Anda di halaman 1dari 14

46

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1. Lokasi Penelitian dan Waktu Penelitian


Penelitian ini akan dilaksanakan di SMA Negeri 15 Medan yang beralamat
di Jalan Jl. Sekolah Pembangunan Nomor 7, Kecamatan Medan Sunggal di Kota
Medan dan pelaksanaannya pada semester II T.P. 2018/2019.

3.2. Populasi dan Sampel Penelitian


1. Populasi
Berdasarkan tujuan penelitian, yang menjadi populasi dalam penelitian ini
adalah siswa kelas X IPA semester II SMA Negeri 15 Medan T.P 2018/2019 yang
terdiri dari 6 kelas yaitu dari kelas
2. Sampel
Sampel dalam penelitian ini terdiri dari dua kelas yaitu kelas kontrol dan
kelas eksperimen yang diambil dengan teknik cluster random sampling. Cluster
random sampling adalah pemilihan kelompok secara acak untuk dijadikan sebagai
sampel dimana setiap sampel memiliki peluang yang sama untuk dijadikan
sebagai sampel.

3.3. Variabel Penelitian


Variabel penelitian ini terdiri atas dua jenis yaitu
1. Variabel bebas yaitu model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan model
pembelajaran konvensional.
2. Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar siswa pada materi
Momentum dan Impuls.

3.4. Jenis dan Desain Penelitian


3.4.1. Jenis Penelitian
Jenis penelitian ini termasuk penelitian quasi eksperimen, yaitu
merupakan penelitian yang bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan
akibat pengaruh dari “sesuatu” yang dikenakan pada “subyek” yaitu siswa.
Pengaruh yang dimaksudkan adalah hasil belajar siswa dengan model
47

pembelajaran yang telah ditentukan dapat dilihat dari hasil jawaban siswa pada tes
hasil belajar.
3.4.2. Desain Penelitian
Penelitian ini melibatkan dua kelas yang diberi perlakuan yang berbeda.
Satu kelas dijadikan kelas eksperimen dan kelas lainnya dijadikan kelas kontrol.
Untuk mengetahui hasil belajar siswa diberikan perlakuan yang berbeda pada
kedua kelas tersebut. Desain penelitian ini dapat dilihat pada tabel berikut ini;
Tabel 3.1. Two Group Pretes – Posttes Design
Kelompok Pretes Perlakuan Postes
Kelas eksperimen O X1 O
Kelas kontrol O X2 O
Keterangan :
X1 = Pengajaran dengan menerapkan model pembelajaran TGT
X2 = Pengajaran dengan menerapkan model pembelajaran konvensional
O = Instrumen Penelitian

3.5. Prosedur Penelitian


Adapun prosedur penelitian dibagi dalam beberapa langkah sebagai
berikut:
1. Tahap Awal (Persiapan dan Perencanaan)
Kegiatan yang dilakukan meliputi:
a. Membuat surat persetujuan dosen pembimbing.
b. Membuat instrumen observasi
c. Menentukan lokasi, dan waktu penelitian.
d. Melakukan observasi langsung dengan memberikan angket kepada
siswa dan wawancara pada guru fisika di SMA N 15 Medan
e. Menentukan masalah, dan judul
f. Pencarian pustaka yang relevan
g. Mengadakan konsultasi dengan dosen pembimbing skripsi
h. Menyusun dan mengembangkan perangkat pembelajaran serta
instrumen penelitian.
2. Tahap Pelaksanaan Penelitian
Kegiatan yang dilakukan meliputi:
a. Memvalidkan tes/ instrumen penelitian
b. Menentukan kelas sampel dan kelas kontrol dari populasi yang ada.
48

c. Melaksanakan pretes pada kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk


mengetahui kemampuan awal yang dimiliki oleh siswa.
d. Melakukan uji normalitas dan homogenitas data tes awal.
e. Memberikan perlakuan pada kelas eksperimen yaitu menggunakan
model pembelajaran Kooperatif tipe Teams Games Tournaments
(TGT) dan menggunakan pembelajaran konvensional pada kelas
kontrol.
f. Memberikan postes kepada kelas eksperimen dan kelas kontrol untuk
mengetahui kemampuan akhir (hasil belajar) siswa setelah diberikan
perlakuan.
g. Melakukan analisis data
h. Menarik kesimpulan dari data yang diperoleh tentang hasil penelitian
dan memberikan saran untuk peneliti selanjutnya
3. Tahap Akhir Penelitian
Pada tahap akhir penelitian akan dilaksanakan penyusunan laporan
penelitian. Dibawah ini merupakan gambar alur dari rancangan
penelitian yang akan dilakukan

