Anda di halaman 1dari 18

1

KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN SIADH

3.1 PENGKAJIAN
1. Identitas pasien meliputi nama, umur, pekerjaan, dan alamat.
2. Riwayat penyakit dahulu.
adakah penyakit atau trauma pada kepala yang pernah diderita klien,serta riwayat
radiasi pada kepala.
3. Riwayat penyakit sekarang,
Harus ditanya dengan jelas tetang gejala yang timbul seperti sakit kepala, demam, dan
keluhan kejang. Kapan mulai serangan, sembuh atau bertambah buruk, bagaimana
sifat timbulnya, dan stimulus apa yang sering menimbulkan kejang.
4. Riwayat penyakit keluarga
riwayat penyakit keluarga terutama yang mempunyai penyakit menular.
5. Pantau status cairan dan elektrolit.
6. Monitor status neurologis yang berhubungan dengan hiponatremi dan segera lakukan
tindakan untuk mengatasinya.
7. Catat perubahan berat badan (BBI jika ada peningkatan dari 1 kg laporkan pada
dokter).
8. Pengkajian Fisik:
a. Inspeksi: Vena leher penuh.
b. Perkusi: Penurunan refleks tendon dalam.
c. Auskultasi: Kardiovaskuler : Takikardia.

B1 (Breathing) :
1. Takhipnea

B2 (Blood) :
1. Inspeksi : Distensi vena jugularis.
2. Auskultasi : Takikardia.

B3 ( Brain ) :
1. Kekacauan mental.
2. Kejang.
3. Sakit kepala
4. Confusion
5. Disorientasi
6. Seizure

B4 ( Bladder )
1. Penurunan volume urine
2. Penurunan frekuensi berkemih

B5 ( Bowel )
2

1.Mobilitas gastrointestinal menurun (Anorexia).


2.Mual dan muntah
3.Peningkatan berat badan secara tiba-tiba (tanpa oedema) sekitar 5-10 %.

B6 ( Bone )
1. Kelemahan
2. Letargi
3. Perkusi : Penurunan refleks tendon dalam
4. Twiching pada otot

3.2 DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Volume cairan berlebih berhubungan dengan hiponatremi
2. Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan perubahan
absorbsi nutrisi dan natrium.
3. Gangguan eleminasi urine berhubungan dengan penurunan konsentrasi dalam urin
4. Gangguan proses pikir berhubungan dengan penurunan kadar Na

3.3 PERENCANAAN KEPERAWATAN


No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional
3

1. Kelebihan Setelah dilakukan 1. Pantau masukan - Catatan


volume cairan tindakan keperawatan dan haluaran cairan masukan dan
dari kebutuhan selama 3 X 24 jam dan tanda tanda haluaran
berhubungan diharapkan sekresi kelebihan cairan membantu
dengan ADH kembali normal setiap 1 – 2 jam. mendeteksi
peningkatan dengan kriteri hasil : tanda dini
sekresi ADH - Volume cairan dan 2. Pantau elektrolit ketidakseimbang
elektrolit dapat atau osmolalitas an cairan.
- Untuk
kembali dalam serum resiko
mengetahui
batas normal. gangguan signifikan
- klien dapat keadaan natrium
bila serum Na
mempertahankan serum
kurang dari 125
berat badan dan
mEq/L.
volume urin 800 – 3. Batasi masukan
2000 ml/hari cairan. - Mencegah
- Input sama dengan
intoksikasi air.
4. Monitor TTV
output
- Tidak ada edema.
- Tanda-tanda
vital menjadi
indikasi dari
kondisi klien.

2. Ketidakseimban Tujuan setelah 1. Timbang berat - Memberikan


gan nutrisi : dilakukan tindakan badan setiap hari. informasi
kurang dari keperawatan selama 3 tentang keadaan
kebutuhan X 24 jam, masalah masukan diet
berhubungan gangguan nutrisi dapat atau penentuan
dengan teratasi dengan kebutuhan
perubahan kriteria hasil : 2. Buat pilihan menu nutrisi.
- Untuk membuat
absorpsi nutrisi - Barat badan kembali yang ada dan ijinkan
klien meningkat
dan Natrium. normal. pasien untuk
- Bebas dari tanda mal kepercayaan
mengontrol pilihan
nutrisi. dirinya dan
sebanyak mungkin.
merasa
mengontrol
4

lingkungan
lebih suka
menyediakan
makanan untuk
dimakan.

