Anda di halaman 1dari 15

PANDUAN ALAT

PELINDUNG DIRI
RUMAH SAKIT MATA SOLO

TAHUN 2014
RUMAH SAKIT MATA SOLO
Jalan Adisucipto No. 169 Surakarta 57145 | Telp. (0271) 713 333,
734 333 | Fax. (0271) 7655 333 | e-mail : info@rsmatasolo.com
web : www.rsmatasolo.com

SURAT KEPUTUSAN DIREKTUR


RUMAH SAKIT MATA SOLO
NOMOR : ……………………..

TENTANG
PANDUAN ALAT PELINDUNG DIRI
DI RUMAH SAKIT MATA SOLO

DIREKTUR RUMAH SAKIT MATA SOLO

Menimbang : a. bahwa Rumah Sakit Mata Solo perlu untuk selalu


meningkatkan pelayanan kepada pelanggan melalui
peningkatan mutu secara berkesinambungan;
b. bahwa Akreditasi Rumah Sakit merupakan salah satu
Instrumen peningkatan mutu berkelanjutan dan
kewajiban bagi Rumah Sakit sesuai ketentuan
pemerintah;
c. bahwa dalam pelaksanaan dan persiapan Akreditasi
diperlukan berbagai panduan.
Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 tahun
2009 tentang Kesehatan;
2. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 44 tahun
2009 tentang Rumah Sakit;
3. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 29 tahun
2004 tentang Praktek Kedokteran;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia
Nomor 417/MENKES/PER/II/2011 tentang Komisi
Akreditasi Rumah Sakit.

M E M UTU SKAN

Menetapkan : PANDUAN ALAT PELINDUNG DIRI DI RUMAH


SAKIT MATA SOLO.
Pertama : Memberlakukan Panduan Alat Pelindung Diri Di Rumah
Sakit Mata Solo sebagaimana terlampir bersama Surat
Keputusan ini.
2
RUMAH SAKIT MATA SOLO
Jalan Adisucipto No. 169 Surakarta 57145 | Telp. (0271) 713 333,
734 333 | Fax. (0271) 7655 333 | e-mail : info@rsmatasolo.com
web : www.rsmatasolo.com

Kedua : Surat keputusan ini berlaku terhitung mulai tanggal


ditetapkannya dan apabila dikemudian hari ternyata
terdapat hal-hal yang perlu penyempurnaan, maka akan
diadakan perbaikan sebagaimana mestinya.

Ditetapkan di : Solo
Pada Tanggal : 26 Januari 2015
--------------------------------------------
Direktur,

dr. Amania Fairuzia, Sp. M


NIK. 1980.10.11.2012.11.1.001

3
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa atas
segala berkat dan anugerah yang diberikan kepada penyusun, sehingga
Panduan Alat Pelindung Diri di Rumah Sakit Mata Solo ini dapat selesai
disusun. Buku ini merupakan panduan kerja bagi perawat yang terkait
dalam memberikan pelayanan kepada pasien di Rumah Sakit Mata Solo.

Terima kasih yang sebesar besarnya, kami haturkan kepada jajaran


Direksi Rumah Sakit Mata Solo yang telah memberikan dukungan moril
dan materiil dalam pembuatan pedoman ini, para pejabat struktural dan
tenaga fungsional di lingkungan Rumah Sakit Mata Solo yang telah
memberikan masukan dalam proses penyusunan pedoman ini, serta
seluruh staf di Rumah Sakit Mata Solo yang telah dan akan berpartisipasi
aktif mulai dari proses penyusunan, pelaksanaan sampai pada proses
monitoring dan evaluasi pedoman ini.

Semoga panduan ini dapat bermanfaat bagi rumah sakit dan


pihak-pihak lainnya yang terkait dengan penyelenggaraan akreditasi
rumah sakit. Akhirnya saran dan koreksi demi perbaikan buku panduan ini
sangat kami harapkan.

