Anda di halaman 1dari 27

PROPOSAL

RONDE KEPERAWATAN

Di Susun Oleh :

1. Pungki Dwi Ambarwati (201803014)


2. Diana Tri Setia P.A (201803088)
3. Sindi Novitasari (201803066)

PROGAM STUDI NERS


STIKES BINA SEHAT PPNI MOJOKERTO
TAHUN AJARAN 2018/2019
Jalan Jabon Km.6 Mojokerto Telp/Fax. (0321)3902032
www.stikes.ppni.ac.id
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Pengembangan pelaksanaan model praktek keperawatan dengan metode
keperawatan primer, merupakan salah satu metode pemberian pelayanan
keperawatan yang sedang dimantapkan. Pelaksanaan model praktek keperawatan ini
uraian tugas pada masing-masing peran dalam memberi asuhan keperawatan terurai
dengan jelas. Adanya penerapan MAKP di harapkan dapat meningkatkan mutu
asuhan keperawatan, dengan salah satu indikatornya adalah tingkat kepuasan pasien
yang terpenuhi. Pemenuhan tingkat kepuasan pasien ini dapat kita mulai dengan
adanya upaya untuk mengggali kebutuhan pasien terhadap asuhan keperawatan.
Suatu metode yang dipilih untuk menggali secara mendalam tentang kebutuhan
pasien terhadap perawatan adalah ronde keperawatan.
Ronde keperawatan akan memberikan media bagi perawat ruangan untuk
membahas lebih dalam tentang kebutuhan pasien karena melibatkan pasien dan
seluruh tim keperawatan yang ada mulai dari PA sampai konsultan perawatan. Ronde
keperawatan juga merupakan suatu proses belajar bagi perawat, dengan harapan
dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif dan psikomotor. Kepekaan dan
cara berfikir kritis perawat akan tumbuh dan terlatih melalui suatu transfer
pengetahuan dan pengapilikasian konsep teori secara langsung pada kenyataan.
1.2 Tujuan
1.2.1 Umum
Setelah dilakukan ronde keperawatan di harapkan masalah pasien dapat
teratasi
1.2.2 Khusus
Setelah dilakukan ronde keperawatan di harapkan masalah pasien dapat
teratasi

1
1.3 Manfaat
1.3.1 Bagi Perawat
1. Dapat meningkatkan kemampuan kognitif dan afektif dan
psikomotor perawat.
2. Menjalin kerjasama tim
3. Menciptakan komunitas keperawatan profesional.
1.3.2 Bagi Pasien
Membantu menyelesaikan masalah pasien sehingga mempercepat masa
penyembuhan
Memberikan perawatan secara profesional dan efektif kepada pasien
Memenuhi kebutuhan pasien

2
BAB 2
TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Ronde Keperawatan


Ronde Keperawatan merupakan suatu sarana bagi perawat baik perawat
primer maupun perawat associate untuk membahas masalah keperawatan
dengan melibatkan klien dan seluruh tim keperawatan termasuk konsultan
keperawatan. Ronde keperawatan juga merupakan suatu proses belajar bagi
perawat dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif
dan psikomotor. Kepekaan dan cara berpikir kritis perawat akan tumbuh dan
terlatih melalui suatu transfer pengetahuan dan pengaplikasian konsep teori
secara langsung pada kasus nyata (Nursalam, 2014).
Peningkatan mutu asuhan keperawatan sesuai dengan tuntutan masyarakat
dan perkembangan iptek maka perlu pengembangan dan pelaksanaan suatu
model asuhan keperawatan profesional yang efektif dan efisien (Nursalam,
2014).
Metode keperawatan primer merupakan salah satu metode pemberian
pelayanan keperawatan di mana salah satu kegiatannya adalah ronde
keperawatan, yaitu suatu metode untuk menggali dan membahas secara
mendalam masalah keperawatan yang terjadi pada pasien dan kebutuhan
pasien akan keperawatan yang dilakukan oleh perawat primer/associate,
konselor, kepala ruangan, dan seluruh tim keperawatan dengan melibatkan
pasien secara langsung sebagai fokus kegiatan (Nursalam, 2014).
2.2 Karakteristik
a. Klien dilibatkan secara langsung
b. Klien merupakan fokus kegiatan
c. Perawat aosiaet, perawat primer dan konsuler melakukan diskusi bersama
d. Kosuler memfasilitasi kreatifitas
e. Konsuler membantu mengembangkan kemampuan perawat asosiet,
perawat primer untuk meningkatkan kemampuan dalam mengatasi
masalah.
2.3 Tujuan
a. Umum
Menyelesaikan masalah pasien melalui pendekatan berpikir kritis dan
diskusi

