Anda di halaman 1dari 7

Nama : Riza Ulhaq

NPM : 1806203010025
Kelas : REG B

Tugas Genetika

1. Mengapa sintesis DNA dikatakan semikonservatif?

Karena model teori ini menyatakan bahwa DNA baru berasal dari DNA yang telah ada,
sesuatu DNA terdiri dari 2 rantai atau disebut Double Helix. pada pada proses replikasi
DNA, dua rantai DNA yang lama terpisah dan rantai baru disintesis dengan prinsip
komplementasi pada masing-masing rantai DNA lama yang berfungsi sebagai cetakan
untuk membentuk rantai DNA yang baru melalui ikatan hidrogen. Akhirnya dihasilkan dua
rantai DNA baru yang masing-masing mengandung satu rantai cetakan molekul DNA lama
dan satu rantai baru hasil sintesis. Helaian baru terbentuk dari arah 5 ke 3.

Sumber : Buku Harvey Lodish, Hal 132

2. Apakah peran DNA polymerase, DNA Primase (tipe RNa Polymerase), helicase,
topoisomerase, RNAse H, dan Kerja Ligase dalam replikasi DNA?

Peran DNA Polimerase Adalah sebagi enzim yang mengkatalisasi


reaksi polimerisasi deoksiribo nukleotida menjadi rantai DNA, dengan kata lain enzim ini
mengkatalisasi reaksi pembentukan DNA. Peran DNA polymerase ada 2 yaitu dalam
elongasi dan proofreading. Elongasi adalah pemanjangan rantai DNA dan Froofreading
adalah aktivitas mengenali kekeliriuan pengkopian dan memperbaiki DNA yang rusak.
Adanya fungsi tersebut menjadikan rangkaian nukleotida DNA sangat stabil dan mutasi
jarang terjadi

DNA Primase Adalah yaitu enzim yang mengkatalisis sintesis primer untuk memulai
replikasi DNA.

Helicase adalah Enzim pembuka ikatan untaian induk yaitu dengan memecah DNA helix
ganda dengan ikatan hidrogen antara basa komplementer.

Sumber : Harvey Lodish Halaman 136

Topoisomerase adalah enzim bertanggung jawab dalam proses dimulainya pembukaan


double heliks DNA. Tegangan ikat pada struktur gulungan double heliks DNA dapat
dipatahkan dengan penorehan salah satu untai DNA. Enzim topoisomerase terdiri dari 2
yaitu : topoimerasi I berfungsi meredakan torsional stres yang berkembang dalam molekul
DNA sel selama replikasi atau proses lainnya. Enzim ini mengikat DNA pada situs acak
dan ikatan fosfodiester dalam satu untai dalam DNA disebut nick. Sedangkan
topoisomerase II berfungsi meredakan torsional stres dan menghubungkan bersama dua
molekul DNA melingkar seperti pada tautan rantai.
Sumber : Harvey Lodish Halaman 106

RNase H adalah Enzim ini berfungsi dalam penghancuran fragmen primer RNA.
Enzim DNA ligase, yaitu Fungsi memperbaiki rantai yang putus pada DNA dupleks,
menyambung ujung DNA dupleks pragmen pendek DNA yang disebut fragmen Okazaki,
menyambung sintesa DNA pada proses rekombinasi, dan bekerja sama dengan polimerase
DNA pada replikasi DNA serta menyambungkan dua fragmen rantai polinukleotida
menjadi rantai yang lebih panjang.

Sumber : Harvey Lodish Halaman 363


3. Apa perbedaan antara leading strand dan lagging strand yang berpasangan pada masa
replikasi DNA ? Mengapa mereka harus disintesis dengan cara yang berbeda?

Pembentukan untaian leading strand ialah untaian DNA disintesis dengan arah
5’→3′ secara berkesinambungan. Pada untaian ini, DNA polimerase mampu
membentuk DNA menggunakan ujung 3′-OH bebas dari sebuah primer RNA dan
sintesis DNA berlangsung secara berkesinambungan, searah dengan arah pergerakan
garpu replikasi.
Lagging Strand adalah untai DNA berkembang yang disintesis berlawanan dengan
arah garpu replikasi. Replikasi Lagging Strand lebih rumit daripada Strand Leading.
Lagging strand disintesis dalam segmen singkat dikenal sebagai fragmen Okazaki.
Dalam Lagging strand, template DNA memulai sintesis RNA primer singkat. Primer
RNA kemudian dihapus dan diganti dengan fragmen DNA dan bergabung bersama
oleh DNA ligase.

Sumber : Harvey Lodish Halaman 133

4. Apa yang akan terjadi apabila RNase H yang dihasilkan sebuah sel tidak memadai?
Apa yang akan terjadi apabila Ligase yang dihasilkan sebuah sel tidak memadai?

Jika RNase yang dihasilkan tidak memadai kan terjadi gangguan pada saat degradasi
primer pada replikasi DNA

Dan Jika ligase yang dihasilkan tidak memadai maka proses replikasi DNA juga
akan terganggu, karena enzim ligase berfungsi untuk menyambung untaian DNA
pada saat replikasi, serta memperbaiki rantai DNA yang putus.
5. Apa 4 kunci perbedaan antara RNA polymerase dan DNA polymerase?