- Memenuhi
3. Kolaborasi, Berikan
kebutuhan
cairan IV
cairan atau
hiperalimentasi dan
nutrisi sampai
lemak sesuai
masukan oral
indikasi
dapat dimulai.
5

BAB IV
TINJAUAN KASUS
KASUS
Ny. Y mengeluh urine sedikit dan pekat, mengeluh sakit kepala 2 hari seminggu
sebelum MRS, disertai dengan mual dan muntah, sehingga klien tidak nafsu makan. Dan
diperberat dengan kram perut yang semakin sering. Klien menyatakan disorientasi orang,
tempat dan waktu, mengeluh tidak dapat melakuikan aktivitas secara normal. Hasil
pemeriksaan fisik S : 36 c,N : 90 x/menit, T : 90/130 mmHg, RR : 22x / menit, didapat
Na serum menurun <135 mEq/L, Klien mengalami kelemahan otot, Kemampuan aktivitas
terbatas, Klien mengalami penurunan kesadaran, terlihat bingung, Disorientasi orang,
waktu dan tempat, Terdapat edema di beberapa bagian tubuh, BB klien meningkat, Na
urine lebih dari 20 mEq/L, Osmolalitas serum < 287 mOsm/kg, Osmolalitas atau berat
jenis urine tinggi ( > 100 mOsm/kg), GCS 3-4-4.

4.1 PENGKAJIAN

4.1.1 BIODATA PASIEN

Nama Pasien : Ny. Y


Umur : 30 th
Suku/ Bangsa : Jawa/ Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMA
Pekerjaan : Ibu Rumah Tangga
Alamat : Jalan Bronggalan 2/a
Tgl MRS : 18 Mei 2011
Tgl Pengkajian : 20 Mei 2011
No. RM : 1204.06.19
Jam Masuk : 10.15 WIB
Jam Pengkajian : 14.00 WIB
Diagnosa Masuk : SIADH
6

RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

1. Keluhan Utama : Klien mengeluh buang air kecil sedikit dan pekat
2. Riwayat Penyakit Sekarang: Klien mengeluh sakit kepala 2 hari seminggu sebelum MRS,
disertai dengan mual dan muntah, sehingga klien tidak nafsu
makan. Dn diperberat dengan kram perut yang semakin sering.
Klien juga mengatakan urinennya sedikit dan pekat
3. Riwayat penyakit dahulu : Klien mengatakan pernah dirawat di RS sebelumnya.
4. Riwayat penyakit keluarga: Klien menagtakan mempunyai riwayat penyakit DM dan
hipertensi.

PEMERIKSAAN FISIK
Kesadaran : Apatis GCS : 3.4.4
TD : 90/130 mmHg RR : 22 x/mnt
Nadi : 90 x/mnt Suhu : 36,0 oC

B1 (Breathing) : Pernafasan normal, tidak ada otot bantu pernafasan, tidak ada suara
tambahan.
B2 (Blood) : Auskultasi : TD 90/130 mmHg
B3 ( Brain ) : Penurunan kesadaran, terlihat bingung, Disorientasi orang, waktu dan
tempat
B4 ( Bladder ) : Urine sedikit dan pekat , Na urine lebih dari 20 mEq/L, Osmolalitas
serum < 287 mOsm/kg, Osmolalitas atau berat jenis urine tinggi ( > 100 mOsm/kg),
GCS 3.4.4
B5 ( Bowel ) : mual dan muntah, tidak nafsu makan. diperberat dengan kram perut
yang semakin sering, Terdapat edema di beberapa bagian tubuh, BB klien meningkat.
B6 ( Bone ) : Kelemahan otot, Kemampuan aktivitas terbatas
7

ANALISA DATA

No Data Etiologi Masalah


1. Ds : Sekresi ADH meningkat Kelebihan volume
- Klien mengeluh urine ↓ cairan
sedikit dan pekat SIADH

DO : Volume cairan darah menurun
- Terdapat edema di ↓
beberapa bagian tubuh Viskositas darah meningkat
- BB klien meningkat