3
b. Khusus:
1. Menumbuhkan cara berpikir kritis dan sistematis.
2. Meningkatkan kemampuan validasi data pasien.
3. Meningkatkan kemampuan menentukan diagnosis keperawatan
4. Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang
berorientasi pada masalah pasien.
5. Meningkatkan kemampuan memodifikasi rencana asuhan
keperawatan.
6. Meningkatkan kemampuan justifikasi.
7. Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja.
2.4 Manfaat
a. Masalah pasien dapat teratasi
b. Kebutuhan pasien dapat terpenuhi
c. Terciptanya komunitas keperawatan yang profesional
d. Terjalinnya kerja sama antartim kesehatan
e. Perawat dapat melaksanakan model asuhan keperawatan dengan tepat
dan benar
2.5 Kriteria Pasien
Pasien yang dipilih untuk dilakukan ronde keperawatan adalah pasien yang
memiliki kriteria sbb:
a. Mempunyai masalah keperawatan yang belum teratasi meskipun sudah
dilakukan tindakan keperawatan.
b. Pasien dengan kasus baru atau langka.
2.6 Metode
a. Diskusi
2.7 Alat Bantu
a. Sarana diskusi: buku, pulpen.
b. Status/dokumentasi keperawatan pasien
c. Materi yang disampaikan secara lisan
2.8 Langkah – Langkah Kegiatan Ronde

4
Keterangan :
a. Pra ronde
1. Menentukan kasus dan topic ( masalah yang tidak teratasi dan masalah
yang langka)
2. Menentukan tim ronde keperawatan
3. Mencari sumber dan literature
4. Membuat proposal
5. Mempersiapkan klien : informed consent dan pengkajian
6. Diskusi : apa diagnose keperawatan , apa yang mendukung,
bagaimana intervensi yang sudah dilakukan selama perawatan

b. Pelaksanaan Ronde
1. Penjelasan tentang klien oleh PP dif okuskan pada masalah
keperawatan dan rencana tindakan yang akan dan atau / telah
dilaksanakan serta memilih prioritas yang perlu didiskusikan
2. Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang
berorientasi pada masalah klien

5
3. Meningkatkan kemempuan memodifikasi rencana asuhan
keperawatan
4. Meningkatkan kemempuan justifikasi
5. Meningkatkan kemempuan menilai hasil kerja
2.9 Peran – Peran Anggota Tim
a. Peran Ketua Tim dan Anggota Tim
1. Menjelaskan keadaan dan data demografi klien.
2. Menjelaskan masalah keperawata utama.
3. Menjelaskan intervensi yang belum dan yang akan dilakukan.
4. Menjelaskan tindakan selanjutnya.
5. Menjelaskan alasan ilmiah tindakan yang akan diambil.
b. Peran Ketua Tim Lain dan/Konselor
1. Memberikan justifikasi
2. Memberikan reinforcement.
3. Menilai kebenaran dari suatu masalah, intervensi keperawatan serta
tindakan yang rasional.
4. Menilai kebenaran dari suatu masalah, intervensi keperawatan serta
tindakan yang rasional.
5. Menilai kebenaran dari suatu masalah, intervensi keperawatan serta
tindakan yang rasional.
2.10Kriteria Evaluasi
a. Struktur
1. Persyaratan administratif (informed consent, alat, dan lainnya)
2. Tim ronde keperawatan hadir di tempat pelaksanaan ronde
keperawatan
3. Persiapan dilakukan sebelumnya
b. Proses
1. Peserta mengikuti kegiatan dari awal hingga akhir
2. Seluruh peserta berperan aktif dalam kegiatan ronde sesuai peran yang
telah ditentukan.
c. Hasil
1. Pasien merasa puas dengan hasil pelayanan
2. Masalah pasien dapat teratasi
3. Perawat dapat :
a. Menumbuhkan cara berpikir yang kritis
b. Meningkatkan cara berpikir yang sistematis
c. Meningkatkan kemampuan validitas data pasien
d. Meningkatkan kemampuan menentukan diagnosis keperawatan
e. Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang
berorientasi pada masalah pasien
f. Meningkatkan kemampuan memodifikasi rencana asuhan
keperawatan

