Anda di halaman 1dari 6

Faktor Predisisi ( Etiologi )

Berhubungan Hubungan Personal


sex <17 Kebiasaan hygiene yang
HIV seks multi-
tahun merokok partner tidak baik

Perkembangan mengandung benza piren mempengaruhi serviks terpapar sperma agen patogen
reproduksi belum siap kekebalan tubuh dengan PH dan molekul eksternal berkumpul
protein yang berbeda- beda di squamosa cubid
merupakan zat yang mengandung junction (SCJ) pada
bersifat elektro-reaktif nikotin sel epitel serviks kehilangan kontrol serviks.
terhadap reaktivitas selulernya
Terjadi
akibat paparan bio seluler sperma infeksi
human
pappilo
bersifat imunosupresan virus
(HPV)

perubahan rangkaian nukleotida DNA sel epitel skuamosa


terjadi mutasi sel

mengaktifkan gen antrogen merusak sel – sel tubuh yang menginaktifkan gen suprasor tubuh terhadap kanker
yang meningkatkan proliferasi sel mengatur mekanisme apoptosis

terbentuk neoplasma

berkembang menjadi dysplasia ringan

berkembang menjadi dysplasia berat

karsinoma

Kanker serviks
Tahap awal Tahap lanjut

;
Nekrosis jaringan serviks menyebar ke pelvik pembesaran massa

Keluar getah dari tekanan intra pelvik meningkat penipisan sel epitel
vagina dan berbau
(keputihan) tekanan intra abdomen meningkat rusaknya permaebilitas
pembuluh darah

 Px mengatakan tidak
Nyaman dalan situasi pasien tampak merintih pendarahan
 Px mengatakan tidak pasien mengatakan susah tidur
berminat melakukan
kontak emosi dan fisik
Gangguan pola tidur Px mengatakan lemas anemia hb menurun
Px mengatakan sering haus
Mukosa bibir pasien tampak kering
Gangguan pasien mengatakan skala nyeri 5
interaksi sosial dari 0-10 skala nyeri yang diberikan penurunan leukosit suplay O2

Resiko kekurangan cairan

Nyeri akut penurunan imunitas px tampak

lemas, pucat

px mengatakan sesak
Gangguan
Resiko infeksi
pertukaran gas

Terapi

Radiasi kemoterapi pembedahan/hyterektomi

Pre menekan pertumbuhan sel normal

 Px menanyakan masalah folikel rambut rusak pre post


Yang dihadapi
 Px tampak cemas
Memperpendek usia akar rambut px tampak gelisah aktivitas fisik terbatas

Px tamoak waspada
Deficit ` Alopecia px menyatakan merasakan lemah
pengetahuan
ansietas
ansietas
Intoleransi
aktivitas
Post

Korteks selebri mengirimkan tanda bahaya

Ke hipotalamus

peningkatan pemanasan gastrointestinal perkemihan hipotalamus menstimulasi

pada epidermis kulit saraf simpatis untuk melakukan perubahan

mukosa lambung menipis penyempitan pada ureter dan uretra

perubahan startum corneum tekanan gaster meningkat peradangan(cystitis)pada kantung kemih sinyal hipotalamus ditangkap oleh sistem limbak

anoreksia pasien mengatakan kencing sedikit perubahan emosional

pecah – pecah, eritema, kering px mengatakan ada darah pada urine

puiritus

Gangguan
eliminasi urine
px mengatakan ada px mengatakan hidpnya tidak bermkana

kemerahan di kulitnya px mengatakan merasa mendert

kulit px tampak kering px tampa marah terhadap Tuhan

pasien mengatakan
ingin mual dan muntah
Kerusakan pasien mengatakan berat badan Distress spiritual
integritas kulit menurun
Ketidakseimbangan
nutrisi dari
kebutuhan
px mengatakan rontok pada rambut

px tampak sedih pada perubahan

pada penampilan

Gangguan citra
tubuh