- Na serum >125 mEq/L
- Na urine lebih dari 20 Aliran darah lambat
mEq/L ↓
- Osmolalitas serum < 287
Aliran darak ke ginjal
mOsm/kg
menurun
- Osmolalitas atau berat

jenis urine tinggi ( > 100
Stimulasi renin meningkat
mOsm/kg) dengan
- Klien mengalami ↓
penurunan kesadaran Angiontensin I

Angiontensin II

Pengeluaran aldosteron

Osmolalitas cairan meningkat

Sift cairan ke interstinal

Edema

BB meningkat

8

Kelebihan volume cairan

2. Ds : Volume cairan darah menurun Gangguan pemenuhan


- Klien mengalami ↓ nutrisi : kurang dari
anoreksia Viskositas darah meningkat kebutuhan
- Klien mengalami mual

muntah
Aliran darah lambat
Do : -

Aliran darah ke GI menurun

Aktivasi parasimpatis

Gerakan peristaltik menurun

Retensi makanan di lambung

Perut terasa penuh

Anoreksia

Gangguan pemenuhan nutrisi
3. Ds : Eksresi ADH meningkat Gangguan proses pikir
- Klien menyatakan ↓
disorientasi orang, Retensi air dari tubulus ginjal
tempat dan waktu. dan duktus

Do : Volume cairan ekstra sel
- Na serum menurun < meningkat
135 mEq/L ↓
- Klien mengalami Penekanan pada rennin dan
9

penurunan kesadaran sekresi aldosteron


- Klien terlihat bingung ↓
- Disorientasi orang, Osmolaritas plasma dan
waktu dan tempat volume darah meningkat

Hiponatremi kronik

Gangguan proses pikir
4 Ds : Retensi air dari tubulus ginjal Kelemahan
- Klien mengeluh tidak dan duktus
dapat melakuikan ↓
aktivitas secara Volume cairan sel meningkat
normal ↓
Do : Menekan rennin dan sekresi
- Na serum menurun aldosteron
<135 mEq/L ↓
- Klien mengalami Osmolaritas volume dan
kelemahan otot plasma darah meningkat
- Kemampuan aktivitas ↓
terbatas Na meningkat dan K
menurun

Perubahan biokimiawi

Kelemahan

4.2 DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Kelebihan volume cairan dari kebutuhan berhubungan dengan peningkatan sekresi
ADH
10

2. Gangguan pemenuhan nutrisi : kurang dari kebutuhan berhubungan dengan


anoreksia
3. Gangguan Proses Pikir berhubungan dengan Penurunan kadar Natrium
4. Kelemahan berhubungan dengan perubahan biokimiawi

4.3 PERENCANAAN KEPERAWATAN

No Diagnosa Tujuan Intervensi Rasional

1. Pantau masukan - Catatan masukan


1. Kelebihan Setelah dilakukan
dan haluaran cairan dan haluaran
volume cairan tindakan keperawatan
dan tanda tanda membantu
dari kebutuhan selama 3 X 24 jam
kelebihan cairan mendeteksi tanda
berhubungan diharapkan sekresi
setiap 1 – 2 jam. dini
dengan ADH kembali normal
ketidakseimbanga
peningkatan dengan kriteri hasil :
2. Pantau elektrolit n cairan.
sekresi ADH - Volume cairan dan
- Untuk mengetahui
atau osmolalitas
elektrolit dapat
keadaan natrium
serum resiko
kembali dalam
serum
gangguan signifikan
batas normal.
- klien dapat bila serum Na
mempertahankan kurang dari 125
berat badan dan mEq/L.
- Mencegah
volume urin 800 –
intoksikasi air.
2000 ml/hari 3. Batasi masukan
- Input sama dengan
cairan.
output - Tanda-tanda vital
- Tidak ada edema.
menjadi indikasi
4. Monitor TTV
dari kondisi klien.