DNA Polimerase :
1. DNA Polymerase berperan dalam replikasi DNA
2. DNA Polymerase memulai pembentukan rantai DNA menggunakan Primer
3. Template : Lagging Strand ( untai lambat, 5’-3’), Leading Strand (untai maju, 3’-
5’).
4. Nukleotida : C,T,A,G

RNA Plymerase :
1. RNA polymerase berperan dalam pemebntukan RNA
2. RNA Polymerase dapat melakukan pembenukan RNA tanpa menggunakan
primer
3. Templete : Leading Strand (untai maju, 3’-5’)
4. Nukleotida : C,U,A,G

6. Bandingkan dan kontraskan kodon dan anticodon

Kodon merupakan kombinasi dari tiga nukleotida yang berurutan dalam untai DNA atau
RNA. Semua asam nukleat, DNA dan RNA, memiliki nukleotida diurutkan sebagai satu
set kodon. Setiap nukleotida terdiri dari basa nitrogen, salah satu A, C, T / U, atau G.
Oleh karena itu, tiga nukleotida berurutan memiliki urutan basa nitrogen, yang pada
akhirnya menentukan asam amino yang kompatibel dalam sintesis protein.

Antikodon adalah urutan tiga nukleotida di wilayah transfer RNA yang mengenali coding
triplet pelengkap nukleotida dalam RNA selama translasi oleh ribosom. Antikodon
adalah urutan nukleotida yang sesuai dengan kodon dalam RNA, alias mRNA. Antikodon
melekat pada asam amino, yang merupakan apa yang disebut basa triplet yang
menentukan asam amino yang harus berikatan dengan sintesis protein untai berikutnya.
Setelah asam amino terikat ke untai protein, molekul tRNA dengan antikodon adalah
gudang dari asam amino. Antikodon tRNA di identik dengan kodon dari untai DNA,
kecuali T pada DNA hadir sebagai U pada antikodon.

Perbedaan antara Kodon dan antikodon

1. Kodon bisa hadir baik pada RNA dan DNA, sedangkan antikodon selalu hadir dalam
RNA dan DNA tidak pernah ada.
2. Kodon secara berurutan diatur dalam untaian asam nukleat, sedangkan antikodon
adalah secara diskrit hadir dalam sel dengan asam amino terpasang atau tidak.
3. Kodon mendefinisikan yang antikodon harus datang berikutnya dengan asam amino
untuk membuat untai protein, tetapi tidak pernah sebaliknya.

7. Apa dari splicing alternative? Kenapa diperlukan oleh sel eukariotik?

Splicing alternative adalah gen tunggal yang dapat melakukan transkrip RNA yang
untuk menghasilkan beberapa mRNA, masing-masing mengkodekan isoform yang
berbeda, sehingga meningkatkan jumlah protein dalam mengekspresikan suatu gen.
fenomena ini berkontribusi terhadap keragaman beberapa protein.
Sumber : Harvey Lodish Halaman 505

8. Selama translasi, urutan asam amino apa yang akan dijadikan segmen mRNA berikut
untuk diubah menjadi: AUGGACAUUGAACCG?

 AUG : Metionin (met/M)


 GAC : Asam Aspartat (asp/D)
 AUU : Isoleusin (Ile/I)
 GAA : Asam glumate (glu/E)
 CGG : Prolin (pro/P)

9. Mengapa hanya ada 20 asam amino bila ada 64 kodon berbeda?


Karena ada beberapa kodon untuk setiap asam amino. Misalnya tujuh kode kodon yang
berbeda untuk leusin dan enam kode kodon yang berbeda untuk serin.
Urutan basa didalam DNA yang menentukan asam amino dari polipeptida disebut kode
genetic. Tiga nukleotida yang berurutan menspesifikasi satu asam amino. Karena ada 4
macam nuleotida dalam mRNA yaitu A,G,C dan U. ada 20 macam asam amino yang
menyusun protein, maka 3 nukleotida yang mengspesifikasi 1 asam amino. Sehingga
terdapat 4 asam amino yang dapat ditranslasi, 20 asam amino ditranslasi dalam sintesis
protein., dan hanya 16 asam amnio yang dapat ditranslasi jika 2 nukelotida
menspesifikasi 1 asam amino.

10. Kenapa sel prokariot bisa melakukan transkripsi dan translasi pada sebuah gen dalam
waktu yang sama sedangkan sel eukariotik tidak bisa?
Karena pada prokariot tidak memiliki inti sel sehingga DNA tidak disegresi dari ribosom.
Tidak adanya proses segresi menyebabkan proses translasi mRNA akan dimuali ata
berlangsung ketika proses transkripsi masih berlangsung. Inilah yang menyebabkan
proses transkripsi dan menerjemah pada prokariotik berlangsung secara bersamaan yaitu
disitoplasma.
Sedangkan pada eukariot memiliki nukleous maka proses transkripsi dan translasi terjadi
ditempat yang berbeda , selaput dari nukleuslah yang memisahkan tempa dan waktu
berlangsngnya proses tersebut. Proses transkripsi pada eukariot terjadi dibagian nucleus,
dan mRNA ditranspor ke sitoplasma yang akan dilanjutkan dengan proses translasi.
Sehingga proses transkripsi dan translasi tidak terjadi bersamaan.