Anda di halaman 1dari 3

BAB 1 ARRAY

1. Pengertian

Array [larik] merupakan hal fundamental yang sering dijumpai dalam banyak kasus di dunia
pemrograman. Maka dari itu, sebagai programmer kita perlu membekali diri dengan pemahaman konsep
array dan mampu mengimplementasikannya ke dalam kasus-kasus yang dihadapi. Array adalah sebuah
variabel yang menyimpan sekumpulan data yang memiliki tipe sama atau Array juga dapat disebut sebagai
kumpulan dari nilai-nilai data bertipe sama dalam urutan tertentu yang memakai sebuah nama yang sama.
Setiap data tersebut menempati lokasi atau alamat memori yang berbeda-beda dan selanjutnya disebut
dengan elemen array. Elemen array sendiri dapat diakses melalui indeks yang terdapat di dalamnya.
Namun, penting sekali untuk di ingat bahwa dalam C++ indeks array selalu dimulai dari 0, buka 1.

Intinya adalah: kita akan menyiapkan kamar dalam hotel dengan nomor index 0-sekian. Untuk
penggunaanya sendiri pengunjung dibagi berdasarkan nomor kamar hotel.

Jika kita lihat lagi masalah diatas, kita tidak lagi membutuhkan banyak variabel untuk menyiman
data yang sama. Namun kita hanya membutuhkan satu variabel saja.

Ada beberapa hal yang perlu anda ketahu tentang array:

 Nomor index pada Array dimulai dari nol (0).

 Array hanya mampu menyimpan data dengan tipe yang sama.

 Artinya, semua isi array memiliki tipe data sama.


2. Syntax

Ketika kita mendeklarasikan array ke compiler, maka sama saja dengan menciptakan sebuah hotel
dengan masing-masing nomor kamar yang tersedia. Setelah kita berhasil mendeklarasikan array, maka
kita dapat mulai memberikan nilai untuk setiap kamar-kamar yang tersedia dalam hotel yang tadi kita
deklarasikan. Tipe data array yang dapat digunakan antara lain: int, char, double, string, dan boolean.

3. Jenis Array

Ada tiga jenis tipe data array:

 Array 1 dimensi
 Array 2 dimensi
 Array 3 dimensi

a. Array 1 dimensi

Suatu elemen bisa dikatakan array satu dimensi jika banyaknya index hanya ada satu. Perlu diperhatikan,
sebelum variabel array digunakan maka variabel array tersebut harus terlebih dahulu dideklarasikan.

Untuk pendeklarasiannya array satu dimensi ini sebenarnya hampir sama dengan pendeklarasian variabel
yang lainnya, hanya saja pada pendeklarasian array satu dimensi ini variabel arraynya diikuti dengan
maksimum banyaknya elemen yang dapat disimpan dalam variabel array yang dituliskan dalam pasangan
tanda siku pembuka dan siku penutupnya.

Didalam bahasa pemrograman C++, harga awal indeks dimulai dengan nilai 0 (nol). Maka jika dituliskan
banyaknya maksimum elemen adalah N , hal ini dapat diartikan indeks yang akan digunakan adalah 0, 1,
2, 3, . . . .N-1

Berikut ini adalah contoh dari bentuk umum untuk pendeklarasian array satu dimensi :

tipe_data nama_var_array [ukuran];

tipe_data : Menyatakan jenis tipe data elemen array (int, char, float, dsb)

nama_var_array : Menyatakan nama variabel yang akan digunakan

ukuran : menunjukkan maksimal banyaknya elemen array

Contoh : int nilai[10];

Dengan contoh deklarasi diatas maka akan disiapkan lokasi memori untuk variabel array sebanyak 10,
lihat gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya.

Mengisi Elemen Array Satu Dimensi

Suatu variabel array satu dimensi yang telah dideklarasikan pada dasarnya sudah bisa dilakukan
pengisian sebuah elemen, perlu anda ketahui bahwa untuk mengisi sebuah elemen kedalam suatu
variabel satu dimensi dapat dilakukan dengan 3 (tiga) cara :

1. Deklarasi variabel (inisialisasi)


2. Menggunakan penugasan (=)
3. Dilakukan dengan menggunakan / dibaca dari media masukan

Inisialisasi Array Satu Dimensi (Deklarasi Variabel)


Untuk melakukan inisialisasi pada array satu dimensi dapat dilakukan dengan memberikan nilai awal dari
array pada saat dideklarasikan, berikut ini adalah bentuk umum dari inisialisasi array satu dimensi.

tipe_data nama_var_array [ukuran] = {elemen-0, elemen-1, ......, elemen-n-1};


 elemen-0, elemen-1, ....., elemen-n-1 merupakan elemen - elemen dari array dan dari banyaknya
ukuran.
 Jika banyaknya elemen kurang dari ukuran, maka sisanya akan diberi harga atau nilai nol (0).
 Jika banyaknya elemen lebih dari ukuran maka akan mengalami kesalahan " Too many
initializers”.

Sedangkan pada array 2 dimensi dan pada array 3 dimensi itu sama saja,yang berbeda hanyalah pada
jumlah indexnya saja.