh berada di ruangan ini, tetapi saat Dia berada di situ dan melihat-lihat, saya merasa malu.
Mata-Nya terlalu suci untuk untuk melihat buku-buku tertentu yang ada di rak. Di atas meja
juga ada beberapa mjaalah yang tak pantas di baca oleh seorang kristiani. Apalagi beberapa
gambar di dinding itu, yang mencerminkan imajinasi dan pemikiran saya, sungguh
memalukan.

Dengan wajah merah, saya berpaling kepada-Nya dan berkata, “Tuhan, saya tahu
ruang ini perlu dibenahi dan di tata kembali. Maukah Engkau menolongku membenahinya
dan mengubahnya sebagaimana seharusnya?. “Tentu saja,” jawab-Nya. “Aku sangat senang
membantumu! Apalagi Aku sudah sering melakukannya. Pertama, sisihkanlah semua bacaan
yang tidak benar, tidak baik, tidak suci, dan tidak berguna. Buanglah semua itu! Lalu isilah
ral-rak yang kosong itu dengan buku-buku yang berkaitan dengan Alkitab. Tarulah Kitab
suci di perpustakaan ini dan renungkanlah itu siang dan malam. Dan juga gambar-gambar di
dinding, sepertinya itu membuat engakau sulit mengendalikan pikiran. Tetapi Aku akan
membantu mu.”Lalu Dia memberi saya sebuah lukisan besar, foto diri-Nya.

“Pasanglah gambar ini,” kata-Nya, “pada dinding pikiranmu.” Saya menaatinya, dan
selama bertahun-tahun saya mendapati bahwa saat pikiran saya tertuju kepada Kristus, maka
kesadaran saya akan kehadiran, kesucian, dan kuasa-Nya mengusir semua pikiran yang tidak
murni dan kotor. Dia menolong saya mengontrol segala pemikiran, sekalipun pergumulan itu
masih terus berlangsung. Jika anda mengalami kesulitan dalam mengatur ruang pikiran yang
kecil ini, izinkan saya menyarankan agar anda mengundang Yesus ke sana. Isilah dengan
firman Allah, pelajari dan renungkanlah dengan seksama, dan jagalah selalu kehadirat Allah.
RUANG MAKAN

Dari ruang belajar, kami ke ruang makan yang penuh dengan nafsu dan keinginan.
Ruang ini cukup besar, dan merupakan tempat yang paling bagi saya. Saya telah
menghabiskan banyak waktu dan tenaga untuk memuaskan segala keinginan saya di sini.
Saya berkata, “Ini ruang favorit saya. Saya yakin Engkau akan senang dengan apa yang di
hidangkan di sini.”

Dia duduk dan bertanya, “Apa menu kita malam ini ?” “Menu favorit saya adalah,
adalah uang, gelar akademis, kekayaan, disertai dengan ketenran dan keberuntungan sebagai
menu tambahan.” Saya sangat menyukai hal-hal duniawi ini. Memang tidak buruk, tetapi
sesungguhnya semua itu bukanlah jenis makanan yang dapat mengenyangkan jiwa dan
memuaskan kelaparan rohani.

Saat hidangan tersaji, Tuhan tidak berkata apa-apa. Namun, saya perhatikan Dia tidak
makan sedikit pun. Karena ingin tahu, saya pun bertanya, “Juru Selamat, tidakkah Engkau
makanan ini? Atau, adakah yang tidak beres?” Dia menjawab, “Aku punya sejenis makanan
yang tidak kamu kenal. Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang telah mengutus
Aku.” Dia memandang saya dan berkata,”Kalau kamu merindukan makanan yang benar-
benar memuaskan jiwamu, lakukanlah kehendak Bapamu yang di surga. Utamkanlah Dia
lebih dari segalanya. Berhentilah berusaha memenuhi keinginan, ambisi, dan nafsumu.
Berusahalah untuk menyenangkan Dia. Makanan ini akan benar-benar membuatmu puas

Kemudian Dia membiarkan saya mencicipi bagaimana rasanya melakukan kehendak


Allah. Sungguh lezat! Tak ada makanan lain selezat ini. Dan, sungguh memuaskan. Pada
akhirnya, semua makanan yang lain tak lagi terasa nikmat.