Studi Pendahuluan

Angket Wawancara Guru

Populasi dan Sampel


49

Kelas Kelas Kontrol


Eksperimen

Pre-test
Uji Normalitas

Analisis Data uji t

Uji Homogenitas

Kelas Eksperimen Kelas Kontrol

Kelas Eksperimen : Model Kelas Kontrol : menggunakan


kooperatif tipe TGT pembelajaran konvensional

Post-test

Analisis Data Uji t

Kesimpulan

Gambar 3.1 Bagan Alir Penelitian

3.6. Analisis Butir Soal


3.6.1. Validitas Tes
Validitas tes yang digunakan dalam penelitian ini adalah validitas isi dan
validitas ramalan.
3.6.2. Validitas Isi
Validitas isi yaitu derajat dimana sebuah tes mengukur cakupan substansi
yang ingin diukur. Sebuah tes dikatakan memiliki validitas isi apabila mengukur
tujuan khusus tertentu yang sejajar dengan materi atau isi pelajaran yang
50

diberikan. Dalam hal tertentu untuk tes yang telah disusun sesuai dengan
kurikulum agar memenuhi validitas isi, dapat pula dimintakan bantuan ahli seperti
dosen atau guru bidang studi untuk menelaah apakah konsep materi yang diajukan
telah memadai atau tidak sebagai sampel tes. Validitas isi yang digunakan dalam
penelitian ini adalah validitas isi yang telah diuji oleh 2 orang tim ahli sebagai
validator.
3.6.3. Validitas Ramalan
Setelah soal sudah divalidkan oleh 2 orang validator, maka selanjutnya
instrumen tes hasil belajar diujicobakan kepada 30 orang siswa yang bukan
merupakan sampel penelitian, yaitu kelas XI IPA 1 SMA Negeri 15 Medan yang
sudah mempelajari materi Momentum, dan Impuls untuk melihat apakah
instrumen tes valid atau tidak. Validitas dari masing-masing item soal tersebut
akan dihitung dengan menggunakan rumus :

rxy= ………………………… (3.3)

Dimana :
rxy : Koefisien validitas tes
X : Skor tes
Y : Skor total tes
N : banyak (Arikunto, 2014)
Reliabilitas Tes
Untuk menghitung reliabilitas tes digunakan rumus Kuder-Richardson
(KR-20):
k Vt   pq
r11  ( )( )
k 1 Vt …………………………………….(3.4)
r
Keterangan : 11 : Reliabilitas tes secara keseluruhan
p : Proporsi subjek yang menjawab item dengan benar
`` q : Proporsi subjek yang menjawab item dengan salah (q=1-p)
 pq : Jumlah hasil perkalian antara p dan q
k : Banyaknya butir pertanyaan
Vt : Varians total
Kriteria nilai reliabilitas dituangkan seperti pada tabel 3.6.
Nilai Kriteria

0.00 – 0.20 Sangat Rendah

0.21 – 0.40 Rendah


51

0.41 – 0.60 Cukup

0.61 – 0.80 Tinggi

0.81 – 1.00 Sangat Tinggi

Tabel 3.6 Kriteria Nilai Reliabilitas (Arikunto, 2014)

3.7.1 Tingkat Kesukaran Tes


Untuk menentukan tingkat kesukaran item digunakan rumus, yaitu:
B
P
JS
..................................(3.5)
Keterangan : P : Indeks kesukaran
B : Skor yang didapat oleh seluruh siswa
JS : Jumlah skor jika seluruh siswa menjawab benar.
Kriteria nilai taraf kesukaran seperti ditunjukkan pada tabel 3.7.