6
g. Meningkatkan kemampuan justifikasi
h. Meningkatkan kemampuan menilai hasil kerja.

7
BAB 3
PROPOSAL KASUS
3.1 Pendahuluan
Pelayanan keperawatan pada klien secara profesional dapat membantu
klien dalam mengatasi masalah keperawatan yang dihadapi klien. Salah satu
bentuk pelayanan keperawatan yang profesional tersebut dengan
memperhatikan seluruh keluhan yang dirasakan klien kemudian
mendiskusikannya dengan tim keperawatan untuk merencanakan pemecahan
masalahnya.
Pelayanan keperawatan yang perlu dikembangkan untuk mencapai hal
tersebut adalah dengan ronde keperawatan. Dimana ronde keperawatan
merupakan sarana bagi perawat baik perawat primer maupun perawat
assosiate untuk membahas masalah keperawatan yang terjadi pada klien yang
melibatkan klien dan seluruh tim keperawatan termasuk konsultan
keperawatan. Salah satu tujuan dari kegiatan ronde keperawatan adalah
meningkatkan kepuasan klien terhadap pelayanan keperawatan.
3.2 Tujuan
Tujuan Umum :
Setelah dilakukan ronde keperawatan masalah keperawatan yang dialami
klien dapat diatasi.
Tujuan Khusus :
Setelah dilaksanakan ronde keperawatan, perawat mampu :
1. Berfikir kritis dan sistimatis dalam pemecahan masalah keperawatan klien
2. Memberikan tindakan yang berorientasi pada masalah keperawatan klien
3. Menilai hasil kerja
4. Melaksanakan asuhan keperawatan secara menyeluruh.
3.3 Pelaksanaan
Pelaksanaan ronde keperwatan pada saat ada konflik atau masalah dalam
asuhan keperawatan klien.
Hari / tanggal :
Tempat :
3.4 Metode
1. Diskusi
2. Demonstrasi

8
3.5 Materi
1. Pengertian ronde keperawatan
2. Karakteristik
3. Langkah-langkah kegiatan ronde keperawatan
4. Peran masing-masing perawat (terlampir)
5. Materi tentang penyakit anemi
3.6 Peserta
3.7 Alat Bantu
1. Ruang perawatan sebagai sarana diskusi
2. Status klien
3. Alat bantu demonstrasi
4. Media
3.8 Evaluasi
1. Persiapan ronde keperawatan
2. Pelaksanaan ronde keperawatan
3. Peran masing-masing tim dalam pelaksanaan ronde keperawatan
3.9 Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Anemia
Pengkajian dimulai tanggal :
Pengkajian berakhir tanggal :
1. Pengkajian
1.1 Identitas klien
Nama klien :
Umur :
Jenis kelamin :
Agama :
Status perkawinan :
Pendidikan :
Pekerjaan :
Alamat :
1.2 Status Kesehatan
a. Keluhan utama :
b. Riwayat Penyakit Sebelumnya :
c. Riwayat Penyakit Keluarga :
d. Riwayat penyakit sekarang :
1.3 Pola Fungsi Kesehatan