RUANG TAMU

Berikutnya kami memasuki ruang tamu. Ruangan ini sunyi, namun hangat dan nyaman. Saya
sangat menyukai ruangan ini. Di situ ada perapian, sofa yang nyaman, dan rak buku.
Suasannya pun menyenangkan.
Tampaknya Tuhan juga mnyukai ruangan ini. Dia berkata, “Ruangan ini sungguh
menyenangkan. Kita harus sering datang kemari. Ruangan ini cukup sunyi. Kita dapat bebas
berbicara dan bersekutu di sini.”

Sebagai orang kristiani baru, secara alami hati saya tergetar mendengar hal it. Saya
rindu untuk dapat bersekutu secara pribadi dengan Kristus setiap hari, meski hanya untuk
beberapa menit. Dia berjanji, “Aku akan ada di sini setiap pagi. Temui Aku di sini dan kita
akan mengawali setiap hari bersama-sama.”

Karena itu, setiap pagi saya ke ruang tamu. Dia membuka Alkitab, dan kami
membacanya bersama-sama. Dia memberitahukan kepada saya keajaiban-keajaiban dari
kebenaran Allah yang menyelematkan. Dia membuat hati saya bersuka dengan menceritakan
hal-hal yang telah dan akan diperbuat-Nya bagi saya. Saat-saat kebersamaan itu begitu indah.
Melalui Alkitab dan Roh Kudus, Dia berbicara kepada saya. Dan, saya menjawabnya melalui
doa. Persahabatan kami mulai bertumbuh melalui percakapan pribadi yang terjadi setiap kali
saat bersaat teduh bersama-Nya.

Namun, karena tanggung jawab saya bertambah banyak, sedikit demi sedikit waktu
saya untuk bersaat teduh semakin berkurang. Pada akhirnya saya tidak hanya mempersingkat
waktu saat teduh saya, bahkan melewatkannya begitu saja, terutama saat saya harus
mempersiapkan diri menghadapai ujian. Kesibukan demi kesibukan menyita waktu saya,
sehingga tak ada lagi kesempatan untuk bercakap-cakap dengan Yesus. Bahkan saya sering
melewatkannya.

Saya menyadai bahwa Dia rindu bersekutu saya, bahwa Dia mengasihi saya, sehingga
Dia selalu ingin bertemu dengan saya bahkan rela menunggu, saya pun mengubah total cara
bersaat teduh saya. Jangan biarkan Kristus sendirin menunggu lama di ruang tamu hati anda.
Tentukan saat dan tempat di mana setiap hari anda dapat bersekutu dengan-Nya melalui
firman Alllah dan doa.

RUANG KERJA

Tak lama kemudian Dia bertanya, “Apakah kamu punya ruang kerja di rumah?” Di
garasi rumah hati saya, terdapat meja kerja dan seperangkat peralatan, tetapi saya jarang ke
ruang itu. Terkadang saya membuat satu dua perabot kecil, tetapi saya tidak pernah membuat
sesuatu yang cukup berarti. Saya pun mengajak Tuhan ke sana.
Dia melihat meja kerja saya. Dia melihat talenta serta keterampilan yang saya miliki.
Diatas meja ada dua boneka mainan kecil buatan saya. Dia mengambilnya satu dan berkata,
“Ini cukup bagus. Apa saja yang telah kamu buat untuk Kerajaan Allah?

“Pertama, kamu harus ingat bahwa Aku telah mengajarmu: di luar Aku kamu tidak
dapat berbuat apa-apa “ (Yohanes15:5). Datanglah kepada-Ku dan izinkan Roh-Ku bekerja
melalui Engkau. Aku tahu engkau tidak terampilatau berbakat, tetapi Roh Allah adalah guru
besar mu. Jika Dia mengendalikan hatimu dan tangan mu, Dia akan bekerja melalalui dirimu.
Sekarang berbaliklah. “Kemudian dengan tangan-Nya yang kuat Dia memegang tagan saya,
mengambil peralatan, dan mulai bekerja melalui diri saya. “Tenanglah. Kamu terlalu tegang.
Santai saja, biarkan Aku yang bekerja!”

Jangan berkecil hati jika anda tidaka dapat berbuat banyak untuk Tuhan. Yang
penting bukanlah kemampuanmu, melainkan kemauan kita. Berilah diri anda kepada Kristus.
Bersikaplah peka dan tanggap akan kehendak Tuhan. Percayailah Dia. Dia akan membuat
anda terkaguk-kagum melihat hal-hal yang dapat Dia perbuat melalui diri anda!