2. Ketidakseimban Tujuan setelah 1.Timbang berat - Memberikan


gan nutrisi : dilakukan tindakan badan setiap hari. informasi tentang
kurang dari keperawatan selama 3 keadaan masukan
kebutuhan X 24 jam, masalah diet atau
berhubungan gangguan nutrisi dapat penentuan
11

dengan teratasi dengan kebutuhan nutrisi.


- Untuk membuat
anoreksia kriteria hasil : 2. Buat pilihan menu
klien meningkat
- Barat badan kembali yang ada dan ijinkan
kepercayaan
normal. pasien untuk
- Bebas dari tanda mal dirinya dan
mengontrol pilihan
nutrisi. merasa
sebanyak mungkin.
mengontrol
lingkungan lebih
suka
menyediakan
makanan untuk
dimakan.

- Memenuhi
3.Kolaborasi, Berikan kebutuhan cairan
cairan IV atau nutrisi
hiperalimentasi dan sampai masukan
lemak sesuai oral dapat
indikasi dimulai.

3. Gangguan setelah dilakukan 1.Pantau tentang 1. Rentang


Proses Pikir b.d tindakan kebingungan, dan perhatian untuk
Penurunan kadar keperawatan selama catat tingkat berkonsentrasi
Natrium proses keperawatan anxietas pasien. mungkin
diharapkan tingkat memendek secara
kesadaran dapat tajam yang
kembali normal. berpotensi
Dengan kriteria terhadap
hasil: 2.Batasi aktivitas terjadinya ansietas
1. Pasien mampu pasien dalam batas- yang
berkomunikasi batas wajar untuk mempengaruhi
dengan baik. mengumpulkan prose pikir pasien
2. Pasien bisa energi.
2. Tingkah laku
meningkatkan
12

konsentrasinya. yang sesuai tidak


3. Orientasi pasien akan memerlukan
kembali normal. 3. Kurangi stimulus energi yang
yang merangsang, banyak dan
kritik yang negatif, mungkin
argumentasi, dan bermanfaat dalam
konfrontasi. proses belajar
4.Ajarkan untuk
struktur internal.
melakukan teknik
relaksasi. 3. Menurunkan
resiko terjadinya
respon penolakan
5. Pertahankan atau pertengkaran.
harapan realitas dari
4. Dapat
kemampuan pasien
membantu
untuk mengontrol
memfokuskan
tingkah lakunya
kembali perhatian
sendiri, memahami,
klien dan untuk
dan mengingat
menurunkan
informasi
ansietaspada
tingkat yang dapat
ditanggulangi.

5. Penting untuk
mmepertahankan
harapan dari
kemampuan untuk
mempertahankan
harapan,dan
meningkatkan
aktivitas
rehabilitasi
kontinu.

4 Kelemahan Setelah dilakukan 1. Pantau/diskusi 1. Pasien


13

berhubungan tindakan keperawatan kan tingkat biasanya telah


dengan selama proses kelemahan klian mengalami
perubahan keperawatan dan identifikasikan penurunan tenaga,
biokimia diharapkan pasien aktivitas yang dapat kram otot terus
dapat beraktivitas dilakukan klien. memburuk
dengan baik. menyebabkan
2. Berikan
Kriteria Hasil : kelemahan karena
masase ringan dan
1. Menyatakan munculnya
kompres pada
mampu untuk ketidakseimbanga
bagian otot yang
beristirahat, n Natrium.
kram.
peningkatan tenaga,
2. Meningkatka
dan penurunan rasa. 3. Berikan
n aliran darah dan
2. Menunjukkan kesempatan pasien
memberikan
peningkatan untuk ikut
kenyamanan pada
kemampuan dan berpartisipasi
pasien.
berpartisipasi dalam secara adekuat
aktivitas. untuk melakukan 3. Menambahka
3. Mampu aktivitasnya sehari- n tingkat
menunjukkan factor hari. keyakinan pasien
yang berpengaruh dan harga dirinya
4. Diskusikan
pada kelelahan sesuai dengan
kebutuhan aktivitas
tingkat aktivitas
dan rencanakan
yang
jadwal aktivitas
ditoleransinya.
bersama-sama
pasien. 4. Meskipun
pasien pada awal
5. Berikan
merasa lemah
asupan yang kaya
karena kram otot,
akan Natrium
tapi hal tersebut
sesuai indikasi.
memberikan
harapan bahwa
kemampuan untuk
melakukan
14

aktiviatas yang
baik kembali
seperti semula.