Nilai Kriteria

0,00 – 0,30 Sukar

0,31 – 0,70 Sedang

0,71 – 1,00 Mudah

Tabel 3.7 Kriteria Nilai Taraf Kesukaran (Sudjana, 2015)

Hasil pengujian tingkat kesukaran tes hasil belajar yang telah diberikan
menunjukkan bahwa dari 15 item soal yang diberikan, terdapat 13 item soal
dengan kriteria Sedang dan 2 item soal dengan kriteria Mudah pada instrumen tes
hasil belajar.
3.7.2 Daya Pembeda
Untuk menetukan daya beda tes masing-masing tes digunakan rumus
yaitu:

..................(3.6)

Dengan :
52

D : Daya Pembeda

: Jumlah benar pada kelompok atas

: Jumlah benar pada kelompok bawah

: Jumlah siswa pada kelompok atas

: Jumlah siswa pada kelompok bawah

Kriteria nilai daya pembeda seperti ditunjukkan pada 3.8.


Nilai Kriteria

0,00 – 0,20 Jelek

0,21 – 0,40 Cukup

0,41 – 0,70 Baik

0,71 – 1,00 Baik Sekali

Tabel 3.8 Kriteria Nilai Daya Pembeda (Sudjana, 2015)

3.8. Instrumen Pengumpul Data Penelitian

Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini sebagai pengumpul data


adalah angket siswa dan wawancara guru sebagai pengumpul data awal (studi
pendahuluan), lembar observasi aktivitas siswa dan tes hasil belajar.

3.8.1. Angket Siswa

Angket berisi pertanyaan-pertanyaan berjumlah 20 pertanyaan yang


berkaitan dengan proses pembelajaran siswa. Angket siswa digunakan untuk
mengetahui keadaan awal siswa atau masalah yang dihadapi siswa saat belajar.
Penulis menyebarkan angket kepada 34 orang siswa di sekolah yang
bersangkutan.

3.8.2 Wawancara Guru


53

Penulis melakukan wawancara kepada salah satu guru di sekolah yang


bersangkutan. Wawancara berisi 19 pertanyaan yang diajukan kepada guru untuk
mengetahui bagaimana guru melaksanakan proses pembelajaran di kelas.

3.8.3. Lembar Observasi Aktivitas Siswa

Observasi dimaksudkan untuk mengamati keseluruhan aktivitas belajar


siswa selama pelaksanaan proses pembelajaran. Observasi aktivitas siswa dalam
proses pembelajaran dilakukan agar mengetahui apakah model pembelajaran
Kooperatif tipe TGT yang diterapkan mengakibatkan timbulnya berbagai aktivitas
siswa. Observasi dilakukan oleh observer yang berjumlah dua orang dengan
mengggunakan lembar observasi dan memiliki kriteria penilaian aktivitas siswa
sebagai berikut :

Tabel 3.2. Pedoman Penilaian Observasi Aktivitas Belajar Siswa

NO Aspek Penilaian Deskriptor

1 Visual 1. Tidak memperhatikan pelajaran


2. Hanya memperhatikan saja
3. Memperhatikan dan aktif dalam
pembelajaran

2 Oral 1. Tidak menjawab pertanyaan atau


mengeluarkan pendapat sebagai
jawaban dari permasalahan.
2. Menjawab pertanyaan tapi tidak
sesuai dengan permasalahan
3. Menjawab pertanyaan dan jawaban
yang diajukan sesuai dengan
permasalahan.

4 Listenig 1. Tidak mendengar arahan dan


penjelasan guru
2. Mendengar dengan bermain-main
54

3. Mendengar arahan guru mengurutkan


langkah-langkah percobaab, sehingga
berhasil dalam melakukan percobaan

5 Writing 1. Tidak menulis informasi atau hasil


diskusi
2. Menulis sambil bermain-main
3. Menulis dan memperhatikan dengan
tertib

5 Motor 1. Tidak melakukan percobaan dengan


baik
2. Melakukan percobaan sambil bermain-
main
3. Melakukan percobaan dengan baik
dan memperoleh data untuk
didiskusikan dalam kelompok