9
a. Pola Aktivitas dan Latihan
- Sebelum sakit :
- Saat ini :
b. Pola Istirahat tidur
- Sebelum sakit :
- Saat ini :
c. Pola Nutrisi
- Sebelum sakit :
- Saat ini :
d. Pola Eliminasi
- Sebelum sakit :
- Saat ini :
e. Pola Koping
- Sebelum sakit :
- Saat ini :
f. Pola Konsep diri
- Sebelum sakit :
- Saat ini :
g. Personal Hygiene
- Sebelum sakit :
- Saat ini :
h. Pola Psikologis
- Sebelum sakit :
- Saat ini :
i. Pola Peran dan berhubungan
- Sebelum sakit :
- Saat ini :
j. Pola Kognitif
- Sebelum sakit :
- Saat ini :

10
k. Pola Seksual dan Reproduksi
- Sebelum sakit :
- Saat ini :
l. Pola Nilai dan Kepercayaan
- Sebelum sakit :
- Saat ini :
1.4 Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan Umum

b. Tanda-tanda Vital
Tensi (TD) :
Nadi :
Pernafasan :
Suhu :
TB :
BB :
c. Tingkat Kesadaran :
GCS
Motorik :
Verbal :
Mata :
d. Pemeriksaan Tubuh
Bentuk kepala :
Rambut :
Wajah :
Kelainan lain :
- Pemeriksaan Mata
Kelengkapan :
Kesimetrisan :
Konjungtiva :
Seklera :

11
Pupil :
Kelainan lain :
- Pemerikaan Hidung
Tulang :
Lubang :
Cuping :
Daging tumbuh :
Kelainan lain :
- Pemeriksaan Telinga
Bentuk :
Lubang :
Ketajaman :
Ukuran :
Kelenturan :
Kelainan lain :
- Pemeriksaan Mulut
Keadaan bibir :
Gigi :
Gusi :
Lidah :
Kemempuan menelan :
Kelainan lain :
- Pemeriksaan Kulit
Kebersihan :
Kehangatan :
Warna :
Tekstur :
Tugor :
Kelainan lain :
- Pemeriksaan Dada
Bentuk dada :

12
Pernafasan :
Tanda kesulitan bernafas :
Irama :
Kelainan lain :
- Pemeriksaan Jantung
Palpitasi :
Ictus cordis :
Pembesaran jantung :
Auskultasi :
Bunyi jantung I :
Bunyi jantung II :
Bunyi jantung tambahan :
Suara bising :
Frekuensi denyut jantung :
Kelainan lain :
- Pemeriksaan Abdomen
Inspeksi :
Benjolan :
Benjolan :
Banyangan pembuluh darah :
Auskultasi :
Palpasi :
Tanda nyeri tekan :
Benjolan :
Tanda acites :
Hepar :
Lien :
Kelainan lain :
- Pemeriksaan Genetalia
- Pemeriksaan Neurologi
Tingkat kesadaran :

13
Tanda rangsangan otak :
Saraf :
- Pemeriksaan Status Mental
Kondisi emosi perasaan :
Orientasi :
Proses berfikir :
Persepsi :
Bahasa :
Kelainan lain :
2. Data Penunjang

3. Analisa Data
No Analisa Data Problem Etiologi

14
4. Prioritas Masalah

5. Intervensi Keperawatan

6. Implementasi
Dx Tanggal Implementasi

7. Catatan Perkembangan
Dx Tanggal Evaluasi
I S:
O:
A:
P:

II S:
O:
A:
P:

III S:
O:
A:
P:

