Anda di halaman 1dari 2

Nama : Irfan Dwi Kurniawan

Kelas : 17 AKE

NRP : 174020167

1. Dalam melaksanankan prosedur audit, auditor memeriksa berbagai jenis bukti audit. Salah
satunya diperoleh dari teknik konfirmasi (confirmation). Jelaskan mengapa teknik konfirmasi
ini banyak digunakan terutama dalam menguji asersi manajemen terhadap hutang dan
piutang usaha! Dan bagaimana cara mendapatkan alat bukti dari teknik ini?
Teknik konfirmasi banyak digunakan dalam prosedur audit, terutama dalam menguji asersi
manajemen terhadap hutang dan piutang usaha, sebab bukti audit yang diperoleh dari konfirmasi
memiliki keandalan yang sangat tinggi karena bukti audit dari teknik audit ini diperoleh dari pihak
ketiga yang independen terhadap klien. Teknik ini dilakukan dengan cara meminta tanggapan baik
secara tertulis maupun lisan dari pihak ketiga yang independen mengenai item-item tertentu yang
mempengaruhi laporan keuangan klien. Pada konfirmasi tertulis, konfirmasi adalah surat yang
ditandatangai klien, ditujukan kepada pihak ketiga terkait (biasanya pelanggan atau kreditur) untuk
meminta penegasan (konfirmasi) mengenai saldo utang/piutang klien pada pihak ketiga tersebut per
tanggal tertentu (biasanya tanggal neraca).

2. Jelaskan kelemahan serta keunggulan dari prosedur analitis dalam teknik


pengumpulan bukti audit! Berikan contoh penerapan teknik ini dalam
memperoleh bukti audit!

Kelemahan prosedur analitis adalah tidak bisa menguji asersi Presentation and Disclosure. Sedangkan
keunggulannya yaitu prosedur analitis biasa digunakan auditor untuk menilai kelayakan data dan
menguji keempat asersi lainnya termasuk empat Transaction Related Audit Objective maupun lima
Balance Related Audit Objective untuk menguji Valuation. Selain itu, prosedur analitis juga dapat
digunakan untuk memahami industri dan bisnis klien, menilai kemampuan keberlanjutan bisnis
entitas, menunjukkan munculnya kemungkinan kesalahan pengujian dalam laporan keuangan, serta
mengurangi pengujian audit rinci. Contoh penggunaannya misalkan pada pengujian pos piutang,
auditor melakukan:
Auditor membandingkan data piutang tahun ini dengan tahun lalu
Auditor menghitung dengan teknik-teknik perhitungan statistik untuk melihat rata-rata, korelasi,
kecenderungan, maupun kesimpulan-kesimpulan lain

3. Sebut dan jelaskan jenis bukti audit yang dapat dihasilkan dari teknik
Tanya jawab/wawancara!
Alat bukti yang dapat dihasilkan dari teknik tanya jawab/wawancara diantaranya:
Bukti Kesaksian adalah bukti peyakin yang didapat dari pihak lain karena diminta oleh auditor. Peyakin
maksudnya adalah untuk mendukung bukti-bukti lain yang telah didapatkan oleh auditor. Biasanya
bukti pengujian fisik, bukti dokumen, bukti analisis, atau bukti lisan telah diperoleh, baru kemudian
dilengkapi dengan bukti kesaksian.
Bukti Lisan adalah bukti yang didapat oleh auditor dari orang lain melalui pembicaraan secara lisan.
Orang lain tersebut mungkin berasal dari luar auditi maupun dari pihak auditi sendiri. Dalam hal
memperoleh bukti lisan, auditor harus mencatat (menuangkan dalam kertas kerja) dengan seksama
termasuk nara sumbernya.
Bukti Spesialis adalah bukti yang didapat dari tenaga ahli, baik seorang pribadi maupun instansi atau
institusi yang memiliki keahlian yang kompeten dalam bidangnya. Tenaga spesialis yang dapat
digunakan adalah semua profesi seperti ahli pertambangan, dokter, ahli purbakala, ahli pertanian, ahli
hukum, ahli perbankan, dll. Untuk memenuhi syarat kompetensi bukti audit, maka kompetensi tenaga
spesialis tersebut harus terjamin. Dalam hal ini, jika diputuskan untuk menggunakan tenaga ahli
(spesialis), maka auditor harus mengusahakan ahli yang diakui oleh umum.

4. Mengapa bukti audit yang diperoleh teknik pengamatan/observation kurang


dapat diandalkan
Bukti audit yang didapat dari teknik observasi kurang dapat diandalkan karena terdapat risiko bahwa
karyawan klien yang terlibat aktivitas-aktivitas yang sedang diobservasi telah menyadari kehadiran
auditor sehingga pada saat dilakukan observasi, karyawan klien akan mengubah perilakunya dengan
melaksanakan tanggungjwabnya sesuai dengan kebijakan perusahaan.

5. Sebut dan jelaskan ciri-ciri bukti yang kompeten!


Bukti yang kompeten yaitu bukti yang valid dan relevan, bukti yang valid dipengaruhi oleh beberapa faktor,
antara lain: Indepedensi dan kualifikasi sumber diperolehnya bukti, bukti yang diperoleh dari sumber eksternal
(misalnya konfirmasi) memiliki validitas lebih tinggi dibandingkan bukti yang diperoleh dari sumber internal.
Meskipun sumber informasi independen, bukti tidak valid jika orang yang menyediakan informasi tidak
mempunyai kualifikasi untuk melakukan hal tersebut. Sebagai contoh, penyedia informasi yang dapat diakui
adalah DJBC, Bapepam, dan lain-lain.

Kondisi di mana bukti diperoleh, bukti yang dihasilkan oleh entitas yang memiliki system pengendalian internal
kuat memiliki validitas lebih tinggi dibandingkan bukti yang dihasilkan oleh entitas yang memiliki sistem
pengendalian internal lemah.

Cara bukti diperoleh, bukti yang diperoleh secara langsung oleh auditor (misalnya observasi persediaan) lebih
handal dibandingkan bukti yang diperoleh secara tidak langsung (misalnya hasil wawancara dengan klien).