Solo, Januari 2013

Penyusun

4
DAFTAR ISI

Halaman Judul .............................................................................. i

Surat Keputusan Direktur ............................................................. ii

Kata Pengantar ............................................................................. iv

Daftar Isi ...................................................................................... v

A. Definisi................................................................................... 1

B. Ruang Lingkup....................................................................... 2

C. Ketentuan Umum APD........................................................... 2

D. Jenis – Jenis APD.................................................................... 3

E. Perawatan................................................................................ 7

F. Pembuangan dan Pemusnahan................................................ 9

5
PANDUAN ALAT PELINDUNG DIRI
RUMAH SAKIT MATA SOLO

A. Definisi

Alat Pelindung Diri (APD) merupakan peralatan pelindung yang


digunakan oleh seorang pekerja untuk melindungi dirinya dari
kontaminasi lingkungan. APD dalam bahasa Inggris dikenal dengan
sebutan Personal Protective Equipment (PPE). Dengan melihat kata
"personal" pada kata PPE terebut, maka setiap peralatan yang
dikenakan harus mampu memperoteksi pemakainya. APD dapat
berkisar dari yang sederhana hingga relatif lengkap. APD merupakan
solusi pencegahan yang paling mendasar dari segala macam
kontaminasi dan bahaya akibat bahan kimia.
Agar menjadi efektif, alat pelindung diri harus digunakan secara
benar. Misalnya, gaun dan duk telah terbukti dapat mencegah infeksi
luka hanya bila dalam keadaan yang kering. Sedangkan dalam
keadaan basah, kain beraksi sebagai spons yang menarik bakteri dari
kulit atau peralatan melalui bahan kain sehingga dapat
mengkontaminasi luka operasi. Sebagai konsekuensinya, pengelola
rumah sakit, penyedia dan para petugas kesehatan harus mengetahui
tidak hanya kegunaan dan keterbatasan dari APD tertentu, tetapi juga
peran APD sesungguhnya dalam mencegah penyakit infeksi sehingga
dapat digunakan secarae fektif dan efisien.

Panduan Alat Pelindung Diri | 1


B. Ruang Lingkup

1. Pemakaian Alat Pelindung Diri (APD) di Rumah Sakit Mata Solo


adalah wajib dipergunakan oleh semua petugas/pekerja yang akan
mengerjakan pekerjaan beresiko, baik resiko terhadap penularan
penyakit, keterpaparan obat beracun ataupun resiko cedera.
2. APD digunakan oleh semua petugas yang akan mengerjakan
pekerjaan beresiko sebagai pencegahan terhadap kecelakaan,
kesakitan, cedera akibat kerja atau menekan seminimal mungkin
akibat kecelakaan kerja. Semua jenis APD diinvestaris dan
dirawat oleh masing-masing instalasi/unit.
3. Penggunaan APD dipergunakan di semua instalasi yang
mempunyai resiko terhadap kecelakaan akibat kerja, antara lain :
Instalasi Farmasi, Instalasi Gizi, Instalasi Radilogi, IPSMLRS,
Rawat Inap, Sanitasi, Linen/Laundry, CSSD, Pemeluharaan,
Laboratorium, IGD.

C. Ketentuan Umum APD

1. Harus dapat memberikan perlindungan terhadap bahaya yang


spesifik oleh pekerja.
2. Beratnya harus seringan mungkin
3. Harus dapat dipakai secara fleksibel
4. Bentuknya harus cukup menarik
5. Tidak mudah rusak
6. Tidak menimbulkan bahaya-bahaya tambahan bagi pemakainya
7. Harus memenuhi ketentuan dari standart yang telah ada

Panduan Alat Pelindung Diri | 2


8. Tidak terlalu membatasi gerakan dan persepsi sensoris
pemakainya
9. Suku cadangnya harus mudah diperoleh sehingga pemeliharaan
alat pelindung diri dapat dilakukan dengan mudah

D. Jenis – Jenis APD

1. Alat pelindung kepala


a. Fungsi
Alat pelindung kepala adalah alat pelindung yang berfungsi
untuk melindungi kepala dari benturan, terantuk, kejatuhan
atau terpukul benda tajam atau benda keras yang melayang
atau meluncur di udara, terpapar oleh radiasi panas, api,
percikan bahan-bahan kimia, jasad renik (mikro organisme)
dan suhu yang ekstrim.
b. Jenis
Menurut bentuknya, alat pelindung kepala dibedakan
menjadi 3, yaitu :
1) Safety helmet : dipakai untuk melindungi kepala dari
bahaya kejatuhan, terbentur dan terbentur dan terpukul
ileh benda-benda keras/tajam.
2) Hood : digunakan untuk melindungi kepala dari bahaya
bahan-bahan kimia, api dan panas radiasi yang tinggi
3) Hair cap : digunakan untuk melindungi kepada dari
kotoran/debu dan melindungi rambut dari bahaya
terjerat oleh mesin-mesin yang berputar.