15
BAB 4
PENUTUP
4.1 Kesimpulan

Ronde keperawatan merupakan suatu sarana bagi perawat baik perawat


primer maupun perawat associate untuk membahas masalah keperawatan
dengan melibatkan klien dan seluruh tim keperawatan termasuk konsultan
keperawatan. Ronde keperawatan juga merupakan suatu proses belajar bagi
perawat dengan harapan dapat meningkatkan kemampuan kognitif, afektif
dan psikomotor. Kepekaan dan cara berpikir kritis perawat akan tumbuh dan
terlatih melalui suatu transfer pengetahuan dan pengaplikasian konsep teori
secara langsung pada kasus nyata.
Karakteristik dari ronde adalah :
3. Klien dilibatkan secara langsung
4. Klien merupakan fokus kegiatan
5. Perawat aosiaet, perawat primer dan konsuler melakukan diskusi bersama
6. Kosuler memfasilitasi kreatifitas
7. Konsuler membantu mengembangkan kemampuan perawat asosiet,
perawat primer untuk meningkatkan kemampuan dalam mengatasi
masalah.
Tujuan dari ronde keperawatan :
1. Menumbuhkan cara berpikir secara kritis.
2. Menumbuhkan pemikiran tentang tindakan keperawatan yang berasal dari
masalah klien.
3. Meningkatkan validitas data klien.
4. Menilai kemampuan justifikasi.
4.2 Saran

16
DAFTAR PUSTAKA

Nursalam, M. Nurs. (Hons). 2002. Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam


Praktik Keperawatan Professional. Jakarta: Salemba Medika

________________________. 2014. Manajemen Keperawatan Aplikasi dalam


Praktik Keperawatan Professional Ed. 4. Jakarta: Salemba Medika

17
Lampiran: Informed Consent

SURAT PERSETUJUAN DILAKUKAN


RONDE KEPERAWATAN

Yang bertanda tangan dibawah ini:


Nama :
Umur :
Alamat :

Adalah suami/istri/orang tua/anak dari pasien:


Nama :
Umur :
Alamat :

Ruang :
No.RM :

Dengan ini menyatakan setuju untuk dilakukan ronde keperawatan.

Mojokerto,
Perawat yang menerangkan Penanggung Jawab

............................................ ..............................................

Saksi-saksi: Tanda Tangan:


1. .................................. .....................
2. .................................. .....................
Lampiran: Format Penilaian dalam Ronde Keperawatan

FORMAT PENILAIAN RONDE KEPERAWATAN

Kriteria Penilaian Ket


No Aspek Yang Dinilai
1 2 3 4
A Persiapan Pra Ronde
1. Menentukan kasus dan topik
2. Menentukan Tim Ronde
3. Inform consent
4. Meyusun Pre Planning
a. Waktu dan pelaksanaan
b. Menyusun proposal ronde
5. Mendiskusikan dengan Kepala
Ruang dan atau Perawat Konsulen
6. Mencari Literatur
B Pelaksanaan
1. Mengecek persiapan pelaksaanan
ronde
2. Menyampaikan masalah masalah
pasien ( bukan penyakitnya ).
3. Menyampaikan dischange planning
sesuai topic.
4. Mengikutsertakan pasien dan
keluarga dlm ronde
5. Mengikutsertan tim untuk
memvalidasi yang disampaikan
dalam ronde.
6. Menyampaikan ronde dengan jelas
dan mudah diterima pasien.
C Evaluasi
1. Ronde dilaksanakan sesuai waktu
yang ditentukan.
2. Mendokumentasikan
Kriteria:
Nilai 1 : Sebagian kecil penampilan didemonstrasikan
Nilai 2 : Beberapa penampilan ada, tetapi ada yang kurang adekuat
Nilai 3 : Sebagian besar penampilan adekuat
Nilai 4 : Semua penampilan didemonstrasikan

Jumlah skor Tanggal :


Nilai yang diperoleh =
Nama Pembimbing :

Lampiran: Proposal Kasus

PROPOSAL KASUS
RENCANA STRATEGIS RONDE KEPERAWATAN
KLIEN DENGAN ANEMIA DI RUANG DAHLIA
RSUD KOTA MOJOKERTO

- Topik :
- Sasaran :
- Peserta :
- Waktu :
- Tujuan
 Tujuan Umum
Menyelesaikan masalah-masalah keperawatan klien yang belum teratasi.
 Tujuan Khusus
a. Tim keperawatan mampu menggali masalah-masalah klien yang belum
teratasi
b. Mampu mengemukakan alasan ilmiah terhadap masalah keperawatan klien
c. Mampu merumuskan intervensi keperawatan yang tepat mengenai masalah
klien
d. Mampu mendesiminasikan tindakan yang tepat sesuai dengan masalah klien
e. Mampu mengadakan justifikasi terhadap rencana dan tindakan keperawatan
yang dilakukan.
- Sasaran
 Nama :
 Umur :
 Pekerjaan :
- Materi :
- Pelaksanaan
 Hari / tanggal :
 Tempat :
- Metode : Ceramah, Diskusi
- Media
 Makalah
 Sarana diskusi
 Materi yang disampaikan secara lisan
- Tim Ronde Keperawatan
- Proses Ronde Keperawatan
1. Pra ronde
a. Menentukan kasus dan topik
b. Menentukan tim ronde
c. Membuat inform consent
d. Mencari literatur
e. Diskusi
2. Ronde
3. Pasca Ronde
a. Evaluasi pelaksanaan ronde
b. Revisi dan perbaikan
- Mekanisme Kegiatan
No Waktu Kagiatan Pemeran Pasien

1 5 menit Pembukaan : Mahasiswa 1


- Memberi salam
- Menyampaikan tujuan
ronde keperawatan

2 10 menit Penyajian masalah : Mahasiswa 2


- Menyampaikan masalah
yang sudah terselesaikan.
- Menentukan masalah
yang belum terselesaikan
- Implimentasi yang sudah
dilaksanakan.

3 5 menit Mengajarkan kepada Mahasiswa 3


keluarga pasien tentang

4 5 menit Diskusi dan tanya jawab Mahasiswa 1,2,3

5 5 menit Penutup Mahasiswa 1


- Ucapan terima kasih
 Memberi salam

- Evaluasi
1. Bagaimana koordinasi persiapan dan pelaksanaan ronde keperawatan
2. Bagaimana peran pelaksana saat ronde keperawatan
3. Membuat umpan balik yang sudah dikerjakan
Lampiran: SPTK / Role Play

Tokoh drama :
Di ruang dahlia sebuah rumah sakit yang sudah menerapkan model
praktik keperawatan professional, akan dilakukan ronde keperawatan. Tahap pre
ronde keperawatan..
Sebelum ketua tim memberikan tugas kepada perawat asosiet, ketua tim
menemui pasien terlebih dahulu untuk memberikan informed concent.
Di ruang pasien..
ALAN : Assalamu’alaikum. Bu Rizki, bagaimana keadaannya?
RIZKI : kepala saya masih pusing Pak, saya tidak bisa tidur semalaman.
ALAN : Oh, begitu ya.
EKA : Bu Rizki juga tidak mau makan Pak.
ALAN : Oh, kenapa tidak mau makan Bu? Kan biar cepat sembuh. Begini
Bu Rizki, Bu Vitria, saya mau meminta persetujuan Bu Rizki dan
Bu Vitria.
VITRIA : Persetujuan apa Pak?
ALAN : Bu Rizki akan saya jadikan pasien untuk ronde keperawatan. Dalam
arti ini suatu kegiatan yang nantinya pasien dan keluarga akan
diajak diskusi untuk menyelesakan masalah yang dihadapi pasien.
RIZKI : Oh, gitu.. lha terus saya harus bagaimana Pak?
ALAN : Bu Rizki tidak harus apa apa, Ibu hanya menyetujui saja. Dengan
ronde keperawatan ini, nanti masalah Bu Rizki Insya’alla akan bisa
diatasi.
EKA : Benar begitu Pak?
ALAN : Insya’allah Bu. Bagaimana Bu?
RIZKI : Oh, kalau begitu saya bersedia Pak.
ALAN : Baik, kalau begitu silakan Bu Rizki dan Bu Eka tanda tangan disini.
Setelah mendapatkan persetujuan dari pasien, kemudian ketua tim menuju
ke ruang perawat untuk memberikan tugas kepada perawat asosiet.
Di ruang perawat….
ALAN : Assalamu’alaikum Romy dan Isnanda. Seperti yang sudah
direncanakan, hari ini kita akan melakukan tahap pra ronde
keperawatan, dimana pasien yang akan kita pilih adalah Bu Rizki.
ROMY : Memangnya Bu Rizki menderita penyakit apa Pak?
ALAN : Bu Rizki itu mengalami anemia
ISNANDA : Wah, begitu yaa
ALAN : Maka dari itu, nanti tolong ya Romy dan Isnanda untuk mengkaji
lebih lanjut masalah yang ada pada Bu Rizki.
ROMY dan ISNANDA : Siap Pak.
Kemudian perawat asosiet melakukan pengkajian kepada pasien.
Di ruang pasien…
ROMY : Selamat pagi Bu Rizki? Bagaimana kabarnya?
RIZKI : Wah, tidak ada perubahan mas. Kepala saya masih pusing saya
tidak bisa tidur semalaman, sama mau makan rasanya tidak enak.
ISNANDA : Oh, iya Bu. Terlebih dahulu perkenalkan nama saya Isnanda dan ini
rekan saya Romy, akan melakukan pengkajian pada Ibu, untuk
mengetahui masalah apa yang sedang dialami Ibu.
EKA : Oh, iya, silakan mas.
Perawat asosiet pun melakukan pengkajian kepada Bu Rizki. Ternyata
didapatkan hasil bahwa Bu Rizki mengalami kepala pusing, gangguan sulit tidur,
susah makan
Setelah mendapatkan data yang dirasa cukup, kemudian perawat asosiet
melaporkan hasil pengkajiannya kepada ketua tim.
Di ruang perawat…
ROMY : Pak, kami sudah melakukan pengkajian pada Ibu Rizki.
ALAN : Iya mas, bagaimana keadaannya?
ISNANDA : Ternyata masalah yang dihadapi oleh pasien lumayan banyak .
(sambil menggeleng – gelengkan kepalanya dan membuka hasil
pengkajian)
ROMY : Pasien mengalami kepala pusing, gangguan tidur, susah makan Pak.
ALAN : Baiklah kalau begitu, mari kita lakukan validasi data, langsung ke
pasiennya saja ya..
ISNANDA : Baik Pak.
Kepala tim dan perawat asosiet melakukan validasi data. Setelah selesai
melakukan validasi data, ketua tim melakukan kontrak waktu esok hari untuk
ronde keperawatan
Di ruang pasien…
ALAN : Baik, terima kasih atas kerja samanya Bu Rizki dan Bu Eka. Untuk
selanjutnya kita lanjutkan besok Bu, untuk ronde keperawatannya.
RIZKI : Oh, iya baik Pak.
ALAN : Kalau begitu kami permisi dulu Bu. Assalamu’alaikum..
EKA : Wa’alaikumsalam.

Keesokan harinya, ronde keperawatan pun dimulai.. ronde tersebut dihadiri


oleh ketua tim, perawat asosiet, kepala ruang, dan perawat specialis.
Di ruang perawat..
SITI ; Assalamu’alaikum, selamat pagi. Di pagi hari ini, kita akan
melaksanakan ronde keperawatan, sebagaimana yang sudah
dijadwalkan sebelumnya. Langsung saja, silakan Pak Alan
membacakan data pasiennya..
ALAN : Baik, terima kasih. Selamat pagi, pasien dalam ronde keperawatan
kita kali ini adalah Bu Rizki, dengan diagnosa medis anemia.
Setelah dilakukan pengkajian kemarin oleh Isnanda dan Romy,
didapatkan data bahwa pasien ini masih mengalami kepala pusing,
susah tidur beberapa hari, dan tidak mau makan.
SITI : Baik, terima kasih Pak Alan, sebelum kita melakukan validasi data,
ada yang ingin ditanyakan?
ROMY : Tidak Bu, cukup.
SITI : OK, langsung saja kita ke pasiennya.
Tim ronde keperawatan menuju ke ruang pasien.
Di ruang pasien…