RUANG REKREASI

Kemudian, saya mengajak Dia ke ruang rekreasi di rumah hati saya. Dan, Dia
mengadakan perubahan. Dia memberikan persahabatan, kebahagiaan, dan sukacita yang baru.
Suara musik dan tawa menghangatkan suasana di dalamnya. Sambil berkedip, Dia
memberikan senyum dan berkata, “Bukankah tadinya engkau mengira bahwa bersam-Ku
engkau tak dapat bersenang-senang? Ingatlah, Aku datang “Supaya sukacita-Ku ada di dalam
kamu dan sukacita mu menjadi penuh” (Yohanes 15:11).

RUANG KELUARGA

Suatu hari Dia berkata, “Kita tlah melakukan banyak hal bersama-sama. Kita sering
membuat acara dan berbincang-bincang bersama, dan Aku menikmati semua itu. Tetapi
runag yang di san itu, “Dia menunjuk ke ruang keluarga, “tampak selalu sepi. Bukankah
ruang itu merupakan tempat seluruh anggota keluarga berkumpul?”
“Benar Tuhan, “Saya menanggapi pertanyaan-Nya. “Apa yang Engkau pikirkan?”

“Keluarga-Ku terdiri dari orang-orang yang berasal dari berbagai bahasa, budaya,
usia, dan tujuan. Mereka datang dengan berbagai cara, dari berbagai gereja dan denominasi,
dengan berbagai misi dan pelayanan, secara formal maupun tidak formal, dalam kebakttian
yang di hadiri ribuan orang atau persekutuan dua-tiga orang. Ketika orang kristiani
berkumpul untuk beribadah, belajar, atau melayani, tidak semua dapat mersa dekat satu sama
lain sebagaimana layaknya saudara dalam satu keluarga. Seseorang bisa saja merasa sendiri
dan tidak di kasihi, meski ia ada di tengah puji-pujian yang bersemangat dan duduk di
sebelah orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh kepada Allah.

“Kehidupan keluarga yang sehat bertumbuh dan berkembang melalui membina


hubungan. Ikatan ini dipererat denga pertemuan-pertemuan informal yang memungkinkan
setiap anggota keluarga bebas bercerita tentang kejadian-kejadian hari itu juga dan juga
tentang pemikiran dan perasaan mereka. Di situ keluarga dpat mengambil keputusan bersama
dan merasakan kebahagiaan. Di situ pula setiang anggota keluarga dapat mersa bahwa ia
adalah bagian penting dari keluarga, yang di kasihi dan diperhatikan oleh anggota keluarga
yang lain.”

Kesatuan ituterjadi terutama jika persekutuan itu di pusatkan pada pribadi Kristus,
dengan Alkitab sebagai pedomannya. Tujuan pertemuan mingguan atau dua mingguan yang
biasa kita adakan ialah untuk mengenal Allah lebih dalam, menyenangkan Dia, saling
mendukung, dan saling memahami antar anggota tubuh Kristus. Hal itu berulang kali terjadi
pada diri saya, seperti yang pernah Dia katakan, “Di mana dua atau tiga orang yang
berkumpul dalam nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka.”

DAPUR

“Menyiapkan dan menghidangkan makanan sangatlah penting agar sebuah keluarga


sehat dan bahagia. Tanpa gizi yang cukup, orang-orang akan menjadi lemah, sakit, bahkan
meninggal. Dalam keluarga Allah, ada banyak orang yang bekerja di dapur. Para pendeta,
utusan injil,juga relawan yang membagikan Roti Kehidupan bagi para pengikut Kristus.
Mereka rindu membagikannya kepada siapa saja yang mau menerima-Nya. Namun,
tantangannya sangat berat. Banyak “koki” menjadi kepayahan, putus asa, atau sebaliknya
bekerja asal-asalan dalam tugas pelayanan yang tampaknya tidak menggembirakan dan itdak
mendatangkan hasil itu. Sebenarnya yang menjadi penyebabnya adalah banyak dari antara
“koki” itu yang berusaha mengerjakannya dengan kekuatan mereka sendiri.”

GUDANG

Ada satu hal lagi yang ingin saya bagikan kepada anda. Suatu saat Dia menanti saya
di pintu depan dan memandang saya dengan tajam. Saat saya masuk, Dia berkata, “Ada bau
tak sedap di rumah ini. Sepertinya ada bangkai di lantai atas. Barangkali di gudang.”