Kebutuhan
Natrium yang
cukup dapat
meminimalisir
terjadinya kram
otot sehingga
kelemahan dapat
teratasi

4.4 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN


No Diagnosa Hari/tanggal Implementasi TTD
15

1. Kelebihan volume 1. mengobservasi


cairan dari masukan dan haluaran
Kebutuhan cairan dan tanda tanda
berhubungan kelebihan cairan
dengan setiap 1 – 2 jam.
peningkatan sekresi
ADH 2. Mengobservasi
elektrolit atau
osmolalitas serum
resiko gangguan
signifikan bila serum
Na kurang dari 125
mEq/L.

3. Membatasi
masukan cairan.

4. Memonitor TTV

2. Ketidakseimbangan 1. menimbang berat


nutrisi : kurang dari badan setiap hari.
kebutuhan
2. Membuat pilihan
berhubungan
menu yang ada dan
dengan anoreksia
ijinkan pasien untuk
mengontrol pilihan
sebanyak mungkin.

3. Kolaborasi, Berikan
cairan IV
hiperalimentasi dan
lemak sesuai indikasi
16

4.5 EVALUASI
DIAGNOSA EVALUASI
Kelebihan volume S: Klien mengatakan volume urin sudah meningkat, dan
cairan dari tidak pekat
kebutuhan O: tidak Terdapat edema di beberapa bagian tubuh,
berhubungan dengan BB klien sedikit menurun, kesadaran composmentis
peningkatan sekresi A: Masalah keperawatan kelebihan volume cairan sudah
ADH teratasi
P: Intervensi dihentikan

Ketidakseimbangan S: Klien mengatakan tidak mengalami anoreksia, tidak


nutrisi : kurang dari mual muntah.
kebutuhan O: -
berhubungan A: Masalah keperawatan ketidakseimbangan nutrisi
dengan anoreksia kurang dari kebutuhan
P: Intervensi dihentikan

BAB V
PENUTUP
17

5.1 Kesimpulan

SIADH ditandai oleh peningkatan pelepasan ADH dari hipofisis


posterior.Peningkatan pengeluaran ADH biasanya terjadi sebagai respon terhadap
peningkatan osmolalitas plasma (penurunan konsentrasi air plasma) atau penurunan
tekanan darah.Penyebabnya adalah cedera,pembedahan,tumor-tumor si luar SSP
terutama karsinoma bronkogenik.Tanda-tanda : Retensi urine,penurunan pengeluaran
urine,mual dan muntah yang semakin parah seiring dengan intoksikasi air.

5.2 Saran
Bagi penderita SIADH yang masih ringan,retriksi cairan cukup dengan
pembatasan cairan dan pembatasan sodium.Dan penderita dianjurkan untuk memenuhi
kebutuhan nutrisinya dan mengikuti prosedur diit yang dianjurkan.
18

DAFTAR PUSTAKA

Doengoes, Marilyn C. 1999. Rencana Asuhan Keperawatan : Pedoman Untuk Perencanaan


dan Pendokumentasian Perawatan Pasien Edisi 3. Jakarta : EGC.

Kugler, John. 2000. Hiponatremia dan Hipernatremia di Lansia. American Family Physician

Smeltzer, Suzanne C. & Bare, Brenda G. 2004. Brunner & Suddarth’s Textbook of Medical
Surgical Nursing 10th edition.Philadelphia : Lippincott Williams & Wilkins

Sobotka, Harry & Stewart, Corbet . Advances in clinical chemistry, Volume 17,page 21-33.
London: Academic Press INC

Tisdale , James & Miller, Douglas . 2010. Drug-Induced Diseases: Prevention, Detection,
and Management, page 892. U.S : heartside publishing.

Barbara K.Timby. 2000. Keterampilan Dasar dan Konsep di Perawatan Pasien. Jakarta:
EGC.

Watson,Roger. 2004. Anatomi dan Fisiologi untuk Perawat edisi 10. Jakarta: Penerbit buku
Kedokteran EGC.