SITI : Assalamu’alaikum.. Selamat pagi Bu Rizki? Bagaimana? Bisa tidur


tadi malam?
RIZKI : Wah, masih tidak bisa tidur Bu. Kepala saya masih pusing sekali.
SITI : Sudah berapa hari Ibu susah tidur?
VITRIA : 2 sampai 4 hari bu Bu Rizki susah tidur selama di rumah sakit.
SITI : Usahakan untuk tidur ya Bu, agar tubuh Ibu lebih bugar lagi.
VITRIA : Bagaimana ya Bu supaya Bu Rizki mudah tidur, atau diberi semaca
obat tidur gitu?
ISNANDA : Tidak Bu, nanti membahayakan keadaan Bu Rizki. Takutnya tubuh
Ibu makin drop.
ROMY : Atau mungkin baju Bu Rizki sudah tidak nyaman, perlu diganti bu.
VITRIA : Mungkin saja ya mas, karna sudah 2 hari ini belum diganti.
ISNANDA : Wah itu Bu, coba diganti bajunya agar Bu Rizki lebih nyaman
sampai bisa tertidur.
ROMY : Yang penting usahakan tidur ya Bu, agar sakit kepalanya bisa
berkurang.
ISNANDA : Dan nanti kami tetap memberi Ibu obat penghilang rasa sakit kepala
guna menunjang masalah sakit yang Ibu alami.
VITRIA : Baik terima kasih mas, ibu.
SITI : Kalau begitu kami kembali ke ruangan Bu, kalau ada apa apa Ibu
bisa panggil perawat di depan atau tekan tombol merah.
VITRIA : Iya Bu terimakasih.
Setelah selesai melakukan validasi data, tim ronde keperawatan kembali ke
ruang perawat.
Di ruang perawat…
SITI : Tadi kita sudah sama – sama mengetahui keadaan pasien tersebut,
bagaimana sebaiknya? Ada yang punya usul?
HANIK : Kita harus melakukan rontgent dulu pada pasien Bu. Uji
Hematologi/Lab. Darah : untuk menentukan jenis dan penyebab
anemia Kadar Hb/Hmt, Indeks eritrosit, leukosit dan trombosit,
Kadar Fe, asam folat, Vitamin B12, Waktu pendarahan, waktu
protrombin dan waktu tromboplastin
ALAN : Iya, untuk mengetahui keadaan pasien. Apa perlu melakukan
Aspirasi dan biopsy sumsum tulang?
HANIK : Saya belum bisa memastikan, kita lihat dulu saja hasilnya, baru
saya bisa menentukan.
ALAN : Untuk dosisnya nyeri Dok bagaimana, apa perlu ditambah?
HANIK : Untuk dosis nyerinya sementara jangan ditambah dulu, kita lihat
perkembangan besok. Karena untuk sekarang keadaan pasien masih
lemas. Yang terpenting asupan gizinya dan intake pasien guna
mengatasi lemas tubuh pasien.
ALAN : Baik Dok

Pemecahan masalah pun telah ditemukan. Akhirnya keluarga klien diajak


untuk berdiskusi mengenai masalah penyakit anemia yang dialami klien. Keluarga
diberi pengarahan bagaimana cara mengatasi masalah penyakit anemia pada
klien.
Setelah dilakukan diskusi dengan klien, tugas didelegasikan kepada perawat
asosiet.
ALAN : Baik, Romy dan Isnanda, Anda sudah tahu apa yang akan harus
dilakukan?
ISNANDA : Sudah Pak.
ROMY : Sudah.
ALAN : OK, baik. Semoga sesuai dengan rencana kita.
ROMY : Siap Pak.
SITI : OK, ronde keperawatan kita kali ini sudah selesai. Terima kasih atas
kerja samanya. Semoga masalah pasien kita dapat segera teratasi.
Assalamu’alaikum.
Semua : Wa’alaikumsalam..
Akhirnya ronde keperawatan telah selesai dilakukan, perawat asosiet mulai
menjalankan tugasnya..