Seketika itu juga saya mengerti apa yang Dia maksud. Di lantai atas ada sebuah
gudang kecil. Di dalamnya terdapat benda-benda pribadi saya. Dan, saya tidak ingin ada yang
tahu tentang benda-benda itu. Apalagi Kristus. Benda-benda itu sudah mati dan busuk.
Benda-benda itu berasal dari kehidupaan lama saya. Bukan sesuatu yang jahat, tetapi tidak
baik dan tidak benar jika dimiliki oleh seorang kristiani. Namnun saya sangat mencintainya.
Saya ingin mempertahankannya, karena itu saya tidak mau mengakui bahwa saya sengaja
menyimpannya di situ.

Jika anda sudah mengenal dan mengasihi Yesus Kristus, amka hal penting
menakutkan yang mungkin terjadi adalah jika kita merasa Dia memalingkan wajah dan
menjauh dari kita. Kemudia Dia membersihkan gudang itu dengan persetujuan saya. Dia
mengecatnya da menatanya kembali. Dalam sekejap gudang itu sudah bersih, bahkan harum
dan segar. Suasananya sudah berubah. Saat bamgkai itu dibuang, ada kelepasan dan
kemenangan dalam hidup saya! Apapun dosa atau kepedihan masa lalu kita, Yesus selalu siap
sedia mengampuni, memulihkan, dan memberi kelegaan.

PENYERAHAN HAK MILIK

Tiba-tiba saya berpikir sesuatu. Saya bergumam, “saya mencoba menjaga hati saya
tetap bersih agar layak menjadi tempat tinggal Kristus, tetapi rasanya terlalu berat. Saat saya
selesai membersihkan satu ruangan, saya mendapati bahwa ruangan yang lain juga kotor.
Sementara saya membersihkan ruangan kedua, ruangan yang pertama sudah mulai kotor lagi.
Saya merasa sangat kelelahan ketika harus menjaga hati saya agar tetap bersih dan hidup saya
agar tetap taat. Saya tidak sanggup.”

Hari itu Dia mengambil alih hidup saya, dan ternyata itulah cara terbaik untuk
menjalani kehidupan kristiani. Dai tahu benar bagaimana cara menjaga dan menafaatkan
hidup kita. Suatu kedamaian yang mendalam mengalir dalam jiwa saya. Saya adalah milik-
Nya Dia adalah milik saya, selamanya!

Kiranya Kristus juga tinggal bersama sebagai Tuhan dalam hati Anda,
BAB III

PEMBAHASAN BUKU

KELEBIHAN DAN KELEMAHAN BUKU

A. KELEBIHAN BUKU

Buku 1
 Isi buku memiliki banyak pengertian
 Penulis seakan-akan mengajak pembaca untuk ikut dalam keadaan yang sebenarnya.
 Setiap bab penulis membuat satu kesimpulannya yang dapat dimengerti.
 Buku sangat menarik untuk dibaca.
 Buku memiliki gambar yang berwarna sehingga sangat menarik pembaca

 Informasi yang disampaikan di dalam cover lengkap, seperti judul,penerbit,dan nama


pengarang.
 Identitas buku lengkap dipaparkan mulai dari hak cipta, jumlah cetakan beserta
tahun,dan ISBN. Daftar isi ditulis sesuai dengan kaidah yang berlaku. Selain itu buku
ini menggunakan daftar isi untuk tabel,sehingga lebih efektif dalam mencari
informasi yang berisi tabel.

B. KEKURANGAN BUKU

Buku 1
 Buku tidak membuat ukuran buku
BAB IV

PENUTUP

KESIMPULAN

Setelah dipaparkan kelebihan dan kekurangan buku, maka dapat saya simpulakan bahwa :

Buku HATIKU RUMAH KRISTUS buku ini memberikan gambaran yang jelas mengenai
apa yang terjadi jika Kristus hadir dalam hidup kita.

SARAN

Setelah pengkritisi menguraikan kelebihan,kelemahan buku. Maka pengkritisi menyarankan


mungkin akan jauh lebih baik apabila mengunakan kata-kata yang sederhana mungkin guna
mencapai pemahaman yang lebih.
DAFTAR PUSTAKA

a. Kumpulan Humor dengan Ayat Alkitab

<http://humor.sabda.org>

b. Biografi Tokoh Kristen

<http://biokristi.sabda.org>

c. Bahan Pilihan untuk Remaja Kristen

<http://remaja.co>

d. Kumpulan Kesaksian Kristen

<http://kisah.sabda.org>

e. Ribuan Lirik Lagu Kristen dan Informasi Audio Lainnya

<http://gema.sabda.org>

f. Alkitab Audio

<http://audio.sabda.org>

g. Bahan Pelayanan Remaja Kristen

< http://remaja.sabda.org >

Applikasi Facebook: