Anda di halaman 1dari 4

SOAL 2

Pelajari dan jelaskan tantangan dan kompleksitas perlakuan akuntansi untuk kewajiban entitas
terkait program-program kesetiaan pelanggan (Costumer Loyalty Program)

JAWAB:

Program Loyalitas Pelanggan digunakan entitas untuk memberikan insentif kepada pelanggan untuk
membeli barang atau jasa entitas. Jika pelanggan membeli barang atau jasa, maka entitas
memberikan point penghargaan kepada pelanggan (seringkali disebut point). Pelanggan dapat
menukar point penghargaan tersebut dengan barang atau jasa secara gratis atau dengan potongan
harga.

Pengertian program loyalitas pelanggan berdasarkan ISAK 10 hanya terfokus kepada pemberian
penghargaan kepada konsumen secara pasti. Dalam kondisi ini, jika konsumen berkeinginan untuk
memanfaatkan point tersebut, dapat langsung melakukannya. Berikut beberapa jenis program
kesetiaan pelanggan yang telah ada.

1. Pemberian Voucher/Poin yang digunakan untuk pembelian ulang


Jika point penghargaan berupa barang yang dijual, maka entitas mengalokasikan sejumlah
tertentu imbalan yang diterima atau tagihan dari transaksi penjualan pada point penghargaan
dan menangguhkan pengakuan pendapatan. Hal ini dilakukan jika harga penjualan dari suatu
produk termasuk jumlah yang dapat diidentifikasi untuk jasa berikutnya, maka jumlah tersebut
ditangguhkan dan diakui sebagai pendapatan selama periode jasa tersebut dilaksanakan.
Contoh:
Suatu grosir melaksanakan program loyalitas pelanggan dengan memberikan voucher belanja
kepada pembeli secara cuma-cuma. Voucher tersebut tidak memiliki batas kadaluarsa. Dalam
suatu periode voucher yang sudah diberikan 100 lembar. Nilai wajar dari setiap point adalah
Rp.10, total penjualan periode tersebut Rp.1.000.000, maka pendapatan yang ditangguhkan
adalah Rp.1.000 dengan jurnal:

Kas 1.000.000
Penjualan 999.000
Pendapatan Ditangguhkan 1.000

2. Pemberian Hadiah secara langsung pada saat penjualan


Jika point tersebut berupa barang atau jasa yang dikhususkan untuk point penghargaan, dimana
point penghargaan tersebut bersifat khusus (bukan barang atau jasa yang dijual entitas), maka
entitas dapat membukukan sejumlah biaya masa depan diestimasi untuk memberikan point
penghargaan, dan seluruh pendapatan diakui pada periode tersebut. Hal ini akan dicatat
sebagai beban pemasaran pada periode yang bersangkutan.
Contoh:
Suatu grosir melaksanakan program loyalitas pelanggan dengan memberikan hadiah berupa 1
buah gelas untuk total belanja Rp.500.000. Voucher tersebut tidak memiliki batas kadaluarsa.
Dalam suatu periode total penjualan Rp.50.000.000. jumlah total hadiah yang sudah diberikan
pada tahun tersebut sebanyak 30 gelas. Harga perolehan 1 buah gelas adalah Rp.5.000, dengan
jurnal:

Kas 50.000.000
Penjualan 50.000.000

Beban (hadiah) 150.000


Persediaan 150.000
Beban (hadiah) 350.000
Kewajiban Provisi 350.000

3. Program Loyalitas Melalui Pihak Ketiga


a. Pemberian point penghargan melalui pihak ketiga untuk kepentingan entitas
Dalam kondisi ini, artinya risiko pemberian point penghargaan oleh pihak ketiga
ditanggung entitas, jika point penghargaan tidak diberikan oleh pihak ketiga maka akan
ditanggung oleh entias. Pengukuran pendapatan dilakukan berdasarkan nilai wajar
secara bruto yang dialokasikan kepada point penghargaan. Dampak lainnya adalah
terjadi kewajiban kontijensi untuk entitas.
Contoh:
Pengecer barang elektronik memberikan kepada pembelinya satu point perjalanan
udara untuk setiap Rp.1.000 yang dibelanjakan. Pengecer membayar entitas
penerbangan Rp.90 untuks setiap point. Penjualan dalam suatu periode Rp.1.000.000,
dan pengecer memberikan 1.000 point. Nilai wajar setiap point Rp.100. Pencatatannya
adalah:
Kas 1.000.000
Penjualan 990.000
Pendapatan dari point 10.000
Beban (point) 9.000
Kas 9.000

b. Pemberian point penghargan melalui pihak ketiga untuk kepentingan Pihak Ketiga.
Dalam kondisi ini, artinya risiko pemberian point penghargaan oleh pihak ketiga
ditanggung pihak ketiga. jika point penghargaan tidak diberikan oleh pihak ketiga maka
akan ditanggung oleh pihak ketiga.
Contoh:
Pengecer barang elektronik memberikan kepada pembelinya satu point perjalanan
udara untuk setiap Rp.1.000 yang dibelanjakan. Dalam hal ini, pengecer bertindak
sebagai agen penerbangan. Pengecer membayar entitas penerbangan Rp.90 untuks
setiap point. Penjualan dalam suatu periode Rp.1.000.000, dan pengecer memberikan
1.000 point. Nilai wajar setiap point Rp.100. Pencatatannya adalah:
Penerimaan dari pelanggan:
Kas 1.000.000
Penjualan 990.000
Kewajiban kepada pihak ketiga 9.000
Pendapatan dari point 1.000

Kewajiban kepada pihak ketiga 9.000


Kas 9.000

 Kompleksitas Perlakuan Akuntansi untuk Program Loyalitas Pelanggan


1. Setiap jenis program loyalitas memiliki perlakuan akuntansi yang berbeda-beda
2. Pada mekanisme “pemberian voucher/poin yang dapat digunakan untuk pembelian
berikutnya” akan ada pengakuan Unearned revenue, dimana pendapatan akan diakui
apabila poin/voucher digunakan oleh pelanggan atau ketika masa nya telah kadaluarsa.
(penentuan masa kadaluarsa harus exact per tanggal, setiap poin harus diestimasi nilai
wajarnya, bagaimana jika barang yang dapat ditukarkan ada banyak? Maka susah
mnentukan nilai wajar setiap poin).
3. Mengapa untuk Pemberian Voucher/Poin yang digunakan untuk pembelian ulang dicatat
sebagai utang (Pendapatan ditangguhkan), bukan sebagai “Beban”?
4. Mengapa untuk Pemberian Hadiah secara langsung pada saat penjualan dicatat sebagai
“Beban”, bukan sebagai “utang/liabilitas”?
5. Mengapa untuk Pemberian point penghargan melalui pihak ketiga untuk kepentingan
entitas pendapatan dicatat sejumlah gross, bukan sejumlah net?
6. Mengapa untuk Pemberian point penghargan melalui pihak ketiga untuk kepentingan
Pihak Ketiga pendapatan dicatat sejumlah net, dan memunculkan adanya liabilitas?