Panduan Alat Pelindung Diri | 3


2. Alat pelindung mata dan muka.
a. Fungsi
Alat pelindung mata dan muka adalah alat pelindung yang
berfungsi untuk melindungi mata dan muka dari paparan
bahan kimia berbahaya, paparan partikel-partikel yang
melayang di udara dan di badan air, percikan benda-benda
kecil, panas, atau uap panas, radiasi gelombang
elektromagnetik yang mengion maupun yang tidak mengion,
pancaran cahaya, benturan atau pukulan benda keras atau
benda tajam.
b. Jenis
Jenis alat pelindung mata dan muka terdiri dari kacamata
pengaman (spectacles) dengan atau tanpa pelindung
samping, goggles, tameng muka (face shield), masker selam,
tameng muka dan kacamata pengaman dalam kesatuan (full
face masker).
3. Alat pelindung telinga
a. Fungsi
Alat pelindung telinga adalah alat pelindung yang berfungsi
untuk melindungi alat pendengaran terhadap kebisingan atau
tekanan. Selaind apat berfungsi melindungi telinga dari
ketulian akibat kebisingan tetapi juga untuk melindungi
telinga dari percikan api atau logam-logam yang panas.
b. Jenis
Jenis alat pelindung telinga terdiri dari sumbat telinga (ear
plug) dan penutup telinga (ear muff).

Panduan Alat Pelindung Diri | 4


4. Alat pelindung pernapasan beserta perlengkapannya
a. Fungsi
Alat pelindung pernapasan beserta perlengkapannya adalah
alat pelindung yang berfungsi untuk melindungi organ
pernapasan dengan cara menyalurkan udara bersih dan sehat
dan/atau menyaring cemaran bahan kimia, mikro-organisme,
partikel yang berupa debu, kabut (aerosol), uap, asap, gas/
fume, dans ebagainya.
b. Jenis
Jenis alat pelindung pernapasan dan perlengkapannya terdiri
dari masker, respirator, katrit, kanister, Re-breather, Airline
respirator, Continues Air Supply Machine = Air Hose Mask
Respirator, tangki selam dan regulator (Self-
Contained Underwater Breathing Apparatus /SCUBA), Self-
Contained Breathing Apparatus (SCBA), dan emergency
breathing apparatus.
5. Alat pelindung tangan
a. Fungsi
Pelindung tangan (sarung tangan) adalah alat pelindung yang
berfungsi untuk melindungi tangan dan jari-jari tangan dari
pajanan api, suhu panas, suhu dingin, radiasi
elektromagnetik, radiasi mengion, arus listrik, bahan kimia,
benturan, pukulan dan tergores, terinfeksi zat patogen (virus,
bakteri) dan jasad renik.

Panduan Alat Pelindung Diri | 5


b. Jenis
Jenis pelindung tangan terdiri dari sarung tangan yang
terbuat dari logam, kulit, kain kanvas, kain atau kain
berpelapis, karet, dan sarung tangan yang tahan bahan kimia.
6. Alat pelindung kaki
a. Fungsi
Alat pelindung kaki berfungsi untuk melindungi kaki dari
tertimpa atau berbenturan dengan benda-benda berat,
tertusuk benda tajam, terkena cairan panas atau dingin, uap
panas, terpajan suhu yang ekstrim, terkena bahan kimia
berbahaya dan jasad renik, tergelincir.
b. Jenis
Jenis Pelindung kaki berupa sepatu keselamatan pada
pekerjaan peleburan, pengecoran logam, industri, kontruksi
bangunan, pekerjaan yang berpotensi bahaya peledakan,
bahaya listrik, tempat kerja yang basah atau licin, bahan
kimia dan jasad renik, dan/atau bahaya binatang dan lain-
lain.
7. Pakaian pelindung
Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi badan sebagian
atau seluruh bagian badan dari bahaya temperatur panas atau
dingin yang ekstrim, pajanan api dan benda-benda panas, percikan
bahan-bahan kimia, cairan dan logam panas, uap panas, benturan
(impact) dengan mesin, peralatan dan bahan, tergores, radiasi,
binatang, mikro-organisme patogen dari manusia, binatang,
tumbuhan dan lingkungan seperti virus, bakteri dan jamur.