6 Mental 1. Tidak berusaha mengolah data hasil


percobaan
2. Berusaha mengolah data hasil
percobaan tapi tidak serius
3. Mengola data hasil percobaan dengan
serius dan menghasilkan jawaban yang
benar dari permaslahan yang
dimunculkan

7 Emotional 1. Tidak bersemangat dalam belajar


2. Bersemangat tetapi bermain-main
3. Bersemangat dan serius dalam belajar

Jumlah Skor Rata- Rata =

Nilai Akhir = x 100 %


55

Cara menetukan kriteria konversi nilai adalah sebagai berikut :

Tabel 3.3. Kriteria Konversi Nilai Aktivitas Belajar Siswa


Kriteria Nilai (%)
Sangat Baik 85 – 100
Baik 75 – 84
Cukup Baik 65 – 74
Kurang Baik 55 - 64
Gagal 0 – 54
(Arikunto, 2010)

3.6.4. Tes Hasil Belajar


Tes hasil belajar digunakan untuk mengukur penguasaan kognitif siswa pada
materi momentum dan impuls. Tes hasil belajar siswa pada materi momentum dan
impuls dalam bentuk soal pilihan ganda dengan 5 pilihan jawaban (A, B, C, D,
dan E) dan berjumlah 20 item. Tes ini diberikan sebanyak dua kali, yaitu: pretes
dan postes yaitu sebelum dan sesudah proses pembelajaran. Apabila jawaban
benar diberi skor 1 dan bila jawaban salah diberi skor 0. Selanjutnya jumlah total
skor dari setiap siswa dikonversikan ke dalam bentuk nilai dengan menggunakan
rumus :

Tabel 3.4. Tabel Spesifikasi Tes Hasil Belajar

Sub Materi Klasifikasi/ kategori Jumlah


C1 C2 C3 C4 C5 C6
Momentum 1 2,3,4 5 5
Impuls 6 7,8,9 10 5
Tumbukan 14 15 17, 19 5
18
Hukum Kekekalan 11, 13, 5
Momentum dan 12, 20
penerapannya 16
Presentase 5% 5% 40% 40% 5% 5% 20
56

Keterangan :
C1 : Pengetahuan C3 : Aplikasi C5 : Sintesis
C2 : Pemahaman C4 : Analisis C6 : Evaluasi

3.7. Validitas Isi


Validitas isi adalah derajat di mana sebuah tes mengukur cakupan
substansi yang ingin diukur yaitu materi soal, kesesuaian indikator dengan soal,
konstruksi, bahasa, dan penilaian umum perangkat soal. Sebuah tes dikatakan
memiliki validitas isi apabila mengukur tujuan khusus tertentu yang sejajar
dengan materi atau isi pelajaran yang diberikan. Instrumen yang telah disusun
kemudian divaliditaskan kepada ahli (dosen atau guru). Jumlah seluruh spesifikasi
butir soal yang divalidkan adalah sebanyak 20 soal.

3.8. Teknik Analisis Data


Setelah data diperoleh kemudian diolah dengan teknik analisis data sebagai
berikut :
7.1. Menghitung mean dari pretes dan postes
a. Menentukan skor rata-rata
(Sudjana, 2005:67)
Dimana : x  Rata-rata hasil belajar fisika kelas eksperimen
�xi = jumlah skor siswa kelas eksperimen
n = jumlah siswa
b. Menentukan simpangan baku digunakan rumus :
2
2 n  xi  ( xi ) 2
S  (Sudjana, 2005:94)
n(n  1)
Dimana : S = Standar deviasi

n = Banyak jumlah siswa

∑xi = Jumlah nilai total

∑xi 2 = Jumlah kuadrat nilai total


7.2. Uji Normalitas
57

Uji ini digunakan untuk melihat apakah sampel berdistribusi normal atau
tidak. Uji yang digunakan adalah Liliefors. Menurut Sudjana (2005:466),
langkah-langkah yang dilakukan sebagai berikut:
a. Pengamatan x1, x2, x3,......,xn dijadikan dalam angka baku z1, z2, z3,......,zn
Dengan menggunakan rumus : z  x i  x
i
S

Dimana :
= Rata-rata nilai hasil belajar siswa
x
S = Standar deviasi
b. Untuk tiap angka baku ini menggunakan distribusi normal baku dihitung
peluang F (zi) = P (z ≤ zi).
c. Selanjutnya dihitung proporsi itu dinyatakan dengan s (zi) maka:

banyaknya z 1 , z 2 , z 3 ,......  z i
s (z i ) 
n
d. Menghitung F (zi) – S (zi) kemudian menentukan harga mutlak.
e. Mengambil harga mutlak terbesar disebut L0. Untuk menerima atau
menolak hipotesa dibandingkan L0 dengan nilai kritis Lk yang diambil dari
daftar Lilliefors dengan taraf nyata α = 0,05.
Dengan kriteria:
 L0 < Ltabel maka berdistribusi normal
 L0 > Ltabel maka tidak berdistribusi normal

7.3. Uji Homogenitas


Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah data mempunyai
varians yang homogen atau tidak
Ho : σ12 = σ22 atau kedua populasi mempunyai varians yang sama
Ha : σ12 ≠ σ22 atau kedua populasi tidak mempunyai varians yang sama
dengan menggunakan rumus:

2
S
F  12
S2
Keterangan :
58

2
S1 = varians dari kelompok besar
2
S 2 = varians dari kelompok kecil

Kriteria pengujian : hipotesis H0 diterima jika F(1 )( n1 1) < F <

F1  ( n1 1, n2 1) untuk taraf nyata α (0,10), dimana F β (m,n) didapat dari daftar
2

distribusi F dengan peluang β, dk pembilang = m dan dk penyebut = n


(Sudjana, 2005:249)

7.4. Uji kemampuan awal/pretes siswa (uji t dua pihak)


Uji t dua pihak digunakan untuk mengetahui kesamaan kemampuan awal
siswa pada kedua kelompok sampel. Hipotesis yang diuji berbentuk :
H0 : 1   2 : kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai kemampuan

awal sama
Ha :  1   2 : kelas eksperimen dan kelas kontrol mempunyai

kemampuan awal berbeda


Bila data penelitian berdistribusi normal dan homogen maka untuk
menguji hipotesis menggunakan uji t dengan rumus (Sudjana, 2005: 239), yaitu :
X1  X 2
t= 1 1
S 
n1 n 2

Tetapi jika kedua kelas tidak homogen, maka menggunakan :


X1  X 2
t= S12 S 22
S 
n1 n 2

Dimana S adalah varians gabungan yang dihitung dengan rumus :

 n1  1 S1 2   n2  1 S 2 2
S =
2

n1  n2  2
keterangan :
59

t = Distribusi t
X 1  Rata-rata hasil belajar fisika kelas eksperimen

X 2  Rata-rata hasil belajar fisika kelas kontrol

n1 = Jumlah siswa kelas eksperimen

n 2 = Jumlah siswa kelas kontrol

2
S1 = Varians kelas eksperimen

S 2 = Varians kelas kontrol


2

S 2 = Varians dua kelas sampel

Kriteria pengujian adalah : terima H0 jika  t1 1 2  t  t1 1 2 dimana

t1 1  didapat dari daftar distribusi t dengan dk =( n1+n2-2 ) dan   0,05 .


2

Untuk harga t lainnya H0 ditolak.

3.8.5. Uji Hipotesis (uji t satu pihak)

Uji t satu pihak digunakan untuk mengetahui adanya pengaruh dari suatu
perlakuan yaitu model pembelajaran kooperatif tipe TGT terhadap hasil belajar
siswa.
Hipotesis yang diujikan adalah :
Ha : 1   2 : Ada perbedaan akibat pengaruh model pembelajaran

kooperatif tipe TGT terhadap hasil belajar siswa pada


materi momentum dan impuls di SMA Negeri 15 Medan
kelas X semester II T.A 2018/2019.

Kriteria pengujian yang berlaku ialah : H0 jika t < t1-α , dimana t1-α di dapat
dari daftar distribusi t dengan dk = (n 1+n2-2) dan peluang (t1-α) dan α = 0,05. Jika t
mempunyai harga-harga lain H0 di tolak.