Panduan Alat Pelindung Diri | 6


E. Perawatan

Alat pelindung diri yang telah dipakai seorang tenaga kerja


tidak boleh dipakai tenaga kerja lain kecuali bila alat pelindung diri
tersebut sudah dibersihkan. Alat pelindung diri yang terkontaminasi
oleh debu atau serat dan bahan kimia berbahaya dilarang untuk
dibawa pulang. Sebelum digunakan sebaiknya alat pelindung diri
diperiksa apakah ada kerusakan atau layak pakai, jika APD rusak
maka perlu diganti dengan yang baru. Petugas harus menyediakan
tempat penyimpanan khusus untuk alat pelindung diri. Penggantian
salah satu komponen atau seluruh komponen alat pelindung diri harus
diketahui oleh Petugas Penatalaksana Alat Pelindung Diri atau Panitia
Keselamatan dan Kesehatan Kerja di rumah sakit. Secara spesifik
sebagai berikut :
1. Alat pelindung kepala
a. Cara pembersihan : untuk pemakaian rutin, lakukan
pencucian minimal seminggu sekali. Pencucian bisa dengan
menggunakan air sabun.
b. Cara penyimpanan : disimpan di tempat penyimpanan
tertutup dalam keadaan terlungkup.
2. Alat pelindung mata
a. Cara pembersihan : diseka dengan kain lembut/tissue, dan
bila permukaan buram dapat dibasuh dengan air dan bila
perlu tambahkan sabun lunak.
b. Cara penyimpanan : simpan di tempat yang terhindar dari
benturan dan gesekan dengan benda yang keras.

Panduan Alat Pelindung Diri | 7


3. Alat pelindung telinga
a. Cara pembersihan : cuci eraplug dengan menggunakan sabun
lunak, lebih baik bila ada air hangat. Hindarkan penggunaan
alcohol dan pembersih lain dari solvent, kemudian keringkan
pada udara kamar.
b. Cara penyimpanan : masukkan earplug ke dalam wadah.
Simpan di tempat sejuk dan kering. Hindarkan tempat yang
lembab dan terkena sinar matahari langsung.
4. Alat pelindung pernafasan
a. Cara pembersihan : tidak boleh menggunakan solvent dan
minyak, boleh menggunakan sabun, suhu air tidak boleh
lebih dari 49 C. boleh menggunakan sodium hipocloride.
b. Cara penyimpanan : disimpan di tempat yang bersih, kering
dan tidak terkontaminasi, hinsarkan dari debu dan sinar
matahari langsung. Pisahkan resipator dari filternya.
5. Alat pelindung tangan
Cara pembersihan : untuk sarung tangan kain dan karet dapat
dicuci dengan air dan detergent, untuk sarung tangan kulit dapat
dilap dengan menggunakan kain lap basah. Lakukan pencucian
sarung tangan karet seminggu sekali tanpa menggunakan
detergent.
6. Alat pelindung kaki
a. Cara pembersihan: lakukan pembersihan dengan
menggunakan sikat sepatu atau lap kain basah/ kering.
Penggunaan detergent bisa merusak kulit sepatu

Panduan Alat Pelindung Diri | 8


b. Cara penyimpanan : simpan di tempat sejuk dan keringkan
dengan sirkulasi udara yang cukup. Hindarkan tempat yang
lembab dan terkena sinar matahari langsung.

F. Pembuangan dan Pemusnahan

Alat pelindung diri yang rusak, retak atau tidak dapat berfungsi
dengan baik harus dibuang. Alat pelindung diri yang habis masa
pakainya (kadaluarsa) dan mengandung bahan berbahaya dan beracun
(B3), wajib dimusnahkan sesuai dengan persyaratan teknis yang
berlaku. Pembuangan dan pemusnahan alat pelindung diri yang
mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3) harus dilengkapi
dengan berita acara pemusnahan. Pembungannya MOU dengan
PT.ARAH.

Panduan Alat Pelindung Diri | 9